• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

NOMOR 14 /PER-DJPDSPKP/2017 TENTANG

PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN AIR BLAST FREEZER TAHUN 2017

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan efektivitas dan terukurnya hasil pelaksanaan pengelolaan Bantuan Pemerintah di lingkup Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, perlu menyempurnakan Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nomor 3/PER-DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air Blast Freezer Tahun 2017;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air blast freezer Tahun 2017;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433);

2. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

3. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 5);

(2)

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK.05/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1746);

5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum Dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2153);

6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 220);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN AIR BLAST FREEZER

TAHUN 2017.

Pasal 1

Menetapkan Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air blast freezer Tahun 2017 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

Pasal 2

Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air blast freezer

Tahun 2017 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 digunakan sebagai pedoman bagi satuan kerja Lingkup Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas yang menangani urusan kelautan dan perikanan di daerah, dan para pelaku usaha perikanan, serta penyuluh perikanan dalam pelaksanaan kegiatan Tahun 2017.

(3)

Pasal 3

Pada saat Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku, Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nomor 3/PER-DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air Blast Freezer Tahun 2017, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Pasal 4

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 15 Mei 2017

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN

DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN Ttd NILANTO PERBOWO Paraf Sesditjen Dir.Logistik Kabag Program

Kabag Hukum, Kerja Sama, dan Humas

Kasubag Hukum

Disalin sesuai dengan aslinya Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama,

dan Humas

(4)

Lampiran I : Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nomor14/PER-DJPDSPKP/2017 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Pemerintah Pembangunan Air blast freezer

Tahun 2017

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan

Tujuan penyusunan Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Air Blast Freezer adalah:

a. terlaksananya pembangunan, penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah berupa Air Blast Freezer;

b. terjaganya mutu ikan dengan terbekukannya produk perikanan berdasarkan utilitas Air Blast Freezer sebesar 50% (lima puluh persen) selama 1 tahun.

B. Sasaran

Sasaran bantuan pemerintah Air blast freezer adalah Lembaga Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah.

C. Pengertian

1. Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah /non pemerintah.

2. Sarana sistem rantai dingin adalah peralatan untuk menerapkan teknik pendinginan maupun pembekuan terhadap ikan secara terus menerus dan tidak terputus sejak penangkapan, pemanenan, penanganan, pengolahan, distribusi hingga diterima konsumen. Penerapan sistem rantai dingin bertujuan untuk menjaga mutu dan keamanan produk perikanan.

3. Air blast freezer adalah satu kesatuan bangunan yang terdiri dari konstruksi sipil, konstruksi rangka baja dan pekerjaan instalasi cold room yang dirancang dengan desain khusus untuk membekukan ikan.

4. Dinas Provinsi atau Kabupaten/Kota adalah Satuan kerja perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota yang bertanggung jawab dibidang kelautan dan perikanan.

(5)

BAB II

PELAKSANAAN PENGELOLAAN BANTUAN PEMERINTAH A. Pemberi Bantuan Pemerintah

Pemberi Bantuan Pemerintah berupa Air blast freezer Satker Direktorat Logistik, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sumber dana berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang terdapat pada DIPA tahun anggaran 2017 Direktorat Logistik, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

B. Bentuk Bantuan Pemerintah 1. Bentuk Bantuan Pemerintah

Bentuk Bantuan Pemerintah yang akan diserahkan berupa ”bantuan pembangunan gedung/bangunan” sesuai dengan Permen KP Nomor 70/PERMEN-KP/2016 tentang Pedoman Umum Dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah di Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2. Spesifikasi Bantuan Pemerintah

2.1. Persyaratan umum

A. Dokumen perencanaan

1. Dokumen studi kelayakan (data potensi perikanan, jenis produk dan rencana operasional/kelayakan usaha, kondisi eksisting). 2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan dokumen anggaran.

B. Lokasi

1. Status kepemilikan lahan jelas milik pemerintah daerah dan harus diserahkan terlebih dahulu selama pembangunan Air blast freezer kepada Ditjen PDSPKP

2. Lokasi pembangunan harus berada pada lokasi yang sudah ada aktifitas bisnis perikanan baik kegiatan produksi maupun pemasaran dengan volume yang cukup yang secara rill memerlukan fasilitas Air blast freezer serta didukung dengan aksestabilitas untuk penyediaan ikan yang akan dibekukan. 3. Lahan clean and clear (status kepemilikan jelas yang dibuktikan

dengan sertifikat, tidak dalam sengketa, sesuai dengan tata ruang yang direncanakan).

