iv
Nanda Ekarini, 2006
Pembimbing I: Diana Krisanti Jasaputra, dr., M.Kes Pembimbing II: Rosnaeni, dra., Apt.
Alergi merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat. Untuk mencegah alergi, selain menghindari kontak dengan alergen, masyarakat banyak menggunakan obat kimiawi serta tanaman obat anti alergi. Salah satu tanaman obat anti alergi yang banyak digunakan adalah pegagan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh infusa herba pegagan sebagai anti alergi pada hewan coba mencit dengan dermatitis alergika.
Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kelompok I (Infusa Herba Pegagan Dosis 1=IHPD61=1,25%), Kelompok II (Infusa Herba Pegagan Dosis 2=IHPD62=2,5%), dan Kelompok III (Infusa Herba Pegagan Dosis 3=IHPD63=5%), serta Kelompok IV dan V masing6masing kontrol positif (Ovalbumin 10%), dan kontrol negatif (aquadest). Data yang diukur adalah ukuran diameter peradangan dan persentase eosinofil pada darah perifer. Analisis
data menggunakan ANAVA yang dilanjutkan dengan uji beda rata6rata ,
α=0.05.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat signifikan pada ukuran diameter peradangan kelompok yang diberi IHPD61, IHPD62, dan IHPD63 dibandingkan dengan kontrol positif ( .000). Persentase eosinofil kelompok yang diberi IHPD61, IHPD62, dan IHPD63 bila dibandingkan dengan kontrol positif menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan ( .000), sedangkan apabila dibandingkan dengan kontrol negatif menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan ( 0.431).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa herba pegagan memiliki efek anti alergi pada mencit, dengan indikator berkurangnya ukuran diameter peradangan dan pengurangan persentase eosinofil pada darah perifer.
v
Nanda Ekarini, 2006
Diana Krisanti Jasaputra, dr., M.Kes Rosnaeni, dra., Apt.
! "
! # !
! $% % &
' ( )* * $%+, & ' ( )$ $ %+, & ' ( )- %+, & .
'" */+, & . ' 0 ,
1
2". α / /%
1 ( )* ( )$ (
)-! ' ///,
( )* ( )$ ( )- ! !
' ///, ! !
' / 3-*,
4 ! (
viii
Halaman
JUDUL... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
ABSTRAK ... iv
6 7 5 ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI... viii
DAFTAR TABEL... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN... xi
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan... 2
1.4 Kegunaan Penelitian ... 2
1.4.1 Kegunaan Akademis ... 2
1.4.2 Kegunaan Praktis ... 2
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis... 3
1.5.1 Kerangka Pemikiran... 3
1.5.2 Hipotesis ... 3
1.6 Metode Penelitian ... 3
1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 4
2.1 Alergi/Reaksi Hipersensitivitas ... 5
2.1.1 Pengertian ... 5
2.1.2 Insidensi ... 5
2.1.3 Etiologi... 5
2.1.4 Patofisiologi Alergi ... 6
2.1.5 Pembagian Reaksi Hipersensitivitas ... 9
2.1.5.1 Reaksi Hipersensitivitas Tipe I ... 11
2.1.5.2 Reaksi Hipersensitivitas Tipe II... 13
2.1.5.3 Reaksi Hipersensitivitas Tipe III... 15
2.1.5.4 Reaksi Hipersensitivitas Tipe IV ... 19
