KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 33 /PER-DJPB/2021
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN
SARANA DAN PRASARANA REVITALISASI TAMBAK TAHUN 2021
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan peningkatan produksi perikanan budidaya, perlu dilaksanakan bantuan sarana dan prasarana revitalisasi tambak Tahun 2021;
b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 15 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Sarana dan Prasarana Revitalisasi Tambak Tahun 2021;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5870); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 166);
4. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentangKementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 5);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
173/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang
Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1746); 6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1114); 7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2
Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 20);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN
BUDIDAYA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN
BANTUAN SARANA DAN PRASARANA
REVITALISASITAMBAK TAHUN 2021.
Pasal 1
Petunjuk teknis penyaluran bantuan sarana dan prasarana revitalisasi tambak Tahun 2021 dimaksudkan sebagai acuan bagi unit pemberi bantuan lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Pembudidaya Ikan, dan Pemangku Kepentingan.
Pasal 2
tambak Tahun 2021 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.
Pasal 3
Daftar formulir kegiatan penyaluran bantuan dan laporan pemanfaatan bantuan sarana dan prasarana revitalisasi tambak sebagaimana tercantum dalam Lampiran II merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.
Pasal 4
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Februari 2021
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
ttd.
SLAMET SOEBJAKTO
Salinan sesuai dengan aslinya
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
NOMOR 33 /PER-DJPB/2021
TENTANG PETUNJUK TEKNIS
PENYALURAN BANTUAN SARANA DAN PRASARANA REVITALISASI TAMBAK TAHUN 2021
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesuai arahan Presiden untuk pembangunan kelautan dan perikanan, yaitu memperbaiki hubungan dengan stakeholders dan perikanan budidaya dioptimalkan dan diperkuat lagi melalui proyek besar bidang kelautan dan perikanan yang diamanatkan oleh RPJMN 2021-2024 yang salah satunya yaitu revitalisasi tambak-tambak perikanan di sentra produksi udang untuk mendorong produksi dan ekspor, maka sektor perikanan budidaya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan pengembangan komoditas unggulan berorientasi ekspor dan mampu secara berkelanjutan menjadi kekuatan ekonomi di sektor pangan.
Udang menjadi salah satu komoditas perikanan budidaya prioritas Nasional yang dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan pasar, baik di dalam maupun luar negeri, dan mendukung program ketahanan pangan Nasional. Pemerintah menargetkan kenaikan nilai ekspor udang sebesar 250% pada tahun 2024. Dalam rangka pemenuhan target ini, pemerintah berupaya mendorong pembudidaya udang agar meningkatkan teknologi budidayanya dari tradisional menjadi budidaya udang semi intensif dengan tambahan sarana budidaya berupa Kincir dan Pompa.
Pengembangan budidaya di tambak masih memiliki kendala yaitu terbatasnya jumlah sarana Kincir dan Pompa untuk mendukung kegiatan budidaya udang dan masih lemahnya permodalan yang dimiliki oleh para pembudidaya. Pendekatan teknologi yang diaplikasikan pada budidaya udang yaitu semi intensif dan intensif sehingga perlu didukung dengan penggunaan Kincir dan Pompa. Sarana Kincir sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan budidaya udanguntuk meningkatkan suplai oksigen di tambak.
Sebagaimana diketahui bahwa tingkat konsumsi oksigen dengan teknologi semi intensif/intensif lebih tinggi dibandingkan pada teknologi sederhana. Hal ini disebabkan jumlah udang di dalam tambak yang padat, sedangkan dalam rangka distribusi air, proses pengeringan dan pemanenan dibutuhkan sarana Pompa.
Oleh karena itu, penyaluran bantuan sarana dan prasarana budidaya berupa Kincir dan Pompa merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam rangka mewujudkan peningkatan produksi udang vaname yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
B. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya bantuan Kincir dan Pompa adalah untuk mendukung kegiatan usaha budidaya perikanan dengan teknologi semi intensif/intensifsehingga dapat meningkatkan produktifitas budidaya perikanan.
