PENGARUH PRESTASI BELAJAR MICRO TEACHING DAN BIMBINGAN GURU PAMONG TERHADAP KEMAMPUAN
MENGAJAR MAHASISWA DALAM PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PRODI
PENDIDIKAN TATA NIAGA STAMBUK 2010 FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
OLEH :
AMIN FADLY KUDADIRI NIM. 7103141006
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas
limpahan rahmat dan karunia Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi dengan judul “Pengaruh Prestasi Belajar Micro teaching dan
Bimbingan Guru Pamong Terhadap Kemampuan Mengajar Mahasiswa dalam
Program Pengalaman Lapangan (PPL) Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk
2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan”.Skripsi ini merupakan salah
satu syarat yang harus dipenuhi guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada
Jurusan Pendidikan Ekonomi Program Studi Tata Niaga Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belumlah sempurna, karenanya
penulis mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari berbagai pihak
maupun demi perbaikan kedepannya.
Skripsi ini penulis persembahkan untuk orang-orang yang telah berjasa
banyak dalam kehidupan penulis. Penulis selalu mengharapkan doa dan dukungan
yang tulus untuk masa depan penulis.
Berikutnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si., Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, M.E., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Drs. H. Thamrin, selaku Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
ii
4. Dr. Arwansyah, M.Si., Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan, yang telah memberikan kemudahan administrasi
dalam penyusunan skripsi ini.
5. Drs. Jhonson, M.Si., selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Medan.
6. Dr. M. Fitri Rahmadana, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Tata Niaga Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan sekaligus dosen
pembimbing skripsi penulis dengan sangat baik dan tulus membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Bapak/Ibu Dosen Pendidikan Tata Niaga beserta staf pegawai Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Medan.
8. Terkhusus penghargaan yang tulus kepada Ayahanda Sabar Kudadiri dan
Ibunda Lailan Saragih yang telah memberikan kasih sayang yang tak
terhingga baik moril maupun materil dan senantiasa mendoakan dan memberi
motivasi kepada penulis sehingga dapat mencapai kesuksesan. Terima kasih
atas jasa kalian yang tak terbalaskan.
9. Kepada kakak saya Sariyani Kudadiri dan abang saya Sabdaly R. Kudadiri
serta adik tercinta Romadhani Kudadiri yang selalu memberi dukungan yang
sangat besar kepada penulis.
10.Kepada saudaraku Engki, Syamsuri, Endi, Saidul, Wahyudi dan David yang
telah bersama selama ini dalam suka maupun duka. Semoga Allah SWT selalu
memberkahi setiap jalan kita. Persahabatan ini takkan terlupakan.
11.Kepada semua sahabat PETARUNG, Ade, Ryan, Daniel, Boris, Hanif, Zunli,
Kiki (Blender) yang selalu memberikan motivasi, dukungan serta keceriaan
iii
12.Kepada teman-teman Kelas A-Reguler Tata Niaga 2010 yang tidak bisa
disebutkan satu persatu terimakasih untuk kebersamaan kita selama ini,
semoga kesuksesan selalu menaungi kita.
13.Saudara-Saudariku LDK UKMI AR-RAHMAN UNIMED. Terima kasih atas
penyejuk jiwa dan penebar cintanya. Terkhusus bang Hendri, bang Ikbal,
Firman, Rizky Fatmawaty, Rina Ramadhani dan Hairani yang memberikan
bantuan, dukungan, dan mengingatkan dalam kebaikan. Semoga kita selalu
dalam naungan rahmat Allah SWT.
14. Kepada Keluarga “bang” Kasmin yang selalu bersama di warkopnya yang
telah penulis anggap sebagai keluarga.
