Peranan Koperasi, Badan Usaha Milik Negara, Dan Badan Usaha Milik
Swasta Dalam Perekonomian Indonesia.
DISUSUN OLEH KELOMPOK V
NAMA : ASRI ENTIMAN
MERSI KUTU
BELIYAM ASUW
DOSEN : Drs GOLVERT S NELWAN Mm
YAYASAN GMIM Ds. A.Z.R. WENAS
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TOMOHON
FAKULTAS KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
KATA PENGANTAR
Kami mengucapkan puji dan syukur atas berkat Tuhan Yang Maha Esa dengan segala
rahmatNya, Saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Yang berjudul
“TEORI PEREKONOMIAN INDONESIA”.
Makalah ini didasari tugas yang diberikan oleh Dosen Teori Perekonomian Indonesia. Tujuan
makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa-mahasiswi
“tentang teori koperasi dalam sisitem ekonomi Nasional, Fungsi Dan Peranan koperasi dalam
perekonomian indonesia”
DAFTAR ISI
Kata Pengantar...
Daftar isi...
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN I
a. Latar Belakang
KOPERASI SEBAGAI GERAKAN POLITIK DAN EKONOMI NASIONAL
KOPERASI SEBAGAI SOKO GURU PEREKONOMIAN NASIONAL
KOPERASI SEBAGAI TULANG PUNGGUNG PEREKONOMIAN NASIONAL
KONDISI KOPERASI YANG DIHARAPKAN PADA PJP II
PERANAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) DAN BADAN USAHA
MILIK SWASTA (BUMS) DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA
BAB III PENUTUP
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Modul ini membahas tentang eksistensi koperasi BUMN, dan BUMS dalam perekonomian indonesia. Bahasan ini merupakan materi penting dalam pembahasan perekonomian indonesia, sebab hal-hal berikut.
1. Filosofi bangsa indonesia yang selalu hidup bergotong royong dan kekeluargaan.
2. Undang-undang Dasar Negara Tahun 1945 pasal 33 ayat (1) (2) dan (3)bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dukuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bumi, air dan kekayaan alam yang ada didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
A. KOPERASI SEBAGAI GERAKAN POLITIK DAN EKONOMI NASIONAL
Dalam tulisan-tulisan perkoperasian Indonesia sering dikemukakan bahwa munculnya gerakan koperasi di indonesia sebab akibat adanya sistem kapitalisme dan sosialisme yang menyelenggarakan dan membodohkan rakyat.
Dalam melawan penindasan tersebut, ada gagasan-gagasan untuk membentuk koperasi. Gagasan koperasi pertama-tama diperkenalkan oleh R. Arya Wiriatmadjha dengan mendirikan
Hulf spearnbank (bank gabungan penolong) (8960) di purwokerto. Bank penolong ini menjdi bank priayi yang sekarang menjadi bank rakyat indonesia (BRI). Disamping itu lahir pula tokoh-tokoh yang menjadikan koperasi sebagai gerakan politik, misalnya samanhudi dengan mencoba mendirikan tokoh-tokoh koperasi dan merperkembangkan koprasi koprasi simpan pinjam.tetapi menemui hambatan dari kolonial.Tahun 1980 lagi-lagi koperasi sebagai gerakan politik lahir dari Budi Utomo degan mendirikan koperasi degan nama “Koprasi Rumah tangga”, kemudian berdiri juga koperasi-koperasi lain sampai pada akhirnya Indonesia merdeka. Itulah gerakan-gerakan koperasi Indonesia pada masa Indonesia sebelum merdeka.Pada waktu Indonesia merdeka.koprasi pun tetap menjadi gerakan politik dan ekonomi sebagai contoh, dalam penjelasan Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 dikemukakan bahwa bagun perusahaan yang sesuai degan bunyi pasal tersebut adalah koprasi.untuk lebih meyakinkan dan memahami peran dan fungsi koperasi sebagai gerakan ekonomi dan politik seperti di atas, dalam perekonomian Indonesia,silakan anda amati isi pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 ditafsirkan oleh Mohammad Hatta sebagai berikut.
Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan angota-angota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lah yang di utamakan, bukan kemakmuran orang seseorang.sebab itu perekonomian di susun sebagai usaha bersama atas asas kekeluragaan. Bagun perusahaan yang sesuai degan itu iyalah koperasi.perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi.kemakmuran bagi semua orang.sebab itu, cabang produksi yang penting bagi negara dan yang meguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Yaitu BUMN. Kalau tidak,tampuk produksi jatuh ketangan orang seorang yang berkuasa dan rakyat banyak ditindasnya.Hanya perusahan yang tidak meguasai hajat hidup orang banyak boleh ada ditagan orang seorang, konkretnya BUMS.Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu, harus di kuasai oleh negara dan banyak dikuasai oleh negara”. Dari pasal 2 ini terkandung adanya badan usaha Milik negara yang mengelola cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak. Sedangkan cabang-cabang produksi yang tidak penting dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh dikelolah oleh badan usaha milik swasta atau koperasi. Pada ayat (3) lebih jelas lagi bahwa “bumi air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal ini memberikan petunjuk bahwa
penting untuk negara itu juga pada hakikatnya adalah untuk rakyat banyak, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
Kedudukan koperasi dalam perekonomian Indonesia secara jelas dijamin dasar hukumnya oleh pasal 33 undang-undang dasar 1945. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan demokrasi ekonomi yakni kesejahtraan bagi seluruh rakyat indonesia maka perekonomian disusun sebagai usaha bersama brdasarkan atas asas kekeluargaan dan apa yang menguasai hajat hidup orang banyak dan sumber-sumber kekayaan alam, Bumi dan air dikuasai oleh negara. Banyak cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara misalnya produksi minyak bumi, produksi pertambangan, perusahaan air minum, perusahaan perkebunan, dan perusahaan listrik, jasa angkutan kerata apidan sebagainya. Sebaliknya, cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh dikuasai oleh swasta dan koperasi. Sebagai contoh, pabrik tempe dan pabrik tahu boleh dikuasai oleh swasta dan koperasi karena tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Akan tetapi secara integratif harus diusahakan bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
B. KOPERASI SEBAGAI SOKO GURU PEREKONOMIAN INDONESIA
Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional memiliki 5 wahana pokok sebagai berikut.
1. Koperasi sebagai wahana ekonomi, artinya koperasi berperan sebagai agen pertumbuhan dan sekaligus alat pemerataan ekonomi. Apabila koperasi maju dan anggotanya sejahtra. Maka perekonomian akan tumbuh dengan cepat. Oleh karena koperasi sebagai badan usaha yang disusun bersama maka kesejahtraan bersama sebagai alat pemerataan.
2. Koperasi sebagai wahana pendidikan, yaitu mendidik manuasia untuk memiliki semangat mandiri dalam diri manusia indonesia. Jadi, membangun koperasi agar mampu berperan sebagai soko guru perekonomian nasional pada dasarnya adalah membangun usaha yang mandiri, tangguh serta berperan dan menjadi bagian dari suatu kesatuan sistem perekonomian nasional yang sejajar dengan badan usaha milik swasta dan milik negara lainnya dalam upaya bersama mewujudkan kemakmuran bagi rakyat banyak.
Dengan demikian, koperasi menjadi penting sebagai organisasi perekonomian rakyat dan melawan kapitalisme, dan kolonialisme.
2. Koperasi adalah bentuk usaha yang tidak saja menampung tetapi juga mempertahankan serta memperkuat identitas dan budaya bangsa indonesia yang bergotong-royong dan kekolektifan.
