19 BAB IV
GAMBARAN OBYEK PENELITIAN
4.1.GAMBARAN UMUM
4.1.1. SEJARAH GEREJA PROTESTAN INDONESIA BAGIAN BARAT GPIB TAMANSARI SALATIGA
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Tamansari Salatiga adalah salah satu gereja yang tertua di Salatiga. Gereja ini pada awalnya bernama De Indische Kerk yang dibangun pada tahun 1823 digunakan sebagai tempat untuk beribadah keluarga besar Batalyon A II BG yang bermarkas di Jalan Ahmad Yani sekarang. Letak gereja ini dulunya terdapat sebuah tugu yang dilewati oleh kendaraan-kendaraan apabila kendaraan tersebut menuju semarang ataupun solo. Tugu ini terletak persis di tengah jalan pada persimpangan dan untuk memperindah kota dibangunlah sebuah taman yang dikenal dengan Tamansari, maka dari situlah penamaan GPIB Tamansari mulai dikenal khalayak ramai. Pada bagian atas setelah pintu masuk terdapat tulisan
‘‘Dit is niet dan een huis Gods en dit is de poorte des hemels“. Genesis 28:17b (“Ini tidak lain adalah rumah Allah dan ini adalah gerbang surga“. Kejadian 28:17b). Pada badan lonceng gereja tertera tulisan tahun 1828 yang mungkin menjadi tanda awal dari lonceng gereja tersebut digunakan.
Selama masa penjajahan dan kependudukan Jepang, Gedung gereja ini tidak digunakan sebagai tempat beribadah melainkan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan senjata. Orang-orang Belanda dan orang lokal pada saat itu dilarang untuk melakukan ibadah. Seiring berjalannya waktu dikarenakan setelah Indonesia merdeka Gedung tersebut tidak lagi digunakan dan hanya menjadi tempat untuk kepentingan tertentu. Maka untuk menghadapi situasi seperti itu Pdt. Probowinoto yang kebetulan saat itu menjabat menjadi Ketua DPRD Salatiga meyakinkan walikota Salatiga bahwa gereja tersebut bisa dilanjutkan sebagai tempat ibadah umat Kristen hingga saat
20
ini. Pada tanggal 27 mei 1951 dilakukan baptisan dan sidi pertama, namun terjadi sedikit kemunduran dan lain hal sehingga secara resmi Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat diresmikan pada tanggal 15 Februari 1956.
4.1.2. POS PELAYANAN KEMBANGSARI
Pos pelayanan Kembangsari bermula pada tahun 1970 dan mulai berjalan di tempat pemukiman purnawirawan TNI Angkatan darat.
Kembangsari terletak di daerah Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang terletak sejauh 7km dari Salatiga menuju arah Solo.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak jemaat GPIB yang rumahnya berada di perbatasan Salatiga dan kabupaten Semarang, sehingga untuk jemaat yang rumahnya mengarah ke pos pelayanan Kembangsari, mereka berjemaat disana.
Jemaat pos pelayanan Kembangsari memiliki jenis pekerjaan dan etnis yang beragam, dari sisi pekerjaan banyak dari mereka yang bekerja sebagai buruh tani, buruh pabrik, guru dan lain-lain. Pada saat itu sebelum ada Gedung gereja, mereka beribadah setiap hari minggu berpindah-pindah tempat dari satu rumah jemaat ke jemaat lainnya. Pada tahun 1987 mulai ada ijin mendirikan Gedung gereja dan pembangunan dimulai pada tahun 1991, seiring berjalannya waktu gereja pos pelayanan Kembangsari diresmikan pada hari ulang tahun GPIB yaitu pada tanggal 31 oktober 1992.
