• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXECUTIVE SUMMARY. Agroindustri Persusuan Page 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EXECUTIVE SUMMARY. Agroindustri Persusuan Page 1"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Agroindustri Persusuan Page 1

EXECUTIVE SUMMARY

Business plan mentega PT. Cita Rasa memuat rencana bisnis pembuatan tahu susu mulai dari pembuatan, tenaga kerja yang dibutuhkan, teknologi yang digunakan, analisis-analisis lingkungan social politik dan analisis financial yang menjadi acuan apakah usaha ini menguntungkan atau tidak.

Berdasarkan perhitungan proyeksi rencana usaha pembuatan tahu susu oleh PT. Cita Rasa dapat diperoleh informasi sebagai berikut :

1. Dalam satu tahun bisa menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp.

1.751.800.000,00.

2. Dengan asumsi biaya 1 rupiah yang digunakan, mampu menghasilkan keuntungan sebesar 1,48 kali dari biaya yang digunakan.

3. Modal usaha dapat kembali dalam waktu 1,5 tahun

4. BEP dicapai pada tingkat penerimaan sebesar Rp. 5.353.305.234,53

(2)

Agroindustri Persusuan Page 2

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Usaha (Company Overview)

Tahu susu merupakan jenis makanan yang sama dengan jenis tahu lainnya, makanan ini berbahan dasar kacang kedelai. Hanya saja, tahu jenis ini dicampur dengan susu sapi murni sehingga selain gurih, teksturnya juga lebih padat. Proses pembuatannya dilakukan secara tradisional dan tanpa bahan pengawet, sehingga pada suhu udara terbuka, makanan ini hanya bertahan sampai 2 hari saja dan maksimal seminggu jika dimasukkan ke dalam kulkas.

Tahu susu sebagai produk dengan bahan bahan dasar kedelai dengan campuran susu sapi, merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk memnuhi kebutuhan protein nabati dan hewani. Di Indonesia, konsumsi tahu susu masih sangat jarang sekali. Hal ini disebabkan karena belum meluasnya produk tahu susu ini di pasaran. Untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut, maka produksi tahu susu harus ditingkatkan. Produksi tahu susu rakyat ini juga sekaligus mencoba memberikan alternatif produk makanan kecil-menengah, sekaligus agar lebih terjangkau masyarakat umum.

Dilihat bentuknya, tahu ini sebenarnya sangat mirip dengan tahu pada umumnya, ada yang berwarna putih dan kuning. Permukaannya berubah kering dan renyah setelah digoreng, sementara bagian dalamnya terasa lembut, gurih dan enak. Kehadiran Tahu Susu berawal dari keinginan pengusaha yang ingin mengembangkan tahu sebagai salah satu oleh-oleh favorit. Bukan tahu biasa, tetapi tahu yang rasanya berbeda dari tahu yang biasa, dan bahan-bahannya bisa dengan mudah diperoleh di Banyumas.

Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang populer. Selain rasanya enak, harganya murah dan nilai gizinya pun tinggi. Bahan makanan ini diolah dari kacang-kacangan khususnya kacang kedelai. Tahu bersifat mudah rusak (busuk). Pada kondisi biasa (suhu kamar) daya tahannya rata-rata 1 – 2 hari saja. Setelah lebih dari batas tersebut rasanya menjadi asam lalu berangsur-angsur busuk, sehingga tidak layak dikonsumsi lagi. Hal ini disebabkan oleh kadar air dan protein tahu relatif tinggi, masing-masing 86 persen dan 8 – 12 persen. Juga mengandung lemak 4.8 persen dan karbohidrat 1.6 persen.

(3)

Agroindustri Persusuan Page 3

Di dalam susu segar setiap 100 gram susu terkandung kalori sebesar 70.5 kilokalori, protein sebanyak 3.4 gram, lemak 3.7 gram, mengandung kalsium sebesar 125 miligram, sementara prosentase penyerapan dalam tubuh sebesar 98%

– 100%. Susu mengkandung vitamin B2 dan vitamin A, selain protein juga terdapat macam-macam asam amino yang penting untuk pertumbuhan tubuh.

Sekarang, susu sapi dijuluki sebagai bahan makanan dengan kandungan vitamin lengkap, juga sebagai “darah putih” yang membantu kesehatan tubuh manusia.

Para produsen makanan ternak memakai sebagian besar dari produksi kedele para petani Indonesia. Selain produsen pakan, pabrik barang makanan skala besar, misalnya pabrik tahu, pabrik susu kedele, pabrik taucho dan kecap membutuhkan kedele dengan jumlah besar. Permintaan dan persediaan kedele di Indonesia pada periode 1990 s.d. 2010 adalah sebagai berikut.

