PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 46 TAHUN 2022
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 270 TAHUN 2021 TENTANG PETUNJUK TEKNIS
PEMBANGUNAN KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN
TAHUN ANGGARAN 2022
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA,
Menimbang : a. bahwa untuk mengoptimalkan pembangunan kampung perikanan budidaya di Kabupaten Pasaman melalui pelaksanaan penyaluran bantuan pemerintah, maka perlu mengubah Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 270 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Pasaman Tahun Anggaran 2022;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 270 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Pasaman Tahun Anggaran 2022;
2.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5870);
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
JALAN MEDAN MERDEKA TIMUR NOMOR 16 JAKARTA 10110 KOTAK POS 4130 JKP 10041
TELEPON (021) 3519070 (LACAK), FAKSIMILE (021) 3514772 LAMAN www.kkp.go.id
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 63);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1745);
4. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 114);
5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyaluran Bantuan Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 20);
6. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Perikanan Budidaya;
7. Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 270 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Pasaman Tahun Anggaran 2022;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 270 TAHUN 2021
TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBANGUNAN KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN ANGGARAN 2022.
Pasal I Beberapa ketentuan dalam:
1. Lampiran I Bab I, Bab II huruf B dan huruf C, Bab III, dan Bab IV; dan
2. Lampiran II,
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 270 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Pasaman Tahun Anggaran 2022 diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal ini.
Pasal II
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 11 Februari 2022 Agustus 2021
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.
TB. HAERU RAHAYU Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 46 TAHUN 2022
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 270 TAHUN 2021 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBANGUNAN KAMPUNG BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN ANGGARAN 2022
1. Ketentuan Lampiran I Bab I, Bab II huruf B dan huruf C, Bab III, dan Bab IV diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia mempunyai potensi perikanan budidaya yang sangat besar, yang diperkirakan mencapai 12,123 juta ha untuk budidaya laut, 2,964 juta ha untuk budidaya air payau serta 2,83 juta ha untuk budidaya air tawar (Laporan KKP 2018), yang diharapkan mampu menjadi modal dasar bagi pengembangan perikanan budidaya, serta menjadi ”prime mover”
kegiatan ekonomi nasional guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Variabel kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari kontribusi sektor perikanan budidaya secara langsung maupun tidak langsung bagi daerah.
Sejalan dengan upaya pemanfaatan yang optimal potensi sumberdaya perikanan budidaya untuk kesejahteraan masyarakat, Menteri Kelautan dan Perikanan telah menetapkan program terobosan Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya Berbasis Kearifan Lokal di sejumlah daerah.
Pengembangan Kampung Perikanan Budidaya ini mempunyai posisi yang strategis dalam peningkatan produksi perikanan dan menjadi modal utama dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah, khususnya melalui sinergi pengembangan potensi dan sumberdaya yang terintegrasi di kawasan kampung perikanan budidaya.
Salah satu daerah yang telah ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 adalah Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat.
Sumatera Barat memiliki potensi budidaya air tawar cukup besar yang produksinya mencapai 245.498 ton tahun 2020. Kontribusi terbesar
untuk produksi perikanan budidaya air tawar Sumatera Barat berasal dari Kabupaten Pasaman.
Potensi budidaya air tawar di Kabupaten Pasaman sangat besar karena didukung oleh sumberdaya air yang cukup memadai. Komoditas utama yang banyak dibudidayakan adalah ikan mas, yang dilakukan dikolam tanah dengan luas kolam mencapai 1 – 2 ha perkolam. Luas areal pembenihan mencapai 1.194 ha dan luas areal budidaya pembesaran mencapai 4.467 ha Produksi benih sebesar 697.616.400 ekor dan produksi pembesaran sebesar 54.503,97 ton. Pemasaran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan luar daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Bengkulu. Pelaku usaha budidaya ikan mas di Kabupaten Pasaman adalah sekitar 18.556 orang terdiri dari 80 UPR dan 169 Pokdakan. Lokasi pengembangan kampung perikanan budidaya yang menjadi sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pasaman adalah Kecamatan Rao Selatan, Kecamatan Padang Gelugur dan Kecamatan Rao.
Potensi yang dimiliki Kabupaten Pasaman sangat cocok untuk dikembangkan menjadi kampung perikanan yang terintegrasi hulu hilir, dengan didukung sarana prasarana pengembangan usaha yang memadai.
Diharapkan dengan tersedianya sarana prasarana yang memadai, kegiatan budidaya dapat menjadi lebih mudah dan berkembang dengan baik.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud program pembangunan kampung perikanan budidaya di Pasaman adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja melalui kegiatan budidaya ikan mas yang terintegrasi hulu hilir di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Tujuan pembangunan kampung perikanan budidaya di Kabupaten Pasaman tahun anggaran 2022, adalah:
1. mewujudkan 1 (satu) kampung budidaya ikan mas yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir;
2. meningkatkan produksi dari 54.500 ton menjadi 81.000 ton pada tahun 2024 dan produktifitas budidaya ikan mas serta pendapatan masyarakat pembudidaya ikan melalui intensifikasi budidaya;
3. meningkatkan mutu dan nilai tambah produk ikan mas melalui penerapan teknologi anjuran dan sertifikasi budidaya;
4. meningkatkan efisiensi usaha budidaya ikan mas melalui penyediaan prasarana dan sarana produksi di kampung perikanan budidaya ikan
mas, termasuk pembangunan 1 (satu) Unit Produksi Pakan Ikan (UPPI) mandiri skala medium.
C. Pengertian
Dalam Petunjuk Teknis ini, yang dimaksud dengan:
1. Kampung Perikanan Budidaya adalah suatu kawasan yang berbasis komoditas unggulan dan/atau komoditas lokal dengan menyinergikan berbagai potensi untuk mendorong berkembangnya usaha pembudidayaan ikan yang berdaya saing dan berkelanjutan, menjaga kelestarian sumber daya ikan, serta digerakkan oleh masyakarat, sehingga mampu menjamin produksi yang kontinu dan terjadwal.
2. Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat, atau lembaga pemerintah/non pemerintah.
3. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari Menteri Kelautan Dan Perikanan untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
4. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Menteri/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.
5. Kuasa Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik satuan kerja.
6. Kelompok Kerja Pusat yang selanjutnya disebut Pokja Pusat adalah tim yang bertugas melakukan pelaksanaan Bantuan Pemerintah di tingkat pusat yang ditetapkan oleh Kepala Unit Kerja.
7. Kelompok Masyarakat adalah kumpulan orang yang terorganisasi yang mempunyai pengurus dan aturan-aturan dalam organisasi kelompok yang secara langsung melakukan kegiatan dalam suatu usaha bersama dibidang kelautan dan perikanan.
8. Masyarakat Hukum Adat adalah sekelompok orang yang secara turun temurun bermukim diwilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah, wilayah, sumberdaya alam, memliki pranata pemerintahan adat, dan tatanan hukum adat
di wilayah adatnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
9. Lembaga Swadaya Masyarakat adalah organisasi atau lembaga yang dibentuk oleh masyarakat negara Indonesia secara sukarela atas kehendak sendiri dan berminat serta bergerak di bidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga sebagai wujud pastisipasi masyarakat dalam upaya mendorong demokratisasi dan keadilan sosial, penegakan supremasi dan kepastian hukum, serta peningkatan kesejahteraan sosial yang menitikberatkan pada pengabdian secara swadaya.
10. Lembaga Pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan atau belajar mengajar yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu menuju ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.
