BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari suatu penekanan atau tindihan yang melebihi kemampuan dari tulang tersebut. suatu penekanan atau tindihan yang melebihi kemampuan dari tulang tersebut. Frakt
Fraktur ur kompkompresi resi vertebrvertebra a terjadi jika terjadi jika berat beban berat beban melebimelebihi hi kemamkemampuan vertebrapuan vertebra dal
dalam am menmenopaopang ng bebbeban an tertersebsebut, ut, sepseperti erti padpada a kaskasus us terjterjadiadinya nya tratraumauma. . PadPadaa osteoporosis, fraktur kompresi dapat terjadi gerakan sederahana seperti terjatuh osteoporosis, fraktur kompresi dapat terjadi gerakan sederahana seperti terjatuh pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban y
pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban yang berat.ang berat.
Fraktur kompresi vertebra merupakan jenis fraktur yang sering terjadi dan Fraktur kompresi vertebra merupakan jenis fraktur yang sering terjadi dan mer
merupaupakan kan masamasalah lah yanyang g seriserius. us. SetSetiap iap tahtahun, un, seksekitar itar 700700.00.000 0 insinsideidensi nsi didi Am
Amerierika ka SeSeririkakat, t, didimamana na prprevevalealensnsinyinya a memeniningngkakat t 22! ! papada da "a"aninita ta yayangng berumur
berumur diatas diatas 0 0 tahun. tahun. Satu Satu dari dari dua dua "anita "anita dan dan satu satu dari dari empat empat laki#lakilaki#laki berumur lebih
berumur lebih dari dari 0 tahun 0 tahun menderita menderita osteoporosis berhubungan osteoporosis berhubungan dengan fradengan fraktur.ktur. $ns
$nsideidensi nsi frafraktuktur r komkomprepresi si ververtebtebra ra menmeningingkat kat se%ase%ara ra proprogregresif sif berberdasdasarkarkanan semakin bertambahnya usia, dan prevalensinya sama antara laki#laki &2',!( dan semakin bertambahnya usia, dan prevalensinya sama antara laki#laki &2',!( dan "an
"anita ita &2)&2),!,!(, (, yanyang g diudiukur kur berberdasdasarkarkan an suatsuatu u stustudi di pempemerikeriksaan saan radradioliologiogi.. *esk
*eskipuipun n hanhanya ya seksekitaitar r sepsepertiertiga ga menmenunjunjukkukkan an gejagejala la akuakut, t, a"ala"alnya nya semsemuaua berhubungan
berhubungan dengan dengan angka angka yang yang signifikan signifikan meningkatkan meningkatkan mortalitas mortalitas dandan gangguan fungsional dan psikologis.
gangguan fungsional dan psikologis. Pende
Penderita rita fraktufraktur r kompkompresi resi vertebvertebra ra dapat mengalami dapat mengalami penupenurunan kualitasrunan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan berdasarkan fungsi fisik, status emosi, hidup yang berhubungan dengan kesehatan berdasarkan fungsi fisik, status emosi, ge
gejaljala a klklininis, is, dadan n kekeselseluhuhururan an peperfrformorma a fufungngsiosionanal, l, dadan n dadampmpak ak teterhrhadadapap psikologis.
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
A.
A. AnaAnatotomi Vmi Veertertebrabra +
+eertertebrbra a adadalalah ah pipilalar r yayang ng beberfurfungngsi si sebsebagagai ai pepenynyanangggga a tutububuh h dadann melindungi medulla spinalis. Pilar itu terdiri atas )) ruas tulang belakang yang melindungi medulla spinalis. Pilar itu terdiri atas )) ruas tulang belakang yang ter
tersusususun n se%ase%ara ra segmsegmententel el yayang ng terterdirdiri i atas atas 7 7 ruaruas s tultulang ang servservikaikal l &ve&vertebrtebrara serv
servikalikalis(, is(, '2 '2 ruaruas s tultulang ang tortorakaakal l &ve&vertertebra bra tortorakalakalis(, is(, ruaruas s tultulang ang lumlumbalbal &vertebra lumbalis(, ruas tulang sa%ral yang menyatu &vertebra sa%ral(, dan &vertebra lumbalis(, ruas tulang sa%ral yang menyatu &vertebra sa%ral(, dan ruas tulang ekor &vertebra koksigea(.
-ambar '. Anatomi ulang /elakang -ambar '. Anatomi ulang /elakang
Setiap ruas tulang belakang dapat bergerak satu dengan lain oleh karena Setiap ruas tulang belakang dapat bergerak satu dengan lain oleh karena adanya dua sendi di posterolateral dan diskus intervertebralis di anterior. Pada adanya dua sendi di posterolateral dan diskus intervertebralis di anterior. Pada pandangan
pandangan dari dari samping, samping, pilar pilar tulang tulang belakang belakang membentuk membentuk lengkungan lengkungan atauatau lordosis di daerah servikal dan lumbal. eseluruhan vertebra maupun masing# lordosis di daerah servikal dan lumbal. eseluruhan vertebra maupun masing# ma
masising ng tutulanlang g vevertertebrbra a beberikrikut ut didiskskus us ininteterververtrtebebralralisnisnya ya memerurupapakakan n sasatutu kesatuan yang kokoh dengan diskus yang memungkinkan gerakan antar korpus kesatuan yang kokoh dengan diskus yang memungkinkan gerakan antar korpus ruas tulang belakang. 1ingkup gerak sendi pada vertebra servikal adalah yang ruas tulang belakang. 1ingkup gerak sendi pada vertebra servikal adalah yang terbesar. +ertebra torakal berlingkup gerak sedikit karena adanya tulang rusuk terbesar. +ertebra torakal berlingkup gerak sedikit karena adanya tulang rusuk yang membentuk toraks, sedangkan vertebra lumbal mempunyai ruang lingkup yang membentuk toraks, sedangkan vertebra lumbal mempunyai ruang lingkup gerak yang lebih besar dari torakal tetapi makin ke ba"ah lingkup geraknya gerak yang lebih besar dari torakal tetapi makin ke ba"ah lingkup geraknya semakin ke%il.
semakin ke%il.''
Se%ara umum, struktur tulang belakang tersusun atas dua yaitu Se%ara umum, struktur tulang belakang tersusun atas dua yaitu '.
'. orpuorpus vertebs vertebra besertra beserta semua dia semua diskus inskus intervetetervetebra yanbra yang berada dg berada di antarai antaranya.nya. 2.
2. 3lem3lemen posteen posteriorior r &ko&komplmpleks ligameks ligamententum posteum posteriorior( r( yanyang g terterdiri atas lamindiri atas lamina,a, pedikel,
pedikel, prosesus prosesus spinosus, spinosus, prosesus prosesus transversus transversus dan dan pars pars artikularis,artikularis, lig
ligameamentuntun#ln#ligaigamenmentun tun supsupraspraspinoinosum sum dan dan intintraspraspinoinosumsum, , ligligamenamentuntun flavum, serta kapsul sendi.
flavum, serta kapsul sendi.
Setiap ruas tulang belakang terdiri atas korpus di depan dan arkus neuralis Setiap ruas tulang belakang terdiri atas korpus di depan dan arkus neuralis di
di belbelakaakang ng yanyang g di di sitsitu u terterdapdapat at sepsepasanasang g pedpedikeikel l kankanan an dan dan kirkiri, i, sepsepasanasangg lamina, 2 pedikel, ' prosesus spinosus, serta 2 prosesus transversus. /eberapa lamina, 2 pedikel, ' prosesus spinosus, serta 2 prosesus transversus. /eberapa ruas tulang belakang mempunyai bentuk khusus, misalnya tulang servikal
ruas tulang belakang mempunyai bentuk khusus, misalnya tulang servikal pertamapertama yang disebut atlas dan ruas servikal kedua yang disebut odontoid. analis spinalis yang disebut atlas dan ruas servikal kedua yang disebut odontoid. analis spinalis terbentuk antara korpus di bagian depan dan arkus neuralis di bagian belakang. terbentuk antara korpus di bagian depan dan arkus neuralis di bagian belakang. a
ananalilis s spspininalialis s inini i di di dadaeraerah h serservivikakal l beberbrbenentutuk k segsegitiitiga ga dadatatar r dadan n lelebarbar,, sed
sedanangkgkan an di di dadaererah ah totorarakal kal beberbrbenentutuk k bubulat lat dadan n keke%i%il. l. /a/agigian an lailain n yayangng menyokong kekompakan ruas tulang belakang adalah komponen jaringan lunak menyokong kekompakan ruas tulang belakang adalah komponen jaringan lunak yai
yaitu tu ligligameamentuntun n lonlongitgitudiudinal nal antanterierior, or, ligligameamentuntun n lonlongitgitudiudinal nal posposteriterioror,, ligamentun flavum, ligamentun interspinosus, dan liga
Stabilitas tulang belakang disusun oleh dua komponen, yaitu komponen Stabilitas tulang belakang disusun oleh dua komponen, yaitu komponen tulang dan komponen jaringan lunak yang membentuk satu struktur dengan tiga tulang dan komponen jaringan lunak yang membentuk satu struktur dengan tiga pilar. Pertama
pilar. Pertama yaitu yaitu satu satu tiang tiang atau atau kolom di kolom di depan depan yang terdiryang terdiri i atas atas korpus skorpus sertaerta diskus intervertebralis. edua dan ketiga yaitu kolom di belakang kanan dan kiri diskus intervertebralis. edua dan ketiga yaitu kolom di belakang kanan dan kiri yan
yang g terdterdiri iri ataatas s ranrangkagkaian ian sendsendi i intinterververteertebrabralis lis latelateraliralis. s. ulaulang ng belbelakanakangg dikatakan tidak stabil, bila kolom verti%al terputus pada lebih dari dua komponen.
dikatakan tidak stabil, bila kolom verti%al terputus pada lebih dari dua komponen.''
