Analisa Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
Terhadap Praktik Perataan Laba
(Studi Empiris Pada Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 – 2009)
S
K
R
I
P
S
I
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh: Fenny Meiliani NIM: 06 2114 020
PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
Analisa Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
Terhadap Praktik Perataan Laba
(Studi Empiris Pada Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 – 2009)
S K R I P S I
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh: Fenny Meiliani NIM: 06 2114 020
PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
HALAMAN PERSEMBAHAN
Kupersembahkan karya ini untuk:
Yesus, Tuhan, Bapa, Sahabat dan
Rajaku
Mama, papa, ii, dan O Eko yang
tersayang
Segenap keluargaku yang lain
“Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6: 33)
Kupandang wajahMu dan berseru
Pertolonganku datang dariMU
Peganglah tanganku, jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku (Sari Simorangkir).
ABSTRAK
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA
(Studi Empiris Pada Perusahaan Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006 – 2009)
Fenny Meiliani NIM: 062114020 Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2011
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor ukuran perusahaan, harga saham, dan profitabilitas berpengaruh terhadap praktik perataan laba tahun 2006-2009 pada perusahaan go public yang terdaftar di BEI. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi yaitu pengumpulan data perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisa data yang dilakukan adalah menghitung ukuran perusahaan dengan logaritma total aktiva dan profitabilitas dengan net profit margin (NPM) dan return on investment (ROI). Penentuan perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan perataan laba menggunakan indeks eckel dengan pendekatan Albrech dan Richardson.
Berdasarkan hasil analisa data dengan menggunakan metode regresi logistic adalah secara parsial adalah hanya ukuran perusahaan dan ROI yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba, sedangkan harga saham dan NPM tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
ABSTRACT
AN ANALYSIS OF THE FACTORS WHICH INFLUENCE EARNING SMOOTHING PRACTICE
(An Empirical Study At Go Public Companies At Indonesia Stock Exchange In 2006-2009)
Fenny Meiliani NIM: 062114020 Sanata Dharma University
Yogyakarta 2011
This research was aimed to know whether company’s size, stock price, and profitability factors have influenced income smothing practice in 2006-2009 at go public companies listed in indonesia stock exchange. The data gathering technique used in this research was documentation by gathering company’s data related to the research’s problems. The data analysis techniques used were by calculating company’s size with asset total logarithm and profitabillity with net profit margin (NPM) and return on investment (ROI). To determine the company which did income smoothing practice and which did not do income smoothing practice, the writer used Eckel Index with Albrech and Richardson’s approximation.
Based on data analysis by using logistic regression method, partially, only company’s size and return on investment (ROI) had influence on income smoothing, whereas stock price and net profit margin (NPM) did not have influence on income smoothing practice.
KATA PENGANTAR
Puji syukur dan terima kasih ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
a. Tuhan Yesus Kristus atas anugerah dan kasih-Nya dalam menuntun dan membimbing dalam menyelesaikan skripsi.
b. Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono P., S.J., selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis.
c. Bapak Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
d. Bapak Drs. Yusef Widya Karsana, M.Si., Akt., QIA selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Dosen Pembimbing yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
f. Mama, ii, O Eko dan Papa yang telah memberikan doa, kasih sayang dan dukungan baik moril maupun materiil.
g. Keluarga Besarku yang selalu mensupport dalam doa.
h. Teman-teman CG Pro M: Ci Sinta, Ko Iboy, Ko Adi, Ko Agus, Ko Johan, Ko Daniel, Widya, Silvi, Christin, Ogut, Yongki, Lisa atas spirit, doa, kesabaran, dan perhatian, tanpa kalian tidak akan ada perubahan dalam diriku.
i. Rekan Fulltimer Gereja Mawar Sharon Miracle Yogya: Pak Yudi, Ko Oey, Ko Helky, Yanuar, Ka Ivone, Ka Selvi, Ka Yoka, Ka Vanda.
j. Koko Adi tersayang yang telah memberikan doa, cinta, dan semangat.
k. Teman-teman kost WPA 15c: Wuri, Pranti, Muji, Galuh, dan Hesti, Siska, Anita, Anggi atas penghiburan, keceriaan, dan dukungannya.
l. Teman-teman Akuntansi 2006: Bella, Pricil, Yessy, Risda, dan Denis, Chan-Chan, dan Rika atas kebersamaannya selama kuliah dan pertolongan dalam mencari data penelitian serta dukungannya.
n. Sahabat sejatiku: Mamih Sri, Yenni, Dian, “pendeta” Handi atas kesediaannya dijadikan tempat berkeluh kesah, dukungannya dan kata-kata mutiara yang diberikan.
o. Teman-teman MPT Pak Yusef: Kunthi, Vina, Siska, Nia, Anggi, Agatha, Mba Reni, Tama, Yoan, Frengki, Arum, Merry atas kebersamaannya selama MPT dan bimbingan.
p. Teman-teman di “Panti Asuhan Ratapan Anak Tiri” LPPM: Cicil, Yoan, Anton, Meli, Spy, Gitta, Vika, dan Tita atas kerjasamanya selama di LPPM.
q. Semua pihak yang belum tercantum di atas dan telah membantu penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Yogyakarta, 30 Juni 2011
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 5
E. Sistematika Penelitian ... 6
BAB II LANDASAN TEORI A. Teori Keagenan ... 7
B. Laporan Keuangan ... 8
C. Laba ... 9
D. Manajemen Laba ... 10
E. Perataan Laba ... 12
F. Indeks Eckel Dengan Pendekatan Alberch Dan Richardson .... 14
G. Perumusan Hipotesis Penelitian ... 14
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 20
C. Populasi dan sampel penelitian ... 20
D. Subjek dan objek penelitian ... 21
E. Jenis data ... 21
F. Teknik pengumpulan data ... 22
G. Teknik Analisis Data ... 22
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 28
B. Pengukuran variabel penelitian ... 29
C. Analisis statistika deskriptif ... 31
D. Penilaian model fit ... 32
E. Pengujian multivariate ... 33
F. Pembahasan ... 36
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan ... 39
B. Keterbatasan penelitian ... 39
C. Saran ... 39
DAFTAR PUSTAKA ... 41
LAMPIRAN A. Lampiran 1 ... 43
B. Lampiran 2 ... 47
C. Lampiran 3 ... 55
D. Lampiran 4 ... 59
DAFTAR TABEL
Tabel 5.1 : Pengambilan Sampel Penelitian ... 28
Tabel 5.2 : Perusahaan Perata Laba Dan Bukan Perata Laba ... 30
Tabel 5.3 : Hasil Statistika Deskriptive... 31
Tabel 5.4 : Hosmer dan Lemeshow Test ... 32
Tabel 5.5 : Konstanta dan Variabel Persamaan Regresi ... 33
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan merupakan pencerminan dari suatu kondisi perusahaan karena di dalam laporan keuangan terdapat informasi-informasi keuangan. Informasi keuangan ini yang akan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yaitu: manajemen, pemegang saham, kreditor, pemerintah, karyawan perusahaan, pemasok, konsumen dan masyarakat umum lainnya yang pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu pihak internal dan pihak eksternal. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi laporan laba-rugi, laporan perubahan modal/laba ditahan, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan serta materi penjelas lainnya yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan (Prastowo, 2005:6).
manajemen dan informasi laba membantu pemilik atau pihak lain melakukan penilaian atas kemampuan melaba (earning power) perusahaan di masa yang akan datang (Arfianto, 2009). Oleh karena itu, salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perusahaan beserta kinerja manajemennya adalah laba.
