• Tidak ada hasil yang ditemukan

VIII. ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VIII. ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

VIII. ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBESARAN LELE DUMBO DI CV JUMBO BINTANG LESTARI

8.1. Analisis Biaya Usaha Pembesaran Lele Dumbo CV Jumbo Bintang Lestari

Biaya merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan dalam usaha pembesaran lele dumbo, karena biaya dapat menunjukkan kondisi usaha yang dijalankan. Biaya yang terdapat di perusahaan perikanan CV Jumbo Bintang Lestari terdiri dari dua komponen, yaitu biaya tunai (biaya tetap dan biaya variabel) dan biaya tidak tunai. Biaya-biaya tersebut dihitung selama dua bulan atau satu periode pembesaran lele dumbo. Biaya tetap terdiri dari gaji tenaga kerja tetap, listrik, dan transportasi yang harus dibayar tetap berapapun lele dumbo yang dihasilkan. Biaya variabel merupakan biaya yang akan berubah jika produksi lele dumbo berubah.

Tabel 8. Analisis Perhitungan Nilai Penyusutan per Satu Periode Pembesaran (2 bulan) pada Tahun 2010

Investasi Biaya per

unit (Rp) Unit Nilai Nilai Sisa Umur

Teknis Nilai Penyusutan

(Rp)

(%) Nilai Th Bln

Ember Plastik 7.000 13 91.000 0% 0 1 12 15.166,67

Keranjang Plastik 80.000 4 320.000 0% 0 1 12 53.333,33

Baskom Plastik

Berlubang 80.000 16 1.280.000 0% 0 1 12 213.333.33

Seser 55.000 2 110.000 0% 0 - 2 110.000,00

Hapa 240.000 4 960.000 0% 0 1 12 160.000,00

Jaring 360.000 1 360.000 0% 0 1 12 60.000,00

Pipa 9.250 94 869.500 0% 0 1 12 144.916,67

Sabit 30.000 5 150.000 0% 0 1 12 25.000,00

Cangkul 50.000 13 650.000 0% 0 3 36 36.111,11

Terpal 48.000 1 48.000 0% 0 1 12 8.000,00

Kayu 131.250 1 131.250 0% 0 1 12 21.875,00

Mesin Satelit 7.500.000 1 7.500.000 10% 750.000 5 60 225.000,00 Mesin Diesel 2.500.000 6 15.000.000 10% 1.500.000 3 36 750.000,00

Alat Timbang 750.000 3 2.250.000 5% 112.500 2 24 178.125,00

Gentong 120.000 40 4.800.000 0% 0 5 60 160.000,00

Kolam Penampungan Sementara

1.000.000 4 4.000.000 10% 400.000 10 120 60.000,00

(2)

84

84

Tabel 8. (Lanjutan)

Selang Spiral 2

Inch 3.000.000 6 18.000.000 0% 0 2 24 1.500.000,00

Selang Sedot 1.260.000 6 7.560.000 0% 0 2 24 630.000,00

Mobil Truk 190.000.000 1 190.000.000 10% 19.000.000 10 120 2.850.000,00 Pick Up 80.000.000 5 400.000.000 10% 40.000.000 10 120 6.000.000,00 Gedung Kantor 200.000.000 1 200.000.000 10% 20.000.000 10 120 3.000.000,00

Gudang 2.000.000 3 6.000.000 10% 600.000 10 120 90.000,00

Total 16.290.861,11

Sumber: Data Primer, diolah (2010)

Biaya non tunai yang diperhitungkan adalah biaya penyusutan yang terdiri dari berbagai jenis peralatan yang memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun dan biaya sewa kolam milik pribadi. Berdasarkan Tabel 8 total biaya penyusutan adalah Rp 16.290.861,11. Biaya penyusutan tersebut berasal dari investasi yang mengalami penyusutan setiap tahunnya. Jumlah biaya penyusutan dalam usaha pembesaran lele dumbo tidak tergantung pada produksi lele dumbo yang dihasilkan. Nilai penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dengan asumsi tiap sarana produksi usaha pembesaran lele dumbo memiliki beban pemakaian yang sama setiap bulannya. Tenaga kerja dalam keluarga tidak dimasukkan dalam biaya non tunai sebab pemilik tidak terjun langsung di seluruh tahapan proses produksi. Pemilik hanya memantau dan memperkerjakan orang untuk membantu proses seluruh tahapan proses produksinya.