21
4.1.3. VISI DAN MISI GEREJA PROTESTAN INDONESIA BAGIAN BARAT TAMANSARI SALATIGA
VISI
GPIB menjadi gereja yang mewujudkan damai sejahtera allah bagi seluruh ciptaannya
MISI
• Menjadi gereja yang terus-menerus diperbaharui dengan bertolak dari firman ALLAH, yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam masyarakat
• Menjadi gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan social serta kerukunan dalam masyarakat, dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera
• Menjadi gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga gereja sebagai warga masyarakat
4.1.4. Lokasi GPIB Tamansari Salatiga
Jl. Jenderal Sudirman no.1, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah
Facebook : GPIB Jemaat Tamansari Salatiga Instagram : gpib_tamansari.salatiga
Youtube : GPIB Jemaat Tamansari – Salatiga
Lokasi Pos Pelayanan GPIB Kembangsari
Jl. Jend. Soemitro, RT40/RW10, Dusun Wedilello, Desa Karangduren, Kec. Tengaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah
22
KETUA Kak Marcel
SPIRITUALITAS Kak Elsa
HUMAS Kak Oliv
MUSIK Kak Natasya
KOOR POSPEL KEMBANGSARI
Kak Sara
KOOR POSPEL KALIMANGLI
Kak Marthina SEKRETARIS
Kak Omega
BENDAHARA Kak Frida
4.1.5. Kriteria Pelayan Tuhan di GPIB Tamansari Salatiga
Menurut wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, sebenarnya tidak ada patokan khusus kriteria untuk menjadi pelayan di GPIB Tamansari salatiga, namun ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dipatuhi yaitu :
1. Percaya, mengakui dan menerima Tuhan Yesus sebagai juru dan jalan keselamatan.
2. Berkomitmen untuk mampu melayani dan memberikan diri seutuhnya untuk pelayanan di GPIB Tamansari Salatiga
3. Memperhatikan dan mengikuti tata tertib yang berlaku di GPIB Tamansari Salatiga
4.2.SEKOLAH MINGGU GPIB TAMANSARI SALATIGA DAN POS PELAYANAN
4.2.1. Struktur Organisasi Sekolah Minggu
23
4.2.2. Kegiatan Sekolah Minggu Sebelum Adanya Pandemi Covid-19 Kegiatan ibadah sekolah minggu di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat Tamansari Salatiga terbagi menjadi tiga kelas utama untuk sistem pembelajarannya, untuk sistem ini diurutkan sesuai jenjang usia anak. Ibadah sekolah minggu atau yang biasanya disebut IHMPA (Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak) sebelum adanya pandemic Covid-19 dilakukan pada pukul 08.00-09.00 WIB. Pada kegiatan peribadahan tersebut, anak-anak sekolah minggu dibedakan kelasnya sesuai usia mulai dari kelas batita-balita, kelas kecil dan kelas tanggung. Total dari jumlah keseluruhan anak sekolah minggu di GPIB Tamansari dan pos pelayanan ada sekitar 100 anak. Jumlah anak tersebut adalah jumlah yang bisa berubah-ubah setiap tahunnya, dikarenakan terkadang sekolah minggu GPIB Tamansari Salatiga dan pos pelayanan menerima jemaat anak layan baru dan peralihan anak sekolah minggu dari kelas tanggung untuk naik ke jenjang berikutnya yaitu kelas Taruna/Remaja.
Kegiatan sekolah minggu ini dilakukan dan dilayani oleh guru sekolah minggu yang sebagian besar ialah mahasiswa, untuk saat ini guru sekolah minggu yang hadir dan aktif berjumlah 30 orang dan semuanya dibuatkan jadwal pelayanan untuk mendapatkan jadwal kelas mengajar di usia yang telah di tetapkan. Ibadah setiap hari minggu ini meliputi kegiatan pembukaan, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, aktifitas mingguan dan penutup.
Kegiatan sekolah minggu di GPIB Tamansari salatiga dan pos pelayanan di Kembangsari secara umum di masa sebelum pandemi Covid-19 ini cenderung normal dan tidak memiliki terlalu banyak kegiatan, namun yang jelas pada masa ini anak-anak sangat senang dikarenakan dapat beribadah dengan langsung dan dapat bertemu langsung dengan teman serta guru sekolah minggu.