*edulla spinalis berjalan melalui tiap#tiap vertebra dan memba"a saraf *edulla spinalis berjalan melalui tiap#tiap vertebra dan memba"a saraf ya
yang ng memenynyamampaipaikakan n sesensnsasi asi dadan n gegerakrakan an dadari ri dadan n ke ke beberbrbagagai ai arearea a tutububuh.h. Semakin tinggi kerusakan saraf tulang belakang, maka semakin luas trauma yang Semakin tinggi kerusakan saraf tulang belakang, maka semakin luas trauma yang diakib
diakibatkan. *issal, jika atkan. *issal, jika kerusakerusakan saraf kan saraf tulang belakantulang belakang g di daerah di daerah leherleher, hal , hal iniini dapat berpengaruh pada fungsi di ba"ahnya dan menyebabkan seseorang lumpuh dapat berpengaruh pada fungsi di ba"ahnya dan menyebabkan seseorang lumpuh pada
pada kedua kedua sisi sisi mulai mulai dari dari leher leher ke ke ba"ah ba"ah dan dan tidak tidak terdapat terdapat sensasi sensasi di di ba"ahba"ah leher. erusakan yang lebih rendah pada tulang sa%ral mengakibatkan sedikit leher. erusakan yang lebih rendah pada tulang sa%ral mengakibatkan sedikit kehilangan fungsi.
kehilangan fungsi.''
-ambar 2. Sendi dan ligament kolumna vertebra -ambar 2. Sendi dan ligament kolumna vertebra
-ambar ). Persyrafan tulang belakang -ambar ). Persyrafan tulang belakang
-ambar . -erakan kolumna vertebra -ambar . -erakan kolumna vertebra
-ambar . 4tot yang memproduksi gerakan dari sendi intervertebrata torakal dan -ambar . 4tot yang memproduksi gerakan dari sendi intervertebrata torakal dan
lumbal lumbal
B.
B. DefinDefinisi Frakisi Fraktur Kotur Komremresi Vsi Veertebrtebrara
Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari su
suatu atu pepenenekakananan n atatau au titindndihihan an yayang ng memeleblebihihi i kekemamampmpuauan n dadari ri tutulalangng te
kemampuan vertebra dalam menopang beban tersebut, seperti pada kasus kemampuan vertebra dalam menopang beban tersebut, seperti pada kasus terjadi
terjadinya nya traumatrauma. . Pada osteoporoPada osteoporosis, sis, fraktufraktur r kompkompresi resi dapat terjadi dapat terjadi gerakagerakann sederahana seperti terjatuh pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban sederahana seperti terjatuh pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban yang berat.
yang berat.22
Adanya kompresi pada bagian depan %orpus vertebralis yang tertekan dan Adanya kompresi pada bagian depan %orpus vertebralis yang tertekan dan membentuk patahan irisan. Fraktur kompresi adalah fraktur tersering yang membentuk patahan irisan. Fraktur kompresi adalah fraktur tersering yang mem
mempenpengagaruruhi hi kokolulumnmna a vevertertebrbra. a. FrFrakaktutur r inini i dadapapat t didisebsebababkakan n ololeheh ke%elakaan jatuh dari ketinggian dengan posisi terduduk ataupun mendapat ke%elakaan jatuh dari ketinggian dengan posisi terduduk ataupun mendapat pukulan di kepala, osteoporosis dan
pukulan di kepala, osteoporosis dan adanya metastase adanya metastase kanker dari tempat kanker dari tempat lainlain ke vertebra kemudian membuat bagian vertebra tersebut menjadi lemah dan ke vertebra kemudian membuat bagian vertebra tersebut menjadi lemah dan akhirnya mudah mengalami fraktur kompresi.
akhirnya mudah mengalami fraktur kompresi.))
!.
!. EEi"i"ememioio#o#o$i$i
Fraktur kompresi vertebra merupakan jenis fraktur yang sering terjadi dan Fraktur kompresi vertebra merupakan jenis fraktur yang sering terjadi dan merupakan masalah yang serius. Setiap tahun, sekitar 700.000 insidensi di merupakan masalah yang serius. Setiap tahun, sekitar 700.000 insidensi di Amerika Serikat, dimana prevalensinya meningkat 2! pada "anita yang Amerika Serikat, dimana prevalensinya meningkat 2! pada "anita yang berumur
berumur diatas diatas 0 0 tahun. tahun. Satu Satu dari dari dua dua "anita "anita dan dan satu satu dari dari empat empat laki#lakilaki#laki berumur
berumur lebih lebih dari dari 0 0 tahun tahun menderita menderita osteoporosis osteoporosis berhubungan berhubungan dengandengan frak
frakturtur. . $ns$nsideidensi nsi frakfraktur tur komkomprepresi si ververtebtebra ra menmeningingkat kat se%ase%ara ra proprogregresif sif berdasarkan semakin
berdasarkan semakin bertambahnya usia, dan bertambahnya usia, dan prevalensinya sama aprevalensinya sama antara laki#ntara laki# laki
laki &2'&2',!,!( ( dan dan "an"anita ita &2)&2),!,!(, (, yanyang g diudiukur kur berberdasadasarkarkan n suasuatu tu stustudidi pemeriksaan radiologi. *eskipun hanya sekitar
pemeriksaan radiologi. *eskipun hanya sekitar sepertiga menunjukkan gejalasepertiga menunjukkan gejala ak
akutut, , a"a"alalnynya a sesemumua a beberhrhububunungagan n dedengngan an anangkgka a yyanang g sisigngnififikikanan meningkatkan mortalitas dan gangguan fungsional dan psikologis.
meningkatkan mortalitas dan gangguan fungsional dan psikologis.22
D.
D. EtEtioio#o#o$i$i '
'.. rraauummaa
rauma merupakan penyebab terbanyak pada pasien yang berusia rauma merupakan penyebab terbanyak pada pasien yang berusia diba"ah 0 tahun, oleh karena itu fraktur yang terjadi pada laki#laki diba"ah 0 tahun, oleh karena itu fraktur yang terjadi pada laki#laki darip
daripada perempuada perempuan sampai usia an sampai usia 50 tahun50 tahun. 6ontoh fraktu. 6ontoh fraktur yang terjadir yang terjadi aki
akibat bat trautrauma ma adaadalah lah frakfraktur tur komkomprepresi si baji baji mermerupaupakan kan suasuatu tu %ed%ederaera fleksi, korpus terkompresi tetapi ligament posterior tetap utuh dan fraktur fleksi, korpus terkompresi tetapi ligament posterior tetap utuh dan fraktur biasanya bersifat stabil.
2.
2. PoPosmsmenenopopauausal ostesal osteopopororososisis
*erupakan penyebab tersering pada "anita yang berumur di atas *erupakan penyebab tersering pada "anita yang berumur di atas 50 tahun.
50 tahun. 2 2
)
).. eeggaannaassaann Se
Semamakikin n bebertartambmbahahnynya a ususia ia bebegitgitu u jujuga ga pepeniningngkakatan tan reresiksikoo terjadi
terjadinya fraktur nya fraktur patolopatologis gis akibat keganasanakibat keganasan, , dan multiple dan multiple mielommieloma,a, nekrosis avaskular, limpoma atau metastasis keganasan lain atau adanya nekrosis avaskular, limpoma atau metastasis keganasan lain atau adanya infeksi juga ikut berperan. Fraktur kompresi vertebra terjadi pada 0! infeksi juga ikut berperan. Fraktur kompresi vertebra terjadi pada 0! sampai 70! pasien dengan multiple mieloma.
sampai 70! pasien dengan multiple mieloma.22
.
. 4s4steoteopopororosisis Ss Sekekunundeder r
/eberapa pasien ditemukan memiliki densitas tuang diba"ah nilai /eberapa pasien ditemukan memiliki densitas tuang diba"ah nilai no
normrmal al beberdrdasaasarkrkan an ususiaia. . PaPada da kakasusus s inini i pepenynyebebab ab sesekukundnder er dadariri kehilangan masa tulang harus diperhatikan, seperti penggunaan terapi kehilangan masa tulang harus diperhatikan, seperti penggunaan terapi glukokortikoid, penggunaan alkohol, hipogonadisme, dan endokrinopati glukokortikoid, penggunaan alkohol, hipogonadisme, dan endokrinopati seperti hipertiroid, dan penyakit %husing, hiperparatiroid, dan diabetes seperti hipertiroid, dan penyakit %husing, hiperparatiroid, dan diabetes mellitus.
mellitus.22
E.
