LKIP
LAPORAN KINERJA INSTANSI
PEMERINTAH 2014
RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT
KOTA BANDUNG
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)
TAHUN 2014
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Illahi atas semua limpahanrahmat dan karunia Nya sehingga telah tersusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung tahun 2014 yang merupakan salah satu wujud dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi sebagai bentuk akuntabilitas kinerja RSKGM Kota Bandung.
LKIP RSKGM ini diharapkan dapat menggambarkan secara umum kinerja seluruh jajaran Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Dalam kesempatan ini ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Laporan Kinerja tahun 2014 ini sehingga dapat terselesaikan.
Akhir kata, semoga laporan ini dapat bermanfaat.
Bandung, 2 Maret 2015 Direktur
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
drg. Rabaah Puspita Paramita
LKIP RSKGM Kota Bandung| ii IKHTISAR EKSEKUTIF
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara periodik.
Evaluasi pada tahun 2014 perlu dilakukan untuk mengetahui dan menilai capaian yang telah dihasilkan. Evaluasi berguna untuk menyusun perencanaan tahun-tahun berikutnya sebagai bahan pertimbangan dan bahan masukan.
Visi merupakan kondisi atau keadaan yang diharapkan terwujud pada akhir periode perencanaan sesuai dengan sasaran yang dapat dicapai dalam periode tertentu. Visi Rumah Sakit Khusus Gigi dan mulut setelah dilakukan reviu adalah Menjadi rumah sakit unggulan di bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu, terjangkau, informatif dan memuaskan masyarakat.
Misi merupakan pernyataan tujuan yang ingin dicapaiuntuk mewujukan visi yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkanvisi tersebut, misi Rumah Sakit Khusus Gigi dan mulut Tahun 2013- 2018 adalah sebagai berikut :
Memberikan pelayanan kesehtan gigi dan mulut yang terbaik bagi masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya
Tujuan yang ingin dicapai dalam mewujudkan Visi dan Misi RSKGM adalah meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu, terjangkau dan memuaskan pelanggan.
Adapun sasaran strategis RSKGM adalah sebagai berikut:
1.! Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan indikator sebagai berikut :
a.! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dengan capaian kinerja 107,85%.
b.! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan capaian kinerja 103,08%.
c.! Nilai standar kepatuhan pelayanan publik menurut Ombudsman RI dengan capaian kinerja 101,83%.
d.! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang ditindaklanjuti dengan capaian kinerja 100%.
e.! Prosentase kemampuan dental appliance capaian kinerja 104,84%.
2.! Meningkatnya akuntabilitas kinerja dengan indikator kinerja sebagai berikut :
a.! Nilai evaluasi AKIP dengan capaian kinerja 103,24%.
b.! Prosentase temuan pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti dengan capaian kinerja 100%.
LKIP RSKGM Kota Bandung| iv DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Ikhtisar Eksekutif Daftar Isi
Daftar Gambar
ii iv v Daftar Grafik
Daftar Tabel
vi vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.! Gambaran Umum RSKGM
1.2.! Tugas Pokok dan Fungsi RSKGM 1.3.! Isu Strategis yang dihadapi RSKGM 1.4.! Sistematika
1 4 7 9
BAB II PERENCANAAN KINERJA
2.1.! Perencanaan Strategis Sebelum Reviu dan sesudah reviu
2.2.! Indikator Kinerja Utama 2.3.! Perjanjian Kinerja 2014
2.4.! Keterkaitan antara Isu strategis, sasaran dan indikator
10
15 17 20
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1.! Capaian Indikator Kinerja Utama 3.2.! Pengukuran, Evaluasi dan Analisis
Capaian Kinerja
3.3.! Akuntabilitas Keuangan
23 27
62
BAB IV PENUTUP 58
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur Organisasi Rumah Sakit Khusus Gigi Dan Mulut Pemerintah Kota Bandung (Perda No. 18 Tahun 2007)
6
LKIP RSKGM Kota Bandung| vi DAFTAR GRAFIK
Grafik 3.1 Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 24 Grafik 3.2 Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 36
Grafik 3.3 Perbandingan Nilai IKM 37
Grafik 3.4 Perbandingan Nilai JKN 40
Grafik 3.5 Cakupan Pelayanan Pasien Peserta JKN 41 Grafik 3.6
Grafik 3.7
Grafik 3.8
Nilai standar kepatuhan Pelayanan menurut ombudman
Perbandingan nilai Standar Kepatuhan menurut Ombudsman
Pengaduan Pasien RSKGM
44
45 46 Grafik 3.9 Prosentase Pengaduan Rumah Sakit yang
ditindaklanjuti
47
Grafik 3.10 Keberhasilan Pembuatan Dental Applience 50
Grafik 3.11 Nilai AKIP RSKGM 55
Grafik 3.12 Capaian Kinerja Nilai Evaluasi AKIP 55 Grafik 3.13 Perbandingan Nilai AKIP 56 Grafik 3.14 Prosentase Temuan Inspetorat yang
ditindaklanjuti
60
Grafik 3.15 Prosentase Temuan BPK RI yang ditindaklanjuti
61
LKIP RSKGM Kota Bandung| viii DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Rencana Strategis Rumah Sakit Khusus Gigi Dan Mulut Kota Bandung Sebelum dan Sesudah Reviu
12
Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama (Iku) RSKGM Kota Bandung Tahun 2013-2018 Sebelum dan Sesudah Reviu
16
Tabel 2.3 Perjanjian Kinerja Tahun 2014 Hasil Reviu 18 Tabel 2.4
Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3
Tabel 3.4 Tabel 3.5
Keterkaitan Antara Isu Strategis, Sasaran dan Indikator
Predikat Evaluasi Capaian Kinerja Capaian IKU
Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
Capaian Indikator Kinerja Strategis Pengukuran Capaian Kinerja SKPD
20
23 24 25
26 28 Tabel 3.6 Nilai Persepsi, Interval, Mutu Pelayanan 34 Tabel 3.7 Nilai Indeks Per Unsur Pelayanan 34 Tabel 3.8 Perbandingan Nilai Standar Kepatuhan
Publik Menurut Ombudsman
43
Tabel 3.9 Hasil Evaluasi Capaian Kinerja Sasaran 1 51 Tabel 3.10 Pengukuran Capaian Kinerja SKPD 52 Tabel 3.11 Analisis Capaian Sasaran 2 53 Tabel 3.12 Nilai Evaluasi AKIP RSKGM Kota Bandung 54 Tabel 3.13 Temuan Pengelolaan Anggaran oleh BPK 58 Tabel 3.14 Naskah Hasil Pemeriksaan Inspektorat 58 Tabel 3.15 Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI 60 Tabel 3.16 Hasil Evaluasi Capaian Kinerja Sasaran
Tahun 2014 Sasaran 2
62
Tabel 3.17 Tabel 3.18
Pengukuran Capaian Kinerja SKPD
Efektifitas anggaran terhadap capaian Misi
64 66
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Rencana Kerja Tahunan (RKT) Lampiran 2 Perjanjian Kinerja
Lampiran 3 Lampiran 4
Penilaian AKIP
Formulasi Perhitungan Indikator Kinerja
BAB I!
