PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
NOMOR 289 TAHUN 2021 /PER-DJPB/
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH PAKAN MANDIRI OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS LINGKUP DIREKTORAT JENDERAL
PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN ANGGARAN 2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dalam sektor perikanan budidaya khususnya kemandirian pakan, perlu dilaksanakan penyaluran bantuan pakan mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
b. bahwa sebagai tindak lanjut Pasal 15 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan, perlu disusun petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah pakan mandiri oleh unit pelaksana teknis tahun anggaran 2022;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Pakan Mandiri oleh Unit Pelaksana Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2022;
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
JALAN MEDAN MERDEKA TIMUR NOMOR 16 JAKARTA 10110 KOTAK POS 4130 JKP 10041
TELEPON (021) 3519070 (LACAK), FAKSIMILE (021) 3514772 LAMAN www.kkp.go.id
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433, sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5870);
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 166);
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 5);
5. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 63);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1745);
7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1114);
8. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 62/PERMEN-KP/2020 tentang Pembentukan Produk Hukum di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1665);
9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 20);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH PAKAN MANDIRI OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS LINGKUP DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN ANGGARAN 2022.
Pasal 1
Petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah pakan mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun anggaran 2022 dimaksudkan
sebagai acuan bagi unit pemberi bantuan lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, pembudi daya ikan, dan pemangku kepentingan.
Pasal 2
Petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah pakan mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun anggaran 2022 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.
Pasal 3
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 16 November 2021
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, ttd.
TB. HAERU RAHAYU
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,
Gemi Triastutik
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 289 TAHUN 2021
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH PAKAN MANDIRI OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS LINGKUP DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN ANGGARAN 2022
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pakan Ikan merupakan salah satu komponen penting dalam usaha perikanan budidaya. Secara teknis, biaya pakan dalam kegiatan budidaya adalah 60-80% (enam puluh sampai dengan delapan puluh persen) dari biaya produksi. Kualitas dan kuantitas Pakan Ikan sangat menentukan hasil produksi serta keuntungan usaha pembudidayaan ikan. Ketersediaan Pakan Ikan komersial di Indonesia sangat bergantung pada bahan baku impor terutama berupa tepung ikan, tepung jagung, tepung kedelai, tepung ragi, dan tepung gandum. Ketergantungan terhadap impor menyebabkan harga Pakan Ikan akan semakin tinggi seiring dengan penguatan nilai tukar Dolar terhadap Rupiah.
Dalam menyikapi hal yang terjadi diatas, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menetapkan kebijakan dan mengupayakan untuk efisiensi biaya produksi melalui gerakan Pakan Ikan mandiri. Gerakan Pakan Ikan mandiri ini digalakkan melalui peningkatan efisiensi pakan antara lain diupayakan dengan mencari bahan baku pakan alternatif, meningkatkan penggunaan bahan baku lokal baik untuk sumber protein, karbohidrat maupun lemak dan meningkatkan penggunaan pakan alami terutama pakan alami yang diproduksi di dalam negeri serta meningkatkan kemandirian pembudi daya ikan dalam memenuhi kebutuhan pakannya melalui pembuatan pakan sendiri.
Salah satu kegiatan dalam gerakan Pakan Ikan mandiri, yang dilakukan adalah produksi pakan melalui UPT yang mana dalam hal ini UPT sudah melaksanakan produksi pembuatan pakan yang mengacu kepada standar nasional Indonesia. Produksi pakan UPT dengan tujuan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dijual kepada masyarakat dan diberikan kepada masyarakat sebagai Bantuan Pemerintah.
Dalam rangka tersebut di atas, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya perlu menetapkan petunjuk teknis penyaluran bantuan pakan UPT tahun anggaran 2022 sebagai landasan hukum dan acuan pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan pakan pakan UPT tahun anggaran 2022.
B. Tujuan
Tujuan penyaluran bantuan pakan mandiri ini adalah :
1. Meningkatnya penggunaan Pakan Mandiri oleh pembudi daya ikan serta tersalurkannya 740 (tujuh ratus empat puluh) ton pakan mandiri produksi UPT guna mendukung produksi budidaya; dan
2. terbangunnya jejaring pakan mandiri nasional.
C. Pengertian
Dalam petunjuk teknis ini, yang dimaksud dengan:
1. Bantuan Pakan Mandiri oleh Unit Pelaksana Teknis selanjutnya disebut Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berupa Pakan Ikan.
2. Pakan Ikan adalah bahan makanan tunggal atau campuran baik yang diolah maupun yang tidak diberikan pada ikan untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, pemulihan dan berkembangbiak baik berupa Pakan Ikan alami atau Pakan Ikan buatan.
3. Pakan Mandiri adalah pakan yang dihasilkan melalui kegiatan memproduksi Pakan Ikan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis.
4. Pendampingan adalah kegiatan yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka penyaluran dan pemanfaatan bantuan.
5. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah Menteri/Pimpinan Lembaga yang bertanggungjawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan.
6. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada kementerian negara/lembaga yang bersangkutan.
7. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik negara/daerah.
8. Kuasa Pengguna Barang adalah kepala satuan kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Barang untuk menggunakan barang yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya.
9. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN.
10. Penerima Bantuan Pemerintah adalah kelompok masyarakat, kelompok masyarakat hukum adat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga keagamaan yang diutamakan yang berbadan hukum dengan mengikuti ketentuan yang mengatur kelembagaan/ organisasi dan lembaga pendidikan yang terdaftar di kementerian yang membidangi pendidikan atau Kementerian Agama,
11. Kelompok Kerja Pusat yang selanjutnya disebut Pokja Pusat adalah tim pelaksana Bantuan Pemerintah di pusat yang ditetapkan oleh Direktur untuk menyusun petunjuk teknis serta mengkoordinasikan dan mensosialisasikan kegiatan bersama kelompok kerja UPT.