Atas dasar itu manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dapat membuat laporan keuangan menjadi baik. Perhatian pihak eksternal yang umumnya terpusat pada informasi laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba tersebut mendorong manajemen untuk melakukan manajemen laba (earnings management). Manajemen laba dapat dijelaskan dengan teori keagenan. Teori keagenan menyatakan manajemen memiliki informasi yang lebih banyak mengenai perusahaan dibandingkan pemilik perusahaan sehingga sering terdorong untuk melakukan tindakan yang dapat memaksimalkan keuntungan dirinya sendiri dan atau perusahaan.
perusahaan khususnya pihak eksternal (Jatiningrum, 2000). Perusahaan melakukan tindakan perataan laba ini dengan maksud untuk menarik investor karena pada umumnya investor menyukai laba yang relatif stabil.
Tindakan manajemen untuk melakukan perataan laba umumnya didasarkan atas berbagai alasan baik untuk memuaskan kepentingan pemilik perusahaan, seperti menaikkan nilai dari perusahaan, sehingga muncul anggapan bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki risiko yang rendah, menaikkan harga saham perusahaan, maupun untuk memuaskan kepentingannya sendiri (oportunistik), seperti mendapatkan kompensasi dan mempertahankan posisi jabatannya (Juniarti dan Corolina, 2005). Meskipun alasan di atas dapat diterima secara logis tetapi tetap saja tindakan perataan laba dapat mengubah kandungan informasi atas laba yang dihasilkan perusahaan. Hal ini perlu diwaspadai oleh pengguna laporan keuangan karena informasi tersebut dapat menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Perataan laba dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: ukuran perusahan, profitabilitas, sektor industri, harga saham, leverage operasi, rencana bonus, dan kebangsaan (Jatiningrum, 2000).
profitabilitas, dan dividend payout ratio berpengaruh positif terhadap perataan laba sedangkan financial leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Ilmainir (1993) membuktikan bahwa perataan laba dipengaruhi oleh harga saham. Arfianto (2009) meneliti size perusahaan, harga saham, kelompok usaha dan risiko bisnis terhadap praktik perataan laba. Hasil dari penelitiannya adalah semua faktor secara bersama–sama berpengaruh terhadap praktik perataan laba, sedangkan secara parsial hanya kelompok usaha yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba dan faktor yang lainnya tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
Penulis ingin meneliti kembali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba karena adanya perbedaan hasil dari penelitian-penelitian terdahulu yang hanya menggunakan Indeks Eckel. Pada penelitian-penelitian ini penulis akan menggunakan Indeks Eckel dengan pendekatan yang dilakukan oleh Albrech dan Richardson dalam mengelompokkan perusahaan sebagai perata laba dan bukan perata laba (Assih dan Gudono, 2000). Oleh karena itu penulis mengajukan skripsi dengan judul “Analisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan go public”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
2. Apakah profitabilitas perusahaan yang diukur dengan net profit margin (NPM) berpengaruh terhadap praktik perataan laba?
3. Apakah profitabilitas perusahaan yang diukur dengan return on investment (ROI) berpengaruh terhadap praktik perataan laba? C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh terhadap praktik perataan laba. D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi : 1. Pengguna Laporan Keuangan
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai praktik perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi atau keuangan lainnya.
2. Universitas Sanata Dharma
Penelitian ini diharapkan dapat menambah koleksi bacaan dan referensi perbendaharaan skripsi di Universitas Sanata Dharma dengan topik perataan laba.
3. Penulis
E. Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisi teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat. Teori-teori tersebut dijadikan landasan pemikiran dalam menganalisa permasalahan untuk mendapatkan pemecahan terhadap masalah yang diajukan.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, objek penelitian sumber data, variabel penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpilan data, dan teknik analisis data.
BAB IV : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi mengenai analisis hasil penelitian berdasarkan landasan teori, jawaban atas rumusan masalah, dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan.
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan dari penelitian ini, dan saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya.
BAB II LANDASAN TEORI
A. Teori Keagenan (Agency Teory)
Teori keagenan menyatakan bahwa praktik manajemen laba
dipengaruhi oleh konflik kepentingan antara manajemen (agent) dan pemilik (principal). Konflik ini timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya. Dalam
hubungan dengan keagenan, manajer memiliki asimetri informasi terhadap
pihak eksternal perusahaan, seperti kreditor dan investor. Asimetri informasi
terjadi ketika manajer memiliki informasi internal perusahaan relatif lebih
banyak dan mengetahui informasi tersebut relatif lebih cepat dibandingkan
pihak eksternal perusahaan. Dalam kondisi demikian, manajer dapat
menggunakan informasi yang diketahuinya untuk memanipulasi pelaporan
keuangan dalam usaha memaksimalkan kemakmurannya (Salno dan
Baridwan, 2000).
Menurut Anthony dan Govindarajan, teori keagenan adalah hubungan
atau kontrak antar principal dan agent. Teori keagenan memiliki asumsi bahwa setiap individu semata–mata termotivasi oleh kepentingan dirinya
sendiri sehingga menimbulkan konflik kepentingan antara principal dan
agent. Dalam teori keagenan, muncul konflik kepentingan antara agent dan
principal di mana masing–masing pihak bertujuan untuk memaksimalkan
banyak dibanding principal sehingga menimbulkan adanya asimetri informasi. Informasi yang lebih banyak dimiliki oleh agent dapat menjadi pendorong dalam melakukan tindakan–tindakan sesuai dengan keinginan dan
kepentingan untuk memaksimumkan utility-nya. Sedangkan bagi principal, akan sulit untuk mengontrol secara efektif tindakan yang dilakukan oleh
agent karena hanya memiliki sedikit informasi (Anthony dan Govindarajan, 2005:269-270).
B. Laporan Keuangan
Definisi laporan keuangan menurut Myer, 1961 dalam Munawir
(2007:5) adalah dua daftar yang disusun oleh Akuntan pada akhir periode
untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau posisi
keuangan dan daftar pendapatan dan daftar rugi-laba. Pada waktu akhir–akhir
ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan–perseroan untuk menambahkan
daftar ketiga yaitu surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang
ditahan). Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi
yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan
atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak–pihak yang berkepentingan
dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2007:2).
Laporan keuangan merupakan suatu cerminan dari suatu kondisi
perusahaan, karena di dalam laporan keuangan terdapat informasi–informasi
yang dibutuhkan oleh pihak–pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.
Laporan keuangan ini disusun oleh manajemen, sehingga dapat disimpulkan
merupakan sumber dalam mengevaluasi performance manajemen. Oleh
karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan
yang dapat membuat laporan keuangan menjadi baik. Tindakan manajer ini
kadang bertentangan dengan tujuan perusahaan dan biasanya akan merugikan
atau mengurangi profitabilitas perusahaan, misalnya perataan penghasilan
bersih/laba (Jatiningrum, 2000:145-146).
C. Laba
Laba dalam akuntansi dimaknai sebagai kenaikan aktiva bersih selain
yang berasal dari transaksi dengan pemilik (Suwardjono, 2005:464).
Pengertian lain mengenai laba berdasarkan PSAK No 1 tahun 2007 yaitu
kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk
pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi pemegang
saham.
Suwardjono memaknai laba periode sebagai informasi tentang kinerja
masa lalu yang meliputi daya melaba (earning power), akuntabilitas, dan efisiensi. Laba dapat dijadikan sebagai ukuran kinerja apabila dikaitkan
dengan penggunaan aktiva untuk menghasilkan laba tersebut. Kinerja yang
baik diperoleh apabila manajemen atau perusahaan mampu menciptakan
keluaran dalam hal ini laba tertinggi dengan menggunakan sumber daya
(investasi) tertentu sebagai input (Suwardjono, 2005:475-483).
Laba merupakan pusat perhatian investor atau pengguna laporan
memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba
tersebut sehingga manajemen memiliki dorongan untuk melakukan
manajemen laba. Penggunaan dasar akrual dalam akuntansi merupakan faktor
pendorong lain bagi manajemen untuk melakukan manajemen laba melalui
pemilihan metode akuntansi tertentu yang berpengaruh pada pelaporan laba
perusahaan.