PENDAHULUAN
1.1.!Gambaran Umum Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung adalah Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung milik Pemerintah Kota Bandung merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat dan perwujudan Pemerintah Daerah kota Bandung dalam melaksanakan kewajibannya memberikan pelayanan bidang kesehatan kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara cepat, akurat, dan paripurna mencerminkan kinerja yang baik Pemerintah Daerah dalam melayani masyarakatnya khususnya dalam bidang kesehatan.
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.
Oleh karena itu Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sehingga dapat memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan gigi paripurna sekaligus terjangkau. Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Untuk menjalankan tugas Rumah Sakit mempunyai fungsi penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan
LKIP RSKGM Kota Bandung| 2 1.1.2.2! Pelayanan Medis Gigi Spesialistik yang terdiri
dari:
−! Pelayanan Bedah Mulut Minor
−! Pelayanan Ortodonti
−! Pelayanan Periodonti
−! Pelayanan Prostodonti
−! Pelayanan Konservasi Gigi
−! Pelayanan Endodonti
−! Pelayanan Penyakit Mulut
−! Pelayanan Kesehatan Gigi Anak 1.1.2.3! Pelayanan Medis Umum
1.1.3.! Pelayanan Rawat Inap
1.1.4.! Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil dan Menyusui
1.1.5.! Pelayanan Radiologi
1.1.6.! Pelayanan Farmasi dan Bahan Kedokteran Gigi 1.1.7.! Pelayanan Keluarga Miskin
1.1.8.! Pelayanan Rekammedis 1.1.9.! Pengelolahan Limbah
1.1.10.!Pelayanan Administrasi Manajemen
1.1.11.!Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 1.1.12.!Pencegahan Pengendalian Infeksi
1.1.13.!Pelayanan Laboratorium Teknik gigi 1.1.14.!Pelayanan Sentral Sterilisasi
1.1.15.!Pelayanan Promotif dan Preventif
Standar pelayanan Minimal Rumah Sakit (SPM-RS) merupakan alat ukur mutu layanan rumah sakit yang dapat mendukung pencapaian indikator kinerja rumah sakit. Rumah Sakit sebagai salah satu sarana kesehatan ikut berkontribusi memberi dukungan untuk pencapaian indikator kinerja
kabupaten/kota bidang kesehatan yang terukur melalui Standar Pelayanan Minimal Kesehatan Kabupaten/Kota.
Dalam rangka pertanggungan jawaban dan peningkatan kinerjanya maka penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN dan RB nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Tehnis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Rumah sakit khusus Gigi dan Mulut (RSKGM)Kota Bandung selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM)Kota Bandung sebagai sub sistem dari sistem Pemerintahan Daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat.
Azas akuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku dan menurut Perpres 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pasal 21 bahwa Laporan Kinerja Tahunan SKPD disampaikan oleh Kepala SKPD Kepada Walikota paling lambat 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
LKIP RSKGM Kota Bandung| 4 kinerja, visi, misi, realisasi pencapaian indikator kinerja utama dan sasaran dengan target yang telah ditetapkan.
RSKGM Kota Bandung terletak di Jalan LL.RE Martadinata No.45, Kelurahan Citarum Kecamatan Bandung Wetan. Secara geografis, posisi RSKGM sangat menguntungkan karena berlokasi di pusat kota dan mudah dijangkau serta dilalui oleh angkutan umum dari berbagai jurusan.
Prestasi yang tercatat oleh cikal bakal RSKGM Kota Bandung diantaranya adalah mendapat Piala Citra Pelayanan Prima untuk Unit Kerja Pelayanan Publik Percontohan Tingkat Nasional pada tahun 2006 serta mendapat Sertifikasi Sistem Manajemen ISO 9001-2000 pada tahun 2007.
1.2.! Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Daerah KotaBandung No. 18 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung, dan Peraturan Walikota No 431 Tahun 2011 Tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung. Dalam menyelenggarakan tugas dan kewajiban tersebut, berikut kami paparkan tugas dan fungsi serta struktur organisasi RSKGM :
1.2.1.! Tugas Dan Fungsi
Tugas Pokok dan Fungsi RSKGM Kota Bandung adalah sebagai berikut:
1.2.1.1.!Tugas Pokok
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan daerah di bidang kesehatan gigi dan mulut secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan pencegahan, pemeliharaan kesehatan dan pengobatan gigi dan mulut.
