• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN AGAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN AGAM"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 1 DAFTAR ISI

PEMERINTAH KABUPATEN AGAM

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS

KESEHATAN

TAHUN 2021-2026

(2)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 2

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL...iii

DAFTAR GAMBAR...iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 8

1.3 Maksud dan Tujuan ... 12

1.4 Sistematika Penulisan ... 13

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN 2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Dinas Kesehatan ... 14

2.2 Sumber Daya Dinas Kesehatan ... 34

2.3 Aset Dinas Kesehatan ... 47

2.4 Kinerja Pelayanan ... 51

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU STRAEGIS 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan ugas dan Fungsi Pelayanan ... 99

3.2 Telaah Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala terpilih………..101

3.3 Telaah Renstra K/L OPD……….104

3.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis………...………….107

3.5 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup..………..115

3.6 Penentuan Isu-isu strategis………..119

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 4.1 Tujuan dan sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah………123

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 5.1 Strategi………125

5.2.Arah Kebijakan……….………127

(3)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 3 BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN

6.1 Program dan Kegiatan Perangkat Derah Kabupaten Agam ……....…129

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

7.1 Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan………...……..…234

BAB VIII PENUTUP

8.1 Penutup….………..………...……..…237

(4)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 4 BAB I

PENDAHULAN

1.1 Latar Belakang

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan bahwa pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berasaskan perikemanusiaan, keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban, keadilan, gender dan nondiskriminatif, serta norma-norma agama. Dalam undang –undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, disebutkan pembangunan kesehatan hakikatnya adalah upaya yang dilaksankanan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomi. Seluruh pembangunan sektoral harus mempertimbangkan kontribusi dan dampak terhadap kesehatan (health in all policies). Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan Pemerintah bertanggung jawab terhadap:

a. Merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat

b. Ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

c. Ketersediaan sumberdaya dibidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yg setinggi-tingginya

d. Ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

(5)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 5 e. Memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam

segala bentuk upaya kesehatan

f. Ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau

g. Pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi upaya kesehatan perorangan yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundangan

Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012, menetapkan Sistem Kesehatan Nasional sebagai pemikiran dasar pengelolaan administrasi pembangunan kesehatan, yang harus diperkuat oleh kepemimpinan pada setiap level pemerintahan yang mampu menciptakan berbagai terobosan dan inovasi menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi pada tingkat local, nasional, regional dan global. Prinsip dasar pembangunan kesehatan terdiri dari:

Perikemanusian yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa; Pemberdayaan dan kemandirian bagi setiap orang yang sama; serta Pengutamaan upaya dengan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan mengutamakan manfaat yang merupakan bagian dari butir Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Pelaksanaan pembangunan di Dinas Kesehatan sejalan dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan yang tertuang dalam Perda Agam No. 11 Tahun 2016, yaitu melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor di masyarakat, sehingga dibutuhkan suatu perencanaan yang berkelanjutan.

Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Menurut Undang-undang ini, Pemerintah Daerah (Provinsi, dan Kabupaten/Kota) merupakan entitas penyusun rencana pembangunan. Sistem perencanaan pembangunan tersebut berimplimentasi pada menyusun rencana

(6)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 6 strategis (Renstra) yang lebih spesifik dalam mengembangkan sistem pelayanan, termasuk sistem pelayanan kesehatan yang mandiri.

Sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 tahun 2017 Dinas Kesehatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah, menyusun Rencana Strategis yang memuat Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi baik yang dilaksanakan langsung oleh Dinas Kesehatan maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman kepada RPJM Kabupaten Agam dan bersifat indikatif. Bentuk keterkaitan antara Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2016-2021 dengan dokumen perencanaan lainnya adalah sebagai berikut:

a. Hubungan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dengan Tantangan Global

Era globalisasi dapat memicu mobilitas penyakit baik ke dalam maupun ke luar Indonesia, bahkan dapat menimbulkan penyakit baru. Hal tersebut dapat diakibatkan karena adanya peningkatan frekuensi dan jumlah perjalanan antar negara dan peningkatan risiko masalah kesehatan. Kesehatan global diterjemahkan sebagai dua hal yang saling bersinggungan satu sama lain. Pertama, kesehatan global ialah segala persoalan kesehatan yang menyangkut populasi masyarakat dunia. Kedua, kesehatan global adalah area studi, riset, dan praktik yang berfokus pada upaya peningkatan derajat dan pemenuhan akses kesehatan bagi seluruh penduduk dunia.

Kesehatan global memiliki rentangan tema yang luas, namun umumnya mencakup persoalan politik dan ekonomi yang memengaruhi kesehatan. Beberapa isu yang menjadi perhatian disiplin ini satu dekade ke belakang terkait dengan derajat kesehatan masyarakat dunia, disparitas kesehatan, dan mekanisme perlindungan masyarakat dunia dari persoalan kesehatan global.

Kemunculan Covid-19 merupakan tantangan berat terhadap kesehatan global. Lebih terang, WHO menjelaskan pandemi Covid-19

(7)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 7 menghapus capaian kesehatan publik lain yang telah diperjuangkan selama dua dekade terakhir, khususnya terkait penghentian sebaran penyakit menular dan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.

