• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petunjuk Pemanfaatan Virtual Private Network. Badan Pusat Statistik. Versi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Petunjuk Pemanfaatan Virtual Private Network. Badan Pusat Statistik. Versi"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Petunjuk Pemanfaatan Virtual Private Network Badan Pusat Statistik

Versi 20080926

Pendahuluan

Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi jaringan komunikasi yang memungkinkan Local Area Network (LAN) kantor pusat terkoneksi ke LAN kantor cabang untuk membentuk jaringan komunikasi yang luas – Wide Area Network (WAN). Sesuai dengan namanya VPN bersifat “private”, artinya jaringannya dedicated (dikhususkan) untuk melayani komunikasi institusi tertentu untuk membentuk intranet. Dengan intranet keamanan komunikasi dapat lebih terjamin karena terhindar dari serangan kemanan dari internet. Selain itu, VPN mampu melakukan penyandian (encryption) sehingga komunikasi bersifat aman (secure).

Di semester kedua tahun 2008 VPN telah terpasang di 73 kantor BPS. Kantor BPS yang telah terpasang VPN adalah BPS Pusat, Pusdiklat, STIS, semua Provinsi dan Kab/Kota yang terpilih. Kantor BPS Kab/Kota yang didahulukan dalam pemasangan VPN adalah yang melakukan Survey Biaya Hidup (SBH).

Lebar pita (bandwidth) untuk kantor pusat adalah 8Mbps, Pusdiklat dan STIS adalah 512 kbps, BPS provinsi adalah 256 kbps dan BPS kab/kota adalah 128 kbps. Bandwidth tersebut memiliki kapasitas yang sama untuk upload maupun download. Hal ini biasanya disebut bandwidth symmetric yang sangat berbeda dengan ADSL (misalnya Speedy) yang bersifat asymmetric, bandwidth download adalah 1 Mbps dan upload 128 kbps.

Penyedia layanan VPN (VPN provider) adalah PT Telkom Indonesia. Sedangkan pengelola di BPS adalah Subdit Jaringan Komunikasi Data, Direktorat Sistem Informasi statistik. Manajemen pengelolaanya bersifat sentral. Artinya semua biaya sewa dan pengembangan VPN menjadi tanggung jawab BPS Pusat.

Tetapi manajemen pemanfaatannya bersifat lokal. Artinya setiap kantor BPS di daerah dapat menentukan siapa dan kapan dapat mengakses VPN.

Tulisan ini memuat petunjuk pemanfaatan VPN untuk komunikasi data maupun suara.

(2)

Konfigurasi Perangkat VPN di BPS Daerah

Perangkat VPN di BPS Daerah terdiri dari:

1. Modem 2. Router

3. VoIP Gateway 4. Pesawat telepon

seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.

Gambar di atas menunjukkan awan (cloud) VPN terhubung ke modem melalui kabel telepon. Modem tersebut terhubung ke VPN router dengan kabel Ethernet (UTP), begitu juga dari Router ke VoIP gateway, ke Hub/switch dan ke PCs.

Pesawat telepon dapat dipakai setelah dicolok ke port FXS di VoIP Gateway.

Untuk memanfaatkan jaringan VPN secara maksimal semua perangkat di atas disarankan untuk dinyalakan terus menerus kecuali jika khawatir suplai listrik yang tidak stabil.

Perawatan Perangkat VPN dan Troubleshooting

Perangkat VPN yang terpasang pada tahun 2008 ini adalah milik PT Telkom Indonesia. Perawatan perangkat adalah tanggung jawab PT Telkom Indonesia.

Biaya perawatan tidak dibebankan satu senpun ke kantor BPS daerah. Biaya ini sudah termasuk biaya sewa yang dibayar oleh BPS Pusat.

Jika koneksi VPN terputus atau ada gangguan lainnya, komplen dapat ditujukan ke Customer Care Center PT Telekom dengan menghubungi nomor:

08001835566. Nomor ini bebas pulsa. Untuk memudahkan koordinasi di internal BPS komplen dapat juga ditujukan ke [email protected].