2.1.5.5 Reaksi Hipersensitivitas Tipe V... 21
ix
2.2 5 (Herba Pegagan) ... 24
2.2.1 Bahan Aktif yang Terdapat Dalam Pegagan... 25
2.2.2 Efek Farmakologi... 25
2.2.3 Khasiat dan Penggunaan ... 26
2.2.4 Pegagan Sebagai Anti Alergi ... 27
3.1 Bahan dan Alat... 28
3.2 Persiapan Bahan Penelitian... 28
3.3 Persiapan Hewan Coba ... 29
3.4 Penentuan Besar Sampel... 29
3.5 Rancangan Penelitian... 29
3.6 Variabel Penelitian... 30
3.7 Prosedur Kerja ... 30
3.8 Analisis Data ... 31
4.1 Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 33
4.2 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 40
5.1 Kesimpulan ... 42
5.2 Saran ... 42
... 43
... 44
x
Halaman
Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Rata6rata Diameter Peradangan Pada Berbagai
Kelompok Perlakuan ………..… 33
Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Rata6rata Persentase Eosinofil Pada Berbagai
Kelompok Perlakuan………... 34
Tabel 4.3 Hasil ANAVA Ukuran Diameter Peradangan dan Persentase
Eosinofil Dari Berbagai Kelompok Perlakuan………. 35
Tabel 4.4 Hasil Uji Beda Rata6rata Ukuran Diameter
Peradangan Dari Berbagai Kelompok Perlakuan………... 36
Tabel 4.5 Hasil Uji Beda Rata6rata Persentase Eosinofil Dari
xi
Halaman
Gambar 2.1 Reaksi Hipersensitivitas……… 10
Gambar 2.2 Reaksi Hipersensitivitas Tipe I………. 12
Gambar 2.3 Reaksi Hipersensitivitas Tipe II……… 13
Gambar 2.4 Reaksi Hipersensitivitas Tipe III………... 16
Gambar 2.5 Reaksi Hipersensitivitas Tipe IV………....20
Gambar 2.6 Tanaman Pegagan (5 ,……….. 25
Gambar 2.7 Struktur Asiatikosid………26
Gambar 4.1 Grafik hasil pengukuran rata6rata diameter peradangan pada berbagai kelompok perlakuan ... 37
xii
Halaman
Lampiran 1 Determinasi Tanaman……… 46
Lampiran 2 Cara Pembuatan Infus Herba Pegagan………..….... 47
Lampiran 3 Perhitungan Dosis Infusa Herba Pegagan………. 48
Lampiran 4 Data Hasil Pengamatan………. 49
Lampiran 5 Hasil Pengolahan Data Menggunakan Program SPSS Dengan Metode ANAVA Dilanjutkan dengan Uji Beda Rata6rata ……… 50
55
- ) ?
Nama : Nanda Ekarini
Nomor Pokok Mahasiswa : 0210135
Tempai dan Tanggal Lahir : Bandung, 21 Januari 1985
Alamai : Jl. Cihanjuang No. 35 Cihanjuang Cibaligo Bandung 40559
Riwayai Pendidikan :
1996 lulus SDN Sukarasa III V Bandung
1999 lulus SMPN 2 Bandung 2002 lulus SMUN 2 Bandung
46
- 9
47
- 9
2 % $/ /
Menurui Farmakope Indonesia Edisi IV, infus herba pegagan dibuai
dengan kadar 10%.
Herba pegagan dihaluskan sampai derajai halus ierieniu, kemudian
diiimbang sebanyak 10 gram.
Masukkan ke dalam panci infus bagian A, kemudian diiambahkan
aquadesi sampai 100 ml.
Panci B diisi dengan air.
Kemudian panci dipanaskan selama 15 menii, dihiiung mulai suhu di
dalam panci mencapai 90o C, sambil sekali kali diaduk.
Infus disaring dengan kain flanel sewakiu masih panas. Kekurangan air
diiambahkan air mendidih melalui ampasnya.
48
- 9
& /
Dosis Herba Pegagan uniuk manusia : 0,99 2,04 gram/hari
Fakior konversi uniuk mencii yang berainya 20 gram adalah 0,0026 Dosis dikonversikan pada mencii dengan berai ± 25 gram.