1.2.1.2.! Fungsi
Untuk melaksanakan tugas pokok seperti yang disebutkan di atas, RSKGM mempunyai fungsi :
1.! Penyelenggaraan pelayanan kesehatan gigi dan mulut
2.! Pelaksanaan tugas teknis operasional bidang pelayanan kesehatan gigi dan mulut meliputi kesehatan gigi dan mulut secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya pencegahan, pemeliharaan kesehatan dan pengobatan gigi dan mulut.
3.! Penyelenggaraan pelayanan teknis administratif umum dan keuangan.
Dalam melaksanakan tugas dan kewajiban Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung dipimpin oleh seorang Kepala dengan sebutan Direktur yang secara teknis fungsional bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional di koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh :
1.! Subbagian Tata Usaha
2.! Seksi Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut 3.! Seksi Keperawatan
4.! Seksi Sarana dan Prasarana 5.! Satuan Pengawas Intern 6.! Komite
7.! Instalasi
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
LKIP RSKGM Kota Bandung| 6 Gambar 1
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT
PEMERINTAH KOTA BANDUNG ( PERDA NO. 18 TAHUN 2007 ) KOMITE SPI
MEDIS SUB BAGIAN
TATA USAHA SEKSI
SARANA DAN PRASARANA SEKSI
KEPERAWATAN SEKSI
PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN
MULUT
INSTALASI
1.3.! Isu Strategis yang dihadapi
1.3.1.! Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan RSKGM
Permasalahan-permasalahan pada pelayanan kesehatan gigi di RSKGM Kota Bandung yang perlu ditangani dalam masa RPJMD Tahun 2013-2018, yaitu :
1.! Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 TentangKesehatan dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit mengisyaratkan rumah sakit harus memenuhi persyaratan minimal penyelenggaraan pelayanan rumah sakit dan RS harus terakreditasi sesuai standar yang ditetapkan oleh Kemementrian Kesehatan.
2.! Tingginya potential demand masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut belum diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai.
3.! Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) kedokteran gigi sudah maju pesat, namun belum diimbangi dengan kompetensi tenaga kesehatan gigi yang mampu mengikuti perkembangan Iptek Kedokteran Gigi.
4.! Era globalisasi memungkinkan rumah sakit dan tenaga kesehatan asing dapat masuk ke pasar persaingan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
5.! Meningkatnya tuntutan hukum di bidang kesehatan.
LKIP RSKGM Kota Bandung| 8 1.3.2.! Tugas dan fungsi RSKGM yang terkait dengan Visi, Misi, serta Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih
Visi Kota Bandung tahun 2013-2018 yaitu
“TERWUJUDNYA KOTA BANDUNG YANG UNGGUL, NYAMAN DAN SEJAHTERA“. Misi Kota Bandung Tahun 2013-2018 merupakan penjabaran Misi Tahap 3 dalam RPJP Kota Bandung 2005-2025 dan integrasi dari sasaran yang akan dicapai pada Misi Tahap 3 tersebut. Adapun Misi yang berhubungan dengan RSKGM dari Misi 1 pada RPJMD 2009-2013 menjadi Misi 3 pada RPJMD 2013- 2018, yaitu “Membangun Masyarakat yang Mandiri, Berkualitas dan Berdaya Saing”.
Misi 3 mempunyai beberapa tujuan dan sasaran. Tujuan yang berkaitan dengan RSKGM adalah: “Peningkatan Taraf Kesehatan Masyarakat Secara Berkelanjutan”, sedangkan sasarannya adalah:
1.! Meningkatnya akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat yang bermutu, merata dan terjangkau.
2.! Meningkatnya kesadaran individu, keluarga dan masyarakat melalui promosi, pemberdayaan dan penyehatan lingkungan.
Bila dikaitkan dengan salah satu mimpi walikota terpilih 2013-2018 yaitu Rumah Sakit di kota Bandung berstandar Internasional dan menjadi Rumah Sakit kelas dunia, tentunya RSKGM mempunyai tugas yang berat untuk dapat mendukung salah satu program Walikota Bandung. Hal tersebut dapat terwujud bila RSKGM mendapat dukungan moril dan material dari para stakeholder dari seluruh jajaran SDM di RSKGM kota Bandung.
Selain terkait dengan Misi 3 bidang Kesehatan, RSKGM sebagai salah satu SKPD mempunyai keterkaitan dalam Misi 2 yaitu menghadirkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Efektif, Bersih
Dan Melayani dengan tujuan 2 yaitu Terlaksananya Reformasi Birokrasi dengan sasaran :
1.! Terwujudnya Peningkatan Pelayanan Kualitas Pelayanan Publik.
2.! Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasi.
1.4.! Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Instansi Pemerintah RSKGM Kota Bandung adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Penjelasan tentang gambaran umum, tugas dan fungsi, struktur organisasi, isu strategis yang dihadapi RSKGM Kota Bandung serta sistematika penulisan.
BAB II PERENCANAAN KINERJA
Penjelasan tentang Perencanaan Strategis sebelum dan sesudah reviu
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
Penjelasan tentang capaian IKU, pengukuran, evaluasi dan analisis capaian kinerja dan akuntabilitas keuangan.
BAB IV PENUTUP
LKIP RSKGM Kota Bandung| 10 BAB II!
PERENCANAAN KINERJA
2.1.! Perencanaan Strategis Sebelum dan Sesudah Reviu Rencana Strategis Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Visi Kota Bandung Tahun 2013-2018 yaitu “Terwujudnya Kota Bandung Yang Unggul, Nyaman Dan Sejahtera“. Misi Kota Bandung Misi ketiga pada RPJMD 2013-2018, yaitu “Membangun Masyarakat yang Mandiri, Berkualitas dan Berdaya Saing” dan Misi kedua yaitu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani yang berhubungan erat dengan rencana straregis RSKGM .
Rencana Strategis Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2013–2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Nomor 050/1426-RSKGM Tahun 2014 tentang Penetapan Rencana Strategis Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Tahun 2013–2018.