VPN

VPN Router

VPN Modem

Hub/switch VOIP Gateway

PCs

(3)

Pemanfaatan VPN Komunikasi Data

Layanan komunikasi data yang tersedia melalui VPN sangat beragam.

Contohnya adalah internet dan file sharing. Untuk menikmati layanan internet Kemudahan dan manfaat dalam menggunakan VPN ini adalah sebagai berikut:

• Pengiriman hasil Pengolahan Data seperti Survei, Sensus, Program Pengolahan ataupun data lain yang berkaitan dengan pekerjaan di BPS ke subject meter dipusat baik dari daerah ataupun sebaliknya lebih mudah dengan melakukan sharing folder pada komputer tujuan (reliability), Jika sebelumnya pengiriman data menggunakan email ( attahment ) jika filenya besar, bagi Provinsi daerah cukup memberatkan karena dengan menggunakan Dial-Up proses penyimpanan data-nya cukup lama dan kadang koneksinya terputus, sehingga harus mengulang dari awal.

• Kemudahan dalam memanfatkan fasilitas internet dan email untuk keperluan dinas maupun lainnya.

Keamanan dan Perhatian dalam Sharing Folder

Kemudahan dalam melakukan pertukaran data maupun memperoleh informasi tentu saja juga perlu di perhatikan masalah keamanan, sehingga file baik data maupun lainya tidak mudah di ambil atau pindah atau bahkan terhapus oleh pihak pihak yang tidak berkepentingan.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan sharing folder yang terhubung dalam jaringan VPN

• Pastikan sudah mendapat ijin akses, baik berupa user dan password sharing.

• Pastikan sudah mengetahui IP address ( identitas komputer ) yang dituju dan sudah terkoneksi dengan jaringan.

• Pastikan Folder yang dishare aman ( diberi password )

• Pastikan sudah terpasang antivirus dan selalu melakukan update

• Pastikan tidak melakukan sharing folder langsung pada drive-nya misalnya c atau d, tetapi buat nama folder tertentu dengan memberikan hak read only, bukan full control

Salah satu cara membuka folder di salah satu komputer yang sudah di share foldernya dan sudah diketahui identitas komputernya adalah sebagai berikut:

(4)

Klik Start – Run

Misal salah satu komputer tersebut berada di Sumatera Utara, tulis sesuai dengan IP Address yang sudah diberikan daerah tersebut untuk dapat diakses.kemudian klik OK

Maka apabila terbuka dan minta user dan password isikan sesuai yang sudah diinformasi sebelumnya oleh pihak yang memberikan share.

Kita perlu memperhatikan secara serius keamanan file sharing karena semua komputer yang memiliki IP Address 10.x.y.z dapat diakses dari komputer lain yang memiliki IP Address serupa.

(5)

Komunikasi Suara

Layanan komunikasi suara melalui VPN menggunakan teknologi Voice Over Internet Protocol (VoIP). Perbedaan dengan telepon biasa adalah saluran suara VoIP melewati dan bercampur dengan jalur komunikasi data. Dengan kata lain memanfaatkan jalur data untuk jalur suara juga. Karena itu jika koneksi data terputus, maka koneksi VoIP juga akan terputus. Meskipun VoIP memiliki kelemahan tsb., VoIP mampu melayani komunikasi suara dengan “gratis”.

Artinya biaya VoIP sudah termasuk dalam biaya langganan komunikasi data.

Untuk memanfaatkan VoIP perangkat jaringannya harus berfungsi dengan baik.

Perlu diperhatikan jika perangkat jaringannya mati, maka panggilan VoIP tidak dapat dilakukan. Selain itu, orang di kantor BPS lain juga tidak dapat

menghubungi.

Struktur penomoran layanan VoIP (kemudian disebut nomor VoIP) seperti terlihat di gambar berikut:

Nomor VoIP baik di BPS pusat maupun daerah selalu terdiri dari 10 digit.

• Dua digit pertama adalah kode layanan. Untuk saat ini layanan VoIP yang tersedia adalah telepon dengan kode 91. Layanan lain yang sedang dirancang adalah layanan fax dan mobile telephone.

