• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

42 BAB III

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini tidak terikat oleh waktu dan tempat karena objek yang dikaji adalah data dokumen berupa buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI karangan Gandung Widaryatmo,dkk terbitan Erlangga. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan kajian pustaka yang dibutuhkan serta wawancara dalam mendukung penelitian. Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai dengan September 2015. Penyusunan jadwal pada pelaksanaan penelitian dirancang sedemikian rupa dan bersifat fleksibel sesuai karakteristik penelitian kualitatif. Adapun rincian waktu dan jenis kegiatan sebagaimana ditunjukkan oleh tabel 3.1:

Tabel 3.1 Rincian Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian

No Jenis Kegiatan Bulan

Februari Maret Mei Juli Agts Sept

1 Penyusunan Proposal 2 Pengajuan dan Revisi Proposal 3 Penyusunan Izin Penelitian 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Verifikasi Data 7 Penyusunan Laporan

(2)

commit to user

B. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Guna mendapatkan gambaran lengkap tentang keadaan objek yang diteliti, penelitian dengan judul Analisis Isi Buku Teks Bahasa Jawa Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif teknik analisis isi. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010:15) bahwa metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. Sesuai dengan pernyataan tersebut, dalam penelitian ini data kualitatif yang berasal dari dokumen, transkrip wawancara serta dokumen resmi terkait, akan dianalisis menggunakan teknik analisis isi kemudian disajikan secara deskriptif.

Isi dalam teknik analisis isi terdiri dari dua macam, yaitu isi laten dan isi komunikasi. Isi laten adalah isi yang terkandung dalam dokumen dan naskah, sedangkan isi komunikasi adalah pesan yang terkandung sebagai akibat komunikasi yang terjadi (Ratna, 2007: 48). Untuk mengetahui isi laten, digunakan teknik analisis isi kualitatif seperti yang diungkapkan oleh Kriyantono (2010: 251) bahwa untuk mengetahui isi komunikasi yang tersirat (latent) diperlukan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkannya dengan konteks sosial/ realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan (teks, simbol, gambar dan sebagainya) adalah produk sosial dan budaya masyarakat. Inilah yang disebut analisis isi

kualitatif. Dalam bukunya mengenai analisis isi, Krippendorff (1991: 15)

menyatakan bahwa teknik penelitian analisis isi bertujuan memberikan pengetahuan, membuka wawasan baru, menyajikan “fakta” dan panduan praktis pelaksanaannya.

Teknik analisis isi adalah teknik penelitian untuk menarik simpulan yang valid dari data yang diperoleh dan disesuaikan dengan konteksnya. Seperti yang dikemukakan Krippendorff (1989: 403) “formally, content analysis is a research technique for making replicable and valid inferences from data to their context”. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Altheide dalam Kriyantono (2010: 251) yang mengatakan bahwa analisis isi kualitatif disebut pula sebagai Ethnographic

(3)

commit to user

Content Analysis (ECA), yaitu perpaduan analisis isi obyektif dengan observasi partisipan. Artinya, istilah ECA adalah periset berinteraksi dengan material-material dokumentasi atau bahkan melakukan wawancara mendalam sehingga pernyataan-pernyataan yang spesifik dapat diletakkan pada konteks yang tepat untuk dianalisis. Sementara itu, menurut Rosadi Roslan sebagaimana dikutip Susanti (2013: 204), content analysis merupakan teknik pengumpulan dan analisa data terhadap dokumen untuk memperoleh kandungan informasi dari isi dokumentasi secara objektif dan sistematis. Menurut Susanti (2013: 204): “Content analysis, merupakan usaha untuk mengungkapkan isi sebuah buku yang menggambarkan situasi peneliti dan masyarakatnya pada waktu buku itu ditulis”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik analisis isi merupakan teknik pengumpulan dan analisa data terhadap isi dokumentasi secara objektif dan sistematis sesuai dengan konteks guna mendapatkan kandungan informasi. Metode ini digunakan untuk menganalisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI mengenai analisis isi serta relevansinya sebagai materi ajar di Sekolah Menengah Atas. Sebagai acuan penyusunan, peneliti menggunakan Pedoman Penulisan Skripsi serta teori-teori yang berkaitan dengan buku teks dan kurikulum 2013 beserta pembelajarannya.

