• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISU ISU PEREMPUAN DALAM AGAMA AGAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ISU ISU PEREMPUAN DALAM AGAMA AGAMA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

ISU-ISU PEREMPUAN

DALAM AGAMA-AGAMA

RISWANDI YUSUF PUTRIANA SALLAMAH

(2)
(3)

Persfektif Islam

Al-Quran memberikan hak-hak kepada

perempuan sebagaimana hak yang diberikan kepada kaum laki-laki, faktor yang dijadikan pertimbangan dalam hal ini hanyalah kemampuan dan terpenuhinya kriteria untuk menjadi pemimpin.

Bahkan bila perempuan mampu dan

(4)

 Indikasi Bolehnya menjadi pemimpin (perempuan

dan laki-laki) dalam Islam di jelaskan dalam Q. S. At- Taubah : 71, “dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong (pemimpin) bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi maha Bijaksana”.

Dari ayat di atas dapat disimpulkan, bahwa al

(5)

 Selain itu, pengangkatan tema ratu Balqis

(6)

 Akan tetapi, Jumhur ulama berpendapat

(7)

 Menurut Jawwad Mughniyah dalam tafsir

al Kasyif, pada ayat pertama di atas, sesungguhnya hanya membicarakan

masalah kehidupan suami-Istri dan sama selaki tidak ada hubungannya dengan

masalah kepemimpinan di luar rumah.

 Karena itu dalam al-Qur’an dan

(8)

 Kemudian, Hadis Abu Bakrah yang diriwayatkan

oleh bukhori ahmad nasai’, dan at timidzi, bahwa rosulullah bersabda: “Tidak akan bahagia sesuatu kaum yang mengangkat

sebagai pemimpin mereka seorang perempuan”

 Komentar Nabi ini ditujukan kepada bangsa

Parsi yang dipimpin oleh seorang wanita. Akan tetapi komentar Nabi saw tersebut hanya

berlaku dan ditujukan kepada bangsa parsi yang pada saat itu dengan setting sosial

masyarakat di mana perempuan secara umum masih memprihatinkan dan belum

memungkinkan untuk tampil sebagai pemimpin. Karena itu, arti hadis tersebut tidak dapat

(9)

Persfektif Kristen

Di Alkitab ada beberapa ayat yang menyinggung peranan pria dan wanita dalam konteks

kepemimpinan (1 Korintus 11:2-16; 14:33-35). Namun, yang paling gamblang adalah bagian yang ditulis oleh Rasul Paulus, "Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran

dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri." (1 Timotius 2:11-12). Kata

(10)

 Dalam ayat ini, alasan Paulus melarang

seorang wanita memimpin dan mengajar, adalah bukan karena posisi wanita yang lebih rendah kedudukannya dari pria

pada masa itu, tetapi adalah karena: 1. Secara hirarki pria lebih tinggi dari

wanita (sekali lagi bukan derajat yang

berbeda), dan hirarki ini ditetapkan Allah dengan Adam yang diciptakan terlebih dahulu.

2. Wanita telah tergoda terlebih dahulu sehingga jatuh dalam dosa, maka pria sebagai implikasinya mempunyai

(11)

Akan tetapi ada juga pandangan

yang menempatkan kepemimpinan

laki-laki sebagai hukum alam yang

merupakan ketentuan Tuhan,

dengan merujuk pada ayat 1

korintus 11: 3, 8, “kepala dari tiap

laki-laki adalah kristus, kepala dari

perempuan adalah laki-laki, dan

(12)

Dari ayat di atas, mereka meyakini

bahwa kepemimpinan laki-laki adalah

sifat yang melekat secara natural dan

dikehendaki oleh Tuhan. Karena itu

menempatkan perempuan sebagai

kelas dua merupakan keharusan, dan

beragam upaya untuk menempatkan

perempuan setara dengan laki-laki di

anggap sebagai perbuatan yang

melanggar ketentuan Tuhan. Bila itu

terus dilakukan maka akan

(13)

Isu-isu kepemimpinan

perempuan dalam gereja

 Gereja Inggris anglikan secara resmi

menyetujui rancangan undang-undang

yang memperbolehkan perempuan untuk menjadi uskup.

 Rola Sleiman, Pendeta Perempuan

(14)

Persfektif Yahudi

 Wanita dalam pandangan agama Hindu

(15)

KEKERASAN DALAM

RUMAH TANGGA

(16)

KDRT DALAM ISLAM

 KDRT dalam Islam terdapat dalam al-Quran

surah an-Nisa ayat 34, “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.”

 ayat tersebut bukan mewajibkan suami

memukuli istri, melainkan sebatas izin melakukan sanksi pemukulan dalam konteks mendidik (ta’dib) terhadap istri yang nusyuz.

(17)

 Aisyah RA berkata, “Rasulullah SAW tidak

sekalipun memukul sesuatu dengan tangannya, tidak wanita, tidak pula pembantu kecuali dalam keadaan jihad di jalan Allah” (HR. Muslim).

 Meskipun surat An-Nisa’ 34 membolehkan suami

memukul istri dalam rangka mendidik, akan tetapi tidak asal memukul, melainkan dengan syarat, batasan dan ketentuan,antara lain:

1. ia dilakukan kepada istri ketika nusyuz, yakni

durhaka dengan tidak menaati suami dalam batas-batas tertentu. Jika istri belum terbukti nusyuz maka suami belum boleh melakukannya.