• Dua digit berikutnya adalah kode provinsi. Untuk BPS pusat, termasuk Pusdiklat dan STIS kodenya adalah 00.

• Dua digit berikutnya adalah kode Kab/Kota. Untuk BPS pusat kode Kab/Kota adalah 00, kode Pusdiklat adalah 10 dan kode STIS adalah 20.

Nomor pesawat telepon yang terpasang di BPS Pusat sebanyak 16 saluran (lihat tabel di akhir dokumen ini). Nomor telepon di STIS, Pusdiklat dan BPS Provinsi

(6)

masing masing berjumlah 4 saluran, dan aturan yang berlaku pada saat ini adalah ke empat nomor tersebut bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon dan dipanggil dari nomor lain antar VOIP yang sudah terpasang.

Sedangkan di BPS Kab/Kota tersedia 2 saluran.

Contoh Penggunaan Telepon VOIP

Misalnya Sub.Dir Statistik Harga Konsumen (BPS Pusat) ingin berkomunikasi dengan BPS Provinsi Sumut. Yang perlu diketahui adalah nomor pesawat yang dituju. Nomor pesawat telepon Provinsi Sumut adalah (lihat daftar di Tabel di akhir dokumen ini) 91-1200-0000, atau 91-1200-1000 atau 91-1200-2000 atau 91-1200-3000.

Nomor pesawat telepon Statistik Harga Konsumen (BPS Pusat) 91-0000-6230

(7)

Penomoran IP Address

Penomoran IP address diperlukan untuk memberikan nomor secara unik bagi setiap network dan setiap komputer yang terhubung ke VPN. Keunikan IP Address mutlak diperlukan untuk menghindari IP Address conflict.

Aturan penomoran IP Address adalah sebagai berikut:

• IP Address memiliki format 10.x.y.z

• Untuk BPS Propinsi x adalah kode propinsi (dua dijit) sedangkan y dan z adalah indeks bebas antara 0 dan 255. Misalnya IP address BPS Propinsi Jawa Barat adalah 10.32.y.z. Netmask untuk semua BPS Propinsi adalah 255.255.0.0 dan default gateway adalah

10.x.0.254. IP address 10.x.0.0 dan 10.x.255.255 tidak boleh dipakai untuk menomori komputer karena sudah direservasi untuk Network dan broadcast address. Aturan selanjutnya adalah memberikan setiap bidang (eselon 3) kode y yang berbeda. Misalnya y=1 adalah untuk TU. Untuk Subbidang dapat dialokasikan IP address di indeks z. Misalnya Subbidang pertama di TU dialokasikan z antara 11 s.d.

19.

• Untuk BPS Kab/Kota x adalah 1pp atau 2pp di mana pp adalah kode propinsi. Lalu y adalah kode Kab/Kota dan z adalah indeks bebas antara 0 dan 255. Misalnya IP address Kota Bogor adalah

10.132.71.z. Netmask untuk BPS Kab/Kota adalah 255.255.255.0 dan default gateway adalah 10.x.y.254. IP address 10.x.y.0 dan 10.x.y.255 tidak boleh dipakai untuk menomori komputer karena sudah direservasi untuk Network dan broadcast address. Aturan selanjutnya adalah memberikan setiap kode y yang berbeda.

Misalnya y=1 adalah untuk TU. Sedangkan y=0 dapat digunakan untuk IP Address server.

Untuk memudahkan dalam mengelola identitas komputer masing-masing yang daerah yang terhubung dalam jaringan VPN baik BPS Propinsi, STIS maupun Pusdiklat, disajikan dalam bentuk tabel berikut ini:

Nomor Telepon VOIP No Kantor BPS IP Address Kode

Layanan Kode kantor Extensi

1 Satuan Kerja Pusat: - - - -

Integrasi Pengolahan Data - 91 0000 3310

Jaringan Komunikasi Data - 91 0000 3321

Ruang Server - 91 0000 3324

Pengembangan Basis Data - 91 0000 3330

(8)

