8 2.1. Pengertian Pengembangan Karyawan 2.1.1. Pengembangan Karyawan
Pengembangan karyawan adalah salah satu faktor yang paling penting bagi kemajuan dan pertumbuhan dari setiap organisasi. Pengembangan karyawan disebut sebagai aktivitas yang menyebabkan karyawan memperoleh keterampilan baru atau lanjutan, pengetahuan dengan menyediakan fasilitas belajar dan pelatihan di dalam organiasi.
Menurut Suryadana, (2015:72) Pengembangan karyawan adalah kemampuan seseorang karyawan individu dan organasi secara keseluruhan sehingga pengembangan karyawan terdiri dari pertumbuhan individu atau karyawan dan keseluruhan karyawan ketika karyawan organisasi akan mengembangkan organisasi, organisasi akan lebih berkembang dan kinerja karyawan akan meningkat.
Menurut (Permatasari, 2018) “Pengembangan karyawan merupakan kegiatan yang bermaksud memperbaiki dan mengembangkan sikap, perilaku, keterampilan, dan pengetahuan para karyawan sesuai dengan keinginan perusahaan”.
Menurut (Wahyuni, 2018) “Pengembangan karyawan adalah sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan lama dan baru yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan baik untuk saat ini atau untuk masa mendatang”.
Menurut Suryadana, (2015:72) ”Pengembangan karyawan adalah salah satu fungsi yang paling penting dari praktik sumber daya manusia. Penelitian
terbaru menunjukkan bahwa komitmen tinggi praktik sumber daya manusia, seperti pengembangan karyawan”.
Bedasarkan pengertian para ahli diatas Pengembangan karyawan adalah salah satu fungsi yang paling penting dari praktik sumber daya manusia yang bermaksud memperbaiki dan mengembangkan sikap, perilaku, keterampilan, dan pengetahuan para karyawan lama dan baru yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan baik untuk saat ini atau untuk masa mendatang.
2.1.2. Metode Pengembangan Karyawan
Menurut Juni, (2017:181-182) metode pengembangan karyawan yang paling umum diadopsi diperusahaan bisnis adalah metode pendidikan (education) dan metode pelatihan (training).
1. Metode Pendidikan (education)
Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dari pengembangan karyawan.
2. Metode Pelatihan (training)
Metode pelatihan dipilih bedasarkan analisis kebutuhan yang berasal dari kepentingan perusahaan dan kebutuhan pegawai.
2.1.3. Jenis Pengembangan Karyawan
Menurut Nurhayati, (2018:66) pengembangan dapat dikelompokkan atas pengembangan secara informal dan pengembangan secara formal:
1. Pengembangan secara informal, yaitu karyawan atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku atau literatur yang ada hubungannya dengan pekerjaan atau jabatannya.
2. Pengembangan secara formal, yaitu karyawan ditugaskan oleh perusahaan untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun yang dilaksanakan oleh lebaga pendidikan atau pelatihan.
2.1.4. Prinsip Pengembangan Karyawan
Menurut Suryadana, (2015:77) prinsip-prinsip pengembangan karyawan antara lain :
1. Perbedaan Antar-Individu
Perbedaan antar individu dalam latar belakang pendidikan, pengalaman, dan minat karyawan perlu diperhatikan dalam upaya perencanaan program- program.
2. Partisipasi Aktif
Partisipasi aktif dalam proses pengembangan karyawan akan dapat menambah minat dan semangat belajar.
3. Korelasi dengan Analisa Jabatan
Pelaksanaan pengembangan karyawan harus diumumkan dengan kebutuhan- kebutuhan suatu jabatan. Analisis jabatan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk mempelajari, mengumpulkan dan mencacat keterangan- keterangan atau fakta.
4. Motivasi
Upaya pemberian perhatian khusus diarahkan oleh seorang pemimpin dalam suatu perusahaan untuk memberikan motivasi pegawai dalam suatu program.
2.1.5. Kendala dalam Pengembangan Karyawan
Menurut Suryadana, (2015:90-91) ada beberapa kendala yang sering dialami dalam pengembangan karyawan yaitu sebagai berikut :
1. Kendala Peserta Pengembangan
Pada umumnya, para peserta pengembangan mempunyai latar belakang yang heterogen, hal ini dapat dilihat pada perjalanan pendidikan dasarnya, tingkat pengalaman kerjanya, dan ukuran usia yang berbeda pada setiap peserta.
2. Pelatih atau Instruktur
Pelatih atau instruktur yang memiliki kecakapan dalam mentransfer pengetahuannya cukup sulit ditemukan, apalagi ketika pelatih atau instruktur tersebut dapat membedakan karakteristik pada setiap orangnya.