11. Lembaga Keagamaan adalah kelompok masyarakat yang mempunyai sistem keyakinan dan sarana untuk mempraktikan keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan untuk mengatur kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara oleh umat beragama.
12. Penyuluh Perikanan yang selanjutnya disebut penyuluh adalah Penyuluh Perikanan pegawai ASN dan penyuluh perikanan bantu.
13. Direktorat Jenderal adalah Direktorat Jenderal yang mempunyai tugas teknis di bidang perikanan budidaya.
14. Direktorat Pakan dan Obat Ikan adalah unit satuan kerja dibawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang di bidang pakan dan obat ikan.
15. Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya adalah unit satuan kerja dibawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang produksi ikan konsumsi, ikan hias, pengembangan usaha, dan pelayanan usaha perikanan budidaya.
16. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam adalah unit pelaksana teknis di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang
mempunyai tugas melaksanakan uji terap teknik perikanan budidaya air tawar, pelaksanaan penyiapan bahan standardisasi perikanan budidaya air tawar dan pelaksanaan sertifikasi perikanan budidaya air tawar.
17. Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang adalah unit pelaksana teknis di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang mempunyai tugas melaksanakan pengujian dibidang hama dan penyakit ikan, obat ikan, residu, pakan ikan, dan lingkungan perikanan budidaya
18. Dinas Provinsi adalah satuan kerja perangkat daerah di provinsi yang membidangi urusan kelautan dan perikanan.
19. Dinas Kabupaten/Kota adalah satuan kerja daerah di kabupaten/kota yang membidangi urusan perikanan.
BAB II
PEMBANGUNAN KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA
B. Kegiatan Kampung Perikanan Budidaya di Kabupaten Pasaman
Untuk tercapainya tujuan pembangunan kampung perikanan budidaya Pasaman, ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan di tahun 2022, antara lain :
1. pembangunan 1 (satu) unit produksi pakan ikan skala medium;
2. penyaluran bantuan sarana produksi (kendaraan pengangkut roda-3 dan pompa air);
3. penyaluran bantuan sarana pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan;
4. penyaluran bantuan unit pembenihan ikan;
5. peningkatan mutu produk perikanan budidaya melalui sertifikasi; dan 6. pembinaan dan pendampingan teknis perikanan budidaya.
C. Kampung Perikanan Budidaya Budidaya di Kabupaten Pasaman
Kampung Perikanan budidaya di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mempunyai luas lahan budidaya eksisting 4.467 ha, dengan beberapa kecamatan sebagai sentranya yaitu Kecamatan Rao Selatan, Padang Gelugur, Rao dan Panti dengan luasan 2.969 ha (66,5%). Jumlah pembudidaya air tawar seluruhnya adalah 18.556 orang, sedang jumlah pembudidaya di 4 (empat) kecamatan sentra budidaya adalah 13.574 orang (73%) dari jumlah total.
Produksi budidaya ikan air tawar berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman tahun 2020 adalah sebesar 54.503,97 ton, dengan rincian :
No Komoditas Produksi
(Ton) Persentase (%) Nilai (Rp)
1 Mas 27.754,82 61,98 658.740.432
2 Nila 18.236,67 17,83 160.347.955
3 Gurami 217,85 0,47 8.709.734
4 Lele 7.659,98 15,55 135.605.877
5 Lainnya 634,65 4,17 31.819.418
Total 54.503,97 100,00 995.223.416
Sumber: dinas Perikanan Kabupaten Pasaman 2020
Kelembagaan bidang perikanan budidaya yang ada saat ini di Kabupaten Pasaman adalah Pokdakan 169 kelompok, unit pembenihan
rakyat (UPR) 80 unit, dan Balai Benih Ikan (BBI) yang dikelola Pemda berjumlah 5 BBI yaitu BBI Beringin di Kecamatan Rao Selatan (mas), BBI Lundar di Kecamatan Panti (mas dan nila), BBI Bonjol di Kecamatan Bonjol (nila dan gurami), BBI Tigo Nagari di Kecamatan Tigo Nagari (nila dan lele), dan BBI Duo Koto di Kecamatan Duo Koto (nila dan ikan lokal).
Teknologi budidaya air tawar yang digunakan pembudidaya saat ini masih bersifat tradisional. Kolam budidaya mempunyai luasan yang luas berkisar 5.000 m² - 2 ha dengan dasar kolam tanah, sedang sumber air berasal dari saluran irigasi. Sebagian besar pemeliharaan ikan mas dilakukan secara polikultur dengan ikan nila. Adapun mekanisme panen dilakukan secara parsial (dilakukan seleksi), dimana ikan-ikan yang telah berukuran sesuai permintaaan pasar akan dipanen terlebih dahulu.
BAB III
PEMBANGUNAN UNIT PRODUKSI PAKAN IKAN
KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA KABUPATEN PASAMAN
Prinsip pembangunan Kampung Perikanan Budidaya merupakan pengembangan kawasan perikanan budidaya berbasis komoditas unggulan dengan kearifan lokal guna meningkatkan produksi perikanan budidaya serta kesejahteraan pembudidaya ikan. Pada usaha pembudidayaan ikan, secara umum biaya pakan mencapai 60 – 80% dari biaya produksi, hal ini terutama pada kegiatan usaha budidaya ikan air tawar. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk mengurangi biaya pakan yang salah satu diantaranya adalah dengan pembuatan pakan ikan secara mandiri (pakan mandiri berbahan baku lokal).
Beberapa kegiatan pengembangan pakan mandiri di lokasi kampung perikanan budidaya Pasaman antara lain adalah pemberian paket bantuan mesin pembuat pakan ikan dan pembangunan 1 (satu) Unit Produksi Pakan Ikan (UPPI) Mandiri yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan pakan untuk pemenuhan kebutuhan pakan di kampung perikanan budidaya.
A. Pelaksana Pembangunan
Pelaksana pembangunan Unit Produksi Pakan Ikan (UPPI) adalah Direktorat Pakan dan Obat Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Anggaran dan Pendapatan belanja Negara (APBN) yang terdapat pada DIPA Satuan Kerja Tahun Anggaran 2022 untuk dikelola oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi. Adapun lahan tempat unit produksi pakan ikan dibangun berasal dari lahan hibah yang telah diserahterimakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan c.q Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya seluas 3.000 m².
B. Bentuk Pembangunan
Bentuk pembangunan yang akan dilakukan adalah pembangunan gedung/bangunan Unit Produksi Pakan Ikan lengkap 1 (satu) rangkaian dengan mesin produksi pakan ikan dan pemasangan jaringan listrik.
1. Spesifikasi Teknis Barang/jasa
Spesifikasi barang/Unit Produksi Pakan Ikan disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi. Penyusunan perencanaan pembangunan dilakukan oleh jasa konsultan perencana. Unit Produksi Pakan Ikan
memuat antara lain: gudang, ruang produksi serta area perkantoran.