Perhiiungan dosis infusa herba pegagan 1,25%
Dosis 1= 1,9230 g x 25/20 x 0,0026 = 0,00625 gram dalam 0,5 ml aquadesi = 0,0125 gram/ml
= 1,25 gram/100 ml = 1,25%
Uniuk IHPD 1 dibuai pengenceran 1 : 8 dari Infus Herba Pegagan 10% Perhiiungan dosis infusa herba pegagan 2,5%
Dosis 2= 2 x 1,9230 gx 25/20 x 0,0026 = 0,0125 gram dalam 0,5 ml aquadesi = 0,025 gram/ml
= 2,5 gram/100 ml = 2,5%
Uniuk IHPD 2 dibuai pengenceran 1: 4 dari Infus Herba Pegagan 10%
Perhiiungan dosis infusa herba pegagan 5%
Dosis 3= 4 x 1,9230 g x 25/20 x 0,0026 = 0,025 gram dalam 0,5 ml aquadesi = 0,05 gram/ml
= 5 gram/100 ml = 5%
49
- !9
Tabel Hasil Pengukuran Diameier Peradangan Pada Berbagai Kelompok
Perlakuan Selama Pengamaian 24 Jam
Kelompok Perlakuan Mencii No. Konirol Negaiif (mm) Konirol Posiiif (mm) Infusa Herba Pegagan Dosis 1 (mm)
Infusa Herba Pegagan Dosis 2 (mm)
Infusa Herba Pegagan Dosis 3 (mm)
1 0 7,70 6,30 4,20 3,40
2 0 9,10 6,40 5,30 3,60
3 0 8,70 5,30 4,50 3,15
4 0 10,30 4,90 4,10 4,55 5 0 10,65 4,10 4,20 5,65
Tabel Hasil Perhiiungan Perseniase Eosinofil
Pada Berbagai Kelompok Perlakuan
Kelompok Perlakuan Mencii No. Konirol Negaiif Konirol Posiiif Infusa Herba Pegagan Dosis 1 Infusa Herba Pegagan Dosis 2 Infusa Herba Pegagan Dosis 3
1 2,33 29,33 7,33 3,33 2,33
2 2,33 23,66 6 3,33 4
3 4 22 5,33 2 4
4 4 24 3,66 3,33 2,66
50
- #9
& & $ &
54
- '9
1 $/ + & & ;
1
Alergi merupakan salah saiu jenis penyakii yang banyak dijumpai di
masyarakai. Umumnya masyarakai menganggap bahwa penyakii alergi hanya
ierbaias pada gaial gaial di kulii. Alergi sebenarnya dapai ierjadi pada semua
bagian iubuh, ierganiung pada iempai ierjadinya reaksi alergi iersebui. Alergi
merupakan manifesiasi hiperresponsif dari organ yang ierkena seperii kulii,
hidung, ielinga, paru, aiau saluran pencernaan. Pada hidung gejala alergi yang
iimbul berupa pilek; pada paru paru berupa asma; pada kulii berupa
uriikaria/biduran, eksema, seria dermaiiiis aiopik; sedangkan pada maia berupa
konjungiiviiis. Gejala hiperresponsif ini dapai ierjadi karena iimbulnya respon
imun dengan aiau ianpa diperaniarai oleh IgE (Mahdi, 2003).
Pada siudi populasi, penyakii alergi dapai iimbul pada usia yang berbeda beda,
seperii alergi makanan dan eksim ieruiama pada anak anak, asma didapaikan pada
anak dan dewasa, dan riniiis alergika didapaikan pada dekade kedua dan keiiga
(Mahdi, 2003). Di Indonesia, prevalensi alergi pada anak anak dan dewasa cukup
iinggi. Penyakii alergi akan iimbul pada individu yang mempunyai kecenderungan
yang didasari fakior geneiik, yang biasanya diwariskan dari kedua orangiua. Bila
kedua orangiua menderiia alergi kemungkinan anak menunjukkan gejala alergi
sekiiar 50%, namun bila hanya salah saiu yang menderiia alergi kemungkinannya
hanya 25% (Hidayaii, 2002).
Alergi merupakan kepekaan iubuh ierhadap benda asing (alergen) di dalam
iubuh. Reaksi seiiap individu ierhadap alergen berbeda beda, sehingga individu
yang saiu bisa lebih peka daripada individu yang lain. Uniuk mencegah reaksi
alergi, selain menghindari koniak dengan alergen, masyarakai banyak
menggunakan obai kimiawi karena menganggap obai kimiawi cepai
menyembuhkan seria mudah diperoleh. Seiring dengan iimbulnya kesadaran akan
dampak buruk produk produk kimiawi, iimbul pula kesadaran akan peniingnya
2
alami dengan menggunakan berbagai ianaman obai dalam mengobaii penyakii
alergi. Salah saiu ianaman obai yang dapai digunakan uniuk mengobaii penyakii
alergi adalah pegagan ( ).
Apakah infusa herba pegagan ( ) sebagai agen anii alergi
mengurangi diameier peradangan pada mencii dengan dermaiiiis alergika?
Apakah infusa herba pegagan ( ) sebagai agen anii alergi
menurunkan perseniase eosinofil pada Sediaan Apus Darah Tepi (SADT)
mencii dengan dermaiiiis alergika?
Maksud peneliiian : Uniuk memperoleh obai aliernaiif yang dapai mengaiasi
reaksi alergi.
Tujuan peneliiian : Uniuk mengeiahui pengaruh infusa herba pegagan
( sebagai agen anii alergi mengurangi diameier peradangan
mencii dengan dermaiiiis alergika dan menurunkan perseniase eosinofil pada
SADT mencii.
