34
MENAULADANI AKHLAK DAN KEPRIBADIAN RASUL SAW
H. M. Tohir Ritonga Dosen FAI UNIVA Medan
Abstrak
Kedatangan Nabi saw. untuk mengubah akhlak dan budi pekerti manusia, sehingga benar-benar menjadi manusia yang bermanfaat dalam kehidupannya. Dengan kata lain, Nabi diutus untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Kepribadian Rasul saw. juga bisa menjadi acuan dalam menjalani kehidupan ini. Umat islam sangat dianjurkan untuk melaudani akhlak dan kepribadian Rasul saw., karena beliau adalah uswatun hasanah, dalam semua segi kehidupan.
Kata Kunci : Rasulullah, Akhlak, Kepribadian A. Pendahuluan
Rasul saw. adalah utusan Allah swt. ke dunia ini untuk memberikan contoh tauladan kepada sekalian manusia. Sebelum diutus, manusia dalam kegelapan, penuh dengan kemusyrikan, jauh dari akhlak yang terpuji, sehingga disebut dengan zaman jahiliyah.
Kedatangan Nabi saw. untuk mengubah akhlak dan budi pekerti manusia, sehingga benar-benar menjadi manusia yang bermanfaat dalam kehidupannya. Dengan kata lain, Nabi diutus untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Kepribadian Rasul saw. juga bisa menjadi acuan dalam menjalani kehidupan ini. Umat islam sangat dianjurkan untuk melaudani akhlak dan kepribadian Rasul saw., karena beliau adalah uswatun hasanah, dalam semua segi kehidupan.
Dalam makalah ini dibahas tentang kepribadian Rasul saw., kekhususannya, Ibadah dan akhlaknya dengan harapan bisa ditauladani dalam kehidupan sehari-hari.
B. Kepribadian Rasul saw.
a. Kelahiran
Beliau dilahirkan di kota Mekan pada hari Senin subuh, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau tanggal 20 April 571 M. Usia 6 bulan dalam kandungan Ayahanda menunggal dunia di Abwa’ dan dikuburkan disana. Usia 8 tahun Ibunda beliau meninggal dunia, kemudian beliau diasuh Ummu Aiman, dan disusui Tsuwaibatul Aslamiyah setelah itu Halimatus Sa’diyah. Usia 10 tahun kakek beliau meninggal dunia, kemudian diasuh paman yang bernama Abu Thalib, dia seorang yang miskin.
Usia 25 tahun menikah dengan Khadijah ra., seorang wanita terhormat, mulia dan kaya raya, ketika itu usianya 40 tahun. Usia 40 tahun pada hari Senin tanggal 17 Ramadhan 41 H di Gua Hira’ beliau menerima wahyu pertama kali, dengan demikian beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Usia 51
tahun terjadi peristiwa isra’ dan mikraj. Usia 53 tahun hijrah ke Madinah.
Usia 63 tahun beliau wafat, pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal 11 H/ 8 Juni 633 H., dikuburkan pada hari Rabu di kamar beliau di kota Madinah.
Ash-Shabban berkata: Ijma’ bahwa Nabi dalam kandungan pada hari Senin bulan Rajab, lahir pada hari Senin bulan Rabiul Awal, diutus pada hari Senin, keluar dari kota Mekkah untuk hijrah pada hari Senin, sampai di Madinah tepatnya di Quba’ pada hari Senin, dan meninggal dunia pada hari Senin.1 b. Nama-nama beliau adalah: Muhammad,
Ahmad, Al-Mahi, Al-Hashir, Al-‘Aqib. Muth’im bin ‘Adi ra. menerangkan: Rasul saw. bersabda: Sesungguhnya bagiku ada beberapa nama: Aku Muhammad, aku Ahmad dan aku Al-Mahi, maksudnya: Dengan jalan aku, Allah membasmi kekafiran. Aku juga digelari Al-Hasyir, yang maksudnya: Umat manusia dihimpun di belakangku. Aku pun digelari Al-‘Aqib, yaitu yang tiada diiringi di belakangnya oleh hadirnya lagi seorang Nabi.2
c. Keluarga
Adapun ummahatul mukminin: 1) Khadijah binti Khuwailid, 2) Zainab binti Khuzaimah, 3) ‘Aisyah binti Abu Bakr ra., 4) Hafsha binti Umar bin Khatthab, 5) Saudah binti Zam’ah, 6) Shafiyah binti Hayy bin Akhthab, 7) Maimunah binti Al-Harits bin Hazn, 8) Ummu Habibah binti Abu Sufyan, 9) Ummu Salamah binti Abu Umayyah, 10) Zainab binti Jahsy, 11) Juwairiyah binti Harits.