Beberapa spesifikasi bangunan diantaranya:
a. Spesifikasi Lahan
1) lokasi Unit Produksi Pakan Ikan merupakan tempat yang mudah diakses/dijangkau dan disarankan untuk tidak berada di tengah-tengah pemukiman penduduk;
2) lahan adalah milik pemerintah pusat yang merupakan hibah dari pemerintah Kabupaten, yang dibuktikan dengan sertifikat/bukti kepemilikan yang sah lainnya dan tidak dalam keadaan sengketa;
3) lahan mencukupi untuk bangunan dan fasilitas pendukung lainnya serta pengembangannya;
4) tidak berlokasi di daerah yang mudah tergenang air atau banjir; dan
5) tersedia Infrastruktur pendukung yang memadai seperti akses jalan, sumber air bersih untuk pembersihan lantai dan pencucian alat serta tersedia jaringan listrik.
b. Spesifikasi Bangunan
1) mempunyai fungsi sebagai tempat produksi pakan ikan;
2) memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB);
3) merupakan satu kesatuan bangunan yang terdiri dari tempat penyimpanan bahan baku, tempat produksi, tempat penyimpanan pakan jadi, ruang administrasi, dan sarana sanitasi;
4) kamar mandi, ruang penyimpanan bahan berbahaya termasuk oli dan bahan bakar dan ruang penyimpanan alat /perbaikan ditempatkan di luar bangunan utama;
5) bangunan dirancang dengan mempertimbangkan sirkulasi udara yang baik untuk keselamatan pekerja;
6) bangunan dirancang untuk menghindari masuknya binatang peliharaan, ternak, dan hewan pengerat (tikus);
7) mempunyai tempat pengelolaan sampah kering;
8) ketinggian lantai bangunan dan drainase air diatur untuk mencegah masuknya air ke ruang produksi;
9) bangunan mampu melindungi pengaruh buruk terhadap bahan baku dan pakan jadi dari sinar matahari langsung/
kelembaban; dan
10) bangunan mudah dipelihara, dibersihkan, dan mendukung operasional produksi.
c. Spesifikasi Mesin
Bantuan mesin pembuat pakan ikan merupakan rangkaian beberapa mesin untuk memproduksi pakan ikan apung. Jenis mesin sesuai dengan urutan pada rangkaian sebagaimana tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Jenis Mesin, Fungsi, dan Jumlah
No Nama Mesin Fungsi Jumlah
(unit) 1 Sistem mesin
penepung Menepungkan bahan baku sebelum ditampung dalam silo bahan baku
2
2 Silo
penampung bahan baku
penampung bahan baku 5
3 Vacuum conveyor
Memindahkan bahan baku dari silo bahan baku ke sistem pencampuran bahan baku
1
4 Sistem
pencampuran bahan baku
Mencampurkan seluruh bahan baku sesuai dengan formulasi secara otomatis
1
5 Sistem ekstrusi
Menyiapkan bahan baku dan
mencetak pelet apung 1
6 Mechanical
conveyor Memindahkan pelet dari sistem
ekstrusi ke oven 1
7 Oven Mengeringkan pelet melalui pemanasan dengan sistem ban berjalan pada suatu cabinet
1
8 Air conveyor Memindahkan pelet dari oven ke
cooling cabinet 1
9 Cooling cabinet Mendinginkan pelet melalui tiupan
udara bersuhu ruangan 1
10 Air/mechanical
conveyor Memindahkan pelet dari cooling
cabinet ke flavoring system 1 11 Flavoring
system Memberi lapisan minyak pada pelet melalui penyemprotan minyak
1
12 Cooling
conveyor Mendinginkan pelet setelah melalui penyemprotan minyak yang dipanaskan
1
13 Sifter Memisahkan pelet berdasarkan beberapa ukuran sesuai dengan yang diinginkan
1
No Nama Mesin Fungsi Jumlah (unit) 14 Air/mechanical
conveyor
Memindahkan pelet dari sifter ke
packaging system 1
15 Packaging
system Pengemasan pelet dalam karung sesuai dengan berat yang
diinginkan dan dilakukan penjahitan karung
1
d. Listrik
Pemasangan listrik PLN sebesar 410 KVa untuk memenuhi kebutuhan listri sebesar 380 Kva.
C. Rincian Jumlah Unit Produksi Pakan Ikan
Jumlah Unit Produksi Pakan Ikan yang akan dibangun tahun anggaran 2022 adalah 1 (satu) unit dengan rincian sebagaimana pada Tabel 2.
Tabel 2. Rincian Pembangunan Unit Produksi Pakan Ikan
No. Jenis Bantuan Volume
(paket) 1. Satu rangkaian mesin produksi pakan ikan dengan
kapasitas 500 - 1000 kg/jam
1
2 Pemasangan jaringan listrik dengan daya 410 KVA 1
BAB IV
PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN
A. Pemberi Bantuan Pemerintah
Pemberi Bantuan Pemerintah kampung perikanan budidaya Kabupaten Pasaman tahun anggaran 2022 adalah:
1. Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya;
2. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam; dan 3. Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang.
B. Bentuk dan Rincian Bantuan Pemerintah
Bantuan Pemerintah diberikan dalam bentuk barang dengan jenis dan jumlah Bantuan Pemerintah tahun anggaran 2022 sebagaimana tercantum pada Tabel 3.
Tabel 3. Jenis, Bentuk, dan Jumlah Bantuan Pemerintah (Per Paket/Unit) No. Jenis Bantuan Bentuk
Bantuan Jumlah Pelaksana 1. Sarana
Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan
Barang 1 paket Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang
2. Sarana Produksi:
- Kendaraan Roda 3 (tiga) - Pompa air
Barang
- 10 unit - 20 unit
Direktorat Produksi dan Usaha
3. Unit pembenihan
ikan Barang 2 paket Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam
C. Spesifikasi Bantuan Pemerintah
Spesifikasi Bantuan Pemerintah sebagai berikut:
1. Sarana Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan
Spesifikasi Bantuan Pemerintah sarana pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan sebagaimana tercantum pada Tabel 4.
Tabel 4. Spesifikasi Bantuan Pemerintah Sarana Pengelolaan Kesehatan Ikan Dan Lingkungan
Jenis Paket
Bantuan Rincian Bantuan Spesifikasi Barang Sarana
pengelolaan 1. DO meter portabel, mengukur DO dan suhu, digital
Jenis Paket
Bantuan Rincian Bantuan Spesifikasi Barang kesehatan
ikan dan lingkungan
2. pH Meter portabel, mengukur pH, ORP, dan digital
3. Soil Tester mengukur pH dan kelembaban tanah 4. Freezer suhu maksimum -8°C
2. Sarana Produksi
Sarana produksi yang diserahkan kepada penerima Bantuan Pemerintah diuraikan sebagaimana tercantum pada Tabel 5.
Tabel 5. Spesifikasi Bantuan Pemerintah Sarana Produksi
No Rincian Bantuan Volume
Jumlah Satuan 1. Kendaraan roda 3 (tiga) 200 cc 10 Unit
2. Pompa air 3 (tiga) inci 20 Unit
-
Gambar 1. Contoh Kendaraan Roda 3
Gambar 2 Contoh Pompa Air
3. Unit Pembenihan Ikan
Unit pembenihan ikan yang akan disalurkan kepada kelompok masyarakat diuraikan sebagaimana tercantum pada Tabel 6.