E. %e%ekakaninismsme !ee !e"e"erara
Pada %edera tulang belakang, mekanisme %edera yang mungkin adalah Pada %edera tulang belakang, mekanisme %edera yang mungkin adalah
'.
'. ipereiperekstensi kstensi &komb&kombinasi inasi distradistraksi ksi dan dan ekstenekstensi(si(
iperekstensi jarang terjadi di daerah torakolumbal tetapi sering iperekstensi jarang terjadi di daerah torakolumbal tetapi sering pada
pada leher. 1igament leher. 1igament anterior anterior dan diskus dan diskus dapat dapat rusak rusak atau aratau arkus sarkus saraf af mungkin mengalami fraktur. 6edera ini stabil karena tidak merusak mungkin mengalami fraktur. 6edera ini stabil karena tidak merusak ligament posterior.
ligament posterior.
-ambar 5. 6edera hiperekstensi -ambar 5. 6edera hiperekstensi 2
2.. FFlleekkssii
raraumuma a inini i teterjarjadi di akakibibat at flefleksksi i dadan n didisersertai tai kokompmpreresi si papadada vertebra. +ertebra akan mengalami tekanan dan remuk yang dapat vertebra. +ertebra akan mengalami tekanan dan remuk yang dapat
merusak ligament posterior. 8ika ligament posterior rusak maka sifat merusak ligament posterior. 8ika ligament posterior rusak maka sifat fraktur ini tidak stabil.
fraktur ini tidak stabil.
).
). Fleksi Fleksi dan dan ompreompresi digsi digabungabungkan dkan dengan engan distrakdistraksi posi posterior sterior
ombinasi fleksi dengan kompresi anterior dan distraksi posterior ombinasi fleksi dengan kompresi anterior dan distraksi posterior da
dapapat t memengnggagangnggu gu kokompmpleleks ks vevertrtebebra ra pepertrtenengagahahan, n, di di samsampipingng kompleks posterior. /erbeda dengan fraktur kompresi murni, keadaan kompleks posterior. /erbeda dengan fraktur kompresi murni, keadaan ini merupakan %edera tidak stabil dengan risiko progresif yang tinggi. ini merupakan %edera tidak stabil dengan risiko progresif yang tinggi.
.
. PerPergesgeseran eran aksaksial ial &ko&kompmpresiresi((
ekuatan verti%al yang mengenai segmen lurus pada spina servikal ekuatan verti%al yang mengenai segmen lurus pada spina servikal atau lumbal akan menimbulkan kompresi aksial. 9u%leus pulposus atau lumbal akan menimbulkan kompresi aksial. 9u%leus pulposus akan mematahkan lempeng vertebra dan menyebabkan fraktur verti%al akan mematahkan lempeng vertebra dan menyebabkan fraktur verti%al pada
pada vertebra, vertebra, dengan dengan kekuatan kekuatan yang yang lebih lebih besar, besar, bahan bahan diskusdiskus did
didoroorong ng masmasuk uk ke ke daldalam am badbadan an ververtebtebral, ral, menymenyebabebabkan kan frakfraktur tur rem
remuk uk &&brust brust fractufracturere(. (. aarerena na ununsusur r popostesteririor or ututuh uh kekeadadaaaan n ininii didefinisikan sebagai %edera stabil. Fragmen tulang dapat terdorong ke didefinisikan sebagai %edera stabil. Fragmen tulang dapat terdorong ke belakang ke dalam kanalis spinalis dan inilah yang menjadikan fraktur belakang ke dalam kanalis spinalis dan inilah yang menjadikan fraktur
ini berbahaya, kerusakan neurologik sering terjadi. ini berbahaya, kerusakan neurologik sering terjadi.
-ambar :. Fraktur kompresi -ambar :. Fraktur kompresi
.. ;o;otatasisi#f#flelekksisi
6edera spina yang paling berbahaya adalah akibat kombinasi fleksi 6edera spina yang paling berbahaya adalah akibat kombinasi fleksi da
dan n rorotatasisi. . 1i1igagamemen n dadan n kakapspsul ul sesendndi i tetereregagang ng sasampmpat at babatatass ke
kekukuatatanannynya, a, kekemumudidian an dadapapat t rorobebek, k, pepermrmukukaaaan n sesendndi i dadapapatt mengalami fraktur atau bagian atas dari satu vertebra dapat terpotong. mengalami fraktur atau bagian atas dari satu vertebra dapat terpotong. Akibat dari mekanisme ini adalah pergeseran atau dislokasi ke depan Akibat dari mekanisme ini adalah pergeseran atau dislokasi ke depan pada vertebra di atas, dengan atau tanpa kerusakan tulang.
pada vertebra di atas, dengan atau tanpa kerusakan tulang.
5.
5. rrananslaslasi si hohoriri<o<ontntalal
olumna vertebralis teriris dan segmen bagian atas atau ba"ah olumna vertebralis teriris dan segmen bagian atas atau ba"ah dapat bergeser ke anteroposterior atau ke lateral. 1esi bersifat tidak dapat bergeser ke anteroposterior atau ke lateral. 1esi bersifat tidak stabil dan sering terjadi kerusakan saraf.
stabil dan sering terjadi kerusakan saraf.
-ambar =.
-ambar =. TranTranslation slation injuryinjury
abel '. lasifikasi fraktur stabil dan tidak stabil abel '. lasifikasi fraktur stabil dan tidak stabil T
Tiie e ffrraakkttuurr BBaa$$iiaan n &&aann$ $ tteerrkkeennaa SSttaabbii# # ''s s ttii""aak k ssttaabbii## Wedge fracture
Wedge fracture aannyya a aanntteerriioorr SSttaabbiill
Burst fracture
Burst fracture AAnntteerriioor r ddaan n mmiiddddllee iiddaak k ssttaabbiill Fracture/dislocation
Fracture/dislocation injuries
injuries
Anterior, middle dan Anterior, middle dan
posterior posterior
idak stabil idak stabil Seat belt fracture
Seat belt fracture Anterior, middle danAnterior, middle dan posterior posterior
idak stabil idak stabil
F
F.. K#K#asasififikikasasii Fra
Fran%in%is s >en>enis is menmengemgembanbangkagkan n konkonsep sep tigtiga a kolkolum um dardari i frakfraktur tur spispinalnal torakolumbal, a"alnya konsep ini dikembangkan untuk mengklasifikasikan torakolumbal, a"alnya konsep ini dikembangkan untuk mengklasifikasikan frak
belakang
belakang diba"ah diba"ah servikal servikal karena karena se%ara se%ara umum umum anatomi anatomi tulang tulang belakangbelakang mirip dengan vertebra torakal dan lumbal.
mirip dengan vertebra torakal dan lumbal.77
>enis membagi vertebra menjadi tiga kolum. etidak stabilan terjadi jika >enis membagi vertebra menjadi tiga kolum. etidak stabilan terjadi jika %edera terkena dua kolum yang berlanjut, %ontoh kolum %edera terkena kolum %edera terkena dua kolum yang berlanjut, %ontoh kolum %edera terkena kolum anterior dan medial
anterior dan medial atau medial dan posterior. iga kolum tersebut yaituatau medial dan posterior. iga kolum tersebut yaitu77
olum anterior olum anterior
## 1i1igagamement lnt lonongigitutudidinanal anl anteteririor or ## >u>ua pa per er tigtiga aa antenteririor or kokorprpus us vevertertebrbraa ## >u>ua pea per tir tiga aga antenteririor dor disiskukus ins intertervevertrtebebralral olum medial
olum medial
## SaSatu tu peper tr tigiga ka kororpupus vs verertetebrbraa ## SaSatu tu peper r titiga ga didiskskus us inintertervevertertebrbralal ## 1i1igagamement lont longngititududininal poal poststererioior r olum posterior
olum posterior ## PPeeddiikkeell
## SeSendndi fai fa%e%et dat dan prn pro%o%esessusus arts arti%i%ulular ar ## 11iiggaammeennttuum fm fllaavvuumm
## 9e9eurural aal ar%r%h dh dan lan ligigamamenent int interter%o%onnnne%te%tiningg *enur
*enurut ut sistem >enis sistem >enis ?, ?, trauma tulang belakang diklasifikatrauma tulang belakang diklasifikasikan sikan menjadmenjadii %ede
%edera ra minminor or dan dan maymayor, or, berberdasadasarkarkan n potpotensi ensi risirisiko ko untuntuk uk menmenyeyebabbabkankan ketidakstabilan. 6idera minor adalah fraktur yang disebabkan dari prosessus ketidakstabilan. 6idera minor adalah fraktur yang disebabkan dari prosessus tranversus, prosessus artikular, pars interarti%ularis, dan prosessus spinosus tranversus, prosessus artikular, pars interarti%ularis, dan prosessus spinosus yang hanya melibatkan sebagian dari kolom posterior dan tidak menyebabkan yang hanya melibatkan sebagian dari kolom posterior dan tidak menyebabkan ketidakstabilan akut. %edera tulang belakang mayor diklasifikasikan ke dalam ketidakstabilan akut. %edera tulang belakang mayor diklasifikasikan ke dalam empat kategori, semua didefinisikan dalam hal tingkat keterlibatan masing# empat kategori, semua didefinisikan dalam hal tingkat keterlibatan masing# masing dari tiga
masing dari tiga kolomkolom, , yaituyaitu compression, burst, seat-belt-typecompression, burst, seat-belt-type, dan , dan fraktufraktur r ttiippee fracture-dislocation fracture-dislocation. . SetSetiap iap jenjenis is frakfraktur tur jugjuga a dapdapat at dibdibagi agi bebbeberaperapaa sub%lass berdasarkan tingkat keparahan kerusakan.
