• Tidak ada hasil yang ditemukan

Semirata 2016 Bidang MIPA BKS-PTN Barat, Palembang (Indonesia), Mei 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Semirata 2016 Bidang MIPA BKS-PTN Barat, Palembang (Indonesia), Mei 2016"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA

BERBASIS MULTIPLE REPRESENTATIF UNTUK MAHASISWA

PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS JAMBI

Wilda Syahri 1, Muhaimin 2, Yusnaidar 3

1

Prodi Pendidikan Kimia, PMIPA FKIP, Universitas Jambi, Mendalo Darat, Jambi Email: [email protected]

2

Prodi Pendidikan Kimia, PMIPA FKIP, Universitas Jambi, Mendalo Darat, Jambi 2

Email: [email protected] 3

Prodi Pendidikan Kimia, PMIPA FKIP, Universitas Jambi, Mendalo Darat, Jambi 3

Email: [email protected]

Abstract

The purpose of this study was to develop a chemical equilibrium learning media based on

multiple representations (macroscopic, sub microscopic and symbolic). In this research, the

ADDIE model was applied, which has the main purpose as product development and testing of product effectivity in achieving its objectives in this study. Instrument sheets used for collecting data were validation of media and validation of material questionnaires. The main result of this study is a chemistry learning media on chemical equilibrium based on multiple representations. The results showed that quality of prototype I of interactive learning media of chemical equilibrium based on multiple representations is very good based on validation results from chemistry experts with a mean score of 4.45 and while based on validation results of multimedia experts is very good with a mean score of 4.41. Validation results showed that the prototype I could be applied to the students in classroom after some revision from chemistry and multimedia experts. The prototype II is a revised version of prototype I, from which its content and display are better, in accordance with recent curriculum, the rules and elements of education.

Keywords: chemical equilibrium, multiple representations, ADDIE model

1. PENDAHULUAN

Berdasarkan kurikulum Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi, Kesetimbangan Kimia merupakan pokok bahasan yang sangat penting dalam Kimia Fisika II, merupakan salah satu mata kuliah yang tergabung dalam kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian (MKK). Dengan demikian keberadaan pokok bahasan dan mata kuliah ini sangat penting, namun banyak mahasiswa yang kurang antusias dan kurang berminat mempelajarinya, yang ditandai dengan rendahnya hasil belajar yang mereka peroleh. Bila ditilik dari materinya sarat dengan teori-teori dan konsep yang abstrak, dimana menuntut penalaran yang tinggi untuk level makroskopis, mikroskopis dan

simbolik [1,2]. Multiple representasi

merupakan bentuk representasi yang

memadukan antara teks, gambar nyata, atau grafik. Perlu diketahui,untuk perangkat pembelajaran dan model pembelajaran yang tepat untuk Kesetimbangan Kimia ini sudah dikaji dan dikembangkan.

Pada penelitian ini, pembelajaran dengan multiple representasi diharapkan

mampu untuk menjembatani proses

pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia. Representasi kimia dikembangkan berdasarkan urutan dari fenomena yang dilihat, persamaan reaksi, model atom dan molekul, dan simbol. Tingkat makroskopis yang bersifat nyata dan mengandung bahan kimia yang kasat mata dan nyata. Tingkat submikroskopis juga nyata tetapi tidak

(2)

kasat mata yang terdiri dari tingkat partikulat yang dapat digunakan untuk menjelaskan pergerakan elektron, molekul, partikel atau atom.

Oleh karena itu, dipandang perlu untuk mengembangkan suatu model dan media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa untuk dapat secara mandiri

mempelajari dan memahami materi

Kesetimbangan Kimia, sehingga

memberikan keleluasaan dan keluwesan

bagi mahasiswa. Media pembelajaran

interaktif berbasis TIK dengan aplikasi

computer assisted learning adalah salah

satu alternatif jawabannya. Dengan media

pembelajaran interaktif berbasis TIK

dengan aplikasi computer assisted learning ini, akan dapat menggali kemampuan individual mahasiswa serta menimbulkan daya tarik, sehingga diharapkan dapat melahirkan motivasi bagi mahasiswa dalam meningkatkan prestasi dan hasil belajarnya