B. Visi dan Misi Perusahaan o Visi :

Visi perusahaan bahwa perusahaan ingin meminimalkan pemakaian mesin-mesin guna memberdayakan masyarakat sekitar untuk dijadikan tenaga kerja guna mengurangi angka pengangguran.

o Misi :

1) Menciptakan produk unik yang terus dikembangkan dengan inovasi.

2) Menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyratakat sekitar sehingga bisa mengurangi pengangguran dan memajukan sektor riil.

(4)

Agroindustri Persusuan Page 4

C. Gambaran Umum Usaha Identitas Perusahaan

a) Nama Perusahaan : PT Cita Rasa

b) Nama Brand : “Tahu Susu Gurih” c) Lokasi Perusahaan : Jalan Soeparno Sumbang d) Pemilik Perusahaan : Wahyu Puji Ningrum e) Telepon Perusahaan : 085291772244

Identifikasi Produk

a) Produk : Tahu Susu

b) Bentuk Product : Dikemas dalam plastik mika

(5)

Agroindustri Persusuan Page 5

II. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Pasar Potensial

Wilayah pasar untuk memenuhi kebutuhan lokal dan kota lain terdekat seperti, Purwokerto, Pekalongan, Pemalang, Kebumen, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Tegal. Selain itu, wilayah Jawa Barat dan JABOTABEK merupakan wilayah potensial untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas. Dalam memasarkan produk tahu susu akan melibatkan beberapa stakeholder terpilih sebagai pihak penjual langsung dan membuat outlet-outlet penjualan di lokasi- likasi strategis di wilayah Banyumas.

- PERSONAL SELLING

Personal selling dilakukan dengan cara penjualan langsung dari atau pada tempat produksi kepada masyarakat sekitar atau dititipkan di warung dan toko.

- RETAIL/AGEN

Perusahaan membuka keagenan di wilayah produksi dan diluar wilayah produksi untuk memasarkan produk kepada masyarakat luas.

- BROSUR

Produsen atau perusahaan membuat brosur/selebaran tentang produk yang akan dipasarkan dan menyebarkan kepada masyarakat/konsumen.

- ADVERTISING / IKLAN

1. Untuk pertama kali, advertising dilakukan dengan membuat blog perusahaan yang memuat penjelasan tentang produk.

2. Iklan di media cetak local

Target atau segmen pasar yang akan dituju

1. Pembeli adalah masyarakat dari kalangan ekonomi bawah sampai dengan kalangan ekonomi atas dan dari penduduk perkotaan sampai penduduk pedesaan.

2. Pasar tradisional 3. Supermarket

(6)

Agroindustri Persusuan Page 6

Strategi Pemasaran

PENGEMBANGAN PRODUK

Untuk awal produksi tahu susu dilakukan tiga kali dalam satu minggu, dengan bahan baku 300 liter susu segar dan kedelai 350 kg. Produk ini akan dikemas plastik mika. Pengembangan produk yang akan dilakukan adalah dengan penambahan rasa pada tahu susu.

PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN

Perluasan wilayah pemasaran dilakukan setelah target pemasaran pada wilayah produksi tercapai untuk menjaga keberlanjutan distribusi produk dan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

KEGIATAN PROMOSI DAN KEAGENAN

Membuat website dan memperbanyak penyebaran brosur, serta iklan di media massa. Perusahaan juga membuka keagenan di luar wilayah produksi sebagai tindak lanjut dari kebijakan pengembangan wilayah pemasaran.

STRATEGI PENETAPAN HARGA

Menetapkan standar harga penjualan untuk konsumen, menetapkan harga untuk agen/penyalur.

(7)

Agroindustri Persusuan Page 7

III. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

A. Lokasi dan Lahan

Lokasi dan lahan merupakan milik perusahaan pribadi dengan membeli dari uang investasi. Lokasi didirikan pada lahan seluas 2 hektar yang terdiri dari bangunan untuk produksi, gudang, kantor yang di dalamnya terdapat fasilitas kamar mandi dan tempat ibadah serta garasi untuk penyimpanan asset kendaraan perusahaan.

B. Skala Produksi

Perusahaan merupakan skala industri menengah dengan masih memanfaatkan pemadatan tenaga kerja dibandingkan dengan menggunakan mesin.

C. Denah dan Tata Letak Usaha

Denah tempat dilakukannya kegiatan usaha dapat dilihat pada gambar dibawah ini

TEMPAT PRODUKSI GUDANG

GARASI KANTOR

KMR MANDI

/WC

TEMPA T IBADA

H

JALAN KECAMATAN

(8)

Agroindustri Persusuan Page 8

Tempat produksi diletakan di belakang dan bersebelahan dengan gudang penyimpanan agar pengangkutan barang produksi menjadi lebih dekat. Garasi ditempatkan di depan gudang agar penyimpanan barang ke kendaraan untuk dipasarkan lebih cepat dan garasi juga diletakan di dekat jalan untuk akses keluarnya lebih mudah. Kantor diletakan di depan agar karyawan yang datang bisa langsung menuju kantor dan melakukan absen sebelum bekerja sesuai dengan jam kerja yang ditentukan oleh perusahaan.

