Perencanaan Sumber Daya Manusia Pada Dinas Kesehatan Kota
Pekanbaru
Mata kuliah : Perencanaan
Dosen Pengampu : Bunga Chintia Utami S.IP ME
Disusun Oleh:
Fransiska Sianturi 1463201240
Miftakhul Khusna 1463201205
Yuli Yanti Clara 1463201236
Chairunissa Jamal 1463201248
Nora Yanti Ika Sella Pratiwi
Jurusan Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Lancang Kuning
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan kesehatan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dan disadari sejak dini, karena pembangunan kesehatan tersebut merupakan sesuatu keadaan yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia sehari-hari. Pembangunan kesehatan merupakan suatu bentuk perhatian masyarakat bersama pemerintah dalam membangun suatu daerah yang jauh dari penyakit.
Perencanaan sumber daya manusia pada umumnya juga menyangkut terhadap tingkat kesehatan dari seseorang yang akan diikut sertakan dalam hal tersebut makan pembangunan kesehatan dan perencaan sumber daya manusia merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan.
Dinas kesehatan kota pekanbaru merupakan suatu dinas pemerintah yang juga melaksanakan perencanaan sumber daya manusia dalam merekrut kepegawaian di Dinas tersebut. Dinas kesehatan Kota Pekanbaru menemui kendala dalam proses manajemennya, kendala tersebut adalah kendala yang berasal dari dalam dinas itu tersebut dan juga kendala yang berasal dari luar.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka dapatlah ditarik permasalahan yang sesuai adalah bagaimana proses terjadinya perencanaan sumber daya manusia pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
C. Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapatlah disimpulkan bahwa tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya perencanaan sumber daya manusia pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
BAB II
TEORI PENDUKUNG
A. Teori perencanaan dan manajemen
datang. Pada model ini terdapat lima komponen yang dimana adalah tujuan dari sumber daya manusia, perencanaan organisasinya, mengauditkan sumber daya manusia, peramalan sumber daya manusia dan pelaksanaan sumber daya manusia tersebut (sikula dalam buku mangkunegara, 2005)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses perencanaan sumber daya manusia adalah lingkungan dari dalam yang dimana lingkungan dari dalam tersebut termasuklah perkembangan ekonomi, kondisi sosial politik hukum, perubahan-perubahan teknologi terbaru, dan para pesaing. Yang kedua adalah keputusan-keputusan yang ada pada organisasi yang dimana termasuklah rencana strategik, menterjemahkan rencana-rencana strategik dalam jangka panjang, penjualan dan produksi, perluasan usaha, reorganisasi atau perancangan kembali. Dan yang terakhir adalah faktor persediaan karyawan yang dimana termasuk permintaan sumber daya manusia yang telah dirubah pada kegiatan-kegiatan karyawan pensiun, permohonan perberhentian diri, terminasi, dan angka kematian. (Handoko, 1997)
pemanfaatan sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas-tugas yang sekarang, tetapi setidaknya ada hubungannya dengan empat kepentingan dimasa depan yaitu promosi karyawan, peningkatan kemampuan, wilayah kerja. (rivai, 2004)
Dari perencanaan sumber daya manusia yang telah telah mantap efektivitas kerja juga dapat lebih ditingkatkan dimana sumber daya manusia yang ada telah sesuai dengan kebutuhan pada perusahaan.
Produktivitas dapat ditingkatkan apabila perusahaan memiliki data-data tentang pengetahuan pada pekerjaan, pelatihan yang diikuti oleh sumber daya manusia.
Perencanaan sumber daya manusia berhubungan dengan penentuan dari kebutuhan tenaga kerja di masa yang akan datang, yang dalam artiannya jumlah dan kualifikasinya untuk mengisi berbagai jabatan yang diperlukan.
Segi sumber daya manusia saat ini dirasa sangat penting adalah penanganan informasi ketenagakerjaan, dari tersedianya informasi yang akurat akan semakin penting bagi perusahaan.
Kegiatan awal yang dilakukan dalam melakukan perencanaan adalah penelitian, pemahaman yang tepat tentang situasi pasar kerja adalah permintaan pemakai, jumlah pencari kerja.
Rencana sumber daya manusia adalah dasar untuk penyusunan program kerja dalam menangani sumber daya manusia di perusahaan, salah satu hal dalam program kerja adalah pengadaan karyawan baru dalam memperkuat tenaga kerja.
digunakan untuk membantu perusahaan dan yang memerlukan sumber daya manusia.
menghitung load pekerjaan seseorang dalam satu periode waktu tertentu, Untuk menghitung kebutuhan jumlah tenaga kerja dalam suatu proses atau departemen, Untuk proses pengajuan penambahan/pengurangan tenaga kerja, Sebagai sarana pendukung untuk pengajuan kenaikan gaji/intensif, Sebagai alat evaluasi aplikasi teknologi yang dapat mengurangi beban kerja. Berbicara tentang beban kerja, tentu tidak terlepas dengan standar kerja, karena Standar kerja (labor standars) adalah jumlah waktu yang harus digunakan untuk melaksankan kegiatan tertentu dibawah kondisi kerja normal. Dengan pengukuran kerja maka organisasi dapat melakukan evaluasi pelaksanaan kerja karyawan, merencanakan kebutuhan tenaga kerja, menentukan tingkat kapasitas, menentukan harga atau biaya suatu produk, memperbandingkan metoda-metoda kerja, memudahkan scheduling operasi-operasi bahkan dapat dijadikan dasar untuk menentapkan upah insentif. Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan standar kerja, namun yang paling populer dan mudah diterapkan adalah metode studi waktu (time study), dengan menggunakan studi waktu, seorang analis mengambil suatu sampel kecil dari satu kegiatan karyawan dan menggunakannya untuk menentukan suatu standar bagi organisasi keseluruhan. Adapun prosedur dalam penggunaan studi waktu adalah : Menentukan jumlah siklus Dimana,
n = Besarnya sampel pendahuluan x = waktu-waktu yang dicatat stopwatch h = setengah interval ketelitian
z = deviasi standar normal untuk tingkat kepercayaan yang diinginkan
Perhitungan waktu normal
Untuk membuat waktu terpilih dapat diterapkan untuk semua karyawan, suatu ukuran kecepatan/rating factor (RF) harus dimasukkan untuk menormalkan pekerjaan. Aplikasi RF tertentu pada waktu terpilih disebut waktu normal.