Dalam laporan bertajuk Urgent health challenges for the next decade WHO mendaftar beberapa tantangan kesehatan global yang perlu dihadapi dalam sepuluh tahun ke depan. Laporan Ini merupakan intisari dari tanggapan berbagai ahli serta menempatkan kesehatan sebagai sebuah investasi masa depan yang sangat bernilai.

1) Pertama, memahami keterkaitan antara krisis iklim dengan persoalan kesehatan. Krisis iklim adalah istilah yang menggambarkan situasi pemanasan global, perubahan iklim, dan konsekuensinya di bumi. Krisis iklim disebabkan beragam faktor, mulai dari polusi udara hingga menipisnya lapisan ozon akibat aktivitas industri.

2) Kedua, menyediakan akses ke kesehatan di wilayah krisis dan konflik. Wilayah krisis dan konflik dipahami sebagai ruang terjadinya pelanggaran HAM dan hukum yang disebabkan oleh perang bersenjata, bencana alam, ataupun ketidakstabilan politik dan sosial.

3) Ketiga, merapatkan jurang kualitas kesehatan antara satu negara dengan negara lain. The World Social Report 2020 yang terbitkan UN mencatat ketimpangan pendapatan terjadi di sebagian besar negara maju. Dari segi kesehatan, WHO mencatat setidaknya 18 tahun perbedaan ekspektasi hidup antara negara kaya dengan negara miskin.Temuan lain menyebut, penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit kronis pernapasan, dan diabetes menjadi permasalahan akut di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Situasi ini juga belum memerhitungkan tidak meratanya akses ke kesehatan di dalam suatu wilayah negara dengan wilayah lain.

4) Keempat, mengoptimalkan akses terhadap obat-obatan. Satu per tiga penduduk dunia mengalami kesulitan akses terhadap obat-obatan, vaksin, alat-alat diagnostik, dan produk kesehatan esensial lainnya. Padahal, obat-obatan adalah salah

(8)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 8 satu elemen paling efektif dari segi biaya untuk menjamin dampak kesehatan yang segera dan bertahan lama dalam sebuah populasi. Sementara itu, diketahui obat-obatan esensial berada dalam kelompok pengeluaran privat tertinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

5) Kelima, masih munculnya beragam penyakit menular. Penyakit menular seperti HIV, TBC, hepatitis, dan penyakit menular seksual merupakan ancaman serius kesehatan global. WHO mengestimasi ragam penyakit menular sebabkan kematian sekitar empat juta orang selama 2020. Kebanyakan dari kematian itu bahkan berasal dari kelompok masyarakat miskin.

6) Keenam, mewaspadai anomali kemunculan epidemi baru. Epidemi merupakan kehadiran penyakit menular dalam periode waktu tertentu di suatu daerah dalam waktu yang cepat. Secara sederhana, pandemi merupakan epidemi yang terjadi dan menyebar melampaui puluhan negara ataupun kontinen. Faktanya, Covid-19 bukan peristiwa pandemi tunggal yang terjadi beberapa waktu ke belakang. Sebelumnya, dunia juga menghadapi epidemi lain seperti kolera hingga Flu Spanyol yang lantas menjadi pandemi. Publik dunia masih menghadapi epidemi penyakit lain yang menular melalui perantara, seperti DBD, malaria, Zika, chikungunya, dan demam kuning.

7) Ketujuh, melindungi masyarakat dari barang-barang yang berbahaya terhadap kesehatan. Satu per tiga kematian global disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan sehat dan buruknya pola diet. Sementara, sebagian besar masyarakat mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi, bersantan, atau mengandung muatan garam yang banyak. Konsumsi tidak sehat merupakan bentuk lain dari gaya hidup masyarakat dan kerap dianggap wajar. Namun demikian, konsumsi ini menjadi faktor utama obesitas ataupun

(9)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 9 kelebihan berat badan yang sebabkan beragam penyakit kronis di masa depan.

8) Kedelapan, berinvestasi pada tenaga kesehatan. Beberapa faktor seperti kurangnya tunjangan serta maraknya tindak kekerasan menyebabkan minimnya supply tenaga kesehatan di dunia.

9) Kesembilan, menjaga kesehatan remaja. Satu juta remaja meninggal setiap tahunnya. Penyebab kematian mereka beragam, mulai dari kecelakaan lalu lintas, HIV, bunuh diri, hingga akibat dari kekerasan. Penggunaan alkohol, tembakau, dan obat-obatan terlarang ditambah tidak dipraktikkannya gaya hidup sehat menjadi pendorong meningkatnya risiko kematian. Padahal, remaja merupakan mitra pembangunan potensial lantaran karakter khasnya yang mau membuat perubahan dan memberi dampak terhadap lingkungan sekitar.