C. Data dan Sumber Data

Data atau informasi penting yang dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang diperoleh melalui analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI, studi pustaka, serta wawancara dengan informan. Data kemudian disajikan dengan kata-kata dan kalimat. Data untuk rumusan masalah pertama dan kedua yang berkaitan dengan analisis isi buku teks adalah hasil analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI dengan menggunakan instrumen penelitian berupa instrumen BSNP, yaitu aspek kesesuaian uraian materi dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar serta aspek kelayakan isi buku teks yang juga diperkuat dengan studi pustaka dan hasil wawancara dengan informan. Data untuk rumusan masalah ketiga yang berkaitan dengan relevansi buku teks sebagai materi ajar diperoleh melalui analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA

(4)

commit to user

Kelas XI berdasarkan teori yang relevan serta hasil wawancara dengan informan. Wawancara yang dilakukan bersifat terbuka, yaitu informan bebas menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan konteks.

Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Arikunto (2013: 172) mengklasifikasikan sumber data menjadi tiga, yakni: person, yaitu sumber data yang memberikan data melalui wawancara maupun angket; place, yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam (ruangan, kelengkapan alat, wujud benda, dll) dan bergerak (aktivitas, kinerja, kegiatan belajar-mengajar, dsb) serta paper, yakni sumber data berupa huruf, angka, gambar atau simbol-simbol lain. Oleh karena itu, sumber data dalam penelitian ini adalah :

a. Dokumen (paper)

Dokumen yang digunakan sebagai sumber data primer dalam penelitian ini berupa buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI Kurikulum 2013 bernomor ISBN 978-602-298-151-0 karangan Gandung Widaryatmo, dkk terbitan Erlangga dengan jumlah halaman 152. Alasan pemilihan buku ini menjadi sumber data penelitian karena berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, ditemukan banyak kesalahan berbahasa maupun kesalahan cetak serta terdapat beberapa materi yang kurang jelas .Selain itu, buku PBJ XI telah disepakati menjadi buku teks utama mata pelajaran bahasa Jawa oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Jawa SMA Kabupaten Karanganyar sehingga menarik untuk diteliti kelayakan isinya. Sementara itu, sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumen resmi, yaitu perangkat pembelajaran dan peraturan pemerintah yang terkait dengan buku teks maupun kurikulum, jurnal penelitian, buku referensi, situs-situs internet yang berkaitan serta transkrip wawancara dengan informan.

(5)

commit to user b. Informan

Informan yang dijadikan sumber data oleh peneliti terdiri dari dua guru SMA, dua siswa SMA, dan seorang pakar buku teks. Dua orang informan guru merupakan guru bahasa Jawa SMA kelas XI, disesuaikan dengan jenjang kelas buku teks pelajaran yang diteliti. Informan guru yang pertama adalah Wahyu Fajar Budiadi, S.S., guru bahasa Jawa Kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar sekaligus anggota tim penyusun buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI. Informan kedua adalah Ngatiyem, S.S., guru bahasa Jawa Kelas XI di SMA Negeri 1 Karanganyar. Dua orang informan siswa sebagai pengguna buku merupakan siswa Kelas XI dari dua jurusan yang berbeda, yakni jurusan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) serta jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIA). Sumber informan siswa yang pertama adalah Aprilia Nur Aisah dari jurusan IIS dan sumber informan siswa yang kedua adalah Yunita Putri Hapsari dari jurusan MIA. Sementara itu, untuk informan pakar buku teks, peneliti mewawancarai Prof. Dr. Sumarlam, M.S., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Minat Utama Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret. Selain sebagai dosen, beliau merupakan penulis buku teks pelajaran bahasa Jawa. Sumber data informan diperlukan untuk mendukung data berupa analisis kelayakan isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI Kurikulum 2013 karangan Gandung Widaryatmo, dkk terbitan Erlangga serta relevansinya sebagai materi ajar di SMA.

D. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling atau teknik sampel bertujuan. Menurut Arikunto (2013: 183), pengambilan sampel dengan teknik bertujuan ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri sehingga dapat mewakili populasi. Melalui purposive sampling ditentukan bahwa buku teks yang menjadi sampel penelitian ini adalah buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI Kurikulum 2013 karangan Gandung Widaryatmo,dkk terbitan Erlangga yang telah disebarluaskan dan sudah dipakai dalam kurun waktu satu semester tahun

(6)

commit to user

pelajaran 2014/2015. Teknik sampling dilakukan secara selektif dengan cara memilih data dari buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI, berupa sampel materi-materi yang memiliki keterkaitan dengan rumusan masalah, yakni mengenai analisis kesesuaian dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, kelayakan isi serta relevansi buku teks sebagai materi ajar Sekolah Menengah Atas.

Data pendukung penelitian yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan analisis peneliti yang mewakili rumusan masalah yang telah ditentukan Oleh karena itu, hanya sampel atau objek yang berkaitan dengan tujuan penelitian saja yang diambil, yaitu guru dan siswa sebagai pengguna buku teks serta pakar buku teks yang dapat mewakili sampel secara umum. Pada penelitian ini, diambil dua orang guru mata pelajaran bahasa Jawa di SMA Negeri 1 Karanganyar. Alasan pemilihan sekolah tersebut karena sekolah tersebut merupakan sekolah favorit di Kabupaten Karanganyar yang menjadi sekolah percontohan implementasi Kurikulum 2013 sehingga dianggap telah mewakili sampel secara umum karena objek penelitian ini merupakan buku teks mata pelajaran muatan lokal bahasa Jawa Kurikulum 2013 yang diperuntukkan bagi jenjang pendidikan SMA. Adapun alasan pemilihan dua orang guru tersebut karena sampel guru yang diambil merupakan guru bahasa Jawa kelas XI, disesuaikan dengan jenjang kelas buku teks pelajaran yang diteliti. Sampel tersebut dinilai telah mewakili pengambilan data berupa tanggapan mengenai kesesuaian materi dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, kelayakan isi buku teks dan relevansinya sebagai materi ajar. Selain itu, dua orang guru mata pelajaran bahasa Jawa tersebut dipilih karena masing-masing telah berpengalaman mengajar di Kelas XI, bahkan salah seorang diantaranya merupakan anggota tim penyusun buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI sehingga akan memberikan data dari sudut pandang guru serta dari sudut pandang pengarang buku. Dua orang siswa kelas XI yang berasal dari dua jurusan yang berbeda, yakni dari jurusan IIS dan MIA dipilih karena telah mewakili sampel data siswa SMA pengguna buku teks, mengingat buku teks ini ditujukan bagi siswa SMA kelas XI. Mereka telah familiar dengan buku ini sehingga akan memberikan data yang valid bagi peneliti.

(7)

commit to user

Selain itu diambil sampel seorang pakar buku teks guna mewakili pengambilan data berupa tanggapan mengenai kesesuaian materi dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, kelayakan isi buku teks dan relevansinya sebagai materi ajar. Pakar buku teks tersebut dipilih karena telah memiliki pengalaman menulis buku teks muatan lokal bahasa Jawa. Beliau juga telah banyak menghasilkan penelitian nasional dan berbagai kegiatan pengabdian.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu analisis dokumen (content analysis) dan wawancara mendalam (in depth interview). Sugiyono (2010: 309) mengungkapkan bahwa teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumentasi, dan gabungan keempatnya. Berikut ini merupakan penjabaran teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti:

1. Analisis Dokumen

Analisis dokumen merupakan tahapan peneliti menganalisis dokumen, yaitu isi dan teks bacaan dalam buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI karangan Gandung Widaryatmo,dkk terbitan Erlangga yang dijadikan sampel serta transkrip wawancara, berfokus pada rumusan masalah berupa kesesuaian uraian materi dengan KI-KD, kelayakan isi buku teks sebagai materi ajar serta relevansi buku teks sebagai materi ajar untuk SMA. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi/content analysis sesuai dengan instrumen penelitian yang telah disusun.

Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi lebih jelas, peneliti mengembangkan instrumen penelitian. Berkaitan dengan instrumen penelitian kualitatif, Sugiyono (2012: 307) mengemukakan bahwa instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti, namun selanjutnya setelah fokus penelitian menjadi lebih jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah dikemukakan melalui observasi dan

(8)

commit to user

wawancara. Bentuk instrumen yang digunakan peneliti dalam melakukan pengolahan data seperti yang ditunjukkan oleh tabel 3.2 dan tabel 3.3 berikut:

Tabel 3.2 Instrumen Kesesuaian Uraian Materi dengan KI dan KD

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Terdapat pada nomor halaman...

Kesesuaian Uraian Materi dengan KI dan KD Kelengkapan Materi Kedalaman Materi Sesuai tdk sesuai sesuai tdk sesuai

Sumber: Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran BSNP Tahun 2014

Tabel 3.3 Instrumen kelayakan isi

KOMPONEN BUTIR NILAI ALASAN

1 2 3 4 A. KESESUAIAN URAIAN MATERI DENGAN KI DAN KD 1 Kelengkapan materi 2 Kedalaman materi Rangkuman Kualitatif: B. KEAKURAT-AN MATERI

3 Pemilihan wacana, teks, gambar, dan ilustrasi :

a.

Bermanfaat bagi

pemenuhan rasa ingin tahu

(9)

commit to user b. Sesuai dengan kompetensi

yang harus dicapai

c.

Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan

Bias (Gender, Wilayah)

d. Rujukan sesuai dengan

kondisi kontekstual

4

Konsep dan teori sesuai dengan sistematika

keilmuan

5 Pemilihan contoh :

a.

Bermanfaat bagi

pemenuhan rasa ingin tahu

peserta didik

b. Sesuai dengan kompetensi

yang harus dicapai

c.

Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan

Bias (Gender, Wilayah)

d. Keterkinian fitur, contoh

dan rujukan

6

Pelatihan penugasan, dan penilaian sesuai tuntutan

penilaian autentik. Rangkuman Kualitatif:

Sumber: Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran BSNP Tahun 2014 dengan pengubahan

(10)

commit to user 2. Wawancara Mendalam

Wawancara digunakan bila ingin mengetahui informasi dari responden secara lebih mendalam langsung dari sumbernya. Menurut Sudaryono, Gaguk & Wardani. (2013: 35), wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. Wawancara mendalam merupakan tahapan melakukan wawancara kepada siswa, guru bahasa Jawa di SMA Negeri 1 Karanganyar, dan pakar buku teks. Penggunaan teknik ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan analisis kesesuaian dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, kelayakan isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI serta relevansinya sebagai materi ajar SMA. Oleh karena itu, isi wawancara difokuskan pada rumusan masalah yang akan diteliti.

Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview) dengan pakar buku teks serta dengan siswa dan guru sebagai pengguna buku teks untuk memperoleh data penunjang mengenai analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI Kurikulum 2013 karangan Gandung Widaryatmo,dkk terbitan Erlangga. Wawancara yang dilakukan bersifat terbuka, yaitu informan berbas menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan konteks sehingga informan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi peneliti dengan jelas dan objektif sesuai pengetahuan dan pemahamannya. Situasi wawancara bersifat non formal sehingga informan bebas memberikan informasi yang bermanfaat bagi peneliti dengan jelas dan objektif. Selain itu, teknik wawancara mendalam juga dilakukan untuk mengetahui tanggapan para informan mengenai isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI serta relevansinya sebagai materi ajar SMA. Wawancara dilakukan dengan seorang pakar buku teks, yakni Prof. Dr. Sumarlam, M.S. serta dua orang guru Bahasa Jawa Kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar, yakni Wahyu Fajar Budiadi, S.S. dan Ngatiyem, S.S. Wawancara juga dilakukan dengan dua orang siswa kelas XI