Fraktur kompresi, adalah fraktur akibat kompresi dan terdapat fraktur dari Fraktur kompresi, adalah fraktur akibat kompresi dan terdapat fraktur dari kolom anterior. olom tengah utuh dan bertindak sebagai engsel. *ungkin kolom anterior. olom tengah utuh dan bertindak sebagai engsel. *ungkin terdapa
terdapat t %edera parsial %edera parsial dari kolom dari kolom posterposterior, yang menunjukior, yang menunjukkan kekuatankan kekuatan ketegangan di tingkat itu. kolom tengah yang kompeten men%egah fraktur ketegangan di tingkat itu. kolom tengah yang kompeten men%egah fraktur dari subluksasi atau kompresi elemen saraf oleh retropulsion fragmen dari dari subluksasi atau kompresi elemen saraf oleh retropulsion fragmen dari di
dindndining g popostesteriorior r ke ke kakanalnal. . 3m3mpat pat susubtbtipipe e dadari ri frafraktktur ur kokompmpreresi si dadapapatt diidentifikasi
diidentifikasi77..
## ipipe A e A # k# ketetererlilibabatatan kn kededuaua end platesend plates -- 8enis / @ keterlibatan superior8enis / @ keterlibatan superior end plateend plate ## 88eenniis s 6 6 @@ inferior end plateinferior end plate
## 8en8enis is > # > # tektekuk uk dardari ki kortorteks eks antanterioerior dr dengengan an kedkeduaua end platesend plates utuh. utuh. Burst
Burst fraktur fraktur , , terterjadi akibajadi akibat t bebbeban an aksaksial ial dardari i kedkedua ua kolkolum um yaiyaitu tu kolkolumum anterior dan kolom tengah yang berasal di tingkat satu atau kedua ujung# anterior dan kolom tengah yang berasal di tingkat satu atau kedua ujung# piring dari vertebra yang sama. 1ima jenis
piring dari vertebra yang sama. 1ima jenis burst fraktur burst fraktur dapat digambarkan. dapat digambarkan. 7 7
## iippe Ae A Fr Frakakttuur par padda kea kedduuaa end-platesend-plates. tulang yang retropulsed ke. tulang yang retropulsed ke kanal.
kanal.
## iippe /e / F Frrakakttuur sr suuppeerriioorr end-plateend-plate. al ini umum dan terjadi karena. al ini umum dan terjadi karena kombinasi beban aksial dengan fleksi.
kombinasi beban aksial dengan fleksi. ## 8e8eninis 6s 6 F Frarakktutur ir innfeferirioorr end-plateend-plate..
## 8en8enis > ris > rotaotasi bursi burst. frst. fraktaktur inur ini bisi bisa salaa salah didh didiagiagnonosis sesis sebagbagai fraai fraktuktur#r# dislokasi. *ekanisme %edera ini adalah kombinasi dari beban aksial dan dislokasi. *ekanisme %edera ini adalah kombinasi dari beban aksial dan rotasi.
rotasi.
## 8en8enis 3 /is 3 /ursurst flekt fleksi latsi lateraleral. 8eni. 8enis fraks fraktur btur berberbeda deda dari frari fraktaktur kour komprmpresiesi la
lateteral ral yayang ng memenynyajiajikakan n pepeniningngkakatatan n jarjarak ak ininteterprpededi%i%ululatate e papadada anteroposterior pemeriksaan radiologis.
-ambar '0. ipe
-ambar '0. ipe burst fractureburst fracture Fr
Frakaktuturr seat-belt-type seat-belt-type, , kedkedua ua posposteriterior or dan kolom dan kolom tentengah gah gaggagal al karkarenaena hiper#fleksi dan akibat adanya tegangan. /agian anterior dari kolom anterior hiper#fleksi dan akibat adanya tegangan. /agian anterior dari kolom anterior sebagian mungkin rusak di ba"ah kompresi, tapi masih berfungsi seperti sebagian mungkin rusak di ba"ah kompresi, tapi masih berfungsi seperti engsel. idak ada subluksasi, dan tulang belakang adalah utamanya tidak engsel. idak ada subluksasi, dan tulang belakang adalah utamanya tidak stabil jika dalam posisi fleksi. Fraktur
stabil jika dalam posisi fleksi. Fraktur seat-belt-type seat-belt-type dapat dibagi menjadi dua dapat dibagi menjadi dua subtipe.
subtipe. 7 7
## %ed%edera saera satu tintu tingkagkat $ni ht $ni hadiadir sebar sebagai frgai fraktaktur sedur sederherhana mana melalelalui tuui tulanlang,g, atau sebagai gangguan ligamen mele"ati ligamen kompleks posterior atau sebagai gangguan ligamen mele"ati ligamen kompleks posterior dan dis% intervertebralis.
dan dis% intervertebralis.
## %ed%edera dera dua tinua tingkagkat ot olom tlom tengengah peah pe%ah b%ah baik maik melalelalui tuui tulanlang atag atau disu disk.k. Pola %edera ini sebanding dengan kondisi yang disajikan dalam fr
Pola %edera ini sebanding dengan kondisi yang disajikan dalam fr aktur aktur hangman’s
-ambar ''. Fraktur
-ambar ''. Fraktur seat-belt seat-belt Fra
Fraktuktur r disdisloklokasi, asi, terjterjadi adi karkarena ena kegkegagaagalan lan ketketiga iga kolkolom om di di ba"ba"ahah kompresi, ketegangan, rotasi, atau geser. al ini mirip dengan kursi#belt#jenis kompresi, ketegangan, rotasi, atau geser. al ini mirip dengan kursi#belt#jenis %edera. 9amun, engsel anterior juga terganggu dan beberapa derajat dislokasi %edera. 9amun, engsel anterior juga terganggu dan beberapa derajat dislokasi hadir. Ada tiga subtipe dari fraktur#dislokasi bsed pada mekanisme %edera hadir. Ada tiga subtipe dari fraktur#dislokasi bsed pada mekanisme %edera fleion rotation, fleion distraction, a
fleion rotation, fleion distraction, and shear!nd shear! 7 7
## FFrarakktutur dr disislolokkasasi ti tipipee fleion-rotation fleion-rotation ## FFrarakktutur dr disislolokkasasi ti tipipee fleion-distraction fleion-distraction
## FFrraakkttuur r ddiissllookkaassi i ttiippee shear shear &post&posteroanteroanterior erior shearshear, , anteroanteroposterposterior ior shear(
shear(
-ambar '2. fraktur dislokasi. >ari kiri ke kanan, tipe
-ambar '2. fraktur dislokasi. >ari kiri ke kanan, tipe fleion-rotation fleion-rotation tipe tipe fleion-distraction
fleion-distraction tipe tipe shear shear &posteroanterior shear, anteroposterior shear(&posteroanterior shear, anteroposterior shear( (.
'.
'. AnAntara tara ++eertebrtebra ra h $ dh $ dan an h h Seg
Segmen korda men korda lumlumbal bal petpetama ama padpada a oraorang ng de"de"asa asa berberada ada padpadaa tingkat vertebra '0. Akibatnya, transeksi korda pada tingkat itu akan tingkat vertebra '0. Akibatnya, transeksi korda pada tingkat itu akan menghindarkan korda toraks tetapi mengisolasikan seluruh korda, lumbal menghindarkan korda toraks tetapi mengisolasikan seluruh korda, lumbal dan
dan sa%sa%ral, ral, disdisertaertai i parparalisalisis is tuntungkagkai i ba"ba"ah ah dan dan visvisera. Akaera. Akar r tortoraksaks bagian
bagian ba"ah ba"ah juga juga dapat dapat mengalami mengalami transeksi transeksi tetapi tetapi tidak tidak banyak banyak pengaruhnya.
pengaruhnya.))
2.
