• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.6 Penentuan Tata Letak fasilitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "4.6 Penentuan Tata Letak fasilitas"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

4.6 Penentuan Tata Letak 4.6.1 Tipe Tata Letak

Tipe tata letak yang kami gunakan dalam memproduksi onigiri ini adalah product layout. Sesuai dengan pengertiannya yaitu mesin dan peralatan disusun berdasarkan urutan dari operasi pembuatan produk. Begitu pula kami menyusun mesin peralatan sesuai dengan urutan proses, ini dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar aliran pemindahan material, work-in-process jarang terjadi karena lintasan produksi sudah diseimbangkan, serta waktu yang digunakan relatif singkat. Meskipun dengan tipe tata letak ini tak luput dari kekurangan seperti kurangnya fleksibilitas dari tata letak untuk memproduksi produk yang berbeda, terjadinya bottleneck dapat menghentikan produksi dalam satu line. Kekurangan ini tidak menjadi hambatan yang berarti bagi perusahaan kami karena kami memang hanya memproduksi onigiri dalam variasi yang tidak banyak sehingga kendala-kendala tersebut dapat di minimalisir. Oleh karena itu, dengan tipe tata letak ini dapat memaksimalkan proses dalam memproduksi produk kami.

4.6.2 Pola Aliran Bahan

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan tata letak ini dilakukan dengan merancang tata letak fasilitas bagian produksi termasuk lintasan produksi, merancang tata letakkantor, merancang tata letak gudang

Untuk itu analisa tata letak fasilitas dan aliran bahan ini bertujuan untuk mengetahui tata letak fasilitas dan aliran bahan pada produksi balok precast (B11)

Terjadinya perbedaan total ongkos material handling yang sangat jauh antara hasil CRAFT dan BLOCPLAN disebabkan karena pada algoritma CRAFT tata letak awalnya

Secara garis besar, tujuan utama dari perancangan tata letak adalah mengatur area kerja beserta seluruh fasilitas produksi di dalamnya untuk membentuk proses produksi yang

Tata letak usulan opsi 3 merupakan modifikasi dari tata letak usulan opsi 2, dimana tata letak opsi 2 dalam penentuan jarak antar mesin dilakukan secara

Tata letak fasilitas produksi pabrik tahu Srikandi juga memiliki kekurangan seperti pada penempatan ruang perendaman setelah ruang penggilingan yang tidak sesuai

Kekurangan dari tata letak gudang yang sekarang adalah pengaturan tata letak tiap stasiun kerja yang belum sesuai, karena belum memperhitungkan derajat tingkat hubungan antar stasiun

Perhitungan OMH untuk Alternatif AAD Dari hasil perhitungan jarak dan ongkos material handling yang telah dilakukan pada tata letak awal dan tata letak usulan, maka dapat diketahui