MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 18/PUU-VII/2009
PERIHAL
PENGUJIAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009
TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAYBRAT DI PROVINSI PAPUA BARAT
TERHADAP
UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
MENDENGAR KETERANGAN PEMERINTAH, AHLI DAN SAKSI DARI PEMOHON
(III)
J A K A R T A
RABU, 26 AGUSTUS 2009
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 18/PUU-VII/2009
PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
PEMOHON
- Sandrak Moso (Kepala Suku Masyarakat Hukum Adat Distrik Aitinyo), dkk.
ACARA
Mendengar Keterangan Pemerintah, Ahli dan Saksi dari Pemohon (III) Rabu, 26 Agustus 2009, Pukul 11.00 – 13.52 WIB
Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Prof. Dr. Moh. Mahfud. MD., S.H. (Ketua) 2) Prof. Abdul Mukthie Fadjar, S.H., M.S. (Anggota) 3) Prof. Dr. Achmad Sodiki, S.H. (Anggota) 4) Dr. H.M. Akil Mochtar, S.H., M. H. (Anggota) 5) Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum (Anggota)
6) Dr. Harjono, S.H., M.CL (Anggota)
7) Maruarar Siahaan, S.H. (Anggota)
8) Dr. H.M. Arsyad sanusi, S.H., M.Hum (Anggota) 9) Prof. Dr. Maria Farida Indrati, S.H., M.H. (Anggota) Cholidin Nasir, S.H. Panitera Pengganti
Pihak yang Hadir:
Pemohon :
- Sadrak Moso (Kepala Suku Ayamaru, Kabupaten Sorong Selatan) - Yerimias Nauw (Kepala Suku Besar Maybrat, Kabupaten Sorong
Selatan)
- Martinus Yumame, S. Pak. (Kepala Suku Aitinyo Utara Kabupaten Sorong Selatan)
- Izaskar Jitmau, S.Pd. (Kepala Suku Distrik Ayamaru, Kabpaten Sorong Selatan)
Kuasa Hukum Pemohon : - Ropaun Rambe, S.H.
- Ivan Andri Damanik, S.H.
- Bahder Johan, S.H., M.H.
- Gito Indrianto, S.H.
- Erlina, S.H.
- Paskalina Alwidin, S.H.
Pemerintah:
- Mualimin Abdi (Kabag Penyajian pada Sidang MK)
- Sony Swarsono (Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus Depdagri)
Pemda terkait:
- Jimmy Ijie Demiazjie (Ketua DPRD Papua Barat)
- Drs. Idris Iskandar Alam (Asisten I Sekda Provinsi Papua Barat) - PA. Ramendany (Asisten II Sekda Papua Barat)
- Drs. Bernard Sardin, MM. (Pejabat Bupati Maybrat) - Yos Wonotoba (Pemda Sorong)
Saksi dari Pemohon:
- Drs. Silas antoh
- Drs. Dorthias Freds Kambuaya - Soleman Naa, S.Sos., M.Si - Agustinus Edward Fatem, S.H.
Ahli dari Pemohon:
- Dr. J. P, Wanane, S.H., M.Si. (Mantan Bupati Sorong) - Yulianus Antoh, S.H. (Ahli Hukum Adat)
1. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi untuk mendengarkan keterangan Pemerintah dan mendengarkan saksi dan ahli yang diajukan oleh Pemohon, serta mendengarkan Pihak Terkait dari Pemda dalam Perkara Nomor 18/PUU-VII/2009 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Kepada Pemohon silakan memperkenalkan diri dahulu siapa saja yang hadir hari ini.
2. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE
Terima kasih Majelis Panel Yang Mulia, Kami mulai dari kiri, silakan.
3. KUASA HUKUM PEMOHON: GITO INDRIANTO, S.H., M.H.
Terima kasih Majelis, nama saya Gito Indrianto, advokat dari law formRambe and partners, terima kasih.
4. KUASA HUKUM PEMOHON: HERMIA ERLINA, S.H.
Nama saya Hermia Erlina, lawyer dari law form Rambe and partners.
5. KUASA HUKUM PEMOHON: BAHDER JOHAN, S.H., M.H.
Terima kasih Majelis, nama saya Bahder Johan kuasa hukum dari Pemohon, dari law formRambe and partners.
6. KUASA HUKUM PEMOHON :ROPAUN RAMBE, S.H.
Saya Ropaun Rambe, advokat di Jakarta selaku manager partner pada law formRambe and partners, terima kasih.
SIDANG DIBUKA PUKUL 10.00 WIB
KETUK PALU 3X
7. KUASA HUKUM PEMOHON: IVAN ANDRI DAMANIK, S.H.
Terima kasih Majelis, nama saya Ivan Andri Damanik, advokat dari law formRambe and partners, terima kasih.
8. KUASA HUKUM PEMOHON: PASKALINA ALWIDIN, S.H.
Selamat pagi Majelis panel, nama saya Alin, saya advokat pada law formRambe and partners, terima kasih.
9. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Mungkin ada Pemohon Prinsipal memperkenalkan diri, silakan.
10. PEMOHON:SANDRAK MOSO Nama saya Sadrak Moso
11. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Dari kepala adat?
12. PEMOHON : YERIMIAS NAUW
Selamat siang, nama saya Yerimias Nauw, kepala suku dari Kecamatan Ayamaru.
13. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Sebelahnya lagi.
14. PEMOHON : IZASKAR JITMAU, S. Pd.
Nama saya Izaskar Jitmau, Kepala Suku Distrik Ayamaru Utara.
15. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Masih ada satu sudut sana, tidak.
Baik, silakan Pemerintah.
16. PEMERINTAH : MUALIMIN ABDI (KABAG PENYAJIAN PADA SIDANG MK)
Terima kasih Yang Mulia, assalamualaikum wr. wb.
Saya Mualimin Abdi dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Silakan Pak memperkenalkan diri.
17. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAN OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Terima kasih Majelis, saya Sony Swarsono, Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus, Departemen Dalam Negeri
18. PEMDA TERKAIT: JIMMY IJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAUA BARAT)
Terima kasih Majelis, nama saya Jimmy Ijei Demiazijie, Ketua DPRD Provinsi Papua Barat.
19. PEMDA TERKAIT: PA. RAMENDAY (ASISTEN II SEKDA PAPUA BARAT)
Terima kasih Majelis, nama saya PA Ramenday, Asisten II pada Sekda Provinsi Papua Barat.
20. PEMDA TERKAIT: DRS. BERNARD SARDIN, MM. (PEJABAT BUPATI MAYBRAT)
Terima kasih Majelis Panel yang saya hormati dan saya muliakan.
Nama saya Bernard Sadrin, pejabat Bupati Kabupaten Maybrat.
21. PEMDA TERKAIT: YOS WONATABA (PEMDA SORONG)
Assalamualaikum wr. wb, Majelis, nama saya Yos Wonataba mewakili Bupati Sorong.
22. PEMDA TERKAIT: DRS IDRIS ISKANDAR ALAM (ASISTEN I PEMERINTAHAN GUBERNUR PAPUA BARAT)
Terima kasih Majelis yang kami muliakan.
Nama saya Idris Iskandar Alam, Asisten I Sekda Provinsi Papua Barat.
23. KETUA : PROF. DR. MOH. MAHFUD MD, S.H.
Cukup ya? baik. Hari ini kita akan mendengarkan keterangan pemerintah dulu dan Pihak Terkait juga nanti kalau ingin menambahkan keterangan, sesudah itu nanti akan mendengarkan keterangan saksi dan
ahli yang diajukan oleh Pemohon, itu nanti kita ambil sumpah dulu. Tapi untuk itu persilakan kepada Pemerintah untuk memberikan keterangan.
24. PEMERINTAH : MUALIMIN ABDI (KABAG PENYAJIAN PADA SIDANG MK)
Terima kasih Yang Mulia, perkenankan permohonan maaf kami sedianya Bapak Dirjen kami hadir tapi baru saja juga kita sedang rapat persiapan akhir untuk sidang besok di Departemen Agama mengenai Undang-Undang Pornografi, jadi kita berbagi tugas begitu.
Majelis, di hadapan saya ini sudah ada keterangan secara tertulis yang sudah kita persiapkan. Apakah perlu dibacakan atau kita sampaikan saja? Ringkasannya, baik Yang Mulia.
Terima kasih, barangkali yang menjadi sorotan dari pemerintah yang pertama adalah masalah legal standing, walaupun nanti Mahkamah Konstitusi seperti biasa akan memberikan penilaian tersendiri terhadap legal standing para Pemohon itu sendiri. Artinya apakah para Pemohon itu mendudukan dirinya sebagai perseorangan atau masyarakat hukum adat, nanti secara rinci di dalam legal standing yang sudah kami persiapkan, pemerintah sudah persiapkan, sudah diuraikan secara tegas.