(18)

lanjutan

(19)

lanjutan

3. Kalaupun dengan nasihat belum cukup maka masih ada langkah kedua yang mesti dilalui yaitu berpisah darinya di tempat

tidur. Pada tahap ini, kalau sang istri adalah muslimah shalihah yang terbukti dia

(20)

lanjutan

4. Kalau tahap-tahap tersebut belum cukup untuk menyadarkan sang istri, maka diperbolehkan

melakukan sanksi pemukulan dalam rangka

mendidik, memperbaiki, dan meluruskan. Karena tujuannya untuk mendidik, bukan menyakiti,

misalnya meninju dengan kepalan tangan hingga terluka berdarah-darah untuk melampiaskan

amarah dan dendam kesumat. Memukul yang

dibolehkan adalah pukulan ghairu mubarrihi, yaitu yang tidak melukai dan tidak mematahkan, tidak melukai daging dan tidak mematahkan tulang. Dan yang terpenting, tidak boleh memukul anggota

(21)

KDRT DALAM KRISTEN

 KDRT dari sudut pandang Etika Kristen Jika

dihubungkan dengan ajaran Etika Kristen, tentang KDRT tidak ada ditemukan. Di dalam Alkitab

Perjanjian Baru banyak kita baca tentang

ajaran yang berhubungan dengan rumah tangga Kristen yang mengutamakan KASIH. Maka dapat kita lihat bahwa Alkitab banyak sekali

mengajarkan kepada setiap keluarga tentang tindakan preventif (pencegahan) agar sebuah

(22)

 Hal-hal yang menentukan kebahagiaan sebuah keluarga

Kristen sekaligus menjadi anti terjadinya KDRT yaitu

:-1. Saling menasehati

2. Saling menghibur

3. Saling membela

4. Sabar seorang terhadap yang lain

5. Saling mengampuni

6. Saling berbuat baik

(23)

menurut Pendeta Yacob Nahuway, satu-satunya yang

menjadi obat apabila terjadi KDRT adalah KASIH, karena dengan KASIH akan membuahi 4 (empat) pokok

penyelesaian yaitu

:-1. Kasih membuat kita melihat setiap orang dalam keluarga adalah orang-orang penting dan istimewa.

2. Kasih membuat kita melihat apa yang menjadi prioritas di dalam keluarga.

3. Kasih itu tidak sombong, karena kesombongan pribadi menghancurkan keluarga.

4. Kasih membuat kita rela mengorbankan apa saja demi keluarga bahagia

 

(24)

PERSFEKTIF HINDU

 Tidak ada satupun kitab suci Hindu yang

membenarkan adanya kekerasan dalam rumah tangga, demikian pula halnya dalam weda telah

dinyatakan dan ditentukan bagaimana menjadi suami dan istri yang baik, selalu menjauhkan kroda dalam lingkungan rumah tangga, menanakan sifat satya terhadap pasangan.

 Seperti yang disabdakan hyang widhi dalam Atharvaveda.XIV.2.43

Wahai pasangan suami istri

(25)

kebanyakan yang menjadi korban KDRT adalah kaum wanita, hal ini terjadi Karena adanya

anggapan bahwa kaum wanita adalah kaum yang lemah, inilah anggapan yang telah salah

ditanamkan dalam pribadi manusia, karena veda tidak membenarkan hal itu seperti apa yang

disabdakan veda dalam Manawadharma Sastra Sloka 57:

Dimana warga wanitanya hidup dalam kesedihan , keluarga itu cepat akan hancur,

Referensi

Dokumen terkait

Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran pada konsep sistem pernapasan, siswa juga memberikan repon positif terhadap penilaian keterampilan kolaborasi

Hasil penelitian menunjukkan tidak bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) terhadap fenomena kelenturan fenotipik dalam sifat-sifat reproduksi (umur dewasa kelamin,

Atas dasar latar belakang yang dikemukakan di atas, pertanyaan utama yang muncul adalah: “Bagaimana diversifikasi kurikulum di bumi Nusantara tercinta ini diwujudkan?”. Apabila

dan inspirasi setiap kegiatan, pendidikan akan menempati posisi strategis melampaui pendidikan lainnya yang tidak bersumber pada kitab suci.[82] Konsep ini mempertegas bahwa

Walaupun tidak ada perberbedaan pad hari ke-21, jika di lihat perbedaan rata rata dari ke dua kelompok tersebut yaitu nilai rata rata salep binahong dosis 50% yaitu 15,67 dan

Telah dikemukakan bahwa teori atribusi untuk mengembangkan penjelasan dari cara-cara kita menilai orang secara berlainan, bergantung pada makna apa yang kita hubungkan kesuatu

Mereka yang kebutuhannya terpenuhi oleh toko kain setempat dan yang mungkin tidak bersedia atau tidak bisa melakukan perjalanan melintasi negara bagian

Populasi dalam penelitian ini berupa unsur budaya yang ada pada teks sumber (Bsu) pada strategi penerjemahan kultural kitab Min Mukhallafātin Al-Nisā’ karya Abdul Aziz