• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas dan kemandirian terhadap psikologi (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas dan kemandirian terhadap psikologi (3)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Sigmund Freud .

Sigismund Schlomo Freud

Sigmund Freud pada tahun 1920. Lahir

6 Mei 1856

Freiberg, Moravia, Austria–Hongaria, sekarang Republik Ceko

Meninggal 23 September 1939 (umur 83)London, Inggris, Britania Raya Tempat tinggal Austria, Britania Raya

Kebangsaan Austria

Bidang

Neurologi Filosofi Psikiatri Psikologi Psikoterapi Psikoanalisis Literatur

Institusi Universitas Vienna Alma mater Universitas Vienna Dikenal karena Psikoanalisis

Dipengaruhi

Aristoteles, Börne, Brentano, Breuer, Charcot, Darwin, Dostoyevsky, Empedocles, Fliess, Goethe, Haeckel, Hartmann, Jackson, Jacobsen, Kant, Mayer, Nietzsche, Plato, Schopenhauer, Shakespeare, Sophocles

(2)

Gilligan, Grosz, Guattari, Habermas, Horney, Irigaray, Janov, Jones, Jung, Kandel, Khanna, Klein, Kovel, Kristeva, Lacan, Lyotard,

Marcuse, Merleau-Ponty, Mitchell, Molyneux, Paglia, Perls, Rank, Reich, Ricœur, Rieff, Sartre, Solms, Stekel, Sullivan, Trilling Penghargaan Goethe Prize

Tanda tangan

Sigmund Freud (lahir di Freiberg, 6 Mei 1856 – meninggal di London, 23 September 1939 pada umur 83 tahun) adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Konsep dari teori Freud yang paling terkenal adalah tentang adanya alam bawah sadar yang

mengendalikan sebagian besar perilaku. Selain itu, dia juga memberikan

pernyataan bahwa perilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.

Pengalaman seksual dari ibu seperti menyusui. Selanjutnya mengalami perkembangannya atau tersublimasi, hingga memunculkan berbagai perilaku lain yang disesuaikan dengan aturan norma masyarakat atau norma ayah. Setelah kolega kerjanya yang bernama Alferd Adler mengungkapkan adanya insting mati di dalam diri manusia, walaupun Freud pada awalnya menolak pernyataan Adler tersebut dengan menyangkalnya habis-habisan. Pada akhirnya Freud menyejajarkan atau tidak menunggalkan insting seksual saja yang ada di dalam diri manusia, tetapi disandingkan dengan insting mati (Thanatos).

Walaupun begitu, dia tidak pernah menyinggung bahwa sebetulnya asal teori tersebut mulanya dikemukakan oleh Adler.

(3)

mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Ketika hal masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil diungkap, penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Hal-hal ini dilakukan untuk mengembangkan sesuatu yang kini dikenal sebagai "obat dengan berbicara". Hal-hal ini menjadi unsur inti psikoanalisis. Freud terutama tertarik pada kondisi yang dulu disebut histeria dan sekarang disebut sindrom konversi.

Teori-teori Freud serta caranya mengobati pasien menimbulkan kontroversi di Wina abad kesembilan belas dan masih diperdebatkan sengit hingga sekarang. Gagasan Freud biasanya dibahas dan dianalisa sebagai karya sastra, filsafat, dan budaya umum, selain sebagai debat yang berketerusan sebagai risalah ilmiah dan kedokteran ini.

Freud merupakan tokoh menonjol terkait dengan pendapat-pendapatnya di bidang psikologi. Banyak istilah-istilahnya yang digunakan oleh umum, misalnya: ego, super ego, dan kompleks Oedipus.

Karya-karya Freud

Studies on Hysteria (with Josef Breuer) (Studien über Hysterie, 1895) Dengan Robert Fliess: The Complete Letters of Sigmund Freud to Wilhelm Fliess, 1887-1904, Publisher: Belknap Press, 1986, ISBN 0-674-15421-5 The Interpretation of Dreams (Die Traumdeutung, 1899 [1900])

The Psychopathology of Everyday Life (Zur Psychopathologie des Alltagslebens, 1901)

Three Essays on the Theory of Sexuality (Drei Abhandlungen zur Sexualtheorie, 1905)

Jokes and their Relation to the Unconscious (Der Witz und seine Beziehung zum Unbewußten, 1905)

Totem and Taboo (Totem und Tabu, 1913)

On Narcissism (Zur Einführung des Narzißmus, 1914)

Introduction into Psychoanalyze (Vorlesungen zur Einführung in die Psychoanalyse, 1917)

Beyond the Pleasure Principle (Jenseits des Lustprinzips, 1920) The Ego and the Id (Das Ich und das Es, 1923)

The Future of an Illusion (Die Zukunft einer Illusion, 1927)

Civilization and Its Discontents (Das Unbehagen in der Kultur, 1930)

Moses and Monotheism (Der Mann Moses und die monotheistische Religion, 1939)

An Outline of Psycho-Analysis (Abriß der Psychoanalyse, 1940)

(4)

On Creativity and the Unconscious: The Psychology of Art, Literature, Love, and Religion, Publisher: Harper Perennial Modern Thought, 2009, ISBN 978-0-06-171869-4.

