• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN Nama Proyek Proyek tugas akhir ini berjudul Pusat Pengembangan Teknologi Informasi di Jakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN Nama Proyek Proyek tugas akhir ini berjudul Pusat Pengembangan Teknologi Informasi di Jakarta."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Nama Proyek

Proyek tugas akhir ini berjudul Pusat Pengembangan Teknologi Informasi di Jakarta.

1.2. Definisi Proyek

Definisi judul proyek dirumuskan dari pengertian masing – masing kata yang membentuk judul tersebut.

• Pusat

o Tempat yang letaknya di tengah – tengah benar.

o Pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan ( berbagai urusan hal dan sebagainya )

( Sumber : Poerwadarminta, 1991. )

• Pengembangan

Pengembangan adalah kegiatan ang dilakukan untuk memperole sesuatu yang lebih baik dengan penelitian, riset, dan percobaan yang dilakukan di laboratorium.

( Sumber : Poerwadarminta, 1991. )

• Teknologi Informasi

Teknologi Informasi, Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga:

o lebih cepat

o lebih luas sebarannya o lebih lama penyimpanannya

(2)

Yang termasuk dalam teknologi informasi diantaranya adalah komputer dan perlengkapannya, faximile, jaringan komunikasi, antena, tv, radio, komunikasi selular, internet, media cetak, dll

( Sumber : Poerwadarminta, 1991. )

• Di

Kata perangkai yang menyatakan ada pada sesuatu tempat.

( Sumber : Poerwadarminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1991. )

• Jakarta

Sebuah provinsi sekaligus ibu kota Indonesia. Karena Jakarta merupakan sebuah kota yang amat besar dan sekaligus ibu kota Indonesia, maka kota ini mempunyai status yang sama dengan sebuah provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut pulau Jawa. Koordinatnya adalah 6°11′ LS 106°50′ BT. Pada tahun 2004, luasnya adalah sekitar 740 km² dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa.

( Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia. )

Dari pengertian kata – kata yang membentuk judul di atas, yang dimaksud dengan Pusat Pengembangan Teknologi di Jakarta adalah sebuah sarana atau tempat yang digunakan untuk megembangkan serta memamerkan suatu karya atau sebuah inovasi baru dari teknologi informasi, termasuk pengorganisasian dan manajemen kegiatan yang mencakup seluk teknologi informasi, antara lain laboratorium pengembangan teknologi informasi serta galeri-galeri untuk memamerkan hasil dari pengembangan teknologi informasi. Misal:

- Pengembangan program-program IT - Pengembangan produk-produk IT - Pengembangan hardware IT

(3)

1.3. Pengenalan proyek

1.3.1 Sejarah Teknologi Informasi

Gambar 1.1 Sejarah Teknologi Informasi

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama intenet.

Informasi yang disampaikan pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur.

Gambar 1.2 Sejarah Teknologi Informasi

Masa Pra-sejarah(…s/d3000SM) Pada awalnya Teknologi Informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang mereka kenal, mereka menggambarkan informasi yang mereka dapatkan pada dinding-dinding gua, tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini mereka mulai melakukan pengidentifikasian benda- benda yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal dan mewakilinya dengan bentuk-bentuk yang kemudian mereka lukis pada dinding gua tempat mereka tinggal, karena kemampuan mereka dalam berbahasa hanya berkisar pada bentuk

(4)

suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi mereka pada masa ini.Perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.

Gambar 1.3 Sejarah Teknologi Informasi

Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M) Pada masa ini Teknologi Informasi belum menjadi teknologi masal seperti yang kita kenal sekarang ini, teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja, digunakan pada saat-saat khusus, dan mahal.

3000SM. Untuk yang pertama kali tulisan digunakan oleh bangsa sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf.

Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda(penyebutan), sehingga mampu menjadi kata, kalimat dan bahasa

2900SM. Penggunakan Huruf Hierogliph pada bangsa Mesir Kuno.

Hierogliph merupakan bahasa simbol dimana setiap ungkapan di wakili oleh simbol yang berbeda, yang ketifka digabungkan menjadi satu akan mempunyai cara pengucapan dan arti yang berbeda, bentuk tulisan dan bahasa hierogliph ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.