12. Kelompok Kerja UPT yang selanjutnya disebut Pokja UPT adalah tim pelaksana Bantuan Pemerintah di UPT yang ditetapkan oleh Kepala UPT untuk mengkoordinasikan seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan.
13. Penyuluh Perikanan yang selanjutnya disebut Penyuluh adalah Penyuluh Perikanan pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup perikanan untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan Penyuluh perikanan bantu yang diberi tugas dan kewenangan oleh pejabat yang berwenang di pusat untuk melakukan tugas penyuluhan perikanan dalam suatu ikatan kerja selama jangka waktu tertentu.
14. Direktorat Jenderal adalah unit kerja eselon I pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan tugas teknis di bidang perikanan budidaya.
15. Direktur Jenderal adalah direktur jenderal yang mempunyai tugas teknis di bidang perikanan budidaya.
16. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya.
17. Kepala UPT adalah pejabat yang mengepalai UPT Ditjen Perikanan Budidaya dan bertindak sebagai Kepala Satuan Kerja (Satker) UPT.
18. Dinas Provinsi adalah satuan kerja perangkat daerah di provinsi yang membidangi urusan kelautan dan perikanan.
19. Dinas Kabupaten/Kota adalah satuan kerja perangkat daerah di kabupaten/kota yang membidangi urusan perikanan.
BAB II
PEMBERI BANTUAN, BENTUK BANTUAN, RINCIAN JUMLAH BANTUAN, PERSYARATAN PENERIMA BANTUAN, TATA KELOLA BANTUAN DAN
PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH
A. Pemberi Bantuan Pemerintah
Pemberi Bantuan Pemerintah berupa Pakan Ikan adalah UPT lingkup Direktorat Jenderal. UPT memproduksi dan mendistribusikan Pakan Ikan bermutu sebagai Bantuan Pemerintah. Satuan kerja UPT pemberi bantuan Pakan Ikan pada Tahun Anggaran 2022 yaitu:
1. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi;
2. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara;
3. Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung dan Unit Produksi Pakan Ikan Pangandaran;
4. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi;
5. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin;
6. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu;
7. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo;
8. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee;
9. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar; dan
10. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang.
B. Bentuk Bantuan Pemerintah
Bentuk Bantuan Pemerintah yang diberikan berupa barang yaitu pakan buatan tenggelam dan/atau terapung (Pakan Mandiri) yang diproduksi oleh UPT untuk kegiatan pembesaran ikan. Mutu pakan ikan memiliki kandungan protein minimal 25% (dua puluh lima persen) atau sesuai dengan standar nasional Indonesia untuk masing-masing jenis ikan.
Jumlah bantuan pakan kepada masyarakat adalah 740 (tujuh ratus empat puluh) ton.
C. Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah
Rincian jumlah Bantuan Pemerintah dari masih-masing UPT sebagaimana dalam tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Rincian target bantuan Pakan Mandiri oleh UPT
No UPT Target Bantuan (Ton)
1 Balai Besar Perikanan Budidaya Air
Tawar Sukabumi 77 (tujuh puluh tujuh)
2 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara
111 (seratus puluh satu)
3
Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung dan Unit Produksi Pakan Ikan Pangandaran
106 (seratus enam)
4 Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang
68 (enam puluh delapan)
5 Balai Perikanan Budidaya Air Payau
Situbondo 57 (lima puluh tujuh)
6 Balai Perikanan Budidaya Air Payau
Ujung Batee 53 (lima puluh tiga)
7 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi
98 (sembilan puluh delapan)
8 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar
Mandiangin 61 (enam puluh satu)
9 Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu
59 (lima puluh sembilan)
10 Balai Perikanan Budidaya Air Payau
Takalar 50 (lima puluh)
Jumlah 740 (Tujuh ratus
empat puluh)
D. Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah
Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah pakan buatan mandiri oleh UPT adalah sebagai berikut:
1. Persyaratan Lokasi
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pemilihan lokasi Penerima Bantuan Pemerintah sebagai berikut:
a. kemudahan akses transportasi minimal dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 (empat); dan
b. kemudahan komunikasi (mempunyai handphone aktif dan terjangkau saluran komunikasi).
2. Persyaratan Calon Penerima Bantuan
a. kriteria calon Penerima Bantuan Pemerintah, yaitu:
1) kelompok masyarakat, dengan persyaratan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum atau terdaftar di Dinas; dan c) sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan.
2) lembaga swadaya masyarakat, dengan persyaratan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum; dan
c) sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan.