Biaya penyusutan yang terbesar jika dilihat dari persentase biaya total

adalah biaya penyusutan mobil pick up yaitu sebesar Rp 6.000.000,00. Mobil

tersebut digunakan untuk memasok lele dumbo. Pemasokan lele dumbo dilakukan

langsung oleh CV Jumbo Bintang Lestari ke pasar-pasar Jabodetabek. Biaya

penyusutan yang terbesar kedua adalah biaya penyusutan gedung kantor yaitu

sebesar Rp 3.000.000,00. Gedung kantor digunakan selain sebagai tempat

administrasi penjualan lele dumbo, juga merupakan tempat penampungan lele

(3)

85

85

sementara, tempat penyortiran lele dumbo, dan tempat penimbangan lele dumbo.

Sedangkan biaya penyusutan terkecil adalah biaya penyusutan pembelian terpal yaitu sebesar Rp 8.000.

Tabel 9. Analisis Perhitungan Biaya Pembesaran Lele Dumbo CV Jumbo Bintang Lestari per Satu Periode Pembesaran (2 bulan) pada Tahun 2010

Uraian Satuan

Harga per Satuan

(Rp)

Jumlah Nilai (Rp) Persentase (%)

A Biaya variabel

1. Sarana Produksi

a. Benih ekor 292 2.147.342 627.023.864 36,63

b. Pakan Pelet kg 6.400 141.238,5 903.926.400 52,81

c. Pakan Tambahan kg 1.625 41.812 67.944.500 3,97

d. Pupuk liter 120.000 1,52 182.400 0,10

e. Probiotik kg 151.000 12,9 1.947.900 0,11

f. Kapur kg 400 940 376.000 0,02

2. Tenaga Kerja Borongan orang 1.132.737,5 16 18.123.800 1,06

3. Transportasi 2.000.000 0,12

Total biaya variabel 1.623.027.264 94,83

B Biaya tetap

1. Listrik 2.000.000 0,12

2. Iuran PBB 5.136.666,67 0,30

3. Tenaga Kerja Tetap

a. Lapang orang 2.250.000 6 13.500.000 0,79

b. Kantor orang 4.000.000 7 28.000.000 1,64

c. Keamanan orang 1.200.000 3 3.600.000 0,21

d. Office Girl orang 600.000 2 1.200.000 0,07

Total biaya tetap 53.436.666,7 3,12

C Biaya Non Tunai

1. Nilai Penyusutan 16.290.861,1 0,95

2. Kolam unit 200.000 94 18.800.000 1,10

Total biaya non tunai 35.090.861,1 2,05

Total Biaya 1.711.554.792 100,00

Biaya Rata-Rata Total 9.443,7

Sumber: Data Primer, diolah (2010)

(4)

86

86

Berdasarkan Tabel 9 total biaya variabel adalah Rp 1.623.027.264. Biaya variabel yang dikeluarkan oleh CV Jumbo Bintang Lestari terdiri dari biaya sarana produksi, tenaga kerja borongan, dan transportasi. Biaya variabel yang terbesar adalah biaya pakan pelet sebesar 52,81 persen yaitu Rp 903.926.400 yang termasuk dalam sarana produksi. Pada CV Jumbo Bintang Lestari pakan pelet digunakan sebagai pakan utama. Pakan pelet diberikan kepada lele dumbo mulai dari awal pembesaran hingga panen. Biaya variabel yang terkecil adalah kapur sebesar 0,02 persen yaitu Rp 376.000. Kapur yang digunakan adalah kapur Dolomit.

Komponen biaya yang terakhir adalah biaya tetap. Biaya tetap total adalah Rp 53.436.666,7 yang terdiri dari biaya listrik, iuran PBB, dan tenaga kerja tetap.

Biaya tetap yang terbesar jika dilihat dari persentase biaya total adalah biaya gaji tenaga kerja kantor sebesar 1,64 persen yaitu Rp 28.000.000. Tenaga kerja kantor terdiri dari manajer budidaya, manajer pemasaran, manajer produksi pakan, dan kepala kantor serta 3 orang bagian administrasi. Biaya tetap terkecil adalah gaji office girl yaitu sebesar Rp 1.200.000.