Tabel 6. Spesifikasi Bantuan Pemerintah Unit Pembenihan Ikan
No. Bentuk Bantuan Jumlah
1. Wadah pemeliharaan 1 paket
2. Sarana biosecurity 1 paket
3. Induk (memiliki Surat Keterangan Asal (SKA) 1 paket 4. Pakan ikan (terdaftar di Kementerian Kelautan
dan Perikanan)
1 paket
5. Obat Ikan dan bahan kimia (terdaftar di
Kementerian Kelautan dan Perikanan) 1 paket
6. Instalasi air (terpasang) 1 paket
7. Instalasi aerasi (terpasang) 1 paket 8. Instalasi listrik (terpasang) 1 paket
9. Peralatan perikanan 1 paket
10. Peralatan uji kualitas air 1 paket
D. Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah 1. Persyaratan Calon Penerima Bantuan
Persyaratan penerima Bantuan Pemerintah sebagai berikut:
a. Bantuan diberikan kepada: Kelompok Masyarakat, Kelompok Masyarakat Hukum Adat, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Pendidikan, dan Lembaga Keagamaan, dengan persyaratan meliputi:
1) Kelompok Masyarakat:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum atau terdaftar di dinas; dan
c) telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
2) Masyarakat Hukum Adat:
a) terdaftar di laman satu data;
b) telah mendapatkan penetapan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c) melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kearifan lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil;
dan
d) telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
3) Lembaga Swadaya Masyarakat:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum; dan
c) telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
4) Lembaga Pendidikan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) terdaftar pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama, atau dinas provinsi atau kabupaten/kota yang membidangi urusan pendidikan; dan
c) telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
5) Lembaga Keagamaan:
a) terdaftar di laman satu data;
b) berbadan hukum atau terdaftar di kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama; dan
c) telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
b. menyediakan tempat produksi yang dikuasai secara legal dan sah yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan/atau surat kepemilikan;
c. anggota atau pengurus kelompok calon penerima bukan kepala desa/lurah, perangkat desa/kelurahan, Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, anggota legislatif dan Penyuluh Perikanan;
d. jumlah anggota kelompok bantuan minimal 10 (sepuluh) orang;
e. bersedia menandatangani pernyataan bermaterei untuk memanfaatkan dan bertanggung jawab terhadap bantuan dan f. bersedia mendapatkan pendampingan dari petugas teknis/
Penyuluh Perikanan; dan
g. bersedia menerapkan cara pembenihan ikan yang baik dan/atau cara budidaya ikan yang baik.
2. Persyaratan Lokasi
Persyaratan lokasi penerima Bantuan Pemerintah sebagai berikut:
a. berada di lokasi yang bebas banjir, dekat sumber air dengan kualitas dan kuantitas yang baik untuk proses produksi;
b. kemudahan aksesibilitas (komunikasi dan transportasi minimal mudah dijangkau kendaraan roda 3 (tiga); dan
c. kemudahan aksesibilitas sumber energi listrik/BBM.
E. Tata Kelola Bantuan Pemerintah 1. Kelembagaan
Organisasi pelaksana kegiatan penyaluran Bantuan Pemerintah terdiri dari Pokja Pusat, Dinas Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota, Penyuluh Perikanan, dan penerima bantuan. Kelembagaan pelaksanaan Bantuan Pemerintah diuraikan sebagai berikut:
a. Pokja Pusat
Pokja Pusat terdiri dari Direktorat Jenderal dan unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal. Pokja Pusat mempunyai tugas:
1) menyusun petunjuk teknis penyaluran Bantuan Pemerintah;
2) melakukan koordinasi dengan instansi terkait;
3) melakukan sosialisasi Bantuan Pemerintah secara langsung atau menggunakan media dalam jaringan (daring);
4) melakukan identifikasi dan verifikasi ke lokasi calon penerima bantuan secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
5) mengevaluasi hasil identifikasi dan verifikasi dan mengusulkan calon penerima bantuan kepada PPK untuk dapat ditetapkan, dengan mempertimbangkan persyaratan dalam petunjuk teknis dan ketersediaan jumlah Bantuan Pemerintah; dan
6) melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran Bantuan Pemerintah, pemanfaatan Bantuan Pemerintah, dan kesesuaian tujuan Bantuan Pemerintah.
b. Dinas Provinsi mempunyai tugas:
1) melakukan koordinasi dengan Pokja Pusat dan Dinas Kabupaten/Kota;
2) melakukan fasilitasi sosialisasi kegiatan penyaluran Bantuan Pemerintah ke Dinas Kabupaten/Kota;
3) dapat melakukan pendampingan pelaksanaan verifikasi calon penerima Bantuan Pemerintah bersama dengan Pokja Pusat dan Dinas Kabupaten/Kota baik secara langsung atau secara dalam jaringan (daring); dan
4) menerima tembusan laporan semesteran produksi ikan dari Dinas Kabupaten/Kota untuk dapat digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan pengembangan kampung perikanan budidaya di tingkat provinsi.
c. Dinas Kabupaten/Kota mempunyai tugas:
1) melakukan koordinasi dengan Dinas Provinsi dan Pokja Pusat;
2) melakukan sosialisasi kegiatan penyaluran Bantuan Pemerintah ke kelompok masyarakat pembudi daya ikan secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
3) meneruskan proposal Bantuan Pemerintah kepada Direktur Jenderal dengan ditembuskan ke Dinas Provinsi;
4) menyampaikan usulan hasil identifikasi dan seleksi calon penerima bantuan kepada Direktur Jenderal dengan ditembuskan ke Dinas Provinsi;
5) menyampaikan rekapan laporan kegiatan penerima bantuan dan produksi ikan setiap 6 (bulan) bulan; dan
6) melakukan monitoring terhadap kesesuaian Bantuan Pemerintah berdasarkan petunjuk teknis dan evaluasi terhadap pemantauan atas pemanfaatan Bantuan Pemerintah (status pemanfaatan dan produksi Ikan).
d. Tim Teknis Kabupaten/Kota mempunyai tugas:
1) dapat melakukan sosialisasi kegiatan penyaluran Bantuan Pemerintah ke kelompok masyarakat pembudi daya ikan secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
2) melakukan identifikasi dan seleksi calon penerima Bantuan Pemerintah bersama dengan Penyuluh Perikanan;
3) menyampaikan usulan hasil identifikasi dan seleksi calon penerima bantuan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota;
4) melakukan pendampingan dalam penyusunan proposal dan dokumen yang dipersyaratkan dalam petunjuk teknis;
5) mendampingi Pokja Pusat melakukan verifikasi calon penerima Bantuan Pemerintah baik secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
6) melakukan pendampingan kepada penerima bantuan pada saat menerima Bantuan Pemerintah dan pendampingan Pokja Pusat pada saat pemeriksaan barang di lokasi penerima bantuan baik secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
e. Penyuluh Perikanan mempunyai tugas:
1) melakukan identifikasi bersama Tim Teknis Kabupaten/Kota;
2) mendampingi calon penerima bantuan dalam penyusunan dokumen persyaratan administrasi, persyaratan teknis, dan persyaratan lokasi;
3) menginput data calon penerima bantuan melalui laman www.satudata.kkp.go.id pada modul Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka);
4) mendampingi kelompok pada saat Pokja Pusat melakukan verifikasi calon penerima Bantuan Pemerintah bersama dengan Dinas Kabupaten/Kota dan/atau Dinas Provinsi baik secara langsung atau secara dalam jaringan (daring);
5) mendampingi penerima bantuan membuat laporan pemanfaatan bantuan;
f. Penerima Bantuan Pemerintah mempunyai tugas:
1) membuat dan mengusulkan proposal permohonan bantuan yang ditujukan kepada Direktur Jenderal/Balai perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam/ Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang dan disampaikan melalui dinas;
2) membuat dan menandatangani seluruh dokumen yang dipersyaratkan sebagaimana pada lampiran petunjuk teknis ini;
3) melaksanakan dan memanfaatkan bantuan sesuai pakta integritas; dan
4) membuat laporan pemanfaatan bantuan dan produksi Ikan setiap triwulan sejak diterimanya bantuan secara lengkap dan disampaikan ke dinas setempat dan/atau langsung kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada dinas setempat.