[1,2,3,4]. Disamping itu media

pembelajaran interaktif berbasis TIK ini

juga diharapkan dapat menjembatani

permasalahan keterbatasan kemampuan

daya serap mahasiswa dan keterbatasan kemampuan dosen dalam proses belajar mengajar di kelas, untuk memahami dan

memberikan perlakuan sesuai dengan

karakteristik mahasiswa secara individual, serta dengan adanya bantuan media pembelajaran interaktif berbasis TIK ini dapat menjembatani persoalan rendahnya aktualisasi diri mahasiswa, sehingga materi-materi yang kurang dipahami dapat di

ekplorasi kembali melalui media

pembelajaran interaktif berbasis TIK

dengan aplikasi computer assisted learning

ini. Dengan cara ini diharapkan tingkat

penguasaan konsep dan keterampilan

proses sains mahasiswa sebagai calon guru kimia terhadap materi Kesetimbangan Kimia akan lebih baik sehingga dapat meningkatkan kompetensi profesional calon guru kimia [5,6,7,8]. Hasil dari penelitian ini akhirnya adalah media pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan aplikasi

computer assisted learning tentang

Kesetimbangan Kimia yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan juga sesuai

2 METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian

pengembangan (Research and

Development). Dalam penelitian

pengembangan ini produk yang dihasiklan berupa media pembelajaran berbasis TIK (Teknologi informasi dan komunikasi). Desain pengembangan dalam penelitian ini

menggunakan model penggembangan

ADDIE. Alasan menggunakan model ini karena produk pengembangan berbasis komputer yaitu media pembelajaran yang memerlukan langkah-langkah yang jelas dan bersifat deskriptif. Tahapannya sebagai berikut,

1. Analisis, pada tahap ini yang dianalisis

adalah karakteristik mahasiswa yang berhubungan dengan penggunaan atau

pengoperasian komputer yang

digunakan oleh mahasiswa atau latar belakang mahasiswa dalam penggunaan

komputer serta minat mahasiswa

terhadap materi Kesetimbangan Kimia. Analisis materi dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan kebutuhan dalam pengembangan perangkat pembelajaran.

Analisis teknologi pendidikan ini

dilakukan untuk mengetahui apakah tempat yang akan dijadikan objek

penelitian bisa mendukung untuk

terlaksananya penelitian serta untuk

mengetahui berbagai sarana dan

prasarana di Prodi Kimia FKIP UNJA

yang bisa menunjang proses

pembelajaran.

2. Desain, langkah selanjutnya setelah

analisis dilakukan adalah desain produk. Sebelum membuat media pembelajaran terlebih dahulu di buat draft media pembelajaran yang telah disesuaikan dengan informasi dan data yang telah terkumpul pada tahap sebelumnya. Draft ini akan berguna untuk membuat

Flowchart atau diagram alur dari media

pembelajaran yang digunakan sebagai dasar atau patokan untuk membuat

media tersebut. Selanjutnya dari

Flowchart atau diagram alur dibuat storyboard yang akhirnya bisa menjadi

dasar untuk membuat media

(3)

Ini merupakan langkah yang ketiga dalam model pengembangan ADDIE. Pada tahap ini, peneliti akan mendesain

produk dengan software macromedia

flash. Produk yang akan dihasilkan

media pembelajaran yang berisi desain tampilan, isi materi, animasi, teks,video dan musik, yang menggamabarkan konsep Kesetimbangan Kimia berbasis

multiple representatif yaitu

makroskopik, submikroskopik dan

simbolik.

4. Implementasi, langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa di implementasikan. Produk yang telah direvisi oleh tim ahli dan dinyatakan layak untuk diuji cobakan pada kelompok kecil yang berjumlah sekitar 10 orang mahasiswa

5. Evaluasi, adalah proses untuk melihat

apakah sistem pembelajaran yang

sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Tahap ini tidak dilakukan karena keterbatasan penelitian dan penelitian dapat dilanjutkan oleh

peneliti lain dengan menggunakan

media yang sama dalam uji coba kelompok besar. Tapi sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi formatif yaitu revisi oleh ahli media dan ahli materi yang dilakukan sebanyak dua kali menggunakan angket validasi media dan

angket validasi materi. Tahap evaluasi,

dilakukan validasi prototype-I oleh tim

ahli materi dan tim ahli media melalui angket validasi produk. Selanjutnya dilakukan revisi prototype-I berdasarkan saran perbaikan tim ahli materi dan media dan dihasilkan prototype-II.