Gambar 1.4 Sejarah Teknologi Informasi

(5)

500SM. Serat Papyrus digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus yang tumbuh disekitar sungai nil ini menjadi media menulis/media informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan sebagai media informasi.

105M. Bangsa Cina menemukan Kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang, kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring,dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan, penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem Cap.

Gambar 1.5 Sejarah Teknologi Informasi

Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang ). Tahun1455 mesin Cetak yang menggunakan plat huruf yang tebuat dari besi yang bisa diganti-ganti dalam bingkai yang tebuat dari kayu dikembangkan untuk yang pertama kalinya oleh Johann Gutenberg.

Tahun1830. Augusta Lady Byron Menulis program komputer yang pertama didunia berkerjasama dengan Charles Babbage menggunakan mesin Analytical-nya. Yang didesain mampu memasukan data, mengolah data dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum komputer digital pertama ENIAC I dibentuk.

(6)

Gambar 1.6 Sejarah Teknologi Informasi

Tahun1837. Samuel Morse mengembangkan Telegraph dan bahasa kode Morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone yang dikirim secara elektronik antara 2 tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut. Pengiriman dan Penerimaan Informasi ini mampu dikirim dan diterima pada saat yang hampir bersamaan waktunya. Penemuan ini memungkinkan informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas oleh masyarakat tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.

Tahun1861. Gambar bergerak yang peroyeksikan kedalam sebuah layar pertama kali digunakan sebagai cikal bakal film sekarang.

Tahun1876. Melvyl Dewey mengembangkan sitem penulisan Desimal.

Tahun1877

a. Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan Telepon yang

dipergunakan pertama kali secara umum.

b. Fotografi dengan kecepatan tinggi ditemukan oleh Edweard Maybridge.

Gambar 1.7 Sejarah Teknologi Informasi

(7)

Tahun1899. Dipergunakan sistem penyimpanan dalam Tape (pita) Magnetis yang pertama.

Tahun1923. Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama.

Tahun1940. Dimulainya pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi pada masa Perang Dunia 2 yang dipergunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.

Gambar 1.8 Sejarah Teknologi Informasi

Tahun1945. Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan Hypertext.

Tahun1946. Komputer digital pertama didunia ENIAC I dikembangkan.

Tahun1948. Para peneliti di Bell Telephone mengembangkan Transistor.

Gambar 1.9 Sejarah Teknologi Informasi

Tahun1957

- Jean Hoerni mengembangkan transistor Planar. Teknologi ini memungkinkan

(8)

pengembangan jutaan bahkan milyaran transistor dimasukan kedalam sebuah keping kecil kristal silikon.

- USSR (Rusia pada saat itu) meluncurkan sputnik sebagai satelit bumi buatan yang pertama yang bertugas sebagai mata-mata. Sebagai balasannya Amerika membentuk Advance Research Projects Agency (ARPA) dibawah kewenangan Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dalam bidang Militer

Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang ). Tahun1962 Rand Paul Barand, dari perusahaan RAND, ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang Nuklir.

Tahun1969. Sistem jaringan yang pertama dibentuk dengan menghubungkan 4 nodes (titik), antara University of California, SRI (Stanford), University California of Santa Barbara, dan University of Utah.dengan kekuatan 50Kbps.

Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang ). Tahun1972 Ray Tomlinson menciptakan program e-mail yang pertama

Masa Modern ( 1400-an M s/d sekarang )

Tahun1973-1990. Istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol jaringan yang kemudian difkenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup dari DARPA, 1981 National Science Foundation mengembangkan Backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah Server yang berfungsi sebagai alat koordinasi diantara; DARPA, ARPANET, DDN dan Internet Gateway.