Penyusunan Renstra Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung telah melalui tahapan-tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013–2018 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung merupakan
hasil kesepakatan bersama antara Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung dan stakeholder.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, RSKGM mempunyai visi, misi, tujuan, sasaran yang telah disepakati bersama sebelum dan sesudah reviu yang tertuang dalam tabel Renstra RSKGM Tahun 2013-2018 di bawah ini:
LKIP RSKGM Kota Bandung| 12 Tabel 2.1
Rencana Strategis Sebelum dan Sesudah Reviu Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
Tahun 2013-2018
Visi: Menjadi RS Unggulan Di Bidang Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Yang Bermutu, Terjangkau, Informatif Dan Memuaskan Masyarakat
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
1.! Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang terbaik bagi
masyarakat kota bandung dan
sekitarnya
1.! Memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang terbaik bagi masyarakat Kota
Bandung dan sekitarnya.
1.! Meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu, terjangkau dan
memuaskan pelanggan
1.!Meningkatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu, terjangkau dan
memuaskan pelanggan.
1.! Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
1.! Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
1.! Persentase jenis pelayanan sesuai SPM sebesar 100%
sampai 2018.
1.! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
2.! Indeks kepuasan pelanggan di RSKGM
2.! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
3.! Terpenuhinya persyaratan Akreditasi Rumah Sakit pada tahun 2015
3.! Nilai standar kepatuhan pelayanan publik
menurut Ombudsman RI
4.! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang ditindaklanjuti.
5.! Keberhasilan pembuatan dental appliance
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
- - 2.! Meningkatnya
cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar dan spesialistik
2.! Meningkatnya akuntabilitas kinerja.
4.! Peningkatan jumlah kunjungan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSKGM sebesar 3-5%
per tahun
6.! Nilai evaluasi AKIP
5.! Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin sebesar 100%
per tahun
7.! Prosentase temuan pengelolaan
anggaran oleh BPK/Inspektorat yang ditindaklanjuti 2.! Mengembangkan
kualitas SDM sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- 2.! Meningkatkan kebutuhan SDM yang berkualitas dalam upaya memberikan pelayanan yang profesional
- 3.! Meningkatnya
kualitas SDM - 6.! Persentase pegawai yang diberi pelatihan selama 20 jam/tahun sebesar 67% pada tahun 2018.
-
3.! Mengembangkan penyediaan sarana dan prasarana RS
3.! Menyediakan sarana dan
prasarana RS yang
- 4.! Meningkatnya kualitas dan kuantitas
- 7.! Ketersediaansarana dan prasarana RS sesuai persyaratan
-
LKIP RSKGM Kota Bandung| 14
Sumber: Renstra RSKGM Tahun 2013-2018
MISI TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
4.! Mengembangkan promosi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan melaksanakan kerjasama lintas sektoral dan rujukan
- 4.! Meningkatkan promosi pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk
mencapai pelayanan yang terintegrasi
- 5.! Meningkatnya promosi pelayanan kesehatan gigi
- 9.! Tingkat pelaksanaan promosi pelayanan kesehatan gigi dan mulut sebesar 100%
-
5.! Mengembangkan sistem manajemen RSKGM
- 5.! Meningkatkan sistem manajemen RSKGM sesuai aturan yang berlaku
- 6.! Tertatanya sistem manajemen pelayanan, kapasitas dan akuntabilitas RS yang memenuhi aturan
- 10.! Tertatanya SIM RS yang terintegrasi
-
11.! Terpenuhinya
persyaratan Penetapan Kelas pada tahun 2014
-
12.! Nilai Evaluasi AKIP - 13.! Prosentase temuan
pengelolaaan anggaran BPK/Inspektorat yang ditindak lanjuti
-
14.! Prosentase
tertibadministrasi barang aset daerah.
2.2.! Indikator Kinerja Utama
Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja dan untuk melaksanakan ketentuan pasal 3 dan 4 Peraturan menteri Negara pendayagunaan aparatur nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum perjanjian Indikator Kinerja Utama di ligkungan Instansi pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan.
Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan.
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut ( RSKGM ) Kota Bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama melalui Keputusan Direktur Rumah sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung Nomor: 800/1371-RSKGM tentang Indikator Kinerja Utama RSKGM Kota Bandung.
Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, RSKGM Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi
LKIP RSKGM Kota Bandung| 16 Tabel 2.2
Indikator Kinerja Utama (Iku) RSKGM Kota Bandung Sebelum dan Sesudah Reviu
Tahun 2013-2018
Indikator Kinerja Utama
Sebelum Reviu Sesudah reviu
1.! Persentase jenis pelayanan sesuai SPM sebesar 100% sampai 2018.
1.! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
2.! Indeks kepuasan pelanggan di RSGM. 2.! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
3.! Terpenuhinya persyaratan Akreditasi
Rumah Sakit pada tahun 2014 3.! Keberhasilan pembuatan dental appliance
4.! Peningkatan jumlah kunjungan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSKGM sebesar 3-5%per tahun.
5.! Cakupan pelayanan kesehatan masyarakat miskin sebesar 100% per tahun
6.! Persentase pegawai yang diberi pelatihan selama 20 jam/tahun sebesar 67% pada tahun 2018
7.! Ketersediaan sarana dan prasarana RS sesuai persyaratan penyelenggaraan RSKGM
8.! Ketersediaan jumlah dan jenis obat dan bahan kedokteran sesuai kebutuhan sebesar 100%
9.! Tingkat pelaksanaan promosi
pelayanan kesehatan gigi dan mulut sebesar 100%
10.!Tertatanya SIM RS yang terintegrasi 11.!Terpenuhinya persyaratan Penetapan
Kelas pada tahun 2014 12.!Nilai evaluasi AKIP
13.!Persentase temuan pengelolaan anggaran BPK / Inspektorat yang ditindaklanjuti
14.!Persentase tertib administrasi barang / asset daerah
2.3.! Perjanjian Kinerja 2014
Perjanjian Kinerja merupakan tekad dan janji Rencana Kinerja Tahunan sangat penting yang perlu dilakukan oleh pimpinan instansi di lingkungan Pemerintahan karena merupakan wahana proses yang akan memberikan perspektif mengenai apa yang diinginkan untuk dihasilkan. Perencanaan kinerja yang dilakukan oleh instansi akan dapat berguna untuk menyusun prioritas kegiatan yang dibiayai dari sumber dana yang terbatas.