C. Ketersediaan air bersih, antara lain:

1. Air harus memenuhi standar untuk penanganan pangan.

2. Kapasitas debit air minimal yang dibutuhkan sudah tersedia di lokasi baik dari PAM maupun sumber air lainnya yang siap digunakan, dibuktikan dengan surat keterangan ketersediaan sumber air bersih dari Perusahaan penyedia air bersih atau instansi yang berkompeten.

D. Ketersediaan listrik, antara lain:

1. Kapasitas listrik yang tersedia siap digunakan di lokasi, dibuktikan dengan surat keterangan ketersediaan/dukungan listrik dari PLN.

(6)

2. Air blast freezer kapasitas 4 ton membutuhkan daya listrik minimal 70 KVA atau sesuai dengan kapasitas Air blast freezer

yang dibangun. Penyediaan listrik sesuai kebutuhan disediakan oleh pengelola baik untuk operasional selama proses pembangunan maupun sebelum dilakukan running test.

2.2. Persyaratan khusus A. Bangunan utama

Merupakan satu kesatuan bangunan yang terdiri dari konstruksi sipil, konstruksi rangka baja dan pekerjaan instalasi berbagai jenis

cold room yang dirancang dengan desain khusus.

1. Yang termasuk dalam konstruksi sipil adalah pekerjaan persiapan lahan, pembangunan pondasi (termasuk pondasi mesin refrigerasi dan pondasi cold room), pekerjaan instalasi air, pekerjaan instalasi listrik dan pekerjaan konstruksi bangunan /ruang sipil;

2. Yang termasuk dalam konstruksi rangka baja adalah pembangunan konstruksi tiang penyangga dan pekerjaan atap; 3. Yang termasuk dalam cold room adalah berbagai macam ruangan

dengan dinding dan atap yang berupa panel berinsulasi, dilengkapi dengan mesin refrigerasi utnuk pengaturan suhu dan kecepatan udara di dalamnya. Mesin refrigerasi yang digunakan terdiri dari condensing unit dan evaporator berikut sistem control.

Air blast freezer Berfungsi sebagai ruangan pembeku produk dengan suhu ruangan mencapai -40°C dengan kecepatan udara sampai dengan 10m/detik.

B. Struktur lantai

Lantai pada pembangunan ABF mempunyai desain yang khusus agar terbebas dari resiko kerusakan struktur yang disebabkan proses pengembangan dan penyusutan, karena tekanan temperatur. Struktur lantai terdiri dari cor beton, pu panel dan pipa ventilasi.

Gambar struktur lantai Air blast freezer dan ABF C. Sarana penanganan

Merupakan sarana yang digunakan dalam proses penanganan ikan yang meliputi rak pembeku dan pan pembeku.

(7)

2.3. Spesifikasi Teknis

A. Spesifikasi Bangunan

1. Standar luas bangunan Air blast freezer 4 ton/hari No. Item Barang Spesfikasi Vol/Unit

1 BANGUNAN

SIPIL Pekerjaan Sipil bangunan dengan PU Panel

34,85 m2

2. Layout bangunan Air blast freezer 4 ton/hari

Contoh desain Air blast freezer 200 ton

Contoh desain ABF yang bergabung dengan bangunan cold storage

(8)

3. Spesifikasi teknis Air blast freezer 4 ton/hari

No. Item Barang Spesfikasi Vol/Unit

II Air Blast Freezer Air Blast Freezer dengan kemampuan pembekuan 2 ton, dengan hasil product core temperature -18 0C dalam waktu 8 jam.

1 Insulation Panel

Air Blast Freezer Cap 4 ton/hari -35 °C 2x (L. 5 x P. 4.5 x T. 3.5)

a. (P. 5 x L. 4,5 x T. 3.5M);

b. bahan insulator: polyurethane; c. density minimum 45 ± 5% kg/m³; d. ketebalan panel: minimum 150 mm; e. thermal conductivity: maksimum 0.20

W/mk;

f. bahan blowing agent: Non HCFC/HFC/CFC (sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/MIND/PER/5/2014 tentang Pelarangan Penggunaan Hydrochlorofluorocarbon (HCFC); g. Fire Behaviour of Building Material

Test minimum Class B2 as per DIN 4102 atau setara;

h. bahan skin panel: PPGI;

i. lapisan zinc untuk daya tahan panel terhadap karat: minimal 275 g/m²;

j. top coat skin panel: food grade dan mempunyai lapisan antibacterial; k. panel connection system: cam lock

system;

l. bahan insulation lantai: PU Slab 150 mm dilengkapi dengan bahan bersifat

moisture barrier, dilengkapi dengan asesoris:

1) weather proof lamp; 2) PVC curtain;dan

1 Set

Contoh desain ABF yang terpisah dengan bangunan cold storage

(9)

No. Item Barang Spesfikasi Vol/Unit 3) 1 set swing door 1 x 2 m, dengan

handle, lock, rail, stopper dan door heater;

m. spesifikasi PU tercantum dalam brosur pabrikan pembuat PU Panel; dan

n. mendapat dukungan penuh dari pabrikan pembuat PU Panel.