Putra-putri Nabi saw.: Al-Qasim umurnya 2 tahun, Abdullah meninggal ketika masih kecil, Ibrahim usianya 16 bulan, Zainab suaminya Abu Al-‘Ash bin Ar-Rabi’ meninggal
1 Nihayah Az-Zein, Syekh Nawawi Al-Bantani, hal. 12 2
35
tahun 8 H, Ruqayyah suaminya Utsman bin ‘Affan ra. meninggal tahun 2 H pada perang Badar, Ummu Kultsum suaminya Utsman bin ‘Affan ra meninggal tahun 9 H, Fathimah suaminya Ali bin Abi Thalib ra. Semua dari Khadijah kecuali Ibrahim, dia dari Mariyah Al-Qibthiyah.
d. Bentuk fisik
Dari Anas bin Malik: Rasul saw. bukanlah orang yang berperawakan terlalu tinggi, namun tidak pula pendek. Kulitnya tidak putih bule juga tidak sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan tidak pula lurus kaku…3
e. Cap kenabian
Jabir bin Samurah ra. mengemukakan perihal Khatamun Nabi: Aku pernah melihat khatam (kenabian)…ia terletak di antara kedua bahu Rasul saw., bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara.4
Tulisan cap kenabian itu adalah:
Tawajjah Haitsu Syi’ta, Fa Innaka Manshurun, Allah, Wahdahu,La syarikah lahu, Muhammad Abduuh, Wa Rasuluhu.
f. Rambut
Anas bin Malik ra. meenceritakan: Rambut Rasul saw. mencapai pertengahan kedua telinganya.5
g. Uban
‘Abdullah bin ‘Umar mengungkapkan: Uban Rasul saw. hanya sekitar 20 lembar saja.6
Ibn Abbas ra. mengemukakan: Abu Bakr ra. berkata: Wahai Rasulullah, sungguh Anda telah beruban! Rasullah bersabda: Surah Hud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, ‘Amma Yatasaalun dan Idzasy Syamsyu Kuwwirat yang menyebabkan aku beruban.7
3
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 26. Hadis ini dari Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dari Rabi’ah bin Abu Abdirrahman dari Anas bin Malik ra.
4 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 29.
Hadis ini dari Sa’id bin Ya’qub Ath-Thalaqani dari Ayyub bin Jabir dari Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah ra.
5
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 45. Hadis ini dari Ali bin Hujr dari Isma’il bin Ibrahim dari Humaid dari Anas bin Malik ra.
6
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 54. Hadis ini juga terdapat dalam Sunan Ibn Majah hadis no. 3630
7 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 55.
Hadis ini dari Abu Kuraib Muhammad bin Al-A’la
h. Celak
Ibn Abbas ra. menceritakan bahwa Nabi saw. bersabda: Bercelaklah kalian dengan Itsmid, karena ia dapat mencerahkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata. Sungguh Nabi saw. mempunyai tempat celak mata yang digunakannya untuk bercelak pada setiap malam. Tiga olesan di sini dan tiga olesan di sini.8
i. Pakaian
Samurah bin Jundub ra. mengemukakan: Rasul saw. bersabda: Pakailah pakaian putih karena ia lebih suci dan lebih bagus. Juga kafankanlah ia pada orang yang meninggal di antara kalian.9 j. Cincin
Anas bin Malik ra. menceritakan: Ukiran yang tertera di cincin Rasul saw. adalah
Muhammad satu baris, Rasul satu baris, dan Allah satu baris.10
k. Makanan dan minuman
Ka’ab bin Malik ra. bercerita: Sesungguhnya Nabi saw. menjilati jari-jemarinya (sehabis makan) tiga kali.11
‘Aisyah ra. bercerita: Keluarga Nabi saw. tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasullah saw. wafat.12
‘Abdullah bin Ja’far bercerita: Nabi saw. memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).13
‘Aisyah bercerita: Nabi saw. memakan semangka dengan kurma (yang baru masak).14
Ibn Abbas ra. mengkhabarkan: Sesungguhnya Rasul saw. minum air zamzam sambil berdiri.15
l. Canda gurau
Hasan Al-Bashri menceritakan: Seorang wanita tua datang menghadap Rasulullah saw., ia berkata: Wahai Rasulullah, doakan daku kepada Allah swt.,
dari Muawiyah bin Hisyam dari Syaiban dari Abu Ishaq dari Ikrimah dari Ibn Abbas ra.
8 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 61.
