32
V. GAMBARAN UMUM
5.1. Gambaran Lokasi Penelitian
5.1.1. Letak dan Kondisi Geografis
Kelurahan Katulampa terletak di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. Kelurahan Katulampa memiliki luas wilayah sebesar 491 Ha. Batas wilayah Kelurahan Katulampa sebesah utara ialah Kelurahan Cimahpar, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Tajur, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Baranangsiang dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Sukaraja, Kabupaten Bogor. Jarak Kelurahan Katulampa dimana Perusahaan Parakbada berada cukup strategis, karena jarak Kelurahan Katulampa ke Pemerintahan Kecamatan Bogor Timur hanya 3 km, ke Pemerintahan Kota Bogor 7 km, ke Pemerintahan Ibukota Provinsi 120 km, dan ke Ibukota Negara 60 km. Ketinggian Kelurahan Katulampa terleak di 500 meter di atas permukaan laut dan memiliki suhu rata-rata 36°C (Kelurahan Katulampa 2011).
5.1.2. Kependudukan
Jumlah penduduk Kelurahan Katulampa menurut jenis kelamin adalah 28.711 orang dimana jumlah laki-laki sebanyak 14.621 orang dan perempuan sebanyak 14.090 orang. Dilihat dari jumlah kepala keluarga, Kelurahan Katulampa memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.718 KK. Menurut agama, mayoritas penduduk Kelurahan Katulampa beragama Islam, yakni sebanyak 23.354 orang. Jumlah penduduk Kelurahan Katulampa apabila dilihat dari usia, terbanyak adalah usia produktif usia 20-29 tahun, yakni berjumlah 5.063 jiwa (Tabel 3).
33 Tabel 3. Jumlah Penduduk Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota
Bogor menurut Usia pada Tahun 2011
No. Rentang Usia Jumlah Penduduk (Jiwa)
1 0 – 9 3.593 2 10 – 19 5.018 3 20 – 29 5.063 4 30 – 39 5.046 5 40 – 49 4.671 6 >50 5.320 Jumlah 28.711
Sumber: Kelurahan Katulampa (2011)
Kelurahan Katulampa memiliki sumberdaya manusia yang cukup baik. Mayoritas penduduk Kelurahan Katulampa memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik. Hal ini terlihat pada jumlah lulusan SMP/SLTP/MTS sebanyak 5.279 orang, lulusan SMA/SLTA/MA sebanyak 6.716 orang, lulusan D1-D3 sebanyak 2.686 orang, dan lulusan S1-S3 sebanyak 2.439 orang (Tabel 4).
Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Tahun 2011 No. Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Taman Kanak-Kanak (TK) 1978 8,34 2 Sekolah Dasar (SD) 4613 19,46 3 SMP/SLTP 5279 22,26 4 SMA/SLTA 6716 28,32 5 D1-D3 2686 11,33 6 S1-S3 2439 10,23 Total 23.711 100
Sumber: Kelurahan Katulampa (2011)
Tingkat pendidikan yang dimiliki oleh penduduk di Kelurahan Katulampa akan berpengaruh pada mata pencaharian. Hal inilah yang menunjukkan semakin tinggi tingkat pendidikan maka mata pencaharian yang diinginkan akan semakin tinggi.
5.1.3. Pertanahan
Kelurahan Katulampa memiliki luas total sebesar 491 Ha. Tanah tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti bangunan, perumahan,sawah, jalan, dan lainnya. Tanah peruntukan yang ada di Kelurahan Katulampa sebagian
34 besar digunakan untuk perumahan yakni 70,67 persen, ladang sebesar 14,46 persen, dan sawah sebesar 8,15 persen (Tabel 5).