15.Buat teman-teman seperjuangan PPLT UNIMED 2013 SMK N 1 Tanjung Pra
semoga kebersamaan kita terus berlanjut sampai selamanya.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada seluruh pihak yang mendukung proses penyelesaian skripsi yang tidak
mungkin disebutkan satu per satu. Dan kiranya skripsi ini bermanfaat bagi
seluruh pihak sebagai bahan perbandingan lebih lanjut guna perkembangan ilmu
pengetahuan
Medan, Agustus 2014 Penulis
iv ABSTRAK
Amin Fadly Kudadiri, NIM 7103141006. Pengaruh Prestasi Belajar Micro Teaching dan Bimbingan Guru Pamong Terhadap Kemampuan Mengajar Mahasiswa dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk 2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan 2014.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) pengaruh prestasi belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar PPL 2) pengaruh bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL 3) pengaruh prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk 2010 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa prodi pendidikan tata niaga FE Unimed yang mengikuti mata kuliah micro teaching dan program pengalaman lapangan (PPL) yang berjumlah 98 orang dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi dan angket. Uji validitas untuk analisis butir angket menggunakan rumus korelasi product moment, reliabilitasnya dihitung dengan menggunakan rumus cronbach alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda, uji t dan uji F.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) tidak terdapat pengaruh yang signifikan prestasi belajar micro teaching terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan thitung = 0,234 < t tabel = 1,662. 2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan thitung = 7,230 > t tabel = 1,662. 3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL, dengan Fhitung = 31,710 > F tabel = 3,09 dan per samaan regresinya Y = 17,430 + 0,042 X1+0,687X2. Angka R Square sebesar 40% menunjukkan bahwa persentase variabel independen (prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru pamong) berpengaruh sebesar 40% terhadap kemampuan mengajar dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
v ABSTRACT
Amin Fadly Kudadiri, NIM 7103141006. “The influence of Micro Teaching and Learning Achievement Tutoring Guardian Teacher Teaching Ability Students Against the Field Experience Program Bussines Management Education Program Studies Academic Year 2010 Faculty of Economics State University of Medan”. Thesis. Department of Education Economy, Bussines Management Education Program Studies , Faculty of Economics, University of Medan 2014.
The purpose of this study was to determine: 1) the effect of micro teaching learning achievement of the ability to teach field experience practice 2) the effect on the ability of the teacher's guidance tutor to teach field experience practice 3) the influence of micro teaching and learning achievement guardian guidance on the ability of teachers to teach field experience practice Program Bussines Management Education Program Studies Faculty of Economics State University of Medan
The population in this study were all students of Bussines Management Education Program Studies Faculty of Economics State University of Medan that follows the micro teaching courses and Field Experience Practice which amounted to 98 people and also a sample in the study. Data collection techniques used are the documentation and questionnaires. Test item analysis of questionnaire validity for using the product moment correlation formula, the reliability is calculated using Cronbach alpha formula. The data analysis technique used is multiple linear regression, t test and F test.
The results of this study indicate that 1) there is no significant effect on the learning achievement of micro teaching teaching ability field experience practice, with thitung = 0,234 < t
tabel = 1,662. 2) there is a positive and significant influence guidance on the ability of teachers to
teach field experience practice officials, with thitung = 7,230 > t tabel = 1,662. 3) there is a positive and significant influence learning achievement micro teaching and guidance on the ability of teachers to teach field experience practice officials, with Fhitung = 31,710 > F tabel = 3,09 and regression equation Y = 17,430 + 0,042 X1 + 0,687X2. Figures R Square of 40% indicates that the percentage of independent variables (micro teaching learning achievement and teacher guidance tutor) affects 40% of the ability teaching and the rest is influenced by other variables.
