• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. berimprovisasi dan berinovasi dalam mempertahankan para pelanggannya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. berimprovisasi dan berinovasi dalam mempertahankan para pelanggannya."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Sebagai kota besar yang terus berkembang, laju pertumbuhan perekonomian serta perubahan teknologi dan arus informasinya pun semakin cepat. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya persaingan ketat di dalam dunia usaha. Pasar yang semakin dinamis, mengharuskan para pelaku bisnis untuk terus-menerus berimprovisasi dan berinovasi dalam mempertahankan para pelanggannya.

Bisnis yang dijalankan dewasa ini tidak lagi berorientasi pada laba semata.

Para pelaku bisnis kini lebih banyak menggunakan pemasaran aktif yang lebih berorientasi pada pelanggan yang lebih banyak, meskipun hal ini mengharuskan para pelaku bisnis tersebut untuk mendefinisikan “want and need” dari sudut pandang konsumen.

Di Surabaya bisnis warung kopi sudah semakin banyak melihat fenomena tersebut warung kopi banyak bermunculan dewasa ini di daerah Surabaya khususnya di area – area yang dekat dengan universitas. Hal ini mengharuskan para pelaku bisnis warung kopi untuk selalu mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dan semaksimal mungkin mencari cara – cara baru untuk dapat menarik minat beli konsumen.

Strategi pemasaran meliputi berbagai aspek dimana bukan saja kemampuan produksi barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan saja, namun harus dlihat pula dari berbagai sumber kebutuhan, keinginan, dan pilihan

(2)

konsumen yang memang pasti selalu berubah. Proses tentang bagaimana pelaku usaha bisa mempengaruhi konsumen agar para konsumen tersebut menjadi tahu dan tertarik untuk membeli dan pada akhirnya puas dengan hasil yang dibeli dari instansi yang brsangkutan disebut bauran pemasaran.

Kualitas layanan merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat beli konsumen karena pelayanan mempengaruhi kenyamanan konsumen. Dalam rangka menciptakan kepuasan terhadap konsumen, produk / jasa yang ditawarkan harus berkualitas. Dengan memberikan pelayanan yang berkualitas dapat mendongkrak. Hal ini sesuai dengan penelitian Widagdo (2011) yang menyatakan bahwa kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.

Kualitas produk merupakan salah satu aspek dalam bauran pemasaran.

Kualitas produk (product quality) yang dimaksud merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh perusahaan mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing, maka dari itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk-nya, dan membandingkannya dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Produk dengan penampilan terbaik belum tentu merupakan produk dengan kualitas tertinggi, jika tampilannya bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen dan pasar, oleh karena itu produk-produk produsen yang sudah ada di pasaran saat ini dituntut untuk lebih kreatif dan memperbanyak variasi serta inovasi produknya sesuai kebutuhan konsumen dan pasar. Menurut Kotler, 2001 (dalam Iswayanti, 2010:11) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan

(3)

kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang di tawarkan. Hal ini sesuai dengan penelitian Anwar (2015) yang menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian.

Atmosphere (suasana toko) adalah suasan terencana yang sesuai dengan

pasar sasarannya dan yang dapat menarik konsumen untuk membeli menurut Kotler, 2005 (dalam Harianto dan Subagio, 2013:3). Atmosfer dapat memengaruhi keadaan emosional positif pembeli dan keadaan tersebut dapat menyebabkan pembelian terjadi. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan .Meskipun sebuah suasana toko tidak secara langsung mengkomunikasikan kualitas produk dibandingkan dengan iklan, atmosfer toko merupakan komunikasi secara diam - diam yang dapat menunjukkan kelas sosial dari produk – produk yang ada di dalamnya. Store atmosphere suatu warung kopi yang menarik dapat membuat kepuasan tersendiri bagi konsumen. Konsumen itu akan melakukan kegiatan konsumsi dan menceritakan kepada orang lain tentang apa yang mereka lihat dan rasakan dari warung kopi tersebut hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan pelaku bisnis warung kopi. Hal ini sesuai dengan penelitian Mila Azhari et al (2014) yang menunjukkan bahwa store atmosphere berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Warung Kopi Mas Bro merupakan salah satu pelaku bisnis di bidang warung kopi yang berdiri cukup lama yakni pada sekitar tahun 2015. Lokasi Warung Kopi Mas Bro yang berada di sebelah kampus STIESIA Surabaya ini merupakan warung kopi yang sangat ramai bila dibandingkan dengan warung

(4)

kopi disekitar. Warung Kopi Mas Bro beroperasional dari hari senin sampai minggu pada pukul 07.00 sampai pukul 24.00 WIB, dimana konsumennya didominasi oleh pelanggan laki-laki yang masih berstatus mahasiswa. Warung Kopi Mas Bro tidak hanya menjual minuman saja seperti nama pada storenya, melainkan disini juga ada makanan ringan seperti gorengan dan juga ada mie goreng/rebus. Warung Kopi Mas Bro juga sudah memanfaatkan teknologi yakni dengan dipasangnya wifi (jaringan internet) yang bisa dipakai secara gratis oleh konsumen.