10) Kesepuluh, memastikan tenaga dan sistem kesehatan mendapatkan kepercayaan publik. Kepercayaan terhadap tenaga kesehatan merupakan satu hal esensial lantaran untuk mendorong terwujudnya perilaku sehat. Di samping itu, institusi kesehatan kerap berperan menghalau misinformasi dan kabar hoaks perihal kesehatan yang kerap tersebar di media sosial.

b. Hubungan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dengan Renstra Kemenkes

Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen perencanaaan yang bersifat indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan dan menjadi acuan bagi jajaran kesehatan. Sasaran pokok renstra kemenkes meliputi;

1) Meningkatnya kesehatan ibu, anak dan gizi masyarakat

2) Meningkatnya ketersedian dan mutu fasyankes dasar dan rujukan

(10)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 10 3) Meningkatnya pencegahan dan pengendalian serta

pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat 4) Meningkatnya akses, kemandirian dan mutu

kefarmasian dan alat kesehatan

5) Meningkatnya pemenuhan SDM kesehatan dan kompetensi sesuai standar

6) Terkjaminnya pembiayaan kesehatan

7) Meningkatnya sinergisme pusat dan daerah serta meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Renstra Kemenkes menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang menjadi prioritas wajib Nasional, yang kemudian dijabarkan dalam program dan kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Agam. Program dan kegiatan yang berasal dari issue strategic Dinas Kesehatan Kabupaten Agam tetap menjadi acuan utama dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat Kabupaten Agam kedepan.

c. Hubungan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dengan Renstra Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Renstra Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat menjadi salah satu acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Agam. Secara geografis dan kondisi alam yang beringan dan bersinergi misalnya dalam penyebaran penyakit menular dan secara jalur vertikal terjadi korelasi antara kebijakan yang dituangkan dalam Renstra Dinas kesehatan Propinsi dengan Renstra Dinas kesehatan Kabupaten Agam.

d. Hubungan Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Agam.

1) Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menyiapkan Rancangan Awal Renstra Tahun 2021-2026 sesuai dengan tugas dan

(11)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 11 fungsinya dengan berpedoman pada Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Agam;

2) Rancangan Awal Renstra OPD Kabupaten Agam termasuk Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menjadi input bagi Bappeda Kabupaten Agam untuk memutakhirkan rancangan RPJMD Kabupaten Agam.

3) Rancangan RPJMD Kabupaten Agam dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jangka Menengah Kabupaten Agam;

4) Hasil Musrenbang Jangka Menengah Kabupaten Agam digunakan dalam penyusunan Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Agam;

5) Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Agam digunakan sebagai pedoman dan acuan bagi OPD Kabupaten Agam dalam pemutakhiran Rancangan Renstra OPD menjadi Rancangan Akhir Renstra OPD, dimana diantaranya adalah Rancangan Akhir Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam;

6) Pada tahap akhir, Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Agam ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Berpedoman pada Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Agam maka OPD Kabupaten Agam menetapkan Rancangan Akhir Renstra OPD menjadi Renstra OPD, dimana Dinas Kesehatan Kab. Agam juga menetapkan Peraturan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam tentang Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2021-2026. Selanjutnya Renstra OPD menjadi landasan maupun pedoman bagi penyusunan Renja OPD dan Rencana Kerja (Renja).

1.2 Landasan Hukum

Adapun yang menjadi landasan hukum dalam pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Agam adalah :

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam Lingkungan

(12)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 12 Daerah Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); diubah dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan;

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5063) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

5. Undang –Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072)

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan

(13)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 13 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2016 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 229, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5942);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 2 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6178);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 Tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 6323)

12. Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2015 tentang tentang Kementerian Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 59);

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1213);

(14)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 14 15. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 tentang

Pedoman Manajemen Puskesmas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1423);

16. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 68);

17. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1335)

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Kalsifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447);

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 228);

20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1146);

21. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klsifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

22. Peraturan Daerah Kabupaten Agam nomor 11 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2005 Nomor 11, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Agam Nomor 11);

23. Peraturan Daerah Kabupaten Agam nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2016 Nomor 11);

(15)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 15 24. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 Tahun 2021

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2021-2026 (Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2021 Nomor, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Agam Nomor 3 );

25. Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2016 tentang Penaggulangan Bencana;

26. Peraturan Bupati Kabupaten Agam Nomor 4 Tahun 2020.

Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender;

27. Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2021 (Berita Daerah Kabupaten Agam Tahun 2020 Nomor 40);

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Renstra Dinas kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2021-2026, adalah sebagai berikut :

a. Dasar dan acuan bagi Dinas Kesehatan untuk menjalankan program dan kegiatan kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan

b. Dokumen perencanaan pembangunan lima (5) Tahun dan menjadi pedoman dalam penyusunan Renja Dinas Kesehatan c. Menyajikan hasil analisis evaluasi capaian kinerja pembangunan

serta kondisi eksisting Dinas Kesehatan sebagai media mengukur kinerja pelayanan Dinas Kesehatan

d. Dokumen yang berkaitan dan konsisten dalam mewujudkan sasaran- sasaran dalam dokumen RPJMD Daerah Kabupaten Agam

Tujuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 adalah untuk memberikan arah bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan masyarakat Kabupaten Agam seutuhnya dengan menyelaraskan permasalahan kesehatan di tingkat regional, nasional maupun lokal area, berdasarkan isu strategis, program strategis, kerangka pendanaan, dan indikator kinerja.

(16)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 16 1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Renstra Dinas Kesehatan tahun 2021- 2026 ini mencakup 4 Bab yang terdiri dari :

BAB I Pendahuluan

Memuat Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Sistematika Penulisan.

