• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Konsep dan Ruang lingkup Pendid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Definisi Konsep dan Ruang lingkup Pendid"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Dosen Pengampu: Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I

Disusun Oleh:

Irfan Sofyan Efendi NIM. 16150243

PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH FAKULTAS AGAMA ISLAM

(2)

BAB I Pendahuluan

A. Latar belakang

Pada abad ke sembilan belas, kontak antara kaum muslimin dengan masyarakat barat kembali terjadi. Dalam kontak ini, terlihatlah bertapa masyarakat barat telah begitu maju dibanding dengan masyarakat muslim dalam bidang ilmu pengetahuan.

Kontak ini menimbulkan kesadaran umat islam betapa mereka telah jatuh tertinggal dibanding dengan masyarakat barat. Oleh karena itu, timbul upaya untuk memperbaiki kekurangan yang dialami selama ini agar masyarakat muslim tidak lagi terjebak dalam ketertinggalan yang berkepanjangan.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki itu adalah dengan pendidikan. Berkenaan dengan itu timbullah usaha perbaikan pendidikan islam di Mesir yang dipelopori oleh Muhammad Ali Pasha, di Turki dipelopori oleh Sultan Mahmud II, di India muncul Syaid Ahmad Khan dengan mendirikan lembaga pendidikan MAOC (Mohammedan Anglo Oriental College) yang kemudian pada tahun 1920 ditingkatkan statusnya menjadi universitas dengan nama Universitas Aligarh. Universitas ini merupakan salah satu universitas terkemuka saat sekarang ini di India Utara.

Di Indonesia muncul sejumlah tokoh pembaru pendidikan islam, seperti Abdullah Ahmad, Zainuddin Labay, Rahmah El Yunusiah, Ahmad Dahlan, dan KH. Hasyim Asyary. Di antara inti pokok pendidikan islam yang diperbarui itu adalah menteri yang diajarkan, sistem pengajaran, manajemen dan metode. Dalam hal ini pendidikan interdisipliner akan kita bahas karena berpengaruh dengan perihal-perihal di atas. Dan semoga dapat diambil maanfaat dari pembahasan-pembahasannya.

(3)

B. Rumusan masalah

Mengetahui latar belakang diatas dapat disimpulkan menjadi beberapa rumusan masalah :

1. Apa yang di maksud dengan Pendidikan Interdisipliner ? 2. Bagamaina Konsep dalam Pendidikan Interdisipliner ? 3. Bagaimana Ruang lingkup dalam Pedidikan Interdisipliner ?

C. Tujuan

Mengetahui rumusan masalah diatas dapat disimpulkan menjadi beberapa tujuan, diantaranya :

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian a. Pendidikan.

Dalam pengertian sempit pendidikan adalah usaha yang dilakukan untuk pentransferan ilmu (knowledge), nilai (value) dan keterampilan (skill). Hal ini bersifat proses pembelajaran, di mana ada pendidik, ada peserta didik, dan ada bahan (materi) yang disampaikan ditunjang dengan alat-alat yang digunakan.1

Sedangkan menurut Qodri Azizy (2002 :18) mendefinisikan bahwa pendidikan “the process of training and developing the knowledge, skill, mind, character, etc, especiallly by formal schooling”.2 Di dalam UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. 3

Sedangkan dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.4

1 Daulay, H.Haidar Putra. PENDIDIKAN ISLAM dalam lintasan sejarah. (cetakan ke-2 : juli 2014). Hal, 3.

2 “proses melatih dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pikiran, perilaku dan lain-lain terutama oleh sekolah formal”

3 Ali, H. Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam. (cetakan ke-4 : 2009). Hal, 7-8. 4 Ibid.

(5)

Kedua pengertian pendidikan sebagaimana tersebut di atas adalah bersifat umum yaitu bahwa manusia yang memiliki kualitas pribadi dalam lingkup budaya, belum bersifat khusus bagaimana yang diharapkan Islam. Padahal melalui pendidikan islam, kualitas pribadi muslim yang harus dibentuk meliputi : aspek fikir, aspek qolb, aspek amal dan aspek lain baik dalam hubungannya dengan sesama makhluk secara horizontal maupun dalam hubungannya dengan sang khaliq secara vertical, baik untuk kebutuhan duniawi maupun kebutuhan ukhrawi.5