Dari hasil Observasi pada tanggal 11 November 2016 pada pukul 15.00 WIB konsumen yang datang dalam sehari jumlahnya bisa mencapai 200 konsumen. Dalam satu hari kadang konsumen tidak hanya datang sekali saja, bahkan ada yang dua sampa 3 kali. Dari hasil Observasi tersebut konsumen menyatakan ketertarikan kepada Warung Kopi Mas Bro karena lokasi yang dekat dengan kampus, pelayanan yang baik, produk yang dijual juga lebih bervariatif, serta kenyamanan yang diciptakan oleh Warung Kopi Mas Bro membuat pengunjung betah berlama lama berada disana.

Kualitas layanan, kualitas produk, dan store atmosphere di Warung Kopi Mas Bro menjadi kunci utama yang membuat konsumen memilih Warung Kopi Mas Bro dan pada akhirnya meningkatkan keputusan pembeliannya. Dari permasalahan diatas, fenomena ini menarik untuk dikaji lebih dalam lagi. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitan dengan judul “Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk, dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Konsumen Warung Kopi Mas Bro di Surabaya)”

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah duraikan diatas, maka dapat dirumuskan beberapa pernyataan hingga menjadi suatu rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

1. Apakah Kualitas Layanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Warung Kopi Mas Bro di Surabaya?

2. Apakah Kualitas Produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Warung Kopi Mas Bro di Surabaya?

3. Apakah Store Atmosphere berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Warung Kopi Mas Bro di Surabaya?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk :

1. Untuk mengetahui pengaruh Kualitas Layanan pada keputusan pembelian pada Warung Kopi Mas Bro di Surabaya

2. Untuk mengetahui pengaruh Kualitas Produk pada keputusan pembelian pada Warung Kopi M as Bro di Surabaya

3. Untuk mengetahui pengaruh Store Atmosphere pada keputusan pembelian pada Warung Kopi Mas Bro di Surabaya

(6)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yakni :

Hasil penelitian ini nantinya akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepntingan. Sebagian besar penelitian ini berguna bagi :

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan referensi dan dapat dijadikan sebagai sumber acuan bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kualitas pelayanan, kualitas produk, dan store atmosphere, dan keputusan pembelian.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan mempunyai beberapa manfaat antara lain : a. Bagi Penulis

Kegunaan penelitian ini bagi penulis yaitu agar penulis dapat pengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menjadi mahasiswa prodi Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomu Indonesia (STIESIA), Surabaya.

b. Bagi Tempat Penelitian

Hasil peneliitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan baik secara langsung mapun tidak langsung untuk mengantisipasi persaingan di bidang usaha warung kopi.

(7)

c. Bagi pihak lain

Hasil penelitian ini dapat memberikan ilmu kepada pembaca terutama dalam bidang pemasaran tentang pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk, Store Atmosphere terhadap Keputusan Pembelian.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Agar pembahasan dalam penelitian ini lebih terarah, maka penulis membatasi ruang lingkup pembahasan pada variabel Kualitas Layanan, Kualitas Produk, Store Atmosphere, serta Keputusan Pembelian pada objek yang digunakan sebagai tempat penelitian yaitu di tempat Warung Kopi Mas Bro di Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Melalui kegiatan berdiskusi, siswa mampu membuat peta pikiran mengenai urutan peristiwa dengan memperhatikan latar cerita pada teks nonfiksi dengan benar.. Dengan melakukan

Karena pada dasarnya, pendidikan Amerika mengikuti konsep desentralisasi pendidikan, sebagaimana yang terjadi di Indonesia sekarang ini, yang memberikan kewenangan

Perubahan di bidang pendidikan dapat menjadi langkah yang sangat strategis, karena menyentuh pada pelaku perubahan dan pembangunan bangsa menuju Indonesia baru..

Untuk mendapatkan pemeriksa baru dengan tingkat employee engagement yang tinggi maka perlu dilakukan pembenahan pada proses seleksi pegawai pemeriksa, baik seleksi

(1) Pengelolaan CPPD Provinsi dimaksudkan untuk mendorong tersedianya penyediaan cadangan pangan daerah Provinsi dalam menghadapi keadaan darurat dan pasca bencana

Atrofi papil bukan merupakan penyakit akan tetapi merupakan tanda akan kondisi yang berpotensi serius, keadaan ini merupakan proses akhir dari suatu proses yang terjadi di

Sedangkan untuk koefisien determinasi Adj (R²) adalah sebesar 0,457 yang menunjukkan bahwa sekitar 45,7% Retrun On Asset dipengaruhi oleh kepemilikan instirusional,

Intellectual capital diukur dengan menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) yang diperoleh dari hasil penjulahan Value Added Human Capital Coefficient