Hadis ini juga terdapat dalam Sunan Abu Dawud hadis no. 3898
9
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 70-71. Hadis ini juga terdapat dalam Sunan An-Nasa’i, Sunan Ibn Majah no. hadis 3567.
10
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 83.
11
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 117.
12
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 121.
13
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 155.
14 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 155 15
36
mudah-mudahan masuk surge. Nabi saw. bersabda: Wahai ibu fulan, sesungguhnya surge itu tidak bakal dimasuki wanita tua (tidak ada wanita tua di surga). Selanjutnya Hasan berkata: Wanita tua itu berpaling sambil menangis! Maka Rasul saw. bersabda: Beritahukan kepada wanita itu, bahwa ia tidak akan masuk surge dalam keadaan tua (di surga akan menjadi tua lagi). Sungguh Allah berfirman yang artinya: Maka kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. (QS. Al-Waqi’ah: 36-37)
C. Kekhususan Rasul saw.
a. Semua Nabi memberitakan akan kelahirannya. b. ْ ذِإ َو ْ َْلاَق ْ ىَسٌِع ْ ْ ن با ْ َْمٌَ رَم ْ اٌَ ْ ًِنَب ْ َْلٌِئا َر سِإ ْ ًِّنِإ ْ ْ لو س َر ْ َِْاللّ ْ م ك ٌَلِإ ْ ْ اقِّدَصُّم ْ اَمِّل ْ َْن ٌَب ْ َْيَدٌَ ْ َْنِم ْ ِْةاَر وَتلا ْ ْ ارِّشَب م َو ْ ْ لو س َرِب ْ ًِت أٌَ ْ نِم ْ يِد عَب ْ ْ ه م سا ْ ْ دَم حَأ ْ اَمَلَف ْ م هءاَج ْ ِْتاَنٌَِّب لاِب ْ او لاَق ْ اَذَه ْ ْ ر حِس ْ ْ نٌِبُّم . ْ
Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)", Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. Ash-Shaf: 6) c. Ketika lahir disambut Maryam dan Asiyah. d. Lahir sudah dikhitan dan dalam keadaan
sujud.
e. Lahir tidak keluar dari farj, tapi di atas farhj di bawah pusar dan langsung putus pusarnya. Al-Qadhi ‘Iyadh menjelaskan: semua Nabi dan Rasul demikian. Oleh karena itu ulama Malikiyah menfatwakan: boleh membunuh orang yang mengatakan bahwa Nabi lahir dari tempat buang air kecil.16
f. Tidak batal wudhu’ jika bersentuhan dengan yang bukan mahram.17
g. Do’a tidak diangkat ke langit jika tidak berselawat kepada Rasul saw., Dalam hadis hasan riwayat Imam Tirmizi dijelaskan: Dari Sa’id bin Al-Musayyib ia berkata. Umar bin Khatthab berkata: Sampai kepadaku bahwa do’a ditahan di antara langit dan bumi, tidak diangkat sampai berselawat kepada Nabi saw. h. Nabi saw. dapat melihat ke belakang
sebagaimana melihat ke depan.
16 Nihayah Az-Zein, Syekh Nawawi Al-Bantani, hal. 12 17
Nihayah Az-Zein, Syekh Nawawi Al-Bantani, hal. 27
ًِّْنِإَفْ ِد و جُّسلاِبَْلا َوْ ِع و كُّرلاِبْ ًِن و قِب سَتَْلاَفْ,ْ م ك ماَمِإًِّْنِإْ ساَنلاْاَهٌَُّأ . ًِف ل َخْ نِم َوْ ًِماَمَأْ نِمْ م كاَرَأ Artinya: Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. berkata: Wahai manusia ! sesungguhnya aku adalah imam kamu, janganlah kamu mendahului aku pada waktu ruku’ dan sujud, sesungguhnya aku dapat melihat kamu baik dari depan dan belakang. (HR. Muslim) i. Nabi saw. selama hidupnya tidak pernah
menguap.
)خٌراتلاْىفْىراخبلاْهاور(ْ. طَقًُِّْبَنلاْ َبَءاَثـَتْاَم Artinya: Dari Yazid bin al-Asham, ia berkata: Tidaklah pernah seorang Nabi menguap. j. Keringat Nabi saw. lebih harum dari
minyak wangi
ْ؟ْ َن ٌِعَن صَتْىِذَلاْاَذَهْاَمْ! م ٌَل سَْم أْاٌَ ْاَنِبـ ٌ ِطْىِفْ ه لَع جَنْ قَرَعْ:ْ تَلاَق
.ِب ٌِّطلاْ بٌَ طَأْ َو ه َو Artinya: Dari Anas ra., ia berkata: Nabi saw. datang kepada kami, lalu beliau tidur sebentar (qailûlah) di tempat kami, beliau berkeringat lalu datanglah ibuku dengan membawa sebuah botol untuk menampung keringat Nabi saw. tadi, lantas Nabi saw. pun bangun dan berkata: wahai Ummu Sulaim! apa yang sedang engkau perbuat ? Ummu Sulaim berkata: keringat, kami menjadikannya sebagai minyak wangi, baunya lebih baik dari wangi-wangian.
