IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Sejarah Perusahaan
Honda Motor Company, Ltd atau Honda Technology Research Institute Company, Limited adalah produsen mobil, truk, sepeda motor dan skuter asal Jepang. Perusahaan ini juga membuat kendaraan segala medan, generator listrik, mesin kelautan dan peralatan taman.
Honda didirikan pada tanggal 24 September 1948 oleh Soichiro Honda. Honda merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia sejak 1959, dan juga produsen mesin pembakaran terbesar dengan produksi lebih dari 14 juta unit tiap tahun. Perusahaan Mobil Honda berhasil menggusur Nissan sebagai produsen mobil kedua terbesar di Jepang tahun 2001. Honda juga menggusur Chrysler, untuk menjadi pabrikan mobil terbesar keempat di pasar AS. Sekarang ini, Honda juga pabrikan mobil terbesar keenam di dunia. Pada 2004, perusahaan ini mulai memproduksi motor diesel, yang sangat tenang dan tidak membutuhkan penyaring untuk dapat melewati standar polusi.
Honda merupakan pabrikan Jepang pertama yang meluncurkan merek mobil mewahnya, menggunakan merk Acura untuk mobil mewahnya di Amerika Utara. Mobil Honda terkenal dengan daya tahan dan jarang rusak. Penjualan Honda di Indonesia paling terkenal dengan sepeda motornya. Honda Motor Company, Ltd masuk Indonesia pada tanggal 11 Juni 1971, dimana saham terbesar dimiliki oleh PT. Astra Internasional. (www.mobil-indonesia.com/sejarah-honda.html)
Salah satu pusat penjualan resmi mobil Honda adalah PT. Honda Mandiri Prawira Raya Motor atau yang lebih dikenal dengan nama PT. Honda Mandiri Bogor didirika pada tanggal 10 Juni 1987. Berlokasi di Jalan Pajajaran no. 27 Bogor, diatas tanah seluas 3.300 m2. Sebagai satu – satunya tempat penjualan resmi Honda yang berada di Kota Bogor, PT. Honda Mandiri Bogor melayani penjualan mobil, perawatan kendaraan dan penyediaan suku cadang orisinil Honda. Pada Juni 2008, PT. Honda Mandiri Bogor melakukan perluasan dengan membuka layanan khusus
perawatan dan penjualan suku cadang orisinil di Jalan Bina Marga I no.15 Bogor, yang berdiri diatas tanah seluas 3.600m2.
4.1.2 Visi, Misi dan Moto Perusahaan
Honda Motor Company, Ltd beroperasi dengan prinsip dasar “Respect for the
Individual” dan “The Three Joys” yang mengekpresikan kesenangan dalam membeli,
kesenangan dalam menjual dan juga kesenangan dalam menciptakan. Sedangkan “Respect for the Individual” merefleksikan keinginan untuk menghargai karakter dan kemampuan yang unik pada setiap individu, mempercayai satu sama lain sebagai rekan kerja untuk melakukan yang terbaik dalam segala situasi.
Prinsip dasar perusahaan yaitu menjaga pedapat pasar global untuk menyediakan produk dengan kualitas terbaik, dengan harga yang sangat bersahabat bagi pelanggan, dengan moto yang diusung “The Power of Dream”. Visi dari PT. Honda Mandiri Bogor adalah memberi pelayanan yang terbaik. Sedangkan misi yang dimiliki adalah memasarkan produk Honda dan memberikan pelayanan servis.
4.1.3 Produk – Produk Perusahaan
Sebagai pusat penjualan resmi Honda satu – satunya di Kota Bogor, PT. Honda Mandiri Bogor memasarkan hampir seluruh produk mobil Honda serta suku cadang. Beberapa produk yang dipasarkan oleh PT. Honda Mandiri Motor antara lain adalah:
1. Honda City, merupakan mobil sedan dengan 5 (lima) penumpang, tampil dengan desain garis tegas dan interior yang modern memancarkan energi yang dinamis serta performa yang handal. Honda City memiliki teknologi efisiensi bahan bakar yang ramah lingkungan, ruang kabin yang lapang sehingga memberikan rasa nyaman dalam berkendara. Honda City hadir dengan kapasitas mesin 1500 cc dengan dimensi 4.385mm x 1.715mm x 1.470mm, adapun harga yang ditawarkan berkisar dari Rp 261.000.000 – Rp 285.000.000.