3. Koperasi adalah wadah yang tepat untuk membina golongan ekonomi kecil/kelompok ekonomi pribumi.
4. Koperasi adalah lembaga ekonomi yang berwatak sosial, sebahai wahana sosial ekonomi maka soko guru koperasi bersifat menyeluruh karana dapat hidup didalam bangun-bangun usaha swasta atau intansi pemerintah apakah itu PT, PN, CV Dan Badan Usaha lainnya. 5. Koperasi adalah wahana yang tepat untuk merealisasiakan demokrasi terutama karena
terpenuhi tuntutanh kebersamaan dan asas kekeluargaan dan kemakmuran rakyat.
a. Perkembangan koperasi pada PJP I
Meskipun koperasi dalam perekonomian indonesia lahir dan berakar dari Potensi bangsa, akan tetapi dalam perkembangannya belim mencapai apa yang dicita-citakan oleh para pendiri negara. Koperasi sebagai badan usaha ekonomi memang belum banyak berhasil walaupun kuantitas koperasi bertambah dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu perlu adanya penekann yang lebih khusus terhadap gerakan nasional. Semangat koperasi harus dijadikan milik bersama dan dipakai sebagai ukuran dalam setiap tindakan ekonomi dan sosial dalam masyarakat. Salah satu sasaran strategi dalam pembangunan nasional sejak pelita I misalnya, peningkatan kesejahtraan masyarakat pedesaan. Perkembangan koperasi pertanian sebagai wadah kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan telah mendapat perhatian yang khusus, yaitu dengan dikeluarkannya inpres No 4 Tahun 1973 tentang BUUD/KUD, kemudian bentuk inpres No 4 Tahun 1984. Bersamaan dengan itu pembinaan dan pengembangan koperasi diperkotaan tetap mendapat perhatian.
Dengan memperhatikan hasil-hasil yang telah dicapai dengan masalah-masalah krisis ekonomi dan moneter yang menyertainya, serta antisipasi terhadap globalisasi ekonomi dunia maka sistem ekonomi nasional telah akan diwarnai berbagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan yang membentuk dan menyusun perekonomian nasional yang tangguh sebagai wujud demokrasi ekonomi
Dalam hubungan ini pembangunan koperasi diharapkan dapat meningkatkan, memperluas, memperdalam serta memantapkan kemandiriannya. Selain itu usaha pengembangannya kekuatan koperasi yang tumbuh dari partisipasi anggota yang bersikap rasa memiliki dan
Dengan memiliki jiwa yang semangat kebersamaan oleh kedua wadah pelaku ekonomi itu maka keterkaitan kedua wadah tersebut ahirnya diharapkan menjadi bagian integral dari bangunan koperasi. Keterkaitanusaha seperti itu mencakup 2 aspek, yaitu keterkaitan usaha dan keterkaitan usaha dan keterkaitan lembaganya.
Keterkaitan usaha dimaksudkan untuk mendorong diperolehnya aspek dan kemampuan tawar-menawar uang lebih kuat bagi koperasi. Disisi lain koperasi juga diharapkan menjadi gerakan ekonomi rakyat yang tumbuh atas dasar kesadaran masyarakat dan melindungi kepentingan ekonomi para anggotanya dan masyarakat pada umumnya.
E. PERANAN BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
Pasal 33 ayat 2 UUD 1945 menyatakan “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 menyatakan “Bumi , air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kedua pasal ini merupakan jaminan bagi pemerintah untuk ikut serta berperan dalam perekonomian negara. Penguasaan oleh negara dalam hidup orang banyak bukan berarti memiliki, namun mengandung arti memberi kekuataan tertinggi kepada negara untuk :
a. Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan , penggunaan, persediaan dan pemeliharaan b.Menentukan dan mengatur hak-hak bumi, air, dan kekayaan alam
c. Mengatur serta menentukan hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan hukum
mengenai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya.
Dengan adanya pasal 33 ayat 2 dan ayat 2 UUD 1945 merupakan jaminan bagi pemerintah untuk ikut serta berperan dalam perekonomian negara. Peran pemerintah akan menjadi lebih nyata bila pemerintah memiliki perusahaan negara. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI No.
disederhanakan menjadi perusahaan jawatan (perjan), perusahaan umum (perum) , dan perusahaan perseroan (persero).
Tujuan Pendirian BUMN
Memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umunnya dan
penerimaan kas negara pada khususnya.