Indikator Kinerja Utama (IKU) pada kegiatan bantuan Kincir dan Pompa adalah tersalurkannya 80 paket Kincir dan Pompa kepada penerima bantuan yang memenuhi kriteria. Selain itu, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung Rencana Kerja Pemerintah untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya.
Indikator keberhasilan adalah penerapan teknologi budidaya semi intensif/intensif
C. Pengertian
Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini yang dimaksud dengan:
1. Kincir adalah sarana budidaya perikanan beserta kelengkapannya berupa kabel, kontaktor/motor starter dan box panel-nya yang berguna untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air.
2. Pompa adalah sarana budidaya perikanan beserta kelengkapannya berupa selang yang digunakan untuk mengalirkan air dari permukaan yang lebih rendah menuju tempat yang lebih tinggi.
3. Pemeliharaan adalah proses perawatan rutin dan perbaikan kecil/ringan agar Kincir dan Pompatetap berfungsi secara optimal. 4. Biaya operasional adalah pembiayaan atas penggunaan Kincir dan
Pompa yang antara lain mencakup biaya listrik, teknisi, kerusakan besar, dan lain-lain.
5. Direktorat Jenderal adalah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 6. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah
untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. 7. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah
pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna Anggaran/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 8. Dinas Provinsi adalah satuan kerja perangkat daerah di Provinsi yang
membidangi urusan perikanan.
9. Dinas Kabupaten/Kota adalah satuan kerja perangkat daerah di Kabupaten/Kota yang membidangi urusan perikanan.
BAB II
PEMBERI, BENTUK, RINCIAN JUMLAH, PERSYARATAN PENERIMA, TATA KELOLA, DAN PENYALURAN DANA BANTUAN PEMERINTAH
A. Pemberi Bantuan Pemerintah
Satuan kerja pemberi bantuan adalah Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
B. Bentuk Bantuan Pemerintah
Bentuk Bantuan Pemerintah dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut:
Jenis Bantuan Bentuk Bantuan Spesifikasi Barang
Sarana Barang a. Kincir beserta
kelengkapannya yaitu kabel,
kontaktor/motor starter dan box panel b. Pompa beserta
kelengkapannya yaitu selang
Gambar 1. Kincir dan Pompa C. Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah
Bantuan sarana tambak berupa Kincir dan Pompa akan diberikan sebanyak 80 paket untuk penerima bantuan yang memenuhi kriteria. D. Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah
Penyaluran Kincir dan Pompadiberikan kepada calon penerima bantuan dengan kriteria sebagai berikut:
1. Penerima Bantuan
a. bantuan pemerintah diberikan kepada:
1) kelompok masyarakat yang sudah berbadan hukum atau terdaftar di Dinas;
2) kelompok masyarakat hukum adat yang sudah mendapatkan penetapan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan
melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kearifan lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil;
3) lembaga swadaya masyarakat yang sudah berbadan hukum; 4) lembaga pendidikan yang sudah terdaftar pada kementerian
yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, atau dinas provinsi atau kabupaten/kota yang membidangi urusan pendidikan; dan 5) lembaga keagamaan yang sudah berbadan hukum atau
terdaftar di kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama.
b. telah melakukan kegiatan dibidang budidaya udang; c. memiliki aktapengesahan/akta notaris;
d. kepengurusan (ketua, sekretaris dan bendahara) bukan kepala daerah, perangkat desa/kelurahan, pegawai ASN, TNI/POLRI, penyuluh atau anggota legislatif;
e. jumlah anggota minimal 10 orang; dan
f. memilikisarana komunikasi berupa smartphone. 2. Lokasi
a. lokasi pemanfaatan Bantuan Pemerintah merupakankawasan pemanfaatan perikanan budidaya;
b. status kepemilikan lahan jelas (clear and clean) yang dibuktikan dengan dokumen yang berlaku dan mempunyai kekuatan hukum (sertifikat/bukti kepemilikan/bukti sewa/bukti hak guna pakai); c. bebas dari sengketa/masalah hukum;
d. lahan tambak sudah siap untuk penerapan teknologi semi intensif, intensif dan atau super intensif;
e. memiliki aksesibilitas di kawasan;
f. tersedia sumber energi listrik di lokasi lahan tambak; dan g. bebas banjir.
