• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lingkungan yang Kondusif terhadap Pendid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Lingkungan yang Kondusif terhadap Pendid"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Disisi lain proses perkembangan dan pendidikan manusia tidak hanya terjadi dan dipengaruhi oleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal ( sekolah ) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mencapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung pada lingkungan pendidikan yang berada diluar lingkungan formal.

Lingkungan yang nyaman dan mendukung terselenggaranya suatu pendidikan amat dibutuhkan dan turut berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Demikian pula dalam sistem pendidikan Islam, lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik pendidikan Islam itu sendiri.

(2)

BAB II

Lingkungan Yang Kondusif Terhadap Pendidikan Islam

A. Pengertian Lingkungan

Kegiatan pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks pendidikan, lingkungan dapat diartikan, sebagai segala sesuatu yang berada di luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal nyata, seperti tumbuhan, orang, keadaan, politik, sosial-ekonomi, binatang, kebudayaan, kepercayaan, dan upaya lain yang dilakukan oleh manusia termasuk di dalamnya pendidikan. Menurut Sartain (seorang ahli psikologi Amerika), bahwa lingkungan adalah meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku manusia, pertumbuhan, perkembangan, kecuali gen-gen.

Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik berupa benda mati, makhluk hidup, ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu. Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul. Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dengan jenis dan tanggungjawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga tersebut.

(3)

B. Fungsi Lingkungan Pendidikan

Fungsi pendidikan dalam arti sempit adalah membantu secara sadar perkembangan jasmani dan rokhani peserta didik. Sedangkan fungsi pendidik dalam arti luas ialah sebagai alat:

a. Pengembangan pribadi. b. Pengembangan warga Negara. c. Perkembangan kebudayaan. d. Perkembangan bangsa.

Fungsi lingkungan pendidikan lainnya adalah sebagai berikut.

 Menjamin kehidupan emosional peserta didik untuk tumbuh dan berkembang. Kehidupan emosional ini sangat penting dalam pembentukan pribadi anak.

 Membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik, sosial, maupun budaya, terutama berbagai sumberdaya pendidikan yang tersedia agar dapat dicapai tujuan pendidikan secara optimal.

 Sebagai wahana yang amat besar bagi perkembangan individu dan masyarakat dalam memperluas dan mempercepat usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

 Mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi serta mempersiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat.

 Di dalam lingkungan pendidikan dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik baik dalam bentuk karier, akademik, kehidupan beragama, kehidupan sosial budaya, maupun keterampilan lainnya.

(4)

1. Lingkungan Keluarga

Keluarga dikenal sebagai lingkungan pendidikan yang pertama dan juga utama. Karena itu peran dan pengaruh keluarga sangatlah esensial bagi perkembangan anak. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan dan pandangan hidup keagamaan. Keluarga merupakan wadah bagi anak dalam konteks proses belajarnya untuk mengembangkan dan membentuk diri dalam fungsi sosialnya. Apa yang diberikan dan dilakukan oleh keluarga akan menjadi sumber perlakuan pertama yang akan mempengaruhi

pembentukan karakteristik perilaku dan pribadi anak. Perlakuan pada masa awal kehidupan anak yang terjadi dalam keluarga sangat memegang peran kunci dalam pembentukan struktur dasar kepribadiannya.

Sebagian besar waktu anak akan dihabiskan di keluarga, jika kesempatan yang banyak diisi dengan hal-hal yang positif, maka akan memberikan kontribusi yang positif pula untuk anak.

Fungsi dan peranan pendidikan keluarga a. Pengalaman pertama masa kanak-kanak

lingkungan pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merapakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Suasana pendidikan keluarga ini sangat penting diperhatikan, sebab dari sinilah keseimbangan jiwa di dalam perkembangan individu selanjutnya ditentukan.

b. Menjamin kehidupan emosional anak

(5)

c. Menanamkan dasar pendidikan moral

di dalam keluarga juga merapakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat di contoh anak. d. Memberikan dasar pendidikan sosial

Perkembangan benih-benih kesadaran sosial pada anak-anak dapat dipupuk sedini mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong-menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, kebersihan dan keserasian dalam segala hal.

e. Peletakan dasar-dasar agama

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar kehidupan beragama, dalam hal ini tentu terjadi dalam keluarga. Anak-anak seharusnya dibiasakan ikut serta ke masjid bersama-sama untuk menjalankan ibadah, mendengarkan khutbah atau ceramah keagamaan, kegiatan seperti ini besar sekali pengaruhnya terhadap kepribadian anak.

2. Lingkungan Sekolah

Pada dasarnya pendidikan sekolah merupakan bagian dari pendidikan dalam keluarga, yang sekaligus juga merupakan lanjutan dari pendidikan dalam keluarga. Disamping itu, kehidupan di sekolah adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak.

Ada beberapa karakteristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah ini, yaitu sebagai berikut:

 Pendidikan diselenggarakan secara khusus dan bagi atas jenjang yang memiliki hubungan hierarkis.

(6)

 Waktu pendidikan relativ lama sesuai dengan program pendidikan yang harus diselesaikan.

 Materi atau isi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum.

 Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban terhadap kebutuhan dimasa yang akan datang.

Fungsi dan tujuan sekolah, yaitu sebagai lembaga yang memfasilitasi proses perkembangan anak secara menyeluruh sehingga mereka dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, serta berperan dalam hal pengembangan aspek sosiomoral dan emosi anak dengan kemampuan guru dalam mendidik dan karakteristik-karakteristik pribadi yang sesuai dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat.

3. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat ialah lingkungan ketiga dalam proses pembentukan kepribadian anak sesuai dengan keberadaanya.

