• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. diesterifikasi dengan gliserol. Masing masing lemak mengandung sejumlah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA. diesterifikasi dengan gliserol. Masing masing lemak mengandung sejumlah"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3. sabun transparan
Gambar 4. Struktur kimia asam sitrat (Dalimunthe, 2009)

Referensi

Dokumen terkait

Proses pembentukan biodiesel dari minyak ikan ini dapat dilakukan dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi, yaitu reaksi asam lemak bebas dengan alkohol membentuk

Oleh karena itu cocok untuk proses transesterifikasi minyak sawit atau minyak jelantah (waste edible oil), pada reaksi [6] proses esterifikasi dari asam lemak bebas, sedangkan

Non-gliserida yang dapat larut dalam minyak seperti asam lemak bebas (FFA), phospholipid, trace metal, karotenoid, tocoferol atau tocotrienol, produk teroksidasi dan sterol

Biodiesel adalah biofuel, suatu ester asam lemak (FAME) yang diturunkan dari minyak atau lemak nabati maupun melalui proses transesterifikasi agar dapat mencapai viscositas

Proses pembuatan biodiesel dengan mereaksikan alkohol dengan asam lemak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu esterifikasi dan transesterifikasi, yang akan

1) Hidrolisa, dalam reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menajdi asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak atau lemak

10 PRAKTIKUM VI PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN REAKSI ESTERIFIKASI DAN TRANSESTERIFIKASI Tujuan : Untuk membuat biodiesel dari bahan baku dengan kandungan asam lemak bebas lebih

Biodiesel dihasilkan dengan proses kimia yang dikenal sebagai reaksi transesterifikasi, yaitu mereaksikan minyak nabati atau lemak hewani dengan alkohol seperti metanol.. Reaksi akan