E. Tata Kelola Bantuan Pemerintah
Kelembagaan dalam kegiatan penyaluran kegiatan bantuan sarana dan prasarana revitalisasi tambak terdiri atas Direktorat Jenderal, UPT, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, dan Penerima Bantuan.
1. Direktorat Jenderal
a. menetapkan petunjuk teknis;
b. menetapkan lokasi penerima Bantuan Pemerintah; c. menerima usulan calon penerima Bantuan Pemerintah;
d. melakukan seleksi, dan/atau verifikasi terhadap calon penerima Bantuan Pemerintah;
e. melakukan input calon penerima ke dalam laman
www.satudata.kkp.go.id;
f. PPK menetapkan calon penerima Bantuan Pemerintah dan disahkan oleh KPA di Satker pelaksana kegiatan Bantuan Pemerintah;
g. PPK melakukan pengadaan Bantuan Pemerintah dan KPB menyalurkan Bantuan Pemerintah;
h. melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pemanfaatan Bantuan Pemerintah yang telah disalurkan; dan
i. memberikan peringatan dan sanksi kepada penerima bantuan yang tidak memenuhi kewajiban dan melanggar larangan.
2. Dinas Provinsi
a. melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan sarana tambak yang telah disalurkan; dan
3. Dinas Kabupaten/Kota
a. melakukan identifikasi calon penerima dan calon lokasi Bantuan Pemerintah sesuai kewenangan;
b. meneruskan usulan yang diterima kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan ditembuskan kepada Dinas Provinsi;
c. melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pemanfaatan Bantuan Pemerintah yang telah disalurkan;
d. memberikan peringatan tertulis kepada penerima Bantuan Pemerintah serta melaporkan kepada Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan apabila penerima Bantuan Pemerintahtidak memenuhi kewajiban dan melanggar larangan;
e. menerima laporan pemanfaatan bantuan yang ditembuskan ke Dinas Provinsi dan Direktorat Jenderal.
4. Penerima bantuan
a. membuat surat usulan berupa proposal yang berisi: 1) latar belakang membutuhkan Bantuan Pemerintah;
2) profil di bidang perikanan yang berisi data gambaran umum lokasi, komoditas yang dikembangkan dan informasi-informasi pendukung lainnya yang ingin disampaikan;
3) data kegiatan/usaha yang dilakukan;
4) surat/berita acara pendirian, kepengurusan dan anggota serta AD/ART; dan
b. memanfaatkan Bantuan Pemerintah;
c. menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Bantuan Pemerintah;
d. menyediakan tempat untuk penyimpanan Kincir dan Pompa;
e. melaporkan pemanfaatan Bantuan Pemerintah kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya selama 2 (dua) siklus budidaya sejak dimanfaatkandan ditembuskan kepada Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota.
F. Penyaluran Dana Bantuan Pemerintah 1. Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan untuk kegiatan pengadaan Bantuan Pemerintah ini APBN Tahun Anggaran 2021 Satker Direktorat Kawasan dan Kesehatan Ikan – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2. Mekanisme Usulan, Penetapan Calon Penerima, dan Penyaluran Bantuan Pemerintah
a. mekanisme pemberian Bantuan Pemerintah di Kementerian dilakukan melalui laman www.satudata.kkp.go.id.
b. dalam hal calon penerima bantuan/penerima bantuan tidak mampu mengakses laman sebagaimana dimaksud pada huruf a, mekanisme pemberian Bantuan Pemerintah dapat dilakukan secara manual dan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya melakukan input data ke dalam laman www.satudata.kkp.go.id.
Diagram 1. Alur Mekanisme Usulan, Penetapan dan Penyaluran Bantuan Pemerintah
Keterangan diagram:
1a : Calon penerima mengajukan usulan secara online melalui
5c 5a 2 1c 1e KPB 5b KPA 5d Ditjen Perikanan Budidaya: a. Seleksi; dan b. Verifikasi PPK (Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan) Penyedia 4 3 laman www.satudata.kkp.go.id Identifikasi 1b 1b Dirjen Perikanan Budidaya 1d 1d Calon Penerima Dinas Provinsi 1c Dinas Kabupaten/Kota 1a
www.satudata.kkp.go.id.