F. Penyaluran Bantuan Pemerintah
1. Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan
Mekanisme penetapan penerima Bantuan Pemerintah dilaksanakan melalui tahapan sebagaimana tercantum pada Gambar 3.
Gambar 3. Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan Pemerintah
Keterangan Diagram :
1.a. Pemohon mengajukan permohonan bantuan secara elektronik melalui laman www.satudata.kkp.go.id kepada Satuan Kerja Pemberi Bantuan.
1.b Dalam hal, calon Penerima Bantuan tidak mampu mengakses laman tersebut, mekanisme pemberian Bantuan Pemerintah dapat dilakukan secara non elektronik dengan cara menyampaikan proposal bantuan secara langsung kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan/atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB atau Dinas Kabupaten/Kota.
1.c Permohonan bantuan serta Proposal yang disampaikan melalui Dinas Kabupaten/Kota diteruskan kepada Direktur Jenderal Perikanan Budidaya dan/atau UPT DJPB serta ditembuskan Dinas Provinsi.
1.d Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan/atau UPT DJPB menugaskan Tim untuk melakukan identifikasi dan/atau verifikasi calon penerima bantuan yang dituangkan dalam Formulir Identifikasi dan Verifikasi serta Berita Acara Hasil Identifikasi dan Verifikasi (sesuai formulir 3 dan formulir 4);
1.e Hasil identifikasi di input data ke dalam laman www.satudata.kkp.go.id melalui operator yang ditugaskan.
Calon atau Penerima Bantuan Pemerintah
4.e 4.d
4.c
4.b
2. Tim Kelompok Kerja dan/atau UPT DJPB menyampaikan rekapitulasi hasil verifikasi calon penerima bantuan yang memenuhi kriteria kepada PPK (Formulir 5), untuk selanjutnya ditetapkan sebagai penerima Bantuan Pemerintah oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
3. PPK melakukan kontrak pengadaan barang/jasa dengan penyedia.
4.a Penyedia melaksanakan pengadaan barang/jasa sesuai kontrak dan menyalurkan bantuan langsung kepada penerima Bantuan Pemerintah.
4.b Penyedia menyerahkan hasil pekerjaan kepada PPK.
4.c PPK menyerahkan hasil pekerjaan kepada KPA.
4.d KPA menyerahkan hasil pekerjaan kepada KPB.
4.e KPB menyerahkan Bantuan Pemerintah kepada penerima Bantuan Pemerintah.
2. Mekanisme Pengadaan dan Penyaluran Bantuan Pemerintah
Mekanisme pengadaan dan penyaluran bantuan sarana pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan, sarana produksi budidaya, dan unit pembenihan ikan, dilakukan melalui:
a. pengadaan dan penyaluran sarana pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan melalui pengadaan lelang umum;
b. pengadaan dan penyaluran sarana produksi budidaya (pompa air dan roda-3) melalui pengadaan E-Katalog; dan
c. pengadaan dan penyaluran bantuan unit pembenihan ikan;
melalui pengadaan lelang umum.
3. Penatausahaan barang persediaan
a. Berita acara penyelesaian pekerjaan;
b. Bantuan Pemerintah dicatat sebagai barang persediaan oleh petugas barang milik negara dalam aplikasi sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara berdasarkan surat perintah pencairan dana;
c. PPK menyampaikan hasil pekerjaan kepada KPA dalam bentuk berita acara serah terima hasil pekerjaan;
d. KPA menyerahkan hasil pekerjaan kepada Kuasa Pengguna Barang dalam bentuk berita acara serah terima hasil pekerjaan;
e. Kuasa Pengguna Barang menyerahkan Bantuan Pemerintah kepada penerima bantuan dalam bentuk berita acara serah terima; dan
f. Berita acara serah terima Kuasa Pengguna Barang kepada penerima bantuan selanjutnya dijadikan dasar untuk dilakukan transfer keluar barang persediaan.
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.
TB. HAERU RAHAYU
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA
NOMOR 46 TAHUN 2022 TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 270 TAHUN 2021 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMBANGUNAN KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN ANGGARAN 2022
2. Ketentuan Lampiran II diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
DAFTAR FORMULIR BANTUAN PEMERINTAH KAMPUNG BUDIDAYA DI KABUPATEN PASAMAN TAHUN ANGGARAN 2022
No. Formulir Dokumen Penyusun
1. Formulir 1 Surat Permohonan (Proporsal) Bantuan Pemerintah Kampung Perikanan Budidaya Pasaman Tahun Anggaran 2022
Ketua Kelompok
2. Formulir 2 Outline Proposal Permohonan Bantuan Pemerintah Kampung Perikanan Budidaya Pasaman Tahun Anggaran 2022
Ketua Kelompok
3. Formulir 3 Verifikasi Calon Penerima Bantuan Bantuan Pemerintah Kampung Perikanan Budidaya Pasaman Tahun Anggaran 2022
Pokja Pusat
4. Formulir 4 Berita Acara Hasil Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pemerintah Kampung Perikanan Budidaya Pasaman Tahun Anggaran 2022
Pokja Pusat
5 Formulir 5 Rekapitulasi Hasil Identifikasi dan Verifikasi Calon Penerima Bantuan Pemerintah
Pokja Pusat
6. Formulir 6 Surat Pernyataan Kesiapan dan Kesanggupan Calon Penerima Bantuan
Ketua Kelompok
7. Formulir 7 Surat Pernyataan Komitmen Kepala Dinas Kabupaten/Kota
Kepala Dinas Kabupaten/Kota
8. Formulir 8 Pakta Integritas Ketua Kelompok
9. Formulir 9.a Berita Acara Pemeriksaan Barang PPK 10 Formulir 9.b Lampiran Berita Acara Pemeriksaan
Barang PPK dan
Penyedia 11. Formulir 10.a Berita Acara Serah Terima Barang KPB dan Ketua
Kelompok
No. Formulir Dokumen Penyusun 12. Formulir 10.b Lampiran Berita Acara Serah Terima
Barang
Kuasa Pengguna Barang dan Ketua Kelompok 13. Formulir 11 Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan PPK dan
Penyedia Barang 14. Formulir 12 Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan PPK dan KPA 15. Formulir 13 Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan KPA dan Kuasa
Pengguna Barang 16. Formulir 14 Laporan Pemanfaatan Bantuan Pemerintah Ketua Kelompok 17. Formulir 15 Rekapitulasi Laporan Semesteran Produksi
Ikan Penerima Bantuan
Dinas Kabupaten/Kota 18. Formulir 16 Surat Teguran atau Peringatan Dinas
Kabupaten/Kota 19. Formulir 17 Surat Pernyataan Ketidaksanggupan Ketua Kelompok 20. Formulir 18 Berita Acara Pengalihan Barang Dinas dan Ketua
Kelompok
DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA, Ttd.
TB.HAERU RAHAYU
Salinan sesuai dengan aslinya
Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
Formulir 1 Surat Permohonan Bantuan Pemerintah
KOP KELOMPOK
Nomor : ……….. Tgl/Bln/Tahun Perihal : Permohonan Bantuan
Lampiran : ……… (jumlah) Berkas
Yth. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya
cq. Direktur Produksi dan Usaha Budidaya/Kepala Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang/Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi
di - tempat
Sehubungan dengan usulan calon penerima bantuan pemerintah di kampung perikanan budidaya mas Kabupaten Pasaman, bersama ini kami sampaikan permohonan bantuan (…….jenis bantuan) TA 2022 sebagaimana proposal terlampir.
Demikian disampaikan, atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
..., ...tgl-bln-th….
Ketua Kelompok …………...
Cap dan Tanda Tangan
(...)