Tabel 5. Pertanahan Peruntukan pada Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Tahun 2011
No. Tanah Peruntukan Luas (Ha) Persentase (%)
1 Jalan 3,5 0,71 2 Sawah 40 8,15 3 Ladang 71 14,46 4 Bangunan Umum 3,5 0,71 5 Empang 1,6 0,33 6 Perumahan 347 70,67 7 Jalur Hijau 2 0,41 8 Perkebunan 7,4 1,51 9 Lain-lain 15 3,05 Total 491 100,00
Sumber: Kelurahan Katulampa (2011)
5.1.4. Sarana dan Prasarana
Kelurahan Katulampa memiliki sarana dan prasarana seperti tempat peribadatan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan sarana olahraga. Dilihat dari sarana peribadatan, Kelurahan Katulampa memiliki 19 buah masjid, 76 buah mushola, dan satu buah gereja. Untuk sarana pendidikan, Kelurahan Katulampa memiliki dua buah Taman Kanak-kanak (TK), sembilan buah PAUD, satu buah Playgroup, empat buah Sekolah Dasar (SD), dan 1 buah SMP, sedangkan sarana kesehatan, Kelurahan Katulampa memiliki 1 buah puskesmas, 4 buah poliklinik, 4 buah praktik bidan, 2 buah balai pengobatan, dan 4 buah rumah bersalin. Kemudian untuk sarana olahraga, Kelurahan Katulampa memiliki 1 buah lapangan basket, 1 buah lapangan voley, 2 buah lapangan bulutangkis, 2 buah lapangan tenis meja, dan 1 buah kolam renang.
5.2. Keragaan Umum Perusahaan Parakbada 5.2.1. Sejarah Perusahaan Parakbada
Parakbada merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembenihan dan pembesaran ikan lele Sangkuriang. Perusahaan ini didirikan pada awal Mei 2011 dan mulai berproduksi pada pertengahan bulan Juli 2011. Perusahaan ini didirikan secara “founder” yakni mendirikan perusahaan secara bersama-sama,
35 yakni Ibu Susi, Bapak Iyos, Bapak Fauzi, Bapak Amruh Kumandang, dan Bapak Faisal. Founder tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni Investor Aktif dan Investor Pasif. Investor Aktif merupakan investor yang tidak hanya berinvestasi di dalam Perusahaan Parakbada, namun juga aktif dalam mengelola perusahaan seperti pengawasan terhadap tenaga kerja dan proses produksi. Investor aktif ini terdiri atas Ibu Susy. Bapak Fauzi, dan Bapak Iyos. Investor Psif merupakan investor yang hanya berinvestasi saja tanpa ikut campur pengelolaan perusahaan. Investor pasif terdiri atas Bapak Amruh Kumandang dan Bapak Faizal. Pemimpin Perusahaan Parakbada adalah Ibu Susy. Beliau dipilih oleh teman-temanya karena Ibu Susy dianggap sebagai orang yang lebih paham mengenai usaha lele Sangkuriang.
Awal dimulainya usaha ini, adanya rasa ketertarikan Ibu Susi (salah satu founder) terhadap dunia perikanan. Kemudian Ibu Susi milih ikan lele untuk diusahakan. Beliau memilih ikan lele karena menurut beliau ikan lele merupakan ikan yang mudah perawatan dan pemeliharaannya, tidak seperti ikan lain. Alasan Ibu Susi memilih lele Sangkuriang karena lele Sangkuriang memiliki banyak kelebihan dibanding ikan lele lokal atau lele yang lain.
Perusahaan Parakbada ini mulai dibangun pada awal bulan Mei 2011 dan pada bulan Juli 2011 mulai melakukan produksi (pembenihan dan pembesaran). Pada awal pendirian usaha ini, Ibu Susi joint dengan Bapak Fauzi dan Bapak Iyos. Namun beberapa waktu kemudian bergabunglah teman-teman Ibu Susi yang tertarik berinvestasi di dalam usaha tersebut. Ibu Susy memandang bahwa usaha pembenihan dan pembesaran ikan lele Sangkuriang ini memiliki prospek yang baik, melihat kurangnya supply benih lele dan ikan lele konsumsi di pasar.
Pemilihan nama Perusahaan Parakbada sendiri dilatarbelakangi oleh ketidaksengajaan. Nama “Parakbada” berasal dari Bahasa Padang, Parak berarti kebun dan Bada berarti ikan, sehingga Parakbada diartikan sebagai kebun ikan. Sehingga banyak orang awam atau orang sekitar mengganggap nama tersebut kebingungan.