D. Teknologi, Mesin dan Peralatan

Teknologi pembuatan tahu susu dilakuan dengan peralatan yang masih sederhana, karena memang sesuai visi perusahaan bahwa perusahaan ingin meminimalkan pemakaian mesin-mesin guna memberdayakan masyarakat sekitar untuk dijadikan tenaga kerja guna mengurangi angka pengangguran.

Pembuatan tahu susu dengan cara sederhana dilakukan dengan mengolah kacang kedelai dengan campuran susu segar. Kemudian dengan ditambahkan sedikit rempah sebagai cita rasa dari tahu susu tersebut. Bentuk dasar tahu susu berupa suatu massa atau gumpalan yang kandungan airnya dikeluarkan.

Penampilan tahu susu mirip dengan tahu sumedang, tetapi isi tahu lebih padat dan lebih gurih. Pembuatan tahu susu lebih sederhana dibandingkan tahu kedelai, hal ini dikarenakan bahan dasar dari pembuatan tahu susu sudah merupakan cairan sedangkan pada kedelai harus melalui beberapa proses untuk mendapatkan cairannya. Bahan penggumpal yang biasa digunakan dalam tahu kedelai, dapat pula digunakan dalam pembuatan tahu susu. Proses produksi dapat dilihat pada bagan berikut :

Tahapan Proses Produksi :

1. Kacang kedelai direndam selama kurang lebih 4 jam;

2. Kemudian dicuci hingga bersih;

3. Setelah itu digiling hingga lembut;

4. Perebusan kacang kedelai yang sudah digilin kurang lebih 1 jam sambil diaduk aduk.

5. Kacang kedelai disaring, dipisahkan antara ampas dan sari kedelai.

6. Sari kedelai dicampur susu murni, mentega, garam.

(9)

Agroindustri Persusuan Page 9

7. Setelah mengental sari kedelai dimasukkan ke dalam cetakan kayu lalu di pres.

8. Setelah di cetak tahu susu dipotong-potong sesuai ukuran.

9. Tahu yang sudah di potong-potong lalu di rebus kembali sambil diberi bumbu.

10. Setelah dingin tahu dibungkus, dan siap diolah untuk konsumsi langsung.

(10)

Agroindustri Persusuan Page 10

IV. ASPEK MANAJEMEN

A. Struktur Organisasi

Struktur otganisasi perusahaan dapat dilihat pada bagan berikut

B. Kebutuhan Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

No Jabatan Jumlah Pendidikan

1 Pemilik 1 S2

2 Direktur 1 S2

3 Asisten Direktur 1 S1

4 Supervisor Produksi 1 S1

5 Supervisor Sumber Daya Manusia (SDM) 1 S1

6 Supervisor Gudang 1 S1

7 Supervisor Pemasaran 1 S1

DIREKTUR

Spv.

Produksi

Pegawai Produksi Asst. direktur

Supir PEMILIK

Spv. SDM Spv. Gudang Spv. Pemasaran

Administrasi

Keuangan

Pegawai Gudang

Bag. Promosi

Bag. Sales

Referensi

Dokumen terkait

historis tersebut yang menjadi input metode DRP tersebut yang kemudian diolah dan diperoleh jumlah frekuensi pemesanan, order quantity dan safety stock yang

Artikel ini merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu terkhusus yang disebutkan di atas dan merupakan penelitian baru dalam mengungkap praktik Pembiayaan Pemilikan

Mike : ya belajar dari pengalaman-pengalaman yang udah dilalui, artinya mike belajar dari diri mike sendiri bagaimana sebelumnya, ya memang tidak jauh berbeda

Secara tidak langsung mereka akan dikenali oleh pemohon-pemohon dan pengurus-pengurus di jabatan-jabatan lain yang perlu mengetahui tentang pengurusan sumber manusia (Mohd Fauzi

UDive6itasNegeri Yoglakana luggal2l Asustus 201I Nomor: 4l4,rlNi,l.2I /TU/201

Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa teori lokasi Weber tidak sesuai dengan penentuan lokasi gudang distribusi yang ditentukan karena Weber

Preferensi menurut Kotler (2006:67) diartikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk, barang, atau jasa yang dikonsumsi.Kotler berpendapat

Untuk itu sudah saatnya perlu adanya tindakan penyelamatan, pelestarian dan pengembangan plasma nutfah sapi Madura sebagai kekayaan genetik yang dimiliki