Tembusan:
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota ...
Formulir 2 Outline Proposal Bantuan Pemerintah (minimal)
I. PENDAHULUAN
Memuat latar belakang, tujuan, dan sasaran permohonan bantuan.
II. PROFIL ORGANISASI CALON PENERIMA BANTUAN PEMERINTAH
Memuat nama organisasi, alamat organisasi, penetapan organisasi atau badan hukum organisasi ;
1. Nama Kelompok : …...
2. Pengurus
1. Ketua : …...
2. Sekretaris : …...
3. Bendahara : …...
3. Alamat : Jalan, RT/RW
Desa : …...
Kecamatan : …...
Kabupaten/Kota : …...
Provinsi : …...
4. No Telp/Hp : …...
5. Nomor dan Tanggal Pendirian/Pembentukan/Pengukuhan/Pendaftaran Kelompok ……….
6. Keanggotaan : …... Orang 1. …...
2. …...
3. …...
4. …...
5. …...
6. …...
7. …... dst
7. Titik koordinat lokasi usaha per orang dalam kelompok 1. …...
2. …...
3. …...
4. …...
5. …...
6. …...
7. …... dst
III. USAHA PEMBUDIDAYAAN IKAN YANG SEDANG DILAKUKAN
Memuat luas lahan yang dibudidayakan, komoditas yang dibudidayakan, pengelola usaha pembudidayaan ikan.
IV. USULAN BANTUAN PEMERINTAH
Jenis dan jumlah bantuan yang diusulkan.
V. RENCANA PEMANFAATAN BANTUAN
Memuat deskripsi rencana pemanfaatan bantuan (sesuai permohonan)
VI. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
Memuat luas lahan yang akan dikembangkan, pengelola usaha pembudidayaan ikan ke depan, pasar, mitra usaha, dan pengembangan lainnya.
VII. PENUTUP
Lampiran-Lampiran:
1. Fotocopy surat pendirian/pembentukan/pengukuhan/pendaftaran kelompok dan/atau badan hukum.
2. Fotocopy KTP/KK/Surat Keterangan Domisili pengurus dan anggota.
3. Dokumentasi kegiatan usaha pembudidayaan ikan yang sudah dilakukan.
4. Bukti registrasi terdaftar di laman satudata.kkp.go.id.
Formulir 3
FORMULIR VERIFIKASI
CALON PENERIMA BANTUAN ...TAHUN ANGGARAN 2022 (LANGSUNG/DARING)*)
Nama Kelompok : ...
Nama Ketua : ...
Jalan : ... (jalan, kampung, RT/RW) Desa : ... (nama desa)
Kecamatan : ... (nama Kecamatan) Kabupaten/Kota : ... (nama Kab/Kota) Tanggal : ... (tanggal/bulan/tahun) Jenis bantuan yang
Diusulkan : ...
NO KOMPONEN YA**) TIDAK **) KETERANGAN***)
A LOKASI
1 Lokasi bebas banjir dan tersedia sumber air untuk kegiatan pembudidayaan ikan
2 Memiliki kemudahan aksesibilitas:
a. transportasi (minimal roda tiga);
b. komunikasi (akses telepon dan internet);
dan
c. sumber energi (bahan bakar atau listrik) B KELOMPOK
1 Terdaftar di laman satu data
2 Berbadan hukum (akta notaris dan/atau yang terdaftar di Kemenkumham) atau terdaftar di Kementerian yang membidangi
pendidikan/Kementerian Agama atau terdaftar di dinas.
3 Memiliki identitas yang legal, alamat jelas, dan dapat dihubungi.
4 Telah memahami dan akan melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan
6 Mempunyai lahan pembudidayaan yang dikuasai secara legal.
6 Anggota atau pengurus kelompok calon penerima bukan Kepala Desa dan Perangkat
Desa/kelurahan, Aparatur Sipil Negara
(ASN)/BUMN/TNI/POLRI/Anggota Legislatif, dan Penyuluh/PPB.
7 Jumlah anggota kelompok minimal 10 (sepuluh) orang.
NO KOMPONEN YA**) TIDAK **) KETERANGAN***) 8 penanggung jawab calon penerima bantuan
memiliki sarana komunikasi telepon pintar (handphone/smartphone) untuk digunakan dalam mengakses berbagai informasi terkait pembuatan
Pakan Ikan.
9 bersedia mendapatkan pendampingan dari petugas teknis/Penyuluh Perikanan.
Keterangan:
*) Coret yang tidak perlu
**) Beri tanda √√√
***) Isi dengan eksisting lokasi
Pokja Pusat
(………)
Ketua Kelompok,
(……….)
Mengetahui
Dinas Kabupaten/Kota/Penyuluh Perikanan
(...)
Formulir 4
KOP SURAT DIREKTORAT ...
BERITA ACARA HASIL VERIFIKASI
CALON PENERIMA BANTUAN ... TAHUN ANGGARAN 2022 Nomor : ...
Pada hari ... tanggal ... bulan ... tahun…., yang bertanda tangan di bawah ini :
d) Nama : ...
NIP : ...
e) Nama : ...
Ketua Kelompok ……Desa...Kecamatan...Kabupaten...sebagai calon kelompok penerima bantuan ... Tahun Anggaran 2022.
Menyatakan bahwa telah dilakukan verifikasi calon penerima bantuan ... Tahun Anggaran 2022 secara langsung/daring*) yang pelaksanaannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor .../PER-DJPB/2021 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Kampung Perikanan Budidaya Pasaman Tahun Anggaran 2022.
Demikian berita acara ini dibuat dan ditandatangani untuk selanjutnya dapat ditetapkan menjadi kelompok penerima bantuan.
Pokja Pusat
(………)
Ketua Kelompok,
(……….)
Mengetahui
Dinas Kabupaten/Kota/Penyuluh Perikanan
(...)
Formulir 5
REKAPITULASI HASIL IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI CALON PENERIMA BANTUAN ...
TAHUN ANGGARAN 2022
NO KAB/KOTA NAMA
KELOMPOK
KETUA DAN
NO HP DESA KECAMATAN HASIL VERIFIKASI KETERANGAN (LAYAK/TDK LAYAK
Jakarta,… tgl-bln-th….
Pokja Pusat
(………….)
Formulir 6
SURAT PERNYATAAN
KESIAPAN DAN KESANGGUPAN CALON PENERIMA
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : ...
Nama Kelompok : ...
Jabatan : Ketua Kelompok ...
Alamat : ...
Nomor HP : ...
Dalam rangka pelaksanaan Bantuan Pemerintah ... Tahun Anggaran 2022, dengan ini menyatakan:
a. memiliki lahan budidaya yang dikuasai secara legal dan sah untuk kegiatan pembudidayaan Ikan;
b. bersedia menyediakan sarana produksi yang akan digunakan dalam kegiatan pembudidayaan Ikan;
c. sanggup mengoperasionalkan dan memanfaatkan bantuan untuk berproduksi secara kontinu serta bertanggung jawab penuh terhadap barang setelah diserahterimakan dan melaporkan hasil produksi budidaya Ikan setiap triwulan. dan
d. bersedia menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan pemerintah;
e. bersedia untuk menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB); dan
f. bersedia untuk mendapatkan pendampingan dari petugas teknis / penyuluh
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
...,tgl-bln-th,….
Kelompok ...
Materai Rp.10.000 ...
Ketua
Formulir 7
KOP SURAT DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA
SURAT PERNYATAAN KOMITMEN
KEPALA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA...
Yang Bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ...
NIP : ...