2. >i />i /a"a"ah +ah +eertertebrbra a h h
orda membentuk suatu tonjolan ke%il &konus medularis( di antara orda membentuk suatu tonjolan ke%il &konus medularis( di antara vertebra ' dan 1', dan merun%ing pada ruang di antara vertebra 1i dan vertebra ' dan 1', dan merun%ing pada ruang di antara vertebra 1i dan 12. Akar saraf 12 sampai S mun%ul dari konus medularis dan beraturan 12. Akar saraf 12 sampai S mun%ul dari konus medularis dan beraturan turun dalam suatu kelompok &%auda eBuine( untuk mun%ul pada tingkat turun dalam suatu kelompok &%auda eBuine( untuk mun%ul pada tingkat yang beruru
yang berurutan pada tan pada spina lumbosspina lumbosa%ral. arena itu, a%ral. arena itu, %edera spina di %edera spina di atasatas vertebra '0 dapat menyebabkan transeksi korda, %edera di antra '0 vertebra '0 dapat menyebabkan transeksi korda, %edera di antra '0 dan 1' dapat menyebabkan lesi korda dan lesi akar saraf, dan %edera di dan 1' dapat menyebabkan lesi korda dan lesi akar saraf, dan %edera di ba"ah
ba"ah vertebra vertebra 1' 1' hanya hanya menyebabkan menyebabkan lesi lesi akar akar syaraf. syaraf. Akar Akar sa%ralsa%ral mempersarafi
mempersarafi ) )
a(
a( SeSensnsasi dalaasi dalam m dadaeraerah h CpCpelelananaD, aD, susuatatu u jaljalur ur di di sesepapanjnjanang g babagigianan belakang
belakang paha paha dan dan tungkai tungkai ba"ah, ba"ah, dan dan dua dua pertiga pertiga sebelah sebelah luar luar telapak kaki.
telapak kaki. b(
b( eenaga motorik pada otot yang mengendalikan pergelangan kaki dannaga motorik pada otot yang mengendalikan pergelangan kaki dan kaki.
kaki. %(
%( ;efleks a;efleks anal dan nal dan penis, penis, responrespons plants plantar dan rear dan refleks perfleks pergelangelangan kakgan kakii pengendalian ken%ing.
pengendalian ken%ing. Akar 1umbal mempersyarafi
Akar 1umbal mempersyarafi ) )
a(
a( Sensasi pSensasi pada seluada seluruh turuh tungkai ngkai ba"ah sba"ah selain baelain bagian ygian yang dipang dipasok olasok oleheh segmen sakral.
segmen sakral. b(
b( eenaga naga motori% motori% pada pada otot otot yang yang mengendalikan mengendalikan pinggul pinggul dan dan lutut,lutut, refleks kremaster dan reflek lutut.
refleks kremaster dan reflek lutut.
/ila %edera tulang berada pada sambungan torakolumbla, penting /ila %edera tulang berada pada sambungan torakolumbla, penting untuk membedakan antara transeksi korda tanpa kerusakan akar saraf dan untuk membedakan antara transeksi korda tanpa kerusakan akar saraf dan transeksi korda dengan kerusakan akar saraf. Pasien tanpa kerusakan akar transeksi korda dengan kerusakan akar saraf. Pasien tanpa kerusakan akar saraf akan jauh lebih baik.
saraf akan jauh lebih baik. ) )
).
Paralisis lengkap dan tidak ada sensasi di ba"ah tingkat %edera Paralisis lengkap dan tidak ada sensasi di ba"ah tingkat %edera menunjukkan transeksi korda. Selama stadium syok spinal, bila tidak ada menunjukkan transeksi korda. Selama stadium syok spinal, bila tidak ada ref
reflekleks s anal &tidak lebih anal &tidak lebih dardari i 2 2 jam jam perpertamtama( a( diadiagnognosis sis tidtidak ak dapdapatat ditegakkan dan jika refleks anal pulih kembali dan defi%it saraf terus ditegakkan dan jika refleks anal pulih kembali dan defi%it saraf terus berlanjut,
berlanjut, lesi lesi korda korda bersifat bersifat lengkap. lengkap. Setiap Setiap lesi lesi korda korda lengkap lengkap yangyang berlangsung lebih dari 72 jam tidak akan sembu
berlangsung lebih dari 72 jam tidak akan sembuh.h. ) )
.
. 1e1esi si ororda da ididak 1ak 1enengkgkapap A
Adadanynya a sisisa sa sesensnsasasi i apapapapun un ddi i babaggiaian n ddisistatal l %e%ededera ra &u&ujiji menusukkan peniti di daerah perianal( menunjukkan lesi tak lengkap menusukkan peniti di daerah perianal( menunjukkan lesi tak lengkap sehingga prognosis baik. Penyembuhan dapat berlanjut sampai 5 bulan sehingga prognosis baik. Penyembuhan dapat berlanjut sampai 5 bulan sedelah %edera. Penyembuhan paling sering terjadi pada sindroma korda sedelah %edera. Penyembuhan paling sering terjadi pada sindroma korda %entra. >i ba"ah vertebra '0, diskrepansi antara tingkat neurologi% dan %entra. >i ba"ah vertebra '0, diskrepansi antara tingkat neurologi% dan tingkat rangka adalah akibat traseksi akar yang turun dari segmen yang tingkat rangka adalah akibat traseksi akar yang turun dari segmen yang lebih tinggi dari lesi korda.
lebih tinggi dari lesi korda. ) )
abel 2.
abel 2. "ncomplete #ord "ncomplete #ord SyndromeSyndrome))
S
Siinnddrroomm >>eesskkrriippssii
$nterior cord $nterior cord
1e
1esi si yayang ng memengngakakibibatkatkan an hihilanlangngnya ya fufungngsisi m
moottooririk k ddaan n sseennsisiffititaas s tteerhrhaadadap p nynyererii,, temp
temperateraturur, , namnamun un funfungsi gsi propropiopiosepseptif tif masmasihih normal
normal Bro%n-se&ua
Bro%n-se&uard rd
Propi
Propioseftif ipsilateral oseftif ipsilateral normanormal, l, motorimotori% % hilanghilang dan kehilangan sensivitas nyeri dan temperatur dan kehilangan sensivitas nyeri dan temperatur pada sisi kontralateral
pada sisi kontralateral #entral cord
#entral cord husus pada region %entral, anggota gerak atashusus pada region %entral, anggota gerak atas lebih lemah disbanding anggota gerak ba"ah lebih lemah disbanding anggota gerak ba"ah 'orsal cord
'orsal cord (posterior cord) (posterior cord)
1e
1esi si teterjrjadadi i papada da babagigian an sesensnsorori i teterurutatamama mempengaruhi propioseptif
mempengaruhi propioseptif #onus medullaris
#onus medullaris
6e
6ededera ra papaddaa sacral sacral cord cord dan nervudan nervus s lumlumbar bar de
degagan n kakananalilis s neneururalalisE isE areareflflekeks s papada da vevesiksikaa uranaria, pen%ernaan dan anggota gerak ba"ah uranaria, pen%ernaan dan anggota gerak ba"ah #auda e&iuna
#auda e&iuna
6edera pada daerah lumbosa%ral dengan kanalis 6edera pada daerah lumbosa%ral dengan kanalis neuralis yang mengakibatkan arefleksia vesika neuralis yang mengakibatkan arefleksia vesika urinaria, pen%ernaan dan anggota gerak ba"ah urinaria, pen%ernaan dan anggota gerak ba"ah
*rading system
*rading system pada %edera medulla spinalis pada %edera medulla spinalis))
'.
'. llasasififikikasasi Frai Franknkelel
-rade A motoris &#( sensoris &#( -rade A motoris &#( sensoris &#( -rade / motoris &#( sensoris &( -rade / motoris &#( sensoris &(
-rade 6 motoris &( dengan ;4* 2 atau ), sensoris &( -rade 6 motoris &( dengan ;4* 2 atau ), sensoris &( -rade > motoris &( dengan ;4* , sensoris &(
-rade > motoris &( dengan ;4* , sensoris &( -rade 3 motoris &( normal sensoris &(
-rade 3 motoris &( normal sensoris &(
2.
2. llasasififiaiasi si AAS$S$A A && $merican Spinal "njury $ssociation $merican Spinal "njury $ssociation(( abel ). AS$A
abel ). AS$A impairment scaleimpairment scale -rade
-rade 'escription 'escription
A
A 1engkap tidak ada sensorik maupun motorik diba"ah level1engkap tidak ada sensorik maupun motorik diba"ah level defisit neurologi
defisit neurologi /
/ idak lengkap sensorik maupun motoriknya menurun diidak lengkap sensorik maupun motoriknya menurun di ba"ah level defi%it neurologi
ba"ah level defi%it neurologi 6
6 idak lengkap sensorik baik dan fungsi motorik diba"ahidak lengkap sensorik baik dan fungsi motorik diba"ah defisit neurologi memiliki kekuatan otot diba"ah )
defisit neurologi memiliki kekuatan otot diba"ah ) >
> idak lengkap sensorik baik namun kekuatan ototidak lengkap sensorik baik namun kekuatan otot motoriknya lebih dari ) atau sama dengan )
motoriknya lebih dari ) atau sama dengan ) 3
3 FFuunnggssi i sesennsosoririk k ddan an mmoottooririk k nnoormrmalal
H.