Lingkungan ini akan memberikan pengaruh yang sangat berarti dalam diri anak, apabila diwujudkan dalam proses dan pola yang tepat. Karena di dalam keluarga masih banyak kekurangan dan keterbatasan untuk melakukan pendidikan maka dalam masyarakat bisa didapatkan. Di sini pendidikan dalam masyarakat berfungi sebagai:

 Pelengkap (complement), ialah kegiatan pendidikan yang

(7)

 Pengganti (subtitute), ialah menyediakan pendidikan yang berfungsi sama dengan lembaga pendidikan formal di sekolah.

 Tambahan (supleement), ialah lingkungan masyarakat mampu menyediakan pendidikan yang sudah ada pada lembaga formal, akan tetapi kurang mendalam dan di sinilah bisa didalaminya.

Dalam Undang-Undang Sisdiknas 2003 pasal 54 ayat 2 juga dijelaskan “Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan.”

D. Pengaruh Lingkungan Dalam Pendidikan

Secara umum ada tiga macam pengaruh lingkungan dalam pendidikan, khususnya pendidikan Islam yaitu:

1. Pengaruh positif, yaitu lingkungan yang memberikan dorongan atau memberikan motivasi dan rangsangan kepada anak untuk menerima,memahami, meyakini serta mengamalkan ajaran Islam. 2. Pengaruh negatif, yaitu lingkungan yang menghalangi atau

kurang menunjang kepada anak untuk menerima, memahami, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam.

3. Pengaruh netral, yaitu lingkungan yang memberikan dorongan untuk meyakini atau mengamalkan agama, demikian pula tidak menghalangi anak-anak untuk meyakini dan mengamalkan ajaran Islam.

Menurut Drs. Abdurrahman Saleh ada tiga macam pengaruh lingkungan pendidikan terhadap keberagamaan anak, yaitu:

(8)

Lingkungan semacam ini ada kalanya berkeberatan terhadap pendidikan agama, dan adakalanya pula agak sedikit tahu tentang hal itu.

 Lingkungan yang berpegang kepada tradisi agama tetapi tanpa keinsafan batin: biasanya lingkungan demikian menghasilkan anak-anak beragama yang secara tradisional tanpa kritik atau beragama secara keturunan.

 Lingkungan yang memiliki tradisi agama dengan sadar dan hidup dalam kehidupan agama. Lingkungan ini memberikan motivasi (dorongan) yang kuat kepada anak untuk memeluk dan mengikuti pendidikan agama yang ada. Apabila lingkungan ini ditunjang oleh pimpinan yang baik dan kesempatan yang memadai, maka kemungkinan besar hasilnya pun paling baik.

E. Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Kondusif

Lingkungan pendidikan yang kondusif merupakan lingkungan yang dapat membangkitkan semangat belajar dan menjadi faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar. Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan dengan pengaturan ruang belajar, sarana belajar, susunan tempat duduk, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari, serta sikap dan hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik.

Lingkungan yang kondusif dapat dikembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut:

(9)

2. Memberikan pembelajaran remidial bagi peserta didik yang kurang berprestasi.

3. Memberikan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal. 4. Menciptakan kerjasama saling menghargai, baik antara peserta didik

maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.

5. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran.

6. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggungjawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan sebagai sumber belajar.

7. Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri sendiri (self evaluation).

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita yang mencakup iklim dan geografis, tempat tinggal, adat istiadat dan lain-lain yang senantiasa

(10)

1. Lingkungan keluarga 2. Lingkungan sekolah, dan 3. Lingkungan masyarakat

Adapun dari ketiga lingkungan diatas semuanya punya pengaruh dan saling berhububgan dalam pendidikan. Keluarga sebagai peletak dasar-dasar pendidikan dirumah tangga, terutama dalam segi pembentukan kepribadian, nilai-nilai luhur moral dan agam sejak kelahiranya. Kemudian dilanjutkan dan dikembangkan dengan berbagai materi pendidikan berupa ilmu dan ketrampilan yang dilakukan oleh sekolah. Demikian pendidikan di masyarakat ikut pula mengontrol,

menyalurkan, membina serta meningkatkanya. B. Saran

Melalui makalah ini diharapkan pembaca dapat lebih mengerti dan peduli terhadap lingkungan yang berpengaruh pada praktek pendidikan, karena dari lingkungan-lingkungan pendidikan tersebut akan terbentuk kepribadian seorang individu.

Referensi

Dokumen terkait

d) Panaskan kembali makanan yang masak secara menyeluruh. C) dalam masa yang lama, mikroba akan berkembang dan menjadi penyebab penyakit. Ini merupakan perlindungan terbaik

Berdasarkan analisis data secara menyeluruh antara variabel pola asuh orang tua yang bekerja (demokratis, otoriter, permisif dan penelantar) dengan variabel perkembangan

Teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini, telah mendorong perkembangan teknologi gadget.Hal ini juga yang menyebabkan munculnya kemajuan pada perangkat keras dan

haknyaagar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkatdan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan

Manusia merupakan makhluk sosial yang akan terus tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya usia mereka. Perkembangan manusia terjadi secara bertahap, baik dari fisik

Berdasarkan penjelasan tersebut hendaknya tugas perkembangan siswa di sekolah perlu ditingkatkan agar siswa mampu mencapai tugas perkembangan secara optimal, karena dengan

diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang bermakna secara statistik antara suhu udara yang optimal (20 – 25 O C) bagi perkembangan bakteri Leptospira dengan

Arjuna Utara No.9, Kebon Jeruk TolTomang, Jakarta Barat 11510 [email protected] Abstrak Teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini, telah mendorong perkembangan