BAB I
PROFIL PERUSAHAAN
1.1 Sejarah Perusahaan
PT X berdiri pada tahun 1961 sebagai departemen desain PT PJ yang merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah daerah DKI Jakarta. Kepemilikan Pemda DKI Jakarta terhadap PT PJ secara historis terlihat pada posisi Presiden Komisaris PT PJ selaku Gubernur DKI Jakarta, hal ini masih berlangsung sampai sekarang.
Pada tahun 1975 PT X berdiri secara independent dan menjadi salah satu anak perusahaan PT PJ.
Pada tahun 1980 PT PJ melepaskan diri dari status perusahaan milik Pemda DKI Jakarta, dan Pemda DKI Jakarta bukan sebagai pemilik mayoritas.
Dari tahun 1980 sampai tahun 1997 merupakan masa keemasan PT X, ditandai dengan banyaknya proyek yang masuk dan tingkat kesejahteraan para karyawan.
Pada tahun 1997 krisis moneter melanda Indonesia dan seperti pada perusahaan properti lainnya, pada masa krisis moneter PT X mengalami masa percobaan yang berat. Jumlah pegawai yang sebelumnya 200 orang lebih harus diistirahatkan dan hal ini menghabiskan banyak dana.
Sejak krisis moneter terjadi, PT X mengalami keterpurukan. Namun, sekitar tahun 1999 PT X mulai bangkit, ditandai dengan bergantinya pemimpin dengan visi misi dan gaya kepemimpinan yang baru. Jumlah pegawai serta merta meningkat jumlahnya walaupun bukan berasal dari pegawai yang lama.
1.2 Struktur Perusahaan
PT PJ memiliki banyak anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti, konstruksi, infrastruktur, pendidikan dan hiburan.
Hiburan : Ancol
Properti : PT X Real Properti, PT X land, PT X Jaya Garden, dan lain-lain
Trade : PT X Trade, PT X Gas, PT X Concrete
Yayasan : Yayasan Pension, Yayasan pendidikan X, dan lain-lain.
PT X memiliki induk perusahaan yaitu PT Pembangunan Jaya, dan sampai saat ini PT X pun memiliki anak perusahaan yaitu: PT X Engineering dan PT X Multisarana.
PT X Engineering, didirikan tahun 1982, bergerak dibidang:
Elektrikal / power engineering: electrical power generation, substasion, transmisi dan distribusi.
Civil engineering: drainase, bendungan, konstruksi jalan raya, jembatan. Sanitary engineering: pengairan, bendungan dan manajemen limbah Studi lingkungan
PT X Multi Sarana, didirikan tahun 1990, bergerak di bidang:
Konsultan sipil, transportasi, jembatan dan jalan raya, lapangan terbang, pelabuhan dan bendungan
PT X Multi Sarana semenjak tahun 1997, tidak beroperasi.
PT PJ (induk perusahaan )
Jaya ancol Jaya Real Property Jaya Real Konstruksi PT X PT JAYA CM dll PT X Engineering PT X Multi Sarana
Gambar 1.1 Struktur Perusahaan PT X
BAB I PROFIL PERUSAHAAN
b) Perencanaan dan penyusunan rencana kerja ( programing ) c) Pengawasan dan evaluasi
d) Pembuatan anggaran biaya dan studi kelayakan (Feasibility Study )
e) Pengelolaan pembangunan (Construction Management) dan pengelolaan proyek (Project Management)
Kegiatan usahanya meliput:
a) Arsitektur, tata ruang (interior) dan seni taman b) Perencanaan kota
c) Teknik sipil (konstruksi bangunan dan jalan raya, jalan kereta api, jembatan, bendungan, pelabuhan, dll)
d) Mekanikal
e) Listrik dan plambing f) Dan lain-lain
1.4 Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
1.4.1 Visi PT X adalah:
Menjadi konsultan yang terpercaya dan terdepan dalam inovasi dibidang jasa konstruksi khusus di bidang bangunan dan infrastruktur.
1.4.2 Misi PT X adalah:
Mengutamakan mutu dan pelayanan demi kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
Menjadi tempat untuk berprestasi dan mengembangkan diri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Meningkatkan kemampuan kompetitif melalui peningkatan profesionalisme, pengembangan jaringan dan pemanfaatan teknologi secara optimal.