Dengan perencanaan kinerja tersebut diharapkan fokus dalam mengarahkan dan mengelola program atau kegiatan instansi akan lebih baik, sehingga diharapkan tidak ada kegiatan instansi yang tidak terarah. Penyusunan Perjanjian Kinerja Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Tahun 2014 mengacu pada dokumen Renstra Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Tahun 2013-2018, dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2014, dokumen Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014, dan dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2014 dan perubahannya serta hasil reviu. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung telah menetapkan Perjanjian Kinerja Tahun 2014 dengan uraian sebagai berikut:
LKIP RSKGM Kota Bandung| 18 Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja Tahun 2014 Hasil Reviu
NO Sasaran Strategis
Indikator Satuan Target Program Anggaran 1. Meningkatnya
kualitas pelayanan kepada masyarakat.
1.!Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
Nilai 70 1.! Peningkatan pelayanan kesehatan BLUD 2.! Pengadaan,
peningkatan sarana dan prasarana rumah
sakit/rumah sakit
jiwa/rumah sakit paru- paru/rumah sakit mata 3.! Standarisasi
Pelayanan Kesehatan
3.850.000.000,00
8.074.770.157,00
400.000.000,00 2.!Cakupan pelayanan
pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN)
Persen 26
3.!Nilai standar kepatuhan
pelayanan publik menurut
Ombudsman RI
Nilai 820
4.!Prosentase pengaduan
pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti
Persen 100
5.!Keberhasilan pembuatan dental appliance
Persen 95
NO Sasaran
Strategis Indikator Satuan Target Program Anggaran 2. Meningkatnya
akuntabilitas kinerja
1.! Nilai Evaluasi AKIP Nilai 55 4.! Pelayanan Administrasi Perkantoran 5.! Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
531.587.143,00
300.000.000,00 2.! Prosentase temuan
pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang
ditindaklanjuti
Persen 100
LKIP RSKGM Kota Bandung| 20 2.4.! Keterkaitan antara Isu Strategis, Sasaran dan Indikator
Tabel 2.4
Keterkaitan antara isu strategis, sasaran, dan indikator
NO ISU STRATEGIS SASARAN INDIKATOR Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 TentangKesehatan dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit mengisyaratkan rumah sakit harus memenuhi
persyaratan minimal
penyelenggaraan pelayanan rumah sakit dan RS harus terakreditasi sesuai standar yang ditetapkan oleh
Kemementrian Kesehatan.
-!Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat -!Meningkatnya
akuntabilitas kinerja
-! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
-! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN) -! Nilai standar
kepatuhan pelayanan publik menurut
Ombudsman RI -! Prosentase
pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti -! Keberhasilan
pembuatan dental appliance
-! Nilai Evaluasi AKIP -! Prosentase temuan
pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang
ditindaklanjuti Tingginya potential demand
masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut belum diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat
-! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
-! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN -! Keberhasilan
pembuatan dental appliance
-! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti -!
Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (Iptek) kedokteran gigi sudah maju pesat, namun belum diimbangi dengan
Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat
-! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
-! Cakupan pelayanan pasien peserta
kompetensi tenaga
kesehatan gigi yang mampu mengikuti perkembangan Iptek Kedokteran Gigi.
Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN -! Keberhasilan
pembuatan dental appliance
-! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti Era globalisasi
memungkinkan rumah sakit dan tenaga kesehatan asing dapat masuk ke pasar persaingan pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat
-! Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
-! Cakupan pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN -! Keberhasilan
pembuatan dental appliance
-! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti -!
Meningkatnya tuntutan
hukum di bidang kesehatan Meningkatnya
akuntabilitas kinerja -! Nilai standar kepatuhan pelayanan publik menurut
Ombudsman RI -! Prosentase
pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti -! Nilai Evaluasi AKIP -! Prosentase temuan
pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang
ditindaklanjuti
LKIP RSKGM Kota Bandung| 22 BAB III!
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudakan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi.
Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.
Pengukuran capaian kinerja Tahun 2014 merupakan bagian dari penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan RSKGM Kota Bandung.
Pengukuran dilakukan terhadap kinerja yang diperjanjikan tahun 2014 dan membandingkannya dengan target yang diperjanjikan dalam dokumen perjanjian kinerja Tahun 2014. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tatacara Reviu atas Laporan Jinerja Instansi Pemerintah, yang menitikberatkan pada pengukuran pencapaian tujuan/sasaran strategis.
Terkait dengan isu strategis yang diuraikan pada bab sebelumnya maka telah ditetapkan 2 sasaran stategis yaitu sasaran pertama Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat dan sasaran kedua yaitu Meningkatnya akuntabilitas kinerja.