Korespondensi

The Complete Letters of Sigmund Freud to Wilhelm Fliess, 1887-1904, (editor and translator Jeffrey Moussaieff Masson), 1985, ISBN 0-674-15420-7

The Sigmund Freud Carl Gustav Jung Letters, Publisher: Princeton University Press; Abr edition , 1994, ISBN 0-691-03643-8

The Complete Correspondence of Sigmund Freud and Karl Abraham, 1907-1925, Publisher: Karnac Books, 2002, ISBN 1-85575-051-1

The Complete Correspondence of Sigmund Freud and Ernest Jones, 1908-1939., Belknap Press, Harvard University Press, 1995, ISBN 0-674-15424-X The Sigmund Freud Ludwig Binswanger Letters, Publisher: Open Gate Press, 2000, ISBN 1-871871-45-X

The Correspondence of Sigmund Freud and Sándor Ferenczi, Volume 1, 1908-1914, Belknap Press, Harvard University Press, 1994, ISBN 0-674-17418-6 The Correspondence of Sigmund Freud and Sándor Ferenczi, Volume 2, 1914-1919, Belknap Press, Harvard University Press, 1996, ISBN 0-674-17419-4 The Correspondence of Sigmund Freud and Sándor Ferenczi, Volume 3, 1920-1933, Belknap Press, Harvard University Press, 2000, ISBN 0-674-00297-0 The Letters of Sigmund Freud to Eduard Silberstein, 1871-1881, Belknap Press, Harvard University Press, ISBN 0-674-52828-X

Sigmund Freud and Lou Andreas-Salome; letters, Publisher: Harcourt Brace Jovanovich; 1972, ISBN 0-15-133490-0

The Letters of Sigmund Freud and Arnold Zweig, Publisher: New York University Press, 1987, ISBN 0-8147-2585-6

Letters of Sigmund Freud - selected and edited by Ernst Ludwig Freud, Publisher: New York: Basic Books, 1960, ISBN 0-486-27105-6

Biografi

 Helen Walker Puner, Freud: His Life and His Mind (1947)

 Ernest Jones, The Life and Work of Sigmund Freud, 3 vols. (1953–1958)  Henri Ellenberger, The Discovery of the Unconscious (1970)

 Frank Sulloway, Freud: Biologist of the Mind (1979)

 Jeffrey Moussaieff Masson. The Assault on Truth: Freud's Suppression of the Seduction Theory, Ballantine Books (November 2003), ISBN 0-345-45279-8  Peter Gay, Freud: A Life for Our Time (New York: W. W. Norton & Company, 1988)

 Louis Breger, Freud: Darkness in the Midst of Vision (New York: Wiley, 2000)

(5)

Alfred Adler

Lahir 7 Februari 1870Rudolfsheim, Austria Meninggal 28 Mei 1937Aberdeen, Skotlandia Tempat tinggal Austria

Kebangsaan Austria

Suku Yahudi

Pekerjaan Psikiatris

Dikenal karena Psikologi Individual Pasangan Raissa Epstein

Alfred Adler adalah seorang psikolog dan fisikawan yang mengembangkan teori psikologi individual. Adler menyatakan ada satu daya motivasi yang

memengaruhi semua bentuk perilaku dan pengalaman manusia. Daya motivasi tersebut disebut "dorongan ke arah kesempurnaan". Daya tersebut mendorong manusia memenuhi semua potensi dan keinginan yang ada di dalam dirinya, sehingga seorang manusia dapat semakin dekat dengan apa yang diidealkan. Gagasan Adler ini sebenarnya dipengaruhi oleh Nietzsche.

Di sinilah poin yang menyebabkan ketidaksepakatan Adler dengan Sigmund Freud. Menurut Freud, segala sesuatu yang terjadi pada masa lalu, seperti trauma masa kecil, pasti menjadi penentu siapa orang itu pada masa kini.

(6)

Abraham Maslow

Lahir 1 April 1908Brooklyn, New York Meninggal 8 Juni 1970 (umur 62)California Kebangsaan Amerika

Bidang Psikologi

Institusi

Cornell University Brooklyn College Brandeis University Alma mater University of Wisconsin–Madison Pembimbing

doktoral Harry Harlow Dikenal karena psikologi

(7)

Abraham Maslow (lahir 1 April 1908 – meninggal 8 Juni 1970 pada umur 62 tahun) adalah teoretikus yang banyak memberi inspirasi dalam teori

kepribadian. Ia juga seorang psikolog yang berasal dari Amerika dan menjadi seorang pelopor aliran psikologi humanistik. Ia terkenal dengan teorinya tentang hierarki kebutuhan manusia.

Abraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tanggal 1 April 1908. Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi Rusia dengan orangtua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Pada masa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang kurang berkembang dibanding anak lain sebayanya. Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam lingkungan yang mayoritas dihuni oleh non Yahudi.