2. Honda Civic, merupakan sedan kelas menengah dengan 5 (lima) penumpang dengan eksterior yang stylish dan sporty serta kabin yang eksklusif. Didukung dengan teknologi VSA (Vehicle Stability Assist) dan
Multiplex meter. Honda Civic merupakan salah satu sedan favorit di
hadir dengan 2 (dua) type mesin yaitu 1800 cc SOHC dan 2000 cc DOHC, dengan dimensi 4.540mm x 1.750mm x 1.435mm. Harga yang ditawarkan oleh Honda adalah Rp 339.000.000 – Rp 352.000.000 untuk tipe 1800 cc SOHC dan Rp 404.000.000 untuk tipe 2000 cc DOHC.
3. Honda Accord, merupakan sedan kelas premium atau mewah pada jajaran mobil Honda. Sedan dengan moto “Unlimited Luxury” ini memiliki kapasitas penumpang 5 (lima) orang dengan interior yang sangat mewah. Honda Accord memiliki beberapa type mesin, 2.4 L VTi MT – 2.4 L VTi AT – 2.4 L VTi-L AT – 3.5 L V6 AT, dengan dimensi 4.935mm x 1.845mm x 1.476mm. Adapun harga yang ditawarkan adalah Rp 428.500.000 – Rp 481.500.000 untuk type 2.4 L dan Rp 708.000.000 untuk 3.5 L V6.
4. Honda Jazz, merupakan city car yang diusung oleh Honda dengan desain yang sporty dan efisiensi bahan bakar. City cay ini memiliki kapasitas penumpang hingga 5 (lima) orang dengan interior yang canggih dan selalu menjadi trendsetter di kelasnya. Honda Jazz hadir dengan kapasitas mesin 1500cc SOHC dengan dimensi 3.900mm x 1.695mm x 1.525mm, dan harga yang dibandrol oleh Honda berkisar antara Rp 198.500.000 – Rp 224.000.000.
5. Honda Freed, merupakan salah satu produk teranyar dari Honda. Mobil yang berada pada kelas MPV (Multy Purpose Vehicle) ini memiliki kapasitas penumpang 7 (tujuh) orang dengan desain eksterior yang unik dilengkapi dengan teknologi yang mutakhir. Mobil ini memiliki dimensi 4.215mm x 1.700mm x 1.735mm, Honda Freed hanya memiliki satu tipe mesin yaitu 1.5 L SOHC, 4 silinder segaris i-VTEC. Adapun harga yang ditawarkan oleh Honda berkisar antara Rp 219.000.000 – Rp 260.000.000. 6. Honda Oddysay, adalah salah satu tipe MPV (Multy Purpose Vehicle)
yang mewah dari Honda. Honda Oddysay memiliki motto “Excitement
Inside Sophiscation” atau bisa diartikan “Kegembiraan Dalam Hidup”
motto ini digunakan karena Honda Oddysay memiliki kesempurnaan dalam berkendara. Didukung oleh eksterior yang elegan dan interior yang
mobil premium dikelasnya. Dengan dimensi 4.800mm x 1.800mm x 1.545mm, dengan mesin 2.4 L 4 silinder segaris Honda Odysay dibandrol dengan harga Rp 529.000.000.
7. Honda CR-V, “Refinement of Style, Safety and Comfort” merupakan motto dari SUV (Sport Utility Vehicle) keluaran Honda ini. Kesetabilan berkendara, kenyamanan yang tiada duanya dalam kabin yang lapang dan mewah, performa mesin yang responsive, serta teknologi keselamatan dan fitur – fitur yang inovatif. Honda CR-V hadir dalam dua tipe mesin yaitu i-VTEC 2.0 L SOHC dan i-VTEC 2.4 L DOHC, dengan dimensi 4.566mm x 1.820mm x 1.680mm. Adapun harga yang dibandrol untuk kedua tipe tersebut berkisar antara Rp 348.000.000 – Rp 359.000.000 untuk tipe i-VTEC 2.0 L SOHC dan Rp 388.000.000 untuk tipe i-i-VTEC 2.4 L DOHC.
4.2 Hasil Analisis
4.2.1 Analisis Kointegrasi
Menurut Chen dan Knez pada tahun 1995 dalam Lucey et al (2004) Sebelum melakukan analisis dalam model VAR/VECM adalah uji kointegrasi, yaitu dapat menjelaskan bahwa variabel yang diamati dalam penelitian ini akan stabil pada jangka panjang. Esensi dari cointegration adalah bahwa series tidak dapat menyebar ke segala arah jauh dari satu sama lain dan menjelaskan bahwa keberadaan hubungan jangka panjang antara series ini dengan series yang lain dapat ditulis pada suatu format Error Correction. Salah satu syarat agar tercapai keseimbangan jangka panjang ad alah apabila pola data yang digunakan stasioner pada level nol maka menggunakan metode VAR, dan apabila pola data yang digunakan tidak stasioner pada level nol maka menggunakan metode VECM dalam menganalisa stasioneritas, tingkat signifikansi yang digunakan adalah pada tingkat signifikan 5 persen. Data penjualan yang dianalisis adalah data penjualan bulanan City Car, Sedan, MPV dan SUV yang diperoleh dari tahun 2008 sampai 2011.