Pendidikan atau al-Tarbiyah secara bahasa berkaitan dengan kata al-Rabb, menurut al-Baidlawi :

انيشف انيش هلامك ىلا ءيشلا غيلبت يه و ةيبرتلا

Pendidikan yaitu mengantarkan sesuatu menuju kesempurnaannya sedikit demi sedikit. Demikian juga menurut al-Raghib al-Asfahani :

دح ىلا لاحف لاح ءيشلا ءاشنا وهو ةيبرتلا

مامتتلا

Pendidikan yaitu menumbuhkan sesuatu sedikit sedikit (pelan-pelan) menuju batas kesempurnaan. (Muhammad Nur bin Abd al-Hafidz Suwaid, 2000 : 27)

Secara istilah, menurut Plato (dalam al-Zantany : 1984 : 23) bahwa pendidikan adalah :

نكمي ام لك حورلاو مسجلا ءاطعا يه ةيبرتلا نا

لامكلاو لامجلا نم

Artinya : bahwa pendidikan adalah pemberian bekal jasmani dan rohani dengan berbagai hal yang memungkinkan ia menjadi indah dan sempurna.

(6)

Menurut Ibnu Sina pendidikan adalah : orang yang sedang tumbuh (generasi) untuk agama dan dunia di dalam suatu keadaan dan membentuknya (agar berfikir) rasional dan berakhlak dan menjadikannya memiliki kemampuan untuk berusaha produktif sesuai dengan minat dan bakatnya yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan hidupnya.6

Dalam bahasa arab, terdapat kata yang memiliki arti sepadan dengan pendidikan, ulama salaf menyebut ada istilah al-irsyad (sebagaimana nama kitab risalah al-musytarsyidin karya al-muhasibi), tahdzib (seperti kitab tahdzib akhlaq oleh ibn miskawaih), al-siyasah (seperti kitab al-siyasah al-shibyan oleh Ibnu Sina). Demikian juga istilah ta’dib (seperti kitab adab al-mu’allimin oleh ibnu sahnun, kitab adab al-dunya wa al-din oleh al-mawardi, kitab adab al-‘alim wa al-muta’allim oleh KH Hasyim Asy’ari, dan sebagainya), al-ta’lim (seperti kitab ta’lim al-muta’allim oleh al-Zarnuji), al-tarbiyah (seperti kitab al-tarbiyya wa al-ta’lim karya Rasyid Ridla dan kitab pendidikan di era modern), dan juga al-tadris sebagai istilah yang perlu direkomendasikan untuk pendidikan di zaman kontemporer sekarang ini.7

b. Interdisipliner.

Dalam kamus ilmiyah popular interdisipliner merupakan antar cabang ilmu pengetahuan, antar disiplin ilmu.8

6 Ibid hal 9-10.

7 Ibid hal 11-12.

(7)

Jacobs seperti dikutip dalam indrawati (2009) mendefinisikan pembelajaran interdisipliner sebagai “Pendekatan kurikula yang menerapkan metodologi dari lebih satu disiplin ilmu untuk mengkaji tema, isu, permasalahan dan topik sentral”. Pandangan ini sesuai dengan pendapat Everett (dalam indrawati, 2009) yang melihat pembelajaran interdisipliner sebagai pendekatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran ke dalam suatu proyek aktif. Dengan demikian, secara umum sebuah pembelajaran interdisipliner mencakup : (1) kombinasi mata pelajaran. (2) penekanan pada proyek. (3) keterkaitan antar konsep dan (4) tema sebagai prinsip organisasi atau sumber kajian.9