36 5.2.2. Sarana dan Prasarana Perusaahaan
Sarana dan prasarana terdiri dari peralatan-peralatan yang digunakan untuk menunjang keberlangsungan usaha. Adapaun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Perusahaan parakada adalah sebagai berikut.
a. Lahan
Perusahaan Parakbada berdiri di atas lahan seluas 1.800 m2. Lahan tersebut merupakan lahan sewa dengan biaya sewa sebesar Rp 5.000.000 per tahun. b. Bangunan
Bangunan yang dimiliki Perusahaan Parakbada ialah kantor, mess karyawan, gudang, dan saung. Kantor digunakan untuk menerima orang yang datang seperti pembeli dan pengunjung sekaligus digunakan pengelola untuk beristirahat. Mess karyawan digunakan untuk tempat tinggal tenaga kerja dan Saung dari bambu yang digunakan untuk tempat istirahat pekerja ataupun pengelola.
c. Kolam Produksi
Perusahaan Parakbada memiliki 65 buah kolam yang terdiri atas 5 kolam pemijahan masing-masing berukuran 2 x 4 meter, 38 kolam penetasan masing-masing berukuran 2 x 4 meter, 3 kolam indukan masing-masing berukuran 2 x 5 meter, 1 kolam pemeliharaan calon indukan masing-masing berukuran 2 x 4 meter, 8 kolam sortir masing-masing berukuran 2 x 4 meter dan 10 kolam pembesaran masing-masing berukuran 4 x 5 meter. Perhitungan mengenai kolam lebih lanjut dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Kolam Produksi di Perusahaan Parakbada No Kolam Ukuran (meter) Jumlah (Unit) Harga Satuan (Rp) Total (Rp) 1 Pemijahan 2 x 4 5 270.000 1.350.000 2 Penetasan 2 x 4 38 150.000 5.700.000 3 Indukan 2 x 5 3 390.000 1.170.000 4 Pemeliharaan calon indukan 2 x 4 1 150.000 150.000 5 Sortir 2 x 4 8 150.000 1.200.000 6 Pembesaran 4 x 5 10 326.500 3.265.000 Total 65 12.835.000
37 d. Indukan Lele Sangkuriang
Perusahaan Parakbada memiliki indukan lele Sangkuriang sebanyak 60 ekor. Indukan terebut terdiri atas 20 ekor indukan betina dan 40 ekor indukan jantan. Harga per ekor indukan adalah Rp 50.000,00.
e. Serokan
Serokan berfungsi untuk menyerok atau mengangkat benih ikan lele atau ikan lele konsumsi dari kolam. Serokan yang dimiliki oleh Perusahaan Parakbada terdiri dari serokan berukuran kecil dan besar. Serokan kecil yang dimiliki sebanyak 6 buah dan serokan besar sebanyak 10 buah.
f. Pompa Air dan Selang
Pompa air berfungsi memompa air dari sumur. Pompa air yang dimiliki perusahaan sebanyak dua buah. Selang berfungsi untuk mengalirkan air dari sumur ke kolam. Selang yang dimiliki perusahaan 50 meter.
g. Kakaban
Kakaban adalah alat yang digunakan untuk menunjang proses pemijahan, yakni tempat menempelnya telur ikan lele saat proses pemijahan Kakaban dibuat dari bambu sepanjang kurang lebih 1,5 meter dan ijuk. Perusahaan Parakbada memiliki kakaban sebanyak delapan set (1 set = 7 buah kakaban seharga Rp 300.000,00).
h. Peralatan lainnya
Peralatan lainnya yang digunakan untuk menunjang produksi adalah mesin sedot sebanyak dua buah dengan harga Rp 500.000,00 per buah, ember sebanyak 9 buah, bak sortir sebanyak 5 buah, jurigen sebanyak 9 buah, gayung sebanyak 6 buah, jaring ukuran 26 meter dan seser ukuran 5 meter.