H. (e)(e)a#a "aa#a "an Konn Konseksekueuesisi
Pada sebagian besar kasus, pasien tidak men%eritakan adanya trauma yang Pada sebagian besar kasus, pasien tidak men%eritakan adanya trauma yang sig
signifnifikaikan n meskmeskipuipun n mermereka eka kadkadangang#ka#kadandang g menmenjelajelaskaskan n aktaktifitifitas as yanyangg men
meningingkatkatkan kan taritarikan kan padpada a tultulang ang belbelakaakang, ng, sepseperti erti menmengangangkgkat at jenjendeldela,a, mengangkat anak ke%il dari tempat tidur, atau gerakan melenturkan badan mengangkat anak ke%il dari tempat tidur, atau gerakan melenturkan badan se%ara berlebihan. rauma dengan energy yang besar biasanya ditemukan se%ara berlebihan. rauma dengan energy yang besar biasanya ditemukan pada
pada pasien pasien berusia berusia muda, muda, terutama terutama pada pada laki#laki laki#laki dengan dengan densitas densitas tulangtulang yang normal.
yang normal.22
anya sepertiga kasus kompresi vertebra yang menunjukkan gejala. Pada anya sepertiga kasus kompresi vertebra yang menunjukkan gejala. Pada saat fraktur terasa nyeri, biasanya dirasakan seperti rasa nyeri yang dalam saat fraktur terasa nyeri, biasanya dirasakan seperti rasa nyeri yang dalam pada sisi
pada sisi fraktur. 8arang sekali menyebabkan kompresi pada fraktur. 8arang sekali menyebabkan kompresi pada medulla spinalis,medulla spinalis, tamp
tampilan ilan kliklinis nis menmenunjunjukkukkan an miomioloplopatik atik frakfraktur tur dendengan gan tantanda da dan dan gejagejalala nyeri radikull
nyeri radikuller er yang nyata. ;asa yang nyata. ;asa nyeri pada fraktur disebabkan oleh banyak nyeri pada fraktur disebabkan oleh banyak gerak, dan pasien biasanya merasa lebih nyaman dengan beristirahat.
Fraktur kompresi biasanya bersifat in%idental, menunjukkan gejala nyeri Fraktur kompresi biasanya bersifat in%idental, menunjukkan gejala nyeri tulang belakang ringan sampai berat. >apat mengakibatkan perubahan postur tulang belakang ringan sampai berat. >apat mengakibatkan perubahan postur tubuh karena terjadinya kifosis dan s%oliosis. Pasien juga menujukkan gejala# tubuh karena terjadinya kifosis dan s%oliosis. Pasien juga menujukkan gejala# ge
gejaljala a papada da ababdodomemen n sepseperterti i rarasa sa peperurut t tetertrtekaekan, n, rarasa sa %e%epat pat kekenynyanang,g, anoreksia, dan penurunan berat badan. -ejala pada sistem pernafasan dapat anoreksia, dan penurunan berat badan. -ejala pada sistem pernafasan dapat terjadi akibat berkurangnya kapasitas paru.
terjadi akibat berkurangnya kapasitas paru. 2 2
onseuensi Fraktur
onseuensi Fraktur ompresi +eompresi +ertebrartebra Ap
Apababilila a frfrakaktutur r kokompmpreresi si vevertertebrbra a memenununjnjukukkakan n gegejaljala a atatau au titidadak,k, ko
kompmpliklikasi asi janjangkgka a papanjnjanangnygnya a sansangagat t pepentntining. g. oonsnsekekueuensnsinyinya a dadapapatt dikategorikan sebagai biomekanik, fungsional, dan psikologis.
dikategorikan sebagai biomekanik, fungsional, dan psikologis. 2 2
'
'.. //iioommeekkaanniik k 9yeri
9yeri tulang tulang belakang belakang persisten persisten dalam dalam kaitannya kaitannya dengan dengan faktor#faktor# faktor mekanik dan kelemahan otot akibat terjadinya kyphosis. -ejala# faktor mekanik dan kelemahan otot akibat terjadinya kyphosis. -ejala# gej
gejala ala padpada a abdabdomeomen, n, kykyphophosis sis proprogregresif, sif, teruterutama tama dendengan gan frafraktuktur r kompresi multiple, menyebabkan pemendekan tulang belakang thorak kompresi multiple, menyebabkan pemendekan tulang belakang thorak se
sehihingngga ga memenynyebebababkakan n pepenenekakananan n papada da ababdodomemen, n, didimamana na dadapapatt men
menyebyebabkabkan an gejagejala la gasgastrotrointintestiestinal nal sepeseperti rti rasrasa a %ep%epat at kenkenyanyang g dandan tekanan abdomen. Pada beberapa pasien yang mengalami pemendekan tekanan abdomen. Pada beberapa pasien yang mengalami pemendekan seg
segmen men tortorakoakolumlumbal bal yanyang g sigsignifnifikaikan, n, %os%osta ta bagbagian ian terbterba"aa"ah h akaakann bersandar
bersandar pada pada pelvis, pelvis, menyebabkan menyebabkan terjadinya terjadinya abdominal abdominal dis%omfort.dis%omfort. -ej
-ejalaala#gej#gejala ala padpada a ganganggugguan an abdabdomeomen n dapdapat at berberupa upa anoanorekreksia sia yanyangg dapat mengakibatkan penurunan berat badan terutama pada pasien yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan terutama pada pasien yang berusia
berusia lanjut. lanjut. onsekuensi onsekuensi pada pada paru paru akibat akibat adanya adanya fraktur fraktur kompresikompresi vertebra dan kyphosis umumnya ditandai dengan penyakit paru restriktif vertebra dan kyphosis umumnya ditandai dengan penyakit paru restriktif dengan penurunan kapasitas vital paru. >allam persamaan, setiap fraktur dengan penurunan kapasitas vital paru. >allam persamaan, setiap fraktur menurunkan kapasitas vital =!. *eningkatkan risiko terjadinya fraktur. menurunkan kapasitas vital =!. *eningkatkan risiko terjadinya fraktur. arena terjadinya kyphosism maka beban berlebih akan ditopang oleh arena terjadinya kyphosism maka beban berlebih akan ditopang oleh tulan
tulang g disekitdisekitarnyarnya, a, ditambditambah ah lagi lagi dengadengan n adanyadanya a osteoposteoporosis semakinorosis semakin mengingkatkan risiko terjadinya fraktur. Adanya satu atau lebih vertebra mengingkatkan risiko terjadinya fraktur. Adanya satu atau lebih vertebra men
mengalgalami ami frakfraktur tur komkomprespresi i semsemakiakin n menmeningingkatkatkan kan adaadanya nya frakfraktur tur tambahan lima kali lipat dalam setahun.
2
2.. FFuunnggsisioonnaall
Pasien yang mengalami fraktur kompresi memiliki level yang lebih Pasien yang mengalami fraktur kompresi memiliki level yang lebih rendah dalam performa fungsional dibandingkan dengan %ontrol, lebih rendah dalam performa fungsional dibandingkan dengan %ontrol, lebih banyak
banyak membutuhkan membutuhkan pembantu, pembantu, pengalaman pengalaman lebih lebih sering sering mengalamimengalami sakit saat bekerja, dan mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sakit saat bekerja, dan mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari#hari. Penelitian terbaru pada pasien#pasien ini memiliki nilai yang sehari#hari. Penelitian terbaru pada pasien#pasien ini memiliki nilai yang renda
rendah h pada indeks pada indeks kualikualitas tas hiduhidup p yang berhubunyang berhubungan dengan gan dengan kesehakesehatantan berdasarkan
berdasarkan fungsi fungsi fisik, fisik, status status emosi, emosi, gejala gejala klinis, klinis, dan dan keseluhurankeseluhuran performa
performa fungsional. fungsional. 4leh 4leh karena karena itu, itu, banyak banyak pasien pasien yang yang mengalamimengalami fraktur kompresi vertebra akan menjadi tidak aktif, dengan berbagai alas fraktur kompresi vertebra akan menjadi tidak aktif, dengan berbagai alas an antara lain rasa nyeri akan berkurang dengan terlentang, takut jatuh an antara lain rasa nyeri akan berkurang dengan terlentang, takut jatuh seh
sehingingga ga terjterjadi adi patpatah ah tultulang ang laglagi. i. SehSehingingga ga kurkurang ang aktaktif if atau atau malmalasas bergerak
bergerak pada pada akhirnya akhirnya akan akan mengakibatkan mengakibatkan semakin semakin buruknyaburuknya kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari#hari.
kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari#hari. 2 2
)
).. PPssiikkoollooggiiss
ejadian depresi meningkat pada pasien yang menderita fraktur ejadian depresi meningkat pada pasien yang menderita fraktur ko
kompmpreresi si vevertertebrbra, a, akiakibabat t nynyeri eri krkrononis, is, peperurubabahahan n bebentntuk uk tutububuh,h, detorientasi dalam kemampuan mera"at diri sendiri, dan akibat bedrest detorientasi dalam kemampuan mera"at diri sendiri, dan akibat bedrest yang lama. Pasien yang mengalami depresi biasanya yang mengalami yang lama. Pasien yang mengalami depresi biasanya yang mengalami lebih dari satu fraktur dan akan menjadi %epat tua dan terisolasi se%ara lebih dari satu fraktur dan akan menjadi %epat tua dan terisolasi se%ara sosial.
sosial.22
II.. DDiiaa$$nnoossiiss
>iagnosis fraktur kompresi vertebra dapat dilakukan melalui anamnesis, >iagnosis fraktur kompresi vertebra dapat dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. '.