D. Nabi saw. tidak memiliki banyangan baik
ketika malam atau siang.
َْلاْ َوْ س مَشْىِفٌّْل ِظْ هَلْ ن كٌَْ مَلَْمَلَس َوِْه ٌَلَعْ َاللّْىَلَصِْ َاللَّْل و سَرْ َنَأ )ىذمرتلاوْمكاحلاْهاور(ْ. رَمَق Dari Dzakwan bahwa Rasul saw. tidak memiliki banyangan baik dengan sebab sinar matahari atau cahaya bulan.
E. Tubuh atau pakaian Nabi saw. tidak
pernah dihinggapi oleh lalat, serangga dan lain-lain.
ْ"ىفطصملاْقوقحْفٌرعتبْءافشلا"ْباتكْىفْضاٌعْىضاقلاْركذ َْلَعْ ل ِزـ نٌََْلاْ َناَكْ هَنَأْ:ْملسوْهٌلعْاللّْىلصْهصئاصخْنمْنأْ: ِْه ٌ
. باَبُّذلا Artinya: Bahwa lalat tidak pernah hinggap pada Nabi saw.
37 F. Air seni beliau jadi obat
ْناٌفسْنبْنسحلاْهاور(ْ.ا دَبَأْاَذَهْ َكِم وٌَْ َد عَبْ َك ن طَبْ َىِكَت شَتْ نَلْ َكَنِإ )مٌعنْوبأوْىنطقرادلاوْمكاحلاوْىلعٌْوبأوْهدنسمْىف Artinya: Dari Ummu Aiman ra. ia berkata: Nabi saw. pernah bangun pada suatu malam lalu beliau menuju tembikar (periuk belanga) yang ada di samping rumah, Nabi pun buang air kecil di dalamnya, aku bangun tidur pada suatu malam dalam keadaan haus lalu aku minum apa yang ada pada tembikar (periuk belanga), ketika pagi hari aku ceritakan hal itu kepada Nabi, beliau tertawa (tersenyum) dan berkata: Sesungguhnya engkau tidak akan pernah merasakan sakit perut selama-lamanya.
G. Mata beliau tidur akan tetapi hati beliau
selalu jaga dan ingat kepada Allah swt. )ناخٌشلاْهاور(ْ. ًِب لَقْ ماَنٌََْلا َوِْناَماَنَتًََْن ٌَعْ َنِإ ْ
Artinya: Dari ‘Aisyah ra. ia berkata : Wahai Rasulallah saw. ! apakah engkau tidur sebelum mengerjakan shalat witir? Nabi berkata: wahai ‘Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur akan tetapi hatiku tidak tidur.
H. Beliau tidak pernah mimpi basah.
ْاَمْ :لاقْ هنعْ ىلاعتْ اللّْ ىضرْ سابعْ نباْ نعْ دهاجمْ قٌرطْ نم )ىرونٌدلاْهاور(ْ.ِناَط ٌَشلاْ َنِمْ مَلاِت حلااْاَمَنِإ َوْ, طَقًٌِّْبَنَْمَلَت حا Artinya: Nabi tidak pernah mimpi basah sekalipun, sesungguhnya mimpi basah itu datang dari syaitan.
I. Bila beliau berjalan dengan orang yang
bertubuh tinggi maka tubuh beliaupun menjadi tinggi.
ْ)ىقهٌبلاْهاور(ْ. هَلاَطْ ِل ٌِوَطلاَْعَمْىَشَمْاَذِإ َو Artinya: Dan apabila beliau saw. berjalan dengan yang tinggi maka beliaupun tinggi.
J. Malaikat selalu berjalan mengikut di
belakang Nabi saw., bahkan pernah berperang membantu Nabi saw. sebagaimana yang terjadi pada perang Badar dan Hunain.