vi
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING
KATA PENGANTAR ... i
ABSTRAK ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah ...1
1.2Identifikasi Masalah ...8
1.3Pembatasan Masalah ...8
1.4Perumusan Masalah ...9
1.5Tujuan Penelitian ...9
vii
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1Kerangka Teoritis ...11
2.1.1 Prestasi Belajar ...11
2.1.2 Pembelajaran Micro Teaching ...12
2.1.2.1 Pengertian dan Sejarah Micro Teaching ...12
2.1.2.2 Tujuan Pembelajaran Micro Teaching ...15
2.1.2.3 Keterampilan dalam Pembelajaran Micro Teaching ...16
2.1.2.4 Prosedur Pembelajaran Micro Teaching ...19
2.1.2.5 Manfaat Pembelajaran Micro Teaching ...22
2.1.3 Bimbingan Guru Pamong ...23
2.1.4 Kemampuan Mengajar dalam PPL ...29
2.1.4.1 Tujuan PPL ...32
2.1.4.2 Persyaratan PPL ...33
2.1.4.3 Tahap dan Kegiatan PPL ...34
2.2 Penelitian Relevan ...36
2.3 Kerangka Berfikir ...40
viii
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ...44
3.2 Populasi dan Sampel ...44
3.2.1 Populasi ...44
3.2.2 Sampel ...45
3.3 Defenisi Operasional Variabel ...45
3.4 Teknik Pengumpulan Data ...47
3.4.1 Studi Dokumentasi ...47
3.4.2 Angket ...47
3.5 Uji Coba Instrument ...49
3.5.1 Validitas Angket...49
3.5.2 Reliabilitas Angket ...49
3.6 Teknik Analisis Data ...50
3.6.1 Uji Regresi Berganda ...50
3.6.2 Uji t ...51
ix
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ...53
4.1.1 Prestasi Belajar Micro teaching (X1) ...53
4.1.2 Bimbingan Guru Pamong (X2) ...56
4.1.3 Kemampuan Mengajar (Y) ...61
4.2 Uji Instrumen Penelitian ...66
4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Angket ...66
4.2.1.1 Bimbingan Guru Pamong (X2) ...66
4.2.1.2 Kemampuan Mengajar PPL (Y) ...67
4.3.1 Tehnik Analisis Data ...68
4.3.1.1 Uji Regresi Berganda...68
4.3.1.2 Uji t ...69
4.3.1.3 Koefisien Determinasi ...71
4.3.1.4 Uji Simultan ...72
x
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ...76
5.2 Saran ...77
DAFTAR PUSTAKA
xii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Siklus Pembelajaran Mikro ...19
Gambar 4.1 Grafik Prestasi Belajar Micro Teaching Mahasiswa ...55
Gambar 4.2 Grafik Bimbingan Guru Pamong Mahasiswa ...58
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuisioner Angket Penelitian
Lampiran 2 Hasil Perhitungan, Tabulasi Dan Uji Validitas Angket Bimbingan Guru Pamong (X2)
Lampiran 3 Hasil Perhitungan, Tabulasi Dan Uji Validitas Angket Kemampan Mengajar (Y)
Lampiran 4 Tabulasi Jawaban Responden Pada Angket Bimbingan Guru Pamong (X2)
Lampiran 5 Tabulasi Jawaban Responden Pada Angket Kemampan Mengajar (Y)
Lampiran 6 Hasil Regresi Linera Berganda Dan Perhitungan Hipotesis
Lampiran 7 DPNA Mata Kuliah Micro Teaching Prodi Tata Tata Niaga Stambuk 2010
Lampiran 8 Tabel Nilai r Product Moment
Lampiran 9 Nilai-Nilai Dalam Distribusi t
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Permasalahan pendidikan di Indonesia yang terjadi saat ini merupakan
masalah yang sangat komplek. Pemerataan pendidikan, mutu dan relevansi
pendidikan serta efisiensi dan efektifitas pendidikan menjadi masalah pokok yang
harus dihadapi bangsa ini. Masalah ini juga didorong oleh kemajuan IPTEK yang
menuntut sumber daya manusia yang berkualitas, laju pertumbuhan penduduk yang
tinggi serta permasalahan pembelajaran. Masalah tersebut berkaitan erat satu sama
lain sehingga memerlukan strategi dan waktu yang bertahap untuk
menanggulanginya.
Penanggulangan masalah pendidikan ini salah satunya dapat dilakukan
dengan peningkatan kulitas guru dan tenaga pengajar. Walaupun guru dan pengajar
bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran
merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi. Sebagai cermin kualitas, tenaga
pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi
tanggung jawabnya. Jika kualitas guru dan tenaga pengajar baik, maka akan
menjadi pendorong utama untuk menghasilkan lulusan atau produk pendidikan
yang berkualitas.
Guru memiliki sejumlah fungsi, diantaranya sebagai pendidik, pengajar,
pembimbing, pelatih, pengelola program dan tenaga profesional. Menurut UU No.
2
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada Bab VI pasal 3 ditegaskan tentang
sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru.
Kompetensi-kompetensi tersebut adalah : (1) Kompetensi-kompetensi pedagogik, (2) Kompetensi-kompetensi
kepribadian, (3) kompetensi profesional, dan (4) kompetensi sosial.