Ia merasa terisolasi dan tidak bahagia pada masa itu. Ia bertumbuh di

perpustakaan di antara buku-buku.[4] Ia awalnya kuliah hukum, namun pada

akhirnya, ia memilih untuk mempelajari psikologi dan lulus dari Universitas Wisconsin. Pada saat ia berkuliah, ia menikah dengan sepupunya yang bernama Bertha pada bulan desember 1928 dan bertemu dengan mentor utamanya yaitu profesor Harry Harlow. Ia memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934. Maslow kemudian memperdalam riset dan studinya di Universitas Columbia dan masih mendalami subjek yang sama. Di sana ia bertemu dengan mentornya yang lain yaitu Alfred Adler, salah satu kolega awal dari Sigmund Freud.

Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn College. Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya yaitu Ruth Benedict seorang antropologis, dan Max Wertheimer seorang Gestalt psikolog, yang ia kagumi secara profesional maupun personal.[4] Kedua orang inilah yang kemudian

menjadi perhatian Maslow dalam mendalami perilaku manusia, kesehatan mental, dan potensi manusia.[4] Ia menulis dalam subjek-subjek ini dengan

mendalam. Tulisannya banyak meminjam dari gagasan-gagasan psikologi, namun dengan pengembangan yang signifikan. Penambahan tersebut

khususnya mencakup hirarki kebutuhan, berbagai macam kebutuhan, aktualisasi diri seseorang, dan puncak dari pengalaman. Maslow menjadi pelopor aliran humanistik psikologi yang terbentuk pada sekitar tahun 1950 hingga 1960-an. Pada masa ini, ia dikenal sebagai "kekuatan ke tiga" di samping teori Freud dan behaviorisme.

(8)

kepadanya) dan mulai menulis karya-karyanya sendiri. Di sini ia juga mulai mengembangkan konsep psikologi humanistik.

Ia menghabiskan masa pensiunnya di California, sampai akhirnya ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. Kemudian, Pada tahun 1967,

Asosiasi Humanis Amerika menganugerahkan gelar Humanist of the Year. Teori Humanistik dan Aktualisasi Diri

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan. Kehidupan keluarganya dan pengalaman hidupnya memberi pengaruh atas gagasan gagasan

psikologisnya. Setelah perang dunia ke II, Maslow mulai mempertanyakan bagaimana psikolog psikolog sebelumnya tentang pikiran manusia.[6] Walau

tidak menyangkal sepenuhnya, namun ia memiliki gagasan sendiri untuk mengerti jalan pikir manusia.

Psikolog humanis percaya bahwa setiap orang memiliki keinginan yang kuat untuk merealisasikan potensi potensi dalam dirinya, untuk mencapai tingkatan aktualisasi diri. Untuk membuktikan bahwa manusia tidak hanya bereaksi terhadap situasi yang terjadi di sekelilingnya, tapi untuk mencapai sesuatu yang lebih, Maslow mempelajari seseorang dengan keadaan mental yang sehat, dibanding mempelajari seseorang dengan masalah kesehatan mental. Hal ini menggambarkan bahwa manusia baru dapat mengalami "puncak

pengalamannya" saat manusia tersebut selaras dengan dirinya maupun sekitarnya. Dalam pandangan Maslow, manusia yang mengaktualisasikan dirinya, dapat memiliki banyak puncak dari pengalaman dibanding manusia yang kurang mengaktualisasi dirinya.

(9)

Teori hierarki kebutuhan Maslow

Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

Kebutuhan fisiologis atau dasar Kebutuhan akan rasa aman

Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi Kebutuhan untuk dihargai

Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Maslow menyebut empat kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan harga diri dengan sebutan homeostatis. Kemudian berhenti dengan sendirinya.

Maslow memperluas cakupan prinsip homeostatik ini kepada

kebutuhan-kebutuhan tadi, seperti rasa aman, cinta dan harga diri yang biasanya tidak kita kaitkan dengan prinsip tersebut. Maslow menganggap kebutuhan-kebutuhan defisit tadi sebagai kebutuhan untuk bertahan. Cinta dan kasih sayang pun sebenarnya memperjelas kebutuhan ini sudah ada sejak lahir persis sama dengan insting.

Kebutuhan Fisiologis

Pada tingkat yang paling bawah, terdapat kebutuhan yang bersifat fisiologik (kebutuhan akan udara, makanan, minuman dan sebagainya) yang ditandai oleh kekurangan (defisi) sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. Kebutuhan ini dinamakan juga kebutuhan dasar (basic needs) yang jika tidak dipenuhi dalam keadaan yang sangat ekstrim (misalnya kelaparan) bisa menyebabkan manusia yang bersangkutan kehilangan kendali atas perilakunya sendiri karena seluruh kapasitas manusia tersebut dikerahkan dan dipusatkan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasarnya itu. Sebaliknya, jika kebutuhan dasar ini relatif sudah tercukupi, muncullah kebutuhan yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman (safety needs).