ْ ا و ش م أْ :ْ ِهِباَح صَ ِلِْ َلاَق َوِْ َاللّْ ل و سَرْ َجَرَخ ْ ي ِر هَظْا وُّلَخ َوْ,ْ ًِماَمَأ
)دعسْنباْهاور(ْ.ِةَكِئَلاَم لِل ْ
Artinya: Dari Jabir ra., ia berkata: Rasul saw. keluar dan berkata kepada para Sahabatnya:
Berjalanlah di depanku, biarkan (di arah) punggungku (tempat) Malaikat.
K. Jika ada Nabi saw. yang lain mendapati
beliau maka Nabi tersebut wajib mengikuti ajaran Nabi saw.
َْلاِإْ هَعَس َوْ اَمْ ا ٌـَحْ ىَس و مْ َناَكْ وَلْ :ْ ملسوْ هٌلعْ اللّْ ىلصْ لاق )هرٌغوْمٌعنْوبأْهاور(ْ. ًِعاَبِّتإ ْ
Artinya: Nabi saw. bersabda: Jika nabi Musa as. hidup tidak ada yang ia perbuat kecuaIi mengikut aku.
L. Ibadah dan Akhlak Rasul saw.
a. Semangat beribadah
Mughurah bin Syu’bah pernah menyaksikan Rasullah saw. salat dan ia bercerita: Rasulullah saw. berdiri salat sampai bengkak kedua kakinya. Kepadanya ditanyakan: mengapa anda membebani diri dengan hal yang demikian? Bukankah Allah saw. telah mengampuni anda dari segala dosa, baik yang terdahulu maupun yang akan datang? Rasulullah saw. bersabda: Tidak patutkah saya menjadi hamba Allah yang bersyukur?18
b. Salat Dhuha
Anas bin Malik ra. menerangkan: Sesungguhnya Nabi saw. melakukan salat Dhuha enam raka’at.19
‘Abdullah bin Saib ra. mengkhabarkan: Sesungguhnya Rasulullah saw. melakukan salat empat rakaat sesudah tergelincir matahari, sebelum salat zhuhur. Beliau bersabda: Sesungguhnya waktu itu merupakan saat pintu-pintu langit terbuka. Maka aku menyukai amal salehku diangkat saat itu.20
c. Salat Sunnah di rumah
Abdullah bin Said berkata: Aku bertanya kepada Rasul saw. tentang salat di rumah dan salat di mesjid. Beliau bersabda: Sungguh, kau melihat sendiri, alangkah dekatnya rumahku dengan mesjid. Sungguhn aku lebih suka lebih suka salat di rumah daripada salat di mesjid, kecuali salat fardhu.21
18
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 211
19
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 228
20 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 230 21
38
d. Istighfar
Demi Allah aku istighfar dan taubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari 70 kali. (HR. Imam Al-Bukhari)
e. Tawadhu’
Aku tidak pernah mengetahui sama sekali Nabi memukul pembantu. (HR. Imam Muslim)
Anas bin Malik berkata: Tidak seorangpun yang paling mereka sukai selain Rasulullah saw. Anas berkata: Walaupun demikian, apabila mereka melihat Nabi saw. tidak ada yang berdiri (untuk menyambutnya), karena mereka tahu beliau tidak menyukai hal itu.22
Jabir ra. bercerita: Rasulullah saw. datang mengunjungiku tanpa berkenderaan baghal23 dan tidak pula dengan kuda angkutan.24
f. Puasa Senin dan Kamis
Abu Hurairah ra. bercerita: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Semua amal ditampakkan pada hari Senin dan Kamis, sedangkan aku menyukai amalku ditampakkan tatkala aku sedang berpuasa.25 g. Memberi dan menerima hadiah
Ummul Mukminin ra. berkata: Sesungguhnya Nabi saw. menerima hadis dan membalas hadiah.26
h. Usia
Ibn Abbas ra. berkata: Nabi saw. tinggal di Mekkah (setelah menjadi Rasul) 13 tahun. Di sana beliau mendapat wahyu. Di Madinah 10 tahun. Beliau wafat dalam usian 63 tahun.27
M. Penutup
Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan, siapa yang enggang itu Ya Rasulullah? Siapa yang taat kepadaku dia masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia lah yang enggan masuk surga. (HR. Al-Bukhari)
Demikianlah makalah ini, mudah-mudahan Rasulullah saw. dapat kita jadikan sebagai tauladan dalam kehidupan kita, sehingga kita berhak mendapatkan syafaatnya nanti pada hari kiaman, dan masuk ke dalam surga.
22
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 261-262
23
Baghal adalah peranakan antara keledai dan kuda.
24
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 267
25
Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 238
26 Syamail Muhammadiyah, Imam At-Tirmizi, hal. 281 27