School of Communication & Business – Telkom University
KONTEN
School of Communication & Business –
1
2
3
Konsep Dasar dan Pengertian Organisasi Berbagai Perspektif tentang Organisasi
School of Communication & Business – BERBAGAI PERSPEKTIF
TENTANG ORGANISASI
PANDANGAN YANG MENDASARI PENGERTIAN ORGANISASI
Gambaran tentang apa yang didefinisikan sebagai organisasi,
tergantung pada perspektif dan sudut pandang orang yang mengartikannya (Silalahi, 2007: 122),
Kesimpulan Sutarto (1983) dari 46 definisi organisasi, bahwa
pandangan para penyusun definisi dapat dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu:
Organisasi sebagai kumpulan orang,
Organisasi sebagai proses pembagian kerja, dan
Organisasi sebagai sistem kerjasama, sistem hubungan atau
sistem sosial.
(Silalahi, 2007: 122-123)
PANDANGAN YANG MENDASARI PENGERTIAN ORGANISASI
Hakikat organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandang:
Organisasi dapat dipandang sebagai wadah, yaitu tempat
kegiatan-kegiatan Administrasi dan Manajemen dijalankan dan sifatnya adalah “relatif statis”, dan
Organisasi dapat dipandang sebagai proses, yaitu
interaksi antara orang-orang yang menjadi anggota organisasi dan sifatnya”dinamis”.
(Siagian dalam Silalahi, 2007: 123)
PANDANGAN YANG MENDASARI PENGERTIAN ORGANISASI
Ketiga pandangan hasil kesimpulan Sutarto (1983) dan pandangan Siagian (1980), tidak berbeda karena mengandung arti yang sama:
Organisasi merupakan penggambaran jaringan hubungan kerja dan
pekerjaan yang sifatnya formal atas dasar kedudukan atau jabatan yang
diperuntukkan untuk setiap anggota organisasi,
Organisasi merupakan susunan hierarkhi yang secara jelas menggambarkan garis wewenang dan tanggung jawab,
Organisasi merupakan alat yang berstruktur permanen yang fleksibel
(dimungkinkan dilakukan perubahan), sehingga apa yang terjadi dan akan
terjadi dalam organisasi relatif tetap sifatnya dan karenanya dapat diperkirakan.
(Silalahi, 2007: 123)
PANDANGAN YANG MENDASARI PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi sebagai proses pembagian kerja dan
sistem kerjasama, sistem hubungan atau sistem sosial, tidak lain adalah organisasi sebagai
proses yang lebih bermakna sebagai aktivitas pengorganisasian (organizing).
(Silalahi, 2007: 123)
School of Communication & Business – KONSEP DASAR DAN
PENGERTIAN ORGANISASI
KONSEPSI PEMBENTUKAN
ORGANISASI
Bounded/ Asymetrict Information
Bounded Rationality
Bounded Capacity in Social
Interactions
(Role from the player)
Sumber: Diolah dari North (1990, 1991, 1993)
School of Communication & Business –
Organisasi terbentuk karena sifat manusia sebagai mahluk sosial,
yang secara individu memiliki dua kelemahan mendasar, yaitu keterbatasan rasionalitas (bounded of rasionality) dan akses informasi (bounded of information),
Kedua keterbatasan tersebut menyebabkan manusia secara individu
tidak akan pernah dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya secara sendirian, namun akan selalu membutuhkan bantuan orang lain,
Kebutuhan manusia untuk mendapatkan bantuan orang lain, mengharuskan seorang individu manusia masuk atau bergabung dalam suatu kelompok untuk bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
PENGERTIAN ORGANISASI:
SECARA ETIMOLOGIS
Berasal dari bahasa Yunani: ὄργανον,
organon: “alat” (tool), yaitu
bagian-bagian yang tersusun dan terkoordinasi, sehingga mampu menjalankan fungsi
tertentu secara dinamis,
“An organization is structured process in which persons interact for objectives “ (Hicks
dalam Silalahi, 2007: 124);
“Organisasi adalah struktur hubungan
-hubungan di antara orang-orang yang
berdasarkan wewenang dan bersifat tetap dalam suatu sistem Administrasi (Waldo dalam Silalahi, 2007: 124);
School of Communication & Business –
“Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan
antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama dan
terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarkhi di mana selalu terdapat hubungan antara