BAB II Gambaran Pelayanan Dinas Kesehatan

Memuat Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi, Sumber Daya, Kinerja Pelayanan, Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan

BAB III Permasalahan dan Isu isu Strategis

Bab ini menyajikan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan, telaah visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, telaah Renstra KL, telaah RTRW, penentuan isu- isu strategis

BAB IV Tujuan dan Sasaran

Bab ini menyajikan tentang tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Keesehatan

BAB V Strategi dan Arah Kebijakan

Bab ini menyajikan tentang strategi dan arah kebijakan Dinas Keesehatan

BAB VI Rencana Program dan Kegiatan serta Pendanaan

Mencakup rencana program dan kegiatan serta pendanaan lima tahunan Dinas Kesehatan

BAB VI Penutup

Mencakup catatan-catatan penting yang perlu mendapat perhatian, kaidah-kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(17)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 17 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KESEHATAN

2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Dinas Kesehatan 1. Tugas Pokok

Sebagaimana diatur dalam Perda Agam No. 11 Tahun 2016 Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai tugas pokok yaitu Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan.

2. Fungsi

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mempunyai fungsi, sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang kesehatan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang kesehatan;

d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(18)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 18

PERBUB No 11 Tahun 2016

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS KESEHATAN 5. Dinas Kesehatan, Tipe A

Kepala Dinas

Sekretariat

Kelompok Jabatan Fungsional

Sub Bagian Umum dan

Kepegawaian Sub Bagian Keuangan Sub Bagian Perencanaan dan

Pelaporan

Bidang Kesehatan Masyarakat Bidang Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit Bidang Pelayanan Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan

Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat

Seksi Surveilans dan Imunisasi

Seksi Pelayanan Kesehatan Primer

Seksi Kefarmasian

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Seksi Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit Menular

Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan

Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga

Seksi Pencegahan dan

Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa

Seksi Jaminan Kesehatan, Batra dan POM Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan

UPT

(19)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 19 Uraian Susunan Organisasi Dinas Kesehatan:

Adapun uraian susunan Organisasi Dinas secara rinci terdiri atas:

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, membawahi:

1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

2. Sub Bagian Keuangan; dan

3. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.

c. Bidang Kesehatan Masyarakat, membawahi:

1. Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

2. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;

dan

3. Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga.

d. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, membawahi:

1. Seksi Surveilans dan Imunisasi;

2. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular; dan 3. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak

Menular dan Kesehatan Jiwa.

e. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi:

1. Seksi Pelayanan Kesehatan Primer;

2. Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan; dan 3. Seksi Jaminan Kesehatan, Batra dan POM.

f. Bidang Sumber Daya Kesehatan, membawahi:

1. Seksi Kefarmasian;

2. Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan; dan 3. Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

g. UPT; dan

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

Rincian Tupoksi masing-masing bidang dan seksi:

1. Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas pengelolaan urusan administrasi umum dan kepegawaian, urusan keuangan, dan urusan perencanaan dan pelaporan. Sekretariat dipimpin oleh seorang

(20)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 20 Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Sekretariat mempunyai fungsi:

a. pelaksanaan urusan umum dan kepegawaian;

b. pelaksanaan urusan keuangan; dan

c. pelaksanaan urusan perencanaan dan pelaporan;

Sekretariat membawahi 3 (tiga) Sub Bagian yang terdiri dari : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. Sub Bagian Keuangan; dan

c. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga, kerja sama, kehumasan, protokol dan ketatalaksanaan serta kepegawaian.

Uraian tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah:

1) Melakukan penyusunan rencana dan anggaran Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

2) Melakukan urusan rencana kebutuhan dan usulan pengembangan pegawai;

3) Melakukan urusan mutasi, tanda jasa, kenaikan pangkat, kenaikan jabatan, pemberhentian dan pensiun pegawai;

4) Melakukan urusan tata usaha kepegawaian, disiplin pegawai dan evaluasi kinerja pegawai;

5) Melakukan urusan tata usaha dan kearsipan;

6) Melakukan urusan rumah tangga, keamanan dan kebersihan;

7) Melakukan urusan kerja sama, hubungan masyarakat dan protokol;

8) Melakukan evaluasi kelembagaan dan ketatalaksanaan;

9) Melakukan telaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan;

10) Melakukan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Unit (RKBU) dan Rencana Pemeliharaan Barang Unit (RPBU);

(21)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 21 11) Melakukan penyiapan bahan administrasi pengadaan, penyaluran, penghapusan dan pemindah tanganan barang milik negara dan milik Daerah;

12) Melakukan penyusunan laporan dan administrasi penggunaan peralatan dan perlengkapan kantor;

13) Melakukan penyiapan bahan tidak lanjut laporan hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan ganti kerugian daerah;

14) Melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan

15) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

b. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan urusan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan milik Daerah. Uraian tugas Sub Bagian Keuangan adalah:

1) Melakukan penyusunan rencana dan anggaran Sub Bagian Keuangan;

2) Melakukan urusan akuntansi, dan verifikasi keuangan;

3) Melakukan urusan perbendaharaan, dan penerbitan surat perintah membayar;

4) Melakukan urusan gaji pegawai;

5) Melakukan penyiapan pertanggungjawaban dan pengelolaan dokumen keuangan;

6) Melakukan penyusunan laporan keuangan;

7) Melakukan penyiapan bahan tidak lanjut laporan hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi;

8) Melakukan penyiapan bahan ketatausahaan dan inventarisasi barang;

9) Melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan Sub Bagian Keuangan; dan

