• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN MUSEUM SENI MODERN DI KAWASAN MEGA KUNINGAN, JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN MUSEUM SENI MODERN DI KAWASAN MEGA KUNINGAN, JAKARTA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

PERANCANGAN MUSEUM SENI MODERN DI KAWASAN MEGA KUNINGAN, JAKARTA

Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Arsitektur (S. Ars.)

Nama : Aldo Cerena NIM : 00000013212 Program Studi : Arsitektur

FAKULTAS SENI DAN DESAIN

UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA TANGERANG

2020

(2)

i

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

Diberikan kepada:

Nama : Aldo Cerena

NIM : 00000013212

Program Studi : Arsitektur Fakultas : Seni dan Desain

Universitas Multimedia Nusantara Judul Skripsi :

PERANCANGAN MUSEUM SENI MODERN DI KAWASAN MEGA KUNINGAN, JAKARTA

Tangerang, 02 Juni 2020 Dosen Pembimbing,

Freta Oktarina, S.Sn., M.Ars.

Dosen Penguji,

Irma Desiyana, S. Ars., M. Arch.

Ketua Sidang,

Hendrico Firzandy L., S.T., M.Ars.

Ketua Program Studi,

Hendrico Firzandy L., S.T., M.Ars.

(3)

ii

HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Aldo Cerena

NIM : 00000013212

Program Studi : Arsitektur

Fakultas : Seni dan Desain

Universitas Multimedia Nusantara

Judul Skripsi :

PERANCANGAN MUSEUM SENI MODERN DI KAWASAN MEGA KUNINGAN, JAKARTA

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar sarjana, baik di Universitas Multimedia Nusantara maupun di perguruan tinggi lainnya.

Karya tulis ini bukan saduran/terjemahan, murni gagasan, rumusan dan pelaksanaan/implementasi saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing dan narasumber.

Demikian surat pernyataan originalitas ini saya buat dengan sebenarnya. Apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan serta ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar (S.Ars.) yang telah diperoleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Multimedia Nusantara.

Tangerang, 02 Juni 2020

Aldo Cerena

(4)

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebaikan dan pertolongannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perancangan Museum Seni Modern di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta.”

Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Hendrico Firzandy L., S.T., M.Ars. selaku Ketua Program Studi Arsitektur Universitas Multimedia Nusantara yang telah memberikan arahan, semangat dan bimbingan selama penulisan laporan ini.

2. Freta Oktarina S.Sn., M.Ars. selaku dosen pembimbing yang selalu membimbing dan memberikan saran selama proses pemilihan topik hingga tahap penyusunan laporan ini.

3. Keluarga yang selalu memberikan doa serta dukungan selama proses penyusunan laporan skripsi ini.

4. Teman-teman arsitektur UMN angkatan 2016 yang telah mendukung dan bersama menjalankan proses skripsi dari tahap awal hingga akhir.

Dalam penulisan laporan ini, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna dan kekurangan karena keterbatasan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis mengucapkan mohon maaf dan bersedia menerima segala kritikan dan masukan agar penulis menjadi lebih baik.

Tangerang, 02 Juni 2020

Aldo Cerena

(5)

iv ABSTRAK

Kawasan Mega Kuningan di Jakarta merupakan titik temu strategis untuk fungsi bisnis, finansial, dan diplomatik yang berpeluang memperkenal kesenian modern Indonesia. Dan, karya seni modern dari seniman Indonesia kian banyak dan perlu menjadi bagian dari sejarah kota, khususnya Jakarta. Di sisi lain, fungsi museum telah bergeser dari tempat penyimpanan benda-benda bersejarah menjadi ruang aktivitas publik, sehingga museum mampu menjadi pengejawantahan kesenian modern bagi para seniman dan masyarakat kota. Dengan orientasi museum untuk melayani kebutuhan masyarakat, museum berfungsi sebagai wadah alternatif baru bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersantai. Oleh karena itu, penulis mengusung Museum Seni Modern berdasarkan studi tentang perkembangan dan hubungan museum dengan masyarakat. Sesuai dengan kebutuhan dan pergeseran fungsi museum saat ini, pengolahan perancangan Museum Seni Modern menggunakan pendekatan aktivitas ruang publik, seperti responsif, demokratis, bermakna, nyaman, santai, keterlibatan aktif, keterlibatan pasif, dan pengalaman baru. Hasil rancangan ini bertujuan menjadi fasilitas ruang publik baru di Kawasan Mega Kuningan, dan pusat aktivitas serta pengenalan kesenian modern Indonesia.

Kata Kunci: Kawasan Mega Kuningan, Museum Seni Modern, Ruang Publik.