(11)

commit to user

yang berasal dari dua jurusan yang berbeda, yakni Aprilia Nur Aisah dari jurusan IIS dan Yunita Putri Hapsari dari jurusan MIA yang menggunakan buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI. Untuk sumber informan pakar buku teks, peneliti mengajukan pertanyaan sejumlah 12 butir. Selanjutnya, untuk sumber informan guru, peneliti mengajukan pertanyaan sejumlah 18 butir, sedangkan untuk sumber informan siswa, peneliti mengajukan pertanyaan sejumlah 11 butir.

F. Uji Validitas Data

Penelitian kualitatif lebih mengutamakan aspek validitas sebagaimana yang diutarakan Susan Stainback dalam Sugiyono (2010: 365), “Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada aspek reliabilitas, sedangkan penelitian kualitatif lebih menekankan pada aspek validitas”. Temuan atau data dalam penelitian kualitatif dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Sugiyono (2010: 363) menyatakan bahwa validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti.

Triangulasi merupakan salah satu metode validitas internal data/keabsahan data. Menurut Sugiyono (2010: 372), triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Denzin (dalam Moleong, 2004: 1978) membedakan empat macam triangulasi, yaitu triangulasi sumber, metode, penyidik, dan teori. Triangulasi yang digunakan peneliti adalah triangulasi peneliti dan triangulasi sumber.

Triangulasi peneliti yaitu pengujian kredibilitas data dengan cara melibatkan peneliti lain dalam proses penilaian buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI guna menghindari subjektifitas penilaian oleh peneliti. Peneliti lain yang dipilih yaitu Lulut Wahyuningsih (LW) dan Niken Estirohmawati (NE). Peneliti memilih Lulut Wahyuningsih (LW) karena peneliti tersebut pernah mengangkat fokus penelitian kelayakan isi buku teks Muatan Lokal Bahasa Jawa sehingga LW dapat memberikan penilaian terhadap buku teks

(12)

commit to user

berdasarkan pengalaman penelitiannya. Niken Estirohmawati (NE) dipilih karena peneliti tersebut pernah memiliki pengalaman mengajar SMA Kelas XI menggunakan buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI sehingga NE dapat memberikan penilaian terhadap buku teks berdasarkan pengalamannya menggunakan buku tersebut dalam pembelajaran. Kedua peneliti tersebut dilibatkan untuk ikut menilai buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI dengan menggunakan instrumen penilaian kesesuaian uraian materi dengan KI dan KD serta instrumen penilaian kelayakan isi, sehingga diperoleh data yang lebih objektif. Untuk mengatasi kesenjangan penskoran, ketiga peneliti melakukan diskusi dalam memberikan skor pada setiap butir penilaian buku teks tersebut.

Triangulasi sumber yaitu pengujian kredibilitas data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber guna mendapatkan data yang valid. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan, selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) kepada sumber data tersebut (Sugiyono: 373). Cara peneliti mendapatkan data tersebut dengan menggunakan beberapa sumber, yaitu dokumen berupa buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI karangan Gandung Widaryatmo serta informan dari guru dan siswa. Penggalian data seperti demikian dilakukan oleh peneliti agar analisis lebih mantap sehingga hasil penelitian lebih valid. Validitas data melalui triangulasi sumber diperoleh dari berbagai sumber, yang terdiri dari seorang pakar buku teks, yakni Prof. Dr. Sumarlam, M.S., dua orang guru bahasa Jawa kelas XI, yaitu Wahyu Fajar Budiadi, S.S., dan Ngatiyem, S.S., serta dua orang siswa kelas XI yakni Aprilia Nur Aisah dan Yunita Putri Hapsari. Untuk mendapatkan data yang lebih valid, peneliti mengonfirmasikan data atau interpretasi temuan kepada narasumber (informan) melalui wawancara mendalam sehingga diperoleh kesamaan persepsi antara peneliti dan informan tentang data atau interpretasi temuan tersebut untuk menghindari adanya penafsiran secara sepihak oleh peneliti.