Sebagai penyataan keberhasilan dari masing masing indikator kinerja maka predikat nilai capaian kinerja dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal dengan pendekatan petunjuk pelaksanaan evaluasi capaian kinerja instansi pemerintah Kota Bandung sebagai berikut :
Tabel 3.1
Predikat Evaluasi Capaian Kinerja
Warna Persentase Keterangan n/a Tidak Ada Target
< 100% Tidak Tercapai
= 100% Tercapai
> 100% Melebihi Target
3.1.! CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 3.1.1.! Indikator Kinerja Utama
Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja, maka RSKGM melakukan reviu terhadap indikator kinerja utama dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan
LKIP RSKGM Kota Bandung| 24 Tabel 3.2
Capaian Indikator Kinerja Utama
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Tahun 2014
No Sasaran Indikator
Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian
% 1. Meningkatnya
kualitas pelayanan kepada masyarakat.
a.! Nilai indeks kepuasan masyarakat
Nilai 70,00 75,50 107,85
b.! Cakupan
pelayanan pasien peserta JKN
Persen 26,00 26,80 103,08
c.! Keberhasilan pembuatan dental appliance
persen 95,00 99,62 104,86
Grafik 3.1 Capaian IKU
Penetapan Indikator Kinerja Utama diharapkan dapat memberikan informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam penyelenggaraan manajemen kinerja secara baik dan sebagai dokumen tolak ukur kinerja utama dalam pencapaian target.
3.1.2.! Indikator Kinerja yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 2013-2018 dan SPM
Tabel 3.3
Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD 2013-2018
Pencapaian kinerja yang mengacu pada tujuan sasaran RPJMD keduanya telah mencapai target yaitu semua penduduk masyarakat miskin yang telah terdaftar di kota Bandung telah dilayani 100% dan percapaiam SPM telah 66% walaupun belum semua SPM bisa dilaksankan karena keterbatasan sarana dan prassarana tetapi pada tahun 2016 sarana prasarana gedung akan terpenuhi sehingga bisa meningkatkan pencapaian SPM.
No. Sasaran Indikator
Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian % 1 Meningkatnya
akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan bagi masyarakat yang bermutu, merata dan terjangkau
Persentase pasien miskin yang dirujuk dan dilayani oleh PPK II
orang 100 % 100 % 100%
Persentase RS
memenuhi Standar Pelayanan
jenis 65% 66% 101,5 %
LKIP RSKGM Kota Bandung| 26 3.1.3.! Indikator Kinerja Strategis
Tabel 3.4
Capaian Indikator Kinerja strategis
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung Tahun 2014
No Sasaran Indikator
Kinerja Utama Satuan Target Realisasi Capaian
% 1. Meningkatnya
kualitas pelayanan kepada masyarakat.
d.! Nilai indeks kepuasan masyarakat
Nilai 70 75,50 107,85 IKU
e.! Cakupan
pelayanan pasien peserta JKN
Persen 26 26,80 103,08 IKU
f.! Nilai standar kepatuhan
pelayanan publik menurut
Ombudsman RI
Nilai 820 835 101,83 -
g.! Prosentase pengaduan
pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti
Persen 100 100 100
h.! Keberhasilan pembuatan dental appliance
persen 95 99,62 104,86 IKU
2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja.
i.! Nilai evaluasi AKIP
j.!
Nilai 55 56,80 103,24 -
k.! Prosentase temuan pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat yang ditindak lanjuti
l.!
Persen 100 100 100 -
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat terdapat 2 indikator kinerja yang mencapai target 100% (Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang ditindaklanjuti dan Prosentase temuan pengelolaan anggaran oleh BPK/Inspektorat) sedangkan 5 indikator kinerja telah melebihi target yang telah ditentukan yaitu indikator kinerja Nilai indeks kepuasan masyarakat 107,85%, Cakupan pelayanan pasien peserta JKN 103,08%, Nilai standar
kepatuhan pelayanan publik menurut Ombudsman RI 101,83%, Keberhasilan pembuatan dental appliance 104,84 % dan nilai evaluasi AKIP 103,24%.
3.2.! Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja RSKGM Kota Bandung
Pengukuran kinerja adalah proses sitematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengukuran tingkat capaian kinerja RSKGM tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja tahun 2014 dengan realisasinya, sehingga dapat melihat sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.
Setelah dilakukan perhitungan akan diketahui selisih selanjutnya berdasarkan selisih kinerja tersebut dilakukan
evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja tersebut.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja, maka dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih
LKIP RSKGM Kota Bandung| 28 Pengukuran dilaksanakan berdasarkan peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang petunjuk Teknis Perjanjian kinerja, Pelaporan dan tata cara Reviu atas laporan Kinerja instansi pemerintah. Capaian indikator kinerja utama dan capaian indikator kinerja makro diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing masing sedangkan capaian kinerja saaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata rata atas capaian kinerja sasaran.
Adapun pengukuran, evaluasi dan analisis sasaran tersebut berdasarkan Perjanjian Kinerja RSKGM Kota Bandung Tahun 2014 dan Indikator Kinerja Utama RSKGM Kota Bandung hasil reviu berdasarkan Keputusan Direktur RSKGM Kota Bandung tentang IKU RSKGM Kota Bandung yang menetapkan 2 (dua) sasaran dengan 7 (tujuh) indikator kinerja dapat dilihat pada tabel 3.4 capaian indikator kinerja strategis di atas:
3.2.1.! Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran 1 : Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat
Salah satu fondasi utama dalam menerapkan manajemen kinerja adalah pengukuran kinerja dalam rangka menjamin adanya peningkatan dalam pelayanan publik dan meningkatkan akuntabilitas dengan melakuakan klarifikasi output dan outcome yang akan dan seharusnya dicapai untuk memudahkan terwujudnya RSKGM yang akuntabel.