3 HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Persiapan perancangan Media Pembelajaran

Kesetimbangan Kimia

Sesuai dengan GBPP mata kuliah Kimia Fisika II, Kesetimbangan Kimia merupakan bahasan inti. Matakuliah ini

membahas konsep-konsep tentang

Kesetimbangan kimia (chemical

equilibrium). Penekanan pada kemampuan penguasaan materi kuliah secara logis dan ilmiah serta kemampuan menggunakan

metode ilmiah dalam menyelesaikan

masalah yang dihadapi. Topik-topik mata kuliah meliputi : Ciri kesetimbangan kimia, Potensial kimia, Potensial kimia dalam larutan, Tetapan kesetimbangan kimia dalam berbagai larutan, Pengaruh

temperatur terhadap tetapan

kesetimbangan kimia, serta

Kesetimbangan heterogen.

3.2. Perancangan Media Pembelajaran Interaktif Kesetimbangan Kimia

Desain perancangan media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia

berbasis multipel representatif dilakukan dengan menggunakan Macro Media Flash CS 8 menghasilkan prototype-I. Prototype-I dilengkapi autorun agar program dapat langsung terbuka menampilkan tampilan

awal media. Tampilan prototype-I terdiri

dari tampilan cover dan tampilan isi (Gambar 1).

(4)

(a) (b)

Gambar 1. Tampilan cover (a) dan Tampilan molekul (b) didalam Prototype-I Media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif Tampilan isi prototype-I ini terdiri

dari materi, animasi, evaluasi, musik,

tampilan gambar, serta pengembang.

Tombol materi berisi uraian materi, tombol animasi berisi animasi pendukung materi,

tombol evaluasi berisi evaluasi dari

keseluruhan materi, tombol musik berisi musik instrumen, dan tombol pengembang berisi data pengembang dan pemrogram. Agar program dapat berjalan dengan baik

maka data yang dimasukkan harus

kompatibel dengan program Macro Media Flash CS8. Hasil perancangan media

Pembelajaran Interaktif Kesetimbangan

Kimia berbasis multiple representatif

dengan komputer adalah prototype-I

selanjutnya divalidasi tim ahli materi dan media.

3.3. Validasi Prototype-I Media Pembelajaran Kesetimbangan Kimia

Media Pembelajaran Kesetimbangan

Kimia berbasis multiple representatif

divalidasi oleh tim ahli materi dan ahli media. Kuesioner untuk validasi materi terdiri dari 15 item yang mencakup aspek pembelajaran dan isi. Kuesioner untuk validasi media terdiri dari 15 item yang mencakup aspek tampilan, penyajian, dan pemrograman.

3.3.1. Validasi Ahli Materi

Hasil validasi oleh tim ahli materi

terhadap prototype-I Media Pembelajaran

Interaktif Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif yang dikembangkan diperoleh berupa data penilaian tim ahli materi dan saran-saran untuk melakukan perbaikan. Saran perbaikan yang diberikan tim ahli materi digunakan sebagai acuan

untuk revisi prototype-I. Jenis kesalahan

dan saran tim ahli materi dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Jenis kesalahan dan saran perbaikan dari tim ahli materi

No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran perbaikan

1 Soal Soal yang ada belum lengkap Soal yang ada dilengkapi

sesuai dengan materi dan kompetensi dasar

2 Referensi Referensi belum ada Referensi harus dibuat lebih

lengkap dan mewakili penjelasan

(5)

Secara keseluruhan tim ahli materi juga

menyatakan bahwa sebagai media

pembelajaran, media ini dapat

mempermudah mahasiswa dalam

memahami materi Kesetimbangan Kimia

serta penggunaan waktu dalam

pembelajaran menjadi lebih efisien.

3.3.2 Validasi Ahli Media

Hasil validasi oleh tim ahli media

terhadap

prototype-I

Media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia

berbasis multiple representatif yang

dikembangkan diperoleh berupa data

penilaian tim ahli media dan saran-saran

untuk melakukan perbaikan. Saran

perbaikan yang diberikan tim ahli media

digunakan sebagai acuan untuk revisi

prototype-I. Jenis kesalahan dan saran

tim ahli media dapat dilihat pada Tabel

2.

Tabel 2. Jenis kesalahan dan saran perbaikan dari tim ahli media

No Bagian yang salah Jenis kesalahan Saran perbaikan

1 Uraian materi Ukuran tampilan kecil Ukuran tampilan diperbesar

2 Animasi Tampilan kecil Tampilan diperbesar

Secara keseluruhan tim ahli media

menyatakan bahwa secara keseluruhan produk ini sudah baik, namun ada kesalahan yang perlu diperbaiki.

3.4. Revisi Prototype-I Media

Pembelajaran Kesetimbangan

Kimia

Proses revisi dilakukan berdasarkan saran-saran dari tim ahli materi dan tim ahli

media. Beberapa tampilan media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia

berbasis multiple representatif sesudah revisi prototype-I dapat dilihat pada Gambar 2 dan 3.

(6)

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 2. Tampilan isi Media Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif sesudah revisi

(7)

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 3. Tampilan Animasi Media Pembelajaran tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif sesudah revisi

3.5. Analisis Data

3.5.1. Analisis data hasil validasi ahli materi

Data dari validasi ahli materi (validasi kedua) terdiri dari dua aspek yaitu

aspek pembelajaran dan aspek isi/materi. Kriteria aspek pembelajaran dinilai “ sangat baik” dan kriteria aspek isi/materi dinilai “sangat baik” oleh tim ahli materi.

Tabel 3. Kualitas prototype-I Media Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple

representatif Hasil Validasi Ahli Materi (Validasi kedua)

Aspek penilaian Rerata skor

Ahli materi 1 Ahli materi 2 Rerata Kriteria

Aspek pembelajaran 4,47 4,45 4,46 Sangat baik

Aspek isi/materi 4,43 4,45 4,44 Sangat baik

(8)

Meskipun penilaian oleh tim ahli materi dan ahli media termasuk kategori sangat baik, namun masih ada beberapa saran atau masukan yang diberikan oleh tim ahli materi dan ahli media untuk merevisi prototype-I untuk lebih meningkatkan kualitas

prototype-I yang dikembangkan. Revisi

prototype-I telah dilakukan sesuai saran yang diberikan oleh tim ahli materi dan ahli media

menghasilkan prototype-II Media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif.

3.5.2. Analisis data hasil validasi ahli media

Data yang diperoleh dari validasi ahli media (validasi ketiga) terdiri dari tiga aspek yaitu aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek pemrograman selanjutnya dianalisis dan dijadikan acuan untuk melakukan revisi prototype-I yang sedang dikembangkan. Aspek tampilan, aspek penyajian dan aspek pemrograman dinilai sangat baik oleh ahli

media. Skor rata-rata prototype-I Media

Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif yang dikembangkan ditinjau dari aspek tampilan, penyajian dan pemrograman adalah 4,41 termasuk dalam kriteria sangat baik.

Tabel 4. Kualitas prototype-I Media Pembelajaran Interaktif Kesetimbangan Kimia Berbasis

Multiple Representatif Hasil Validasi Ahli Media (Validasi ketiga)

Aspek penilaian Rerata skor

Ahli media 1 Ahli media 2 Rerata Kriteria

Aspek tampilan 4,30 4,50 4,40 Baik

Aspek penyajian Aspek pemrograman 4,40 4,41 4,42 4,43 4,41 4,42 Sangat baik Sangat baik

Rerata 4,37 4,45 4,41 Sangat baik

4. KESIMPULAN

Media Pembelajaran Kesetimbangan

Kimia berbasis multiple representatif

merupakan pengembangan awal yang

mengadopsi metode pengembangan ADDIE.

Kriteria kualitas prototype-I Media

pembelajaran interaktif Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif hasil validasi tim ahli materi (validasi kedua) adalah sangat baik dengan rerata skor 4,45 dan hasil validasi tim ahli media adalah sangat baik dengan rerata skor 4,41. Hasil validasi menunjukkan bahwa prototype-I layak untuk digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran ahli materi dan ahli media. Hasil revisi prototype-I

adalah prototype-II, dimana isi dan

tampilannya lebih baik, sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan serta mengandung unsur edukasi.

5. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih disampaikan kepada

Program Pendidikan Tinggi PKUPT

atas pendanaan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2016.

6. PUSTAKA

[1]. Akker JJHVD. 1999. Principle and

methods of development research, In J.J.H. van den Akker RM, Branch K, Gustafson NM. Nieveen and Tj. Plomp (Eds). Design Approaches and Tools in

Education and Training.

Dordrecht:Kluwer.

[2]. Acree B, Cormae RM, Fulbright G, Weaver S, Krantzman KD. 1995.

Creating animation of chemical

reactions. J. Chem. Ed., 72 (12): 1077-1082.

[3]. Domagk, S., Schwartz, R.N., Plass,

J.L. Interactivity in multimedia

learning: An integrated model.

Computers in Human Behavior. 2010; 26, 1024–1033.

[4]. Fetton, L.A., Keesee, K., Mattox, R., McClosky, R., Medley, G. Comparison of Video Instruction and Conventional

(9)

Understanding. Am. J. Pharm. Educ. 2000; 65, 53-57.

[5]. Jones LL, Smith SG. 1993. Multimedia technology: a catalyst for change in

chemical education. Pure and Applied

Chemistry. 65:245-249.

[6]. Suyanto, M. Analisis & Desain

Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran: Perkembangan Multimedia dan CD

Interaktif. Andi Offset: Yogyakarta;

2004.

[7]. Syahri W. 2010. Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Elektrokimia dengan Model Kooperatif tipe Jigsaw

untuk Meningkatkan Penguasaan

Konsep dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa. Tesis. Universitas Jambi.

[8]. Syahri W, Yusnaidar. 2012.

Pengembangan CD Pembelajaran

Interaktif Termodinamika Kimia untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa. Prosiding Bidang Pendidikan MIPA Tanggal 11-12 Mei 2012 BKS Wilayah Barat. Medan.

[9]. Utomo, T., Ruijter, K. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Gramedia: Jakarta; 1994.

[10]. Yager , R.E. The Constructivist

Learning Model : Towards

Real Reform in Science Education. The

Science Teacher, National

Teacher Association. 1994.

[11] Widodo CS, Jasmadi. 2008. Panduan

Menyusun Bahan Ajar Berbasis

Kompetensi. Jakarta: Kompas

Gambar

Gambar  1.  Tampilan  cover  (a)  dan  Tampilan  molekul  (b)  didalam  Prototype-I  Media  Pembelajaran Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif
Tabel 2. Jenis kesalahan dan saran perbaikan dari tim ahli media
Gambar  2.  Tampilan  isi  Media  Pembelajaran  Kesetimbangan  Kimia  berbasis  multiple  representatif sesudah revisi
Gambar  3. Tampilan  Animasi  Media  Pembelajaran  tentang  Faktor-faktor  yang  Mempengaruhi  Kesetimbangan Kimia berbasis multiple representatif sesudah revisi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis dan refleksi yang dilakukan se- cara kolaboratif antara supervisor, teman sejawat, dan peneliti menunjukkan bahwa ketertarikan siswa kelas I (satu)

Melalui kegiatan menggali informasi dari percobaan, siswa dapat membuat laporan untuk menjelaskan cara menjernihkan air yang kotor.. SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terkait jawaban siswa usia 12-17 tahun di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, diperoleh beberapa temuan terkait

Dari hasil tes ini dapat dilihat bahwa hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran project based learning telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa

Berdasarkan hal tersebut peniliti ingin mengetahui apakah penggunaan modul dalam pembelajaran dapat berfungsi dengan baik dan efektif sehingga peserta didik

Tetapi ketika bitrate dibuat dibawah 64 kbps maka performansi VoIP menurun drastis (delay meningkat 1000%, jitter 100% dan packet loss meningkat sekitar 83% sampai 87% ) sedangkan

Urusan Pemberdayaan Perempuan pada Bapermas perempuan & KB mejadi tupoksi Bidang Pemberdayaan Perempuan. Pembangunan Pemberdayaan Perempuan diarahkan pada

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diolah dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab IV mengenai pengaruh organizational justice, job insecurity dan