2 Refrigeration Machine

Condensing Unit

Blast Freezer

a. condensing unit dirakit langsung oleh pabrik pembuat compressor;

b. compressor jenis two stage semi hermetic, 6 silinder dengan minimum daya 25 HP;

c. cooling capacity dari condensing unit: minimum 27 kW pada suhu Evaporasi -30 °C dan suhu kondensasi 44,3 °C;

d. mass flow refrigerant pada

compressor: minimum 149 g/s;

e. jenis condensing unit: air cooled condensing unit;

f. sumber daya listrik 380 V, 3 phase, 50 Hz;

g. equipment standard:

1) suction and discharge pressure gauge;

2) high low pressure control; 3) liquid receiver with sigh glass; 4) oil separator;

5) check valve; dan

6) sight glass and filter dryer;

h. refrigerant: Zero ODP, R404a (sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41/MIND/PER/ 5/2014 tentang Pelarangan Penggunaan Hydrochlorofluorocarbon (HCFC);

i. spesifikasi condensing unit sesuai dengan yang tercantum dalam brosur

condensing unit;

j. mendapat dukungan penuh dari pabrikan; dan

k. condensing unit dihasilkan dari sistem manajemen mutu ISO

Certification 9001: 2008/2015 atau setara. 1 Set 3 Evaporator Blast Freezer Room Temperature -35 C

a. mempunyai cooling capacity

minimum 27 Kw;

b. jarak antar fin minimum 8,5 mm;

(10)

No. Item Barang Spesfikasi Vol/Unit c. fan minimum 2 x 630 mm;

d. fan motor: 3 phase/380 V/50 Hz; e. fin/tube material: aluminium/copper f. air flow: minimum 29.000 m³/h; g. air throw: minimal 32 m;

h. dilengkapi dengan heater defrost coil

dan tray;

i. spesifikasi sesuai brosur dan mendapat dukungan penuh dari pabrikan; dan

j. produk dihasilkan dari sistem manajemen mutu ISO Certification

9001: 2008/2015 atau setara. 4 Control Panel and

Installation a. menggunakan pipa jenis pipe ASTM B 280 atau setara; hard copper b. menggunakan kabel dengan standar

SNI;

c. Equipment Standard Kontrol Panel: 1) MCCB;

2) magnetic contactor;

3) thermal overload; 4) indicator lamp; 5) time delay relay;

6) temperature and defrost controler; 7) upper/under voltage protection;

dan

8) phase failure protection;

d. pressure test min. 250 psi, 24 jam; e. refrigerant R404a;

f. tray/ladder support; dan g. pipe insulation.

1 Set

V Monitoring System Dapat diakses melalui PC, smart phone, laptop dengan koneksi Internet untuk mengetahui temperature dan status unit pendingin.

1 Set

VI Pengiriman Biaya pengiriman 1 Pkt

4. Jaminan Purna Jual

a. Jaminan kualitas mesin selama minimal 12 Bulan terhitung dari tanggal

start up dan commisioning test Air blast freezer. Apabila terjadi gagal fungsi Air blast freezer yang disebabkan kurun waktu sebagai berikut kesalahan penyedia mesin, maka penyedia harus melakukan tindakan perbaikan/ penggantian.

b. Jaminan ketersediaan suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan mesin dengan jangka waktu minimal 2 tahun terhitung dari tanggal selesainya masa jaminan kualitas. Pembangunan Air blast freezer harus disertai dengan kegiatan bimbingan teknis bagi operator sehingga mempunyai kemampuan:

(11)

1. Mengoperasionalkan mesin 2. Melakukan perawatan berkala 3. Melakukan perbaikan ringan

c. Penyedia mesin harus menyertakan buku panduan operasional dan lembaran untuk pengecekan dan pelaporan

C. Rincian Jumlah Bantuan Pemerintah

Pembangunan air blast freezer di 2 lokasi kabupaten/kota. D. Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah

1. Kriteria Penerima Bantuan Pemerintah

Bantuan Air blast freezer dapat diberikan kepada: Lembaga Pemerintah

a. pemerintah daerah tingkat provinsi atau kabupaten/kota b. melakukan/menangani urusan kelautan dan perikanan 2. Persyaratan Penerima Bantuan Pemerintah

Syarat-syarat penerima bantuan Air blast freezer adalah Lembaga Pemerintah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Dinas Kelautan dan Perikanan atau yang menangani kelautan dan perikanan mengajukan proposal/usulan permohonan bantuan kepada Direktur Jenderal PDSPKP atau Direktur Logistik.