(9)

1.4. Latar Belakang Masalah

Indonesia sekarang ini sedang menuju kearah mampu bersaing dengan negara-negara maju di dunia. Apalagi dengan adanya proses globalisasi yang melanda dunia maka perkembangan yang terjadi di Indonesia pun secara tidak langsung juga ikut berkembang secara cepatnya mengikuti perkembangan yang ada di dunia. Perkembangan di dunia yang sekarang ini sangat berkembang dengan cepatnya adalah perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi terdiri dari bermacam-macam dan Indonesia sekarang ini sudah mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

Indonesia disebut mampu mengikuti perkembangan yang ada di dunia di bidang teknologi karena Indonesia sudah mampu memiliki produk-produk dengan teknologi yang canggih yang sama dengan produk-produk yang ada di negara-negara maju. Menteri teknologi pernah mengatakan bahwa mengikuti perkembangan teknologi itu terdapat dua macam, yaitu: sebagai pembuat atau produsen dan sebagai pemakai. Kalau dalam mengikuti perkembangan teknologi Indonesia cukup mampu disandingkan dengan negara-negara maju di dunia karena produk-produk baru dengan teknologi canggih di negara- negara maju sudah ada di negara Indonesia tanpa ada jeda waktu lama untuk produk tersebut hadir di Indonesia.

Produk-produk hasil perkembangan teknologi yang ada di dunia yang sangat cepat sekali perkembangannya adalah produk-produk hasil perkembangan teknologi informasi. Teknologi informasi sangat cepat sekali berkembang karena teknologi informasi adalah teknologi yang sangat dibutuhkan oleh manusia sehingga dibutuhkan pengantar atau perantara informasi secara cepat dan baik, oleh karena itu perusahaan –perusahaan produsen yang termasuk dalam teknologi infomasi di seluruh negara di dunia seakan-akan berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi baru dalam bidang informasi. Bahkan menurut data penelitian di dunia terdapat 1 jenis pruduk baru dibidang informasi dengan teknologi yang berbeda setiap harinya

Teknologi informasi terdapat banyak produk yang termasuk didalamnya, diantaranya: telepon, telepon genggam, mesin fax, komputer dengan perlengkapa-perlengkapannya termasuk hardware dan software,

(10)

printer, jaringan komunikasi, televisi, jaringan satelit, fiber optic, internet, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi di bidang teknologi informasi yang ada di Indonesia sangat terlihat pada kota Jakarta. Kota Jakarta ini selain menjadi ibukota negara Indonesia juga menjadi kota metropolitan yang kehidupannya sangat erat dengan teknologi terutama teknologi informasi, karena sebagai kota paling maju di Indonesia masyarakat kota jakarta sangat membutuhkan teknologi informasi yang baik, sehingga perkembangan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat dan cepatnya mendapat tanggapan atau respon yang baik bagi masyarakat kota Jakarta. Itu sebabnya perkembangan kota jakarta dibidang teknologi informasi berkembang dengan baiknya sehingga kota Jakarta ini bisa dikatakan sebagai icon dari perkembangan teknologi yang ada di Indonesia.

Melihat begitu cepatnya kemajuan teknologi yang ada di dunia dibidang teknologi informasi, maka di Indonesia perlu diadakannya fasilitas atau tempat untuk melihat dan mengikuti perkembangan teknologi infomasi tersebut. Fasilitas untuk melihat atau menunjukkan perkembangan yang terjadi dibidang teknologi tersebut dimaksudkan agar supaya masyarakat Indonesia termotifasi untuk ikut mengembangkan kemajuan dan perkembangan teknologi informasi di Indonesia, selain itu juga agar masyarakat Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara maju di dunia dibidang teknologi informasi.

Fasilitas untuk mengikuti perkembangan dari teknologi informasi ini diharapkan akan menjadi pemicu dari perkembangan teknologi informasi yang ada di Indonesia. Dengan adanya pusat mengikuti perkembangan teknologi ini diharapkan masyarakat Indonesia memberikan respon yang baik dan terlebih lagi memicu masyarakat indonesia untuk juga lebih memajukan perkembangan teknologi yang ada di Indonesia dibidang teknologi Informasi.

Fasilitas yang akan ada di dalam gedung Pusat Perkembangan Teknologi Informasi ini adalah berupa fasilitas pengembangan teknologi berupa produk- produk dari teknologi informasi, hardware maupun software dari teknologi informasi yang tujuannya adalah memperlihatkan kepada masyarakat / publik

(11)

bagaimana keadaan dari perkembangan teknologi informasi yang ada di Indonesia dan bahkan di dunia. Fasilitas dari pengembangan teknologi informasi ini selain digunakan untuk mengembangkan teknologi informasi itu sendiri juga direncanakan sebagai gedung teknologi informasi pariwisata, dimana masyarakat umum atau publik diperkenankan untuk melihat dan mengikuti bahkan belajar bagaimana perkembangan dari teknoogi informasi yang ada di indonesia bahkan yang ada di dunia sekarang ini.