8.2. Analisis Penerimaan Usaha Pembesaran Lele Dumbo CV Jumbo Bintang Lestari

Penerimaan CV Jumbo Bintang Lestari yang dihitung selama penelitian

hanya penerimaan dari hasil penjualan lele dumbo hasil pembesaran. CV Jumbo

Bintang Lestari melakukan penjualan lele dumbo secara langsung ke pasar-pasar

Jabodetabek. Harga lele dumbo beragam disesuaikan dengan ukuran lele dumbo

pada saat dipanen. Penerimaan usaha pembesaran lele dumbo di CV Jumbo

Bintang Lestari dapat dilihat pada Tabel 10.

(5)

87

87

Tabel 10. Penerimaan Usaha Pembesaran Lele Dumbo di CV Jumbo Bintang Lestari per Satu Periode Pembesaran (2 bulan) pada Tahun 2010

Uraian Satuan

Harga per Satuan (Rp/kg)

Jumlah Nilai (Rp/kg) Persentase (%)

A Penerimaan

1. Penerimaan Lele Ukuran Konsumsi kg 11.100 135.945 1.508.989.500 78,39 2. Penerimaan Lele Big Size kg 8.800 23.563 207.354.400 10,77

3. Penerimaan Lele Sortir kg 9.600 21.730 208.608.000 10,84

Penerimaan Total 1.924.951.900 100.00

Sumber: Data Primer, diolah (2010)

Berdasarkan Tabel 10 terlihat bahwa penerimaan total selama satu periode pembesaran adalah Rp 1.924.951.900. Penerimaan penjualan lele dumbo yang terbesar adalah penjualan lele dumbo ukuran konsumsi sebesar 78,39 persen yaitu Rp 1.508.989.500. Lele dumbo ukuran konsumsi merupakan ukuran yang paling banyak diminta oleh konsumen khususnya konsumen lele dumbo olahan segar.

Sedangkan lele dumbo ukuran big size dan sortir merupakan ukuran lele yang kurang diminati oleh konsumen. Oleh sebab itu, penerimaan dari penjualan lele ukuran big size dan sortir cenderung sedikit. Penerimaan penjualan lele dumbo ukuran big size hanya sebesar 10,77 persen yaitu Rp 207.354.400 dan untuk lele ukuran sortir sebesar 10,84 persen yaitu Rp 208.608.000.

8.3. Analisis Pendapatan Usaha Pembesaran Lele Dumbo CV Jumbo Bintang Lestari

Pendapatan pada CV Jumbo Bintang Lestari merupakan selisih

penerimaan dengan biaya yang telah dikeluarkan. Pendapatan juga disebut

keuntungan atau laba dari suatu usaha. Total pendapatan usaha pembesaran lele

dumbo pada CV Jumbo Bintang Lestari per satu periode pembesaran adalah

Rp 213.397.108 maka pendapatan per bulan adalah Rp 106.698.554. Jika dilihat

dari total pendapatan usaha pembesaran lele dumbo pada CV Jumbo Bintang

Lestari maka keputusan pemilik untuk menjadikan usaha pembesaran lele dumbo

(6)

88

88

sebagai mata pencaharian utama sudah tepat karena pendapatannya cukup besar.

Pendapatan pada CV Jumbo Bintang Lestari selama satu periode pembesaran dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Pendapatan Usaha Pembesaran Lele Dumbo di CV Jumbo Bintang Lestari

Uraian Nilai

Penerimaan (Rp) 1.924.951.900

Biaya total (Rp) 1.711.554.792

Biaya variabel 1.623.027.264

Biaya tetap 53.436.666,7

Biaya non tunai 35.090.861,1

pendapatan atas biaya tunai (Rp) 248.487.969 pendapatan atas biaya total (Rp) 213.397.108

R/C rasio atas biaya tunai 1,15

R/C rasio atas biaya total 1,12

Sumber: Data Primer, diolah (2010)

8.4. Analisis Rasio Penerimaan dengan Biaya

Perhitungan R/C atas biaya tunai dilakukan melalui pembagian penerimaan total dengan penjumlahan biaya tunai (biaya variabel dan biaya tetap).