Kemudian yang ke dua terhadap materinya, menurut pemerintah bahwa permohonan para Pemohon itu bukan termasuk atau tidak termasuk sengketa konstitusional, antara materi muatan ayat bagian dengan Undang-Undang Dasar. Karena para Pemohon pada dasarnya tidak dapat menguraikan secara rinci, secara tegas dalam permohonannya. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap pengujian undang-undang terhadap Undang-undang Dasar sebagaimana ditentukan dalam Pasal 51 ayat (2) dan ayat (3) maka Pemohon harus menguraikan secara jelas materi muatan mana yang bertentangan dengan Undang–Undang Dasar. Artinya Pemohon harus menguraikan, harus menjelaskan secara tegas. Karena di dalam seluruh uraiannya para Pemohon hanya mempermasalahkan pilihan atau penetapan kabupaten, ibukota Kabupaten Maybrat itu di Kumurkek, itu saja yang diuraikan oleh para Pemohon. Oleh karena itu menurut pemerintah jika mempertentangkan Pasal 7 utamanya di dalam mempertentangkan dengan Pasal 28H ayat (1) menjadi tidak tepat dan tidak relevan.
Menurut Pemerintah yang mestinya dilakukan oleh Pemohon adalah para Pemohon mestinya bersatu padu memberikan suatu apresiasi, memberikan partisipasi agar Kabupaten Maybrat yang digemborkan itu menjadi cepat sarana prasarana pembangunannya lebih cepat direalisasikan, kemudian juga layanan masyarakat menjadi terpenuhi.
Kemudian Majelis, ingin saya sampaikan bahwa sampai saat ini di Kumurkek itu sebagai ibukota Kabupaten Maybrat proses penyelenggaraan atau pemerintahan sudah berjalan, itu ditandai bahwa di sana sudah mulai ada penyerahan-penyerahan misalnya di sini kami sampaikan yaitu; bahwa satu bahwa pejabat bupati seperti yang sudah
hadir dihadapan kita dan sekretaris daerah sebagai alat kelengkapan pemerintah daerah juga sudah dilantik. Kemudian pegawai negeri sipil atau PNS sebagai aparatur pemerintah daerah guna melayani masyarakat juga sudah dilimpahkan dari kabupaten induk, dari Kabupaten Sorongnya. Kemudian sedang dilakukan verifikasi penyerahan aset, itu juga sudah berjalan. Kemudian ada dana otonomi khusus yang sudah dialokasikan, kemudian juga telah dialokasikan dana infrastruktur sebesar 10 milyar oleh Provinsi Papua Barat kepada Kabupaten Maybrat.
Kemudian yang keenam, yang juga menjadi kebanggaan kita artinya menjadi kebanggaan pemerintah bahwa telah dilakukan atau adanya acara-acara syukuran. Jadi di sana itu sudah dilakukan acara-acara syukuran oleh masyarakat setempat, baik dari masyarakat kabupaten induknya yaitu Kabupaten Sorong maupun yang sekarang sudah menjadi Kabupaten Maybrat, itu sudah melakukan syukuran-syukuran atas terbentuknya atau mulai berjalannya penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Maybrat. Kemudian yang lain, yang perlu saya sampaikan adalah telah diselenggarakannya upacara-upacara kenegaraan. Itu juga kemarin pada saat upacara tanggal 17 Agustus sebagai upacara kemerdekaan Negara Republik Indonesia itu juga sudah diikuti baik oleh Muspida setempat, baik oleh aparatur daerah pemerintah setempat, kemudian juga diikuti oleh masyarakat di Kabupaten Maybrat itu. Jadi saya kira persoalannya adalah menurut hemat pemerintah adalah bukan masalah yang berkaitan dengan masalah konstitusionalitas Pasal 7 itu.
Jadi pemerintah berpendapat, kalaupun begitu ya, kalaupun bahwa benar bahwa penetapan Ibukota Kabupaten Maybrat itu mestinya tidak di Kumurkek pemerintah yakin pasti ada keberatan-keberatan juga dari daerah-daerah lain. Jadi saya kira ini masalah pilihan yang barangkali pada saat membahas undang-undang ini adalah pilihan itulah yang paling tepat menurut pemerintah di Kumerkek itu.
Saya kira pemerintah juga menyadari bahwa adalah menjadi tugas dari pemerintah itu sendiri apabila terjadi hal-hal di lapangan di dalam implementasinya terjadi hal-hal yang ada di sana-sini kekurangannya. Itulah yang mestinya kita bersatu padu bahu membahu memajukan Kabupaten Maybrat ini sebagai pemekaran dari Kabupaten Sorong.
Saya kita itu, Yang Mulia dari pemerintah, terima kasih.
25. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Baik Pihak Terkait mau menambahkan? Ada yang mau menambahkan atau cukup? Silakan Pak kalau mau menambahkan.
26. PEMDA TERKAIT: DRS INDRIS ISKANDAR ALAM (ASISTEN I PEMERINTAHAN GUBERNUR PAPUA)
Yang Mulia, cukup. Terima kasih.
27. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Bapak, cukup?
28. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Ingin menambahkan.
29. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Silakan
30. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Terima kasih, Majelis Hakim yang kami muliakan.
Kami sebagai wakil rakyat yang adalah perpanjangan pemerintah pusat di daerah sebaliknya penjamu pemerintah daerah pada pemerintah pusat. Bahwa proses, karena mengikuti secara rinci proses perjuangan pembentukan kabupaten Ini. Bahwa DPRD terlibat begitu soal survey lokasi ibukota, DPRD Provinsi Papua Barat mengutus Komisi A, Ketua Komisi A untuk ikut terlibat. Lalu kemudian dalam musyawarah adat dan dua kali lokakarya ini diselenggarakan, sebagai Ketua DPRD kami menghadiri semua. Bahwa proses itu berjalan cukup baik dan kesepakatan bahwa mereka mengingankan titik atau lokasi ibukota yang mudah diakses oleh seluruh daerah. Itulah kemudian mendasari DPRD dalam membuat keputusan mendukung...,
Mungkin itu saja yang perlu kami tambahkan untuk menjadi pertimbangan Majelis Hakim yang terhormat. Sekian dan terima kasih.
31. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Ya, bagaimana dengan dalil Pemohon yang menyatakan di situ ada hasil musyawarah badan perwakilan kampung yang memutuskan untuk menunjuk Fatigomi sebagai ibukota, itu disalurkan tidak, dipertimbangkan tidak dalam proses-proses pembahasan itu, hasil musyawarah badan kampung.
32. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Baik, itu menjadi bahan pertimbangan kami dalam mengambil keputusan kemarin (...)
33. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Artinya sudah masuk usul itu ketika rancangan undang-undang itu mulai dibahas ya?
34. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Ya, memang dalam hal ini terjadi perdebatan soal lokasi ibukota.
Yang pertama menginginkan di Kumerkek lalu kemudian dalam musyawarah berikut yang diselenggarakan Mafkajen ibukota Distrik Kayamoro menginginkan di titik tengah. Lalu kemudian karena ada kebuntuan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan memfasilitasi diselenggarakannya musyawarah Baperkam dan itulah hasilnya sebagaimana dilaporkan, sekian terima kasih.
35. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Pemohon apa ada yang mau ditanyakan dulu kepada Pemerintah?
Dan Pihak Terkait?
36. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Ya, terima kasih Majelis. Tadi telah disampaikan oleh Ketua DPRD tentang hasil Baterkam, bagi kami belum jelas apakah hasil Baperkam itu juga disampaikan pada waktu pembahasan RUU ini sebelum disetujui oleh DPR? Itu kira-kira Majelis yang.., tadi belum jelas penjelasan dari pada pemerintah. Terima kasih
37. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Ya, baik. Pihak Terkait atau Pemerintah apakah ketika RUU ini dibahas di DPR sudah pernah mendengar bahwa dulu ada Keputusan Baperkam atau bapekam yang minta Fatigome. Artinya sudah dipertimbangkan tetapi sudah didiskusikan akhirnya bukan itu alternatifnya.
38. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Terima kasih Majelis Hakim. Memang soal penerapan Fatigome itu pada musyawarah Baperkam itu. Musyawarah Baperkam itu sendiri dilakukan setelah Putusan DPR-RI pada sidang DPR-RI. Tetapi bahwa hasil musyawarah adat yang dilaksanakan Mafkajem dihadiri oleh tiga suku besar yaitu Aifat, Aitinyo Ayamaru. Memang yang tidak hadir adalah dari pihak Aifat. Andaikata memang mereka hadiri pada saat itu
mungkin keputusannya saya pikir seperti yang diinginkan oleh masyarakat, terima kasih.
39. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Begitu ya? Nanti disimpulkan saja. Jadi kesimpulannya itu Baperkam itu menghasilkan usulan itu sesudah undang-undang keluar.
Tetapi sebelum itu sudah ada pertemuan antar suku yang dihadiri oleh suku-suku besar, sehingga memberi bahan terhadap keluarnya undang- undang itu. Begitu ya? Baik kalau begitu, masih ada Bapak?
40. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Terima kasih Majelis, izinkan kami untuk menyampaikan, melengkapi daripada dialog tadi.
41. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Silakan.
42. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Kami tidak ingin berdebat lebih jauh tentang kebenaran material dari pada penjelasan Pemerintah akan tetapi izinkan kami Pemohon akan mengajukan tambahan bukti tentang penjelasan yang disampaikan Pemerintah tadi. Ada sesuatu ketidakbenaran, akan kami sampaikan nanti usai pada persidangan ini. Terima kasih
43. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Ya baik. Nanti dipersilakan untuk tambahan alat bukti.
Berikutnya kita mendengarkan kesaksian dan keterangan dari ahli.
Nah, untuk itu yang saksi dulu dipersilakan maju untuk mengambil sumpah. Bapak Silas Antoh mana? Maju dulu Pak. Kemudian Bapak Drs.
Dorthias mana orangnya Pak Dorthias? Maju sekalian Pak. Pak Soleman Naa maju. Agustinus Edward, maju empat orang. Agamanya Katolik semua? Atau apa Bapak, agama apa Bapak? Mau bersumpah dengan agama apa sama tidak agamanya ini? Protestan semua ya? Oke silakan Pak Maru
44. HAKIM KONSTITUSI: MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ikuti ya?
“Saya berjanji, akan menerangkan yang sebenarnya tidak lain dari yang sebenarnya semoga Tuhan menolong saya.”
45. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH, DRS, DORTHIUS FREDS KAMBUAYA, SOLEMAN, NAA, S.SOS., M.SI., AGUSTINUS EDWARD FATEM, S.H.
“Saya berjanji, akan menerangkan yang sebenarnya, tidak lain dari yang sebenarnya semoga Tuhan menolong saya.”
46. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Kembali ke tempat Pak. Sekalian ahli Bapak Dr. Wanane maju Bapak, kemudian Bapak Yulianus Antoh S.H. sama dengan Protestan agamanya? Silakan Pak Maru. Ahli ini Pak.
47. HAKIM KONSTITUSI: MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ya dikuti Pak.
Saya berjanji, sebagai ahli akan memberi keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya, semoga Tuhan menolong saya.
48. AHLI DARI PEMOHON: DR. J.P WANANE, S.H., M.SI., YULIANUS ANTOH, S.H., M.SI
“Saya berjanji, sebagai ahli akan memberi keterangan yang sebenarnya sesuai dengan keahlian saya, semoga Tuhan menolong saya.
49. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Silakan kembali ke tempat.
Kepada Pemohon silakan ya dimulai dari siapa? Sekarang saksi dulu empat orang ini, siapa yang akan suruh lebih dulu dan diminta menerangkan apa silakan Saudara pandu saja biar efektif dan masuk ke materi perkara secara langsung.
50. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Terima kasih Ketua Majelis. Sesuai dengan daftar yang kami ajukan itu yang urutan pertama untuk memberikan penjelasan. Saudara Drs. Silas Antoh.
Ya, silakan.
51. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Baiklah terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Bahwa apa tadi yang dijelaskan oleh Ketua DPRD Provinsi Papua
Barat itu sesuai dengan saya bisa memberi kesaksian. Jadi mulai dari pemerintah apakah itu dari segi antropologi yang di tulis oleh orang barat, maupun dari segi pendidikan, segi pemerintahan, maupun dari segi pendidikan, segi pemerintahan, segi pembangunan itu memang bertitik tolak dari Aitinyo yang disebut Maybrat. Oleh sebab itu apa yang dikemukakan oleh Saudara Ketua DPRD Provinsi Papua Barat yaitu adalah sesuai. Demikian keterangan saya, terima kasih.
52. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Silakan kalau mau didalami? Berdiri dulu Pak di situ Pak, untuk menjawab pertanyaan nanti.
53. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Saudara Saksi, tadi Saudara menjelaskan tentang pembentukan Maybrat ini. Tadi ada mengenai tentang penunjukan penetapan Ibukota Kumurkek, apakah telah memenuhi sesuai kriteria ketentuan proses pembuatan undang-undang untuk menunjuk Kumurkek sebagai Ibukota Maybrat? Tolong jelaskan, terima kasih.
54. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Bagi saya itu saya menghadiri pertemuan yang dilaksanakan sebelum penetapan undang-undang itu kami tetapkan di segitiga emas yang tadi kami kemukakan. Jadi itu menurut saya itu kurang begitu sesuai, itu adalah pendirian saya.
55. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Sedikit kelihatan saksi ini agak grogi, kami coba berikan dulu sedikit ketenangan. Coba Saudara jelaskan, jangan kaku Pak, tenang saja terangkan saja yang Bapak ketahui tentang proses sampai terbentuknya Maybrat dan menunjuk penetapan Ibukota Maybrat dari Kumurkek. Tentang tadi juga dijelaskan adanya keputusan Baperkam, apakah Saudara Saksi ikut dan mengetahui tentang Keputusan Baperkam itu dan kapan disampaikan Keputusan Baperkam itu kepada pemerintah? Terima kasih.
56. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Terima kasih, saya kira penjelasan saya yang kurang lengkap itu akan dikemukakan oleh Saudara John Wanane karena beliau itu adalah bupati di saat itu dan mengetahui proses yang tepat. Sedangkan saya ini adalah sebagai dosen dari Universitas Cendrawasih, tetapi saya itu adalah asal dari sana, jadi daerah yang tepat itu adalah segitiga emas
yang tadi dikemukakan oleh Saudara Ketua DPRD Provinsi Papua Barat.
Saya kira itu yang dapat saya sampaikan.
57. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Tolong segitiga emas maksudnya apa itu?
58. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Segitiga emas itu adalah satu tempat yang letaknya strategis di Kampung Fategomi itu merupakan titik pertemuan antara Aifat, Aitinyo, dan Aymaru. Itu yang telah merupakan kesepakatan kami.
59. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Fategomi itu apa Pak? Nama kampung apa sebutan apa istilah?
60. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Fategomi itu adalah suatu desa, satu kampung yang titik letaknya itu pertengahan antara Atinyo, Aiwasi, Aifak, dan Ayamaru. Itu kampung Fategomi. Tempat kampung itu namanya Fategomi.
61. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Nah, Aifat itu bagian adalah bagian dari?
62. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Maybrat itu, salah satu kecamatan.
63. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Salah satu kecamatan?
64. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Distrik. Jadi distrik yang waktu itu pertama adalah Distrik Aitinyo, baru Distrik Ayamaru, setelah itu baru Distrik Aifat, begitu.
65. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Pada waktu dilakukan, mulai adanya gagasan sampai proses pemekaran itu apa yang Saudara Saksi ketahui tentang penunjukan penetapan ibukotanya? Tolong Saudara jelaskan.
66. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Yang saya mengetahui pada saat itu adalah pada suatu rapat di Ayamaru, lokakarya itu menetapkan bahwa itu lokasinya itu di daerah Kampung Fategomi yang tadi dikatakan segitiga emas itu, begitu.
67. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Itu setelah undang-undang apa sebelum undang-undang?
68. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Sebelum undang-undang.
69. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Sebelum undang-undang, setelah undang-undang apa yang terjadi di daerah Maybrat ini yang Bapak ketahui dan Bapak lihat sendiri?
70. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Saya lihat itu adalah akhirnya saling tarik menarik antara mereka yang datang dari Aifat itu dan mereka yang datang dari Atinyo, Ayamaru begitu Pak. Menimbulkan konflilk.
71. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Dari Pemohon, sementara cukup Majelis.
72. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Baik dari Pemerintah ada yang mau ditanya? Kepada saksi atau dari terkait?
73. PEMERINTAH: MUALIMIN ABDI (KABAG PENYAJIAN PADA SIDANG MK)
Terima kasih Yang Mulia, pertanyaan pemerintah kepada saksi barangkali. Apakah saksi pada dasarnya setuju dengan pemekaran Sorong dengan Maybrat Pak?
74. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Saya setuju dan saya sebagai orang intelektual itu tadi yang mau ibukotanya di Ayamaru atau yang sekarang itu, setelah itu
perkembangan itu akan digeser ke belakang sana sampai ke Bentuni sana.
75. PEMERINTAH: MUALIMIN ABDI (KABAG PENYAJIAN PADA SIDANG MK)
Pertanyaan yang kedua saksi, kalau kemudian sekarang itu di Kumurkek itu sebagai ibukota Maybrat ternyata sudah berjalan pemerintahannya, kemudian masyarakatnya juga sudah menerima, apakah menurut saksi ini menjadi pilihan yang salah?
76. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Saya kira masyarakat tidak menerima karena mayoritas dari masyarakat itu ada Aitinyo dan ada di Ayamaru. Yang meletakkan pembangunan di sana, pemerintahan, pendidikan, itu adalah dari Aitinyo dan Ayamaru dan sarana prasarana yang lengkap itu ada di Ayamaru terutama. Dan potensi sumber pembangunan apakah pariwisata dan lain-lain itu ada di Ayamaru, Saya kira begitu.
77. PEMERINTAH: MUALIMIN ABDI (KABAG PENYAJIAN PADA SIDANG MK)
Cukup Yang Mulia.
78. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Jadi menurut Saudara masyarakat tidak menerima dengan ibukota yang sekarang ini?
79. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Masyarakat yang terutama berasal dari Kecamatan Aitinyo dan Kecamatan Ayamaru.
80. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Seberapa besar dua kecamatan itu? Dari keseluruhan penduduk atau dari keseluruhan wilayah? Kabupaten Maybrat itu?
81. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH 27 ribu penduduk.
82. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Di dua kecamatan itu?
83. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Iya.
84. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Ada yang mau tanya Majelis Hakim? Pak Akil?
85. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Saudara Saksi ya? Saudara waktu pemekaran kabupaten ini posisinya sebagai apa Pak? Pada saat itu?
86. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Saya sebagai tokoh masyarakat (...)
87. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Tokoh masyarakat yang dimintai pendapat?
88. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Tokoh intelektual yang ikut diundang untuk minta pendapat.
89. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Dimintai pendapat? Tentang pembentukan Kabupaten Maybrat itu?
90. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Iya tentang pembentukan Kabupaten Maybrat.
91. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Nah setahu Saudara apakah tentang batas wilayah kabupaten ya, kemudian penentuan nama ibukota kabupaten itu masuk dalam musyawarah yang Bapak ikut?
92. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Batas-batas itu sudah kita bicarakan dalam musyawarah yang kami ikut dan letaknya itu seperti daerah Kampung Fatigomi seperti yang saya katakan dan sewajarnya di Ayamaru padahal dalam perkembangan selanjutnya itu akhirnya daerah-daerah Kecamatan di Aitinyo itu sudah dimasukkan di dalam (...)
93. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Nggak, pertanyaannya begini Bapak, apakah pada saat Bapak ikut musyawarah ketika akan membentuk Kabupaten Maybrat ini soal batas- batas wilayah Kabupaten Maybrat dan ibukota kabupatennya dibicarakan?
94. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Ya waktu itu dibicarakan, hanya yang hadir pada waktu itu adalah dari Aitinyo dan Ayamaru sedangkan batas-batasnya tidak jadi masalah.
95. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Iya, batas kabupaten tidak jadi masalah, tapi yang menjadi masalah pada saat itu adalah ibukota kabupaten?
96. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Ibukota kabupaten.
97. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Sebagian masyarakat apakah ada yang berkehendak di Kumurkek, kemudian yang sebagian lagi ada di segitiga emas tadi, tepatnya dimana Pak?
98. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Di dalam musyawarah itu semua sepakat untuk di segitiga emas tadi, sedangkan yang dari Aifa yang minta ke Kumurkek itu tidak hadir pada saat itu, ada satu yang hadir tetapi dia ikut tanda tangan tetapi dianggap tidak mewakili
99. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Setahu Bapak, ini Saudara kan saksi. Rancangan undang-undang ini kemudian diusulkan ke pemerintah pusat melalui Departemen Dalam
Negeri dan DPR, apakah memang sudah disepakati bahwa pada saat itu sebelum pembahasan atau sebelum dibahas di DPR oleh DPR bersama pemerintah itu memang ibukota Kabupaten Maybrat ini berkedudukannya bukan di Kumurkek, ibukota Maybrat ini sebelumnya pada saat musyawarah ini tidak di Kumurkek tetapi setelah keluar undang-undang ini akhirnya di Kumurkek, itu yang menjadi soal.
100. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Untuk pertanyaan itu saya belum bisa menjawab nanti ada Saudara Jhon Wanane yang akan menjawab karena dia adalah sarjana hukum.
101. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Jadi Saudara tidak tahu ya?
102. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Ya saya bukan latar belakang hukum.
103. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Bukan soal hukum Pak. Maksudnya ini prosesnya, karena Bapak ikut musyawarah, Bapak adalah tokoh masyarakat, tokoh intelektual dan karena ini kesepakatan kan pemekaran daerah itu sepakat kan dulu?
Batas-batasnya ditentukan dulu, lalu rakyatnya yang mana yang masuk ke kabupaten itu, dimana ibukota kabupatennya. Kalau sudah sepakat itu aspirasi masyarakatnya melalui DPRD. Oleh karena itu syarat untuk dilakukan pemekaran daerah itu yang pertama harus ada aspirasi masyarakatnya, baru keputusan DPRD-nya baru keputusan bupatinya, ditentukan sudah itu daerah-daerah itu dan biasanya intelektual di daerah-daerah itu ikut sejak awal. Sudah tahu bahwa ibukota kabupatennya dimana? Kalau misalnya sejak awal tidak ada penetapan tidak ada keinginan masyarakat di luar Kumurkek itu tidak ada masalah, kalau dari permohonan ini dinyatakan bahwa awalnya bukan di situ, setelah menjadi undang-undang kok di Kumurkek, kan itu yang menjadi soal. Bapak tahu proses itu tidak?
104. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Proses itu sebenarnya ada surat yang dibuat oleh Jhon Wanane ikut menandatangi itu tetapi tidak melihat ke dalam bahwa di dalamnya itu, bahwa ibukotanya Kumurkek itu adalah kekeliruan di situ.
105. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Oh Bapak ikut tanda tangan juga waktu itu?
106. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Pak Jhon Wanane yang duduk di sana.
107. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Mantan bupatinya.
108. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH Ya mantan bupati.
109. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Tetapi Bapak tahu suratnya?
110. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. SILAS ANTOH
Hanya ngomong-ngomong, saya sendiri tidak tahu.
111. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Oh Bapak mendengar saja begitu. Cukup dulu Pak.
112. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Baik, cukup dulu ya, tidak ada lagi? Cukup silakan duduk Bapak Silas dan berikutnya Pak Dorthias betul kan Pemohon, silakan.
113. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Betul Pak, terima kasih. Saudara Saksi, Saudara Saksi coba jelaskan yang Saudara ketahui dan Saudara lihat tentang proses dimulainya mulai dari gagasan sampai menjadi Undang-Undang tentang Pemekaran Kabupaten Maybrat. Sebelum itu saya ingin bertanya kepada saksi apakah Saudara Saksi lahir dimana?
114. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Saya lahir di distrik atau Kecamatan Aimaru tahun 1948.
115. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Aimaru apakah bagian dari Kabupaten Maybrat? Jabatan Saudara terakhir sebagai apa?
116. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya, terakhir sebagai Sekretaris Kota Sorong, sekarang sudah pensiun.
117. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Terima kasih. Tolong Saudara jelaskan tentang gagasan sampai wacana tentang terbentuknya pemekaran Kabupaten Maybrat?
118. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Baik, terima kasih Yang Mulia. Proses ini sudah dimulai sejak tahun 2003 dan penggagasnya adalah mantan Bupati Kabupaten Sorong Dr. Jhon Wananee, S.H. M.Si. Dan gagasan ini disambut dan didukung sepenuhnya oleh segenap komponen masyarakat yang berasal dari etnis Maybrat yang meliputi 3 distrik yang dinamakan Distrika Ayamaru, Distrik Aitinyo dan Distrik Aifat, lazim dikenal dengan A.3. Gagasan ini didukung dan ini diserahkan prosesnya oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Di dalam pengajuan itu di dalam Rancangan Undang-Undang Kabupaten Maybrat yang disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009, di rancangan ini tidak disebutkan ibukota di Kumurkek, hanya menyebutkan Maybrat. Dalam lokakarya I tahun 2006 yang juga kami ikut hadir, Pak Ketua DPRD juga menjelaskan ikut hadir, Rektor Uncen juga ikut hadir, itu menyepakati bahwa kalau berkedudukan di ibukota Distrik Ayamaru, Kelurahan Mefkajin itu terlalu jauh dan rentan kendali pemerintahan tidak efektif.