(10)

Jenis kebutuhan yang kedua ini berhubungan dengan jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, situasi yang bisa diperkirakan, bebas dari rasa takut, cemas dan sebagainya. Karena adanya kebutuhan inilah maka manusia membuat peraturan, undang-undang, mengembangkan

kepercayaan, membuat sistem, asuransi, pensiun dan sebagainya. Sama halnya dengan basic needs, kalau safety needs ini terlalu lama dan terlalu banyak tidak terpenuhi, maka pandangan seseorang tentang dunianya bisa terpengaruh dan pada gilirannya pun perilakunya akan cenderung ke arah yang makin negatif. Kebutuhan Dicintai dan Disayangi

Setelah kebutuhan dasar dan rasa aman relatif dipenuhi, maka timbul kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai. Setiap orang ingin mempunyai hubungan yang hangat dan akrab, bahkan mesra dengan orang lain. Ia ingin mencintai dan dicintai. Setiap orang ingin setia kawan dan butuh kesetiakawanan. Setiap orang pun ingin mempunyai kelompoknya sendiri, ingin punya "akar" dalam

masyarakat. Setiap orang butuh menjadi bagian dalam sebuah keluarga, sebuah kampung, suatu marga, dll. Setiap orang yang tidak mempunyai keluarga akan merasa sebatang kara, sedangkan orang yang tidak sekolah dan tidak bekerja merasa dirinya pengangguran yang tidak berharga. Kondisi seperti ini akan menurunkan harga diri orang yang bersangkutan.

Kebutuhan Harga Diri

Di sisi lain, jika kebutuhan tingkat tiga relatif sudah terpenuhi, maka timbul kebutuhan akan harga diri (esteem needs). Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri, dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi,

kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.[5] Orang-orang yang

terpenuhi kebutuhannya akan harga diri akan tampil sebagai orang yang percaya diri, tidak tergantung pada orang lain dan selalu siap untuk berkembang terus untuk selanjutnya meraih kebutuhan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri (self actualization).

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi,

keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.[7]

Meta Kebutuhan dan Meta Patologi

(11)

Kebenaran Kebaikan

Keindahan atau kecantikan Keseluruhan (kesatuan) Dikotomi-transedensi

Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya) Keunikan

Kesempurnaan Keniscayaan Penyelesaian Keadilan Keteraturan Kesederhanaan

Kekayaan (banyak variasi, majemuk, tidak ada yang tersembunyi, semua sama penting)

Tanpa susah payah (santai, tidak tegang) Bermain (fun, rekreasi, humor)

Mencukupi diri sendiri Meta Patologi

Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti:

Apatisme Kebosanan Putus asa

Tidak punya rasa humor lagi Keterasingan

Mementingkan diri sendiri

Kehilangan selera dan sebagainya

(12)

Carl Gustav Jung (IPA: [ karl g staf j ŋ]) (ˈ ˈ ʊ ˈ ʊ Kesswil, 26 Juli 1875 - Küsnacht, 6 Juni 1961) adalah psikiater Swiss dan perintis psikologi analitik.

Pendekatan Jung terhadap psikologi yang unik dan berpengaruh luas ditekankan pada pemahaman "psyche" melalui eksplorasi dunia mimpi, seni, mitologi, agama serta filsafat. Bagi Jung, kepribadian merupakan kombinasi yang

mencakup perasaan dan tingkah laku, baik sadar maupun tidak sadar. Meskipun ia adalah seorang psikolog teoretis dan praktis dalam sebagian besar masa hidupnya, kebanyakan karyanya mengeksplorasi bidang lain, seperti filsafat Timur vs Barat, alkimia, astrologi, sosiologi, juga sastra dan seni. Jung juga menekankan pentingya keseimbangan dan harmoni. Ia memperingatkan bahwa manusia modern terlalu banyak mengandalkan sains dan logika dan akan

mendapat manfaat dari pengitegrasian spiritualitas serta apresiasi terhadap dunia bawah sadar.

Konsep

Konsep-konsep psikologi yang dirintis oleh Jung, meliputi: Archetype

Ketaksadaran kolektif (collective unconscious) Complex

Persona Bayangan

Anima dan Animus

Keselarasan (synchronicity)

(13)

Jean Piaget (lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun) adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss, yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Menurut Ernst von Glasersfeld, Jean Piaget adalah juga "perintis besar dalam teori konstruktivis tentang

pengetahuan". Karya Piaget pun banyak dikutip dalam pembahasan mengenai psikologi kognitif.

Piaget dilahirkan di Neuchâtel di wilayah Swiss yang berahasa Perancis.

Ayahnya, Arthur Piaget, adalah seorang profesor dalam sastra Abad Pertengahan di Universitas Neuchâtel. Piaget adalah seorang anak yang terlalu cepat menjadi matang, yang mengembangkan minatnya dalam biologi dan dunia pengetahuan alam, khususnya tentang moluska (kerang-kerangan), dan bahkan menerbitkan sejumlah makalah sebelum ia lulus dari SMA. Malah, kariernya yang panjang dalam penelitian ilmiah dimulai ketika ia baru berusia 11 tahun, dengan

diterbitkannya sebuah makalah pendek pada 1907 tentang burung gereja albino. Sepanjang kariernya, Piaget menulis lebih dari 60 buah buku dan ratusan

artikel.Piaget memperoleh gelar Ph.D. dalam ilmu alamiah dari Universitas Neuchâtel, dan juga belajar sebentar di Universitas Zürich. Selama masa ini, ia menerbitkan dua makalah filsafat yang memperlihatkan arah pemikirannya pada saat itu, tetapi yang belakangan ditolaknya karena dianggapnya sebagai karya tulis seorang remaja. Minatnya terhadap psikoanalisis, sebuah aliran pemikiran psikologi yang berkembang pada saat itu, juga dapat dicatat mulai muncul pada periode ini.