10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

(22)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 22 c. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, dan anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang kesehatan. Uraian tugas Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan adalah:

a. Melakukan penyusunan rencana dan anggaran Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan;

b. Melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program;

c. Melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan anggaran;

d. Melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan kegiatan tahunan;

e. Penyiapan bahan penyusunan satuan biaya, petunjuk operasional kegiatan, dan revisi anggaran;

f. Melakukan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data dan statistik;

g. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan;

h. Melakukan penyusunan laporan kinerja;

i. Melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan; dan

j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

2. Bidang Kesehatan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang kesehatan keluarga, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga. Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris. Dalam melaksanakan tugas Bidang Kesehatan Masyarakat mempunyai fungsi:

a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional di bidang kesehatan keluarga, gizi masyarakat, promosi dan

(23)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 23 pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang kesehatan keluarga, gizi masyarakat, promosi dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

c. Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi di bidang kesehatan keluarga, gizi masyarakat, promosi dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

d. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan keluarga, gizi masyarakat, promosi dan pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Kesehatan Masyarakat membawahi 3 (tiga) Seksi terdiri dari :

a. Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

b. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; dan c. Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan

Olahraga.

a. Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan keluarga dan gizi masyarakat. Uraian tugas Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

2) melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

(24)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 24 4) Melaksanakan pengelolaan data Kesehatan Keluarga dan Gizi

Masyarakat;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat;

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan pemberdayaan masyarakat.

Uraian tugas Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Promosi dan Pemberdayaan;

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis Promosi dan Pemberdayaan;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan Promosi dan Pemberdayaan;

4) Melaksanakan pengelolaan data Promosi dan Pemberdayaan;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha Promosi dan Pemberdayaan;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi Promosi dan Pemberdayaan;

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Promosi dan Pemberdayaan;

(25)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 25 9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan

10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

c. Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga. Uraian tugas Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

4) Melaksanakan pengelolaan data kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olah raga;

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

3. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang surveilans dan imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak

(26)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 26 menular dan kesehatan jiwa. Dalam melaksanakan tugas Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mempunyai fungsi:

a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional di bidang surveilans dan imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang surveilans dan imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

c. Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi di bidang surveilans dan imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

d. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang surveilans dan imunisasi, pencegahan dan pengendalian penyakit menular, pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit membawahi 3 (tiga) Seksi terdiri dari :

a. Seksi Surveilans dan imunisasi;

b. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular; dan c. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

dan Kesehatan Jiwa.

a. Seksi Surveilans dan imunisasi mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang surveilans dan imunisasi. Uraian tugas Seksi Surveilans dan imunisasi adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi surveilans dan imunisasi;

(27)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 27 2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis surveilans

dan imunisasi;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan surveilans dan imunisasi;

4) Melaksanakan pengelolaan data surveilans dan imunisasi;

5) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi surveilans dan imunisasi;

6) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

7) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi surveilans dan imunisasi;

8) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 9) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Uraian tugas Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular) adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

4) Melaksanakan pengelolaan data pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

(28)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 28 8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi

pencegahan dan pengendalian penyakit menular;

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

c. Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa. Uraian tugas Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi penyelenggaraan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

4) Melaksanakan pengelolaan data pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa;

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

(29)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 29 4. Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional. Dalam melaksanakan tugas Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai fungsi:

a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional;

c. Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional;

d. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan rujukan termasuk peningkatan mutunya, serta pelayanan kesehatan tradisional;

dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pelayanan Kesehatanmembawahi 3 (tiga) Seksi terdiri dari : 1) Seksi Pelayanan Kesehatan Primer;

2) Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan; dan 3) Seksi Jaminan Kesehatan, Batra dan POM.

a. Seksi Pelayanan Kesehatan Primer mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan serta peningkatan mutu fasyankes di bidang pelayanan kesehatan primer. Uraian tugas Seksi Pelayanan Kesehatan Primer adalah :

(30)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 30 1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi pelayanan

kesehatan primer.

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis pelayanan kesehatan primer;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi pelayanan kesehatan primer.

4) Melaksanakan pengelolaan data pelayanan kesehatan primer.

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha pelayanan kesehatan primer.

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi pelayanan kesehatan primer.

7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi pelayanan kesehatan primer.

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan serta peningkatan mutu fasyankes di bidang pelayanan kesehatan rujukan. Uraian tugas Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan adalah :

1) Melaksanakan penyusunan program kerja Seksi pelayanan kesehatan rujukan;

2) Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis pelayanan kesehatan rujukan;

3) Melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi pelayanan kesehatan rujukan;

4) Melaksanakan pengelolaan data pelayanan kesehatan rujukan;

5) Melaksanakan fasilitasi pelaksanaan usaha-usaha pelayanan kesehatan rujukan;

6) Melaksanakan penyusunan bahan koordinasi pelayanan kesehatan rujukan;

(31)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 31 7) Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan

pertimbangan pengambilan kebijakan;

8) Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi pelayanan kesehatan rujukan;

9) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dan 10) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

c. Seksi Jaminan Kesehatan, Batra dan POM mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang jaminan kesehatan. Uraian tugasSeksi Jaminan Kesehatan, Batra dan POM adalah :

1) Menyusun rancangan pedoman umum tentang jaminan kesehatan, batra dan POM;

2) Menyusun petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan petunjuk operasional pengawasan jaminan kesehatan, batra dan POM;

3) Melaksanakan supervisi, monitoring dan evaluasi dalam rangka pelaksanaan pengawasan jaminan kesehatan, batra dan POM; dan

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

5. Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai tugas Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang kefarmasian, alat kesehatan dan PKRT serta sumber daya manusia kesehatan. Dalam melaksanakan tugas Bidang Sumber Daya Kesehatan mempunyai fungsi :

a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional di bidang kefarmasian dan POM, Sarana dan Peralatan Kesehatan serta sumber daya manusia kesehatan;

b. Penyiapan pelaksanaan kebijakan operasional di bidang kefarmasian dan POM, Sarana dan Peralatan Kesehatan serta sumber daya manusia kesehatan;

(32)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 32 c. Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi di bidang

kefarmasian dan POM, Sarana dan Peralatan Kesehatan;

d. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang kefarmasian dan POM, Sarana dan Peralatan Kesehatan serta sumber daya manusia kesehatan.