Kalau berkedudukan di ibukota Distrik Aitinyo terlalu jauh juga dari segi rentang kendali dan kurang menguntungkan distrik yang lain.
Di dalam lokakarya itu kita semua sepakat yang menghadiri lokakarya ini dari berbagai unsur masyarakat yang hadir baik, dari tokoh adat, tokoh masyarakat, lalu kepala-kepala desa, pemuda, tokoh intelektual bahkan Ketua DPRD Provinsi Papua Barat sebagai putra yang berasal dari daerah itu lalu Rektor Uncen juga berasal dari daerah itu kita sama-sama memilih satu titik tengah yang memungkinkan untuk akses pemerintahan ke depan ini bisa mudah untuk memberikan pelayanan kepada ketiga distrik yang ada, kita sama-sama sepakat memilih titik tengah yaitu yang dikatakan segitiga emas, yang ada di kampung Fategome.
Setelah semua sudah sepakat dalam proses berjalan tetapi tiba-tiba dalam persidangan di DPR dalam tempo singkat kok berubah nama
menjadi Kumurkek, ini ada apa dibalik ini yang kami masyarakat menjadi bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba berubah? Tinggal beberapa detik untuk pengesahan kok berubah nama yang menyimpang daripada aspirasi masyarakat, ini yang kami mau minta penjelasan dari pihak pemerintah karena berubah dengan tiba-tiba begitu. Di luar dari kehendak dari aspirasi masyarakat. Kami pikir itu saja yang dapat kami jelaskan dalam forum ini. Sebagaimana, maaf Pak Hakim Yang Mulia bagaimana pemekaran-pemekaran yang lain itu seyogianya itu ada di ibukota yang tertua dari lokasi itu dari yang sudah terjadi pemekaran-pemekaran.
Khusus yang untuk Maybrat ini mengapa kita pilih yang segitiga emas, pertimbangan itu tadi. Juga segi pertimbangan masalah lingkungan supaya jangan di Ayamaru nanti terjadi tercemar danau yang merupakan sumber kehidupan protein ikan untuk masyarakat di sana juga di Aitinyo juga nanti terjadi pencemaran untuk Danau Uter, juga merupakan sumber protein ikan bagi masyarakat, juga sungai-sungai besar yang ada di sekitar situ tidak tercemar, maka kita pilih ditempat ini bahkan.
Berdasarkan kajian ilmiah dari dua perguruan tinggi ternama yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran yang diundang oleh bupati pada saat itu, yang berkedudukan sebagai kepala daerah Kabupaten Sorong yang kabupaten induk melakukan kajian ilmiah juga mereka juga merekomendasikan supaya sebaiknya ibukota ini berkedudukan di titik tengah, di segita emas yang ada di Fategome, demikian keterangan kami sebagai saksi. Terima kasih.
119. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Terima kasih, Majelis. Coba Saudara jelaskan, apakah MRP (Majelis Rakyat Papua) dan juga Dewan Perwakilan Daerah Papua DPDP memberikan rekomendasi tentang pemekaran Kabupaten Maybrat ini dan apa yang direkomendasikan tentang pemekaran ibukotanya? Coba Saudara jelaskan, terima kasih.
120. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Mengenai rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Daerah Provinsi atau DPRP Papua memang kami hanya mendengar, merekomendasikan, mendukung, menyetujui proses pembentukan Kabupaten Maybrat, ibukota di segitiga emas di Fategomi tapi kami sendiri belum pernah membaca teori rekomendasi itu. Kami dengar bahwa proses itu telah berjalan, telah disetujui oleh Majelis Rakyat Papua dan Provinsi Papua.
121. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Satu hal lagi yang masih ketinggalan, ada berapa suku terbesar di Kabupaten Maybrat?
122. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Sebenarnya kalau dari suku atau etnis cuma satu saja yaitu etnis Maybrat, hanya dikelompokkan menjadi 3 tempat diam, tempat tinggal yang terbagi dalam 3 distrik itu. Yaitu Distrik Ayamaru, Distrik Aitinyo, Distrik Aifat, tetapi ketiga distrik itu merupakan satu kesatuan etnis sosial budaya yang tidak bisa dipisah-pisahkan.
123. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Yang paling terbesar dari ketiga etnis tadi?
124. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ketiga etnis tadi, yang penduduk terbesar ada di Distrik Ayamaru, kemudian DistrikAitinyo, sedangkan Distrik Aifat merupakan distrik pemekaran yang setelah integrasi ini Papua ke Pemerintah Indonesia.
Tetapi kedua distrik yang lain ini sudah sejak zaman penjajahan Pemerintah Belanda itu sudah ada.
125. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Distrik Aifat tadi apakah ibukotanya Kumurkek itu?
126. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Waktu zaman Pemerintah Belanda itu pos pemerintahannya itu di Fuoh di tepi Sungai Kamundan, tetapi setelah terjadi pergolakan politik antara Republik Indonesia dengan Pemerintah Belanda mengenai perebutan Papua ini atau Irian Barat ini, maka terjadi kekhawatiran bahwa kalau Fuoh ini merupakan tempat yang mudah bisa terjadi infelterasi ataupun segala macam masuk dari mata-mata Indonesia, lalu dipindahkan tanpa proses hukum datang ke Kumurkek tanpa SK.
Padahal tahun 1960, sedangkan distrik yang lain ini sudah dari sejak 1942 itu proses itu sudah jalan.
127. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Setelah beberapa bulan terakhir ini ini disahkan menjadi Undang- Undang tentang Pemekaran ini. Apa .pengamatan Saudara yang terjadi di lapangan? Maksud saya di Kabupaten Maybrat baik dari segi culture- nya maupun pemerintahannya. Tadi Pemerintah sudah menjelaskan sudah berjalan proses sedemikian rupa katanya.
128. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Jadi pengamatan kami setelah terjadi pemekaran dan penetapan undang-undang yang menetapkan bahwa Kumurkek menjadi ibukota daripada Kabupaten Maybrat maka terjadi konflik horizontal di ketiga distrik ini. Antara Distrik Ayamaru, Aitinyo berhadapan dengan Distrik Aifat, ini sangat kami sesalkan sebagai warga di sana yang tadinya kami hidup rukun tetapi seolah-olah pemerintah mengadu domba kami masyarakat kami di sana dengan memaksakan untuk di Kumurkek, yang bukan kehendak dan kemauan kami. Kami mau di titik tengah supaya kebersamaan, kerukunan dan kerja sama yang berjalan selama ini harus tetap berlanjut. Kemudian konflik itu menimbulkan sampai ada yang prasarana dan sarana pemerintahan dari Distrik Ayamaru yang dirusak bahkan waktu kunjungan dari pada DPR-RI ke sana juga terjadi perkelahian di lapangan, pesawat disandra karena masyarakat tidak setuju untuk di Kumurkek. Hal ini sangat meresahkan masyarakat sekarang, jadi pemerintah, tujuan daripada pembentukan daripada kabupaten seharusnya memberikan kesejahteraan, ketenangan. Tetapi terjadi justru terbalik karena penentuan ibukota yang seolah-olah ini kehendak pemerintah baik pusat maupun Provinsi Papua Barat ingin memecah belah persatuan dan persatuan daripada yang ada di sana. Ini yang kami tidak kehendaki.
129. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Cukup.
130. KETUA: PROF. DR. MOH. MAHFUD. MD., S.H.
Saudara di situ dulu, Saudara Dhortias. Saya mau tanya dulu. Tadi Saudara mengatakan dalam satu musyawarah yang lengkap dihadiri juga oleh Ketua DPRD sudah ada kesepakatan untuk memilih satu titik di segitiga emas di Fategome sebagai ibukota. Tapi tiba-tiba kesepakatan itu saat-saat akhir berubah di DPR. Yang dimaksud DPR itu DPRD atau DPR RI?
131. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA DPR-RI
132. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
DPR-RI? Ya, jadi pengusulannya dari daerah semula sebelum ke DPR-RI itu Fategome ya? Jadi berubah (...)
133. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Kedudukan di Maybrat yang kami maksudkan itu adalah di segitiga emas itu.
134. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Berubahnya di DPR-RI ya?
135. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Berubahnya di DPR-RI ya?
136. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Bukan ketika dalam permusyawaratan untuk diusulkan DPRD untuk disampaikan ke bupati, gubernur itu tidak?
137. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA berubahnya ini ketika di Jakarta, di gedung DPR yang terhormat.
138. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H. ] Di Senayan ya?
139. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Di Senayan, cuma kami tidak tahu mengapa bisa terjadi begitu tiba-tiba.
140. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Baik, ada lagi Pak? Silakan Pak Akil.
141. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Baik, sebelum Saudara Saksi tunggu dulu ya? Saya mau tanya Pemerintah, tolong dijawab sama Dirjen Penataan dan Otonomi Khusus ya Pak. Ini Pasal 9-nya menyatakan bahwa peresmian ini dilakukan Mendagri setelah 6 bulan ini sudah dilakukan Pak ya?
142. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Sudah dilakukan Pak.
143. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Artinya secara efektif bahwa daerah otonom ini de facto-nya memang sudah ada.
144. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
De factonya sudah ada.
145. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Nah sekarang ini kan undang-undang kalau saya lihat itu dari konsiderannya itu menggunakan Pasal 22, 21 ini inisiatif atau usul DPR?
146. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Atas inisiatif DPR-RI.
147. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Karena di konsiderannya menggunakan Pasal 21 waktu itu inisiatif DPR. Saudara pada saat itu ikut tidak pembahasan DPR sebagai direktur, jangan senyum-senyum ikut tidak waktu itu?
148. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Tidak ikut karena saya termasuk pejabat baru di situ, yang ikut staf saya.
149. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Sepanjang pernyataan saksi yang menyatakan menyangkut ibukota kabupaten itu benar tidak seperti itu, sebagai Dirjen, sebagai Direktur maaf bukan Dirjen, tinggi betul Dirjen.
150. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Prinsipnya kami bergerak mengikuti aturan administratif, ketentuan administratif yang ada. Seluruh dokumen ini menyatakan memang ibukotanya di Kumurkek, ini dari urutan mulai dari DPRD Kabupaten dan sebagainya kita ikuti secara teknis memenuhi persyaratan sebatas itu. Tapi proses bagaimana sampai kepada
kumurkek saya kira teman-teman yang dari daerah yang lebih tahu proses mengetahui termasuk DPR. Nah ini terima kasih Yang Mulia.
151. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Kalau ini dari dokumentasi pembahasan perundang-undagannya, syarat untuk mengajukan pembentukan daerah otonom baru kan sangat tahu. Nah prosedur-prosedur itu kan pastinya sudah terlewati sehingga pemerintah juga setuju ikut membahas ini bersama DPR. Nah tapi dari dokumen yang saudara punya itu dari sejak awal kabupatennya memang usulannya di Maybrat, eh di Kumurkek.
152. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Jawabannya betul, jadi administratif formalnya di Kumurkek.
153. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Dokumen-dokumen sebelum pembahasan lho Pak.
154. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Sebelum Pak ya?
155. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Kan biarpun itu usul inisiatif dewan tetapi pasti juga usulan satunya ke Depdagri kan ?
156. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Betul.
157. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Nah, dari Depdagri, dokumen di sana memang betul, memang di Kumurkek.
158. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Secara tertulis dokumennya semua menyebutkan di Kumurkek.
159. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya, sudah ada evaluasi belum pemerintah ini, belum?
160. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Evaluasi belum ada Pak, setelah dilakukan setelah tiga tahun pembentukan.
161. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Karena ini baru ya, baru 16 Januari 2009.
162. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
Sangat baru, ya.
163. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Kapan pembentukkan, peresmian kabupatennya? Kira-kira bulan berapa? Atau siapa yang tahulah, bulan April.
164. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
15 April.
165. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
14 April.
166. PEMERINTAH: SONY SWARSONO (DIREKTUR PENATAAN DAERAH DAB OTONOMI KHUSUS, DEPDAGRI)
14 atau 15 April coba Pak Jimmy.
167. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Tanggal 15 April 2009.
168. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Pada saat itu Mendagri datang ke sana?
169. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Peresmiannya dilaksanakan di Jakarta, di kantor Departemen Dalam Negeri.
170. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya, pelantikan pejabatnya, tetapi peresmian daerah ibukota kabupatennya di daerah tidak ada?
171. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Tidak ada.
172. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Oh, jadi pejabat.
173. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Sekaligus dilaksanakan di Jakarta.
174. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Jadi di daerah tidak ada acara ya?
175. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Ya.
176. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Istilahnya kan begini, daerah baru ibukotanya berada di Kumurkek kemudian ditunjuk pejabat bupatinya sampai sekarang masih pejabat ya Pak bupatinya?
177. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Ya.
178. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Itu tidak ada lagi peresmian daerahnya, kecuali yang di Depdagri itu?
179. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Izin Majelis, bisa kami jelaskan sedikit.
180. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya, silakan itu pertanyaan tadi.
181. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Baik, ya terima kasih. Jadi saya kembali bahwa apa yang dijelaskan saksi tadi saya boleh katakan tidak benar.
182. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Tidak, itu nanti Pak.
183. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Prosesnya sebagai wakil rakyat kami me-mediasi apa yang terjadi perdebatan itu. Saya ingin menjelaskan bahwa memang usulan awal itu diusulkan di ibukota di Kumurkek, lalu Komisi II DPR-RI berkunjung ke sana, pada saat itu kami menugaskan wakil kami di Komisi A ikut mendampingi. Nah, sampai di Kumurkek memang dilihat bahwa dalam banyak hal itu belum memenuhi syarat. Kemudian ada satu kelompok lagi mengusulkan ibukota berada di segitiga emas, tidak menyebutkan Fatigomi. Menyebutkan berada antara Aitinyo yaitu Fatigomi Kabupaten Yaksoro, Aitinyo dan sebagainya. Ini menyebutkan (...)
184. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Sebentar Pak, saya tanya dulu Kumurkek ini masuk di Segitiga emas tidak?
185. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Kumurkek tidak masuk. Nah, lalu itu terjadi tarik menarik antara kelompok Maybrat dan kelompok Ayamaru Aitinyo. Sampai terjadi waktu kunjungan kedua Komisi II DPR-RI itu terjadi peristiwa di Bandara Kambuaya, Danrem Sorong Praja Piratama itu sendiri kena lemparan batu di kepalanya meskipun ada pistol di badannya.
186. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya, ini begini Pak, ini kita nanti terlalu panjang Pak.
187. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Ya.
188. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Saya belum mengkonfrontir keterangan saksi. Saya hanya bertanya tentang proses undang-undang ini, kan begitu? Yang pertama tadi saya bertanya kepada Saudara Direktur, karena di Pasal 9 ini kan disebutkan peresmian Kabupaten Maybrat dan pelantikan Pejabat Bupati Maybrat dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden paling lama 6 bulan setelah undang-undang ini diundangkan. Saya tanya, sudah dilantik pejabat bupatinya sudah hadir. Nah, peresmian daerahnya tidak dilakukan di daerah tetapi di Departemen Dalam Negeri, memang biasa juga seperti itu, biasa juga.
Kemudian yang kedua, saya ingin menelusuri apakah dari usulan semula memang sudah Kumurkek atau bukan kan begitu atau segitiga emas itu? Nah, persoalannya kalau seandainya ibukota kabupaten ini dinyatakan inkonstitusional lalu kita batalkan nanti kabupaten ini tidak mempunyai ibukota kabupaten. Atau undang-undangnya ini kita nyatakan inskonstitusional, bubar ini kabupaten. Itu aspeknya secara politis, tolong dipikirkan bersama. Karena apa? Karena yang diuji ini Pasal 7. Pasal 7 ini hanya letak ibukota kabupaten dan Mahkamah tidak bisa jangan di Kumurkek tetapi atau bisa juga semula sesuai kesepakatan masyarakat di tempat sebelumnya. Ya, RUU-nya di Ayamaru makanya saya konfirmasi dengan direktur. Betul tidak itu.
Tetapi direkturnya mengatakan di Kumurkek. Nah, Saudara Ketua DPRD juga mengatakan memang sejak awal di Kumurkek tetapi keterangan Pemohon di RUU-nya di Ayamaru. Nah, nanti itu jadi bukti juga cuma kan DPR ini belum ada ini. Jadi kita belum bisa konfirmasi cuma karena ini menyangkut Kumurkek kalau dibatalkan ini kabupatennya tidak punya ibukota kabupaten.