BAB III
PEMBAHASAN
Sumber daya manusia atau tenaga kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional dibidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau tidak, yang untuk jenis tertentu memerlukan upaya kesehatan. Sumber daya manusia atau tenaga kesehatan berperan sebagai perencana, penggerak sekaligus pelaksana pembangunan kesehatan sehingga tanpa tersedianya tenaga dalam jumlah dan jenis yang sesuai, maka pembangunan kesehatan tidak akan daat berjalan secara optimal. Sumber daya manusia kesehatan juga merupakan tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung atau penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya seperti dalam upaya dan manajemen kesehatan.
Kebijakan tentang pendayagunaan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kebijakan sektor lain, seperti kebijakan sektor ketenagakerjaan, kebijakan sektor pendidikan, sektor keuangan dan peraturan kepegawaian. Kebijakan sektor kesehatan yang berpengaruh terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan antara lain kebijakan tentang arah dan strategi pembangunan kesehatan, kebijakan tentang pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan kebijakan tentang pembiayaan kesehatan.
B. Perkembangan dan Hambatan Situasi Sumber Daya Manusia Kesehatan 1. Ketenagaan
yang berpendidikan SPK serta sederajat minim terhadap pelatihan teknis.
2. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan terhadap pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor utama didalam peningkatan pelayanan kesehatan, baik untuk belanja modal maupun belanja barang.
3. Sarana Kesehatan Dasar
Ketersediaan sarana kesehatan yang cukup secara jumlah bangunan yang menggambarkan unit sarana pelayanan kesehatan yang bermutu baik bangunan utama, pendukung dan sanitasi kesehatan lingkungan.
C. Tatanan Sumber Daya Manusia dalam Kesehatan
Dalam sistem kesehatan nasional terdapat subsistem sumber daya manusia kesehatan yang merupakan tatanan yang menghimpun bentuk dan cara penyelenggaraan upaya pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan yang meliputi upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, serta pembinaan daan pengawasan sumber daya manusia kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangungan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Jadi tatanan sumber daya manusia dalam kesehatan antara lain:
1. Upaya Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Perencanaan sumber daya manusia kesehatan dilakukan berdasarkan pada fakta melalui peningkatan sistem informasi sumber daya manusia kesehatan.
2. Upaya Pengadaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia kesehatan mengacu pada standar pelayanan dan standar kompetensi sumber daya manusia kesehatan dan didukung oleh etika profesi sumber daya manusia kesehatan tersebut.
3. Upaya Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Keehatan
Pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan upaya penematan tenaga kesehatan yang ditujukan untuk mencapai pemerataan yang berkeadilan dalam pembangunan kesehatan. Pemerintah melakukan rekrutmen dan penempatan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung kesehatan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan dan menjalankan tugas dan fungsi institusinya.
terjadinya pelanggaran disiplin melalui pengawasan melekat dan pengawasan profesi.
BAB IV DASAR HUKUM
Rencana strategis (renstra) 2014-2019 Dinas Kesehatan Provinsi Riau
Sumber Daya Dinas Kesehatan Provinsi Riau a. Tenaga Kesehatan
Untuk melaksanakan urusan wajib kesehatan pada tahun 2014 Dinas Kesehatan Provinsi Riau didukung oleh pegawai dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah dan status kepegawaian
Pegawai dilingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riaupada tahun 2014 berjumlah 423 orang yang terdiri dari PNS 421 orang, CPNS 2 orang, PHL 45 orang. Petugas pegawai tersebut ditugaskan di Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan 4 UPT yang ada, dengan rincian
c. UPT Labkesling : PNS 43 orang
d. UPT Pelitkes : PNS 37 orang
e. UPT Akkes Rengat : PNS 3 orang
Pendidikan dan Golongan Kepegawaian
a. Golongan IV : 29 orang b. Golongan III : 267 orang c. Golongan II : 112 orang d. Golongan I : 3 orang
Sedangkan berdasarkan pendidikan terakhir dapat pula dirinci sebagai berikut:
a. Berpendidikan S2 (Pasca Sarjana) : 38 orang b. Berpendidikan S1 (Sarjana) : 142 orang
c. Berpendidikan DIV : 15 orang
d. Berpendidikan D3 : 108 orang
e. Berpendidikan SLTA : 101 orang
f. Berpendidikan SLTP : 1 orang
g. Berpendidikan SD : 6 orang
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung dialam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Sumber daya manusia kesehatan merupakan tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan strategis dan tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung atau penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya.
B. Saran
Makalah ini masih belum lengkap dan ringkas. Dengan makalah ini penyusun mengharapkan setiap mahasiswa mau memberikan kritikan dan saran untuk memaksimalkan keberhasilan makalah selanjutnya. Karena kritik dan saran kalian semua berarti bagi penyusun. Semoga makalah ini berguna bagi pendidikan kita agar lebih maju.
DAFTAR PUSTAKA