! "
1.4.1 Kegunaan Akademis
Peneliiian ini diharapkan dapai berguna uniuk mengembangkan ilmu
pengeiahuan di bidang farmakologi Tanaman Obai di Indonesia, khususnya
Pegagan sebagai anii alergi.
1.4.2 Kegunaan Prakiis
Efek pegagan sebagai anii alergi dapai digunakan sebagai aliernaiif pengobaian
3
# " $ %&
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Individu yang peka bila ierpapar oleh alergen maka iubuh individu iersebui
akan segera bereaksi aniara lain dengan membeniuk imunoglobulin E (IgE). IgE
ini selanjuinya akan menempel pada sel masi/basofil dan bila ierjadi koniak
ulangan dengan alergen yang sama, alergen iersebui akan menempel pada 2 IgE
yang berdampingan dan menimbulkan degranulasi sel masi yang akan
menimbulkan gejala penyakii alergi seperii kemerahan dan gaial gaial pada kulii.
Selain iiu, Eosinofil akan direkrui ke daerah lesi. Eosinofil pada daerah lesi akan
menghasilkan berbagai proiein yang menambah kerusakan jaringan pada daerah
iersebui.
Pegagan memiliki kandungan kimia aniara lain
, dan garam garam mineral.
Dianiara senyawa senyawa iersebui, yang paling berperan dalam mengobaii
reaksi alergi adalah asiaiikosid (WHO, 1999).
Kandungan yang ierdapai dalam pegagan diperkirakan dapai
berefek mengurangi reaksi peradangan di daerah lesi karena
meningkaikan siniesis kolagen dan mukopolisakarida (Bruneiion, 1999).
Pegagan yang berefek sebagai anii oksidan dapai mengurangi konsenirasi
Niirii Oksida (NO) yang akan mengurangi fakior kemoiakiik eosinofil yaiiu
Ranies dan IL 5, sehingga eosinofil yang ierdapai di daerah lesi akan berkurang.
Jika Herba Pegagan mengurangi perseniase Eosinofil pada SADT mencii yang
diinduksi Ovalbumin maka Herba Pegagan iersebui juga berefek anii alergi.
1.5.2 Hipoiesis
Infusa Herba Pegagan ( ) mengurangi diameier peradangan
pada mencii dengan dermaiiiis alergika.
Infusa Herba Pegagan ( ) sebagai agen anii alergi mengurangi
4
' &
Peneliiian ini merupakan peneliiian prospekiif eksperimenial laboraioris
dengan menggunakan desain peneliiian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang
bersifai komparaiif, dengan hewan coba mencii janian galur .
Peneliiian ini menilai efek pemberian infusa herba pegagan sebagai obai anii
alergi.
Daia yang akan diamaii adalah diameier peradangan dan perseniase eosinofil
pada SADT sebagai respon ierhadap efek anii alergi herba pegagan.
Analisis daia menggunakan ANAVA saiu arah, dilanjuikan uji beda raia raia
dengan α=0.05. Kemaknaan diieniukan berdasarkan nilai !<0.05.
( & )
Peneliiian dilakukan di Laboraiorium Farmakologi Universiias Krisien
42
4
" + +
-# " $%
# " $% $
Infusa herba pegagan ( ) mengurangi diameier peradangan
pada mencii dengan dermaiiiis alergika.
Infusa herba pegagan ( ) sebagai agen anii alergi
mengurangi perseniase eosinofil pada SADT mencii dengan dermaiiiis
alergika.
# " $% $/
Ukuran diameier peradangan pada kelompok bahan uji berbeda dengan
konirol posiiif maupun negaiif
Perseniase eosinofil pada kelompok bahan uji berbeda dengan konirol
posiiif ieiapi sama dengan konirol negaiif
# +
Peneliiian efek infusa herba pegagan dalam mengurangi reaksi alergi dapai
dilanjuikan dengan menggunakan pembanding zai akiif aniialergi.
Peneliiian efek infusa herba pegagan dalam mengurangi reaksi alergi dapai
dilanjuikan dengan menggunakan dosis yang lebih opiimal.
Peneliiian efek herba pegagan dalam mengurangi reaksi alergi dapai
43
< - + "
Abdo, J. 2005. )www.johnabdo.com/aniler.herbs.giml.
7 Sepiember 2005.
Anonymous1.
hiip://www.rsia ponorogo.or.id/pdpersi/news/aliernaiif.php3?id=1022. 6 Marei 2005.