Pada gedung Pusat Perkembangan Teknologi Informasi ini nantinya akan terdapat ruang galeri teknologi informasi untuk mengenalkan pada masyarakat bagaimana sejarah perkembangan dari teknologi informasi itu sendiri. Terdapat juga laboratorium sebagai tempat untuk mengembangkan teknologi informasi, laboratorium ini direncanakan akan menjadi laboratorium publik dimana publik bisa masuk dan melihat bagaimana perkembangan dari teknologi informasi tersebut. Juga akan ada fasilitas hall untuk memamerkan produk-produk terbaru dari hasil perkembangan teknologi informasi. Juga direncanakan akan terdapat restaurant dan café agar membantu tujuan dari gedung Pusat Pengembangan Teknologi Informasi sebagai gedung teknologi informasi pariwisata.

1.5. Pemasalahan Desain

• Bagaimana desain bangunan yang dapat mewadahi kegiatan dari pengembangan teknologi informasi tetapi juga sebagai bangunan gedung teknologi informasi pariwisata yang menarik minat publik untuk masuk dan melihat kegiatan di dalamnya.

• Gedung atau bangunan yang akan dirancang, direncanakan dengan fungsi sebagai tempat yang mendukung untuk pengembangan teknologi informasi yang memiliki fasilitas exhibition hall untuk melihat perkembangan teknologi dan pembangunan di Indonesia, trade mark sebagai sarana untuk mengikuti perkembangan teknologi dan pembangunan yang ada, cafe dan restaurant untuk menikmati dan melihat perkembangan kota Jakarta.

(12)

• Bagaimana desain bentuk bangunan ”Pusat Pengembangan Teknologi Informasi” yang menunjukkan dan menjadi icon dari kemajuan teknologi di Indonesia.

• Kenyamanan dan keamanan pengunjung, meliputi :

1. Kenyamanan pengunjung café dan restaurant, meliputi kondisi cafe, pencahayaan, dan juga view.

2. Kenyamanan dan keamanan pengunjung sehingga dapat melihat kemajuan dari teknologi informasi dengan nyaman dan dengan pencahayaan yang baik.

3. Sirkulasi pengunjung dari fasilitas satu ke fasilitas lainnya.

• Permasalahan lain harus dipertimbangkan adalah menyediakan tempat untuk melihat dan menikmati kota Jakarta.

• Bagaimana mengatur sirkulasi masuk site agar tidak menimbulkan kemacetan mengingat kota Jakarta yang sudah padat kendaraan bermotor.

1.6. Tujuan Desain

• Menyediakan wadah atau pusat untuk mengembangkan dan memamerkan perkembangan teknologi informasi di Indonesia

• Menyediakan sarana untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi di Indonesia sehingga memicu motifasi masyarakat indonesia untuk memajukan Indonesia dibidang teknologi informasi

• Menyediakan sarana untuk melihat dan menikmati perkembangan yang terjadi di Indonesia melalui kota Jakarta

• Memberikan daya tarik yang cukup kuat sehingga masyarakat Jakarta tertarik untuk datang dan melihat perkembangan teknologi informasi yang ada

• Meningkatkan motifasi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan Indonesia dibidang teknologi informasi.

(13)

1.7. Manfaat Desain

• Fasilitas untuk mengembangkan dan memamerkan perkembangan dari teknologi infomasi

• Menberikan sarana dan prasarana bagi para produsen dibidang teknologi informasi untuk mengembangkan dan mengenalkan produk baru dari produksi mereka kepada masyarakat

• Fasilitas untuk melihat perkembangan teknologi informasi di Indonesia melalui kota Jakarta

• Meningkatkan minat dan warga negara Indonesia untuk mengikuti dan mengembangkan teknologi di Indonesia

• Sebagai sarana wisata yang mampu mengangkat wisata Jakarta maupun wisata Indonesia.