Belakangan ia pindah dari Swiss ke Grange-aux-Belles, Perancis, dan di sana ia mengajar di sekolah untuk anak-anak lelaki yang dikelola oleh Alfred Binet, pengembang tes intelegensia Binet. Ketika ia menolong menandai beberapa contoh dari tes-tes intelegensia inilah Piaget memperhatikan bahwa anak-anak kecil terus-menerus memberikan jawaban yang salah untuk

(14)

bahwa setiap orang memperlihatkan pola-pola kognisi umum yang khas dalam setiap tahap perkembangannya.) Pada 1921, Piaget kembali ke Swiss sebagai direktur Institut Rousseau di Jenewa.

Pada 1923, ia menikah dengan Valentine Châtenay, salah seorang

mahasiswinya. Pasangan ini memperoleh tiga orang anak, yang dipelajari oleh Piaget sejak masa bayinya. Pada 1929, Jean Piaget menerima jabatan sebagai Direktur Biro Pendidikan Internasional, yan tetap dipegangnya hingga 1968. Setiap tahun, ia menyusun "Pidato Direktur"nya untuk Dewan BPI itu dan untuk Konferensi Internasional tentang Pendidikan Umum, dan di dalamnya ia secara eksplisit mengungkapkan keyakinan pendidikannya.

Tahap-tahap perkembangan kognitif

Piaget menjabat sebagai profesor psikologi di Universitas Geneva dari 1929 hingga 1980 dan ia paling terkenal karena menyusun kembali teori is

perkembangan kognitif ke dalam serangkaian tahap, memperluas karya sebelumnya dari James Mark Baldwin, menjadi empat tahap perkembangan yang lebih kurang sama dengan (1) masa infancy, (2) pra-sekolah, (3) anak-anak, dan (4) remaja. Masing-masing tahap ini dicirikan oleh struktur kognitif umum yang memengaruhi semua pemikiran si anak (suatu pandangan

strukturalis yang dipengaruhi oleh filsuf Immanuel Kant).

Masing-masing tahap mewakili pemahaman sang anak tentang realitas pada masa itu, dan masing-masing kecuali yang terakhir adalah suatu perkiraan (approximation) tentang realitas yang tidak memadai. Jadi, perkembangan dari satu tahap ke tahap yang lainnya disebabkan oleh akumulasi kesalahan di dalam pemahaman sang anak tentang lingkungan nya; akumulasi ini pada akhirnya menyebabkan suatu tingkat ketidakseimbangan kognitif yang perlu ditata ulang oleh struktur pemikiran.

Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget sebagai Tahap sensorimotor: dari lahir hingga 2 tahun (anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari permanensi obyek)

Tahap pra-operasional: dari 2 hingga 7 tahun (mulai memiliki kecakapan motorik)

Tahap operasional konkret: dari 7 hingga 11 tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret)

(15)

Karya-karya penting dan keberhasilan Karya-karya penting

Piaget, J. (1950). Introduction à l’Épistémologie Génétique. Paris: Presses Universitaires de France.

Piaget, J. (1961). La psychologie de l'intelligence. Paris: Armand Colin (1961, 1967, 1991). Versi online

Piaget, J. (1967). Logique et Connaissance scientifique, Encyclopédie de la Pléiade.

Inhelder, B. dan J. Piaget (1958). The Growth of Logical Thinking from Childhood to Adolescence. New York: Basic Books.

Inhelder, B. dan Piaget, J. (1964). The Early Growth of Logic in the Child: Classification and Seriation. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1928). The Child's Conception of the World. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1932). The Moral Judgment of the Child. London: Kegan Paul, Trench, Trubner and Co.

Piaget, J. (1952). The Child's Conception of Number. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1953). The Origins of Intelligence in Children. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1955). The Child's Construction of Reality. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1971). Biology and Knowledge. Chicago: University of Chicago Press.

Piaget, J. (1995). Sociological Studies. London: Routledge.

Piaget, J. (2001). Studies in Reflecting Abstraction. Hove, UK: Psychology Press.

Karya-karya lain

Beth, E.W., dan Piaget, J. (1966). Mathematical Epistemology and Psychology. Dordrecht: D. Reidel.

Piaget, J. (1942). Les trois structures fondamentales de la vie psychique:

rythme, régulation et groupement. Rev. Suisse de Psychologie Appliquée, 1/2 9– 21.

Piaget, J. (1948). Où va l’éducation? UNESCO.

Piaget, J. (1951). Psychology of Intelligence. London: Routledge and Kegan Paul

Piaget, J. (1953). Logic and Psychology. Manchester: Manchester University Press.

(16)

Piaget, J. (1966). Nécessité et signification des recherches comparatives en psychologie génétique. Journal International de Psychologie, 1 (1): 3-13. Piaget, J. (1970). Structuralism. New York: Harper & Row.

Piaget, J. (1972). Psychology and Epistemology: Towards a Theory of Knowledge. Harmondsworth: Penguin.