Proposal yang memuat uraian informasi antara lain mengenai: a. Potensi perikanan wilayah

b. Kondisi aktifitas pemasaran (lokasi, komoditas yang disimpan, waktu operasional dan jumlah pedagang)

c. Profil lahan (luas, letak lokasi, kondisi lahan, akses jalan utama, kedekatan dengan tempat aktivitas bisnis hasil perikanan)

d. Sarana dan prasarana pemasaran penunjang yang dibutuhkan e. Rencana pemanfaatan serta pengelolaan dan Organisasi

Pengelola.

2. Membuat surat pernyataan ketersediaan listrik dan air yang cukup 3. Membuat surat penetapan lahan (clear and clean) dan kesesuaian

rencana pembangunan prasarana pemasaran dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang ditandatangani oleh Gubernur/Bupati/Walikota.

4. Membuat surat kesanggupan menerima bantuan langsung berupa bangunan air blast freezer.

5. Membuat surat pernyataan yang ditandatangani Gubernur/ Bupati/Walikota/Kepala Lembaga Pemerintah pengusul.

E. Mekanisme Pemberian Bantuan Pemerintah

a. Bantuan Pemerintah Air Blast Freezer merupakan penyempurnaan/penambahan kapasitas ruang pendingin unit cold storage

di Kabupaten Malang yang telah dibangun di tahun 2016.

b. Pemberian Bantuan Pemerintah dilaksanakan berdasarkan usulan proposal dari calon penerima Bantuan Pemerintah atau unit kerja calon penerima Bantuan Pemerintah kepada Direktur Jenderal sesuai dengan jenis Bantuan Pemerintah;

(12)

c. Verifikasi lapangan dan administrasi

Usulan yang telah masuk akan diverifikasi oleh Staf Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan

d. Penetapan calon penerima

Calon penerima ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA e. Proses Pengadaan

Pelaksanaan pengadaan dilakukan oleh Satker Pusat melalui mekanisme Pengadaan Barang/Jasa sesuai dengan peraturan presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah dan perubahannya.

f. Penyerahan Bantuan Pemerintah

Penyerahan Bantuan Pemerintah dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima dari Kuasa Pengguna Barang kepada Penerima Bantuan Pemerintah

g. Monitoring Pemanfaatan

Monitoring pemanfaatan terhadap bantuan pemerintah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Analisa Usaha

Rincian analisis usaha Air blast freezer 4 ton/hari adalah sebagai berikut:

Uraian Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

Inflow a. Pendapatan - 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 b. Dana sendiri 774,669,017 c. Kredit investasi 3,098,676,069 d. Kredit modal kerja - e. Nilai sisa 725,193,663 Jumlah 3,873,345,087 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 19,375,193,663 Inflow untuk IRR - 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 18,650,000,000 19,375,193,663 Outflow a. Biaya investasi 1,059,478,420 - - - - b. Biaya modal kerja 2,813,866,667 c. Biaya operasional - 16,883,200,000 16,883,200,000 16,883,200,000 16,883,200,000 16,883,200,000 d. Angsuran - 718,247,291 696,556,558 674,865,826 653,175,093 631,484,361 e. Pajak 11,2 % - 112,895,012 112,895,012 112,895,012 112,895,012 112,895,012 Jumlah 3,873,345,087 17,714,342,303 17,692,651,570 17,670,960,838 17,649,270,105 17,627,579,373 Outflow untuk IRR 3,873,345,087 16,996,095,012 16,996,095,012 16,996,095,012 16,996,095,012 16,996,095,012 Total cashflow - 935,657,697 957,348,430 979,039,162 1,000,729,895 1,747,614,291 Cashflow untuk IRR (3,873,345,087) 1,653,904,988 1,653,904,988 1,653,904,988 1,653,904,988 2,379,098,651 PV Factor 100% 85.11% 72.43% 61.64% 52.46% 44.65% PV of Cash flow (3,873,345,087) 1,407,578,713 1,197,939,330 1,019,522,834 867,679,008 1,062,241,141 Cummulative PV (3,873,345,087) (2,465,766,374) (1,267,827,043) (248,304,209) 619,374,799 1,681,615,940 Catatan :

- Biaya investasi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan

(13)

No Jenis Biaya Satuan Jumlah 1 Thn Harga/Satuan Nilai (Rp)