Menyelenggarakan kemanfaatan umum yang berupa penyediaan barang dan jasa yang
bermutu dan memadai bagi pemerataan hajat hidup orang banyak.
Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta
dan koperasi
Turut aktif dalam memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi
lemah, koperasi , dan masyarakat
Mencegah terjadinya monopoli oleh pihak swasta yang cenderung merugikan masyarakat.
Prinsip-Prinsip Pengelolaan Badan Usaha Milik Negara
a. Lebih bersifat social oriented / service oriented artinya berorientasi pada pelayanan kepentingan umum
b. Jika dalam manjalankan usahanya memperoleh keuntungan. Maka pemanfaatan keuntungan tersebut semaa-mata dimaksudkan untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat.
c. Selama masyarakat masih memerlukan , kegiatan badan usaha milik negara dilakukan secara terus-menerus
d. Sebagai agen pembangunan , seluruh daya dan kemampuannya diarahkan pada pembangunan nasional yang sedang dan akan dilaksanakan
e. Merupakan sarana vital yang efektif untuk melaksanakan pembangunan nasional, sehingga direksi harus senantiasa membuat kebijakan yang sesuai dengan GBHN
f. Pengorganisasian dilakukan secara profesionalisme.
Karakteristik Badan Usaha Milik negara
1. Usaha bersifat membantu tugas pemerintah, seperti membangun prasarana tertentu guna melayani kepentingan masyarakat.
2. Menghasilkan barang tertentu karena pertimbangan keamanan dan kerahasiaan, seperti senjata dan pencetakan uang
F. Kekurangan BUMN
b. Sebagai salah satu pelaku kegiatan ekonomi dalam perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara optimal
c. Sebagai mitra kerja dalam kegiatan usaha dengan badan usaha swasta dan koperasi
d. Mencegah agar tidak terjadi penguasaan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh swasta
e. Sebagai sumber penghasilan mengisi kekurangan kas negara untuk dipergunakan oleh negara dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.
f. Sebagai sarana untuk membuka kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan per kapita.
g. Menyisihkan laba bersih untuk keperluan pembinaan usaha kecil, koperasi , dan masyarakat di sekitar BUMN
Bentuk-bentuk Badan Usaha Milik negara (BUMN)
Badan usaha milik negara atau BUMN memiliki 3 bentuk yaitu
a. Perusahaan Perseroan (Persero)
Perusahaan perseroan adalah BUMN yang berbentuk perseroan. Karena keterbatasan modal yang dimiliki oleh pemerintah maka dijuallah sahamnya kepada swasta. Namun untuk tetap dapat mengendalikan BUMN tersebut maka saham dari pemerintah haruslah minimal 51 % . sehingga pemerintah masih menjadi pengendali dalam pengambilan keputusan.
Tujuan pendirian perseroan adalah sebagai berikut :
a.Menyediakan barang atau jasa yang bermutu dan berdaya saing kuat. b. Mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan.
b. Perusahaan Umum (Perum)
Perusahaan umum adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang atau jasa yang bermutu dan sekaligus mencari keuntungan yang berdasar prinsip pengelolaan perusahaan.
c. Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan jawatan adalah BUMN yang seluruh modalnya termasuk dalam anggaran belanja negara yang menjadi hak dari departemen yang bersangkutan . Tujuan perjan adalah
pengabdian dan melayani kepentingan masyarakat yang ditujukan untuk kesejahteraan umum, dengan tidak mengabaikan syarat efsiensi , efektivitas, dan ekonomis serta pelayanan yang memuaskan.
F. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
1. Definisi Badan Usaha Milik Pemerintah
Berdasarkan paal 27 ayat 2 UUD 1945 dan alinea ketiga penjelasan pasal 33 UUD 1945, dapat ditarik kesimpulan bahwa hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak yang boleh ada ditangan seseorang yang kemudian dikenal dengan usaha swasta
2.Ciri-ciri badan usaha milik swasta
a. Dimiliki oleh perseorangan atau persekutuan badan-badan usaha
b. Pemilik dapat bertindak sebagai pengelola, dapat juga hanya sebagai pemilik tetapi pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain yang lebih profesional
c. Keuntungan dan kerugian menjadi tanggungjawab pemilik dan atau pimpinan
d. Keberhasilan atau kegagalan badan usaha sangat tergantung pada kecakapan pemilik atau pimpinan
e. Modal berasal sepenuhnya dari pihak swasta
f. Modal dapat dihimpun dari laba yang tidak dibagi, dari cadangan, dan dari penyusutan
g. Modal dapat diperoleh dari lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank.
3. Prinsip-prinsip Pengelolaan Badan Usaha Milik Swasta
a. Fungsi perencanaan, yaitu tiap-tiap direktur dalam jenjang vertikal membuat rencana untuk departemen atau bagian masing-masing
b. Fungsi pengorganisasian, yaitu pengorganisasian harus mencerminkan wewenang
penuh dalam memimpin pelaksanaan pekerjaan dan harus dapat menentukan arah serta tujuan pekerjaan antar bagian dalam perusahaan
c. Fungsi pengenalan, yaitu fungsi yang memfokuskan pada terciptanya suatu keadaan yang memungkinkan karyawan dan seluruh anggota organisasi sadar akan pekerjaannya dan termotivasi untuk mencapai suatu prestasi yang baik bagi mereka sendiri dan pada akhirnya akan membawa kemajuan bagi perusahaan.
d. Fungsi Pengawasan, yaitu seorang manajer harus mengawasi apakah tugas yang sudah diberikan telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan serta untuk mengambil suatu tindakan perbaikan.
e. Fungsi sosial , yaitu perusahaan membuka kesempatan kerja yang luas kepada masyarakat serta menjaga lingkungan hidup.
f. Fungsi ekonomi, yaitu perusahaan berperan serta dalam peningkatan produksi barang dan jasa, membantu peningkatan pendapatan negara, dan membantu memperlancar jalannya
perekonomian nasional
Jenis-jenis badan usaha milik swasta adalah :
1. Perusahaan Perseorangan (Po)
Secara defnisi yang dimaksud perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya. Dalam suatu perekonomian tidak mudah untuk
jumlahnya banyak, nilai penjualannya dan nilai tambah yang diciptakan oleh usaha yang seperti itu relatif kecil. Hal tersebut berarti perusahaan perorangan walaupun banyak, tetapi setiap unitnya menggunakan modal yang relatif terbatas dan nilai produksinya juga terbatas. Pengelolaan perusahaan perseorangan hampir seluruhnya adalah perusahaan kecil dan biasanya langsung ditangani sendiri oleh pemiliknya. Jika perusahaan perseorangan berkembang menjadi besar , maka kegiatan manajemen baru akan terlihat lebih teratur, pemilik tidak lagi mengelola secara langsung, melainkan akan duduk sebagai seorang komisaris (pengawas) sedangkan untuk
menjalankan usaha akan diserahkan kepada orang lain atau manajer yang bisa bekerja lebih profesional.
Setiap orang dapat mengembangkan usaha perseorangan. Biasanya usaha ini tidak perlu mendapat izin dari lembaga pemerintah untuk menjalankannya.
b. Organisasinya sederhana sehingga biaya organisasinya pun rendah
Modal yang digunakan relatif sedikit karena biaya-biaya juga masih renda
Dan umumnya modal yang digunakan adalah tabungan yang dimiliki
c. Pengelolaannya feksibel dan bebas
Manajemen perusahaan sangat bebas yaitu pemilik perusahaan dapat menentukan sendiri jam kerjanya, dengan bebas membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukannya, bebas menentukan harga, menentukan jumlah barang yang diproduksi, dan berbagai keputusan lain dan bebas pula menggunakan pendapatan yang diperoleh dari usahanya. Juga pemilik perusahaan bebas untuk menutup usahanya apabila ingin melakukan kegiatan lain.
d. Kerahasiaan usaha terjamin
Sebagai perusahaan yang dijalankan sendiri, seluk-beluk kegiatan usahanya dirahasiakan. Ketiadaan pemilik lain menyebabkan pemilik usaha tidak perlu membuat laporan mengenai kegiatan yang dilakukannya. Pihak lain juga tidak mengetahui nilai penjualannya, modal yang digunakannya dan keuntungan yang diperoleh. Masalah-masalah yang dihadapi perusahaan juga dapat dirahasiakan.