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Sumber Daya Kesehatan membawahi 3 (tiga) Seksi terdiri dari :

1) Seksi Kefarmasian;

2) Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan; dan 3) Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

a. Seksi Kefarmasian mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan kefarmasian. Uraian tugas Seksi Kefarmasian adalah : 1) Menyiapkan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan

penilaian ketersediaan, pengendalian harga dan pengaturan pengadaan, serta pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan perbekalan kesehatan.

2) Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan penilaian ketersediaan, pengendalian harga dan pengaturan pengadaan, serta pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan perbekalan kesehatan;

3) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perencanaan dan penilaian ketersediaan, pengendalian harga dan pengaturan pengadaan, serta pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan perbekalan kesehatan;

4) Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan dan penilaian ketersediaan, pengendalian harga dan pengaturan pengadaan, serta pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan perbekalan kesehatan;

(33)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 33 5) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan dan penilaian ketersediaan, pengendalian harga dan pengaturan pengadaan, serta pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan perbekalan kesehatan;

6) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang distribusi obat dan pengamanan pangan dalam rangka upaya kesehatan;

7) Penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang distribusi obat dan pengamanan pangan dalam rangka upaya kesehatan;

8) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang distribusi obat dan pengamanan pangan dalam rangka upaya kesehatan;

9) Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang distribusi obat dan pengamanan pangan dalam rangka upaya kesehatan;

10) Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, norma, standar, prosedur, kriteria dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang distribusi obat dan pengamanan pangan dalam rangka upaya kesehatan;

11) Melaksanakan pengelolaan terhadapobat dan perbekalan kesehatan mulaidaripenerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan;

12) Melaksanakan pemusnahan obat kedaluwarsa sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;

13) Penyiapan perumusan kebijakan di bidang manajemen dan klinikal farmasi, analisis farmako ekonomi, seleksi obat dan penggunaan obat rasional;

14) Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang manajemen dan klinikal farmasi, analisis farmakoekonomi, seleksi obat dan penggunaan obat rasional;

15) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang manajemen dan klinikal farmasi, analisis farmako ekonomi, seleksi obat dan penggunaan obat rasional;

(34)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 34 16) Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang manajemen dan klinikal farmasi, analisis farmako ekonomi, seleksi obat dan penggunaan obat rasional;

17) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang manajemen dan klinikal farmasi, analisis farmako ekonomi, seleksi obat dan penggunaan obat rasional;

18) Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, norma, standar, prosedur, kriteria dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang distribusi narkotika, psikotropika dan prekursor farmasi; dan

19) melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

b. Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang Sarana dan Peralatan kesehatan. Uraian tugas Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan adalah :

1) Menyiapkan perumusan kebijakan di bidang perencanaan, ketersediaan, pengawasan pembangunan dan rehabilitasi puskesmas dan puskesmas pembantu;

2) Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan, ketersediaan, pengawasan pembangunan dan rehabilitasipuskesmas, dan puskesmas pembantu;

3) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perencanaan, ketersediaan, pengawasan pembangunan dan rehabilitasipuskesmas danpuskesmas pembantu;

4) Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi bidang perencanaan, ketersediaan, pengawasan pembangunan dan rehabilitasipuskesmas dan puskesmas pembantu;

5) Menyiapkan perumusan kebijakan di bidang perencanaan,ketersediaan, pengadaan dan pemeliharaan alat kesehatan;

(35)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 35 6) Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan,

ketersediaan, pengadaan dan pemeliharaan alat kesehatan;

7) Penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perencanaan, ketersediaan, pengadaan dan pemeliharaan alat kesehatan;

8) Penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang perencanaan, ketersediaan, pengadaan dan pemeliharaan alat kesehatan;

9) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang perencanaan,ketersediaan, pengadaan dan pemeliharaan alat kesehatan;

10) Registrasi dan sertifikasi sarana kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan;

11) Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan perencanaan, standar, prosedur, kriteria, pengadaan danpemantauan, evaluasi dan pelaporantransportasi luar gedung; dan

12) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

c. Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan mempunyai tugas penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang sumber daya manusia kesehatan. Uraian tugas Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatans adalah :

a) Penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan, fasilitasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang perencanaan kebutuhan dan pengembangan sumber daya manusia kesehatan;

b) Penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan, di bidang pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan;

c) Penyusunan kebijakan teknis di bidang fasilitasi pengembangan pendidikan dan kemitraan, penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia kesehatan dan fasilitasi akreditasi dan pengendalian mutu pendidikan sumber daya manusia kesehatan;