A Bahan Baku (ton) kg -

- tongkol kg 150,000 20,000 3,000,000,000 - Layang kg 200,000 20,000 4,000,000,000 - Kembung kg 100,000 25,000 2,500,000,000 - baby Tuna kg 50,000 50,000 2,500,000,000 - cakalang kg 50,000 40,000 2,000,000,000 - lainnya kg 25,000 25,000 625,000,000 plastik PE Buah 45,000 100 4,500,000 Kardus buah 45,000 3,000 135,000,000 karung buah 6,667 600 4,000,000 Transportasi Rp/Kg 550,000 2,000 1,100,000,000

B Biaya Tenaga Kerja -

- Tenaga Operasional org 10 30,000,000 300,000,000 - Manajerial & administrasi org 3 54,000,000 162,000,000

- Pimpinan org 1 90,000,000 90,000,000

C Biaya Tetap

Listrik (70 KVA) bulan 12 30,000,000 360,000,000

Air m3 3,600 25,000 90,000,000 BBM (Cadangan) liter 1,000 6,700 6,700,000 Administrasi bulan 12 500,000 6,000,000 Jumlah Biaya Operasional 16,883,200,000

Asumsi penjualan ikan dalam 1 tahun:

No Hasil Produksi nilai penjualan

Jenis Kg Harga 1 - tongkol 150,000 27,000 4,050,000,000 2 - Layang 200,000 27,000 5,400,000,000 3 - Kembung 100,000 32,000 3,200,000,000 4 - cakalang 50,000 47,000 2,350,000,000 5 - baby Tuna 50,000 57,000 2,850,000,000 6 - lainnya 25,000 32,000 800,000,000 575,000 18,650,000,000 Kriteria Kelayakan: No Kriteria Kelayakan 1 IRR 24.63% 2 B/C Gross Ratio: - Benefit DF 12.5 % (Rp) 267,249,476,519 - Cost DF 12.5 % (Rp) 263,393,812,152 3 B/C ratio DF 12.5 % 1.015 4 Net B/C ratio DF 12.5 % 1.18 5 NPV DF 12.5 % (Rp) 3,855,664,367 6 Payback Period 2.55

(14)

Berdasarkan analisis usaha air blast freezer diatas diperoleh data sebagai berikut:

1. Pendapatan pada usaha ini diasumsikan bahwa air blast freezer beroperasi selama 1 tahun dengan harga di atas, sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 18,650,000,000/tahun.

2. Ketersediaan dana pada usaha ini berasal dari dana sendiri dan kredit investasi. Dana sendiri sebesar Rp. 774,669,017, sedangkan kredit investasi sebesar Rp. 3,098,676,069.

3. Biaya investasi diasumsikan dikeluarkan pada tahun pertama, yaitu pada tahun ke-0. Biaya investasi pada usaha ini sebesar Rp. 1.059.478.420.

4. Biaya operasional pada usaha ini meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 3,873,345,087,- pada tahun 1, dan seterusnya berdasarkan tabel diatas.

5. Nilai IRR = 24.63%

6. Nilai IRR ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan modal pinjaman sampai tingkat bunga maksimum sebesar 24.63%. Nilai IRR ini lebih besar dari tingkat suku bungan Bank. Kriteria kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tersebut layak untuk dikembangkan.

7. Net B/C ratio = 1.18

Berdasarkan tabel diatas nilai Net B/C ratio = 1.18. Hal ini berarti setiap Rp. 1,00 pengeluaran pada saat usaha maka akan menghasilkan manfaat Rp. 1.18. Artinya apabila nilai Net B/C ratio>1 maka usaha tersebut layak untuk dikembangkan.

8. NPV = Rp. 3,855,664,367

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa hasil analisis nilai NPV sebesar Rp. 3,855,664,367 lebih besar dari nol, artinya usaha tersebut menguntungan

dan layak untuk dikembangkan. Berdasarkan kriteria investasi, suatu usaha layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan jika nilai NPV>0.

9. Payback Period = 2.55

Nilai Payback Period pada usaha diatas sebesar 2.55 menunjukkan bahwa modal investasi yang dimiliki saat ini dapat dikembalikan dalam jangka waktu 2 tahun 6 bulan selama umur proyek.

F. Pengelolaan

Pengelolaan bantuan pemerintah memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Bantuan pemerintah yang diterima dapat dikelola sendiri atau dikerjasamakan dengan pihak lain sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Pengelolaan Air blast freezer ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).

3. Pengelola Air blast freezer harus bekerjasama dengan operator utama SLIN yang ditunjuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan

(15)

BAB III KELEMBAGAAN

A. Pemerintah Pusat

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai regulator, fasilitator, penanggungjawab dan pelaksana pemberi bantuan Air Blast Freezer, kegiatannya dikoordinasikan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan c.q. Direktur Logistik.