1.8. Sasaran Desain

Adapun sasaran dari Pusat Pengembangan Teknologi Informasi di Jakarta ini adalah:

a. Bagi masyarakat umum:

• Sebagai tempat untuk melihat dan mengikuti perkembangan dari teknologi informasi

• Sebagai tempat untuk melihat dan menikmati perkembangan dari teknologi di Indonesia melalui kota jakarta

b. Bagi para produsen teknologi informasi:

• Menyediakan tempat untuk mengembangkan dan memamerkan perkembangan dan kemajuaan dari teknologi yang diproduksi oleh perusahaannya

• Menyediakan tempat untuk me-lauching pruduk-produk baru hasil dari perkembangan teknologi informasi

• Menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan berdiskusi dengan relasi

(14)

c. Bagi pemerintah daerah:

• Meningkatkan kualitas kawasan dan bangunan kebanggan bagi kota Jakarta

Menambah fasilitas gedung pengembangan teknologi informasi di Jakarta dan menjadikannya yang terbaik di kota Jakarta

kualitas Kota Jakarta

• Meningkatkan pendapatan daerah d. Bagi investor:

• Sebagai investasi jangka panjang

• Mendapatkan pendapatan yang tinggi baik dari exhibition hall, coverention hall, multipurpose hall, trade mart dan restaurant

• Menaikkan kualitas dan harga tanah di sekitar lokasi bangunan ini.

1.9. Metode Perancancangan 1.9.1 Pendekatan Perancangan

Pendekatan perancangan yang diambil adalah pendekatan melalui Konsep Spatial Structure, The Glorification of Techinique, oleh Piere von Meiss. Yaitu persyaratan struktur menentukan terciptanya ruang dan bentuk.

1.9.2. Pendalaman Perancangan

Pendalaman yang dipilih adalah Pendalaman Sistem Struktur bentang lebar dan tinggi, karena kemajuan teknologi dan pembangunan pada tampilan bangunan sangat identik dengan sistem struktur dan kontruksinya.

1.9.3. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang akan dipergunakan untuk mendukung proyek ini antara lain :

• Studi banding

Melakukan pengamatan dan analisa sebagai data pembanding untuk proyek yang direncanakan. Studi banding ini dapat memberikan gambaran lebih jelas pada proyek yang direncanakan mengenai ukuran – ukuran

serta detail yang diperlukan.

(15)

Bangunan yang dipelajari adalah IT Building di Jakarta yang merupakan gedung pusat di Indonesia.

• Survey lapangan

Melakukan pengamatan langsung ke lokasi yang dipilih untuk mengetahui keadaan tapak yang sebenarnya serta mengenal potensi yang dapat dimanfaatkan dan permasalahan yang harus dihadapi. Selain itu juga dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku para kegiatan dari pengembangan teknologi informasi itu sendiri.

• Studi literature

Studi literature dilakukan melalui buku – buku baik tentang kebutuhan ruang maupun besaran ruang.

• Studi internet

Studi internet dilakukan melalui pengumpulan data dengan cara browsing, download atau search melalui internet.

Referensi

Dokumen terkait

bahwa untuk penyempurnaan bentuk Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas, perlu ditetapkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Bentuk Peraturan Daerah

Mahasiswa secara berkelompok, mempelajari materi pembelajaran tematik (Versi K- 13), sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan oleh dosen.. Mahasiswa secara berkelompok,

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 0 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH

Objek yang dibandingkan berikutnya adalah gambaran tokoh utama antara. NHB dengan

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan alat ukur berupa skala motivasi belajar dan skala konsep diri pada mahasiswa program pendampingan

Apabila t hitung < t tabel atau nilai sig > nilai α ( α = 0,05) maka Ho diterima, berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Upah dengan Kepuasan Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis pendekatan sain- tifik dengan model pembelajaran discovery learning pada materi teori atom

Selanjutnya jumlahkan lagi nilai kritis BNT0 * ;,<< dengan nilai ratarata perlakuan terkecil kedua, yaitu !1,22 = ;,<< * !5,<< dan beri huru" >b? dari