(36)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 36 d) Pelaksanaan di bidang fasilitasi pengembangan pendidikan dan kemitraanpenyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia kesehatan dan fasilitasi akreditasi dan pengendalian mutu pendidikan sumber daya manusia kesehatan;

e) Pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang fasilitasi pengembangan pendidikan dan kemitraan,penyelenggaraan pendidikan sumber daya manusia kesehatan dan fasilitasi akreditasi dan pengendalian mutu pendidikan sumber daya manusia kesehatan;

f) Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan di bidang analisis kompetensi dan pemetaan kebutuhan pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

g) Melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

h) Penyiapan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengembangan pelatihan teknis dan fungsional sumber daya manusia kesehatan;

i) penyiapan pelaksanaan di bidang pengembangan pelatihan teknis dan fungsional sumber daya manusia kesehatan;

j) penyusunan kebijakan teknis, pelaksanaan dan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian dan pengembangan kesehatan di bidang sumber daya manusia kesehatan; dan k) melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

6. Untuk menyelenggarakan sebagian tugas Dinas dapat dibentuk UPT pada Dinas sesuai dengan kebutuhan. Ketentuan mengenai pembentukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja UPT ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

7. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan Dinas secara profesional sesuai dengan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab

(37)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 37 kepada Kepala Dinas. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39, terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilan. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada di lingkungan Dinas. Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis, kebutuhan dan beban kerja.

2.2 Sumber Daya Dinas Kesehatan

Sarana Prasarana merupakan salah satu sumber daya penunjang dalam mencapai tujuan dan sasaran Dinas Kesehatan.

Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan berdaya guna akan memudahkan SDM Dinas Kesehatan dalam melaksanakan setiap kegiatan dan program yang telah ditetapkan.

Inventarisasi sarana dan prasarana di lingkungan Dinas Kesehatan dapat digambarkan sebagai berikut:

(38)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 38 Tabel 1

Jenis Sarana dan Prasarana Kesehatan di Kabupaten Agam No Jenis Sarana dan Prasarana Kesehatan Jumlah 1 Rumah Sakit

Rumah Sakit Umum Daerah 1

Rumah Sakit Ibu dan Anak 1

2 Puskesmas dengan kategori :

a. Puskesmas Perkotaan 2

b.Puskesmas Perdesaan 16

c.Puskesmas Terpencil 5

3 Puskesmas dengan Status Pelayanan Poned 18 4 Puskesmas dengan pelayanan laboratorium 23 5 Puskesmas dengan klinik perawatan gizi buruk 1

6 Pustu 141

7 Polindes/Poskesri 55/44

8 Mobil Puskesmas Keliling/Ambulan 49

9 Posyandu 868

10 Posbindu 319

Analisa Ketersedian Sarana dan Prasarana serta Alat Kesehatan Kesehatan

1. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit).

Rumah sakit dapat didirikan dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta. Sedangkan menurut pelayanan yang diberikan, rumah sakit terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Basung merupakan rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Agam Type C, dengan luas area 22.871 m2. Sarana yang dibutuhkan adalah Gedung UTDRS (unit transfusi darah rumah sakit), Instalasi Farmasi, Medical Record,

(39)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 39 Kantor, Rawat Inap Paru. Perlunya penambahan IPL, ambulan UTD, SIMRS dan generator set. Ketersedian alat kesehatan Rumah Sakit saat ini sekitar 32.07%.

Kondisi bangunan seperti Kantor, Rawat Inap Ruang Bedah, Rawat Inap Ruang Paru, Laboratorium, Radiologi, Instalasi Gizi, IPSRS, dan Rumah Dokter Spesialis sudah berdiri sejak 1986.

Dari semua gedung tersebut, sudah terbangun 6 Gedung Baru seperti Rawat Inap Bedah, Laboratorium, Radiologi, Instalasi Gizi, Gedung VIP, Poliklinik Baru. Jika diamati masih terdapat beberapa gedung yang perlu diperbaiki/dibangun ulang seperti Rawat Inap Paru, Gedung Administrasi,UTDRS, MR, Farmasi, dan Kamar Jenazah. Proses pengelolaan sarana dan prasarana unit rawat inap, salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah pengelolaan tempat tidur pasien. Persentase tempat tidur sesuai kelasnya adalah Kelas III 28%, Kelas II 18,66%, Kelas I 10% dan ICU 2,66%. Dari data tersebut, tempat tidur Kelas III belum memenuhi standar persentase yakni 30 %.

Adapun Rumah Sakit Riski Bunda merupakan rumah sakit khusus milik swasta yang melakukan pelayanan kesehatan spesifik pada sasaran ibu dan anak.

2. Puskesmas harus didirikan pada setiap kecamatan. Kondisi tertentu di satu kecamatan bisa dibangun 2 Puskesmas, dengan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah penduduk, dan aksesibilitas. Puskesmas harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan, ketenagaan, kefarmasian, dan laboratorium, klinik. Dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Agam masih terdapat 4 Puskesmas yang belum sesuai standar Permenkes No 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas yaitu Puskesmas Manggopoh, Koto Alam, Padang Lua, Padang Tarok, Maninjau dan Bawan.