(6)

v

ABSTRACT

Mega Kuningan in Jakarta is a strategic node for business, financial, and diplomatic that has the opportunity to show Indonesian modern arts. Furthermore, Indonesian modern artworks increases and needs to be part of city history, especially in Jakarta. Meanwhile, the purpose of a museum has shifted from a display place for historical objects into a place for public activities. Besides museum orientation to serve people’s needs, museums have become a new alternative place for people to congregate and relax. Hence, the author proposes the Modern Arts Museum based on the study about the development and relationship of museums and people. Parallel with the needs and shifted function of museums nowadays, the design intention The Modern Arts Museum uses public space activity approaches, such as responsive, democratic, meaningful, comfort, relaxation, active engagement, passive engagement, and discovery. This architectural design aims to facilitate a new public space in Mega Kuningan District and to be a center of Indonesian modern art activities and recognition.

Keywords: Mega Kuningan District; Modern Art Museum, Public Space

(7)

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... i

HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 6

1.3. Maksud dan Tujuan ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI ... 8

2.1. Tinjauan Umum ... 8

2.1.1. Museum ... 8

2.1.2. Public Space ... 14

2.2. Tinjauan Arsitektur ... 15

2.2.1. Manusia, Ruang dan Kota ... 15

2.2.2. Image of The City ... 17

2.3. Tinjauan Teori... 18

2.3.1. Intepreting Site ... 18

2.3.2. Konsep Pendekatan Arsitektur ... 20

2.4. Tinjauan Empiris ... 21

2.4.1. Mandala Pop-up Digital Art Museum ... 21

2.4.2. The New Glenstone Museum ... 24

(8)

vii

BAB III METODE PERANCANGAN ... 27

3.1. Metode dan Landasan Perancangan ... 27

3.2. Pemilihan Tapak ... 27

BAB IV ANALISIS DAN KONSEP PERANCANGAN ... 37

4.1. Analisis Site ... 37

4.1.1. Boundaries and Site Area ... 37

4.1.2. View into The Site ... 38

4.1.3. View from The Site ... 40

4.1.4. Vehicular Circulation Pattern ... 42

4.1.5. Pedestrian Circulation Pattern ... 43

4.1.6. Sun Path & Shadow ... 45

4.1.7. Noise ... 47

4.1.8. Wind ... 48

4.1.9. Analisis Aktifitas dan Kebutuhan Ruang ... 49

4.1.10. Analisis Besaran Ruang ... 51

4.2. Konsep ... 54

4.2.1. Konsep Dasar Perancangan ... 54

4.2.2. Konsep Tapak ... 56

4.2.2.1 Konsep View Tapak ... 57

4.2.2.2 Konsep Sirkulasi Tapak ... 58

4.2.2.3 Konsep Zoning Tapak ... 60

4.2.2.4 Konsep Canopy ... 61

4.2.3. Konsep Massa... 63

4.2.4. Konsep Program Ruang dan Sirkulasi Museum ... 67

4.2.5. Konsep Struktur ... 69

4.2.6. Konsep Utilitas ... 71

4.2.6.1 Utilitas Air Bersih ... 71

4.2.6.2 Utilitas Air Kotor dan Hujan ... 73

4.2.6.3 Utilitas Kebakaran ... 74

4.2.6.4 Utilitas Elektrikal ... 75

4.2.6.5 Utilitas HVAC ... 76

(9)

viii

4.2.6.6 Utilitas Penangkal Petir... 77

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 78

5.1. Kesimpulan ... 78

5.2. Saran ... 79

DAFTAR PUSTAKA ... 80

LAMPIRAN ... 82

(10)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Analisis Besaran Ruang Area Multinational Culture ... 51

Tabel 4.2 Analisis Besaran Ruang Area Public Space ... 51

Tabel 4.3 Analisis Besaran Ruang Area Workshop ... 52

Tabel 4.4 Analisis Besaran Ruang Area Penerimaan ... 52

Tabel 4.5 Analisis Besaran Ruang Area Masuk dan Parkir ... 52

Tabel 4.6 Analisis Besaran Ruang Area Utilitas ... 53

Tabel 4.7 Analisis Besaran Ruang Area Pengurus ... 53

Tabel 4.8 Analisis Besaran Ruang Area Museum ... 54

Tabel 4.9 Total Besaran Ruang ... 54

(11)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kota ... 1

Gambar 1.2 Museum ... 2

Gambar 1.3 Ruang Publik Museum ... 3

Gambar 1.4 Teknologi Informasi dan Komunikasi ... 5

Gambar 1.5 Jumlah Penduduk ... 6

Gambar 2.1 Museum Zaman Kuno ... 8

Gambar 2.2 Museum Abad Pertengahan ... 9

Gambar 2.3 Museum Abad 18 M ... 10

Gambar 2.4 Museum Abad 19 M ... 11

Gambar 2.5 Perkembangan Museum ... 11

Gambar 2.6 Mandala Pop-up Digital Art Museum ... 21

Gambar 2.7 Mandala Pop-up Digital Art Museum Facade ... 22

Gambar 2.8 Mandala Pop-up Digital Art Museum Plan ... 23

Gambar 2.9 Mandala Pop-up Digital Art Museum Façade 2 ... 23

Gambar 2.10 The New Glenstone Museum ... 24

Gambar 2.11 The New Glenstone Museum Gallery 1 ... 25

Gambar 2.12 The New Glenstone Museum Gallery 2 ... 25

Gambar 2.13 The New Glenstone Museum Gallery 3 ... 26

Gambar 2.14 The New Glenstone Museum plan ... 26

Gambar 3.1 Kawasan Mega Kuningan ... 28

Gambar 3.2 Sejarah Mega Kuningan ... 29

Gambar 3.3 Lokasi Site... 30

Gambar 3.4 Path ... 31

Gambar 3.5 Land Used ... 32

Gambar 3.6 Location of The Neighborhood ... 33

Gambar 3.7 Location of The Neighborhood 2 ... 33

Gambar 3.8 Architectural Pattern ... 34

Gambar 3.9 Architectural Pattern 2 ... 35

(12)