3) kelompok masyarakat hukum adat, dengan persyaratan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) telah mendapatkan penetapan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
c) sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan 4) Lembaga keagamaan, dengan persyaratan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum atau terdaftar di kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang agama; dan
c) sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan 5) lembaga pendidikan, dengan persyaratan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) terdaftar pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, atau Dinas Provinsi atau kabupaten/kota yang membidangi urusan pendidikan; dan
c) sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan
b. kepemilikan lahan jelas (milik sendiri atau sewa) dan tidak dalam sengketa, dibuktikan dengan fotocopy surat kepemilikan lahan atau fotocopy surat bukti perjanjian sewa;
c. mempunyai kemudahan aksesibilitas (jalan, komunikasi, pasar, dan lain-lain);
d. lingkungan dan lahan yang digunakan untuk kegiatan budidaya dapat ditanggulangi dari potensi pencemaran dan/atau banjir;
e. bukan merupakan produsen Pakan Mandiri;
f. belum pernah menerima bantuan sejenis dalam waktu 1 (satu) tahun terakhir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan/instansi lainnya;
g. mampu menyediakan tempat penyimpanan Pakan Ikan yang memadai (terlindung dari pengaruh sinar matahari langsung atau kelembaban dan dapat mencegah masuknya air ke dalam tempat penyimpanan);
h. anggota atau pengurus kelompok calon penerima bukan Aparatur Sipil Negara (ASN)/BUMN/TNI/POLRI/Anggota Legislatif, dan Penyuluh/PPB);
i. jumlah anggota kelompok bantuan minimal 10 (sepuluh) orang;
dan
j. bersedia mendapatkan Pendampingan dari petugas teknis/Penyuluh Perikanan; dan
k. persyaratan sebagaimana dimaksud di atas dikecualikan terhadap kelompok yang sudah/belum pernah menerima bantuan Direktorat Jenderal yang mengalami/terkena dampak bencana alam.
E. Tata Kelola Bantuan Pemerintah
Tata kelola Bantuan Pemerintah ini melibatkan organisasi pelaksana yang terdiri dari Pokja Pusat, Pokja UPT, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Penyuluh Perikanan, dan penerima bantuan. Organisasi tata laksana mempunyai tugas sebagaimana uraian di bawah ini:
1. Pokja Pusat, terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal yang menangani pengelolaan pakan, mempunyai tugas:
a. menyusun petunjuk teknis penyaluran Bantuan Pemerintah;
b. melakukan sosialisasi Bantuan Pemerintah ke Dinas Provinsi dan Penyuluh Perikanan;
c. menerima usulan Bantuan Pemerintah dan
d. meneruskan usulan Bantuan Pemerintah ke UPT.
2. Pokja UPT, terdiri dari perwakilan 10 (sepuluh) UPT yang mengelola unit produksi Pakan Mandiri, mempunyai tugas:
a. menerima usulan Bantuan Pemerintah dan melakukan koordinasi dengan Dinas Provinsi atau Dinas Kabupaten/Kota serta calon Penerima Bantuan Pemerintah;
b. melakukan sosialisasi Bantuan Pemerintah ke Dinas Kabupaten/Kota dan pembudi daya di wilayah kerja UPT secara langsung atau media dalam jaringan (daring);
c. melakukan verifikasi calon Penerima Bantuan Pemerintah secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau media dalam jaringan daring (daring) sesuai Formulir 3;
d. mengevaluasi hasil verifikasi dan mengusulkan calon penerima bantuan dengan mempertimbangkan persyaratan dalam petunjuk teknis dan ketersediaan jumlah bantuan pemerintah sesuai formulir 4;
e. menetapkan Penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana Formulir 4;
f. melaksanakan penyaluran Bantuan Pemerintah;
g. melakukan monitoring pemanfaatan Bantuan Pemerintah meliputi status pemanfaatan dan jumlah produksi ikan yang dihasilkan secara langsung di lokasi penerima bantuan atau media dalam jaringan (daring);
h. membuat dan menyampaikan laporan penyaluran Bantuan Pemerintah secara berkala sesuai dengan Formulir 8.
3. Penerima Bantuan Pemerintah, mempunyai tugas:
a. membuat dan mengusulkan proposal yang ditujukan kepada Direktur Jenderal dan dapat disampaikan melalui dinas atau UPT sesuai Formulir 1;
b. membuat dan menandatangani seluruh dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana pada Lampiran petunjuk teknis ini;
c. melaksanakan dan memanfaatkan bantuan sesuai surat pernyataan kesanggupan pemanfaatan calon penerima bantuan sesuai formulir 2 dan pakta integritas sesuai formulir 6;
d. melaporkan penggunaan dan hasil Bantuan Pemerintah kepada UPT pemberi bantuan setiap triwulan dalam bentuk laporan pemanfaatan sesuai formulir 11 ; dan
e. mengikuti ketentuan penerapan teknologi anjuran, bimbingan dan pembinaan serta Pendampingan teknologi perikanan budidaya.
4. Dinas Provinsi mempunyai tugas:
a. melakukan koordinasi Pokja UPT dan Dinas Kabupaten/Kota;
b. memfasilitasi sosialisasi Bantuan Pemerintah ke Dinas Kabupaten/Kota;
c. dapat melakukan Pendampingan pelaksanaan verifikasi calon Penerima Bantuan Pemerintah bersama dengan Pokja UPT dan Dinas Kabupaten/Kota secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau media dalam jaringan daring; dan
d. menerima tembusan laporan hasil monitoring dan evaluasi dari Dinas Kabupaten/Kota untuk dapat digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan pengembangan perikanan budidaya di provinsi.