D. Manajemen Laba
Menurut Sugiri (1998) membagi definisi manjemen laba menjadi dua, yaitu:
1. Definisi Sempit
Manajemen laba dalam hal ini hanya berkaitan dengan pemilihan
metode akuntansi. Manajemen laba dalam artian sempit ini
didefinisikan sebagai perilaku manajer untuk bermain dengan
komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnya laba.
2. Definisi Luas
Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan
(mengurangi) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit usaha di
mana manajer bertanggung jawab, tanpa mengakibatkan
peningkatan (penurunan) profitabilitas ekonomi jangka panjang
unit tersebut.
Manajemen laba dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk
mencapai berbagai tujuan, seperti: memperoleh bonus, menghindari
memilih kebijakan akuntansi, manajer perusahaan berharap dapat
memaksimalkan utilitasnya dan atau memaksimalkan nilai perusahaan.
Dengan demikian, manajemen laba dipandang dari dua perspektif: (1) sebagai
perilaku oportunistik manajer untuk memaksimalkan utilitasnya dalam
menghadapi kompensasi, kontrak hutang, dan political cost, dan (2) sebagai upaya untuk mempengaruhi nilai saham perusahaan. (Abdullah dan Halim,
2000:159).
Bentuk–bentuk manajemen laba yang dilakukan manajer menurut Scott,
antara lain:
1. Taking a bath
Dilakukan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan dan
tidak dapat dihindari pada periode berjalan, dengan cara mengakui
biaya–biaya pada periode–periode yang akan datang dan kerugian
pada periode berjalan. Dengan tindakan ini manajer berharap dapat
meningkatkan laba yang akan datang.
2. Income minimization
Dilakukan pada saat perusahaan memperoleh profitabilitas yang
tinggi, sehingga jika periode yang akan datang diperkirakan laba
turun drastis, maka akan dapat diatasi dengan pengambilan jatah
laba sebelumya. Kebijakan yang diambil biasa berupa pembebanan
3. Income maximization
Dilakukan pada saat laba turun. Tindakan atas income maximazation bertujuan untuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang besar. Hal ini dilakukan oleh perusahaan
yang melakukan pelanggaran hutang karena manajer perusahaan
tersebut cenderung untuk memaksimalkan laba.
4. Income smoothing
Merupakan bentuk manajemen laba yang paling sering dilakukan
dan paling popular. Dilakukan perusahaan dengan cara meratakan
laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba
yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai
laba yang relatif stabil. Income smoothing merupakan pola yang paling sering digunakan oleh manajemen untuk mengatur labanya.
E. Perataan Laba (Income Smothing)
Perataan laba merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja
untuk mengurangi variabilitas laba yang dilaporkan agar dapat mengurangi
risiko pasar atas saham perusahaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan
harga saham perusahaan. Bieldman dalam Budiasih, 2008 menyatakan bahwa
perataan laba didefinisikan sebagai upaya yang sengaja dilakukan untuk
memperkecil fluktuasi pada tingkat laba yang dianggap normal bagi
perusahaan. Rivard dalam Budiasih, 2008 mendefinisikan income smoothing
sebagai sebuah praktik dengan menggunakan teknik–teknik akuntansi untuk
Alasan dilakukannya perataan laba oleh manajemen antara lain
pertama, rekayasa untuk mengurangi laba dan menaikkan biaya pada periode
berjalan dapat mengurangi hutang pajak. Kedua, tindakan perataan
penghasilan bersih/laba dapat meningkatkan kepercayaan investor, karena
mendukung kestabilan penghasilan dan kebijakan deviden sesuai dengan
keinginan. Ketiga, tindakan perataan penghasilan bersih/laba dapat
mempererat hubungan antara manajer dan karyawan, karena dapat
menghindari permintaan kenaikan upah/gaji oleh karyawan/pekerja.
Keempat, tindakan perataan penghasilan bersih/laba memiliki dampak
psikologis pada perekonomian, di mana kemajuan dan kemunduran dapat
dibandingkan dan gelombang optimisme dan pesimisme dapat ditekan
(Jatiningrum, 2000:147). Alasan lain manajemen melakukan perataan laba
adalah untuk memuaskan kepentingan pemilik perusahaan seperti menaikkan
nilai perusahaan sehingga muncul anggapan bahwa perusahaan bersangkutan
memiliki resiko rendah, menaikkan harga saham perusahaan sendiri seperti
mendapatkan kompensasi, mempertahankan posisi jabatan (Juniarti dan
Corolina, 2005:149).
Gordon dalam Jatiningrum, 2000 menyatakan bahwa perataan laba
mempunyai peranan penting untuk mengurangi bias dari pemegang saham
dalam memperhitungkan laba di masa lalu, yang digunakan untuk
memprediksi laba di masa depan (Jatiningrum, 2000:146). Dalam setting
keagenan menyebutkan bahwa manajer dalam perusahaan yang memiliki
pinjaman di dalam pasar modal, memiliki daya dorong lebih besar untuk
melakukan tindakan perataan laba (Salno dan Baridwan, 2000:19).
F. Indeks Eckel dengan Pendekatan Albrech dan Richardson
Penelitian ini menggunakan indeks eckel untuk membedakan
perusahaan yang melakukan perataan laba dengan perusahaan yang tidak
melakukan perataan laba. Menurut Eckel (1981), perataan terjadi ketika
koefisiensi variasi perubahan laba dalam satu periode lebih kecil dari
koefisiensi variasi perubahan penjualan dalam satu periode. Koefisien
merupakan perbandingan antara standar deviasi dengan nilai yang
diharapkan. Hasil dari indeks eckel ini akan dikelompokkan menjadi untuk
perusahaan bukan perata laba adalah ≥ 1, sedangkan untuk perusahaan perata
laba adalah < 1 (Assih dan Gudono, 2000:42).
G. Perumusan Hipotesis Penelitian
1. Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan adalah suatu skala yaitu dapat
diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara,
antara lain total aktiva, nilai pasar saham, dan lain-lain. Ukuran
perusahaan hanya terbagi dalam tiga kategori yaitu perusahaan
besar, menengah dan kecil. Penentuan ukuran perusahaan ini
didasarkan pada log aktiva.
Ukuran perusahaan umumnya dinilai dari besarnya aktiva
perusahaan. Perusahaan yang berukuran besar akan cenderung
perusahaan kecil, karena perusahaan besar cenderung mendapatkan
perhatian yang lebih besar dari analis dan investor dibandingkan
perusahaan kecil. Perusahaan yang memiliki aktiva besar kemudian
dikategorikan sebagai perusahaan besar umumnya akan mendapat
lebih banyak perhatian dari berbagai pihak seperti, para analis,
investor, maupun pemerintah. Untuk itu perusahaan besar
diperkirakan akan menghindari fluktuasi laba yang terlalu drastis,
sebab kenaikan laba akan menyebabkan bertambahnya pajak.
Sebaliknya penurunan laba yang drastis akan memberikan image
yang kurang baik. Oleh karena itu perusahaan besar diperkirakan
memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan
tindakan perataan laba (Corolina dan Juniarti, 2005:151).
Perusahaan yang lebih besar memiliki dorongan yang lebih besar
pula untuk melakukan perataan laba dibandingkan perusahaan yang
lebih kecil karena perusahaan yang lebih besar menjadi subjek
pemeriksaan (pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah dan
masyarakat umum) (Igan Budiasih, 2008: iv).