Karena modal hanya berasal dari tabungan pemilik, sehingga modal terbatas . modal yang terbatas ini mengurangi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk yang besar. c. Kualitas Manajerial dan kualitas Pekerja Terbatas
organisasi yang lebih besar.
d. Kelangsungan operasi perusahaan terbatas
Umur usaha sangat tergantung padakeadaan dan sikap pemiliknya karena pemiliklah yang memiliki fungsi vital dalam menjalankan perusahaa
2. Firma (partnership)
Firma adalah persekutuan dua orang atau lebih yang menjalankan perusahaan menggunakan nama bersama dan membagi hasil yang didapatkan dari usahanya. Dalam menjalankan usaha, ada dua macam anggota frma, yaitu :
1. Anggota yang mendapat kuasa untuk bertindak atas nama perusahaan
2. Anggota yang tidak menerima kuasa untuk bertindak atas nama perusahaan.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tindakan yang merugikan bagi perusahaan.
Kelebihan firma adalah sebagai berikut :
1. Modal lebih besar, karena pemilik yang menyetorkan modalnya untuk perusahaan sudah terdiri dari beberapa orang
2. Tanggungjawab bersama, apabila terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan, seperti perusahaan memiliki utang maka ssemua pemilik menanggung kewajiban secara bersama-sama
3. Status badan usaha jelas karena memiliki akta dari notaris dan terdaptar di pengadilan negeri
4. Didirikan dan pengelolaan secara bersama, maksudnya bahwa perusahaan dikelola secara bersama-sama oleh pemilik perusahaan yang biasanya pemilik terdiri dari beberapa orang.
Beberapa kelemahan dari Firma antara lain :
1. tanggungjawab pemilik tidak terbatas, maksudnya tanggungjawab pemilik tidak hanya sebatas pada modal yang ada pada perusahaan tapi kekayaan pribadi juga termasuk dan dapat ditarik untuk melunasi kewajiban
2. sulit memperoleh laba
3. gampang bubar, karena jika terjadi perselisihan antara pemilik maka perusahaan akan rapuh karena posisi pemilik sama dan mempunyai suara yang selevel
4. modal sulit ditarik walaupun sekutu mengundurkan diri
3. Commanditaire Vennootschap (CV)
CV atau biasa disebut Persekutuan Komanditer adalah persekutuan atas dasar kepercayaan. sekutu Komplementer dapat menggunakan modal dari para sekutu hanya dengan dasar kepercayaan.
Perusahaan dijalankan oleh sekutu komplementer yang bertanggungjawab sepenuhnya atas utang-utang perusahaan.
Dalam pengelolaan persekutuan komanditer, ada 2 macam yaitu :
a. Sekutu komanditer adalah anggota yang memercayakan modalnya kepada sekutu komplementer dengan menanggung kerugian yang terbatas pada modal yang disetor.
b. Sekutu komplementer adalah anggota yang menjalankan dan memimpin perusahaan dengan menanggung kerugian secara tidak terbatas.