Berdasarkan PP No. 19 tahun 2005 pasal 28 ayat 1, profesi guru sebagai
tenaga pendidik, dinyatakan bahwa ”pendidikan harus memiliki kualifikasi
akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran”. Dalam penjelasan atas
peraturan pemerintah tersebut, yang dimaksud dengan pendidik sebagai agen
pembelajaran (learning agent) memiliki empat fungsi utama, yaitu: fungsi
fasilitator pembelajaran, fungsi motivator pembelajaran, fungsi pemacu
pembelajaran, dan fungsi pemberi inspirasi belajar.
Dengan adanya tuntutan profesionalisme tersebut seorang guru tidak cukup
hanya dilatih (trained) tetapi ia harus dididik (educated) sehingga ia memenuhi
syarat sebagai guru profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan
kompetensi. Karena hanya dengan mengalami proses pendidikan yang baik,
seorang guru dapat menjalankan tugas dan fungsi secara profesional. Apalagi
dengan disahkannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen yang menuntut adanya kualifikasi guru berpendidikan strata satu (S1). Hal
ini akan mendorong tumbuhnya generasi- generasi pendidik yang memiliki kualitas
dan kompetensi yang lebih baik. Dengan mendapatkan pendidikan dan pelatihan
yang memadai akan menjadi bekal yang berharga sebelum terjun di tempat kerjanya
3
Dalam hal ini, Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki
peran yang sentral dalam melaksanakan proses pendidikan dan pelatihan tersebut
kepada calon guru. Sehingga lulusan dari LPTK diharapkan siap dan mampu
menjadi tenaga kependidikan yang berkompeten dan profesional.
Universitas Negeri Medan (UNIMED) sebagai salah satu lembaga
pendidikan yang membuka jalur jurusan kependidikan sangat berperan penting
dalam mencetak calon guru yang berkompeten dan profesional. Sebagai salah satu
LPTK, Unimed menyiapkan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang baik
kepada setiap calon guru. Program- program pendidikan dan pelatihan pun
disiapkan secara matang demi mendapatkan hasil yang positif terhadap kompetensi
para calon guru.
Proses pendidikan bagi calon guru memerlukan banyak hal, termasuk
memberikan kesempatan kepada calon guru untuk mengajar secara langsung. Salah
satu program yang disiapkan dalam menyiapkan calon guru yang berkompeten dan
profesional adalah Program Pengalaman Lapangan (PPL). Mata kuliah Program
Pengalaman Lapangan (PPL) adalah mata kuliah wajib tempuh dan wajib lulus
bagai mahasiswa S1 kependidikan. PPL merupakan salah satu kegiatan akademik
yang bersifat intrakurikuler yang memerlukan keselarasan dan keterpaduan antara
penguasaan materi dengan praktik di lapangan. Wardani dan Suparno (1994:2)
mengemukakan “PPL dapat diartikan sebagai satu program dalam pendidikan
prajabatan guru yang dirancang khusus untuk menyiapkan para calon guru
menguasai kemampuan keguruan yang terintegrasi dan utuh, sehingga setelah
4
mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru.” Dengan diadakannya
PPL ini, setiap mahasiswa calon guru akan mengikuti pelatihan di sekolah yang
telah ditentukan dan bersiap untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang
didapatkan di bangku kuliah. Setiap mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan
sikap dan keterampilannya sebagai seorang guru sehingga menjadi pengalaman
berharga untuk menjadi guru profesional.
Namun sebelum pelaksanaan PPL tersebut, mahasiswa telah melalui
persiapan-persiapan teori maupun praktek agar mahasiswa praktikan tidak merasa
kaku di hadapan siswa, karena sebelum terjun ke lapangan tempat praktek terlebih
dahulu telah melakukan latihan pengajaran. Sejumlah mata kuliah kependidikan
dan bidang studi, baik yang berupa teori maupun praktek sudah harus dipelajari
dan dilatihkan sebelum pelaksanaan PPL. Salah satu mata kuliah praktik yang
sangat penting adalah pengajaran mikro atau microteaching. Kelulusan mata kuliah
ini merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa calon guru untuk mengikuti PPL.