'. PePememeririksksaaaan fn fisisik ik
Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan dengan %ara pasien berdiri, Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan dengan %ara pasien berdiri, seh
sehingingga ga tantanda#tda#tandanda a osteosteopooporosrosis is sepeseperti rti kipkiposkoskolioliosiosis s akaakan n leblebihih tampa
tampak. k. emudemudian ian pemerpemeriksaan dilakukan dengan iksaan dilakukan dengan menekmenekan an vertebvertebrara dengan ibu jari mulai dari atas sampai ke ba"ah yaitu pada prosesus dengan ibu jari mulai dari atas sampai ke ba"ah yaitu pada prosesus spi
spinosnosus. us. FraFraktuktur r komkomprespresi i ververtebtebra ra dapdapat at terterjadi jadi mulmulai ai dardari i oksoksipuiputt sampai dengan sa%rum, biasanya terjadi
sampai dengan sa%rum, biasanya terjadi pada region pertengahapada region pertengahan n thorathorak k &7
&7#:#:( ( dan dan padpada a thothorakrakoluolumbambal l junjun%tio%tion. n. GlaGlangi ngi laglagi i pempemerikeriksaansaan sam
berhubungan
berhubungan dengan dengan pemeriksaan pemeriksaan palpasi palpasi vertebra vertebra mungkin mungkin disebabkandisebabkan oleh adanya fraktur kompresi vertebra.
oleh adanya fraktur kompresi vertebra. 2 2
Adanya deformitas pada tulang belakang tidak mengindikasikan Adanya deformitas pada tulang belakang tidak mengindikasikan adanya fraktur. 8ika tidak ditemukan nyeri yang tajam, kemungkinan hal adanya fraktur. 8ika tidak ditemukan nyeri yang tajam, kemungkinan hal ter
tersebsebut ut mermerupaupakan kan suasuatu tu kelkelainainan an tultulang ang belbelakaakang ng yanyang g berberkaikaitantan den
dengan gan umuumur. r. PemPemerikeriksaan saan selaselajutjutnynya a dildilakuakukan kan dendengan gan memmembanbantutu pasien
pasien melakukan melakukan gerakan gerakan fleksi fleksi dan dan ekstesi ekstesi pada pada tulang tulang belakang,belakang, gerakan ini akan menyebabkan rasa nyeri yang disebabkan oleh adanya gerakan ini akan menyebabkan rasa nyeri yang disebabkan oleh adanya fraktur kompresi vertebra.
fraktur kompresi vertebra. 2 2
Spasme otot atau kekakuan otot dapat terjadi sebagai akibat dari Spasme otot atau kekakuan otot dapat terjadi sebagai akibat dari kek
kekuatuatan an otootot t melmela"aa"an n gragravitvitasi asi padpada a bagbagian ian antanterioerior r dardari i ververtebtebra.ra. Pe
Pememerikriksaasaan n neneururolologogis is peperlu rlu didilalakukukakan. n. ididak ak jarjaranang g papada da kakasususs osteo
osteomyelitmyelitis is mempumempunyai gejala nyai gejala yang mirip yang mirip dengadengan n fraktufraktur r kompkompresiresi vertebra.
vertebra. 2 2
2
2.. ;;aaddiioollooggii
Selama pemriksaan fisik, marker radioopak mungkin ditempatkan Selama pemriksaan fisik, marker radioopak mungkin ditempatkan pada
pada kulit kulit pada pada daerah daerah yang yang paling paling terasa terasa nyeri, nyeri, karena karena bagaimanapunbagaimanapun juga
juga perlu perlu difikirkan difikirkan adanya adanya neoplasma neoplasma atau atau adanya adanya erosi erosi pada pada endplateendplate akibat osteomyelitis. Posisi anteroposterior dan lateral dilakukan untuk akibat osteomyelitis. Posisi anteroposterior dan lateral dilakukan untuk mengetahui adanya fraktur kompresi vertebra. Fraktur kompresi vertebra mengetahui adanya fraktur kompresi vertebra. Fraktur kompresi vertebra asimp
asimptomatitomatik k tidak selalu tidak selalu menunmenunjukkajukkan n kolapkolaps s vertebvertebra ra pada gambaranpada gambaran rad
radioliologiogi. . FraFraktuktur r komkomprepresi si ververtebtebra ra se%ase%ara ra radradiogiografi rafi digdigambambarkarkanan sebagai penurunan panjang vertebra lebih
sebagai penurunan panjang vertebra lebih dari '!, umumnya ditemukandari '!, umumnya ditemukan pada
pada vertebra vertebra thorakolumbal thorakolumbal se%ara se%ara anteroposterior anteroposterior dan dan lateral. lateral. /agian/agian thorakolumbal yang biasa terkena adalah :, '2, 1' dan lumbal nagian thorakolumbal yang biasa terkena adalah :, '2, 1' dan lumbal nagian ba"ah terbanyak adalah 1.
-ambar '). ;ontgen fraktur kompresi vertebra -ambar '). ;ontgen fraktur kompresi vertebra )
).. **;;$ $ && +agnetic esonance "maging +agnetic esonance "maging (( 8ik
8ika a sumsumber ber nyenyeri ri tidtidak ak dapdapat at ditditemuemukankan, , *;$ *;$ dapdapat at menmenunjunjukkukkanan adanya keganasan, mengidentifikasi adanya fraktur dan membantu dalam adanya keganasan, mengidentifikasi adanya fraktur dan membantu dalam me
menenentntukukan an teteraprapi i yayang ng tetepapat. t. AAdadanynyaa short short tau tau inersion inersion recoeryrecoery &S$;( paling ideal diperiksa dengan *;$
&S$;( paling ideal diperiksa dengan *;$
-ambar '. *;$ fraktur kompresi vertebra -ambar '. *;$ fraktur kompresi vertebra
.. 66 SS%%aann
6t s%an sangan berguna menggambarkan adanya fraktur dan dapat 6t s%an sangan berguna menggambarkan adanya fraktur dan dapat memb
memberikan informasi jika erikan informasi jika tentantentang g adanyadanya a kelainakelainan n densitdensitas as tulantulang. g. 66 S%
dia
diagnognosis sis karkarena ena adaadanynya a penypenyempempitaitan n kankanalialis s spispinal, nal, dan dan komkomposposisiisi spesifik vertevra dapat digambarkan.
spesifik vertevra dapat digambarkan.
-ambar '. 6 S%an fraktur kompresi vertebra -ambar '. 6 S%an fraktur kompresi vertebra .
. SingSingle#Phole#Photon 3mton 3mission ission 6omp6omputed uted omomograpography &Shy &SP36P36(( >ap
>apat at jugjuga a digdigunaunakan kan daldalam am menmenententukaukan n adaadanya nya frafraktuktur r dandan tin
tingkagkat t ostosteopeoporoorosis sis karkarena ena keamkeammpumpuannyannya a daldalam am menmenggaggambambarkarkann densitas tulang.
densitas tulang.
5.
5. SS%i%inntitigrgrapaphyhy
*erupakan suatu metode diagnosti% yang menggunakan deteksi *erupakan suatu metode diagnosti% yang menggunakan deteksi radiasi sinar gamma untuk menggambarkan kondisi dari jaringan atau radiasi sinar gamma untuk menggambarkan kondisi dari jaringan atau organ, juga merupakan metode ayng penting untuk memprediksi hasil organ, juga merupakan metode ayng penting untuk memprediksi hasil &&outcomeoutcome( dari beberapa teknik operasi.( dari beberapa teknik operasi.
J.
J. TaTata#ata#aksana Fksana Fraktraktur Kour Komremresi Vsi Veertebrtebrara
8ika pada pasien tidak ditemukan adanya kelainan neurologis, pengobatan 8ika pada pasien tidak ditemukan adanya kelainan neurologis, pengobatan pada
pada pasien pasien dengan dengan akut akut fraktur fraktur harus harus menekankan menekankan pada pada pengurangan pengurangan rasarasa nyeri, dengan pembatasan bedrest, penggunaan analgetik, bra%ing dan latihan nyeri, dengan pembatasan bedrest, penggunaan analgetik, bra%ing dan latihan fisik.
fisik. '.