Pengukuran kinerja untuk pencapaian sasaran 1 : Meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, dilakukan terhadap 5 indikator kinerja sasaran seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.5
Pengukuran Capaian Kinerja SKPD Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2014
Sasaran ke 1
1.! Pengukuran Indikator Kinerja Sasaran Strategis Ke-1: Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat
No. INDIKATOR KINERJA
JENIS TARGET Kuantitatif/
Kualitatif
TARGET FORMULASI / RUMUS PERHITUNGAN
DATA KINERJA TEKNIS PERHITUNGAN
KINERJA CAPA
IAN
%
1 2 3 4 5 6 7 8 9 = 8/4
1 m.! Nilai indeks kepuasan masyarakat
kuantitatif 70 Total nilai
persepsi per unsur dibagi total unsur yang terisi dikali nilai penimbang,
Hasil survey kepuasan pelanggan
75,5/70*1000 75,25 107,86
LKIP RSKGM Kota Bandung| 30
yang datang ke RSKGM dikali 100%
o.! Nilai standar kepatuhan pelayanan publik menurut Ombudsman RI
kuantitatif 820 Nilai Standar Kepatuhan publik yang dilakukan oleh Ombudsman RI dengan
mengukur kepatuhan dari instansi
pemberi pelayanan terhadap standar pelayanan publik berdasarkan Permenpan RB nomor 38 tahun 2012
Laporan hasil evaluasi menurut ombutman
835/820*100 835 101,83
p.! Prosentase pengaduan pelayanan rumah sakit yang
ditindaklanjuti
kuantitatif 100 Jumlah
pengaduan pelayanan rumah sakit yang
Laporan data pengaduan pelayanan rumah sakit
8/8*1005 100 100
ditindaklanjuti dibagi jumlah total pengaduan pelayanan rumah sakit dikali 100%
q.! Keberhasilan pembuatan dental appliance
kuantitatif 95 Jumlah
pekerjaan yang dapat
diselesaikan tanpa perbaikan/
penyesuaian ulang dalam waktu 1 bulan dibagi jumlah pesanan yang diterima di laboratorium
Laporan kunjuan di klinik dan laporan lab tehnik gigi
99,5/95*100% 99,62 104,86
Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Kota Bandung
LKIP RSKGM Kota Bandung| 32 Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) merupakan institusi kesehatan gigi yang keberadaannya diatur oleh Peraturan Daerah No.18 Th. 2007 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1173/Menkes/Per/X/2004. Keberadaan RSKGM diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat Kota Bandung untuk mendapatkan jasa pelayanan kesehatan gigi yang memiliki reputasi, baik dari pelayanannya maupun kecanggihan peralatannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan yang diberikan oleh RSKGM kepada pelanggan maka dilakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilaksanakan secara rutin .
IKM adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.
IKM dimasukkan ke dalam IKU RSKGM karena Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat di RSKGM Kota Bandung sesuai dengan SOP Penyusunan Survei IKM No 10.3/3/3/006/2015 yang dilakukan setahun sekali.
Survei Indeks Kepuasan Masyarakat dilakukan pada tanggal 1 September sampai dengan 31 Oktober 2014 kepada 346 responden yang menjadi pengunjung/pasien RSKGM.
Adapun Metode pengukuran yang digunakan yaitu melalui penyebaran kuesioner berdasarkan KepMenPan No :
Indikator 1 :
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
KEP/25/M.PAN/2/2004 kepada pelanggan dalam hal ini pasien RSKGM.
Pengukuran tingkat kepuasan masyarakat atau pelayanan publik dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut di RSKGM Kota Bandung. Pengukuran kepuasan pasien dilakukan terhadap 14 Unsur Layanan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata tertimbang masing-masing unsur pelayanan. Dalam penghitungan IKM terdapat 14 Unsur layanan atau indikator yang dikaji. Setiap unsur pelayanan mempunyai penimbang yang sama dengan rumus sebagai berikut :
Untuk memperoleh nilai IKM dipergunakan rumus sebagai berikut :
Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian IKM yaitu antara 25 - 100 maka hasil penilaian tersebut diatas Bobot Nilai Rata-
Rata Tertimbang = Jumlah Bobot Jumlah
Unsur
= 1
14 = 0,071 IKM = Total Nilai Persepsi Per Unsur
Total Unsur Yang Terisi Nilai Penimbang IKM Unit Pelayanan X 25 X
LKIP RSKGM Kota Bandung| 34 Tabel 3.6
Nilai Persepsi, Nilai Interval, Nilai Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan
NILAI PERS
EPSI
NILAI INTERVAL
IKM
NILAI INTERVAL KONVERSI IKM
MUTU PELAYANAN
KINERJA UNIT PELAYANAN
1 1,00 – 1,75 25 – 43,75 D Tidak Baik
2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang Baik
3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Baik
4 3,26 – 4,00 81,26 – 100,00 A Sangat Baik
Adapun nilai rata-rata unsur dari masing masing unit pelayanan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.7
Nilai Indeks Per Unsur Pelayanan
NO UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR
PELAYANAN
1 Prosedur pelayanan 3,10
2 Persyaratan pelayanan 3,03
3 Kejelasan petugas pelayanan 3,07
4 Kedisiplinan petugas pelayanan 2,99 5 Tanggung jawab petugas pelayanan 3,04
6 Kemampuan petugas pelayanan 3,14
7 Kecepatan pelayanan 2,70
8 Keadilan mendapatkan pelayanan 3,04 9 Kesopanan dan keramahan petugas 3,03
10 Kewajaran biaya pelayanan 3,09
11 Kesesuaian biaya pelayanan 3,11
12 Ketepatan Pelaksanaan Jadwal Waktu Pelayanan
2,90
13 Kenyamanan lingkungan 3,20
14 Keamanan pelayanan 3,11
Sumber: Hasil pengukuran indeks kepuasan masyarakat tahun 2014 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat nilai unsur pelayanan di RSKGM berkisar antara 2,70 – 3,20. Nilai tersebut setelah dikonversikan menjadi 67,50 – 80,00, dengan demikian semua nilai unsur pelayanan di RSKGM mempunyai kualitas yang “BAIK” sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
Adapun nilai unsur pelayanan yang mempunyai nilai paling tinggi yaitu 3,20 adalah kenyamanan di lingkungan unit pelayanan yaitu di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut.