Dalam melaksanakan bantuan dimaksud Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan c.q. Direktur Logistik memiliki tugas sebagai berikut:

1. menyusun dan menetapkan petunjuk teknis bantuan pemerintah Air Blast Freezer;

2. mempersiapkan spesifikasi teknis paket bantuan Air Blast Freezer; 3. melakukan validasi terhadap dokumen usulan calon penerima bantuan; 4. melakukan penetapan penerima bantuan berdasarkan keputusan

Direktur Jenderal;

5. melaksanakan pembangunan bantuan Air Blast Freezer;

6. melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan terkait calon pengelola bantuan Air Blast Freezer;

7. melakukan penyerahan bantuan Air Blast Freezer kepada penerima bantuan;

8. melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan, validasi calon penerima, penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah;

B. Pemerintah Daerah

Dalam mendukung pelaksanaan bantuan pemerintah Air Blast Freezer, Dinas yang membidangi perikanan memiliki tugas sebagai berikut:

1. Mengajukan proposal pengajuan pembangunan Air Blast Freezer.

2. Menyiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan seperti surat ketersediaan lahan, listrik, air dan kesanggupan pemanfaatan.

3. Memberikan bantuan personal untuk pengelola teknis selama proses pembangunan

4. Melakukan pemantauan, evaluasi, pembinaan dan pelaporan pemanfaatan Abir Blast Freezer; dan

5. Menyampaikan laporan pemanfaatan bantuan di wilayahnya secara berkala kepada Direktorat Logistik, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

(16)

BAB IV

PEMBINAAN, MONITORING, EVALUASI, DAN PELAPORAN

A. Pembinaan

Pembinaan terhadap penerima Bantuan Pemerintah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal melalui Direktorat Logistik. Pembinaan yang dilakukan di antaranya terhadap manajemen logistik bahan baku.

B. Monitoring dan Evaluasi

Dalam rangka pencapaian target kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan dan penyaluran Bantuan Pemerintah Pembangunan, Direktur Jenderal dan Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya melakukan monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi antara lain melakukan pengawasan terhadap:

1. Kesesuaian antara pelaksanaan penetapan calon penerima, pembangunan dan penyerahan bantuan pemerintah Air Blast Freezer

dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan serta ketentuan peraturan terkait lainnya; dan

2. Kesesuaian antara target capaian dengan realisasi.

Dalam rangka perbaikan penyaluran bantuan Air Blast Freezer, Direktur Jenderal dapat mengambil langkah-langkah tindak lanjut dengan mengacu pada hasil monitoring dan evaluasi

C. Pelaporan

Penerima Bantuan Pemerintah wajib memberikan laporan tertulis kepada Ditjen PDSPKP melalui Direktorat Logistik dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

a. Penerima Bantuan Pemerintah wajib menyampaikan laporan tertulis kegiatan pemanfaatan/operasionalisasi setiap semester dan tahunan atau sewaktu-waktu bila diminta, kepada Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Logistik dengan tembusan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota dengan alamat:

Direktorat Logistik, Ditjen PDSPKP

Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan Gedung Mina Bahari III Lantai 12

Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat Telp/Fax 021- 3500163

Email: [email protected] b. Materi pelaporan minimal mencakup:

1) Profil Penerima Bantuan Pemerintah; 2) Data produksi usaha (utilitas);

3) Status pemanfaatan;

4) Kondisi bantuan dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan pemanfaatan/operasionalisasi.

(17)

D. Sanksi

Penerima bantuan Air Blast Freezer wajib melaksanakan pemanfaatan sesuai dengan peruntukannya dengan mengacu pada petunjuk teknis, apabila penerima bantuan dimaksud tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan sesuai dengan peruntukannya dengan mengacu pada petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku maka:

1. Jika penerima bantuan tidak dapat mengoperasionalkan bantuan pemerintah sesuai dengan peruntukannya, maka akan dipertimbangkan untuk tidak akan diberikan bantuan selama bantuan tersebut belum operasional.

2. Jika penerima bantuan melakukan pelanggaran bersifat administratif, maka akan dipertimbangkan untuk tidak akan diberikan bantuan selama bantuan tersebut belum operasional.

3. Jika penerima bantuan sedang mengalami persoalan hukum atas bantuan pemerintah lainnya yang telah diterima pada tahun sebelumnya maka tidak akan direkomendasikan untuk menerima bantuan pada tahun berjalan sesuai dengan persoalan hukum selesai sesuai dengan ketentuan.

BAB V PENUTUP

Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah berupa Air blast freezer, diharapkan dapat dimplementasikan oleh seluruh pemegang kebijakan dan Penerima Bantuan pada tahun anggaran 2017 dengan baik.

Diharapkan kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam bantuan ini, baik langsung maupun tidak langsung seyogyanya terlebih dahulu memahami isi Petunjuk Teknis Bantuan ini. Dengan demikian kekeliruan dan kesalahan prosedur selama pelaksanaan dapat dihindarkan. Petunjuk Teknis ini diharapkan menjadi acuan bagi pelaksana kegiatan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan bantuan.

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN

Ttd

NILANTO PERBOWO Disalin sesuai dengan aslinya

Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama, dan Humas

(18)

Lampiran II :

Peraturan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nomor 14 /PER-DJPDSPKP/2017

tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Pembangunan Air Blast Freezer

DOKUMEN PENDUKUNG KEGIATAN BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUAN AIR BLAST FREEZER

1. Surat Permohonan Kepala Dinas Kabupaten/Kota = KOP SURAT =

Kabupaten/Kota ………., ……… 2017 Nomor : ………

Perihal : Permohonan Bantuan Air Blast Freezer

Lampiran : ... berkas Kepada Yth.

Direktur Jenderal/Direktur Logistik di

Tempat

Bersama ini kami sampaikan bahwa dalam rangka menunjang kegiatan … (dalam bidang perikanan dan kelautan). Berkenaan dengan hal tersebut kami mohon dapat diberikan bantuan berupa Air Blast Freezer kapasitas ...

Sebagai bahan pertimbangan, dengan ini kami lampirkan hal-hal sebagai berikut:

1. Proposal Usulan

2. Profil Penerima Bantuan Pemerintah Air Blast Freezer

3. Pakta Integritas/Surat Pernyataan Pemanfaatan Bantuan

4. Pakta Integritas/Surat Pernyataan Kesiapan, Mampu dan Kesanggupan Menyediakan Biaya operasional Air Blast Freezer.

Demikian surat permohonan bantuan Air Blast Freezer ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Kab/Kota ……….., ……….. 2017

ttd & cap basah

(19)

2. Outline proposal usulan

OUTLINE PROPOSAL USULAN

BANTUAN PEMERINTAH PEMBANGUNAN AIR BLAST FREEZER

A. PENDAHULUAN

1. Keragaan bidang usaha

a. Nama Lembaga, Status Badan Hukum, Jumlah Anggota, dan lain-lain. b. Legalitas : akte, Perizinan, sertifikat, dan lain-lain.

c. Bidang/unit usaha yang telah berjalan.

2. Menyajikan Visi, Misi dan Tujuan (jangka pendek, menengah, dan Panjang)

3. Struktur organisasi (Pengurus dan Manajemen/Pengelola) B. RENCANA PENGUSAHAAN/BUSINESS PLAN

1. Aspek Administrasi dan Manajemen a. Rencana pemanfaatan Bantuan :

1) Status bantuan :

2) Model pengelolaan bantuan tersebut b. Skema pemasaran

c. Pakta Integritas/Surat Pernyataan Siap, Kesiapan, Mampu dan Kesanggupan Pemanfaatan Bantuan.

2. Aspek Pasar a. Peluang pasar b. Analisis pasar

c. Proyeksi kapasitas produksi d. Proyeksi Permintaan

3. Manajemen resiko C. PENUTUP

(20)

3. Pakta Integritas Kesanggupan Pemanfaatan Bantuan

PAKTA INTEGRITAS/SURAT PERNYATAAN

KESIAPAN, MAMPU DAN KESANGGUPAN PEMANFAATAN BANTUAN Kami yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : ... (Isi nama penerima) Jabatan : Pimpinan

Bertindak atas nama organisasi:

1. Nama Dinas : ... (Isi dengan nama dinas)

2. Alamat :

Dalam rangka pemanfaatan bantuan pemerintah Air Blast Freezer Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2017, kami menyatakan hal sebagai berikut:

1. Siap menerima dan memanfaatkan bantuan dimaksud sebagaimana mestinya.

2. Mampu mengoperasionalkan bantuan dimaksud sebagaimana mestinya. 3. Sanggup memelihara dan mempertanggungjawabkan kegiatan operasional

bantuan Tahun 2017 Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagaimana ketentuan yang belaku.

4. Bersedia memberikan keterangan yang benar terhadap aparat pengawas internal dan eksternal Pemerintah terkait dengan bantuan yang diterima ); dan

5. Tidak memindahtangankan/memperjual-belikan bantuan yang diterima kepada pihak lain.

Apabila dikemudian hari terdapat ketidaksesuaian dalam pemanfaaatan bantuan dimaksud, kami bersedia untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut dan menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian surat Pakta Integritas/Pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan

Kabupaten/Kota ………. ttd & cap basah

(………..) NIP.

(21)

4. Format Berita Acara Serah Terima

= KOP SURAT =

BERITA ACARA SERAH TERIMA

AIR BLAST FREEZER TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR...

Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan ……….. tahun ……….yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : ... 2. Jabatan : Kuasa Pengguna Barang ... 3. Alamat : ...

Bertindak untuk dan atas nama Menteri Kelautan dan Perikanan selakuPengguna Barang, berkedudukan di ……… (alamat kantor), untuk selanjutnya disebut PIHAK KESATU.

1. Nama : ... 2. Jabatan : ... 3. Alamat : ...

yang selanjutnya di sebut PIHAK KEDUA. Dengan ini menyatakan sebagai berikut :

1. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Serah Terima Air Blast Freezer...ton yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 pada Satuan Kerja Direktorat Logistik, Direktorat Jenderal PDSPKP untuk mendukung Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN).

2. PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dari PIHAK PERTAMA, Air Blast Freezer...ton yang diperoleh dengan menggunakan Dana APBN Tahun Anggaran 2017 pada Satuan Kerja Direktorat Logistik tersebut dalam keadaan baik, dengan perincian sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Berita Acara Serah Terima ini.

3. Penyerahan Air Blast Freezer...ton sebagaimana dimaksud point 2 merupakan penyerahan kepemilikan dengan ketentuan sebagai berikut, bahwa PIHAK KEDUA bersedia;

a. menerima, mengelola dan memanfaatkan Air Blast Freezer...ton sesuai peruntukannya;

b. tidak memindahtangankan Air Blast Freezer...ton kepada pihak lain; c. menyediakan biaya operasional, perawatan Air Blast Freezer...ton; dan d. menyampaikan laporan pemanfaatan Air Blast Freezer...ton dimaksud

kepada Direktur Jenderal PDSPKP

Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandangani oleh Para Pihak pada hari ini dan tanggal tersebut diatas, untuk dipergunakansebagaimana mestinya.

4. Bantuan yang telah diterima akan ditarik kembali apabila penerima tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada point 3.

(22)

5. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Berita Acara Serah Terima ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya berdasarkan persetujuan PARA PIHAK.

PIHAK KESATU

KUASA PENGGUNA ANGGARAN ………

ttd & cap basah

(………) NIP. ……….

PIHAK KEDUA

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota ……….

ttd& cap basah

(………..) NIP. ……….

Tembusan :

1. Menteri Kelautan dan Perikanan RI; 2. Menteri Keuangan RI;

3. Gubernur/Walikota/Bupati ……… 4. Sekretaris Jenderal KKP;

5. Inspektur Jenderal KKP;

6. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. Lampiran :

1. Daftar bantuan pemerintah yang diserahterimakan; 2. Berita acara pemeriksaan barang

3. Foto/Dokumentasi

DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN

DAN PERIKANAN

Ttd

NILANTO PERBOWO Disalin sesuai dengan aslinya

Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama, dan Humas

Esti Budiyarti Paraf Sesditjen Dir.Logistik Kabag Program

Kabag Hukum, Kerja Sama, dan Humas

Gambar

Gambar struktur lantai Air blast freezer dan ABF  C. Sarana penanganan

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa telah dilakukan verifikasi calon penerima bantuan Pakan Mandiri oleh unit pelaksana teknis lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun Anggaran

h. Dilengkapi dengan alat pencegah pest/serangga seperti insect killer lamp yang ditempatkan jauh dari alur proses produk.. Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan

c) penyerahan Bantuan Pemerintah Sarana Kendaraan Berpendingin wajib diketahui Kepala Dinas Kabupaten/Kota setempat. 2) Bantuan Pemerintah Sarana Kendaraan Berpendingin yang

a) Bantuan Pemerintah Ice Flake Machine Kapasitas 1,5 Ton diserahkan kepada Penerima Bantuan Pemerintah di lokasi penempatan sebelum tanggal jatuh selesai kontrak. b)

Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah berupa sarana sistem rantai dingin, dalam hal ini Chest Freezer, diharapkan dapat dimplementasikan oleh seluruh pemegang kebijakan

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan

(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara berkala melalui sosialisasi, bimbingan teknis, penyuluhan, dan peningkatan peran serta masyarakat

- 1 - PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN DAYA SAING PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR 31 TAHUN 2021 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH SARANA KEMASAN PRODUK