24
4.2.3. Kegiatan Sekolah Minggu Selama Masa Pandemi Covid-19 Pada masa awal tahun 2020 memang menjadi awal yang cukup mengagetkan bagi banyak orang, dikarenakan banyak kegiatan secara mendadak harus dilakukan dari rumah secara online. Salah satu yang menjadi dampaknya ialah peribadahan di gereja-gereja seperti GPIB Tamansari Salatiga dan pos pelayanan Kembangsari. Secara khusus pada sekolah minggu, banyak sekali perubahan yang terjadi dalam pelayanan anak ini. Pada masa awal tahun 2020 itu disaat Covid-19 dikabarkan mulai menyebar di Indonesia, pemerintah mengambil keputusan untuk meniadakan kegiatan serta perkumpulan yang melibatkan banyak orang. Hal ini menjadi masalah yang cukup serius kepada para pelayan di gereja karena secara tiba-tiba semua harus dilakukan secara online tanpa memilki persiapan apapun. Komisi pelayanan anak/PA di GPIB Tamansari Salatiga pada saat itu bisa dibilang cukup mengalami masalah yang serius di bidang sumber daya manusia, karena banyak dari guru sekolah minggu ini cukup kebingungan dalam mengatasi masalah peribadahan ini. Mereka mencoba berbagai hal mulai dari pembatasan orang untuk pelayanan dan melakukan rekaman di gereja secara tertutup, pada saat itu dikarenakan guru sekolah minggu di gereja masih cukup bingung dalam mengatasi permasalahan ini, maka untuk tetap ibadah minggu ini bisa berjalan ialah dengan cara mengirimkan lima orang guru sekolah minggu ke GPIB Tamansari Salatiga untuk datang langsung ke gereja dan melakukan kegiatan rekaman sekolah minggu secara tertutup. Lima orang itu terdiri dari dua orang sebagai liturgos, satu orang sebagai pemusik, satu orang sebagai orang yang membuat aktivitas kreatif dan satu orang terakhir sebagai cameramen serta editor video nantinya.
Seiring berjalannya waktu dengan percobaan pertama diatas, banyak evaluasi yang di dapatkan oleh guru sekolah minggu ini seperti video yang kurang menarik, kualitas pencahayaan video yang gelap dan lain sebagainya.
Kegiatan perekaman video ibadah sekolah minggu ini biasanya dilakukan pada hari senin dan akan di upload di channel youtube gereja hari minggu pagi.
Pada awalnya strategi guru sekolah minggu GPIB Tamansari salatiga ini
25
dengan menggunakan metode diatas dikira dapat mengatasi seluruh permasalahan anak sekolah minggu yang tidak bisa ibadah tatap muka di gereja, namun mereka cukup menyadari bahwa viewers di Channel Youtube gereja lama-lama mengalami penurunan. Penyebab utama dari menurunnya penonton youtube ini dikarenakan anak-anak sekolah minggu di pos pelayanan yang berada di Kembangsari dan Kalimangli tidak dapat menjangkau Channel Youtube gereja dikarenakan jarak yang cukup jauh dari gereja yaitu di desa Pabelan dan desa Karangduren yang ternyata juga disana cukup sulit sinyal internetnya, lalu masalah selanjutnya ialah mahalnya kuota yang harus di beli oleh orang tua anak sekolah minggu membuat mereka tidak bisa untuk ikut beribadah lewat Youtube. Berbagai cara pun dilakukan guru sekolah minggu GPIB Tamansari Salatiga agar anak-anak yang berada di pos pelayanan kembangsari dapat berjalan. Mulai dari mengirimkan video mentah ke grup orang tua, ataupun juga membuat zoom untuk mereka dapat beribadah, namun memakai cara ini juga belum 100% membantu dikarenakan Kembali masalah masalah sinyal, kuota internet yang mahal serta ketersediaan alat pendukung seperti HP atau Laptop untuk menjalankan kegiatan-kegiatan online tersebut.