• Tidak ada hasil yang ditemukan

S BIO 1005177 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S BIO 1005177 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Rosmalinda Nurhubaini, 2015

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA KONSEP REPRODUKSI VIRUS MELALUI ANALISIS GAMBAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Analisis gambar ini mengacu pada rubrik yang dikembangkan dari

penelitian miskonsepsi milik Kose (2008), Cardak, (2009), dan Dikmenli

(2009). Analisis gambar siswa tersebut dikategorikan ke dalam 5 level

pemahaman siswa, yaitu level 1 untuk gambar tidak representatif, level 2

untuk gambar lengkap dengan miskonsepsi, level 3 untuk gambar dengan

miskonsepsi, level 4 untuk gambar tidak lengkap tanpa miskonsepsi, dan

level 5 untuk gambar representatif dan komprehensif. Setelah dilakukan

analisis gambar diketahui bahwa metode tersebut tidak cukup untuk

mengategorikan pemahaman konsep siswa sehingga untuk mendukung hasil

analisis gambar, analisis wawancara dilakukan pula pada siswa. Kategori

yang digunakan pada analisis wawancara ini adalah kategori yaitu siswa

paham konsep, siswa miskonsepsi, dan siswa tidak paham konsep.

Berdasarkan hasil analisis miskonsepsi berdasarkan analisis gambar dan

analisis pendukung beruapa data wawancara keyakinan dan pendalaman

konsep siswa didapatkan bahwa sebagian besar siswa 52% atau 13 siswa

dikategorikan pada miskonsepsi, 12% atau 4 siswa termasuk ke dalam

kategori paham konsep dan tidak paham konsep.

Berdasarkan hasil analisis gambar diketahui bahwa siswa banyak

mengalami miskonsepsi pada konsep fase injeksi dan adsorbsi pada siklus

litik, fase pembelahan pada siklus lisogenik, gambar struktur bakteriofag, dan

reproduksi virus berupa alur nonsiklik. Berdasarkan hal tersebut, gambar

dapat digunakan sebagai metode untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa

terlebih jika hasil diagnosis miskonsepsi tersebut didukung oleh data lainnya

berupa angket atau wawancara.

Analisis gambar untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep

reproduksi virus telah dilakukan dengan 11 langkah-langkah yaitu:

(2)

87

Rosmalinda Nurhubaini, 2015

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA KONSEP REPRODUKSI VIRUS MELALUI ANALISIS GAMBAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Membuat rubrik dan format/lembar penilaian berdasarkan gambar acuan

dan konsep-konsep reproduksi virus.

3. Memberikan soal perintah menggambar dan angket minat menggambar

pada siswa.

4. Melakukan analisis pada gambar siswa .

5. Mengategorikan gambar siswa pada level-level miskonsepsi.

6. Melakukan analisis pada angket siswa sehingga diketahui minat dan

kemampuan menggambar tiap siswa sebagai data pendukung.

7. Melakukan wawancara pada siswa dan guru.

8. Menganalisis hasil wawancara siswa.

9. Menganalisis hasil wawancara guru.

10. Menganalisis dan mendiagnosis pemahaman serta miskonsepsi akhir

yang dialami siswa berdasarkan hasil analisis gambar dan wawancara

siswa yang didukung oleh data hasil observasi pembelajaran dan

wawancara guru.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian terhadap miskonsepsi konsep reproduksi

virus terhadap siswa SMA melalui analisis gambar, peneliti ingin

memberikan saran diantaranya:

1. Bagi Guru

Penggunaan gambar untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada

konsep reproduksi virus memang tidak mudah untuk dilakukan terlebih

lagi jika siswa tidak dibiasakan untuk menggambarkan suatu konsep

biologi. Oleh karena itu sebagai guru semestinya dapat menentukan

gambar yang reprosentatif untuk digunakan dalam pembelajaran sehingga

tidak menyebabkan kebingungan dan miskonsepsi pada siswa.

Selain itu sebagai guru harus mengetahui cara-cara lain juga untuk

mengidentifikasi miskonsepsi selain menggunakan gambar. Pembelajaran

student-center perlu mulai diimplementasikan dalam pembelajaran

reproduksi virus selanjutnya dan guru seharusnya lebih menyadari bahwa

(3)

88

Rosmalinda Nurhubaini, 2015

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA KONSEP REPRODUKSI VIRUS MELALUI ANALISIS GAMBAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

materi mana yang masih sulit dipahami siswa sehingga metode

pembelajaran yang digunakan akan disesuaikan dengan kesulitan materi

tersebut.

2. Bagi Peneliti Lain

Bagi peneliti lain yang ingin meneliti miskonsepsi siswa

menggunakan gambar harus memiliki lebih banyak sumber mengenai

miskonsepsi agar data yang mendukung hasil penelitian lebih banyak.

Selain itu, untuk penelitian selanjutnya bisa dikembangkan lagi dengan

ditambahkannya metode analisis yang bisa dikombinasikan dengan metode

analisis gambar seperti penggunaan CRI (Certainty of Responses Index),

atau tes diagnostik. Selain itu penelitian ini perlu adanya pengembangan

dalam hal bagaimana cara meremediasi miskonsepsi konsep-konsep

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN ASESMEN PORTOFOLIO SEBAGAI ASESMEN FORMATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI KELAS XI.. Universitas Pendidikan Indonesia

PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH DI SD, SMP, DAN SMA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

PENGARUH PERTANYAAN PENGARAH TERHADAP KETERAMPILAN BERARGUMENTASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA PADA MATERI EKOSISTEM.. Universitas Pendidikan Indonesia

Pengaruh penerapan nilai-nilai pada pembelajaran biologi mengenai ekosistem terhadap pemahaman konsep dan sikap siswa SMA.. Universitas Pendidikan Indonesia

Penerapan Teknik Membaca Sq3r Terhadap Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Bertanya Siswa Sma Pada Topik Sistem Regulasi.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN PORTOFOLIO TERHADAP PENGUASAAN KONSEP ANGIOSPERMAE DAN SIKAP SISWA SMA TERHADAP SAINS.. Universitas Pendidikan Indonesia |

KEMAMPUAN KOMUNIKASI SAINS SISWA SMA PADA KONSEP EKOSISTEM YANG DINILAI DENGAN METODE EXPERT-NOVICE DIALOG1. Universitas Pendidikan Indonesia |

PERBANDINGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN BERBASIS PROYEK. Universitas Pendidikan Indonesia