Piaget, J. (1972). Insights and Illusions of Philosophy. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1974). Experiments in Contradiction. Chicago: University of Chicago Press.

Piaget, J. (1974). The Place of the Sciences of Man in the System of Sciences. New York: Harper and Row, Publishers.

Piaget, J. (1975). The Origin of the Idea of Chance in Children. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1977). The Grasp of Consciousness. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1978). Success and Understanding. London: Routledge and Kegan Paul.

Piaget, J. (1979). Behaviour and Evolution. London: Routledge and Kegan Paul. Piaget, J. (1980). Adaptation and Intelligence. London: University of Chicago Press.

Piaget, J. (1980). Les Formes Élémentaires de la Dialectique. Paris, Editions Gallimard.

Piaget, J. (1981). Intelligence and Affectivity. Their Relationship during Child Development. Palo Alto: Annual Reviews.

Piaget, J. (1983). Piaget's theory. Dalam P. Mussen (ed.). Handbook of Child Psychology. ed. ke-4. Vol. 1. New York: Wiley.

Piaget, J. (1985). The Equilibration of Cognitive Structures: The Central Problem of Intellectual Development. Chicago: University of Chicago Press. Piaget, J. (1987). Possibility and Necessity. 2 vol. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Piaget, J. (2000). Commentary on Vygotsky. New Ideas in Psychology, 18, 241-59.

Piaget, J., dan Garcia, R. (1989). Psychogenesis and the History of Science. New York: Columbia University Press.

Piaget, J., dan Garcia, R. (1991). Towards a Logic of Meanings. Hillsdale, N.J.: Lawrence Erlbaum Associates.

Piaget, J., dan Inhelder, B. (1962). The Psychology of the Child. New York:Basic Books

Piaget, J., dan Inhelder, B. (1967). The Child’s Conception of Space. New York: W.W. Norton.

Jabatan

1921-25 Direktur Penelitian, Institut Jean-Jacques Rousseau, Geneva

(17)

1929-39 Direktur Sejarah Pemikiran Ilmiah, Universitas Geneva 1929-67 Direktur, Biro Pendidikan Internasional, Geneva

1932-71 Direktur, Institut Ilmu-ilmu Pendidikan, Universitas Geneva

1938-51 Profesor Psikologi Eksperimen dan Sosiologi, Universitas Lausanne 1939-51 Profesor Sosiologi, Universitas Geneva

1940-71 Profesor Psikologi Eksperimen, Universitas Geneva 1952-64 Profesor Psikologi Genetika, Sorbonne, Paris

1955-80 Direktur, Pusat Internasional untuk Epistemologi Genetika, Geneva 1971-80 Profesor Emeritus, Universitas Geneva

Teori-teori tahapan Piagetian dan pasca-Piagetian

 Tahap-tahap historis dalam pemikiran keagamaan dan ilmiah oleh Michael Barnes (Barnes 2000)

 Teori pemikiran pra-sejarah dan kuno Peter Damerow (Damerow 1995)  tahap-tahap pemahaman dari Kieran Egan

 Tahap perkembangan iman James W. Fowler  Tahap sejarah seni Suzy Gablik (Gablik 1977)

 Tahap sejarah pemahaman moral kognitif Christopher Hallpike (Hallpike 1979, 2004)

 Tahap-tahap perkemba ngan moral menurut Lawrence Kohlberg

Teori Don Lepan tentang asal usul pemikiran dan darama modern (LePan 1989) Teori Charles Radding tentang perkembangan intelektual Abad Pertengahan (Radding 1985)

Tahap-tahap sejarah R.J. Robinson (Robinson 2004)

(18)

Lahir 8 Januari 1902

Oak Park, Illinois, Amerika Serikat Meninggal 4 Februari 1987San Diego, California, Amerika Serikat Kebangsaan Amerika Serikat

Bidang Psikologi Institusi

Universitas Ohio State Universitas Chicago

Universitas Wisconsin–Madison

Alma mater Universitas Wisconsin–MadisonTeachers College, Universitas Columbia

Dikenal karena

Pendekatan yang berpusat pada manusia (e.g., Terapi yang berpusat pada Klien, Pembelajaran yang berpusat pada murid)

Dipengaruhi Otto Rank, Kurt Goldstein

Penghargaan

Penghargaan untuk Distinguished Scientific

Contributions to Psychology (1956, APA); Award for Distinguished Contributions to Applied Psychology as a Professional Practice (1972, APA); 1964 Humanist of the Year (American Humanist Association)

Carl Rogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien (client centered). Rogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun-tahun.[2] Teori

(19)

mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara ], kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.