Pengolahan Teknologi Informasi - 91 0000 3340

Biro Bina Program - 91 0000 2100

Penyusunan Anggaran - 91 0000 2120

Perbendaharaan - 91 0000 2220

Mutasi Pegawai - 91 0000 2320

Inventarisasi, Penyimp. & Penghapusan - 91 0000 2520

Statistik Ketenagakerjaan - 91 0000 4120

Statistik Rumah Tangga - 91 0000 4210

Stat. Industri Kecil & Rumah Tangga - 91 0000 5320

Statistik Ekspor - 91 0000 6110

Statistik Harga Konsumen - 91 0000 6230

Konsolidasi Neraca Produksi Regional - 91 0000 7140

2 STIS 10.100.0.0 91 0010 0000 1000 2000 3000

3 Pusdiklat 10.101.0.0 91 0020 0000 1000 2000 3000

4 NAD 10.11.0.0 91 1100 0000 1000 2000 3000

5 Kota Lhokseumawe 10.211.74.0 91 1174 0000 1000 6 Kota Medan 10.211.75.0 91 1175 0000 1000 7 Sumatera Utara 10.12.0.0 91 1200 0000 1000 2000 3000 8 Kota Sibolga 10.212.71.0 91 1271 0000 1000 9 Kota Pematang Siantar 10.212.73.0 91 1273 0000 1000 10 Kota Padang Sidempuan 10.212.77.0 91 1277 0000 1000 11 Sumatera Barat 10.13.0.0 91 1300 0000 1000 2000 3000 12 Pekan Baru 10.14.0.0 91 1400 0000 1000 2000 3000 13 Kota Dumai 10.214.73.0 91 1473 0000 1000

14 Jambi 10.15.0.0 91 1500 0000 1000 2000 3000

15 Sumatera Selatan 10.16.0.0 91 1600 0000 1000 2000 3000 16 Bengkulu 10.17.0.0 91 1700 0000 1000 2000 3000 17 Lampung 10.18.0.0 91 1800 0000 1000 2000 3000 18 Bangka Belitung 10.19.0.0 91 1900 0000 1000 2000 3000 19 Kepulauan Riau 10.21.0.0 91 2100 0000 1000 2000 3000 20 Kota Batam 10.221.71.0 91 2171 0000 1000

21 DKI 10.31.0.0 91 3100 0000 1000 2000 3000

22 Jawa Barat 10.32.0.0 91 3200 0000 1000 2000 3000 23 Kota Bogor 10.132.71.0 91 3271 0000 1000 24 Kota Sukabumi 10.132.72.0 91 3272 0000 1000 25 Kota Bandung 10.132.73.0 91 3273 0000 1000 26 Kota Cirebon 10.132.74.0 91 3274 0000 1000 27 Kota Bekasi 10.132.75.0 91 3275 0000 1000 28 Kota Depok 10.132.76.0 91 3276 0000 1000 29 Kota Tasikmalaya 10.132.78.0 91 3278 0000 1000 30 Semarang 10.33.0.0 91 3300 0000 1000 2000 3000 31 Kabupaten Banyumas 10.133.02.0 91 3302 0000 1000 32 Kota Surakarta 10.133.72.0 91 3372 0000 1000

(9)

33 Kota Semarang 10.133.74.0 91 3374 0000 1000 34 Kota Tegal 10.133.76.0 91 3376 0000 1000 35 D.I. Yogyakarta 10.34.0.0 91 3400 0000 1000 2000 3000 36 Jawa Timur 10.35.0.0 91 3500 0000 1000 2000 3000 37 Kabupaten Jember 10.135.09.0 91 3509 0000 1000 38 Kabupaten Sumenep 10.135.29.0 91 3529 0000 1000 39 Kota kediri 10.135.71.0 91 3571 0000 1000 40 Kota Malang 10.135.73.0 91 3573 0000 1000 41 Kota Probolinggo 10.135.74.0 91 3574 0000 1000 42 Kota Madiun 10.135.77.0 91 3577 0000 1000 43 Kota Surabaya 10.135.78.0 91 3578 0000 1000 44 Banten 10.36.0.0 91 3600 0000 1000 2000 3000 45 Kota Tangerang 10.136.71.0 91 3671 0000 1000 46 Kota Cilegon 10.136.72.0 91 3672 0000 1000