(13)

commit to user

Instrumen penilaian yang digunakan juga telah diuji validitasnya melalui expert judgement, yaitu teknik validasi instrumen oleh pihak ketiga, yakni reviewman yang memiliki keahlian dalam bidang kepenulisan buku teks guna menilai keabsahan/validitas instrumen yang akan digunakan. Validator instrumen dalam penelitian ini adalah: 1) Drs. Edy Suryanto, M.Pd. Peneliti memilih beliau karena saat penelitian ini berlangsung, beliau telah menjadi penilai buku teks nasional selama kurang lebih 4 tahun serta pernah mengampu mata kuliah Kajian Buku Teks di Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa FKIP UNS, sehingga kompetensi dan pengalaman yang beliau miliki sudah sangat baik; 2) Djoko Sulaksono, M.Pd. Peneliti memilih beliau karena saat penelitian ini berlangsung, beliau tengah melakukan penelitian mendalam mengenai buku teks dan sering diminta menjadi validator penilaian buku teks oleh mahasiswa FKIP UNS maupun mahasiswa universitas lain sehingga kompetensi dan pengalaman yang beliau miliki sudah sangat baik.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah model analisis interaktif. Miles&Huberman dalam Sugiyono (2010: 337) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Setelah proses pengumpulan data selesai dilakukan melalui analisis isi buku teks, mencatat dan merekam hasil wawancara dengan informan, langkah-langkah analisis data ditunjukkan pada uraian berikut:

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan (Miles dan Huberman, 1994: 16). Setelah semua data terkumpul kemudian dilakukan reduksi data dengan memilah data pokok yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti sesuai aspek yang dijadikan dasar penilaian, yaitu aspek yang diambil dari instrumen penilaian BSNP yang telah dirubah dan disesuaikan dengan tujuan penelitian maupun dari sintesis teori-teori yang relevan; fokus kepada hal-hal

(14)

commit to user

penting; membuang yang tidak perlu; dan mengorganisasi data dengan berpedoman pada tujuan penelitian. Dengan demikian, kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pengambilan data-data penting dalam buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI Kurikulum 2013.

2. Penyajian Data

Penyajian data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. (Sugiyono, 2010: 341). Melalui sajian data, data yang telah terkumpul dapat lebih jelas dan mudah dipahami sehingga peneliti mengetahui apa yang terjadi dan apa yang harus direncanakan selanjutnya. Penyajian data mengenai analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI sebagai berikut:

a. Kesesuaian buku teks dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013;

b. Kelayakan isi buku teks sebagai materi ajar;

c. Relevansi buku teks sebagai materi ajar Sekolah Menengah Atas. 3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi

Hasil analisis isi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI serta data yang didapat melalui wawancara dengan beberapa informan kemudian diverifikasi selama penelitian berlangsung. Data yang diverifikasi meliputi kesesuaian buku teks dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013, kelayakan isi sebagai materi ajar serta relevansi buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas XI sebagai materi ajar Sekolah Menengah Atas. Setelah itu ditarik simpulan Apabila simpulan didukung bukti-bukti yang valid dan konsisten, maka simpulan yang dikemukakan merupakan simpulan yang kredibel. Dengan demikian simpulan dalam penelitian telah mampu menjawab seluruh rumusan masalah. Secara lebih jelas model analisis data tersebut dapat digambarkan seperti berikut :

(15)

commit to user

Gambar 3. 1 Komponen dalam analisis data/ flow model (Sugiyono, 2010: 337) H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan serangkaian tahap yang dilakukan selama penelitian. Tahap-tahap itu meliputi:

1. Pembuatan Rancangan Penelitian

Pada tahap ini, peneliti melakukan enam langkah, yakni memilih masalah, studi pendahuluan, merumuskan masalah, memilih pendekatan, memilih variabel dan sumber data.