5. Dinas Kabupaten/Kota, mempunyai tugas:
a. melakukan koordinasi dengan Pokja UPT;
b. melakukan sosialisasi Bantuan Pemerintah ke kelompok masyarakat pembudidaya ikan secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau media dalam jaringan daring;
c. melakukan identifikasi calon Penerima Bantuan Pemerintah;
d. melakukan Pendampingan dalam penyusunan proposal dan dokumen yang dipersyaratkan dalam petunjuk teknis;
e. dapat mengusulkan atau meneruskan proposal bantuan pemerintah kepada Direktur Jenderal dan/atau UPT;
f. mendampingi calon penerima bantuan pada saat dilakukan verifikasi oleh Pokja UPT baik secara langsung maupun secara dalam jaringan (daring);
g. meneruskan proposal Bantuan Pemerintah kepada Direktur Jenderal dan/atau UPT;
h. melakukan Pendampingan kepada penerima bantuan pada saat menerima Bantuan Pemerintah di lokasi penerima bantuan secara langsung atau secara dalam jaringan (daring), hasil pelaksanaan Pendampingan ini berupa berita acara serah terima sebagaimana Formulir 9; dan
i. melakukan monitoring kesesuaian bantuan pemerintah berdasarkan petunjuk teknis (laporan hasil monitoring ditembuskan kepada Dinas Provinsi). Pada tahapan evaluasi dilakukan pemantauan atas pemanfaatan bantuan pemerintah (status pemanfaatan dan produksi ikan).
6. Penyuluh Perikanan mempunyai tugas :
a. melakukan identifikasi bersama Dinas Kabupaten/Kota secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau secara dalam jaringan (daring);
b. mendampingi calon penerima bantuan dalam penyusunan dokumen persyaratan adminsitrasi, persyaratan teknis, dan persyaratan lokasi secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau secara dalam jaringan (daring);
c. menginput calon penerima bantuan melalui laman www.satudata.kkp.go.id pada modul kusuka;
d. mendampingi calon penerima bantuan pada saat dilakukan verifikasi oleh Pokja UPT baik secara langsung maupun secara dalam jaringan (daring) bersama dengan Dinas Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Provinsi;
e. mendampingi penerima bantuan membuat laporan pemanfaatan Bantuan;
f. membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan Pendampingan setiap bulannya secara online melalui www.satudata.kkp.go.id dengan format yang ditetapkan dan tembusan ke Dinas Kabupaten/Kota dan/atau UPT yang menyalurkan; dan
g. memberikan penyuluhan dan Pendampingan kegiatan pembudidayaan ikan termasuk pemanfaatan bantuan pakan.
F. Penyaluran Bantuan Pemerintah
1. Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan
Mekanisme penetapan penerima Bantuan Pemerintah sebagaimana tercantum pada Gambar 1, dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
gambar 1. mekanisme penetapan penerima bantuan Keterangan :
1. Direktur menetapkan Pokja Pusat;
2. PPK UPT menetapkan Pokja UPT;
3. Pokja Pusat menyusun petunjuk teknis dan mensosialisasikan kegiatan bersama Pokja UPT;
4. Sosialisasi Juknis oleh Pusat, UPT, Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau secara dalam jaringan (daring);
5. Dinas Kabupaten/Kota dan penyuluh melakukan identifikasi dan menyampaikan proposal calon Penerima Bantuan Pemerintah kepada Direktur Jenderal secara online melalui www.satudata.kkp.go.id atau langsung ke UPT tembusan/langsung kepada Direktur Jenderal dan Dinas Provinsi sesuai Formulir 1 dalam hal calon penerima bantuan/penerima
bantuan tidak mampu mengakses laman
www.satudata.kkp.go.id;
6. Pokja UPT melakukan verifikasi calon Penerima Bantuan Pemerintah secara langsung di lokasi calon penerima bantuan atau secara daring;
7. Pokja UPT menyampaikan hasil verifikasi kepada PPK UPT sebagaimana Formulir 3;
8. PPK UPT menugaskan Pokja UPT untuk mengevaluasi hasil verifikasi sesuai format lampiran 4 dan mengusulkan calon penerima bantuan untuk ditetapkan oleh PPK dengan mempertimbangkan ketersediaan alokasi Bantuan Pemerintah;
9. Pokja UPT mengusulkan calon penerima bantuan kepada PPK UPT;
10. PPK UPT menetapkan penerima bantuan sesuai Formulir 5.
2. Mekanisme Penyaluran Bantuan Pemerintah
Mekanisme pengadaan dan penyaluran bantuan Pakan Mandiri oleh UPT lingkup Direktorat Jenderal melalui tahapan sebagai berikut:
a. UPT melakukan produksi pakan dari bahan baku yang merupakan barang persediaan di UPT;
b. Pakan hasil produksi dicatat sebagai barang persediaan di UPT;
c. Pokja UPT atas perintah PPK melaksanakan identifikasi dan/atau verifikasi serta mengusulkan calon Penerima Bantuan Pemerintah untuk ditetapkan oleh PPK;
d. Kepala UPT memerintahkan pengeluaran dan/atau pengiriman bantuan pemerintah kepada penerima bantuan melalui surat tugas dan surat jalan; dan
e. Bantuan pemerintah diserahkan oleh Kelompok Kerja kepada penerima bantuan disaksikan oleh Penyuluh Perikanan atau Dinas Kabupaten/Kota atau kepala desa. Berita acara serah terima ditandatangani oleh penerima bantuan dan diketahui oleh Penyuluh Perikanan atau Dinas Kabupaten/Kota atau kepala desa.
3. Penatausahaan Bantuan Pemerintah
a. PPK menyampaikan hasil penyaluran bantuan kepada KPA dalam bentuk berita acara serah terima hasil pekerjaan sesuai Formulir 6;
b. KPA menyerahkan hasil pekerjaan kepada Kuasa Pengguna Barang dalam bentuk berita acara serah terima hasil pekerjaan sesuai Formulir 7;
c. Kuasa Pengguna barang menyerahkan Bantuan Pemerintah kepada penerima bantuan dalam bentuk berita acara serah terima sesuai Formulir 8; dan
d. Berita acara serah terima Kuasa Pengguna Barang kepada penerima bantuan sesuai Formulir 9 selanjutnya dijadikan dasar untuk dilakukan transfer keluar barang persediaan.