1b : Calon penerima menyampaikan surat usulan bantuan secara manual kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya melalui Dinas Kabupaten/Kota.
1c : Surat usulan kemudian ditembuskan oleh Dinas Kabupaten/Kota kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan Dinas Provinsi sebagai laporan.
1d : Dinas Kabupaten/Kota melakukan identifikasi calon penerimadan meneruskan ke Direktur Jenderal Perikanan Budidaya
1e : Hasil identifikasi di input ke dalam laman www.satudata.kkp.go.id melalui operator yang ditugaskan.
2 : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui verifikator yang ditugaskan melakukan seleksi dan verifikasi.
3 : Calon penerima yang memenuhi kriteria kemudian diusulkan kepada PPK untuk ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA.
4 : PPK melakukan kontrak pengadaan barang dengan Penyedia.
5a : Penyedia melaksanakan pengadaan barang sesuai kontrak dan menyalurkan bantuan langsung kepada penerima bantuan.
5b : PPK menyerahkan hasil pekerjaan kepada KPA. 5c : Serah terima barang dari KPA kepada KPB.
BAB III
PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN PEMERINTAH, KETENTUAN PERPAJAKAN, SANKSI, DAN PELAPORAN
A. Pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah
1. Setelah pekerjaan selesai, Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan;
2. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK dapat menugaskan personil/tim;
3. PPK melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan
dan/atau cacat hasil pekerjaan, Penyedia wajib
memperbaiki/menyelesaikannya;
4. Serah terima Bantuan Pemerintah dilakukan dengan tahapan seperti berikut:
a) Serah terima dari Penyedia kepada PPK. b) Serah terima dari PPK kepada KPA; c) Serah terima dari KPA kepada KPB; dan
d) Serah terima dari KPB kepada ketua/pimpinan penerima bantuan. B. Ketentuan Perpajakan
Ketentuan perpajakan pada kegiatan Bantuan Pemerintah ini terkait pengadaan barang/jasa mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
C. Sanksi
1. Penerima bantuan mempunyai kewajiban:
a) memanfaatkan Bantuan Pemerintah sesuai fungsinya untuk mendukung kegiatan budidaya udang di Kabupaten/Kota penerima Bantuan Pemerintah;
b) menyediakan biaya operasional dan pemeliharaan Bantuan Pemerintah;
c) menyediakan tempat untuk penyimpanan Kincir dan Pompa;
d) membuat laporan pemanfaatan Bantuan Pemerintah selama 2 (dua) siklus budidaya sejak diserahkanyang ditujukan kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan ditembuskan kepada Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota; dan
e) memberikan keterangan yang benar terhadap pengawas intern dan ekstern pemerintah.
2. Penerima bantuan dilarang :
a) tidak memanfaatkan Bantuan Pemerintah selama 2 (dua) bulan berturut-turut tanpa alasan yang dapat diterima; dan
b) memindahtangankan, menjaminkan, menggadaikan atau memperjualbelikan Bantuan Pemerintah ke pihak lain.
Penerima bantuan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada huruf C angka 1 dan/atau penerima bantuan yang melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada huruf C angka 2 dikenakan sanksi berupa pengalihan Bantuan Pemerintah dengan kondisi berfungsikepada penerima bantuan lain yang memenuhi kriteria.
Pemindahan dan pengalihan Bantuan Pemerintah kepada penerima bantuan lain dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Dinas Kabupaten, setelah dilakukan identifikasi, seleksi, dan/atau verifikasi terhadap calon penerima dan calon lokasi bantuan lain.
3. Mekanisme pemberian sanksi adalah:
1) diberikan peringatan tertulis dan diberikan waktu maksimal 1 (satu) bulan untuk ditindaklanjuti.
2) apabila sampai dengan berakhirnya batas waktu belum ditindaklanjuti, maka dilaporkan kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya untuk selanjutnya dilakukan penilaian apakah penerima Bantuan Pemerintah dapat dikenakan sanksi.
D. Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan 1. Pembinaan
Pembinaan pemberian Bantuan Pemerintah dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya melalui Petunjuk Teknis dan Kepala Dinas sesuai dengan kewenangannya. Pembinaan dapat dilakukan secara terpadu.
2. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai berikut:
a. Direktur Jenderal melakukan monitoring dan evaluasi sampai Bantuan Pemerintah beroperasi sesuai tujuan pemberian Bantuan Pemerintah selama 3 (tiga) tahun yaitu pada tahun pelaksanaan penyaluran Bantuan Pemerintah dan 2 (dua) tahun berikutnya. b. Monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan paling sedikit terhadap:
1) kesesuaian antara pelaksanaan penyaluran Bantuan Pemerintah dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan serta ketentuan peraturan perundang-undangan;
2) kesesuaian antara target capaian dengan realisasi; 3) pemanfaatan Bantuan Pemerintah; dan
c. Direktur Jenderal mengambil langkah-langkah tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi untuk perbaikan penyaluran Bantuan Pemerintah.
3. Pelaporan
a. Laporan perkembangan kegiatan pemanfaatan bantuan dilakukan secara berjenjang dari penerima bantuan ke Dinas Kabupaten/Kota, selanjutnya Dinas Kabupaten/Kota menyampaikan kepada Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan tembusan kepada Dinas Provinsi. Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota merekapitulasi laporan pemanfaatan bantuan di wilayah kerjanya dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan. Laporan yang disampaikan yaitu:
1) Penerima bantuan menyampaikan laporan pemanfaatan bantuan kepada dinas kabupaten/kota setiap 3 bulan sekali.
2) Dinas Kabupaten/Kota menyampaikan laporan pemanfaatan bantuan kepada Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, tembusan Dinas Provinsi setiap 3 (tiga) bulan sekali.
3) Laporan perkembangan pelaksanaan pekerjaan oleh Direktur Jenderal kepada Menteri paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap 3 (tiga) bulan.
b. Laporan penyaluran Bantuan Pemerintah oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap 3 (tiga) bulan dan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun yaitu pada tahun pelaksanaan penyaluran Bantuan Pemerintah dan 2 (dua) tahun berikutnya.
BAB IV PENUTUP
Penyediaan Kincir dan Pompa merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung penyediaan infrastruktur yang memadai dalam mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha berbasis kelautan dan perikanan.Petunjuk teknis ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak dalam mengelola bantuan Pompa dan Kincir yang disalurkan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien dan berkelanjutan.
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
ttd.
SLAMET SOEBJAKTO
Salinan sesuai dengan aslinya
LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
NOMOR 33 /PER-DJPB/2021
TENTANGPETUNJUK TEKNIS
PENYALURAN BANTUAN SARANA DAN PRASARANA REVITALISASI TAMBAK TAHUN 2021
DAFTAR FORMULIR
KEGIATAN PENYALURAN BANTUAN DAN LAPORAN PEMANFAATAN BANTUANSARANA DAN PRASARANA REVITALISASI TAMBAK TAHUN 2021
No. ISI LAMPIRAN
1. Formulir 1 Surat Usulan Bantuan 2. Formulir 2 Data Personil Organisasi
3. Formulir 3 Rencana Pemanfaatan Kincir Dan Pompa 4. Formulir 4 Surat Pengantar Calon Penerima Bantuan
5. Formulir 5 Form Identifikasi dan Seleksi Calon Penerima Bantuan 6. Formulir 6 Berita Acara Verifikasi Calon Penerima Bantuan
7. Formulir 7 Form Verifikasi Calon Penerima Bantuan 8. Formulir 8 Surat Pernyataan Calon Penerima Bantuan
9. Formulir 9 Surat Pernyataan Komitmen Kepala Dinas
Kabupaten/Kota
10. Formulir 10 Laporan Pemanfaatan Kincir dan Pompa oleh Penerima Bantuan
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
ttd.
SLAMET SOEBJAKTO
Salinan sesuai dengan aslinya
Formulir 1
Surat Usulan Bantuan (KOP SURAT CALON PENERIMA)
Nomor : ………..