xi

Gambar 3.10 Isu dan Solusi Design ... 36

Gambar 4.1 Boundaries and Site Area... 37

Gambar 4.2 View Into The Site ... 38

Gambar 4.3 View From The Site ... 40

Gambar 4.4 Vehicular Circulation Pattern ... 42

Gambar 4.5 Pedestrian Circulation Pattern ... 43

Gambar 4.6 Potongan Kondisi Jalan ... 44

Gambar 4.7 Sun Path ... 45

Gambar 4.8 Sun Shadow ... 46

Gambar 4.9 Noise ... 47

Gambar 4.10 Wind ... 48

Gambar 4.11 Analisis Aktivitas ... 50

Gambar 4.12 Diagram User, Aktivitas dan Kebutuhan Ruang ... 50

Gambar 4.13 Diagram Konsep ... 55

Gambar 4.14 Program Ruang On-site... 56

Gambar 4.15 Perspektif Tapak ... 56

Gambar 4.16 Konsep Tapak ... 57

Gambar 4.17 View Masuk ... 57

Gambar 4.18 Sirkulasi Tapak ... 58

Gambar 4.19 Zoning Tapak ... 60

Gambar 4.20 Konsep Tapak Tanpa Canopy ... 60

Gambar 4.21 Potongan Lingkungan 1 ... 61

Gambar 4.22 Potongan Lingkungan 2 ... 62

Gambar 4.23 Potongan Lingkungan 3 ... 62

Gambar 4.24 Potongan Lingkungan 4 ... 62

Gambar 4.25 Diagram Massa Museum ... 64

Gambar 4.26 Massa Amphiteatre ... 64

Gambar 4.27 Massa Community Area ... 65

Gambar 4.28 Massa Indonesia Food Retail ... 65

Gambar 4.29 Massa Workshop ... 66

Gambar 4.30 Massa Cultural Hall ... 66

(13)

xii

Gambar 4.31 Diagram Fungsi Ruang Dalam Museum... 67

Gambar 4.32 Sistem Struktur ... 69

Gambar 4.33 Utilitas Air Bersih 1 ... 71

Gambar 4.34 Utilitas Air Bersih 2 ... 71

Gambar 4.35 Utilitas Air Bersih 3 ... 72

Gambar 4.36 Utilitas Air Kotor & Hujan 1 ... 73

Gambar 4.37 Utilitas Air Kotor & Hujan 2 ... 73

Gambar 4.38 Utilitas Kebakaran ... 74

Gambar 4.39 Utilitas Listrik 1 ... 75

Gambar 4.40 Utilitas Listrik 2 ... 75

Gambar 4.41 Utilitas HVAC 1 ... 76

Gambar 4.42 Utilitas Penangkal Petir... 77

(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A: Gambar Kerja ... 82

Lampiran B: Gambar Utilitas ... 92

Lampiran C: Gambar Render ... 98

Lampiran D: Turnitin dan Form Bimbingan ... 109

Referensi

Dokumen terkait

(2) ada pengaruh kompetensi guru terhadap terhadap pencapaian mutu sekolah Dasar di Demak sebesar 59,4 % dengan nilai korelasi 0,771, (3) kompetensi pedagogik

Hal ini dapat menunjukkan perbandingan hasil belajar yang tentunya sangat berbeda, perbedaan ini tentunya dipengaruhi oleh ranah apa yang berperan dalam hal menjawab soal,

Pusat Meteorologi Publik, untuk kejadian cuaca ekstrim yang tidak terkait dengan aktifitas penerbangan dan aktifitas kemaritiman sebagaimana dimaksud pada huruf

Didalam bab ini akan menyajikan data-data yang diperoleh dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Dari uraian keseluruhan yang telah dikemukakan mulai dari proses analisis hingga implementasi system dapat diambil kesimpulan yaitu Aplikasi Monitoring Bimbingan

NGLIMUT GONOHARJO BOJA KENDAL” ini akan dirancang papan petunjuk arah berupa sign system yang komunikatif, sehingga dapat membantu pengunjung untuk mencari

Karena itu dia lebih memilih menjadi pemimpin daripada menjadi pengikut, untuk itu seorang wirausahawan memiliki rasa percaya diri yang kuat dan mempertahankan

Achmad Murtin, SH., M.Si selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Lubuklinggau, ibu Diana Ruffini, ST selaku Kepala Bidang Perizinan