47 Bali 10.51.0.0 91 5100 0000 1000 2000 3000

48 Nusa tenggara Barat 10.52.0.0 91 5200 0000 1000 2000 3000 49 Kota Bima 10.152.72.0 91 5272 0000 1000 50 Nusa Tenggara Timur 10.53.0.0 91 5300 0000 1000 2000 3000 51 Kota Sikka 10.153.10.0 91 5310 0000 1000 52 Kalimantan Barat 10.61.0.0 91 6100 0000 1000 2000 3000 53 Kota Singkawang 10.161.72.0 91 6172 0000 1000 54 Kalimantan Tengah 10.62.0.0 91 6200 0000 1000 2000 3000 55 Kota Waringin Timur 10.162.02.0 91 6202 0000 1000 56 Kalimantan Selatan 10.63.0.0 91 6300 0000 1000 2000 3000 57 Kalimantan Timur 10.64.0.0 91 6400 0000 1000 2000 3000 58 Kota Balikpapan 10.164.71.0 91 6471 0000 1000 59 Kota Tarakan 10.164.73.0 91 6473 0000 1000 60 Sulawesi Utara 10.71.0.0 91 7100 0000 1000 2000 3000 61 Sulawesi Tengah 10.72.0.0 91 7200 0000 1000 2000 3000 62 Sulawesi Selatan 10.73.0.0 91 7300 0000 1000 2000 3000 63 Bone (Watampore) 10.173.11.0 91 7311 0000 1000 64 Kota Pare pare 10.173.72.0 91 7372 0000 1000 65 Kota Palopo 10.173.73.0 91 7373 0000 1000 66 Sulawesi Tenggara 10.74.0.0 91 7400 0000 1000 2000 3000 67 Gorontalo 10.75.0.0 91 7500 0000 1000 2000 3000 68 Sulawesi Barat 10.76.0.0 91 7600 0000 1000 2000 3000 69 Maluku 10.81.0.0 91 8100 0000 1000 2000 3000 70 Maluku Utara 10.82.0.0 91 8200 0000 1000 2000 3000 71 Irian Jaya Barat 10.91.0.0 91 9100 0000 1000 2000 3000 72 Kota Sorong 10.191.71.0 91 9171 0000 1000

73 Papua 10.94.0.0 91 9400 0000 1000 2000 3000

(10)

Gambar

Gambar di atas menunjukkan awan (cloud) VPN terhubung ke modem melalui  kabel telepon

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan arsip data survei tahun 2014 di BPS Provinsi Jateng, layanan arsip

Responden yang akan didata dalam pelaksanaan Jasa Konsultan Penyusunan Survei Kepuasan Konsumen 2015 ini adalah konsumen data BPS Pusat dan perusahaan yang pernah

Selain itu sudah dilakukan sosialisasi terkait Sistem Statistik Nasional (SSN), untuk membekali pegawai tentang peran BPS sebagai pembina SSN dan Survei Kepuasan Data (SKD)

Survei kebutuhan Data Laporan Hasil Pencacahan Survei Bidang Statistik Sosial, Statistik Produksi dan Statistik Distribusi Katalog publikasi BPS Kabupaten/Kota Formula

Data yang digunakan dalam Analisis PDRB 2012-2016 ini bersumber dari data PDRB DIY dan PDRB Kabupaten/Kota yang merupakan hasil pengolahan data dari kegiatan Survei Khusus Neraca

Buku Pedoman Pengolahan Listing Sensus Ekonomi 2016 ini digunakan sebagai petunjuk dan pegangan bagi para petugas pengolahan dalam melakukan pengolahan data SE2016,

Untuk menyediakan data dan informasi statistik, BPS Kabupaten Wonosobo secara berkesinambungan melaksanakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, pengkajian dan analisis,

Meningkatkan ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas 1 Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data BPS Seksi Integrasi Pengolahan dan