Perihal : Usulan Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 Lampiran : (jumlah) ….. Berkas
Yth. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya cq. Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan Gedung Mina Bahari IV, Lantai 6
Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat
Bersama ini kami sampaikan usulan ………..[di isi nama organisasi calon penerima]sebagai calon penerima bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021. Sebagai bahan pertimbangan, terlampir kami sampaikan proposal sesuai dengan komponen yang tertuang dalam Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021.
Demikian usulan ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara disampaikan terimakasih.
..., ...2021
Ketua ………[di isi nama organisasi calon penerima]
stempel dan tanda tangan
(...)
Tembusan:
Formulir 2
Data Personil Organisasi (KOP SURAT ORGANISASI)
DATA PERSONIL ORGANISASI
……….…………..[di isi nama organisasi calon penerima] KABUPATEN/KOTA ……….
No. Nama Jabatan Desa Domisili Kecamatan Luas Lahan (Ha) Komoditas Teknologi Budidaya
a) b) c) d) e) f) g) h)
1
2
dst
Total …………
Petunjuk pengisian: __________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]
a) Di isi nomor urut Dibuat oleh
b) Di isi nama personil yang tergabung di organisasi ……… [di isi nama organisasi calon penerima] c) Di isi jabatan di organisasi
d) Di isi nama desa domisili personil
e) Di isi nama kecamatan domisili personil ttd & stempel f) Di isi luas lahan budidaya yang dikelola personil
g) Di isi komoditas yang dibudidayakan oleh personil saat ini ( ) h) Di isi semi intensif/intensif/ super intensif[pilih salah satu] Ketua
Formulir 3
Rencana Pemanfaatan Kincir dan Pompa (KOP SURAT ORGANISASI)
RENCANA PEMANFAATAN KINCIR DAN POMPA DENGAN TEKNOLOGI SEMI INTENSIF/INTENSIF/SUPER INTENSIF SELAMA 3 (TIGA) TAHUN
……….…………..[di isi nama organisasi calon penerima] KABUPATEN/KOTA ………. Tahun : ...
No. Nama Penerima Manfaat Domisili Luas Lahan (Ha) Status Peruntukan Keterangan Desa Kecamatan a) b) c) d) e) f) g) h) 1 2 dst Total …………
Petunjuk pengisian: __________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]
a) Di isi nomor urut Dibuat oleh
b) Di isi nama pembudidaya yang tergabung di organisasi ……… [di isi nama organisasi calon penerima] c) Di isi nama desa domisili pembudidaya
d) Di isi nama kecamatan domisili pembudidaya ttd & stempel
e) Di isi luas lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pemanfaatan bantuan
f) Di isi milik/sewa/hak guna pakai/Lainnya sebutkan ( )
g) Di isi peruntukan teknologibudidaya udang yang akan dilakukan Ketua
Formulir 4
Surat Pengantar Dinas (KOP SURAT DINAS KAB/KOTA)
Nomor : ………..
Perihal : Surat Pengantar Calon Penerima Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021
Lampiran : (jumlah) ….. Berkas
Yth. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya cq. Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan Gedung Mina Bahari IV, Lantai 6
Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat
Sesuai surat usulan bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 yang kami terima dan hasil identifikasi (terlampir), bersama ini kami sampaikan surat pengantar calon penerima bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 sebagai berikut:
No Nama Calon Penerima Alamat Nama Ketua No. Telepon
1. 2. 3. 4. dst
Demikian usulan ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara disampaikan terima kasih.
..., ...2021 Kepala Dinas ……….. Kabupaten/Kota... ttd & stempel (...) NIP... Tembusan:
Formulir 5
Form Identifikasi dan Seleksi Calon Penerima Bantuan (KOP DINAS)
Identifikasi Calon Penerima Bantuan
Kincir dan Pompa Tahun 2021 Kabupaten/Kota …………. Provinsi ………….