Hasil pengujian univariate yang dilakukan Juniarti dan
Corolina (2005) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan
berpengaruh terhadap perataan laba, sedangkan hasil dari pengujian
multivariate menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak
memiliki pengaruh terhadap perataan laba. Hasil dari penelitian
positif terhadap perataan laba. Penelitian Juniarti dan Igan Budiasih
menggunakan indeks eckel dalam mengelompokkan perusahaan
perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Penelitian yang
dilakukan Arfianto (2009) dalam mengelompokkan perusahaan
perata laba dan bukan perata laba menggunakan ukuran Jones yang
dimodifikasi oleh Kathori. Hasil dari penelitian ini adalah ukuran
perusahaan dan variabel independen lainnya (profitabilitas dan
sektor industri) secara simultan berpengaruh terhadap praktik
perataan laba. Sementara hasil untuk pengujian secara parsial
adalah ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap perataan
laba.
Rumusan hipotesis berdasarkan teori di atas dan penelitian
terdahulu yaitu:
H1 = Terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap praktik
perataan laba perusahaan go public di Indonesia. 2. Profitabilitas: Net Profit Margin (NPM)
NPM merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak
dengan penjualan. Laba bersih setelah pajak merupakan penjualan
setelah dikurangi dengan seluruh biaya dan pajak (Sarwoko dan
Halim, 1989:60). Rasio ini memberi gambaran tentang laba untuk
para pemegang saham sebagai persentase dari penjualan (Prastowo,
2005:97). NPM mengukur rupiah laba yang dihasilkan oleh setiap
profitabilitas mempunyai pengaruh positif terhadap perubahan laba.
Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan NPM dapat mengindikasikan
kenaikan laba perusahaan (Sartono, 2001:123). NPM perusahaan
yang meningkat mencerminkan kinerja manajemen yang baik dan
perusahaan akan dinilai sehat oleh pihak eksternal.
Marjin laba bersih ini diduga mempengaruhi perataan laba
karena marjin ini terkait langsung dengan objek perataan laba.
NPM dapat merefleksikan motivasi manajer untuk meratakan laba
(Salno dan Baridwan, 2000:21). Penelitian yang dilakukan Ashari,
1994 (dalam Erina, 2007) menemukan bukti bahwa NPM sebagai
rasio profitabilitas merupakan salah satu faktor pendorong
terjadinya praktek perataan laba. Hal ini disebabkan karena
perusahaan dengan tingkat profitabilitas rendah mempunyai
kecenderungan yang lebih besar untuk meratakan labanya. Jadi
yang mendorong manajer untuk melakukan peratan laba adalah
karena adanya penurunan laba yang terlalu drastis dan
ketidakinginan manajer adanya kesan negatif terhadap perusahaan
dari pihak eksternal.
3. Profitabilitas: Return on Investment (ROI)
Return on investment (ROI) adalah rasio yang diukur berdasarkan perbandingan antara laba setelah pajak dengan total
aktiva (Salno dan Baridwan, 2005:138). ROI mengukur tingkat
menggunakan total aktiva yang dimiliki perusahaan tersebut
maupun dengan menggunakan dana yang berasal dari pemilik
modal. ROI merupakan terminologi yang luas dari rasio yang
digunakan untuk mengukur hubungan antara laba yang diperoleh
dan investasi yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut
(Prastowo, 2005:90). ROI merupakan ukuran penting untuk menilai
sehat atau tidaknya perusahaan yang mempengaruhi investor untuk
membuat keputusan. Para investor akan cenderung berminat pada
perusahaan yang ROI meningkat dari tahun ke tahun.
Proporsi tertinggi perusahaan melakukan perataan laba terjadi
saat profitabiltas perusahaan rendah (Archibald dalam Jatiningrum,
2000:148). Seperti halnya NPM, ROI juga merupakan rasio
profitabilitas. Apabila ROI perusahaan rendah atau menurun maka
perusahaan memiliki kecenderungan melakukan praktik perataan
laba dengan dorongan agar timbul kesan yang baik dari pihak
eksternal terhadap perusahaan dan manajemen perusahaan. Hal ini
akan berpengaruh terhadap banyaknya pihak eksternal yang ingin
berinvestasi.
Fluktuasi profitabilitas yang rendah atau menurun memiliki
kecenderungan bagi perusahaan tersebut untuk melakukan tindakan
perataan laba, terlebih lagi jika perusahaan menetapkan skema
bonus didasarkan pada besarnya profit yang dihasilkan (Juniarti
Corolina (2005), Suwito dan Herawaty (2005), dan Salno Baridwan
(2000) menunjukkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh
terhadap perataan laba baik pengujian secara univariate maupun
pengujian secara multivariate. Hasil dari penelitian Igan Budiasih
(2008) adalah profitabilitas berpengaruh positif terhadap perataan
laba.
Rumusan hipotesis berdasarkan teori di atas dan penelitian
terdahulu yaitu:
H3 = Terdapat pengaruh profitabilitas perusahaan terhadap praktik
perataan laba perusahaan go public di Indonesia.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan berupa studi empiris pada perusahaan
go public yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian empiris
merupakan penelitian terhadap fenomena yang terjadi. Dalam penelitian ini
fakta empiris yang diperoleh dengan cara dokumentasi karena data yang
digunakan berupa data sekunder. Fakta yang diamati dalam penelitian ini
adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada
perusahaan go public.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia.
2. Waktu penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010 sampai Januari
2011.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2005 sampai dengan tahun
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling
yaitu sampel dipilih berdasarkan beberapa kriteria tertentu yaitu perusahaan
yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan yang terdaftar di BEI menurut ICMD
2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan selama tahun 2005
sampai tahun 2009.
3. Perusahaan mengalami laba selama tahun 2006 sampai dengan
2009 secara berturut-turut.
4. Perusahaan memiliki data keuangan yang diperlukan untuk
mendukung penelitian.
D. Subyek dan Obyek Penelitian
1. Subyek penelitian
Subjek penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
2. Obyek penelitian
Objek penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan yang
menjadi subjek penelitian.
E. Jenis Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu
data yang diperoleh dari sumber data lain dan bukan diusahakan sendiri oleh
peneliti dalam pengumpulannya. Data sekunder diperoleh dari database Pojok
S
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah
dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan dan mencatat data laporan
keuangan yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD)
Pojok Bursa Efek Indonesia.
G. Teknik Analisis Data
1. Mengklasifikasikan Sampel
Sampel yang telah memenuhi kriteria, diklasifikasikan dalam
kelompok perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata
laba. Pengklasifikasian ini menggunakan Indeks Eckel yaitu:
Keterangan:
ΔI = perubahan penghasilan bersih/laba dalam satu periode
ΔS = perubahan penjualan dalam satu periode
CV = koefisiensi variasi dari variabel yaitu standar deviasi dibagi
dengan nilai yang diharapkan
Penjualan LabaBersih
Keterangan:
ΔX = perubahan laba (I) atau penjualan (S)
Δ
X
= rata–rata perubahan laba (I) atau penjualan (S)n
= banyaknya tahun yang diamatiDalam mengelompokkan perusahaan sebagai perata laba dan
bukan, menggunakan pendekatan Albrech dan Richardson (Assih
dan Gudono, 2000:42) yaitu sebagai berikut:
Perusahaan yang melakukan perataan laba akan diberi kode 1
sedangkan untuk perusahaan yang tidak melakukan perataan laba
akan diberi kode 0.
2. Mengukur Variabel Independen
a. Ukuran Perusahaan
Variabel ukuran perusahaan adalah skala di mana dapat
diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan. Ukuran variabel
ini menggunakan logaritma dari total aktiva yang dimiliki
perusahaan.
b. Rasio Profitabilitas: Net Profit Margin (NPM)
c. Rasio Profitabilitas: Return On Investment (ROI) CVΔI ≥ CVΔS
Penjualan LabaUsaha ssets
OperatingA Penjualan
×
Atau
3. Melakukan Analisis Statistik deskriptif
Analisis statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini
adalah mean, median, nilai minimun, nilai maksimum, standar
deviasi, variansi dan modus. Analisis ini bertujuan untuk
memperoleh gambaran umum mengenai variabel-variabel yang
diukur pada sampel yang akan digunakan dalam penelitian.