Biografi

Rogers dilahirkan pada tanggal 8 Januari, 10902, di Oakpark, Illinois, pinggiran kota Chicago. Ayahnya, Walter A. Rogers, seorang pekerja teknik sipil dan ibunya, Julia M. Cushing,[3][4] seorang ibu rumah tangga dan seorang Kristen Pentakostal yang setia. Carl adalah anak keempat dari enam bersaudara. Rogers merupakan seorang yang cerdas dan dapat membaca dengan baik sebelum menginjak TK. Dengan pendidikannya yang sangat ketat secara religius serta lingkungannya sebagai anak altar di rumah pendeat Jimpley, ia menjadi orang yang terisolasi, independen, disiplin, dan mendapatkan

pengetahuan serta apresiasi dari metode ilmiah di dunia praktis. Pilihan pertama kariernya adalah agrikultur, di Universitas Wisconsin-Madison, di mana ia menjadi bagian dari persaudaraan Alpha Kappa Lambda, diikuti dengan sejarah, lalu agama. Pada usia yang ke-20, saat perjalannya ke Peking, Cina tahun 1922, untuk mengikuti konferensi internasional Kristen, ia mulai meragukan

keyakinan agamanya. Untuk menolongnya memperjelas dalam memilih karier, ia mengikuti sebuah seminar yang bertemakan "Mengapa Saya Memasuki Pelayanan?", yang kemudian membuatnya mengubah kariernya. Tahun 1924, ia lulus dari Universitas Wisconsin dan mendaftar ke Union Theological Seminary.

Setelah dua tahun lulus dari seminari, ia pergi ke Teachers College, Columbia University, mendapatkan gelar M.A. di tahun 1928 dan Ph.D di tahun 1931. Sementara ia menyelesaikan pekerjaan doktoralnya, ia terlibat dalam studi tentang anak. Tahun 1930, Rogers bekerja sebagai direktur Society for the Prevention of Cruelty to Children di Rochester, New York. Dari tahun 1935-1940 ia mengajar di University of Rochester dan menulis The Clinical

Treatment of the Problem Child (1938), yang berdasarkan pengalamannya saat bekerja dengan anak-anak bermasalah. Dalam mengkonstruksi pendekatan client-centered, ia sangat dipengaruhi oleh praktik psikoterapi post-Fruedian dari Otto Rank.[6] Tahun 1940, Rogers menjadi profesor psikologi klinis di Ohio

(20)

Tahun 1945, ia diundang untuk mendirikan pusat konseling di University of Chicago. Tahun 1947, ia terpilih menjadi presiden dari American Psychological Association. Sementara ia menjadi profesor psikologi di University of Chicago (1945-1957), Rogers membantu mendirikan pusat konseling yang berhubungan dengan universitas dan di sana ia melakukan riset untuk menentukan keefektifan metodenya. Penemuan-penemuan dan teori-teorinya muncul di dalam buku Client-Centered Therapy (1951) dan Psychotherapy and Personality Change (1954). Seorang mahasiswa S-2 binaannya di University of Chicago, Thomas Gordon, mendirikan gerakan Parent Effectiveness Training (P.E.T). Tahun 1956, Rogers menjadi presiden pertama American Academy of Psychotherapists. Ia mengajar psikologi di University of Wisconsin, Madison (1957-1963), yang juga pada saat itu, ia menuliskan bukunya yang terkenal, On Becoming a

Person (1961). Carl Rogers dan Abraham Maslow (1908-1970) menjadi pionir gerakan psikologi humanistik yang mencapi puncaknya tahun 1960-an. Pada tahun 1961, ia dipilih sebagai anggota American Academy of Arts and Sciences.

Teori Rogers

Teori Rogers didasarkan pada suatu "daya hidup" yang disebut kecenderungan aktualisasi. Kecenderungan aktualisasi tersebut diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap diri makhluk hidup dan bertujuan mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin. Jadi, makhluk hidup bukan hanya bertujuan bertahan hidup saja, tetapi ingin memperoleh apa yang terbaik bagi keberadaannya. Dari dorongan tunggal inilah, muncul keinginan-keinginan atau dorongan-dorongan lain yang disebutkan oleh psikolog lain, seperti kebutuhan untuk udara, air, dan makanan, kebutuhan akan rasa aman dan rasa cinta, dan sebagainya. Selain itu Rogers juga dikenal di kalangan psikologi dengan teori psikoterapinya. Di dalam teorinya ini, Rogers selalu menghindari pengarahan (direktif). Istilah klien digunakannya untuk menggantikan istilah pasien untuk menunjukkan adanya hubungan yang sejajar antara orang yang melakukan terapi dan yang diterapi, dan bahwa yang diterapi itu adalah orang sehat, orang yang punya wawasan dan bukan orang yang sakit. Selanjutnya, klien harus diterima sebagaimana adanya, sementara ia pun harus terbuka dengan kliennya. Melalui hubungan yang saling menerima, dan melalui upaya bersama antara klien dengan orang yang melakukan terapi, diusahakan menggali semua pengalaman dan perasaan klien untuk tercapainya keseimbangan antara

(21)

Hans Eysenck

Hans Jürgen Eysenck

Lahir 4 Maret 1916Berlin, Jerman Meninggal 4 September 1997London Kewarganegaraan Inggris

Kebangsaan Jerman

Bidang Psikologi

Institusi Institute of Psychiatry Alma mater University College London

(UCL) Pembimbing

doktoral Cyril Burt

Mahasiswa doktoralJeffrey Alan Gray, Donald Prell Dikenal karena

intelegensi, Kepribadian, Ilmu Politik,

(22)

Hans Eysenck adalah seorang psikolog terkenal yang memakai pendekatan behaviorisme dalam melihat kepribadian manusia. Teori Eysenck sebagian besar didasarkan pada fisiologi dan genetika. Meskipun dia seorang behavioris,

namun Eysenck melihat perbedaan kepribadian lebih disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.