Menurut UU Republik Indonesia nomor 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi, bab II pasal 3, pengaturan jasa konstruksi bertujuan untuk:
• Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi untuk mewujudkan struktur usaha yang kokoh, handal, berdaya saing tinggi, dan hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas;
• mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam hak dan kewajiban, serta meningkatkan kepatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
• mewujudkan peningkatan peran masyarakat di bidang jasa konstruksi.
1.4.4 Strategi perusahaan
Strategi perusahaan yang ada saat ini tidak dibuat secara sistematis, sehingga strategi yang ada tidak mencerminkan secara komprehenisif (ke mana perusahaan akan menuju). Permasalahan lain adalah, tidak jelasnya strategi perusahaan yang menyulitkan proses komunikasi dari direksi ke level manajemen dan kebawahnya. Kondisi seperti ini menyebabkan strategi perusahaan terlihat tidak jelas, walau strategi itu ada.
BAB I PROFIL PERUSAHAAN
1.5 Struktur Organisasi
Sumber daya yang dimiliki PT X merupakan modal untuk dapat bertahan dalam lingkungan persaingan yang semakin ketat, juga sebagai modal untuk berkembang mewujudkan visi dan misi perusahaann. Sumber daya yang terpenting adalah sumber daya manusia, teknologi, finansial, sarana prasarana dan sistem manajemen mutu.
1.6.1 Sumber Daya Manusia
Jumlah Pegawai PT X : 205 orang Divisi proposal : 10 orang Divisi arsitektur : 40 orang Divisi ME : 13 orang Divisi Struktur : 8 orang Divisi MK : 110 orang Divisi PM : 4 orang Divisi marketing : 2 orang Supporting : 18 orang Pendidikan:
Non sarjana : 92 ( rata rata usia 36 ) Sarjana : 108 ( rata rata usia 37 ) Magister : 5
Tahun 2008 masuk : 21 Tahun 2007 keluar : 36
Tahun 2008 keluar : 10 ( bulan mei 2008 )
1.6.2 Sumber Daya Teknologi
Teknologi yang digunakan oleh PT X memang belum sampai pada level teknologi tingkat tinggi. PT X masih menggunakan sistem informasi semi manual, sebagian on line
BAB I PROFIL PERUSAHAAN
(building information management) adalah sistem permodelan bangunan secara lebih baik.
Untuk software-software yang dimiliki oleh PT X sebagaian besar sudah menggunkan software asli. Teknologi yang digunakan PT X :
Hardware: Komputer : 98 buah Laptop : 6 buah Server : 2 buah Workstastion : 1 buah Ploter : 2 buah Printer A3 : 15 Software: Autocad : 54 buah Microsoft office : 70 buah
1.6.3 Sumber Daya Finansial
Dalam hal finansial, PT X mendapat dukungan dari induk perusahaan.
1.6.4 Sarana Dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki PT X hanya berupa bangunan tempat karyawan bekerja dan peralatan yang digunakan untuk bekerja. Peralatan ini terdiri dari komputer, meja, ATK dan lain-lain.
1.6.5 Sistem Manajemen Mutu
Prosedur mutu yang digunakan oleh PT X berdasarkan Standar ISO 9001:2000. Tujuan dilaksanakan sistem manajemen mutu ini adalah untuk mencapai sasaran utama yaitu menjamin mutu produk dan jasa dengan cara memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Penggunaannya dapat diandalkan dan dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan.
Sistem ini bersifat agresif, yaitu terbuka untuk perbaikan terus-menerus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
menciptakan perbaikan dalam setiap proses kerja, berorientasi pada kepuasan pelanggan, kesejahteraan semua pihak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan keterlibatan semua pihak dalam melaksanakan yang terkandung dalam manual mutu PT X.
1.7 Tantangan Bisnis
Tantangan bisnis yang dihadapi PT X adalah sebagai berikut: Mengembalikan kejayaan PT X
Membuat PT X lebih mampu menghadapi persaingan, dengan menjadi lebih profesional.
Ranking perusahaan PT X menjadi lebih baik. Meningkatkan kesejahteraan para pegawai PT X