Kuanandar (2007) menegaskan bahwa pembelajaran interdisipliner (terpadu) memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik. Terlebih bila gagasan pokok pembahasan tersebut merupakan suatu persoalan yang dekat dengan lingkungan mereka. Dengan demikian, hasil belajar dapat bertahan lama karena pengalaman belajar tersebut lebih berkesan dan bermakna. Kebermaknaan itu, menurut Joni T.R. dalam Trianto (2007), tercipta sebab siswa secara aktif mencari, menggali serta menemukan konsep keilmuan secara holistik dengan cara memahami konsep yang baru dipelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami. Pembelajaran terpadu tidak saja memberikan kontribusi positif pada peserta didik, tetapi juga kepada pendidik. Sebagai berikut tabel.1 Manfaat Pembelajaran Terpadu.10

9 Janarto, daru kabeka. Pembelajaran interdisipliner : upaya mengapresiasi sastra secara holistik. 2 oktober 2010. Hal, 525-526.

(8)

11

c. Pendidikan Interdisipliner.

kesimpulan dari pengertian-pengertian diatas, bahwa pendidikan interdisipliner merupakan proses mentrasferkan ilmu antar ilmu cabang dalam ilmu pengetahuan atau bisa diartikan mengembangkan potensi diri menjadi lebih baik dengan cara berfikir integrasi, konsep, metode, dan analisis menggunakan berbagai disiplin ilmu/pengetahuan.

B. Konsep Pendidikan Interdisipliner.

Karakteristik Pembelajaran Terpadu yang dikemukakan oleh Sukayati (2004) dan Margareta dalam Indrawati (2009), yaitu holistik, bermakna, aktif, dan otentik. Holistik yaitu tema yang menjadi alat pemersatu materi yang beragam dari beberapa materi pelajaran dikaji dari berbagai situasi, aspek dan perspektif. Bermakna yaitu tema yang dikaji dari berbagai sisi dan perspektif akan membentuk jalinan konsep yang saling berhubungan (skemata). Pembelajaran menjadi bermakna manakala siswa dapat mengkaitkan satu konsep dengan konsep lainnya dan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan yang nyata. 12

Pembelajaran terpadu berpusat pada keaktifan peserta didik dalam mencari, menggali dan menemukan konsep pengetahuan. Keaktifan secara fisik, mental, intelektual dan emosional ini akan memampukan

11 Ibid.

(9)

siswa mencapai hasil belajar yang optimal serta termotivasi untuk belajar. Sedangkan, otentik bermakna pengetahuan/konsep/hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran terpadu ditemukan oleh siswa sendiri karena ia melibatkan dirinya secara langsung dalam proses pembelajaran serta mencarinya sendiri. Penemuannya merupakan sesuatu yang otenti dan bukan atas informasi dari guru. Mengingat guru dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitator dan katalisator.13

Dalam pembelajaran interdisipliner, hubungan antar mata pelajaran dapat dipetakan dalam 3 Tipe yaitu Separated Subject Curriculum, interdispliner Bahasa dan Sastra, Teknologi serta Seni Visual.14

Fogarty (1999) memperkenalkan berbagai model pembelajaran interdisipliner antara lain : model hubungan, model jaring laba-laba, model terpadu dan model tersarang. Dalam pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik, model jaring laba-laba (webbed) sering digunakan. Dalam pembelajaran ini, kegiatan belajar-mengajar dimulai dengan tema sentral. Selanjutnya tema tersebut dijabarkan dalam pokok bahasan, keterampilan, konsep serta kemampuan yang hendak dikembangkan oleh siswa dalam berbagai mata pelajaran. Harapannya siswa memiliki pengetahuan yang utuh melalui hubungan antar kegiatan dalam mata pelajaran yang berbeda. Kelebihan model ini menurut Trianto (2007) dapat meningkatkan

13 Ibid.

(10)

motivasi belajar anak didik, terutama bila tema yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka serta masih dalam jangkauan pemikiran mereka.15

C. Ruang Lingkup Pendidikan Interdisipliner.

Harun Nasution menyebutkan modernisasi dalam masyarakat barat mengandung arti pikiran, aliran, gerakan, dan usaha mengubah paham-paham, adat istiadat, institusi-institusi lama, dan sebagainya, untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.16