Salah satu metode yang dipakai Eysenck adalah teknik statistik yang disebut analisis faktor. Caranya adalah responden diberikan daftar berisi sifat-sifat manusia untuk mereka pilih sesuai kepribadian mereka. Misalnya saja, ada kata-kata "malu", "introvert", "ekstrovert", "liar", dan lain sebagainya. Orang yang pemalu pasti akan memilih kata "introvert" dan "malu" ketimbang "ekstrovert" dan "liar". Data-data tersebut menjadi bahan mentah bagi peneliti analisis faktor tersebut.

Eysenck lahir di Jerman pada tanggal 4 Maret 1916. Ketika NAZI berkuasa, ia pindah ke Inggris dan menerima gelar doktor dalam bidang psikologi dari Universitas London pada tahun 1940. Setelah Perang Dunia II usai, ia mengajar di Universitas London. Ia menulis 75 buku dan lebih dari 700 artikel.

Albert Bandura

Lahir 4 Desember 1925 (umur 90)Mundare, Alberta, Kanada Bidang psikologi

Institusi Universitas Stanford

Alma mater University of British ColumbiaUniversitas Iowa

(23)

mulai mengajar di Universitas Stanford. Hingga saat ini, ia masih mengajar di Unicersitas Stanford.

Bandura meneliti beberapa kasus, salah satunya ialah kenakalan remaja. Menurutnya, lingkungan memang membentuk perilaku dan perilaku membentuk lingkungan. Oleh Bandura, konsep ini disebut determinisme resiprokal yaitu proses yang mana dunia dan perilaku seseorang saling

memengaruhi. Lanjutnya, ia melihat bahwa kepribadian merupakan hasil dari interaksi tiga hal yakni lingkungan, perilaku, dan proses psikologi seseorang. Dalam teorinya, Bandura menekankan dua hal penting yang sangat

mempengaruhi perilaku manusia yaitu pembelajaran observasional (modeling) yang lebih dikenal dengan teori pembelajaran sosial dan regulasi diri. Beberapa tahapan yang terjadi dalam proses modeling:

Atensi (perhatian) Retensi (ingatan) Reproduksi Motivasi

Menurut Bandura, ada beberapa jenis motivasi yaitu:

dorongan masa lalu, yaitu dorongan-dorongan sebagaimana yang dimaksud kaum behavioris tradisional

dorongan yang dijanjikan (insentif) yaitu yang bisa kita bayangkan

dorongan-dorongan yang kentara yaitu seperti melihat atau teringat akan model-model yang patut ditiru

Regulasi diri (kemampuan mengontrol perilaku sendiri) ialah salah satu dari sekian penggerak utama kepribadian manusia. Tiga tahap yang terjadi dalam proses regulasi diri yakni:

Pengamatan diri yakni melihat diri sendiri beserta perilakunya serta terus mengawasi

Penilaian yakni membandingkan apa yang dilihat pada diri dan perilaku dengan standar ukuran tertentu

Respon diri yakni proses memberi imbalan pada diri sendiri setelah berhasil melakukan penilaian sebagai respon terhadap diri sendiri

Bagi mereka yang memiliki konsep diri yang buruk, Bandura memberikan saran untuk memperbaikinya yakni:

Pengamatan diri

(24)

ALBERT BANDURA

(25)
(26)

Disusun oleh:

JEAN PIAGET: Cahyo Navy

Basmala Anggun

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan respon terbaik kontrol PID dengan metode trial and error pada nilai kc,ti, dan td pada alat reaktor CSTR pabrik

Embriogenesis dan Perkembangan Larva Ikan Patin Hasil Hibridisasi antara Betina Ikan Patin Siam Pangasianodon hypophthalmus Sauvage, 1878 dengan Jantan Ikan Patin Jambal

Penambahan dilakukan menggunakan metode semprot (sprayer), yaitu dengan cara menyemprotkan ektrak yang sudah diencerkan pada pakan pellet 0,5 kg secara merata atas

Ukuran perusahaan merupakan nilai yang menujukan besar kecilnya perusahaan.Perusahaan yang berukuran besar lebih diminati oleh para analis dan broker, dimana

3.1 Model Antrian M/M/1 Dengan Pola Kedatangan Berkelompok Acak Model antrian ini para pelanggan datang secara berkelompok pada waktu yang sama dan mendapat pelayanan

Analisis Regresi Variabel Moderating Model Unstandardized Coefficients B Std. Sedangkan nilai ttabel sebesar 1,989 pada tingkat signifikansi 5%. Jadi dapat dikatakan H4

Penilaian beban kerja dilakukan dengan mengukur berat badan tenaga kerja, mengamati aktivitas tenaga kerja dan menghitung kebutuhan kalori berdasarkan pengeluaran

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, maka berkaitan dengan klasifikasi tingkat keluarga sejahtera di Kabupaten Temanggung tahun 2013 dapat