4. Menilai Model Fit
Sebelum melakukan pengujian mulivariate langkah pertama
adalah menilai overall fit model terhadap data. Hipotesis untuk
menilai model fit adalah:
H0 = Model yang dihipotesiskan fit dengan data
HA = model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data
Penilaian model fit dilakukan dengan Hosmer and Lemeshow’s
Goodness of fit test. Model ini menguji hipotesis nol bahwa data
empiris cocok atau sesuai dengan model (tidak ada perbedaan
antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit). Jika
nilai Hosmer and Lemeshow’s Goodness of fit test sama dengan
atau kurang dari 0,05, maka hipotesis ditolak yang berarti ada
perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya
memprediksi nilai observasinya. Jika nilai statistik Hosmer and
Lemeshow’s Goodness of fit lebih besar dari 0,05 maka hipotesis
nol tidak dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai
observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena
cocok dengan data observasinya (Ghozali, 2006:79-80).
5. Pengujian Multivariate
Penelitian ini menggunakan pengujian regresi logistik untuk
menguji secara multivariate pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen. Dalam pengujian multivariate yang
menggunakan model regresi logis tidak memerlukan uji normalitas
atas variabel bebas yang digunakan dalam model. Artinya, variabel
penjelas tidak harus memiliki distribusi normal, linier maupun
varian yang sama dalam setiap group (Mudrajad Kuncoro 2001
dalam Arfianto 2009)
Dalam penelitian ini menggunakan analisa regresi logistik untuk
melihat faktor-faktor yang berkaitan dengan perataan laba dianggap
tepat karena variabel dependennya diukur secara nominal dan
interval. Model logit yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Keterangan:
Status = Status perataan penghasilan; 0 untuk perusahaan yang
tidak melakukan perataan penghasilan dan 1 untuk
perusahaan yang melakukan perataan penghasilan
(Masodah, 2007:A19).
UP = Ukuran perusahaan
NPM = Net Profit Margin
ROI = Return On Investment
Dalam analisis multivariate secara parsial (terpisah) dapat
dilakukan tahap-tahap penelitian sebagai berikut:
a. Menentukan hipotesa untuk pengujian multivariate terhadap
variabel independen. Hipotesa nol dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
H01 = ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap
praktik perataan laba.
H02 = net profit margin (NPM) tidak berpengaruh
terhadap praktik perataan laba.
H03 = return on investment (ROI) tidak berpengaruh
terhadap praktik perataan laba.
Sedangkan hipotesa alternatif untuk penelitian ini adalah
sebagai berikut:
HA1 = ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik
perataan laba.
HA2 = net profit margin (NPM) berpengaruh terhadap
HA3 = return on investment (ROI) berpengaruh terhadap
praktik perataan laba.
b. Menentukan tingkat signifikansi (α), yaitu sebesar 5%.
c. Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan H0
Kriteria penerimaan dan penolakan H0 dalam penelitian
ini adalah berdasarkan nilai profitabilitas ρ value. Jika ρ value
≤ α 5% maka H0 ditolak. Sebaliknya jika ρ value > α 5%
maka H0 tidak dapat ditolak. Analisis logit dilakukan dengan
menggunakan program SPSS dan kesimpulannya akan
ditentukan dari nilai yang muncul. Pengujian hipotesa
dilakukan dengan mengamati signifikan nilai ρ (prob. Value)
dengan tingkat keyakinan 95% (tingkat signifikansi 5%).
d. Menentukan kesimpulan penelitian
1) Apabila ρ value ≤ α 5% maka H0 ditolak yang berarti
ukuran perusahaan, net profit margin (NPM), dan
return on investment (ROI) berpengaruh terhadap
perataan laba.
2) Apabila ρ value > α 5% maka H0 tidak dapat ditolak
yang berarti ukuran perusahaan, net profit margin
(NPM), dan return on investment (ROI) tidak
berpengaruh terhadap perataan laba.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini menguji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
praktik perataan laba pada perusahaan go publik. Perhitungan statistika dalam
pengujian hipotesis ini menggunakan program SPSS 16.
A. Deskripsi Data
Subjek penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diseleksi
berdasarkan kebutuhan data penelitian sehingga pengambilan sampel
penelitian menggunakan teknik purposive sampling yang telah disebutkan
pada bab III. Penelitian ini menggunakan variabel perubahan untuk
menentukan status perusahaan sampel sehingga diperlukan data tahun 2005
yang menjadi tahun dasar untuk periode penelitian tahun 2006. Berikut ini
cara pengambilan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditentukan:
Tabel 5.1: Pengambilan Sampel Penelitian
Kriteria Sampel Jumlah
Perusahaan
1. Jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI menurut ICMD
403
2. Perusahaan tidak menerbitkan laporan keuangan selama
tahun 2005 sampai tahun 2009. (34)
3. Perusahaan mengalami rugi selama tahun 2006 sampai
dengan 2009. (165)
4. Perusahaan tidak memiliki data keuangan yang diperlukan untuk mendukung penelitian selama 5 tahun berturut-turut.
(44)
Pada kriteria 1 terdapat 403 perusahaan yang terdaftar di BEI menurut
ICMD. Sebanyak 34 perusahaan tidak menerbitkan laporan keuangan selama
5 tahun berturut-turut dari tahun 2005-2009 (kriteria 2) dan 165 perusahaan
mengalami kerugian selama periode 2006-2009 (kriteria 3) sehingga tidak
dapat dimasukkan dalam sampel penelitian. Pada kriteria keempat ada 44
perusahaan yang tidak memiliki data keuangan yang diperlukan dalam
penelitian ini sehingga dikeluarkan juga dari sampel penelitian. Jadi, hanya
160 perusahaan yang terseleksi menjadi sampel penelitian.
B. Pengukuran variabel penelitian
1. Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini merupakan status
perusahaan yang dinilai dengan menggunakan indeks eckel dengan
pendekatan Albrech dan Richardson. Status perusahaan yang
melakukan perataan laba diberi kode 1 dan status untuk perusahaan
yang tidak melakukan perataan laba diberi kode 0. Perhitungan
indeks Eckel dapat dilihat pada lampiran 1 dan hasil
pengklasifikasian sampel berdasarkan status perusahaan dapat
dilihat pada lampiran 2. Jumlah sampel yang terseleksi sebanyak
160 perusahaan. Setelah perhitungan dengan menggunakan indeks
eckel didapat sebanyak 84 perusahaan dinyatakan tidak melakukan
praktik perataan laba dan sisanya sebanyak 76 perusahaan
mengenai jumlah perusahaan yang merupakan perata laba dan
bukan perata laba:
Tabel 5.2: Perusahaan Perata Laba Dan Bukan Perata Laba
Status Jumlah
Bukan Perata Laba 84 Perusahaan
Perata Laba 76 Perusahaan
Total 160 Perusahaan
2. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini diduga secara bebas
memiliki pengaruh terhadap praktik perataan laba. Variabel
independen tersebut terdiri atas ukuran perusahaan dan
profitabilitas
a. Ukuran Perusahaan
Variabel ukuran perusahaan diukur dari logaritma total
aktiva perusahaan sampel untuk setiap tahun penelitian. Data
ukuran perusahaan perata laba dapat dilihat pada lampiran 4
dan ukuran perusahaan bukan perata laba dapat dilihat pada
lampiran 5.
b. Profitabilitas: Net Profit Margin (NPM)
Data NPM perusahaan perata laba dapat dilihat pada
lampiran 4 dan NPM perusahaan bukan perata laba dapat
c. Profitabilitas: Return On Investment (ROI)
Data ROI perusahaan perata laba dapat dilihat pada
lampiran 4 dan ROI perusahaan bukan perata laba dapat
dilihat pada lampiran 5.