Dalam rangka pemenuhan Pelayanan Kesehatan yang didasarkan pada kebutuhan dan kondisi masyarakat, Puskesmas dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik wilayah kerja yaitu:

(40)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 40 a. Puskesmas dengan kriteria Puskesmas Perkotaan untuk

Puskesmas Manggopoh dan Lubuk Basung

b. Puskesmas dengan kriteria Perdesaan untuk Puskesmas Biaro, Baso, Padang Tarok, Kapau, Pakan kamis, Magek, Padang Lua, Sungai Pua, IV Koto, Matur, Maninjau, Pasar Ahad, Bawan, Batu Kambing, Tiku, Lasi

c. Puskesmas dengan kriteria terpencil untuk Puskesmas Muaro Putuih, Palembayan, Koto Alam, Malalak, Palupuh 3. Puskesmas dengan status pelayanan Poned yaitu

Puskesmas Baso, Pakan Kamis, Matur, Maninjau, Lubuk Basung, Bawan, Tiku, Palembayan, Palupuh, Koto Alam, Muaro Putuih, Sungai Pua, Biaro, Pasar Ahad, Magek, IV Koto, Kapau, Lasi

4. Puskesmas dengan pelayanan laboratorium

Terdapat 23 Puskesmas di Kabupaten yang melaksanakan pelayanan laboratorium. Masing- masing Puskesmas telah memiliki tenaga analis kesehatan.

5. Puskesmas dengan klinik perawatan gizi buruk

Puskesmas dengan klinik perawatan gizi buruk terdapat di Puskesmas Pakan Kamis. TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) atau PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) adalah pusat pemulihan gizi buruk dengan perawatan serta pemberian makanan anak secara intensif dan adekuat sesuai usia dan kondisinya, dengan melibatkan peran serta orang tua (ibu) agar dapat mandiri ketika kembali ke rumah.

6. Pustu

Puskesmas pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas pembantu memberikan pelayanan kesehatan secara permanen disuatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas.

Puskesmas Pembantu didirikan dengan perbandingan 1 (satu) Puskesmas Pembantu untuk melayani 2 (dua) sampai 3 (tiga) desa/kelurahan. Penanggungjawab Puskesmas

(41)

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2021-2026 | 41 Pembantu adalah seorang perawat atau Bidan, yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan atas usulan Kepala Puskesmas. Tenaga minimal di Puskesmas Pembantu terdiri dari 1 (satu) orang perawat dan 1 (satu) orang bidan.

Pendirian Puskesmas Pembantu harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, peralatan kesehatan dan ketenagaan. Bangunan, prasarana dan peralatan kesehatan di Puskesmas Pembantu harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala agar tetap laik fungsi. Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) menurut kondisi fisik bangunannya sebagai berikut:

a. Baik; apabila bangunan (pustu) yang bersangkutan dalam kondisi baik atau tidak mengalami kerusakan.

b. Rusak Ringan; apabila bangunan (pustu) yang bersangkutan terjadi kerusakan pada komponen pintu, jendela, kaca, penggantung, pengunci, cat, dan sebagainya.

c. Rusak Sedang; apabila bangunan (pustu) yang bersangkutan terjadi kerusakan pada komponen pokok dari bangunan seperti pilar, pondasi, sloope, ring balk.

d. Rusak Berat; apabila bangunan (pustu) yang

bersangkutan sudah tidak dapat

digunakan/dimanfaatkan lagi.

7. Polindes/Puskesri

Polindes/pondok bersalin desa/nagari adalah suatu tempat unit kegiatan bersama masyarakat (UKBM) yang didirikan oleh masyarakat atas dasar musyawarah sebagai kelengkapan dari pembangunan kesehatan masyarakat untuk memberikan pelayanan KIA dan KB dikelola bidan desa. Bidan desa yang bertugas di Polindes dan Poskesri merupakan bidan yang memiliki Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) di Puskesmas, dan bertempat tinggal serta mendapatkan penugasan untuk melaksanakan praktik kebidanan dari Pemerintah Daerah pada satu desa/kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas yang bersangkutan.

Gambar

Tabel 5  Besaran Aset Tetap

Referensi

Dokumen terkait

Era globalisasi yang membawa pengaruh dengan meningkatnya hubungan kerjasama antar bangsa menyebabkan perubahan dalam kebijakan Pemerintah Indonesia, termasuk kebijakan dalam

Masyarakat Indonesia dalam era globalisasi dibanjiri dengan intormasi dan produksi luar negeri, meskipun demikian banyak contoh yang menunjukkan rasa bangga kita sebagai

era globalisasi ini seorang wirausahawan dituntut agar bisa terus berinovasi, menghadirkan hal yang baru, yang unik, yang lebih efisien, dan lebih baik dari

Pada era globalisasi sekarang ini, banyak produk baru yang bermunculan di Indonesia. Munculnya berbagai jenis produk minuman menjadikan persaingan pasar semakin ketat. Dari satu

Di era modern saat ini dengan arus globalisasi yang datang dari luar yang sangat cepat mempengaruhi beberapa aspek kebudayaan di Indonesia menyebabkan beberapa budaya

Dalam era globalisasi, saat ini dituntut adanya sarana komunikasi yang cepat dan terpercaya baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Saat ini kita sedang masuk di zaman serba baru atau era globalisasi yang seharusnya membawa Indonesia semakin dekat pada cita – cita bangsa

Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Salah satu industri yang sangat ketat persaingannya adalah