G. Monitoring dan Evaluasi
Dalam rangka pencapaian target kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan Bantuan Pemerintah dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Direktorat Jenderal termasuk UPT lingkup Direktorat Jenderal, Dinas Provinsi, dan Dinas Kabupaten/Kota meliputi:
1. monitoring dilakukan dengan kesesuaian antara pelaksanaan bantuan pemerintah dengan petunjuk teknis, realisasi produksi ikan, pemanfaatan bantuan pemerintah, dan kesesuaian tujuan bantuan pemerintah; dan
2. pelaksanaan evaluasi dilakukan selama 3 (tiga) tahun, yaitu pada 1 (satu) tahun pelaksanaan penyaluran bantuan pemerintah dan 2 (dua) tahun berikutnya atau selama 1 (satu) siklus budidaya.
Metode monitoring dan evaluasi dilakukan dengan persuratan, komunikasi elektronik dan/atau kunjungan lapang.
BAB III
PERTANGGUNGJAWABAN, KETENTUAN PERPAJAKAN, SANKSI DAN PELAPORAN BANTUAN PEMERINTAH
A. Pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah
Pakan Bantuan Pemerintah yang merupakan hasil produksi UPT dicatat sebagai barang persediaan. Setelah Bantuan Pemerintah direalisasikan dan ditandatanganinya berita acara serah terima, maka status barang persediaan tersebut telah menjadi barang hibah/bantuan ke masyarakat. Untuk pelaksanaan Bantuan Pemerintah, kelengkapan syarat penerima bantuan harus dipenuhi dan didokumentasikan oleh pelaksana bantuan pakan di UPT, meliputi:
1. usulan bantuan pakan dari calon penerima bantuan (Formulir 1);
2. surat pernyataan kelompok/lembaga penerima bantuan pakan (Formulir 2);
3. berita acara verifikasi calon penerima bantuan (Formulir 3);
4. evaluasi hasil verifikasi calon penerima bantuan Pakan Mandiri (Formulir 4);
5. surat penetapan usulan calon penerima bantuan (Formulir 5);
6. berita acara serah terima (Formulir 7 sampai dengan 9 ); dan 7. laporan dan dokumentasi (formulir 10, foto dan/atau video).
B. Ketentuan Perpajakan
Ketentuan perpajakan dalam pengadaan barang/jasa pada Bantuan Pemerintah ini mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang perpajakan.
C. Sanksi
Sanksi diberikan untuk penerima bantuan jika tidak memanfaatkan/menggunakan, mengalihkan bantuan/memperjualbelikan barang bantuan maka dikenakan sanksi berupa tidak diperbolehkan menerima bantuan pemerintah dari Direktorat Jenderal selama 1 (satu) tahun.
D. Monitoring dan Evaluasi
Dalam rangka pencapaian target kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan bantuan pemerintah dilakukan monitoring dan
evaluasi oleh UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya, Dinas Provinsi, dan Dinas Kabupaten/Kota, meliputi:
1. pelaksanaan monitoring dilakukan dengan kesesuaian antara pelaksanaan bantuan pemerintah dengan petunjuk teknis, realisasi produksi ikan, pemanfaatan bantuan pemerintah, dan kesesuaian tujuan bantuan pemerintah;
2. pelaksanaan evaluasi dilakukan selama 3 (tiga) tahun, yaitu pada 1 (satu) tahun pelaksanaan penyaluran bantuan pemerintah dan 2 (dua) tahun berikutnya atau selama 1 (satu) siklus budidaya.
Metode monitoring dan evaluasi dilakukan dengan persuratan, komunikasi elektronik dan/atau ke lapangan.
E. Pelaporan
Sesuai dengan pasal 19 ayat (1) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktur Jenderal menyampaikan laporan penyaluran Bantuan Pemerintah dalam bentuk laporan kinerja Direktorat Jenderal kepada Menteri Kelautan dan Perikanan cq. Sekretaris Jenderal Kelautan dan Perikanan setiap triwulan paling lambat setiap tanggal 10 (sepuluh) selama 3 (tiga) tahun.
BAB IV PENUTUP
Petunjuk teknis penyaluran bantuan Pakan Mandiri UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya ini diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan. Penerima Bantuan Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan bantuan Pakan Mandiri sesuai peruntukkannya. Selain itu, kegiatan bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudi daya ikan dan dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya.
Kerja sama dan dukungan pemangku kepentingan terkait sangat menentukan keberhasilan penyaluran bantuan Pakan Mandiri UPT. Di samping itu tingkat kepercayaan pembudidaya untuk menggunakan Pakan Mandiri hasil produksi UPT sangat berperan besar dalam menunjang keberhasilan dan pengembangan Pakan Mandiri, oleh karena itu peran penyuluh bersama Dinas Kabupaten/Kota dalam mensosialisasikan kegiatan Pakan Mandiri sangat diperlukan.
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, ttd.
TB. HAERU RAHAYU
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,
Gemi Triastutik
DAFTAR FORMULIR KEGIATAN DAN LAPORAN
NO. ISI LAMPIRAN
1. Formulir 1 Usulan Bantuan Pakan Mandiri
2. Formulir 2 Surat Pernyataan Kelompok/Lembaga Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri
3. Formulir 3 Berita Acara Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri
4. Formulir 4 Evaluasi Hasil Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri
5. Formulir 5 Surat Keputusan Kepala Balai tentang Penerima Bantuan Pakan Mandiri
6. Formulir 6 Pakta Integritas
7. Formulir 7 Berita Acara Serah Terima Pakan Mandiri (PPK ke KPA)
8. Formulir 8 Berita Acara Serah Terima Pakan Mandiri (KPA ke Kuasa Pengguna Barang)
9. Formulir 9 Berita Acara Serah Terima Bantuan Pakan Mandiri 10 Fomulir 10 Pelaporan
11 Fomulir 11 Laporan Pemanfaatan
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, ttd.