Bukan hanya sekedar menjadi syarat, namun melalui micro teaching inilah
sebenarnya mahasiswa calon guru mempersiapkan diri dan mendapatkan
pengalaman nyata dalam berlatih mengajar. Oleh karena itu micro teaching dapat
berfungsi sebagai wahana untuk melatihkan setiap keterampilan dasar mengajar
yang harus dimiliki, sebelum langsung tampil di kelas yang sesungguhnya. Micro
teaching bertujuan membentuk dan mengembangkan kompetensi dasar mengajar
sebagai bekal praktek mengajar di sekolah dalam program PPL. Asril (2010 : 42)
mengemukakan “Micro teaching merupakan syarat mutlak bagi calon guru untuk
5
kemampuan bertindak sebagai administrator pendidikan, baik di sekalah maupun di
luar sekolah”
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, terdapat 104 orang
mahasiswa/i Prodi Pendidikan Tata Niaga Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas
Ekonomi stambuk 2010. Nilai micro teaching yang diperoleh yaitu 60 orang
mendapat nilai A, 42 orang mendapat nilai B, dan 2 orang tidak mengikuti
pembelajaran micro teaching (data terlampir).
Dari data tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa mendapat nilai yang
memuaskan dari mata kuliah micro teaching sehingga dianggap sudah siap untuk
melaksanakan PPL. Namun untuk kemampuan mengajar sebagai seorang guru,
mahasiswa masih menemui kesulitan dalam mempersiapkan pengajaran dan
melaksanakan pembelajaran. Di samping itu, mahasiswa juga akan dihadapkan
dengan kesiapan mental pada diri mahasiswa. Adanya rasa canggung, kurang
percaya diri, bahkan takut akan dihadapi mahasiswa pada saat terjun ke lapangan.
Hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap mahasiswa yang harus
ditaklukkan sehingga ia terlatih dan siap menjadi guru muda yang berkompeten dan
profesional.
Dalam membantu penyelenggaraan PPL, UPT PPL telah menyiapkan dosen
pembimbing lapangan (DPL) dan guru pamong untuk mendampingi mahasiswa di
sekolah. DPL akan memberikan bimbingan kepada mahasiswa sebelum observasi
dilaksanakan ke lapangan, memonitor perkembangan pelaksanaan PPL, dan
membantu memecahkan masalah yang dihadapi sehingga mahasiswa PPL akan
6
Salah satu yang terpenting ialah peran guru pamong. Setiap mahasiswa
yang mengikuti PPL akan didampingi oleh guru pamong yang telah ditentukan.
Guru pamong yang dipilih telah diseleksi terlebih dahulu agar memenuhi syarat
sebagai guru pamong. Sebagai pendamping bagi mahasiswa di sekolah, guru
pamong berkewajiban untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa
calon guru. Peran guru pamong dalam memberikan bimbingan ini akan sangat
mempengaruhi mahasiswa dalam melaksanakan PPL. Bimbingan guru pamong
sangat penting bagi mahasiswa karena ia lebih memahami kondisi sekolah, siswa,
lingkungan serta pengalaman dalam proses pembelajaran. Guru pamong akan
menuntun mahasiswa dalam proses pengenalan terhadap siswa , penyusunan
perangkat pembelajaran, mendiskusikan masalah-masalah serta menilai kegiatan
yang dilakukan mahasiswa. Peran sentral dari guru pamong ini akan memberikan
pengaruh terhadap pelaksanaan PPL mahasiswa. Apabila peran guru pamong ini
terlaksana dengan baik, mahasiswa akan lebih mudah untuk memperbaiki dan
memotivasi diri sehingga pelaksanaan PPL akan berjalan dengan baik dan lancar.
Sebaliknya, bila peran tersebut belum terlaksana dengan baik maka pelaksanaan
PPL mahasiswa akan kurang lancar dan pencapaian pun kurang maksimal. Dari
kenyataan di lapangan yang dialami langsung oleh beberapa mahasiswa Program
Pengalaman Lapangan Terpadu (PPL-T) dari Prodi Pendidikan Tata Niaga, pada
masa observasi dimana mahasiswa seharusnya hanya melakukan observasi tentang
semua kegiatan pembelajaran di dalam kelas, sudah diwajibkan oleh guru pamong
untuk mengajar sebagaimana layaknya seorang guru yang sudah berpengalaman.
7
Mengajar Mandiri), banyak guru pamong yang tidak memberikan bantuan atau
membimbing mahasiswa PPL-T tersebut sebagaimana seharusnya. Padahal
menurut buku petunjuk PPL-T mereka harus selalu dibimbing dan dimonitor.