C. Analisis Statistika Deskriptif
Analisis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai
variabel-variabel yang diukur pada sampel yang akan digunakan dalam
penelitian. Analisis ini untuk mengetahui besarnya mean, median, nilai
maksimum, nilai minimum, standar deviasi, variansi, dan modus variabel
independen. Variabel dependen tidak dianalisis dengan statistika deskriptif
karena variabel ini termasuk dalam variabel kategorikal yaitu perata dan
bukan perata. Hasil analisis statistika deskriptif disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 5.3 Hasil Statistika Deskriptif
Hasil analisis statistika deskriptif di atas adalah N data yang valid
adalah 640 tahun perusahaan sedangkan data yang hilang (missing) adalah
nol. Hal ini berarti data siap diproses.
Statistics
Log Aktiva NPM ROI
N Valid 640 640 640
Missing 0 0 0
Mean 6.20332 .10672 .06626 Median 6.14406 .06816 .04426
Mode 5.485a .004a .000a
Std. Deviation .788926 .121970 .080205
Variance .622 .015 .006
Minimum 4.443 .000 .000
Maximum 8.554 1.012 .969
Pada kolom ukuran perusahaan (log aktiva) diperoleh nilai rata-rata
(mean) adalah 6,20332 dengan nilai standar deviasi 0,788926 dan variansi
0,622. Nilai terendah 4,443 dan nilai tertinggi 8,554 sedangkan untuk nilai
tengah (median) sebesar 6,14406 dan nilai modus sebesar 5,485.
Pada kolom net profit margin (NPM) diperoleh mean sebesar 0,10672
dengan nilai standar deviasi 0,121970 dan variansi 0,015. Nilai terendah
0,000 dan nilai tertinggi 1,012 sedangkan untuk median 0,06816 dan modus
0,004.
Pada kolom return on investment (ROI) diperoleh mean adalah 0,06626
dengan nilai standar deviasi 0,080205 dan variansi 0,006. Nilai terendah
0,000 dan nilai tertinggi 0,969 sedangkan untuk median 0,04426 dan modus
0,000.
D. Penilaian Model fit
Tabel 5.4: Hosmer dan Lemeshow Test
Tabel 5.4 di atas menunjukkan nilai statistik Hosmer and Lemeshow’s
Goodness of fit sebesar 10.834 dengan signifikansi 0.211. Nilai signifikansi
yang lebih besar dari 0.05 berarti model mampu memprediksi nilai
observasinya atau dapat dikatakan model diterima. Kesimpulan tersebut
berdasarkan teori yang mengatakan bahwa “Jika nilai statistik Hosmer and
Lemeshow’s Goodness of fit lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol tidak
dapat ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau
Hosmer and Lemeshow Test
Step Chi-square df Sig.
dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data
observasinya” (Ghozali, 2006:79-80).
E. Pengujian Multivariate
Analisis multivariate pada penelitian ini dengan teknik analisis regresi
logistik (Binary Logistic Regression Model). Analisis ini dilakukan dengan
tujuan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel ukuran perusahaan,
NPM, dan ROI terhadap praktik perataan laba. Analisis ini dilakukan dengan
pengujian secara parsial (terpisah) yaitu setiap variabel independen diuji satu
per satu apakah memiliki pengaruh secara signifikan terhadap praktik
perataan laba.
Tabel 5.5: Konstanta dan Variabel Persamaan Regresi Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95.0% C.I.for EXP(B)
Lower Upper Step 1a Ukrn_Prshn -.303 .104 8.549 1 .003 .738 .602 .905
NPM .409 .754 .294 1 .588 1.505 .343 6.597 ROI -2.672 1.253 4.551 1 .033 .069 .006 .805 Constant 1.911 .647 8.714 1 .003 6.757
a. Variable(s) entered on step 1: Ukrn_Prshn, NPM, ROI.
Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah
Persamaan regresi dapat digunakan untuk menggambarkan arah
hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Arah hubungan
antar variabel tercermin melalui tanda operasi matematis yang mengikuti
dependen dan variabel independen adalah searah, sedangkan tanda negatif
akan berarti sebaliknya.
Dari persamaan regresi di atas yang memiliki hubungan yang searah
dengan variabel dependen (status perusahaan) adalah Net Profit Margin
(NPM). Sedangkan yang memiliki hubungan yang tidak searah dengan
variabel dependen (status perusahaan) adalah ukuran perusahaan dan return
on investment (ROI).
Pengujian multivariate secara parsial dilakukan terhadap setiap variabel
independen yaitu ukuran perusahaan, NPM, dan ROI.
Tabel 5.6 Hasil Regresi Secara Parsial Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
95.0% C.I.for EXP(B)
Lower Upper Step 1a Ukrn_Prshn -.303 .104 8.549 1 .003 .738 .602 .905
NPM .409 .754 .294 1 .588 1.505 .343 6.597 ROI -2.672 1.253 4.551 1 .033 .069 .006 .805 Constant 1.911 .647 8.714 1 .003 6.757
a. Variable(s) entered on step 1: Ukrn_Prshn, NPM, ROI.
1. Analisa Multivariate secara parsial untuk ukuran perusahaan
Hasil pengujian multivariate secara parsial terhadap variabel
ukuran perusahaan yang mempengaruhi praktik perataan laba
ditunjukkan pada tabel 5.6. Pada tabel tersebut ρ value 0,003 lebih
kecil dari α 0,05. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa
H01 ditolak yang berarti ukuran perusahaan berpengaruh terhadap
variabel ukuran perusahaan adalah ukuran perusahaan berpengaruh
terhadap perataan laba.
2. Analisa Multivariate secara parsial untuk net Profit margin (NPM)
Hasil pengujian multivariate secara parsial terhadap variabel
NPM yang mempengaruhi praktik perataan laba ditunjukkan pada
tabel 5.6. Pada tabel tersebut ρ value 0,588 lebih besar dari α 0,05.
Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa H02 tidak dapat
ditolak yang berarti NPM tidak berpengaruh terhadap praktik
perataan laba. Kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis variabel
NPM adalah net profit margin tidak berpengaruh terhadap perataan
laba.
3. Analisa Multivariate secara parsial untuk return on investment
(ROI)
Hasil pengujian multivariate secara parsial terhadap variabel
ROI yang mempengaruhi praktik perataan laba ditunjukkan pada
tabel 5.6. Pada tabel tersebut ρ value 0,033 lebih kecil dari α 0,05.
Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa H03 ditolak yang
berarti ROI berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis variabel ROI adalah
F. Pembahasan
Berdasarkan pengujian hipotesis dengan binary logistic regression
model maka diketahui bahwa:
1. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap praktik perataan laba
Hasil pengujian multivariate diperoleh ρ value lebih kecil dari α.
Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa H01 ditolak yang
berarti ukuran perusahaan berpengaruh terhadap praktik perataan
laba. Hasil ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang diukur
dari logaritma total aktiva mempengaruhi perusahaan untuk
melakukan praktik perataan laba. Sehingga ukuran perusahaan
merupakan faktor pembeda antara kelompok perusahaan perata
laba dan bukan perata laba.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian Suwito
dan Herawaty (2005), Jatiningrum (2000), Juniarti dan Corolina
(2005), dan Arfianto (2009) yang menyatakan bahwa ukuran
perusahaan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi praktik
perataan laba.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini konsisten dengan
penelitian Igan Budiasih (2008) yang menyatakan bahwa
perusahaan yang lebih besar memiliki dorongan yang lebih besar
pula untuk melakukan perataan laba dibandingkan perusahaan yang
lebih kecil karena perusahaan yang lebih besar menjadi subjek
masyarakat umum) atau dapat dikatakan bahwa perusahaan besar
akan mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan
perusahaan kecil. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori yang
dikemukakan oleh Corolina dan Juniarti (2005) bahwa perusahaan
besar diperkirakan akan menghindari fluktuasi laba yang drastis
sebab kenaikan laba akan menyebabkan bertambahnya pajak.