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan pembaharuan, yakni : tajdid, modernisasi, peristilahan ini merujuk kepada pemikiran, sikap, perilaku yang harus ditinggalkan karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman guna menggapai pemikiran, sikap, perilaku yang sesuai dengan kemajuan zaman. Dengan demikian, hakikat dari pembaharuan itu adalah pembaharuan dari pola berfikir lama ke pola berfikir baru yang lebih adaptif terhadap kemajuan zaman.17

Dengan ini pendidikan interdisipliner sangat berpengaruh dengan zaman pembaharuan yang mencakup ruang lingkup pemikiran, sikap, perilaku yang sesuai dengan kemajuan zaman.

15 Ibid.

16 Daulay, H.Haidar Putra. PENDIDIKAN ISLAM dalam lintasan sejarah. (cetakan ke-2 : juli 2014). Hal : 155-156.

(11)

BAB III KESIMPULAN

Dapat di tuliskan kesimpulan dari pembahasan-pembahasan diatas, sebagai berikut,

a. pendidikan interdisipliner merupakan proses mentrasferkan ilmu antar ilmu cabang dalam ilmu pengetahuan.

b. Sebagaimna ungkapan Fogarty (1999) bahwa konsep pembelajaran interdisipliner diantranya : model hubungan, model jaring laba-laba, model terpadu dan model tersarang. Dalam pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik, model jaring laba-laba (webbed) sering digunakan. Dalam pembelajaran ini, kegiatan belajar-mengajar dimulai dengan tema sentral. Selanjutnya tema tersebut dijabarkan dalam pokok bahasan, keterampilan, konsep serta kemampuan yang hendak dikembangkan oleh siswa dalam berbagai mata pelajaran. Harapannya siswa memiliki pengetahuan yang utuh melalui hubungan antar kegiatan dalam mata pelajaran yang berbeda. Kelebihan model ini menurut Trianto (2007) dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik, terutama bila tema yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka serta masih dalam jangkauan pemikiran mereka.

c. Pendidikan Interdisipliner sangat berpengaruh dengan zaman pembaharuan yang mencakup ruang lingkup pemikiran, sikap, perilaku yang sesuai dengan kemajuan zaman.

(12)

Daftar Pustaka.

Ali, H. Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam. (cetakan ke-4 : 2009). PKP12 Universitas Wahid Hasyim.

Daulay, H.Haidar Putra. PENDIDIKAN ISLAM dalam lintasan sejarah. (cetakan ke-2 : juli 2014). KENCANA Prenadamedia Group.

Janarto, Daru Kabeka. Pembelajaran interdisipliner : upaya mengapresiasi sastra secara holistik. 2 oktober 2010.

Referensi

Dokumen terkait

Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum, ini dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan karakteristik khusus, namun

Filsafat ilmu diartikan sebagai suatu cabang ilmu dari filsafat yaitu merupakan kajian yang sistematis tentang ilmu terutama pada konsep, metode, pandangan atau

Ilmu pengetahuan sosial merupakan kajian materi ilmu-ilmu sosial yang memberikan bekal ilmu terapan kepada siswa untuk menjadi good citizenship, pandai berinteraksi

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa ilmu pengetahuan sosial merupakan suatu program pendidikan yang mengintegrasikan

Pengertian dan ruang lingkup filsafat ilmu psikologi Filsafat ilmu psikologi merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu psikologi, yang ditinjau

Dari ketiga konsep diatas, dapat didefinisikan bahwa Ilmu Pendidikan Islam adalah akumulasi pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur’an dan As Sunnah, yang diajarkan, dibinakan, dan

BIOS = HIDUP LOGOS = PENGETAHUAN ilmu tentang yang mahluk mengkaji dan hidup Jadi Biologi adalah mempelajari Biologi pengetahuan yang paling merupakan ilmu dekat dengan

Hubungan antara sejarah pendidikan islam dengan ilmu lain Pendidikan Islam dapat berlangsung baik dan lancar maka perlu dibantu oleh ilmu-ilmu yang lain, kenyataanya menunjukan dalam