Anonymous2.
hiip://www.allergy.com/undersianding_allergies/whai_is.do#_Why_Do_Peopl e. 23 Agusius 2005.
Anonymous3.
hiip://www.iihaca.edu/faculiy/lahr/HisiPaih/HP_leciure_overheads/Immune_s ys_disH2.him. 23 Agusius 2005.
Anonymous4. 2005. Ceniella asiaiica In - " ! % " .
hiip://www.amazing naiure.com/info/ceniellaasia.him. 15 November 2005.
Anonymous5.
hiip://www.anaesihesiauk.com/ariicle.aspx?ariicleid=100083 . 19 Desember 2005.
Anonymous6.
hiip://www.iihaca.edu/faculiy/lahr/HisiPaih/HP_jpegs/immune_ho_jpegs/hype rsen_3.jpg . 19 Desember 2005.
Ausien K.F. 2001. Allergies, anaphylaxis, and sysiemic masiocyiosis In
6 ! ! % . Vol. 2. New York: Mc GrawHill.
p. 1913 1917.
Behrman R.E., Kliegman R., Arvin, A.M. 2000. Gangguan alergi Dalam 0 ) Edisi 15. Jakaria: Penerbii Buku Kedokieran EGC. Hlm 753.
Bruneion J. 1999. Saponin coniaining drugs of use in dermaiology In
/ " ! ! ) Translaied by Haiion C.K. 2nd
ediiion. New York: Iniercepi Lid. Lavoisier Publishing. p. 703 704.
Damjanov I. 2000. ! ". Terjemahan
44
Depariemen Kesehaian RI. 1995. Sediaan umum Dalam $ ! .
Edisi IV. Jakaria: Depariemen Kesehaian RI. Hlm 9.
_______. 2000. ) Jakaria: Depariemen Kesehaian RI
Direkiorai Jenderal Pengawasan Obai dan Makanan. Hlm 121 123.
Djoko Saniosa, Didik Gunawan. 2002. ' ! .
Ceiakan ke III. Jakaria: Penebar Swadaya. Hlm 18 20.
Heyne K. 1987. Pegagan (Ceniellae asiaiica) Dalam "
. Jilid II. Jakaria: Badan Liibang Kehuianan. Hlm 1544.
Hidayaii W.B. ! /#' 7 80 " "
" ) hiip://www.iempo.co.id/medika/arsip/082002/keg 3.him. 12 April 2005.
Junqueira L.C., Carneiro J., Kelley R.O. 1998. " . Terjemahan Jan Tambayong. Edisi 8. Jakaria: Penerbii Buku Kedokieran EGC. Hlm 236 237.
Karnen Garna Baraiawidjaja. 2004. " . Edisi 6. Jakaria: Balai Penerbii Fakulias Kedokieran Universiias Indonesia. Hlm 171 190, 271 282.
Mahdi, Andi Dinajani Seiiawan. 2003. Prinsip diagnosa penyakii alergi Dalam
Samsuridjal Djauzi ediior: / ! " . Jakaria: Balai
Pusiaka. Hlm 1.
Mills S., Bone K. 2000. Siaiis dermaiiiis and siaiis ulceraiion In / !
! % ! ! . London: Harcouri
Publishers. p. 205.
Roiii, I. 2002. Hipersensiiiviias Dalam ". Jakaria: Widya Medika. Hlm 296 318.
Seiiawan Dalimariha. 2000. Jilid 2. Ceiakan 1.
Jakaria: Trubus Agriwidya. Hlm 149 156.
_______. 2004. .
hiip://www.rsia ponorogo.or.id/pdpersi/news/aliernaiif.php3?id=1022. 26 Agusius 2005.
Solomon W.R. 1995. Gangguan alergi biasa, anafilaksis dan penyakii aiopik
Dalam / % " ! ! ! . Terjemahan Peier Anugerah.
Edisi 4. Jakaria: Penerbii Buku Kedokieran EGC. Hlm. 133 135.
45
Taylor, P. 2001. Aniicholinesierase agenis In Hardman J.G., Limbird L.E.,
ediiors: , 2 , 6 ! " % ! . 10ih
ed. New York: McGraw Hill Companies. p. 179.
Vivi Juaniia S. 2004. " ! )
hiip://www.sinarharapan.co.id/ipiek/kesehaian/2004/0319/kes4.himl. 20 April 2005.
WHO Monographs. 1999. Herba ceniellae In ! )Geneva: