• Tidak ada hasil yang ditemukan

Judul : Pengaruh Due Professional Care pada Good Corporate

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Judul : Pengaruh Due Professional Care pada Good Corporate"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

iv

Judul : Pengaruh Due Professional Care pada Good Corporate Governance dan Implikasinya pada Kualitas Audit Internal (Studi Empiris pada PT. Adira Finance Provinsi Bali)

Nama : Ida Bagus Angga Baskara Darmawan NIM : 1115351013

Abstrak

Kebutuhan perusahaan akan pengauditan kegiatan perusahaannya menyebabkan kualitas internal auditor sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan perusahaan agar sesuai dengan kebijakan dan rencana yang telah ditetapkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh due professional care pada good corporate governance dan implikasinya pada kualitas audit internal PT. Adira Finance Provinsi Bali.

Penelitian ini dilakukan di seluruh kantor cabang PT. Adira Finance Provinsi Bali sebanyak delapan kantor cabang yang terdapat pada Wilayah Bali tahun 2016 dengan menjadikan auditor internal sebanyak 40 orang sebagai sampel dengan metode sample jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan teknik analisis menggunakan path analisis.

Berdasarkan hasil analisis, variabel due professional care berpengaruh positif terhadap good corporate governance PT. Adira Finance Provinsi Bali. due professional care berpengaruh positif pada kualitas audit internal PT. Adira Finance Provinsi Bali. Variabel good corporate governance berpengaruh positif pada kualitas audit internal PT. Adira Finance Provinsi Bali. Good corporate governance mampu memediasi atau memperkuat pengaruh positif due professional care terhadap kualitas audit internal PT. Adira Finance Provinsi Bali.

Kata kunci: due professional care, good corporate governance dan kualitas audit internal

(2)

v DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL……… . ………i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Pokok Permasalahan ... 8

1.3 Tujuan Penelitian ... 8

1.4 Kegunaan Penelitian... 9

1.5 Sistematika Penulisan ... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori ... 12

2.1.1 Teori Keagenan ... 12

2.1.2 Due Professional Care ... 13

2.1.3 Penerapan Good Corporate Governance ... 14

2.1.4 Prinsip-prinsip Good Corporate Governance ... 15

2.1.5 Profesi Auditor ... 17

2.1.6 Kualitas Audit ... 18

2.2 Hipotesis Penelitian ... 21

2.2.1 Pengaruh Due Professional Care Pada Good Corporate Governance ... 21 2.2.2 Pengaruh Due Professional Care Pada Kualitas Audit

(3)

vi

Internal ... 21

2.2.3 Pengaruh Good Corporate Governance Pada Kualitas Audit Internal ... 22

2.2.4 Good Corporate Governance Memediasi Pengaruh Due Professional Care Pada Kualitas Audit Internal ... 23

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 24

3.2 Lokasi Penelitian ... 25

3.3 Objek Penelitian ... 25

3.4 Identifikasi Variabel ... 25

3.5 Definisi Operasional Variabel ... 26

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 28

3.6.1 Jenis Data ... 28

3.6.2 Sumber Data ... 29

3.7 Responden Penelitian ... 29

3.8 Metode Penentuan Sampel ... 29

3.8.1 Populasi ... 29

3.8.2 Sampel ... 30

3.9 Metode Pengumpulan Data ... 30

3.10 Pengujian Instrumen Penelitian... 32

3.10.1 Uji Validitas ... 32

3.10.2 Uji Reliabilitas ... 32

3.11 Uji Asumsi Klasik ... 33

3.11.1 Uji Normalitas ... 33

3.11.2 Uji Heteroskedastisitas ... 33

3.11.3 Uji Multikolinearitas ... 34

3.12 Teknik Analisis Data ... 34

3.12.1 Pengaruh Langsung ... 34

3.12.2 Pengaruh Tidak Langsung... 34

(4)

vii

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Daerah atau Wilayah Penelitian ... 41

4.2 Struktur Organisasi ... 42

4.3 Data Penelitian ... 45

4.3.1 Responden Penelitian ... 45

4.3.2 Karakteristik Responden Penelitian ... 46

4.4 Hasil Penelitian ... 48

4.4.1 Hasil Statistik Deskriptif ... 48

4.4.2 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian ... 49

4.4.3 Uji Instrumen Penelitian ... 53

4.4.4 Uji Asumsi Klasik ... 55

4.4.5 Hasil Analisis Jalur ... 57

4.4.6 Uji Sobel ... 61

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 63

4.5.1 Pengaruh Due Professional Care Pada Good Corporate Governance... 64

4.5.2 Pengaruh Due Professional Care Pada Kualitas Audit Internal ... 65

4.5.3 Pengaruh Good Corporate Governance Pada Kualitas Audit Internal ... 65

4.5.4 Peran Good Corporate Governance Memediasi Pengaruh Due Professional Care Pada Kualitas Auditor Internal ... 66

4.6 Keterbatasan Penelitian ... 67

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 68

5.2 Saran ... 69

DAFTAR RUJUKAN ... 71

(5)

viii

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

3.1 Daftar Kantor Auditor Adira Finance di Bali ... 25

4.1 Rincian Pengiriman dan Pengembalian Kuesioner ... 45

4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 46

4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan ... 47

4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ... 47

4.5 Kriteria dan Kategori Penilaian Jawaban kuisioner ... 49

4.6 Hasil Penilaian Responden atas Variabel Kualitas Audit ... 50

4.7 Hasil Penilaian Responden atas Variabel GCG ... 51

4.8 Hasil Penilaian Responden atas Variabel Due Professional Care 52 4.9 Hasil Uji Validitas ... 54

4.10 Hasil Uji Reliabilitas ... 55

4.11 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov... 56

4.12 Hasil Uji Multikolinearitas ... 56

4.13 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 57

4.14 Hasil Analisis Jalur Pengaruh Due Professional Care pada Good Corporate Governance ... 58

4.15 Hasil Analisis Jalur Pengaruh Due Professional Care pada Kualitas Audit Internal ... 59

4.16 Hasil Analisis Jalur Pengaruh Good Corporate Governance pada Kualitas Audit Internal ... 60

4.17 Pengaruh Langsung dan Pengaruh Tidak Langsung serta Pengaruh Total Due Professional Care (X), Good Governance (M), dan Kualitas Auditor Internal (Y) ... 64

(6)

ix

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

3.1 Model Kerangka Berfikir ... 24

3.2 Diagram Jalur Penelitian ... 35

4.1 Struktur Organisasi ... 43

(7)

x

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Hal

1 Kuisioner ... 75

2 Tabulasi Data Penelitian ... 79

3 Validitas ... 80

4 Reliabilitas ... 83

5 Deskripsi Data Penelitian ... 86

6 Regresion struktur 1 ... 91

7 Regresion struktur 2 ... 93

(8)
(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan merupakan unsur penting bagi pihak internal maupun eksternal dalam perusahaan sebagai informasi tentang kondisi keuangan perusahaan yang selanjutnya data tersebut digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan (Elisha dan Icuk 2010). Laporan keuangan haruslah menyajikan informasi yang wajar, dapat dipercaya, dan tidak menyesatkan bagi pemakainya. Hal tersebut penting agar kebutuhan masing-masing pihak yang berkepentingan dapat terpenuhi. Untuk meyakinkan pihak luar akan kehandalan laporan keuangan tersebut maka perusahaan akan mempercayakan pemeriksaan laporan keuangannya kepada auditor internal (Elya dan Nila, 2010).

Definisi internal auditor yang diberikan oleh the Institute of Internal Auditors (IIA) dalam Statement of Responsibilities of Internal Auditing adalah

audit internal adalah fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan perusahaan sebagai layanan untuk kepentingan perusahaan. Tujuan dari audit internal adalah membantu anggota perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif. Untuk tujuan ini, audit internal membantu dengan analisis, penilaian, rekomendasi, nasihat, dan informasi mengenai ulasan kegiatan perusahaan. Tujuan audit termasuk mempromosikan kontrol yang efektif dengan biaya yang wajar pada perusahaan (Basit, 2014).

(10)

2

Seorang internal auditor harus memperhatikan kualitas auditnya, karena dengan kualitas audit yang tinggi diharapkan dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya oleh pengguna informasi keuangan. Menurut De Angelo (1981) dalam Badjuri (2011: 123) kualitas audit dikatakan sebagai keadaan dimana seorang auditor akan menemukan dan melaporkan ketidaksesuaian terhadap prinsip yang terjadi pada laporan akuntansi kliennya. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang berorientasi hasil (outcome oriented) dan pendekatan yang berorientasi proses (process oriented) (Greg and Graham, 2013).

Profesi auditor mempunyai peran penting dalam penyediaan informasi keuangan yang handal bagi pemerintah, investor, kreditor, pemegang saham, karyawan, debitur, juga bagi masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan (Carl, 2013). Amanita dan Rahmawati (2013) menyatakan bahwa ketepatan waktu terkait dengan manfaat dari laporan keuangan itu sendiri. Nilai kemanfaatan dari informasi yang terkandung dalam laporan keuangan akan bernilai, jika disajikan secara akurat dan tepat waktu, yakni tersedia pada saat yang dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan. Nilai dari ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan faktor penting bagi kemanfaatan laporan keuangan tersebut (Simanjuntak, 2008).

Pengertian kualitas audit menurut Konsorsium Organisasi Audit Internal (2004:9) yaitu karakteristik audit internal yang memenuhi standar yang seragam dan konsisten, yang menggambarkan praktik-praktik terbaik audit internal serta merupakan ukuran kualitas pelaksanaan tugas untuk memenuhi tanggung jawab

(11)

3

profesinya. Kualitas audit merupakan karakteristik audit yang memenuhi standar auditing dan standar pengendalian mutu, yang menggambarkan praktik-praktik audit terbaik serta merupakan ukuran kualitas pelaksanaan tugas untuk memenuhi tanggung jawab profesinya. Menurut Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal (2004: 15-25), Standar Profesi Audit Internal (SPAI), terdiri atas Standar Atribut, Standar Kinerja dan Standar Implementasi, dalam penelitan ini yang menyangkut dengan standar implementasi yang akan diterbitkan antara lain standar implementasi untuk kegiatan assurance, standar implementasi untuk kegiatan consulting, standar implementasi kegiatan investigasi dan standar implementasi control self assessment.

Pada era globalisasi saat ini banyak sekali terjadi kasus-kasus hukum yang melibatkan manipulasi akuntansi. Profesi internal auditor telah menjdi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kasus Enron di Amerika sampai dengan kasus Telkom di Indonesia membuat kredibilitas auditor semakin dipertanyakan (Abdussalam, 2006).

Fenomena yang saat ini sering terjadi yaitu lemahnya kualitas audit internal didalam suatu perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara, yang sejatinya mereka memiliki eksistensi dalam menjalankan fungsi dari audit internalnya. Contohnya, kasus terbaru yang terjadi seperti temuan audit dalam LHP I tahun 2014 mengungkapkan 6531 kasus kelemahan terhadap pengendalian internal dan 8232 kasus ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Dari jumlah kasus ketidakpatuhan tersebut, sebanyak 4900 kasus senilai 25,74 triliyun merupakan temuan yang berdampak finansial yaitu

(12)

4

temuan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengakibatkan kerugian. Dari sejumlah kasus diatas mengenai temuan kelemahan pengendalian internal dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, menyebabkan kerugian yang mencapai 25,74 triliyun (LHP BPK 2014).

Auditor internal yang menjalani tugas utamanya yaitu pengawasan, masih kesulitan dalam memberikan pemecahan atas temuan audit sehingga penyimpangan yang terjadi tidak dapat cepat terpecahkan (Ristina dan Indah, 2014). Banyaknya kasus yang terjadi maka kualitas audit pun tidak akan tercapai karena tidak adanya dorongan dari manajemen/direksi terhadap komite audit yang efektif (Sawyer et al., 2005: 17).

Kualitas audit internal yang baik tentunya tidak terbentuk begitu saja, namun ditentukan oleh banyak faktor. Pada standar umum pemeriksaan kemahiran profesional menuntut pemeriksa untuk melaksanakan skeptisme profesional, yaitu sikap auditor yang berpikir kritis terhadap bukti audit yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi terhadap bukti audit tersebut yang mengacu pada tindakan due professional care. Due professional care mengacu pada kemahiran professional yang cermat dan seksama dengan berfikir kritis dan melakukan evaluasi terhadap bukti-bukti audit yang ditemukan. Menurut Melody dan Stefani (2014), kecermatan dan keseksamaan dalam penggunaan kemahiran professional menuntut auditor untuk melakukan skeptisme profesional, yaitu sikap auditor yang berpikir kritis terhadap bukti audit dengan selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi terhadap bukti audit tersebut.

(13)

5

Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama memungkinkan auditor untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atupun kecurangan. Liu (2010) menyatakan auditor yang independen akan memberikan penilaian yang sebenarnya terhadap laporan keuangan yang diperiksa sehingga jaminan atas kehandalan laporan yang diberikan dapat dipercaya oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Sementara itu, due professional care mengacu pada kemahiran professional yang cermat dan seksama. Kemahiran professional menuntut auditor untuk selalu berfikir kritis terhadap bukti audit yang ditemukannya. Due professional care merupakan hal penting yang harus diterapkan oleh para akuntan publik agar tercapainya kualitas audit yang memadai dalam pelaksanaan pekerjaan profesionalnya (Basit, 2014).

Maria (2012) menemukan bahwa Good Corporate Governance mampu meningkatkan kualitas audit internal seorang auditor. Greg and Graham (2013) menemukan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh terhadap kinerja auditor. Good coporate governance saat ini telah menjadi kebutuhan vital pada semua unit bisnis baik yang berskala kecil, menengah maupun skala besar (Marieta et al., 2013). Sejalan dengan pergeseran paradigma organisasi dari “market oriented ke resources oriented”, maka cara yang bisa ditempuh oleh perusahaan dengan membenahi sumber daya yang dimilikinya agar bisa bertahan dalam persaingan jangka panjang. Good Corporate Governance juga dimaksudkan sebagai suatu kemampuan manajerial untuk mengelola sumber daya dengan cara-cara terbuka, transparan, akuntabel, equitable, dan responsif terhadap

(14)

6

kebutuhan masyarakat (Priyanka, 2013). Amanita dan Rahmawati (2013) menyatakan penerapan good corporate governance digunakan untuk mendorong kinerja perusahaan serta memberikan kepercayaan bagi pemegang saham dan masyarakat.

Good corporate governance cenderung didefinisikan sebagai tata kelola

yang baik pada suatu usaha yang dilandasi oleh etika profesional dalam berusaha/berkarya (Basit, 2014). Salah satu manfaat yang bisa dipetik dengan melaksanakan good corporate governance adalah meningkatkan kualitas kerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta lebih meningkatkan pelayanan kepada stakeholder (Andi et al., 2013). Auditor yang memiliki pemahaman akan good corporate governance yang baik akan melaksanakan pekerjaannya sesuai etika profesinya memberikan arahan jelas akan perilakunya (Hamran and Khulida, 2014). Pengimplementasian good corporate governance akan mendongkrak auditor melaksanakan pengauditan dengan baik sehingga tercapai pula kualitas kerja yang cemerlang (Abdussalam, 2006).

Adira finance merupa suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang Lembaga Pembiayaan, yaitu perusahaan yang membiayai pembelian kendaraan roda dua maupun roda empat secara kredit, misi dari Adira finance adalah membantu masyarakat Indonesia guna memiliki kendaraan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dari konsumen tersebut. Adira finance merupakan salah satu perusahaan dibawah payung Bank Danamon yang membiayai semua merek kendaraan roda dua yaitu sepeda motor merek Honda, Yamaha, Suzuki

(15)

7

bahkan Kawasaki dan merek-merek China seperti Minerva, Viar dsb.Kendaraan roda empat yang dibiayai merek Suzuki, Mitsubishi, Toyota, Daihatsu, Honda dsb. Sistem operasional yang diterapkan pada Adira Finance untuk pelaporan keuangan sudah terkomputerisasi, namun pada setiap bagian operasional masih melibatkan beberapa jumlah staf dan belum dapat menghasilkan laporan keuangan secara cepat dan tepat. Maka internal audit digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi kemungkinan dan risiko yang terjadi, dengan melakukan audit secara berkala, mengumpulkan bukti-bukti secara akurat, serta mereview hasil audit dan melakukan penilaian.

Adira finance sebagai salah satu perusahaan besar tentunya memerlukan kualitas audit internal yang baik. Untuk mendapat kualitas audit internal yang baik tetunya diperlukan peran internal auditor dalam membantu pemeriksaaan dan menditeksi kemungkinan dan risiko merugi yang perlu dihindari, dengan melakukan audit berkala, mengumpulkan bukti-bukti secara akurat, serta meriview hasil audit dan melakukan penilaian yang akan dilaporkan kepada pemilik atau pemegang saham perusahaan (Evi, 2013).

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti memutuskan untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Due Profesional Care Pada Good Corporate Governance dan Implikasinya Pada Kualitas Audit Internal (Studi Empiris Pada

(16)

8 1.2 Pokok Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Bagaimana pengaruh due professional care pada good corporate governance?

2) Bagaimana pengaruh due professional care pada kualitas audit internal? 3) Bagaimana pengaruh good corporate governance pada kualitas audit

internal?

4) Bagaimana pengaruh good corporate governance memediasi pengaruh due professional care pada kualitas audit internal?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh variabel due professional care pada good corporate governance.

2) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh variabel due professional care pada kualitas audit internal.

3) Untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh variabel good corporate governance pada kualitas audit internal.

4) Untuk mendapatkan bukti empiris variabel good corporate governance memediasi pengaruh due professional care pada kualitas audit internal.

(17)

9 1.4 Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian maka kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman serta memperluas pengetahuan dan wawasan dilingkungan akademis. Memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan khususnya mengenai due professional care, good corporate governance pada kualitas audit internal PT. Adira Finance.

2) Manfaat praktis

(1) Bagi auditor publik

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu masukan atau pertimbangan bagi pihak auditor dalam meningkatkan kinerja auditor internal dalam menjalankan tugasnya.

(2) Bagi mahasiswa

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang due professional care, good corporate governance dalam meningkatkan kualitas audit internal PT. Adira Finance.

1.5 Sistematika Penulisan

Skripsi ini terdiri dari lima bab dimana kelima bab tersebut saling berkaitan. Gambaran umum mengenai isi dari masing-masing bab antara lain sebagai berikut:

(18)

10 BAB I Pendahuluan

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II Kajian Pustaka dan Rumusan Hipotesis

Bab ini menguraikan tentang kajian pustaka dan teori-teori yang relevan dengan penelitian ini yang meliputi teori keagenan, due professional care, good corporate governance, kualitas audit,

profesi auditor dan hipotesis penelitian. BAB III Metode Penelitian

Bab ini menguraikan tentang desain penelitian, lokasi penelitian, objek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis data, sumber data, populasi, sampel, metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, pengujian instrumen penelitian, uji asumsi klasik dan teknik analisis data.

BAB IV Pembahasan Hasil Penelitian

Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum kantor akuntan publik, karakteristik responden, deskripsi dari masing-masing variabel yang diteliti, hasil dari pengolahan data penelitian, serta menguraikan mengenai pembahasan hasil penelitian.

BAB V Kesimpulan dan Saran

Bab ini menguraikan mengenai simpulan penelitian yang diperoleh dari hasil pembahasan sesuai dengan tujuan penelitian serta saran

(19)

11

yang sesuai dengan hasil penelitian untuk peneliti selanjutnya, pendidikan, dan organisasi khususnya internal auditor PT. Adira Finance.

Referensi

Dokumen terkait

Objek wisata Pantai Barat mulai dari Natal sampai ke Muara Batang Gadis. mempunyai pantai yang sangat panjang dan sangat landai serta berpasir

We have already shown (Corollary 4.11, Chapter 5) that a group of order p2 is abelian. Hence, there are two, and only two, groups of order p2:.. Groups of orders p2. Then the number

Secara prossedural(S-ganda?), analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) peneliti membuat transkrip tertulis dari data penelitian yang berupa teks

Tahapan implementasi sistem merupakan langkah yang paling penting dalam pengembangan teknologi informasi yang dibuat untuk mendukung para pemakainya. Secanggih apapun

Dari sini juga terjadi pernyimpangan terhadap kesakralan lembaga pernikahan yang mengatur bahwa hubungan suami istri (seks) hanya boleh dilakukan setelah menikah akan

Meskipun penelitian ini dilakukan di materi Fisika, tidak menutup kemungkinan bahwa pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk akan berpengaruh positif terhadap prestasi

Maka menurut pendapat yang telah disebutkan diatas, gadai (rahn) berarti menahan berupa barang/benda yang menjadi milik si peminjam (rahin) sebagai jaminan/pinjaman atas

Bursa Wall Street pada perdagangan hari Rabu (28/8) kemarin ditutup  menguat,  ditopang  oleh  saham‐saham  produser  minyak  disaat  harga  minyak  mentah