A. Data Calon Penerima
1. Nama Calon Penerima : 2. Alamat a. Jalan : b. Desa/Kelurahan : c. Kecamatan : 3. Koordinat Sekretariat : L / BT 4. Tahun Pendirian :
5. Nomor Akta Pendirian :
6. Nomor Badan Hukum : Belum
7. Jenis Organisasi : Kelompok Masyarakat/Kelompok
Masyarakat Hukum Adat/Lembaga Swadaya Masyarakat/Lembaga Pendidikan/Lembaga Keagamaan [pilih salah satu]
8. Terdaftar di laman
www.satudata.kkp.go.id : Sudah Belum
9. Kepengurusan
No. Uraian Nama Pekerjaan Nomor Telp
a. Ketua
b. Sekretaris c. Bendahara
10. Jumlah Anggota (orang) :
11. Kegiatan di bidang kelautan dan perikanan (dilampirkan dokumentasi-nya)
No.
Kegiatan Budidaya
Komoditas Produksi Rata-rata (Kg/Tahun) 1. 2. 3. 4. 5. 6. … dst
B. Data Calon Lokasi Rencana Pemanfataan 1. Calon lokasi
No. Desa/ Kel. Kecamatan Koordinat Luas (Ha) Peruntukan *) Status **) Sengketa Bebas ***) Aksesbilitas ****) Listrik PLN *****) Sumber Air Bebas Banjir ******) 1. 2. 3. 4. 5. dst Keterangan :
*) Di isi peruntukan teknologi budidaya udang yang akan diterapkan **) Di isi milik/sewa/hak guna pakai/lainnya sebutkan
***) Di isi “ya” atau “tidak”
****) Dijelaskan kondisi sarana/prasarana transportasi menuju lokasi
*****) Dijelaskan ada atau tidaknya sumber listrik PLN (kalau ada 1 phase atau 3 phase) ******) Di isi “ya” atau “tidak”
1. Data luas kawasan (Ha) budidaya air payau dan statusnya
Kabupaten/Kota Lokasi Calon Penerima
(Kecamatan)
Potensi Eksisting Potensi Eksisting
2. Keterangan lainnya:
3. Hasil identifikasi
dan seleksi : Memenuhi/tidak memenuhi syarat untuk verifikasi [pilih salah satu] karena
……… ……… (bila tidak memenuhi syarat)
Petugas identifikasi dan seleksi,
1. ………. NIP. ……….. ...ttd...
2. ………. NIP. ……….. ...ttd...
Formulir 6
Berita Acara Verifikasi Calon Penerima Bantuan (KOP KEMENTERIAN)
Berita Acara Verifikasi
Calon Penerima Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 Kabupaten/Kota ...
Nomor : ...
Pada hari ini, ... tanggal ... bulan ... tahun Dua Ribu Dua Puluh Satu, yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama : ………. [diisi nama verifikator]
NIP : ………. [diisi NIP verifikator]
2. Nama : ………. [diisi nama verifikator]
NIP : ………. [diisi NIP verifikator]
3. Nama : ……… dst
NIP : ……… dst
4. Nama : ………. [diisi nama ketua organisasi] Jabatan : ………. [diisi jabatan di organisasi] Alamat : ………. [diisi alamat sesuai KTP]
Menyatakan bahwa telah dilakukan verifikasi calon penerima bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 yang pelaksanaannya sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021.
Demikian berita acara ini dibuat dan ditandatangani untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi penerima bantuan.
Verifikator 1. (………..…….) ……… NIP. 2. (………..……….) ……… NIP. 3. (………..……….) ……… NIP.
Calon Penerima Bantuan ...………..
ttd & stempel
(………) Ketua
Formulir 7
Form Verifikasi Calon Penerima Bantuan (KOP KEMENTERIAN)
Form Verifikasi Calon Penerima Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021
A. Calon Penerima Bantuan Pemerintah
1. Nama organisasi :
2. Alamat organisasi :
3. Kategori organisasi *) :
4. Status badan hukum : sudah/belum
5. Nomor badan hukum :
No. Uraian Ya Tidak Keterangan
6. Usulan/proposal calon penerima bantuan
a. Latar belakang mengapa membutuhkan bantuan Kincir dan Pompa
b. Profil di bidang kelautan atau perikanan yang dilakukan oleh Calon Penerima Bantuan yang berisi data gambaran
umum lokasi, komoditas yang
dikembangkan dan informasi-informasi
pendukung lainnya yang ingin
disampaikan;
c. Data calon penerima
- kegiatan di bidang kelautan dan perikanan **)
Sebutkan :
………. - nomor akta pendirian
- kepengurusan (ketua, sekretaris dan bendahara) bukan kepala daerah, perangkat desa/kelurahan, pegawai ASN, TNI/POLRI, anggota legislatif - AD dan ART
d. Rencana pemanfaatan Kincir dan Pompa
7. Ketersediaan tempat untuk penyimpanan
Kincir dan Pompa
8. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
pengurus
9. Memiliki sarana komunikasi (HP)
B. Calon Lokasi Rencana Pemanfataan
No. Desa/ Kel. Kecamatan Koordinat Luas (Ha) Peruntukan Status Sengketa Bebas Aksesbilitas Listrik PLN Sumber Air Bebas Banjir 1.