Jabatan : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota...
Alamat : ...
Dalam rangka pemanfaatan bantuan pemerintah berupa... Tahun Anggaran 2022, dengan ini kami berkomitmen:
a. melakukan pendampingan pelaksanaan program pembangunan kampung budidaya ikan;
b. bertanggung jawab terhadap keberlanjutan program pembangunan kampung perikanan budidaya;
c. mengusulkan kepada Direktorat ... untuk mengalihkan bantuan barang yang tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya/tidak operasional sesuai yang dipersyaratkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan; dan
d. membantu dalam penandatangan berita acara serah terima (BAST) bantuan.
Demikian surat pernyataan komitmen ini dibuat untuk dapat dipertanggungjawabkan.
...,... tgl-bln-th……….
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota...
Materai 10.000
Cap basah dan tanda tangan ...
NIP...
Formulir 8
KOP SURAT KELOMPOK
PAKTA INTEGRITAS
PENERIMA BANTUAN ... TAHUN ANGGARAN 2022
Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : ...
Jabatan : Ketua Kelompok ……….
Alamat : ... (Diisi alamat Ketua sesuai KTP) Bertindak untuk dan atas nama Kelompok ...
Sebagai penerima bantuan ... Tahun Anggaran 2022, dengan ini menyatakan bahwa saya :
a. akan bertanggungjawab atas pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan pemerintah untuk pembudidayaan Ikan;
b. menyetujui pengalihan bantuan dilakukan oleh dinas apabila tidak mampu memanfaatkan sesuai peruntukannya atau tidak operasional sesuai yang dipersyaratkan dalam petunjuk teknis;
c. tidak memindah tangankan barang Bantuan Pemerintah baik melalui hibah maupun diperjual belikan kepada kelompok lain tanpa pemberitahuan kepada Dinas ;
...,... tgl-bln-th…….
Kelompok...
Materai Rp 10.000,- ...
Ketua/Pimpinan
Formulir 9.a
KOP SURAT SATKER DIREKTORAT/UPT ...
BERITA ACARA PEMERIKSAAN BARANG (...) Nomor: ...
Pada hari ini …… tanggal …….. bulan ………tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua) bertempat di...…… yang beralamat di
………, telah dilakukan pemeriksaan barang bantuan... yang diadakan oleh Direktorat ..., Direktorat Jenderal, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan penyedia barang ……….…. berdasarkan Surat Perjanjian Kontrak Nomor ……… Tanggal ……….
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh PPK dinyatakan bahwa ……….. (menjelaskan kondisi barang)………..
dinyatakan (sesuai/tidak sesuai)* dengan spesifikasi teknis sebagaimana lampiran terlampir.
Demikian berita acara pemeriksaan barang ini dibuat dengan sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
PIHAK KEDUA PIHAK KESATU
(Penyedia ...…….)
……….
PPK
…………..
Formulir 9.b
LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN BARANG BANTUAN ... TAHUN ANGGARAN 2022
Nomor : Tanggal :
DAFTAR BARANG YANG DISERAHTERIMAKAN
NO. NAMA
BARANG/MERK/SPESIFIKASI VOLUME SATUAN KESESUAIAN Sesuai Tidak
PIHAK KEDUA PIHAK KESATU
(Penyedia ...…….)
……….
PPK
…………..
Formulir 10.a
KOP SATKER DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA/UPT
BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG Nomor. ………./2022
Pada hari ini ... tanggal ... bulan ... tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua) telah diadakan serah terima bantuan ...tahun anggaran 2022:
a. Nama : ...
b. Jabatan : Kuasa Pengguna Barang Satker Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya/UPT
c. Alamat : Gedung Mina Bahari IV Lantai 8 Jalan Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat
Bertindak untuk dan atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Kuasa Pengguna Barang, berkedudukan di Gedung Mina Bahari IV Lantai 8 Jalan Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat, untuk selanjutnya disebut PIHAK KESATU
a. Nama : ...
b. Jabatan : Pimpinan/Ketua Kelompok/Lembaga ...
c. Alamat : ……….
yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA Dengan ini menyatakan sebagai berikut:
1. PIHAK KESATU menyerahkan hasil pengadaan Bantuan Pemerintah dari Pejabat Penandatanganan Kontrak Satker Direktorat/UPT ...
berupa barang kepada PIHAK KEDUA, sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Berita Acara ini.
2. PIHAK KEDUA telah memeriksa dan menerima dengan baik hasil penyerahan barang/jasa dari PIHAK KESATU.
3. PIHAK KEDUA menyetujui kewajiban memelihara, mengoperasikan barang dan memanfaatkan bantuan selambat – lambatnya 1 (satu) bulan setelah penyerahan dari PIHAK KESATU sesuai Petunjuk Teknis.
4. PIHAK KEDUA memahami dan menyetujui pengalihan bantuan apabila tidak mampu memanfaatkan sesuai peruntukannya atau tidak operasional sesuai yang dipersyaratkan dalam Petunjuk Teknis.
5. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan merubah atau memodifikasi bantuan selama minimal 1 (satu) tahun.
Demikian berita acara serah terima ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
PIHAK KESATU Kuasa Pengguna Barang
Yang menerima PIHAK KEDUA
Materai Rp.10.000
...
NIP. ...
Materai Rp.10.000
...
Ketua Penerima Bantuan
Mengetahui:
Dinas Kab/Kota ………
...
NIP. ……….
Formulir 10.b
LAMPIRAN BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG BANTUAN ... TAHUN ANGGARAN 2022
Nomor : Tanggal :
DAFTAR BARANG YANG DISERAHTERIMAKAN
NO. NAMA
BARANG/MERK/SPESIFIKASI VOLUME SATUAN (Kg/Unit/Dst.)
PIHAK KESATU Kuasa Pengguna Barang
Yang menerima PIHAK KEDUA
Ttd dan Cap basah
...
NIP...
Ttd dan Cap basah
...
Ketua Penerima Bantuan
Mengetahui:
Dinas Kabupaten/Kota………
Ttd dan Cap basah ...
NIP. ……….
Formulir 11
KOP SURAT SATKER DIREKTORAT/UPT ...
BERITA ACARA PENYELESAIAN PEKERJAAN Nomor :
Pada hari ini ... tanggal ... bulan ... tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua), bertempat di kantor Direktorat/UPT...Jl. ..., telah dilakukan penyelesaian pekerjaan, antara :
... : Pejabat Penandatangan Kontrak Satker Direktorat/UPT………Tahun Anggaran 2022.
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
... : Direktur PT. ... yang Beralamat di JL. ..., selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini PIHAK KEDUA telah menyelesaikan pekerjaan pengadaan ... dengan nilai Rp. ... (...) kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA telah menerima dari PIHAK KEDUA dengan baik dan lengkap. dan PIHAK KEDUA berhak mendapatkan pembayaran sesuai kontrak nomor : ...
tanggal/bulan/tahun.
Demikian berita acara penyelesaian pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak Kedua Yang menyerahkan,
...
Pihak Pertama Yang menerima,
...
Direktur/Kepala UPT NIP. ...
Formulir 12 KOP SURAT SATKER DIREKTORAT/UPT ...
BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN Nomor : /DPB.D3/PL.410/…./2022
Pada hari ini …. tanggal …. bulan ….. tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua), bertempat di kantor Direktorat ... Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Gedung Mina Bahari IV Lantai 5, Jakarta Pusat, telah dilakukan penyelesaian pekerjaan, antara :
... : Pejabat Pembuat Komitmen Satker Direktorat/UPT... Tahun Anggaran 2022 selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
... : Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran 2022
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini PIHAK PERTAMA telah menyelesaikan pekerjaan
……… dengan nilai kontrak sebesar Rp. ... - (...) dan PIHAK KEDUA telah menerima hasil penyelesaian pekerjaan tersebut dari PIHAK PERTAMA dengan baik dan lengkap sesuai dengan surat perjanjian (kontrak) nomor : ….., tanggal ...
Demikian berita acara serah terima hasil pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak Kedua Yang menerima,
(...) NIP.
Pihak Pertama Yang menyerahkan,
(...) NIP.
Formulir 13
KOP SURAT SATKER DIREKTORAT/UPT...
BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN Nomor : /DPB.D3/PL.410/…./2022
Pada hari ini …. tanggal …. bulan ….. tahun 2022 (dua ribu dua puluh dua), bertempat di kantor Direktorat ... Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Gedung Mina Bahari IV Lantai 5, Jakarta Pusat, telah dilakukan penyelesaian pekerjaan, antara :
... : Kuasa Pengguna Anggaran Satker Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya/UPT Tahun Anggaran 2022.
selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
... : Kuasa Pengguna Barang Satker Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya/UPT Tahun Anggaran 2022.
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
Dengan ini PIHAK PERTAMA telah menyelesaikan pekerjaan
………. dengan nilai kontrak sebesar Rp. ... - (...) dan PIHAK KEDUA telah menerima hasil penyelesaian pekerjaan tersebut dari PIHAK PERTAMA dengan baik dan lengkap sesuai dengan surat perjanjian (kontrak) nomor : ….., tanggal ...
Demikian berita acara serah terima hasil pekerjaan ini dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Pihak Kedua Yang menerima,
(...) NIP.
Pihak Pertama Yang menyerahkan,
(...) NIP.
Formulir 14
LAPORAN PEMANFAATAN BANTUAN PEMERINTAH
Nama Kelompok : ………..
Alamat Kelompok : ………..
Alamat Lokasi Kegiatan : ………..
Jenis Bantuan : ………..
Target Produksi : ...ekor benih (bantuan UPR)
………Kg (bantuan sarana produksi budidaya)
BULAN KE.
VOLUME PRODUKSI
(kg)
NILAI PRODUKSI
(Rp.)
DISTRIBUSI PRODUKSI (Lokasi)
KENDALA/
PERMASALAHAN KET.
1.
2.
3.
Dst …
...,... 2022
Diketahui Oleh:
Dinas Kab/Kota/Penyuluh
Ttd
……….
Dibuat Oleh:
Kelompok …..
Ttd dan Cap basah
...
Formulir 15
REKAPITULASI LAPORAN SEMESTERAN PRODUKSI BUDIDAYA IKAN PENERIMA BANTUAN
Jenis Kegiatan Produksi : ...Pembenihan ...(pembesaran) Kabupaten/Kota : ………..
………..., ...2022
Kepala Dinas KP Kabupaten/Kota ...
ttd dan cap basah
(...) NIP. ………
No
Nama Kelompok
Alamat
Semester
Kendala/
Permasalahan Volume
produksi (kg)
Nilai produksi
(Rp.)
Distribusi produksi
Ket.
1.
2.
3.
4.
5.
dst
Formulir 16
KOP SURAT DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA
SURAT TEGURAN ATAU PERINGATAN
……….., tanggal/bulan/tahun Nomor : ………..
Perihal : Surat Peringatan Yth. Ketua Kelompok …….
Di Tempat
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bantuan ... tahun anggaran 2022, bahwa bantuan yang diterima tidak dipergunakan sebagaimana peruntukannya atau tidak operasional sebagaimana ketentuan dalam petunjuk teknis.
Sesuai dengan dokumen-dokumen dalam petunjuk teknis yang sudah disepakati dan ditandatangani oleh kelompok, bahwa bantuan yang tidak operasional atau tidak digunakan, maka dinas berhak untuk melakukan pemindahan bantuan kepada kelompok yang mampu memanfaatkan.
Kami mengharapkan penarikan bantuan oleh dinas adalah alternatif terakhir. Untuk itu sebelum terjadinya pemindahan tersebut, kami harap saudara dapat memanfaatkan bantuan tersebut (dalam jangka waktu ………) yang sudah disetujui bersama. Adapun surat ini menjadi peringatan agar dapat memaksimalkan penggunaan bantuan.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Kepala Dinas Kabupaten/Kota...
(...) NIP...
Tembusan:
1. Direktur Pakan dan Obat Ikan
2. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi…..
Formulir 17
SURAT PERNYATAAN KETIDAKSANGGUPAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ………
Jabatan : ………
Nama yayasan/kelompok : ………
Alamat : ………
Dengan ini, saya atas nama yayasan/kelompok ………..menerangkan dengan sebernarnya bahwa yayasan/kelompok ……….sudah tidak mampu memanfaatkan bantuan ... tahun anggaran 2022 yang kami terima..
Oleh karena itu, kami menyetujui untuk pengalihan bantuan kepada kelompok pembudi daya ikan lain yang mampu mengoperasionalkan dan memenuhi persyaratan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan serta tidak akan menuntut pemindahan bantuan tersebut .
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
……,(tanggal/bulan/tahun) Yang Membuat Pernyataan,
Ketua
Kelompok/Yayasan…….
Materai Rp.10.000
(………)
Formulir 18
KOP SURAT DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN/KOTA
BERITA ACARA PENGALIHAN BARANG NO : /DPB.D3/TU.420/ /2022
Pada hari ini ... tanggal ……... bulan ...
tahun 20… (dua ribu ……….) telah diadakan pengalihan bantuan ... Tahun Anggaran 2022 :
a. Nama : ...
b. Jabatan : Ketua Kelompok ...
c. Alamat : ...
untuk selanjutnya disebut PIHAK KESATU
a. Nama : ...
b. Jabatan : Ketua Kelompok ...
c. Alamat : ...
yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
Dengan ini menyatakan sebagai berikut :
1. PIHAK KESATU menyerahkan dan memindahkan bantuan ... tahun anggaran 2022 yang merupakan bantuan dari Direktorat ... berupa barang kepada PIHAK KEDUA yaitu :
No Jenis Type Jumlah (unit)
1 1 (satu)
2 1 (satu)
2. PIHAK KESATU menyerahkan bantuan ...kepada PIHAK KEDUA dengan alasan bantuan tersebut sampai dengan saat ini belum dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya dan sesuai dengan petunjuk teknis dan bahwa PIHAK KESATU menyetujui pengalihan bantuan karena tidak mampu memanfaatkan sesuai peruntukannya atau tidak operasional;
3. PIHAK KEDUA menyetujui kewajiban memelihara dan mengoperasikan barang/jasa selambat – lambatnya 1 (satu) bulan setelah penyerahan dari PIHAK KESATU sesuai petunjuk teknis;
4. PIHAK KEDUA memahami dan menyetujui pengalihan bantuan apabila tidak mampu memanfaatkan sesuai peruntukannya atau tidak operasional;
5. PIHAK KEDUA tidak diperbolehkan merubah atau memodifikasi bantuan selama minimal 1 (satu) tahun.
Demikian berita acara pengalihan barang ini dibuat rangkap 2 (dua) dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
PIHAK KESATU Yang Menyerahkan,
Ketua Kelompok
(………)
PIHAK KEDUA Yang Menerima, Ketua Kelompok
Materai Rp. 10.000
(………)
Mengetahui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan
Kabupaten ………..
(...) NIP...