Nah, sekarang saya tanya Pak, Saudara Saksi. Saudara pada saat proses pengusulan ini menjadi kabupaten pemekaran Maybrat ini, posisinya masih Sekda Kota Sorong?
189. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya.
190. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Masih sebagai seorang Sekda Kota Sorong ya?
191. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Masih.
192. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Saudara mengetahui bahwa di dalam usulan masyarakat yang kemudian menjadi Keputusan DPRD Kabupaten Sorong sebelum ke provinsi ya? Kan putusan bupatinya juga mungkin setuju pembentukan ibukota kapupaten, ada lampiran musyawarah-musyawarahnya. Apakah memang ibukota kabupatennya hanya menyebutkan di wilayah segi tiga emas atau di daerah tertentu, setahu Saudara?
193. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Setahu saya itu menyebutkan di Maybrat.
194. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Kabupaten Maybrat, di Maybrat
195. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya.
196. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Maybrat itu kan kecamatan tokh?
197. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Maybrat itu adalah itu suatu etnis yang terdiri dari tiga distrik.
198. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya tiga distrik saja.
199. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya Distrik Ayammru, Distrik Aitinyo dan Distrik Aifat merupakan suatu kesatuan sosial budaya yang ada di daerah itu.
200. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Nah, di Maybrat itu tertulis yang Saudara lihat?
201. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya.betul, di dalam Rancangan Undang Undang bahkan di Ampres juga ada.
202. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Di Ampres.
203. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya di Ampres di Pasal 7.
204. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Tidak, kalau Ampres itu kan amanat Presiden Pak.
205. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Sudah dijelaskan, Departemen Dalam Negeri itu sesungguhnya itu tidak benar. Karena ini dari awal itu sudah ada nama sana, tidak ada nama Kumurkek di sana.
206. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Ya di rancangannya di Ayamaru.
207. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya, Pak Hakim yang terhormat, kami masyarakat menginginkan di dalam hal ini adalah supaya Pasal 7 itu bisa di revisi sesuai dengan aspirasi daripada masyarakat.
208. KETUA: PROF. DR. MOH MAHFUD. MD., S.H.
Ya baik.
209. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Begini Pak.
210. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Harapan tidak membatalkan undang-undang itu karena akan merugikan daerah.
211. HAKIM KONSTITUSI: DR. H.M. AKIL MOCHTAR, S.H., M.H.
Jadi begini, pada saat di Panel kan kami sudah kasih nasihat juga ini, pada waktu di Panel dulu kan? Apakah pernah dibicarakan dengan Depdagri tidak sebelum diresmikan, masih dimungkin tidak ini jadi perubahan ibukota? Katanya sudah berulang-ulang tetapi tidak ada tanggapan dari pemerintah kan begitu. Nah, yang kedua karena ini memang nama ibukota kabupaten disebutkan di dalam undang-undang untuk merubah undang-undang itu ya bisa dengan legislative review, wewenangnya di sana, di DPR bersama Pemerintah begitu. Kalau kesepakatan masyarakat memang mau dirubah terlebih lagi kita dengar bahwa daerah yang ditunjuk menjadi ibukota kabupatennya juga belum ada apa-apanya kan? Karena dulu ada pengalaman Pak antar daerah bertengkar ditaruh di tengah-tengah kabupaten ibukotanya setelah habis lima tahun juga tidak ada infrastruktur yang dibangun. Akhirnya bingung karena dua tahun setengah di sebelah sana, dua tahun setengah di sebelah sini. Tetapi dalam undang-undang disebutkan setelah lima tahun ibukotanya di sini. Setelah lima tahun habis di sini dua setengah lima tahun, habis di sana dua setengah tahun yang sini masih rimba belantara. Akhirnya tidak jalan pemerintahannya. Nah, itu problem pemekaran. Kita memahami aspirasi itu tetapi tolong di- anu ini soal kalau satu daerah ya kan daripada perang-perangan kita gara-gara ibukota kabupaten kenapa tidak bisa diselesaikan dengan baik. Saya kira DPR juga, pemerintah juga harus mendengar itu Pak. Jangan mendorong terjadinya konflik kan. Itu sebenarnya yang ingin kita tanya, kalau peresmian bupatinya dilakukan di Maybrat, ada demo tidak waktu itu? Sebenarnya kan begitu Pak. Tapi karena di Jakarta kita tidak tahu.
212. PEMDA TERKAIT: JIMMY AJIE DEMIAZIJIE (KETUA DPRD PAPUA BARAT)
Izin menambahkan Majelis. Terkait soal pembicaraan tadi itu, bahwa setelah selesai DPR-RI mengetuk palu mengesahkan undang-
undang itu menjadi undang-undang. Pertemuan antara kami sebagai Ketua DPRD dengan Menteri Dalam Negeri dan Dirjen Otda membicarakan alternatif kalau kemudian terjadi konflik. Karena kami sudah mengikuti prosesnya itu tidak ada titik temu. Sehingga pikiran untuk memasukan titik tengah, Fategomi itu sebagai ibukota distrik adalah Aitinyo Utara adalah tawaran pemikiran kami Ketua DPRD kepada mereka yang berkonflik pada saat itu. Sehingga Menteri Dalam Negeri menjelaskan bahwa atas penjelasan Dirjen Otda bahwa ini akan ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah, tapi kami mengatakan bagaimana Peraturan Pemerintah bisa merubah undang-undang, itu persoalannya. Untuk itu memang sulit, tapi artinya bahwa dengan prinsip dasar hukum kan kita mencari keadilan, kepastian dan kemanfaatan.
Bagaimana mungkin kalau kabupaten itu dipaksakan jalan kalau tidak memberi manfaat karena akan terjadi konflik berkepanjangan, dan ini akan tetap jalan. Jalan dari Kabupaten Sorong menuju ke distrik atau Ibukota Kumurkek itu melintasi dua distrik ini. Dan di situ hanya dihubungi oleh satu sungai besar dan jembatan, sudah ada ancaman untuk memutuskan, kami sebagai DPRD sulit untuk memfasilitasi itu.
Sehingga kami mohon Majelis Hakim untuk memberikan pertimbangan yang seadil-adilnya untuk kelangsungan kabupaten itu. Terima kasih.
213. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Masih ada pertanyaan yang saya tujukan di sana dan juga Pemerintah.
Saudara saksi tadi menyebut adanya etnis Maybrat ya kan?
214. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya.
215. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Itu terdiri dari tiga kelompok besar. Maybrat itu satu bahasa tidak dalam tiga kelompok besar itu?
216. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Satu bahasa, yang dinamakan bahasa Maybrat, tapi lokasi tempat bermukim itu yang terbagi tiga distrik.
217. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kalau kepala adatnya atau Ondowau itu bagaimana, ada tidak di sana?
218. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya di tiap-tiap distrik itu ada yang ditokohkan untuk bisa menyelesaikan masalah sengketa yang terjadi di lingkungannya masing- masing.
219. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kalau tadi pernah dikatakan bahwa Kabupaten Maybrat nanti ibukotanya nanti Maybrat, pernah begitu?
220. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya.
221. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Lalu di mana itu di Maybrat itu ada daerah sendiri yang namanya Maybrat itu?
222. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Maybrat itu mencakup tiga distrik itu.
223. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Karena menyangkut tiga distrik lalu ibukotanya di mana? Di Maybrat mesti saja, tapi daerah mana itu?
224. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Berdasarkan musyawarah-musyawarah itu, yang titik tengah itu yang di segi tiga emas yang tadi disinggung-singgung ya itu.
225. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Oh titik tengah, itu dimana?
226. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Di Desa Fategome.
227. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Fategome.
228. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya, karena itu titik tengah, mudah untuk (...)
229. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kalau di peta itu belum ada Fategome itu, Distrik Aitu Utara ada (...)
230. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya di peta itu hanya yang distrik-distrik begitu saja.
231. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Fategome itu berada di mana?
232. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Itu di tengah-tengah antara Distrik Ayamaru, Distrik Aitinyo dan Distrik Aifat.
233. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Sudah ada desanya itu.
234. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA
Sudah, kampung paling besar. Fategomi itu sebenarnya peleburan dari pada empat kampung yang diambil dari nama depan dari pada kampung-kampung itu. Fa itu dari Kampung Fan tadinya, T itu dari Kampung Tehat, Go itu dari Kampung Goksanes.
235. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kalau di peta ini mana antara Distrik Aifak, Distrik Aitiyu Utara, di mana itu? Itu ada yang diarsir itu Distrik Aifak, lalu Distrik Aitiu Utara, di mana itu. Ada Distrik Ayamaru Utara, Fatagome di mana? Tidak ada di situ, tapi kira-kira di mana?
236. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Di tengah-tengah, di lintasan jalan raya ini. Aitinyo Utara
237. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Lalu Kumurkek itu di mana gambar itu?
238. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Kumurkek itu jauh ke arah timur.
239. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
AifatTimur itu bukan, di daerah mana?
240. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Aifat Timur itu salah satu daerah pemekaran juga?
241. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kumerkek-nya di mana?
242. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Komurkek masih arah ke timur lagi, eh utara.
243. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Aifak Timur, Aifak Utara? Jadi belum tahu semua ini tempatnya ya, daerahnya sendiri.
244. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Jadi masih agak jauh dari Distrik Ayamaru maupun Distrik Aitinyo.
Oleh karena itu dipilih titik tengah itu supaya bisa mudah untuk (...)
245. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kumerkek sudah menjadi desa yang sudah ada fasilitasnya atau masih sangat terbatas?
246. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Masih sangat terbatas.
247. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Tapi masih tersedia bangunan-bangunan dibandingkan dengan yang di Fategome tadi?
248. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Di Fategome sendiri juga belum tersedia bangunan-bangunan, tapi rumah-rumah penduduk itu sudah sangat mendukung untuk dapat digunakan oleh pegawai-pegawai yang akan bertugas di sana, maupun untuk bisa dikontrakan sebagai kantor selagi kantor-kantor itu belum dibangun.
249. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Ada fasilitas bandara di sana?
250. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ada. Di Kambuaya. Dari Fategome ke bandara itu setengah jam.
251. HAKIM KONSTITUSI : DR. HARJONO, S.H., MCL.
Kambuaya di distrik apa dia? Apa di Disitrik Aifak, apa di Distrik Ayamaru, AifakSelatan?
252. SAKSI DARI PEMOHON: DRS. DORTHIAS FREDS KAMBUAYA Ya, lapangan terbang itu di Distrik Ayamaru.
253. KETUA : PROF. DR. MOH.MAHFUD MD, S.H.
Silakan kembali ke tempat.
Yang ketiga Bapak Soleman, silakan.
254. KUASA PEMOHON : ROPAUN RAMBE, S.H.
Terima kasih. Saudara Saksi, coba Saudara jelaskan tentang proses mulai dari gagasan, pembentukan dan sampai disahkan menjadi undang-undang tentang pemekaran Kabupaten Maybrat.
255. SAKSI DARI PEMOHON: SOLEMAN NAA, S.SOS., M.SI
Saya barangkali jelaskan sedikit, tetapi apa yang saya sampaikan tadi sudah diutarakan oleh saksi yang lain.
Bahwa pada prinsipnya itu pemekaran Kabupaten Maybrat ini adalah atas aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada Bapak Bupati Sorong yang pada waktu itu Bapak Dr. Jhon Wanane, itu pada sekitar bulan Januari 1999 untuk agar Kabupaten Maybrat ini dimekarkan atau dibentuk kita tersendiri mengingat daerah ini memiliki sumber daya manusia, sumber daya alam, yang bisa dikelola untuk menghidupi kabupaten ini.
Kemudian pada tahun 2001 tokoh masyarakat dan tokoh adat datang untuk ketemu lagi dengan Pak Bupati untuk berbicara tentang hal yang sama. Kemudian berikutnya juga pada tahun 2003 aspirasi ini juga disampaikan. Kemudian oleh Bapak Bupati karena didesak terus oleh masyarakat, kemudian Pak Bupati membuat surat kepada Menteri Dalam Negeri pada tahun 2005 agar supaya kabupaten ini atau Maybrat ini di mekarkan jadi kabupaten sendiri termasuk ke Komisi II dan DPD-RI itu pada sekitar bulan Mei sekitar tahun 2006 ya?
Kemudian disusul dengan mulai tahun 2006 disusul dengan musyawarah adat. Musyawarah adat itu ada dua kali ya? Saya lupa itu, tiga kali ya ditambah dengan ada kajian ilmiah ditambah dengan satu lokakarya dan semuanya itu menurut apa yang saya ikuti. Karena saya 2002 itu sudah di Sorong ya, jadi itu semuanya menyatakan bahwa ibukota atau kalau Maybrat itu jadi ibukota Kabupaten Maybrat itu ada Maybrat dan untuk membangun nanti daerah segitiga emas yang Fategome itu untuk sementara ibukota itu dilaksanakan pemerintahannya itu di Ayamaru. Itu menurut apa yang saya ikuti ya?
Artinya apa yang saya ikuti, apa yang saya lihat karena rapat-rapat pun saya ikut. Jadi begitu Pak, jadi musyawarah itu manyatakan bahwa supaya ini tidak terlalu jauh Ayamaru ke Kumurkek, kalau ibukota di Kumerkek ini kan orang Ayamaru yang kasihan sekitar 2 jam kita pakai kendaraan, sampai ke Kumurkek.
Kalau ibukota itu di Ayamaru nanti orang Kumurkek yang kasihan juga Pak, mereka kalau dari sana untuk pelayanan masyarakat atau minta ngurus KTP misalnya ini juga persoalan buat mereka. Untuk itu musyawarah itu menentukan bahwa ini kita taruh saja di titik tengah.
Nah, kemudian itu juga dengan persetujuan itu maka dibuatlah atau diajukanlah kepada DPR maka keluar RUU seperti yang sudah tadi disampaikan. Dan setelah proses itu keluar, artinya undang-undang itu rancangan itu jadi undang-undang kok keluarnya jadi lain. Keluarnya kok jadi Kumurkek. Akhirnya masyarakat di sana konflik, konflik dalam arti menolak. Menolaknya bukan apa-apa, menolaknya itu karena jauh kalau orang dari Hayamaru ke sini sekitar 2 jam pakai kendaraan untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah.
Nah, kemudian fasilitas yang tersedia di sana juga belum lengkap belum tersedia dan sebagainya. Nah, untuk itu maka pada bulan Januari itu keluarlah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009 itu ibukota di Kumurkek untuk masyarakat konflik dan beberapa tokoh yang ada ini datang ketemu dengan kalau saya tidak salah itu ketemu dengan Pak
Dirjen karena saya tidak ikut tapi saya dengar itu. Dengan kedudukannya di kepala itu, ini Bapaknya tidak hadir kebetulan karena Pak Walem Naa itu rumahnya dibakar kemudian kepalanya dibacok.
Datang dengan Bapak-bapak ini datang ke Departemen Dalam Negeri ketemu dengan Pak Dirjen membicarakan ini. Ini kalau begini terus akan seperti ini, ya. Oke dari Departemen Dalam Negeri menyarankan untuk Baperkam. Kembali kemudian itu dibuat musyawarah Baperkam. Dari musyawarah Baperkam itu dari 108 kampung itu 58 menyatakan ibukotanya ada di segitiga emas itu yang 50-nya menyatakan di Kumurkek. Aspirasi ini sudah disampaikan ke Menteri Dalam Negeri. Jadi prosesnya kira-kira seperti itu yang saya tahu.
Terima kasih Pak.
256. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Saudara Saksi coba jelaskan apakah peranan Saudara dalam hal proses pemekaran ini?
257. SAKSI DARI PEMOHON: SOLEMAN NAA, S.SOS., M.SI
Ya, saya kira saya sebagai putra Maybrat yang juga adalah intelektual ya, kewajiban saya untuk mengikuti dan saya ikut saksinya banyak, ikut proses ini mulai dari awal. Artinya Bapak-bapak ini atau yang ada di rapat dan sebagainya. Jadi proses ini saya tahu persis.
258. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Coba Saudara jelaskan keberatan masyarakat yang tadi yang 58 banding 50 itu tentang penetapan di Kumerkek itu apa yang paling mendasar pada hakikinya untuk ditolak sebagai ibukota?
259. SAKSI DARI PEMOHON: SOLEMAN NAA, S.SOS., M.SI
Sebetulnya satu tadi jarak itu kalau kita dari Ayamaru di sana ya, toh. Yang kedua barangkali fasilitasi yang ada, kemudian efektifitas dari pada pelayanan barangkali itu juga terhambat karena fasilitas yang lain untuk menunjang pemerintahan berjalannya pemerintahan ini yang barangkali tidak tersedia, ini yang barangkali akan menghambat jalan pemerintahan ini.
260. KUASA HUKUM PEMOHON: ROPAUN RAMBE, S.H.
Tadi pemerintah sudah menjelaskan, sudah dilakukan syukuran sudah ada pelantikan. Itu pengetahuan Saudara bagaimana? Hal demikian dilapangan