2. dst
……….., …….. ……… 2021 Verifikator
1. (……….) ……… Calon Penerima Bantuan …..……...…………
ttd & stempel (……….) Ketua NIP. 2. (……….) ……… NIP. 3. (……….) ……… NIP. Keterangan:
- *) diisi kelompok masyarakat/masyarakat hukum adat/lembaga swadaya masyarakat/lembaga pendidikan/lembaga keagaman pilih salah satu - **) diisi bila sudah melakukan kegiatan perikanan budidaya
Formulir 8
Surat Pernyataan Calon Penerima Bantuan (KOP SURAT CALON PENERIMA)
SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ……….
Jabatan : Ketua…………...……[isi nama calon penerima]
Alamat : ………. [isi sesuai dalam kartu tanda penduduk] Menyatakan bahwa berkenaan dengan Bantuan Sarana Kincir dan Pompa Tahun 2021 yang diberikan kepada kami, dengan ini kami menyatakan bersedia:
1. menerima dan memanfaatkan bantuan sarana Kincir dan Pompa yang diserahterimakan untuk budidaya udang di Kabupaten/Kota ………;
2. menanggung biaya operasional dan pemeliharaan Pompa dan Kincir; 3. menyediakan tempat untuk penyimpanan Kincir dan Pompa;
4. dikenakan sanksi sesuai kententuan dalam Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021;
5. menandatangani berita acara serah terima Kincir dan Pompa;
6. tidak memindahtangankan, menjaminkan, menggadaikan atau memperjualbelikan Kincir dan Pompa ke pihak lain;
7. memberikan keterangan yang benar terhadap pengawas intern dan ekstern pemerintah;
8. melaporkan pemanfaatan Kincir dan Pompakepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya selama 2 siklus dan ditembuskan kepada dinas;
9. tidak akan menuntut Kementerian Kelautan Perikanan, Dinas ……… Kabupaten/Kota ………. atau siapapun apabila dikenakan sanksi jika tidak melaksanakan angka 1 s.d 9 sebagaimana dimaksud.
Demikian pernyataan ini dibuat sebagai komitmen atas bantuan yang diberikan.
... ,... ... 2021 Materai 10000, stempel & ttd
... Ketua kelompok
Formulir 9
Surat Pernyataan Komitmen Kepala Dinas Kabupaten/Kota (KOP DINAS KABUPATEN/KOTA)
SURAT PERNYATAAN KOMITMEN
Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ... NIP : ...
Jabatan : Kepala Dinas ………….. Kabupaten/Kota ………... Alamat : ...
Dalam rangka pemanfaatan bantuan Kincir dan Pompa Tahun 2021 di Kabupaten/Kota ………, dengan ini kami berkomitmen:
1. Bersedia menerima pendelegasian untuk melakukan identifikasi terhadap calon penerima dan calon lokasi Bantuan Pemerintah sesuai kewenangan yang diberikan;
2. Melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan yang telah disalurkan; dan
3. Melaporkan kepada Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, apabila penerima bantuan patut diberikan sanksi.
Demikian Surat Pernyataan Komitmen ini dibuat untuk dapat
dipertanggungjawabkan.
..., ...2021 Kepala Dinas ……….. Kabupaten/Kota...
Materai 10000
Stempel basah dan tanda tangan
(...) NIP.
Formulir 10
Laporan Pemanfaatan Kincir dan Pompa oleh Penerima Bantuan (KOP PENERIMA BANTUAN)