Nilai R/C rasio atas biaya tunai pada CV Jumbo Bintang Lestari adalah 1,15 yang berarti bahwa setiap satu rupiah biaya tunai yang dikeluarkan untuk kegiatan usaha pembesaran lele dumbo akan memberikan penerimaan sebesar Rp 1,15.

Sedangkan nilai R/C rasio penerimaan total terhadap biaya total per satu periode

pembesaran adalah 1,12. Nilai tersebut berarti bahwa setiap satu rupiah biaya total

yang dikeluarkan untuk kegiatan usaha pembesaran lele dumbo akan memberikan

penerimaan sebesar Rp 1,12. Nilai rasio 1,12 dilihat cukup rendah disebabkan

karena total penerimaan yang diperoleh CV Jumbo Bintang Lestari ini tidak jauh

dibandingkan total biayanya. Hal ini terjadi karena harga jual lele dumbo yang

rendah sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan relatif tinggi. Harga jual

(7)

89

89

lele dumbo ukuran konsumsi adalah Rp 11.100/kg sedangkan biaya produksi (pembesaran lele dumbo) sebesar Rp 9.443,7/kg. Namun hal ini masih tetap memberikan nilai yang layak bagi usaha untuk lebih dikembangkan sebab masih memberikan keuntungan bagi pembudidaya.

8.5. Analisis Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Jual Lele Dumbo Ukuran Konsumsi

Penurunan harga jual lele dumbo ukuran konsumsi sebesar 11,08 persen menyebabkan penerimaan yang diperoleh CV Jumbo Bintang Lestari jadi menurun sehingga total penerimaan sama dengan total biaya sebesar Rp 1.711.554.792. Penurunan harga tersebut dapat disebabkan oleh fluktuasi harga lele dumbo di pasar. Analisis sensitivitas terhadap penurunan harga jual lele dumbo ukuran konsumsi dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Analisis Sensitivitas Terhadap Penurunan Harga Jual Lele Dumbo Ukuran Konsumsi Sebesar 11,08 persen (Rp)

Uraian Sebelum Setelah Perubahan

(%)

Penerimaan 1.924.951.900 1.711.554.792 -14,14

Biaya Total 1.711.554.792 1.711.554.792 -

Pendapatan atas biaya total 213.397.108 0 -100

R/C rasio atas biaya total 1,12 1,00 -10,71

Sumber: Data Primer, diolah (2010)

Berdasarkan Tabel 12 penerimaan total menjadi berkurang sebesar 14,14

persen. Hal ini menyebabkan pendapatan atas biaya total (keuntungan) berkurang

hingga 100 persen. Sehingga dapat dikatakan bahwa usaha CV Jumbo Bintang

Lestari sudah tidak layak untuk dikembangkan karena tidak lagi memperoleh

keuntungan ekonomi (impas) dengan nilai R/C rasio mengalami penurunan

sebesar 10,71 persen. Oleh sebab itu, penurunan harga jual lele dumbo ukuran

konsumsi yang belum menimbulkan kerugian adalah sebesar 11,08 persen.

Referensi

Dokumen terkait

Ini menunjukkan bahwa usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kota Denpasar dapat mencapai keuntungan karena mampu melebihi titik impas, maka dapat disimpulkan

Peningkatan biaya variabel seperti harga pakan masuk dalam permasalahan karena biaya variabel (pakan) merupakan biaya utama yang dikeluarkan dalam Usaha lele ini. Kenaikan harga

  Penerimaan yang diperoleh dari pengusahaan pembesaran ikan lele dumbo oleh Kelompok Tani Pembudidaya Ikan Lele Desa Lenggang pada kondisi perencanaan pengembangan berasal

Biaya adalah sejumlah nilai uang yang dikeluarkan oleh petani pembenihan lele dumbo untuk membiayai kegiatan usaha pembenihannya. Biaya yang diperhitungkan dalam

Metode analisis data yang digunakan adalah: (1) analisis laba/rugi untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan bersih usaha pembesaran ikan lele; (2)

Usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Payback Periode layak untuk dijalankan karena usaha ini mampu mengembalikan modal yang telah

Usaha budidaya pembesaran ikan lele di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Payback Periode layak untuk dijalankan karena usaha ini mampu mengembalikan modal yang telah

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas rahmat karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisi Usaha Pembesaran Ikan Lele