TB. HAERU RAHAYU LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 289 TAHUN 2021
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH PAKAN MANDIRI OLEH UNIT PELAKSANA TEKNIS LINGKUP DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN ANGGARAN 2022
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya,
Gemi Triastutik
Formulir 1 Usulan Bantuan Pakan Mandiri
..., ... 2022 Nomor :
Perihal : Usulan Bantuan Pakan Mandiri Lampiran : 1 (satu) berkas
Yth. ...
Sesuai ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor
……./PER-DJPB/2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Pakan Mandiri oleh Unit Pelaksana Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2022, bersama ini terlampir kami sampaikan usulan bantuan pakan tahun anggaran 2022, sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan. Terlampir kami sampaikan surat pernyataan penerima bantuan dan proposal permohonan bantuan pakan.
Kelengkapan dokumen tersebut kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan untuk penetapan kelompok Penerima Bantuan Pemerintah pakan mandiri tahun anggaran 2022.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, diucapkan terimakasih.
Mengetahui,
Kepala Dinas Kabupaten/Kota...
(...)
NIP. ...
Ketua Kelompok/Lembaga
(………..)
Tembusan :
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi ...
Kop Surat Kelompok/Lembaga
Meterai 10000
Formulir 2 Surat Pernyataan Kelompok/Lembaga Penerima Bantuan Pakan Mandiri
Surat Pernyataan
Kelompok/Lembaga Calon Penerima Bantuan
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama : ...
Kelompok/Lembaga : ...
Jabatan : Ketua Kelompok/Lembaga ...
Alamat : ...
Nomor HP : ...
Menyatakan bahwa :
1. menyetujui rencana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengadaan bantuan pemerintah yang diserahkan kepada masyarakat berupa Pakan Mandiri produksi UPT;
2. tidak berkeberatan dan sanggup menerima, tidak memperjualbelikan serta memanfaatkan bantuan pemerintah yang akan disalurkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam hal jika ditetapkan sebagai Penerima Bantuan Pemerintah;
3. sanggup memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Pemerintah Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya; dan
4. berkomitmen untuk menghindari segala praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Demikian surat pernyataan kami, untuk dapat dipergunakan sebagai pertimbangan untuk mendapatkan bantuan Pakan Mandiri.
..., ... ... 2022 Ketua Kelompok/Lembaga
(………..) Kop Surat Kelompok/Lembaga
Materai 10000
Form Lampiran Surat Usulan Kelompok Calon Penerima Bantuan Pakan
Rekapitulasi Usulan Kelompok Calon Penerima Bantuan Pakan TA. 2022
No
Nama kelompok / lembaga
Nama Ketua
Jumlah Anggota
Kontak Person (Telpon/HP)
Lokasi Komoditas
Komoditas Luas Lahan (m2)
Kapasitas Produksi
Kebutuhan Pakan (kg)
Sumber pakan
Alamat Desa/
Kelurahan Kecamatan
Formulir 3 Berita Acara Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri
Kop Satker Unit Pelaksana Teknis
Berita Acara Hasil Verifikasi
Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri Tahun 2022 Secara Langsung/ Daring*
Nomor : ...
Pada hari ... tanggal ... bulan ... tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua), yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : ...
NIP : ...
Jabatan : ...
2. Nama : ...
Ketua Kelompok/lembaga……...…. Desa... Kecamatan ...
Kabupaten ... sebagai calon kelompok penerima jenis bantuan pakan.
Menyatakan bahwa telah dilakukan verifikasi calon penerima bantuan Pakan Mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2022 secara langsung/daring* yang pelaksanaannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor ………/2021 tentang tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Pakan Mandiri oleh Unit Pelaksana Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2022.
Demikian berita acara ini dibuat dan ditandatangani untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi kelompok penerima bantuan.
Verifikator
(………...………) NIP. …………....…………
Ketua Kelompok,
(………...………….)
Mengetahui,
Dinas Kabupaten/Kota/penyuluh
...
(NIP...)
Keterangan :
*) Coret yang tidak perlu
Formulir Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pakan Ikan Mandiri Tahun 2022
Formulir Verifikasi
Calon Penerima Bantuan Pakan Tahun 2022 secara langsung/daring*
Nama Kelompok : ...
Nama Ketua : ...
Jalan : ... (jalan, kampung, RT/RW) Desa : ... (nama desa& titik koordinat) Kecamatan : ... (nama Kecamatan & titik
koordinat)
Kabupaten/Kota : ... (nama Kab/Kota) Tanggal : ... (tanggal/bulan/tahun)
NO KOMPONEN YA **) TIDAK**) KET
A LOKASI
1 Memiliki identitas yang legal, alamat jelas dan dapat dihubungi
2 Kepemilikan lahan jelas (milik sendiri atau sewa) dan tidak dalam sengketa, dibuktikan dengan fotocopy surat kepemilikan lahan atau fotocopy surat bukti perjanjian sewa;
3 kemudahan akses transportasi minimal dapat dilalui kendaraan bermotor roda 4 (empat);