2. Pelaksanaan Penelitian

Pada tahap ini, peneliti menentukan dan menyusun instrumen berupa instrumen kesesuaian uraian materi dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar serta instrumen kelayakan isi buku teks dengan mengacu pada kelayakan isi sesuai dengan instrumen dari BSNP dengan beberapa pengubahan sesuai tujuan penelitian, kemudian mengumpulkan data, menganalisis data, serta menarik kesimpulan hasil analisis.

3. Penyusunan Laporan Penelitian

Agar kegiatan penelitian dan prosedurnya diketahui orang lain serta hasilnya dapat dicek kebenarannya, maka kegiatan penelitian harus dituangkan dalam bentuk tulisan sesuai sistematika laporan ilmiah. Pada tahap ini, peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi, melakukan revisi laporan, hingga menggandakan laporan penelitian sesuai keperluan. Prosedur penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat digambarkan sebagai berikut:

Periode Pengumpulan Antisipasi Selama Reduksi data Setelah Display data Selama Setelah Setelah Selama Kesimpulan/ verifikasi ANALISIS

(16)

commit to user

Gambar 3. 2 Prosedur Penelitian (Arikunto, 2013: 61) Pembuatan rancangan penelitian Pelaksanaan Penelitian Penyusunan laporan Penelitian Memilih masalah Studi Pendahuluan Merumuskan masalah Merumuskan anggapan dasar/ hipotesis Memilih pendekatan Menentukan variabel&sumber data Menentukan dan menyusun instrumen Mengumpulkan data Analisis data Menarik kesimpulan

Gambar

Tabel 3.1 Rincian Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian
Tabel 3.2 Instrumen Kesesuaian Uraian Materi dengan KI dan KD
Gambar 3. 1 Komponen dalam analisis data/ flow model (Sugiyono, 2010: 337)  H.  Prosedur Penelitian
Gambar 3. 2 Prosedur Penelitian (Arikunto, 2013: 61) Pembuatan rancangan penelitian Pelaksanaan Penelitian  Penyusunan laporan Penelitian Memilih masalah Studi Pendahuluan Merumuskan masalah Merumuskan anggapan dasar/ hipotesis Memilih pendekatan Menentuka

Referensi

Dokumen terkait

Dengan resistansi output kecil, maka konfigurasi ini cocok untuk beban kecil, oleh karena itu biasanya penguat ini digunakan sebagai penguat tingkat akhir dari

Pelaksanaan Program Pengembangan melalui dokumen Rencana Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (RPPSDM) Kementerian Keuanga telah memberikan peningkatan dengan perolehan

Kurva Penawaran agregatif dalam ekonomi Islam menggambarkan volume produk nasional yang akan diproduksi pada tingkat harga yang berbeda-beda..

Menjadi sangat kontradiktif di akhir kepemerintahannya, Perdana Menteri Ariel Sharon yang dikenal sebagai ketua Partai Likud, partai konservatif yang menekankan

Perhitungan perkiraan subsidi harga premium, minyak solar, minyak tanah, dan elpiji yang disajikan pada Tabel 4 menggunakan pendekatan sederhana yaitu selisih antara harga

Pada penelitian ini dibuat model alat destilasi energi surya dengan menggunakan absorber dari arang pada beberapa variasi ketinggian air dalam alat, tebal lapisan

Mengacu kepada formula ini, write conflict pada CRCW diselesaikan dengan prosedur berikut: Jika terdapat lebih dari satu prosesor (ditandai dengan indeks s yang berbeda)

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini diperlukan kecepatan, ketepatan, serta keakuratan dalam mendapatkan informasi, sehingga semua