seorang atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan (Siagian dalam Silalahi, 2007: 124);
School of Communication & Business –
PENGERTIAN ORGANISASI:
“Organisasi adalah kolektivitas sekelompok orang
yang melakukan interaksi berdasarkan hubungan kerja berdasarkan pembagian kerja dan otoritas yang tersusun secara hirarkhis dalam suatu
stuktur untuk mencapai tujuan (Silalahi, 2007: 125);
“Organisasi adalah penyusunan dan pengelolaan berbagai aktivitas manusia, yang bertujuan menjalankan suatu fungsi atau maksud
tertentu.”(Kusdi, 2009: 4);
School of Communication & Business –
PENGERTIAN ORGANISASI:
PENGERTIAN ORGANISASI:
PENDAPAT PARA AHLI
“Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang
bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan” (Robbins, 1994: 4)
PENGERTIAN TEORI ORGANISASI
“Teori Organisasi adalah disiplin ilmu yang
mempelajari Struktur dan Desain Organisasi”;
“Teori Organisasi menunjuk aspek-aspek deskriptif
maupun preskriftif dari disiplin ilmu tersebut”;
Teori itu menjelaskan bagaimana organisasi
sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi dapat dikonstruksi guna meningkatkan keefektifan mereka.”
(Robbins, 1994: 7)
CIRI-CIRI ORGANISASI
School of Communication & Business –
Menurut Etzioni (dalam Silalahi, 2007: 124): Pada umumnya organisasi
ditandai oleh ciri-ciri sebagai berikut:
1. Adanya pembagian dalam pekerjaan, kekuasaan dan tanggung jawab yang merupakan bentuk-bentuk pembagian yang sengaja
direncanakan untuk dapat lebih meningkatkan usaha mewujudkan
tujuan tertentu;
2. Ada pengendalian usaha-usaha organisasi serta mengarahkan
organisasi mencapai tujuannya, pusat kekuasaan secara kontinu harus mengkaji sejauhmana hasil yang telah dicapai organisasi,
dan bagaimana meningkatkan efisiensi;
3. Penggantian tenaga yang dianggap tidak bekerja sebagaimana
KARAKTERISTIK ORGANISASI
School of Communication & Business –
Beberapa karakteristik untuk disebut sebagai organisasi (Silalahi, 2007: 125), adalah:
1. Kolektivitas sekelompok orang yang bekerjasama,
atas dasar
2.
3.
4.
5.
6.
Proses interaksi hubungan kerja, berdasarkan
Pembagian kerja, yang ditentukan oleh
Otoritas yang tersusun secara hirarkhis dalam
Strukturisasi fungsi dan peranan, untuk mencapai
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
Elemen kerja menurut Hicks (dalam Silalahi,
2007: 125), meliputi:
1. Elemen Inti (core elements)
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
2. Elemen Kerja (working elements)
Aspek yang membuat organisasi menjadi efektif
atau tidak efektif, yaitu terdiri dari:
a. Sumber Daya Manusia (human resources), meliputi: kemampuan mengerjakan dan
kemampuan mempengaruhi,
b. Sumber Daya non Manusia (Non human resources), meliputi benda-benda ekonomi, c. Kemampuan menggunakan sumber daya
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
Elemen Kerja menurut Meyers & Meyers (Silalahi,
2007: 126):
1. Size (ukuran): terdiri atas dua orang atau lebih,
2. Kebergantungan: terdapat perbedaan kemampuan
antar individu anggota organisasi, yang mendasari dibentuknya organisasi,
3. Keterbatasan dalam ruang dan waktu: organisasi
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
4. Input: input dapat berbeda sesuai tujuan
organisasi, misal: bahan baku, energi, sumber
daya manusia (bakat, kompetensi, dan ide), dan lain-lain,
5. Aktivitas yang dikoordinasi: karena adanya
pembagian tugas, dan
6. Output: hasil yang dicapai dari aktifitas
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
Elemen Kerja menurut Harris & Corson (Silalahi,
2007: 127-128):
1. Objectives (tujuan): arah atau sasaran yang hendak dicapai,
2. Specialization (spesialisasi): pembagian atau pengelompokan pekerjaan dalam berbagai
bidang berdasarkan kepentingan,
3. Hierarchy (tingkatan atau jenjang):
ELEMEN ORGANISASI
School of Communication & Business –
4. Coordination (koordinasi): penyelarasan dari kegiatan-kegiatan antar bidang atau jenis
pekerjaan dan antar orang-orangpelaksana pekerjaan,
TUJUAN ORGANISASI
Dimensi-dimensi tujuan organisasi (Silalahi, 2007: 128):
1. Tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien,
2. Tercapainya kepuasan dari anggota organisasi.
ASAS-ASAS ORGANISASI
Azas-azas atau prinsip-prinsip organisasi (Silalahi, 2007: 131), meliputi:
1. Tujuan yang Jelas ,
2. Spesialisasi ,
3. Koordinasi ,
4. Wewenang ,
5. Tanggung jawab ,
6. Keseimbangan ,
7. Delegasi ,
8. Kesatuan komando ,
9. Jenjang Hirarkhi , dan
10. Rentang kontrol .
BENTUK-BENTUK ORGANISASI
Bentuk-bentuk Organisasi (Silalahi, 2007: 132- 133), meliputi:
1. Organisasi lini atau garis
2. Organisasi Lini dan staf
3. Organisasi Fungsional
4. Organisasi Lini - Fungsional
5. Organisasi Lini - Staf - Fungsional
6. Organisasi Panitia
1. ORGANISASI LINI ATAU GARIS
Otoritas mengalir dari puncak organisasi dilimpahkan kepada unit-unit organisasi di bawahnya dalam semua sektor pekerjaan.
Administrator
Manajer
Supervisor supervisor Supervisor
Manajer Manajer
Pekerja
SIFAT-SIFAT ORGANISASI LINI
ATAU GARIS
1. Organisasinya kecil ,
2. Jumlah karyawan sedikit ,
3. Pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi ,
4. Hubungan kerja masih bersifat langsung ,
5. Tingkat spesialisasi masih rendah ,
6. Semua anggota saling mengenal ,
7. Tujuan masih sederhana ,
8. Alat - alat yang dibutuhkan masih sederhana ,
9. Struktur masih sederhana ,
10. Produksi belum beranekaragam ,
KEBAIKAN & KELEMAHAN ORGANISASI LINI ATAU GARIS
Kebaikan-kebaikan :
1. Proses pengambilan keputusan cepat ,
2. Rasa solidaritas tinggi ,
3. Disiplin masih tinggi .
Kelemahan-kelemahan :
1. Tujuan organisasi sama , atas dasar tujuan pribadi pimpinan,
2. Cenderung pimpinan bertindak diktatoris
3. Organisasi bergantung pada seseorang
4. Pengembangan spesialisasi karyawan masih rendah
2. ORGANISASI LINI DAN STAF
Selain otoritas dari pimpinan puncak dilimpahkan ke unit di bawah secara hirarkhis juga ada satuan unit organisai yang membantu pimpinan dalam bidang tertentu tanpa ia ikut sera
dalam otoritas lini.
Administrator
Manajer
Supervisor supervisor
Superviso
CIRI-CIRI ORGANISASI LINI
DAN STAF
1. Organisasinya besar dan kompleks ,
2. Jumlah karyawannya banyak ,
3. Hubungan kerja bersifat tidak langsung ,
4. Terdapat 2 kelompok tugas : Line personneldan Staff personnel
5. Diperlukannya spesialisasi pekerjaan .
KEBAIKAN & KELEMAHAN ORGANISASI LINI DAN STAF
Kebaikan-kebaikan :
1. Pembagian tugas yang jelas ,
2. Bakat bisa dikembangkan menjadi spesialisasi ,
3. Koordinasi mudah dijalankan ,
4. Disiplin dan moral yang tinggi ,
5. Prinsip the right man in the right place lebih mudah dijalankan,
6. Bentuk organisasi bisa besar dan kompleks
Kelemahan-kelemahan:
1. Bagi para pekerja tidak selalu jelas yang mana perintah dan nasihat
2. Perintah dari hirarki lini tidak selalu
3. ORGANISASI FUNGSIONAL
Organisasi di mana otoritas pimpinan puncak didelegasikan kpd unit2 organisasi ke paling bawah dalam bidang pekerjaan tertentu dan masing2 pimpinan unit mempunyai otoritas secara fungsional untuk memerintah semua pelaksana dari semua unit sepanjang berhubungan dengan pekerjaannya.