Adanya masalah tersebut, akan menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa calon
guru dalam melaksanakan PPL-T.
Berdasarkan latar belakang pemikiran tersebut penulis tertarik untuk
mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Prestasi Belajar Micro teaching
8
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengidentifikasi
masalah sebagai berikut :
1. Untuk kemampuan mengajar sebagai seorang guru, mahasiswa masih menemui
kesulitan dalam mempersiapkan pengajaran dan melaksanakan pembelajaran.
2. Kurangya kesiapan mental pada diri mahasiswa masih ditemui seperti rasa
canggung, kurang percaya diri, bahkan takut akan dihadapi mahasiswa pada
saat terjun ke lapangan.
3. Masih ditemuinya guru pamong yang tidak memberikan bantuan atau
membimbing mahasiswa PPL sebagaimana seharusnya.
1.3 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari kesimpangsiuran dalam penelitian ini perlu
pembatasan, sehingga dalam penelitian ini akan lebih terarah. Adapun pembatasan
masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Masalah yang diteliti adalah pengaruh prestasi belajar micro teaching dan
bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar mahasiswa PPL.
2. Penelitian ini dillakukan pada 3 Kelas Prodi Pendidikan Tata Niaga yang
berbeda yaitu, Kelas A Regeuler, B reguler serta Ekstensi.
3. Kemampuan mengajar PPL yang diteliti ialah kemampuan mengajar
mahasiswa PPL Pendidikan Prodi Tata Niaga Stambuk 2010 Fakultas
9
1.4 Perumusan Masalah
1. Apakah ada pengaruh prestasi belajar micro teaching terhadap kemampuan
mengajar mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Tata Niaga FE
Unimed?
2. Apakah ada pengaruh bimbingan guru pamong terhadap kemampuan
mengajar mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Tata Niaga FE
Unimed ?
3. Apakah ada pengaruh prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru
pamong terhadap kemampuan mengajar mahasiswa PPL Program Studi
Pendidikan Tata Niaga FE Unimed ?
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan Perumusan masalah diatas yang menjadi tujuan
dilaksanakannya penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh prestasi belajar micro teaching terhadap
kemampuan mengajar mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Tata Niaga
FE Unimed.
2. Untuk mengetahui pengaruh pengaruh bimbingan guru pamong terhadap
kemampuan mengajar mahasiswa PPL Program Studi Pendidikan Tata Niaga
FE Unimed.
3. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran micro teaching dan bimbingan guru
pamong terhadap kemampuan mengajar mahasiswa PPL Program Studi
10
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1. Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan penulis dalam bidang
penelitian, baik dalam penyusunan maupun dalam penerapannya dilapangan.
2. Sebagai bahan dan informasi pentingnya pembelajaran mico teaching dan
bimbingan guru pamong terhadap terhadap kemampuan mengajar dan
keberhasilan Program Pengalaman Lapangan bagi mahasiswa.
3. Sebagai referensi dan masukan bagi civitas akademika Fakultas Ekonomi
76 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan terhadap data hasil
penelitian yang telah dikumpulkan mengenai pengaruh prestasi belajar micro
teaching dan bimbingan guru pamong terhadap kemampuan mengajar PPL
mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk 2010 Jurusan Pendidikan
Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan maka diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan “tidak ada
pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar micro teaching terhadap
kemampuan mengajar PPL mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk
2010 Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Medan”.
2. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan “tidak ada
pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar micro teaching terhadap
kemampuan mengajar PPL mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk
2010 Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri
Medan”.
3. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t menunjukkan “ ada
pengaruh yang positif dan signifikan antara prestasi belajar micro teaching
77
Prodi Pendidikan Tata Niaga Stambuk 2010 Jurusan Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan”.
4. Pengaruh prestasi belajar micro teaching dan bimbingan guru pamong secara
bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 0,400 atau 40% terhadap
kemampuan mengajar mahasiswa PPL dan sisanya sebesar 60% dipengaruhi
oleh faktor lain di luar analisa variabel dalam penelitian.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dan disimpulkanmaka
peneliti memberikan saran penelitian :
1. Bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan ketrampilannya dalam
kemampuan mengajarnya serta menumbuhkan minat dan kemauan yang kuat
untuk menjadi guru yang profesional sehingga didapatkan kesiapan mental
pada diri setiap mahasiswa yang akan memudahkannya dalam menjalankan
profesinya. Mahasiswa juga diharapkan lebih aktif untuk berkonsultasi
dengan guru pamong dan dosen pemimbing PPL agar mendapatkan lebih
banyak masukan, motivasi, ataupun perbaikan yang akan menunjang
keberhasilan pelaksanaan PPL.