3. Materi yang Diberikan
Materi yang diajarkan umumnya kurang serasi atau menyimpang serta tidak sistematis (umumnya aksidental) untuk mendukung sasaran yang diiginkan oleh pekerjaan atau jabatan peserta yang bersangkutan.
4. Fasilitas Pengembangan
Fasilitas yang umumnya berkaitan dengan sarana dan prasarana pengembangan yang dibutuhkan untuk latihan dan pendidikan sangat kurang atau tidak baik.
2.2. Pengertian Pelatihan dan Pengembangan 2.2.1. Pelatihan dan Pengembangan
Menurut (Kandou, 2013) Pelatihan dan pengembangan adalah dua istilah yang kadang kadang digunakan secara bersama-sama maupun secara bergantian. Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pengembangan (development) dapat diasosiasikan dengan kebutuhan masa depan karyawan dan organisasi perusahaan.
Menurut (Rugian, 2017) “Pelatihan (training) dan pengembangan (development) dikemukakan oleh Dale Yoder dan Edwin B. Flippo bahwa pelatihan untuk pegawai pelaksana dan pengawas, sedangkan istilah pengembangan ditujukan untuk pegawai tingkat manajemen”.
Menurut (Simamora, 2017) “Pelatihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan”.
Bedasarkan pengertian para ahli diatas Pelatihan dan pengembangan adalah dua istilah yang kadang kadang digunakan secara bersama-sama maupun secara bergantian dimana keduanya digunakan didalam organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan.
2.2.2. Prinsip-prisip Pelatihan
Menurut Juni, (2017:207) menyatakan bahwa prinsip pelatihan, yaitu:
1. Perbedaan Individual (individual difference)
Pelatihan harus mampu memahami dengan baik perbedaan individual yang ada dan muncul dari dalam diri pegawai.
2. Keterkaitan dengan analisis jabatan (relation to job analysis)
Spesifikasi jabatan menguraikan pendidikan yang harus dimiliki oleh calon pegawai untuk melaksanakan tugas sehingga hasilnya lebih optimal
3. Motivasi (motivation)
Pegawai akan bekerja dengan sungguh-sungguh jika ia memiliki motivasi.
Imbalan yang memadai serta adanya kesempatan untuk mendapatkan promosi setelah mengikuti pelatihan dengan baik.
4. Partisipasi aktif (active participation)
Peserta pelatihan harus mampu terlibat aktif dan menjadi bagian penting dalam proses pelatihan. Oleh karena itu, pelatih harus terampil dalam mendorong peserta pelatihan agar peserta lebih aktif dalam proses pelatihan.
5. Seleksi peserta pelatihan (selection of trains)
Seleksi kepada calon pegawai yang berhak untuk mengikuti pelatihan perlu dilakukan, agar pelatihan lebih tepat sesaran serta menghindari kekosongan jabatan pada saat pelatihan diberikan.
2.2.3. Tujuan Pelatihan
Menurut Marwansyah, (2016:156) tujuan dari program pelatihan dan pengembangan yaitu:
1. Meningkatkan kesadaran diri individu
2. Meningkatkan keterampilan individu dalam satu bidang keahlian atau lebih 3. Meningkatkan motivasi individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaanya secara memuaskan
2.2.4. Jenis-jenis Pelatihan
Beberapa jenis pelatihan menurut Juni, (2017:206) yaitu:
1. Pelatihan Rutin 2. Pelatihan Teknis
3. Pelatihan Antarpribadi dan Pemecahan Masalah 4. Pelatihan Perkembangan dan Inovatif
2.2.5. Metode Pelatihan
Menurut Juni, (2017:220-221) beberapa metode pelatihan menurut yang sering digunakan dalam pelatihan, yaitu sebagai berikut :
1. Praktik kerja langsung (on the job training)
Sistem ini merupakan metode pelatihan yang paling banyak digunakan.
Sismtem ini memberikan tugas kepada pimpinan untuk melatih pegawainya.
2. Vestibule
Vestibule merupakan pelatihan yang pelatihnya bukan berasal dari pimpinan pegawai langsung, melainkan pelatih khusus (trainer specialist)
3. Apprenticeship
Sistem magang ini dipergunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan (skill) yang relatif tinggi. Program magang ini bisa mengombinasikan antara on job training dan pengalaman.
4. Kursus keahlian (specialist course)
Kursus merupakan bentuk pelatihan pegawai yang lebih mirip pendidikan.
Kursus diadakan untuk memenuhi minat pegawai dalam berbagai bidang pengetahuan.