• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASKEP ANAK DENGAN PNEUMONIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ASKEP ANAK DENGAN PNEUMONIA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

ASKEP ANAK DENGAN

PNEUMONIA

(2)

Pneumonia

Adalah suatu

peradangan yang

terjadi pada

(3)

Penyebab

Invasi Mikroorganisme:

Virus, bakteri

dan mikoplasma

 

Sebab lain:

bahan kimia, /benda asing

yg teraspirasi

 

Hipostatik :

Tirah baring lama, posisi

(4)

Berdasarkan Struktur

(5)

Faktor Risiko

Malnutrisi

Usia Anak

Kelengkapan Imunisasi

Kepadatan Hunian

Defisiensi Vit A

Polusi Udara

(6)

Faktor Predisposisi

Kelainan anatomi congenital :

trakeaesofagus, penyakit Jantung

bawaan

 Gangguan fungsi imun : penggunaan

sitostatik & steroid jangka panjang, HIV

 Campak

Gangguan neuromuskular

(7)

Pemeriksaan Penunjang

Foto polos posisi anteroposterior (AP)

dan lateral (L) untuk melihat luasnya lesi

dan kemungkinan komplikasi

Laboratorium : Leukositosis >15.000/UL

Laju endap darah (LED) dan

C-reaktif

protein

(CRP)

Pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD)

(8)

Terjadi proses pagositosis oleh PMN yg direkrut oleh perantaraan sitokinin

(9)

Gangguan pertukaran gas

Data obyektif/subyektif :Sianosis, Iritabilitas, Gelisah,

Pusing

Tujuan :

Pertukaran gas ke jaringan adekuat

Kriteria hasil :

 Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan

dengan AGD dalam rentang normal dan tak ada gejala distres pernapasan

 partisipasi pada tindakan untuk memaksimalkan

(10)

Gangguan pertukaran

gas

Intervensi:

Kaji status respirasi minimum tiap 2– 4 jam

Pantau setiap perubahan yang terjadi pada

cardiorespirasi monitor dan pulse oximetri.

Berikan oksigen sesuai kebutuhan

Pantau AGD setiap 24 jam

Pantau adanya cyanosis dan perubahan status

(11)
(12)

Inefektif bersihan jalan

nafas

Data subyektif/obyektif : Batuk produktif, Pernafasan

cuping hidung, Nafas cepat dan dangkal, Auskultasi : ronchi basah, wheezing, Stridor

Tujuan :

Bersihan jalan nafas efektif

Kriteria hasil :

 Frekuensi nafas normal

 Tidak mengalami aspirasi

 Menunjukkan batuk yang efektif dan peningkatan pertukaran

udara dalam paru-paru.

(13)

Inefektif bersihan jalan

nafas

Kaji frekuensi/kedalaman pernapasan dan

gerakan dada.

Auskultasi area paru, catat area

penurunan/tak ada aliran udara dan bunyi

napas adventisius, mis., krekels, megi.

atur posisi semi fowler dengan bahu relaks

dan kaki ditekuk

 Bantu pasien untuk batuk efektif (sesuai

kemampuan anak)

(14)
(15)

Inefektif pola nafas

Intervensi

:

 Pantau adanya pucat atau sianosis

 Pantau kecepatan, irama, kedalaman dan usaha respirasi  Perhatikan pergerakan dada, kesimetrisannya, penggunaan

otot bantu serta retraksi otot supraklavikular dan inter kostal

 Pantau pola pernapasan: bradipnea, takipnea,

hiperventilasi, pernapasan Kussmaul, pernapasan Cheyne-Stokes

 Auskultasi bunyi napas, perhatikan area penurunan sampai

tidak adanya bunyi napas atau bunyi napas tambahan

 Pantau kegelisahan, ansietas, dan tersengal-sengal

 Catat perubahan pada saturasi oksigen dan nilai gas darah

arteri

(16)

Intervensi:  

Evaluasi

kebutuhan cairan

intravena

Pantau secara

ketat intake dan output

cairan setiap 8 jam •Lakukan pengukuran BB setiap hari dengan timbangan yang sama.

Evaluasi turgor

kulit

Kaji mukosa

(17)
(18)

Nutrisi kurang dari kebutuhan

Tentukan kebutuhan kalori harian yang realistis dan adekuat.

Konsulkan pada ahli gizi.

Timbang berat badan setiap hari, pantau hasil pemeriksaan

laboratorium

Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat

Pertahankan kebersihan mulut sebelum dan sesudah

mengunyah.

Tawarkan makan porsi kecil tapi sering untuk mengurangi

perasaan tegang pada lambung

Sajikan makanan saat hangat dengan penyajian yang

menarik

Dorong keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam memotivasi

(19)
(20)

• Dorong orang tua untuk mengekspresikan perasaannya , diskusikan tentang prosedur dan perubahan kondisi anak.

Libatkan orang tua

dalam perawatan anak Jelaskan tentang gejala bronkhiolitis, tindakan dan perawatan di

rumah  

Referensi

Dokumen terkait

> Setiap perubahan yang terjadi pada anak dicatat sebagai bahan laporan dan penyempurnan program bantuan. >

Perubahan nutrisi ruang dari kebutuhan berhubungan dengan malnutrisi sekunder terhadap kehilangan protein dan penurunan napsu makan. Resiko tinggi infeksi berhubungan

Pneumonia bakterial menyerang baik ventilasi maupun difusi. Suatu reaksi inflamasi yang dilakukan oleh pneumokokus terjadi pada alveoli dan menghasilkan eksudat,

• Pemberian oksigen jika terjadi gangguang pernapasan • Periksa untuk tachicardi, murmur pada jantung, tachipnea, sesak • Monitor iritabilitas, sesak, lemah, nyeri dada

Kekurangan kalori protein adalah defisiensi gizi terjadi pada anak yang kurang Kekurangan kalori protein adalah defisiensi gizi terjadi pada anak yang

Dalam teori intervensi yang dirumuskan adalah pantau tanda dan gejala dehidrasi, kaji status nutrisi anak, monitor tanda – tanda vital, timbang berat badan setiap

nafas secara mekanik pada pasien yang tidak mampu melakukan karena batuk tak efektif atau penurunan tingkat kesadaran.. ?airan (khususnya yang hangat) memobilisasi

Penyebab tumor otakadalah Faktor Resiko, tumor otak dapat terjadi pada setiap Penyebab tumor otakadalah Faktor Resiko, tumor otak dapat terjadi pada setiap kelompok