4 Kemudahan komunikasi (mempunyai handphone aktif dan terjangkau saluran komunikasi);
5 Mau mengikuti pedoman anjuran Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB).
B PENERIMA BANTUAN
NO KOMPONEN YA **) TIDAK**) KET 1 Berbadan hukum atau terdaftar di
dinas dilengkapi dengan fotocopy status hukum atau surat terdaftar di dinas;
2 belum pernah menerima bantuan sejenis dalam waktu 1 (satu) tahun terakhir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan/instansi lainnya;
3 Sudah melakukan kegiatan pembudidayaan ikan;
4 Memiliki gudang/tempat penyimpanan pakan (terlindung dari pengaruh sinar matahari langsung atau kelembaban dan dapat mencegah masuknya air ke dalam tempat penyimpanan);
5 Bersedia memanfaatkan bantuan pakan dan melaporkan produksi budidaya;
6 Bukan Perangkat Desa/Kelurahan,
Aparatur Sipil Negara
(ASN)/BUMN/TNI/POLRI, Penyuluh/PPB); dan
7 Jumlah anggota kelompok minimal 10 (sepuluh) orang.
Kesimpulan :
Usulan/Rekomendasi : Keterangan:
*) Coret yang tidak perlu
**) Beri tanda √
Verifikator
(………...………) NIP. …………....…………
Ketua Kelompok, (………...………….)
Mengetahui,
Dinas Kabupaten/Kota/penyuluh ...
(NIP...)
Formulir 4 Evaluasi Hasil Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pakan Mandiri
No Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/
Kelurahan
Nama Kelompok
Nama Ketua/
Nomor HP
Usulan pakan
Waktu Verifikasi
Tim Verifikasi
Hasil Verifikasi (Layak/Tidak
Layak)
Keterangan
Formulir 5 Surat Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) tentang Penerima Bantuan Pakan Mandiri
SURAT KEPUTUSAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SATKER ...
NOMOR : ... / .../ ……. / 2022
TENTANG
PENETAPAN PENERIMA BANTUAN PAKAN MANDIRI TAHUN 2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
Menimbang : a. bahwa untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan penyaluran bantuan pemerintah pakan mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup direktorat jenderal perikanan budidaya tahun anggaran 2022, dipandang perlu menetapkan Penerima Bantuan Pakan, melalui Produksi Pakan di ... yang merupakan program pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Balai... Nomor... tentang Tentang Penetapan Penerima Bantuan Pakan tahun 2022;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433, sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam (Lembaran Negara Republik
Kop Surat UPT Pusat DJPB
Indonesia Tahun 2016 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5870)
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pembudidayaan Ikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 166)
4. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–
2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 5);
6. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33);
7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.25/MEN/2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 49/PERMEN- KP/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Perundang- undangan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor PER.25/MEN/2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1521);
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1745);
9. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum dalam rangka Penyaluran Bantuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2153), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 60/PERMEN-KP/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN- KP/2016 tentang Pedoman Umum dalam rangka Penyaluran Bantuan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1777);
10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 220) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri kelautan dan Perikanan Nomor 7/PERMEN-KP/2018 tentang Perubahan atas Peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 317);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ………
TENTANG PENETAPAN PENERIMA BANTUAN PAKANTAHUN 2022.
KESATU : Penerima Bantuan Pakan Tahun Anggaran 2022 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini;
KEDUA : Segala biaya yang timbul dengan dikeluarkannya keputusan ini dibebankan pada Daftar Isian Penggunaan Anggaran Satuan Kerja... Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022;
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SATKER...,
(Nama Pejabat Pembuat Komitmen) NIP...
Disahkan
KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATKER...,
(Nama Kuasa Pengguna Anggaran) NIP...
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SATKER...,
(Nama Pejabat Pembuat Komitmen) NIP...
KEPUTUSAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN ...
NOMOR : …... TANGGAL ...
TENTANG PENERIMA BANTUAN PAKAN MANDIRI UNIT PELAKSANA TEKNIS LINGKUP DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN 2022
No
Nama Kelompok/
Lembaga
Kelompok/Lembaga Lokasi Lahan Usaha Jumlah
Bantuan Pakan (Kg)
Nama Ketua Kontak
Person Alamat Desa/
Kelurahan Kecamatan
Kabupaten
Luas
(m2) Wadah
Disahkan
KUASA PENGGUNA ANGGARAN SATKER..., (Nama Kuasa Pengguna Anggaran)
NIP...
Formulir 6 Pakta Integritas
KOP KELOMPOK
PAKTA INTEGRITAS
PENERIMA BANTUAN PAKAN IKAN MANDIRI
LINGKUP UPT DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA ANGGARAN 2022
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : ...
Jabatan : Ketua ...……….
Alamat : ... (Diisi alamat Ketua sesuai KTP)
Bertindak untuk dan atas nama (penerima bantuan) ...
Sebagai penerima Bantuan Pakan Mandiri UPT lingkup Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2022, dengan ini menyatakan bahwa saya :
1) bersedia untuk melengkapi berkas administrasi yang dibutuhkan dalam rangka kegiatan bantuan Pakan Mandiri dari unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
2) tidak memindah tangankan barang bantuan pemerintah pakan mandiri produksi pakan UPT baik melalui hibah maupun diperjual belikan;
3) bersedia untuk memanfaatkan bantuan Pakan Mandiri dengan sebaik- baiknya untuk kegiatan usaha budidaya perikanan kelompok/Lembaga;
4) bersedia untuk melaporkan hasil kegiatan pemanfaatan bantuan Pakan Mandiri kepada unit pelaksana teknis dan Dinas Kabupaten/Kota.
...,.../.../2021 (Penerima Bantuan)...