'. *en*enghighindandari beri bedredrest yst yang tang terlaerlalu lalu lamama /a
/ahahayya a bebedrdresest t yyanang g teterlrlalalu u lalama ma papada da ororanang g tutua a adadalalahah,, menin
meningkakan gkakan kehilakehilangan ngan densitdensitas as tulangtulang, , de%onde%onditioditioning ning thromthrombosis,bosis, pneumonia, ulkus de%ubitus, d
pneumonia, ulkus de%ubitus, disorientasi dan depresi.isorientasi dan depresi. 2
2.. AAnnaallggeettiik k An
Analalgegetitik k didigugunaknakan an ununtutuk k memengngururanangi gi rarasa sa nynyerieri, , bibiasaasanynyaa diberikan sebagai terapi a"al untuk menghindari dari bedrest yang terlalu diberikan sebagai terapi a"al untuk menghindari dari bedrest yang terlalu lama. Analgetik opioid mungkin diberikan pada beberapa pasien untuk lama. Analgetik opioid mungkin diberikan pada beberapa pasien untuk men
pasien
pasien yang yang sudah sudah tua, tua, pasien pasien dengan dengan imobilisasi, imobilisasi, opioid opioid yangyang berhubungan
berhubungan dengan dengan konstipasi konstipasi dan dan penurunan penurunan fungsi fungsi kognitif kognitif harusharus diperhatikan dan penggunaan profilaksis laksatif harus segera dimulai diperhatikan dan penggunaan profilaksis laksatif harus segera dimulai pada
pada saat saat opioid opioid diberikan. diberikan. indari indari pemberian pemberian 9SA$>s. 9SA$>s. Se%ara Se%ara umum,umum, penggunan
penggunan analgetik analgetik opioid opioid atau atau non non opioid, opioid, adalah adalah lebih lebih baik baik dibandingkan 9SA$>s, terutama pada pasien usia lanjut yang mengalami dibandingkan 9SA$>s, terutama pada pasien usia lanjut yang mengalami fra
fraktuktur r komkomprepresi si ververtebtebra. ra. ;is;isiko iko pempemberiberian an 9S9SA$>A$>s s berberhuhubunbungangan den
dengan gan gasgastrotropatpati, i, insinsufiufisiensiensi si ginginjal, jal, dan dan penpenyakyakit it janjantuntung g konkongesgestiti meningkat se%ara signifikan pada usia lanjut.
meningkat se%ara signifikan pada usia lanjut. )
).. 66aal%l%iittoonniinn
6al%itonin se%ara subkutan, intranasal, atau perrektal mempunyai 6al%itonin se%ara subkutan, intranasal, atau perrektal mempunyai efek analgetik pada fraktur kompresi yang disebabkan oleh osteoporosis efek analgetik pada fraktur kompresi yang disebabkan oleh osteoporosis dan pasien dengan nyeri tulanh akibat metastasis. Aktifitas analgetik dari dan pasien dengan nyeri tulanh akibat metastasis. Aktifitas analgetik dari %al%itonin yaitu dengan meningkatkan kadar endorphin dalam plasma. %al%itonin yaitu dengan meningkatkan kadar endorphin dalam plasma. Pad
Pada a frafraktuktur r komkomprepresi si ververtebrtebra a uanuang g disdisebaebabkabkan n oleoleh h ostosteopeoporoorosis,sis, %al%itonin juga menghambat fungsi dari osteoklast, sehingga men%egah %al%itonin juga menghambat fungsi dari osteoklast, sehingga men%egah terjadinya penyerapan tulang.
terjadinya penyerapan tulang.
.. //rraa%%iinngg
/ra%ing merupakan terapi yang bisa dilakukan pada managemen /ra%ing merupakan terapi yang bisa dilakukan pada managemen akut non operatif. 4rtose membantu dalam mengontrol rasa nyeri dan akut non operatif. 4rtose membantu dalam mengontrol rasa nyeri dan membantu penyembuhan dengan mensatabilkan tulang belakang. >engan membantu penyembuhan dengan mensatabilkan tulang belakang. >engan meng
mengistirahistirahatkan padatkan pada posisi fleksa posisi fleksi, i, maka akan mmaka akan menguraengurangi tekanngi tekananan pada
pada kolumna kolumna anterior anterior dan dan rangka rangka tulang tulang belakang. belakang. /ra%ing /ra%ing dapatdapat digunakan segara, tetapi hanya dapat digunakan untuk dua sampai tiga digunakan segara, tetapi hanya dapat digunakan untuk dua sampai tiga bulan.
bulan. eerdapat rdapat beberapa beberapa tipe tipe ortese ortese yang yang tersedia tersedia untuk untuk pengobatan.pengobatan. arena sebagian besar fraktur kompresi terjadi di daerah torakolumbal, arena sebagian besar fraktur kompresi terjadi di daerah torakolumbal, seb
sebagiagian an besbesar ar ortortosiosis s idiidibuabuat t berberdasdasarkarkan an arearea a terstersebuebut t padpada a tuatualnglng belakang.
belakang. horakolumbal horakolumbal orthsis orthsis &1S4( &1S4( tipe tipe shell shell bra%es bra%es digunkandigunkan untuk memberikan stabilitas selama rotasi, fleksi dan ekstensi. 8enis ini untuk memberikan stabilitas selama rotasi, fleksi dan ekstensi. 8enis ini sangat berguna dalam pengobatan oleh karena fraktur akibat energy yang sangat berguna dalam pengobatan oleh karena fraktur akibat energy yang besar, fraktur
besar, fraktur multiple multiple dan dan kiposis kiposis berat. berat. arena arena ortose ortose didesain didesain dengandengan pembungkus
mengeluhkan adanya gatal dan berkeringat diba"ah ortose. ipe boston mengeluhkan adanya gatal dan berkeringat diba"ah ortose. ipe boston sangat mirip dengan tipe shell tetapi lebih lembur karena terbuat dari sangat mirip dengan tipe shell tetapi lebih lembur karena terbuat dari plasti% semi fleksibel.
plasti% semi fleksibel.
-ambar '5. 1S4 -ambar '5. 1S4 .
. ++eertrtebebroroplplasastyty +
+eertebrtebroproplastlasty y dildilakuakukan kan dendengan gan menmenempempatkatkan an jarujarum m biobiopsypsy tulan
tulang g belakanbelakang g kedalkedalam am vertebvertebra ra yang mengalami kompresi denganyang mengalami kompresi dengan bimbingan
bimbingan fluoros%opy fluoros%opy atau atau %omputed %omputed tomographytomography. . emudianemudian dii
diinjeknjeksiksikan an *eth*ethylylmethmetha%rya%rylate late kedkedalam alam tultulang ang yanyang g menmengalgalamiami kom
komprepresi. si. ProProsedusedur r dapdapat at menmenstabstabilkilkan an frakfraktur tur dan dan menmengurgurangangi i rasarasa ny
nyeri eri dedengngan an %e%epapat. t. eetatapi pi prprososeeeedudur r inini i titidadak k dadapapat t memempmperberbaikaikii deformitas yang terjadi pada tulang belakang. omplikasi terjadi kurang deformitas yang terjadi pada tulang belakang. omplikasi terjadi kurang dari '0! pasien antara lain berupa radikulopati, infeksi dan kompresi dari '0! pasien antara lain berupa radikulopati, infeksi dan kompresi medulla spinalis. Pada saat semen diinjeksikan diba"ah tekanan tinggi, medulla spinalis. Pada saat semen diinjeksikan diba"ah tekanan tinggi, kebo%oran ke bagian luar vertebra sering terjadi pada 0!#57! pasien.
kebo%oran ke bagian luar vertebra sering terjadi pada 0!#57! pasien.
-ambar '7. eknik vertebroplasty -ambar '7. eknik vertebroplasty 5
y
ypoppoplastlasty y dipdiperkerkenalenalkan kan padpada a tahtahun un '=:'=:: : daldalam am menmengobgobatiati fraktur kompresi. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan jarum fraktur kompresi. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan jarum yang berisikan tampon kedalam tulang yang mengalami fraktur. $nsersi yang berisikan tampon kedalam tulang yang mengalami fraktur. $nsersi jarum ters
jarum tersebut akan ebut akan membentuk kavitas membentuk kavitas pada tulang pada tulang vertebra. vertebra. emudianemudian kav
kavitaitas s terstersebuebut t diidiisi si dendengan gan %am%ampurpuran an metmethylhylmetmeta%rya%rylate late dibdiba"aa"ahh tek
tekanaanan n renrendahdah. . omompliplikaskasi i jarjarang ang terjterjadi adi dan dan terjterjadiadinya nya kebkebo%oo%oranran semen lebih jarang dibandingkan dengan vertebroplasty.
semen lebih jarang dibandingkan dengan vertebroplasty.
-ambar ':.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP Kesimu#an Kesimu#an
Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari Fraktur kompresi adalah diskontinuitas dari jaringan tulang akibat dari suatu penekanan atau tindihan yang melebihi kemampuan dari tulang tersebut. suatu penekanan atau tindihan yang melebihi kemampuan dari tulang tersebut. Frakt
Fraktur ur kompkompresi resi vertebrvertebra a terjadi jika terjadi jika berat beban berat beban melebimelebihi hi kemamkemampuan vertebrapuan vertebra dal
dalam am menmenopaopang ng bebbeban an tertersebsebut, ut, sepseperti erti padpada a kaskasus us terjterjadiadinya nya tratraumauma. . PadPadaa osteoporosis, fraktur kompresi dapat terjadi gerakan sederahana seperti terjatuh osteoporosis, fraktur kompresi dapat terjadi gerakan sederahana seperti terjatuh pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban y
pada kamar mandi, bersin, atau mengangkat beban yang berat.ang berat.
3tiologi dari fraktur kompresi vertebra dapat dikarenakan oleh trauma, 3tiologi dari fraktur kompresi vertebra dapat dikarenakan oleh trauma, posmenopausal osteoporosis, keganasan, ataupun o
posmenopausal osteoporosis, keganasan, ataupun osteoporosis.steoporosis.
Pada pasien yang tidak ditemukan adanya kelainan neurologis, pengobatan Pada pasien yang tidak ditemukan adanya kelainan neurologis, pengobatan pada
pada pasien pasien dapat dapat berupa berupa pengurangan pengurangan rasa rasa nyeri, nyeri, dengan dengan pembatasan pembatasan bedrest,bedrest, penggunaan analgetik, bra%ing, latihan fisik, vertebroplasty dan ky