Administrator
Manajer Teknik
Supervisor supervisor
Superviso r
Manaje
r Manajer Adm
Pekerja
KEBAIKAN & KELEMAHAN ORGANISASI FUNGSIONAL
Kebaikan-kebaikan :
1. Spesialisasi karyawan dipergunakan maksimal ,
2. Solidaritas orang - orang yang menjalankan fungsi yang sama
pada umumnya tinggi,
3. Moral serta disiplin umumnya tinggi ,
4. Koordinasi mudah dijalankan .
Kelemahan-kelemahan :
1. Orang terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang ,
2. Koordinasi kurang , karena orang - orang bergerak dalam satu
bidang fungsi tertentu.
Organisasi Lini-Fungsional : Memperlihatkan ciri
organisasi lini dan organisasi fungsional
Organisasi Lini-Staff-Fungsional : memperlihatkan
ciri-ciri organisasi lini dan staf serta organisasi fungsional.
4. ORGANISASI LINI-FUNGSIONAL
&
5. ORGANISASI LINI-STAFF-FUNGSIONAL
6. ORGANISASI TIPE PANITIA
Sekelompok orang-orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh seseorang atau sebuah Dewan (banyak orang).
CIRI-CIRI ORGANISASI TIPE PANITIA
1. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang,
2. Semua anggota pimpinan mempunyai hak , wewenang dan tanggung jawab yang sama,
3. Para pelaksana dikelompokan menurut tugas - tugas yang harus dilakukan dalam bentuk task force.
KEBAIKAN & KELEMAHAN ORGANISASI TIPE PANITIA
Kebaikan-kebaikan :
1. Keputusan yang diambil umumnya tepat karena selalu dibicarakan secara kolektif,
2. Kemungkinan seseorang bertindak diktatoris sangat kecil ,
3. Usaha kooperatif dikalangan bawahan lebih mudah dibina .
Kelemahan-kelemahan:
1. Proses pengambilan keputusan biasanya berjalan lambat ,
2. Dalam hal timbulnya kemacetan , tidak ada satu orangpun yang dapat diminta pertanggungjwabannya lebih daripada yang lain.
3. Para pelasana sering bingung karena perintah tidak datang dari satu orang , tetapi dari beberapa orang,
4. Daya kreasi pelaksana operasional tidak dapat menonjol karena semua pelaksanaan didasarkan kepada kolektifitas.
School of Communication & Business – ALASAN DAN URGENSI
MEMASUKI ORGANISASI
ALASAN MEMASUKI ORGANISASI
School of Communication & Business –
Manusia diberi julukan “Zoon Politicon”
(mahluk yang hidup berkelompok), yang
mengandung makna bahwa manusia senantiasa menginginkan hubungan-hubungan dengan
ALASAN MEMASUKI ORGANISASI
School of Communication & Business –
Hicks (dalam Winardi, 2003: 3-4):
Social Reason (alasan-alasan sosial)
Banyak organisasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk pergaulan, misal: organisasi yang memiliki sasaran intelektual, ekonomi, atau keolahragaan. Manusia
ALASAN MEMASUKI ORGANISASI
School of Communication & Business –
Material Reason (alasan-alasan materiil)
Manusia melaksanakan kegiatan keorganisasian karena alasan-alasan material:
Memperbesar kemampuan,
Menghemat waktu untuk mencapai suatu sasaran melalui bantuan organisasi,
Mengambil manfaat dari pengetahuan generasi sebelumnya yang telah terhimpun dalam
Motto:
"Vision without action is a daydream. Action without vision is a nightmare."
~ Japanese proverb
"Trust men and they will be true to you; treat them greatly, and they will show themselves great." ~ Ralph Waldo Emerson
"The best way to kill creativity in a team is letting
the boss speak first."
~ Victoria Holtz
“ Tell me and I’ll forget, saw me and I’ll
remember, Involve me and I’ll understand”
"Design is not just what it looks like and feels
like. Design is how it works."
~ Steve Jobs
"It's not hard to make decisions when you know
what your values are." ~ Roy Disney