Sebaliknya penurunan laba yang drastis pula akan memberikan
image yang kurang baik.
2. Pengaruh net profit margin (NPM) terhadap praktik perataan laba
Hasil pengujian multivariate diperoleh ρ value lebih besar dari
α. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa H02 tidak dapat
ditolak yang berarti NPM tidak berpengaruh terhadap praktik
perataan laba.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Suwito dan
Herawaty (2005), Salno dan Baridwan (2000) yang menyatakan
bahwa NPM tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
Hasil ini bertentangan dengan teori yang menyatakan bahwa marjin
penghasilan ini diduga mempengaruhi perataan penghasilan, karena
marjin ini terkait langsung dengan objek perataan penghasilan
(Salno dan Baridwan, 2000:21). Sehingga dari hasil penelitian ini
NPM tidak dapat merefleksikan motivasi manajer untuk meratakan
3. Pengaruh Return On Investment (ROI) terhadap praktik perataan
laba
Hasil pengujian multivariate diperoleh ρ value lebih kecil dari α.
Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa H04 ditolak yang
berarti ROI berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Ashari et al
(1994) dan Igan Budiasih (2008) yang menemukan bukti bahwa
perusahaan dengan tingkat profitabilitas rendah mempunyai
kecenderungan lebih besar untuk melakukan praktik perataan laba.
Profitabilitas perusahaan berpengaruh pada praktik perataan laba
diduga bahwa fluktuasi laba akan memberi dampak pada semakin
rendah atau menurunnya profitabilitas perusahaan yang akan
mendorong manajer untuk meratakan labanya karena manajer tidak
menginginkan munculnya kesan negatif pihak eksternal/investor
terhadap perusahaan, yang pada akhirnya mempengaruhi investor
dalam menanamkan modalnya.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma total aktiva berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
2. Profitabilitas yang diukur dengan net profit margin (NPM) tidak memiliki pengaruh terhadap perataan laba.
3. Profitabilitas yang diukur dengan return on investment (ROI) berpengaruh terhadap praktik perataan laba.
B. Keterbatasan Penelitian
1. Pada penelitian ini untuk varibel ukuran perusahaan tidak ada pembedaan yang jelas untuk skala perusahaan antara perusahaan besar, menengah, dan kecil sehingga tidak dapat menggambarkan ukuran perusahaan yang cenderung melakukan praktik perataan laba.
2. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya terbatas pada ukuran perusahaan, harga saham, dan profitabilitas. C. Saran
1. Melakukan pengklasifikasian skala perusahaan sehingga ada pembedaan yang jelas antara perusahaan yang termasuk kelompok besar, menengah, dan kecil sehingga dapat dilihat hubungan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba.
2. Variabel independen yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba lebih diperluas lagi seperti pengaruh pajak, metode akuntansi, dan kompensasi manajemen.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Syukriy dan Halim, Abdul. 2000. Perataan Laba Oleh Perusahaan Manufaktur Di Indonesia: Analisis Hubungan Rasio-Rasio Keuangan Yang Digunakan Investor. Telaah Bisnis. Vol. 1. (Desember). No. 2: 159-168.
Anthony, Robert dan Govindarajan, Vijay. 2005. Sistem Pengendalian Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.
Arfianto, Yoga Devian. 2009. Analisis Pengaruh Size Perusahaan, Harga Saham, Kelompok Usaha, dan Risiko Bisnis Terhadap Praktik Perataan Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Assih, Prihat dan Gudono, M.. 2000. Hubungan Tindakan Perataan Laba dengan Reaksi Pasar atas Pengumuman Informasi Laba Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 3. (Januari). No. 1: 35-53.
Budiasih, Igan. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktik Perataan Laba. Universitas Udayana yang diakses pada tanggal 20 Januari 2010 1:13 PM.
Christanti, Hera. 2007. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Praktik Perataan Laba. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Erina, Carolina. 2007. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Praktek Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Eva, Maria. 2008. Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Praktik Perataan Laba. Skripsi. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Ghozali, Imam. 2006. Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hartono, Jogiyanto. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis Salah Kaprah dan Pengalaman-pengalaman. BPFE, Yogyakarta.
________________. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi 5. BPFE, Yogyakarta.
Indonesia Capital Market Directory. 2008. Institute for Economic and Financial Research, Jakarta.
Jatiningrum. 2000. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Perataan Penghasilan Bersih/Laba Pada Perusahaan yang Terdaftar Di BEJ. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Vol. 2. (Agustus). No. 2: 145-155.
Juniarti dan Corolina. 2005. Analisa Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Perataan Laba (Income Smoothing) Pada Perusahaan Go Public. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 7. (November). No. 2: 148-162.
Masodah. 2007. Praktik Perataan Laba Sektor Industri Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya dan Faktor yang Mempengaruhinya. Proceeding PESAT Gunadarma. Vol 2: A16-A23
Munawir, S. 2007. Analisis Laporan Keuangan Edisi Keempat. Liberty, Yogyakarta.
Mursalim. 2005. Income Smoothing dan Motivasi Investor: Studi Empiris pada Investor di BEJ. SNA VIII Solo. 15-16 September: 195-206.
Prastowo, Dwi dan Julianty, Rifka. 2005. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Prihantoro. 2002. Estimasi Asimetrik Informasi Laba Perusahaan di Bursa Efek Jakarta (Pengujian Empiris Pendekatan Kontigensi). Jurnal Ekonomi dan Bisnis. No. 3. Jilid 7.
Salno, Hanna Meilani dan Baridwan, Zaki. 2000. Analisis Perataan Penghasilan (Income Smoothing): Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan Kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 3. (Januari). No. 1: 17-34.
Sartono, Agus. 2001. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. BPFE, Yogayakarta.
Suwardjono. 2006. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Edisi Ketiga. BPFE, Yogayakarta.