2. Bagi dosen pembimbing dan guru pamong untuk lebih intensif dalam
melakukan bimbingan dan koordinatif agar mahasiswa dalam melakukan
praktik pengalaman lapangan dapat berhasil secara optimal. Dosen
pembimbing juga diharapkan untuk melakukan pengawasan yang aktif
78
sekolah. Hal ini akan mendorong guru pamong untuk melakukan tugasnya
sesuai dengan prosedur dan jadwal yang telah ditentukan.
3. Bagi LPTK untuk melakukan optimalisasi dari pelaksanaan sistem yang telah
direncanakan dalam pelaksanaan PPL. Selain itu, pemilihan guru pamong
juga harus menjadi perhatian utama. Guru pamong yang dipilih bukan hanya
sekedar memenuhi syarat kualifikasi akademik namun dia harus memiliki
rasa tanggungjawab atas tugas yang telah diberikan kepadanya sebagai guru
pamong.
4. Peneliti selanjutnya untuk menambah variabel penelitian yang relevan yang
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Asril, Zainal. Micro teaching Disertai Dengan Pedoman Pengalaman Lapangan. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Azharm. Definisi, Pengertian dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar. http://azharm2k.wordpress.com/2012/05/09/definisi-pengertian-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/ (11 Mei 2014, 00 : 21)
Brown, George. Micro Teaching A Programme Of Teaching Skills. New York : J.W. Arrowsmith Ltd, Bristol
Fatek. Prestasi Belajar h ttp://fatekunima.blogspot.com/2013/07/pengertian-lengkap-prestasi-belajar.html (13Mei 2014, 08.58)
Novitasari, Fitria. 2013. Pengaruh Program Pengalaman Lapangan Terhadap Kesiapan Mahasiswa Prodi Ekonomi FKIP UNS Menjadi Tenaga Pendidik. Jurnal Pendidikan Ekonomi ISSN 2337-5752 Vol.1 No. 3 http://www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/2551 (Diakses 9 Januari 2014)
Hamalik, Oemar. 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta : Bumi Aksara
Hamid, Hamdani.2013. Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia, Bandung: Pustaka Setia.
Hasan. 2006. Analisis data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta : Bumi Aksara
Muukhibad, Hasan & Susilowati, Nurdian. 2010. Studi Evaluasi Kompetensi Mengajar Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang. JURAKSI (Jurnal Akuntansi)
ISSN 2301-9328 Vol. 39, No. 2.
http:journal.unnes.ac.id/nju/index.php/LIK/article/view/227 (Diakses 9 Januari 2014)
Surakarta. (JUPE) Jurnal Pendidikan Ekomomi ISSN 2337-5752 Vol.1, No. 1 http://eprints.uns.ac.id/1118/ (Diakses 9 Januari 2014)
Rusmayasari, Wida. 2012. Hubungan Antara Prestasi Belajar Mata Kuliah Micro teaching dan Motivasi Belajar dengan Minat Menjadi Guru pada Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Sebelas Maret.
Vol. 1 No. 4. JIPTEK ISSN 1979-0031
www.jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ptm/article/view/1857 (Diakses 9 Januari 2014)
Sabri, Ahmad. 2010. Strategi Belajar Mengajar dan Micro teaching. Ciputat : Quantum Teaching
Sukirman, Dadang. 2012. Micro teaching. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
Tim UPPL. 2013. Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan Terpadu Tahun Ajaran 2013/2014. Medan : Unimed
Utomo, Supri Wahyudi. 2012. Pengaruh Prestasi Belajar Perencanaan Pengajaran dan Micro Teaching Terhadap Praktik Pengalaman Lapangan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi IKIP PGRI Madiun. ASSETS (Jurnal Akuntansi dan Pendidikan) ISSN 2302-6251 Vol. 1, No.1. http://eprints.uns.ac.id/1118/ (Diakses 9 Janari 2014)