Hal ini menunjukkan bahwa saat ini pasien yang berkunjung ke RSKGM sudah merasa nyaman dengan fasilitas yang tersedia di RSKGM. Berdasarkan tabel 3.7 di atas, nilai unsur pelayanan yang paling rendah yaitu sebesar 2,70 adalah kecepatan pelayanan dan jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai unsur kecepatan pelayanan menurun sebesar 0,11 point dan masih merupakan unsur pelayanan yang paling rendah.
Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah waktu mulai pelayanan yang tidak tepat dan jumlah pasien/antrian yang terlalu panjang.
Berdasarkan hasil nilai unsur pelayanan yang telah didapatkan, maka nilai Indeks Kepuasan Masyarakat RSKGM secara keseluruhan adalah sebesar 3,02 dan setelah dikonversikan mempunyai nilai 75,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan di RSKGM adalah “BAIK”.
LKIP RSKGM Kota Bandung| 36 Grafik 3.2
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat
sumber data : Laporan survey IKM
Berdasarkan grafik di atas, nilai Indeks Kepuasan Masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, capaian IKM belum dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Nilai IKM pada tahun 2012 hanya 69,20 dengan target 67,00. Hal tersebut menunjukkan indikator IKM mencapai target sebesar 103.28%, sedangkan pada tahun 2013, nilai IKM meningkat menjadi 75,25 dengan capaian 109,06% dan pada tahun 2014 nilai IKM kembali meningkat menjadi 75,50 jika dibandingkan dengan target yang sebesar 70,00, maka pencapaian nilai IKM tahun 2014 mencapai 107,86 %. Jika nilai IKM dibandingkan dengan target Renstra RSKGM pada tahun 2018 sebesar 80,00 maka capaian pada tahun 2014 sudah mencapai 94,37%.
Hal ini berarti masyarakat pengunjung RSKGM telah dapat merasakan pelayanan yang terbaik yang diberikan oleh dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya.
Jika membandingkan kinerja dengan instansi lain dalam hal ini dengan RSKIA dan RSUD Kota Bandung maka dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Grafik 3.3
Perbandingan Nilai Indikator IKM dengan Rumah sakit lain Lain Tahun 2014
Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat nilai IKM 3 (tiga) rumah sakit pemerintah kota Bandung dengan nilai capaian tertinggi sebesar 8.00 dicapai oleh RSKIA kemudian RSUD Kota Bandung dengan capaian 78,18 dan RSKGM Kota Bandung berada pada posisi terendah dengan capaian 75,50. Hal ini disebabkan karena pada saat pengumpulan data survey sedang dilakukan pembangunan gedung RSKGM sehingga proses pelayanan tidak berjalan secara lancar, terdapat hambatan dalam
LKIP RSKGM Kota Bandung| 38 sehingga diperoleh responden yang lebih homogen dan diharapkan nilai IKM akan lebih baik.
Faktor-faktor pendukung IKM diantaranya adalah:
1.! Telah selesainya pembangunan gedung RSKGM bagian depan yang merupakan tempat pelayanan pasien.
2.! Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan yang memadai 3.! Dibentuknya tim penyusun IKM dengan SK Direktur.
Faktor-faktor yang menjadi penghambat indikator nilai IKM adalah :
1.! Keterbatasan sumber daya manusia khususnya di bagian pendaftaran.
Jumlah kunjungan pasien RSKGM per hari sebanyak 136 orang dengan jumlah SDM di pendaftaran 5 orang sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan dan mendistribusikan berkas rekam medis ke setiap ruangan, sehingga waktu mulai pelayanan dirasakan lambat oleh pasien.
2.! Waktu pengumpulan data singkat
Adapun program Kegiatan yang mendukung indikator IKM adalah Program Pelayanan BLUD sebesar Rp 3.583.857.192 dan Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan penyerapan anggaran, Rp 345.081.336.
Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. UUD 1945 mengamanatkan bahwa jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang miskin dan tidak mampu, adalah tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Pada UUD 1945 Perubahan, Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah menjalankan UUD 1945 tersebut dengan mengeluarkan UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) untuk memberikan jaminan sosial menyeluruh bagi setiap orang dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.
Dalam UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka pemerintah menerapkan sistem JKN dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan di Indonesia.
RSKGM sebagai pemberi pelayanan kesehatan harus dapat Indikator 2 :
Cakupan Pelayanan Pasien Peserta JKN
LKIP RSKGM Kota Bandung| 40 Berdasarkan uraian di atas, maka RSKGM memasukkan indikator Cakupan pelayanan Pasien peserta JKN ke dalam indikator kinerja RSKGM yang ditargetkan harus selalu meningkat dari tahun ke tahun dimana dalam formulasinya dibandingkan dengan pasien yang datang ke RSKGM sehingga bisa mengetahui persentase kunjungan pasien JKN dibandingkan dengan jumlah total kunjungan pasien.
Pengukuran cakupan pelayanan pasien peserta JKN di RSKGM dilakukan pada triwulan IV dengan cara membandingkan antara jumlah pasien peserta JKN yang terlayani dengan jumlah total pasien yang datang ke RSKGM.
Adapun jumlah total pasien yang datang ke RSKGM pada tahun 2014 sebanyak 48.775 orang dengan pasien umum sebanyak 35.689 dan pasien JKN sebanyak 13.066 orang.
Untuk lebih jelasnya perbandingan jumlah total kunjungan pasien dan pasien JKN yang datang ke RSKGM Kota Bandung jika digambarkan dengan diagram dapat dilihat di bawah ini :
Grafik 3.4
Perbandingan Pasien JKN
Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat realisasi prosentase cakupan pelayanan pasien peserta JKN yang terlayani pada tahun 2014 sebesar 26,8% dengan target sebanyak 26%
pasien JKN terlayani, dengan demikian realisasi pencapaian terhadap target mencapai 103,8%. Pencapaian indikator cakupan