Suwito, Edy dan Herawaty, Arleen. 2005. Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tindakan Perataan Laba Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. SNA VIII Solo, 15-16 September: 136-146
www.idx.co.id
Kode Δ CV∆S
AALI 1,013,337 6,279,695,593,613 1.42776 ADHI 1,171,883 548,147,001,577 0.36476 ADMF 535,715 260,570,437,315 0.55013 AHAP 13,635 295,392,386 0.72775 AIMS 21,760 15,399,861,643 3.29260 AISA 75,805 12,274,066,783 0.84379 AKPI 84,283 120,340,219,714 2.37632 AKRA 1,533,005 8,671,658,500,347 1.10904 ALKA 5,513 1,299,604,969,800 119.38701 ALMI (297,436) 4,984,796,391,137 (4.33381) ANTA 154,675 195,885,092,685 1.65204 ANTM 1,365,034 45,505,104,794,499 2.85316 APIC 2,914 1,330,566,195 7.22717 AQUA 292,639 49,718,052,025 0.43991 ARNA 101,216 10,695,264,232 0.58991 ARTA (2,075) 371,018,725 (5.35944) ASDM 4,127 68,987,917 1.16196 ASGR 197,444 46,683,122,687 0.63179 ASII 9,198,591 632,030,546,710,951 1.57793 ASRM 23,476 519,365,209 0.56047 AUTO 353,200 1,728,018,053,726 2.14878 BATA 40,888 3,154,982,381 0.79313 BAYU 88,162 40,000,634,036 1.30976 BBCA 2,970,503 13,435,469,960,647 0.71242 BBLD 12,627 2,322,308,026 0.82087 BBNI 2,134,674 4,363,895,709,269 0.56450 BBNP 37,782 11,952,846,085 1.67067 BBRI 5,156,350 15,554,085,026,951 0.44159 BCAP 22,545 17,083,818,717 3.34720 BDMN 2,225,581 2,703,631,068,230 0.42655 BFIN 149,931 53,483,927,531 0.89055 BKSW 12,962 2,899,272,157 2.39835 BMRI 3,671,631 39,428,733,700,501 0.98739 BMTR 689,529 1,789,019,090,117 1.11994 BNGA 2,175,751 11,038,990,198,730 0.88165 BNLI 773,558 1,437,402,111,793 0.89482 BRAM (66,089) 75,631,520,439 (2.40249) BSWD 18,988 1,263,902,349 1.08098 BTON 19,678 6,630,795,929 2.38914
( )
2∑
Δ
S
−
Δ
S
Kode Δ
CV∆S
BUMI 3,441,396 263,040,658,749,093 2.72092 BVIC 134,502 19,049,756,661 0.59245 CFIN 42,832 7,891,393,921 1.19742 CITA 124,288 1,022,410,490,857 4.69702 CLPI 58,943 18,821,428,389 1.34380 CMNP 48,475 1,729,301,265 0.49529 CNKO 72,371 24,424,221,885 1.24677 CPIN 2,254,686 8,003,706,932,953 0.72443 CTBN 259,562 3,016,749,307,395 3.86338 CTRA 70,619 27,490,688,050 1.35553 CTRS (40,904) 52,969,460,205 (3.24853) DART (10,641) 23,755,963,035 (8.36263) DLTA 76,988 38,652,132,270 1.47436 DOID 1,459,142 75,756,457,364,775 3.44391 DUTI 27,841 119,661,904,286 7.17352 DVLA 82,184 72,858,149,177 1.89623 EKAD 25,119 644,876,013 0.58368 ELTY 184,804 93,873,191,721 0.95719 EPMT 806,534 542,498,763,329 0.52725 FAST 356,492 25,149,633,415 0.25684 FASW 306,702 809,437,793,309 1.69361 FISH 339,884 550,061,846,541 1.25984 FORU 47,055 3,176,129,582 0.69148 GGRM 2,031,434 2,420,525,946,625 0.44217 GJTL 775,607 57,245,620,453,189 5.63208 GMTD 2,968 30,137,636 1.06790 GSMF 105,993 29,062,804,052 0.92860 HERO 598,328 120,433,099,257 0.33487 HEXA 150,663 1,723,741,280,625 5.03117 IGAR 15,473 4,126,670,289 2.39698 IKBI (140,454) 882,937,996,221 (3.86252) IMAS 602,474 17,177,572,714,483 3.97175 INAF 110,254 296,713,288,965 2.85242 INCO (370,053) 215,284,397,160,318 (22.89189) INDF 4,594,045 83,135,016,857,106 1.14587 INDR (3,900) 4,214,288,164,285 (303.90432) INPC 162,019 241,986,463,557 1.75295 INTP 1,246,028 1,993,238,483,481 0.65417 ISAT 1,700,806 11,688,269,763,777 1.16054
( )
2∑
Δ
S
−
Δ
S
Kode Δ CV∆S JPRS (18,698) 283,273,494,533 (10.70756) JRPT 78,888 7,983,913,813 0.65394 KAEF 259,406 38,404,072,973 0.43616 KBLI (10,256) 1,124,829,168,673 (59.70417) KBLM 5,204 106,337,913,565 36.17813 KLBF 804,102 550,319,861,361 0.53264 KREN 10,712 1,225,584,810 1.88686 LAMI 19,286 2,049,202,885 1.35516 LION 17,167 3,881,116,949 2.09519 LMPI 29,682 1,149,642,285 0.65952 LMSH 5,152 5,553,820,833 8.35140 LPCK 45,587 9,579,131,393 1.23954 LPGI 35,323 7,924,246,643 1.45499 LPKR 140,038 179,626,459,921 1.74734 LSIP 341,707 1,500,657,540,237 2.06979 LTLS 395,084 3,078,896,072,503 2.56417 MAYA 151,978 39,648,465,297 0.75644 MBAI (44,943) 438,283,505,781 (8.50462) MEDC 43,756 86,543,679,287,955 122.74942 MEGA 512,830 103,477,486,669 0.36215 MERK 91,264 1,631,188,659 0.25550 MLBI 190,913 68,257,952,225 0.79010 MPPA 841,101 9,040,103,659,233 2.06385 MRAT 34,370 798,844,681 0.47478 MREI 62,721 13,640,983,219 1.07510 MTDL 473,253 784,566,710,329 1.08059 MYOR 767,748 367,754,946,807 0.45604 NIPS 15,275 67,765,932,313 9.83929 NISP 438,264 146,889,904,269 0.50489 PANR 195,840 182,358,739,890 1.25893 PANS 36,053 9,551,711,083 1.56509 PGAS 3,147,635 9,807,202,356,611 0.57442 PICO 93,514 42,575,479,541 1.27392 PJAA 70,110 2,447,173,109 0.40737 PLAS (5,581) 1,880,540,573 (4.48610) PNBN 984,357 2,030,299,434,633 0.83573 PNIN 353,497 2,435,030,779,061 2.54862 PNLF 356,392 2,366,997,154,230 2.49236 PNSE 22,363 1,292,443,544 0.92814
( )
2∑
Δ
S
−
Δ
S
Kode Δ CV∆S PTBA 1,487,292 4,347,696,665,010 0.80942 PTRO 79,465 1,699,958,915,249 9.47289 PUDP (197) 999,382,007 (92.64861) PYFA 23,090 217,683,109 0.36892 RALS 2,516 2,083,112,014,377 331.19597 RDTX 19,427 3,774,489,669 1.82584 RIGS 50,879 32,175,400,055 2.03546 RMBA 976,387 1,241,439,492,930 0.65884 SCCO 37,461 1,051,854,862,469 15.80658 SCMA 141,091 139,307,549,375 1.52731 SDPC 132,232 3,019,425,928 0.23992 SIIP (37,519) 32,147,264,885 (2.75905) SKLT 27,258 6,740,233,569 1.73893 SMAR 2,386,139 56,556,149,555,442 1.81963 SMGR 1,713,911 1,992,468,831,749 0.47550 SMMA 2,423,476 4,372,126,587,249 0.49813 SMRA 99,940 54,216,684,033 1.34513 SMSM 128,280 52,298,936,103 1.02926 SOBI 189,962 124,086,654,693 1.07062 SONA 53,564 25,719,927,247 1.72863 SRSN 15,635 3,042,234,291 2.03675 STTP (3,646) 10,050,127,849 (15.87481) TBLA 390,734 5,646,030,209,391 3.51099 TCID 120,990 19,313,502,173 0.66316 TGKA 568,221 126,426,459,605 0.36128 TINS 1,078,427 17,820,620,588,525 2.26001 TIRA 16,267 1,501,459,862 1.37527 TLKM 5,697,363 43,342,842,550,365 0.66715 TOTO 66,614 76,270,943,457 2.39361 TRIM (6,985) 28,258,561,541 (13.89466) TRST 122,708 195,693,863,455 2.08140 TRUS 1,046 91,786,184 5.28806 TSPC 499,989 215,977,091,659 0.53664 TURI 70,732 2,507,715,989,694 12.92595 ULTJ 225,549 15,542,601,590 0.31912 UNIC (74,167) 1,802,601,473,693 (10.45150) UNSP 360,493 1,491,519,687,173 1.95595 UNTR 3,990,159 52,886,731,284,133 1.05226 UNVR 2,063,684 2,554,469,997,865 0.44714