Kebaikan Persekutuan Komanditer antara lain :
a. Kebutuhan akan modal lebih mudah untuk terpenuhi, karena pemilik atau penanam modal lebih banyak dan bisa lebih mudah memperoleh pinjaman
b. Pimpinan perusahaan dapat terdiri dari satu orng atau lebih
yang disetor karena ia tidak ikut campur dalam pengelolaan perusahaan
d. Menggunakan akta otentik maksudnya secara lisan dan tertulis ,
e. Peraturan tentang pembagian untung dan rugi berdasarkan besarnya modal yang ditanam
f. Kekayaan pribadi dipisahkan dari kekayaan perusahaan
Keburukan Persekutuan Komanditer antara lain :
a. Dapat terjadi selisih paham antar pemilik
b. Sekutu komanditer tidak ikut menjalankan usaha perusahaan
4. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah merupakan suatu kumpulan modal yang diberi hak dan diakui oleh hukum untuk mencapai tujuan tertentu, biasanya mencari keuntungan. PT merupakan bentuk perusahaan dimanaperolehan modalnya berskala dari penjualan saham.
f. Keuntungan dibagi atas dasar modal yang disetor. Jadi yang memiliki saham terbanyak akan memperoleh bagian yang besar.
g. Pemilik dan pengelolah dipisahkan.
h. Unit usahanya didasarkan pada kebutuhan konsumen (pasar).
i. Tatalaksananya bersifat tertutup (hanya terbuka bagi persero)
Tahap dalam pendirian PT yaitu:
1). Tahap Akta Notaris
Tahap akta notaries ini merupakan tahap awal dalam proses pedirian suatu perseroan terbatas. Aktta notaries tersebut diperlukan untuk merumuskan akta pendirian perseroan yang didalamnya terdapat anggaran dasar perseroan tersebut.
2). Tahap Pengesahan
Akta pendirian perseroan terbatas yang dibuat oleh notaries tersebut, yang didalamnya terdapat
anggaran dasar, haruslah diajukan kepada Menteri Kehakiman untuk mendapatkan pengesahannya.
3). Tahap Pendaftaran dalam Daftar Perusahaan.
Setelah anggaran dasar perusahaan disahkan oleh yang berwenang, maka perusahaan tersebut mesti didaftarkan dalam daftar perusahaan, yakni suatu daftar yang khusus disediakan untuk itu.
4). Tahap Pengumuman dal Berita Negara
Pengumuman dalam berita Negara merupakan tahap terakhir dalam proses pendirian suatu perseroan terbatas. Hal ini dilakukan untuk memenuhi unsur keterbukaan kepada masyarakat bahwa suatu perseroan terbatas dengan nama tertentu serta maksud tujuan tertentu sudah didirikan.
Beberapa kelebihan PT,antara lain:
1) Tanggung jawab terbatas.
3) Mudah memperoleh modal.
4) Pengelolaannya bersifat professional.
Kelemahan PT, antara lain:
1) Proses pendiriannya kompleks.
2) Dua kali bayar pajak.
3) Peraturannya banyak (sesuai UU).
4) Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan.
5) Dapat mengurangi motivasi kerja.
KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah yang kami sajikan kami menarik kesimpulan bahwa ketiga pilar utama penggerak ekonomi saat ini yakni BUMN, BUMS dan Koperasi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi untuk mengembangkan perekonomian secara luas ketiga bentuk usaha ini harus dikembangkan dengan pengelolaan yang benar. Karena BUMN, BUMS dan Koperasi saling berhubungan dalam menjalankan usahanya
SARAN
Semoga makalah ini dapat menjadi sumber referensi keilmuan bagi semua pihak.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Koperasi RI. (1992). Kebijaksanaan dan strategi pembangunan koperasi dalam
PJP II. Jakarta: Hasil Seminar
Ebert-Stiftung. (1983). Can Cooperative Become The Motivate Force In The Economic
Development Of Indonesia. Jakarta : Friedrich-Ebert-Stiftung.
Farhati Zain, (1991) ideologi dan nilai-nilai koperasi. Bandung : IKIP Bandung.
Hedrojogi. (1985). Koperasi masalah pengembangan dan pembinaannya, Jakarta: Lembaga
manajemen FE-UI.
Ibnoe soedjono. (1989). Koperasi dan tingkat landas. Jakarta: Infotop.
_______. (1993). Peran dan tanggung jawab pemerintahsebagai pengamalan UU No. 25/1992.
Bandung : IKIP Bandung.
www.slideshare.net/mangabdul/badan-usaha-milik-swasta ww.id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Nega