Materai Rp 10.000,- ...
Ketua/Pimpinan
Formulir 7 Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan PPK dan KPA
BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN Nomor : 4551/DPB.D3/PL.410/XII/2019
Pada hari ini...tanggal ...bulan ...tahun ...r,bertempat di Kantor ………….. (UPT) ………. (alamat), telah dilakukan penyelesaian pekerjaan, antara :
...Ir: Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja
………….. (UPT) Tahun Anggaran 2020
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
...Si : Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja
………….. (UPT) Tahun Anggaran 2020
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini PIHAK PERTAMA telah menyelesaikan pekerjaan Bahan Baku Pakan Ikan dengan nilai kontrak sebesar Rp. (Tujuh puluh lima juta eah) dan PIHAK KEDUA telah menerima hasil penyelesaian pekerjaan tersebut dari PIHAK PERTAMA dengan baik dan lengkap sesuai dengan Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor : ………., tanggal 22 ……….
Demikian Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak Kedua Pihak Pertama Yang menerima, Yang menyerahkan, (Si Ir. Mimid Abdul Hamid)M.S (Si Ir. Mimid Abdul Hamid) NIP. NIP.
Formulir 8 Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan KPA dan Kuasa Pengguna Barang
BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN Nomor : 3123/DPB.D3/PL.410/VIII/2019
Pada hari ini...tanggal ...bulan ...tahun ...r,bertempat di Kantor ………….. (UPT) ………. (alamat), telah dilakukan penyelesaian pekerjaan, antara :
...Ir: Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja ………….. (UPT) Tahun Anggaran 20
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
...Si : Kuasa Pengguna Barang Satuan Kerja
………….. (UPT) Tahun Anggaran 2020
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini PIHAK PERTAMA telah menyelesaikan pekerjaan Bahan Baku Pakan Ikan dengan nilai kontrak sebesar Rp. (Tujuh puluh lima juta eah) dan PIHAK KEDUA telah menerima hasil penyelesaian pekerjaan tersebut dari PIHAK PERTAMA dengan baik dan lengkap sesuai dengan Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor : ………., tanggal 22 ……….
Demikian Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak Kedua Pihak Pertama
Yang menerima, Yang menyerahkan,
( ) ( )
NIP. NIP.
Formulir 9 Berita Acara Serah Terima Bantuan Pakan Mandiri
Berita Acara Serah Terima Bantuan Pakan Mandiri Nomor : ... ...
Pada hari ini..., tanggal ...bulan...tahun ..., yang bertandatangan dibawah ini :
1 Nama : ...
Jabatan : Kuasa Pengguna Barang Satker ...
Alamat : ...
..
Bertindak untuk dan atas nama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya selaku Kuasa Pengguna Barang,
berkedudukan di ...……… (alamat kantor), untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
2 Nama : ...
Jabatan : Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan ...
Alamat : ...
...
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Dengan ini menyatakan sebagai berikut :
1. PIHAK PERTAMA menyerahkan hasil pengadaan bantuan pakan dari Satuan Kerja ... berupa barang kepada PIHAK KEDUA,
sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
2. PIHAK KEDUA telah memeriksa dan menerima dengan baik hasil penyerahan barang/jasa dari PIHAK PERTAMA.
Kop Surat UPT Pusat DJPB
3. PIHAK KEDUA menyetujui kewajiban memelihara dan mengoperasikan barang hasil penyerahan dari PIHAK PERTAMA sesuai Petunjuk Teknis Pelaksanaan.
Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandangani oleh Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut diatas, untuk dipergunakan sebagai mana mestinya.
PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Barang Satker...
PIHAK KEDUA
...
Cap basah dan tandatangan
...
NIP ...
Materai 10000
Cap basah dan tandatangan
...
Mengetahui:
Penyuluh Perikanan/Dinas Kabupaten-Kota ……/Kepala Desa ...
Ttd dan Cap basah
...
NIP. ……….
Lampiran Berita Acara Serah Terima Pakan
Bantuan Pemerintah Tahun Anggaran …..
Nomor : Tanggal :
Daftar Pakan Yang Diserahterimakan
No Jenis Pakan Volume
(kg)
Satuan (Rp.)
Harga Perolehan (Rp.)
PIHAK PERTAMA Kuasa Pengguna Anggaran
Satker...
PIHAK KEDUA
...
Cap basah dan tandatangan
...
NIP ...
Materai 10000
Cap basah dan tandatangan
...
Mengetahui:
Penyuluh Perikanan/Dinas Kabupaten-Kota ……/Kepala Desa ...
Ttd dan Cap basah ...
NIP. ……….
Formulir 10 Pelaporan
Pelaporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bulan : ……
: No Nama
UPT
Nama Bantuan
Volume (Kg)
Nilai (Rp.)
Lokasi (Kab/
Kota)
Penerima Bantuan
No.
BAST Nama
Kelompok/
Lembaga
Nama Ketua
Alamat (Desa/
Kec)
Telp/
HP
Formulir 11 Rekap Laporan Pemanfaatan Bantuan Pakan oleh Penerima Bantuan
LAPORAN PEMANFAATAN
Nama Kelompok : ...
Alamat : ………..
Triwulan/Tahun : ...
………..., ...2022
Ketua Kelompok ...
(...) No
Jumlah Bantuan Pakan Yang Diterima (Kg)
Volume produksi Ikan (kg)
Nilai produksi Ikan (Rp.)
Kontribusi Bantuan
Pakan terhadap
Volume Produksi
(%)
Kendala/
Permasalaha n
Ket.
1.
2.
3.
4.
5.
dst