4.2.2 Uji Stasioneritas
Uji stasioneritas data pada seluruh variabel dengan Augmented Dickey-Fuller
Test (ADF) menggunakan perangkat lunak Eviews 6. Hasil pegujian stasioner dapat
Tabel 2. Hasil Uji Stationer
Variabel Test Critical
Value (5%) T - Statistic Probability
City -2.948404 -5.358127 0.0001
Civic -2.954021 -3.663838 0.0096
Jazz -2.948404 -5.784174 0.0000
Freed -2.948404 -3.904217 0.0050
CR-V -2.948404 -4.018992 0.0037
Berdasarkan hasil Tabel 2 tersebut menunjukan bahwa semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah stationer, hal ini karena nilai nilai Test Critical
Values lebih kecil dari nilai t-statistic dengan nilai kritis pada taraf 5 persen.
Setelah uji stasioner sudah dilakukan dan menunjukan hasil yang stasioner pada level, maka dapat menggunakan model VAR, dan apabila tidak semuanya stasioner maka digunakan model VECM. Dengan data yang ditunjukan oleh tabel diatas, dapat disimpulkan model yang digunakan adalah VAR dan dapat disimpulkan pula bahwa terdapat hubungan diantara variabel – variabel tersebut dalam jangka panjang.
4.2.3 Uji Kausalitas Granger
Uji kausalitas multivariate dilakukan untuk melihat hubungan kausalitas antara variabel-variabel yang ada dalam model. Hubungan kausalitas antar variabel dapat diketahui dengan melakukan Pairwise Granger Causality Test. Hipotesis nol ( ) yang diuji adalah tidak ada hubungan kausalitas dan hipotesis alternatifnya ( ) adalah adanya hubungan kausalitas. Nilai probability sebesar 5 persen digunakan untuk menentukan apakah diterima atau ditolak. Apabila nilai probabilitasnya kurang atau sama dengan 5 persen maka terima tolak , dan apabila nilai probabilitasnya lebih dari 5 persen maka terima tolak . Hasil uji kausalitas untuk produk City, Civic, Jazz, Freed dan CR-V dapat dilihat pada table 3 berikut ini.
Tabel 3. Hasil Uji Kausalitas untuk produk City, Civic, Jazz, Freed dan CR-V
Null Hypothesis: Obs F-Statistic Prob. CIVIC does not Granger Cause CITY 34 2.39333 0.1091 CITY does not Granger Cause CIVIC 1.63110 0.2132 CRV does not Granger Cause CITY 34 1.71391 0.1979 CITY does not Granger Cause CRV 3.89322 0.0318 FREED does not Granger Cause CITY 34 0.91566 0.4115 CITY does not Granger Cause FREED 3.01793 0.0645 JAZZ does not Granger Cause CITY 34 1.48401 0.2434 CITY does not Granger Cause JAZZ 0.40805 0.6687 CRV does not Granger Cause CIVIC 34 0.28207 0.7563 CIVIC does not Granger Cause CRV 2.37823 0.1106 FREED does not Granger Cause CIVIC 34 0.37016 0.6938 CIVIC does not Granger Cause FREED 3.66464 0.0381 JAZZ does not Granger Cause CIVIC 34 3.59395 0.0403 CIVIC does not Granger Cause JAZZ 2.40293 0.1082 FREED does not Granger Cause CRV 34 0.03269 0.9679 CRV does not Granger Cause FREED 0.10165 0.9037 JAZZ does not Granger Cause CRV 34 1.94242 0.1616 CRV does not Granger Cause JAZZ 1.13838 0.3342 JAZZ does not Granger Cause FREED 34 1.79114 0.1847 FREED does not Granger Cause JAZZ 3.22991 0.0541
Berdasarkan Tabel diketahui bahwa uji kausalitas Granger menunjukan hasil variabel – variabel penjualan produk menunjukan hubungan satu arah antara city dengan CRV, Civic dengan Freed dan Jazz dengan Civic. Hubungan tersebut dapat diartikan bahwa permintaan City berpengaruh pada permintaan CRV dan permintaan akan Civic berpengaruh juga pada permintaan Freed. Sama halnya dengan permintaan Jazz yang juga mempengaruhi permintaan dari Civic.
4.2.4 Uji Lag Optimum
Pendekatan VAR VECM sangat sensitif terhadap jumlah lag yang digunakan, maka perlu ditentukan panjang lag yang optimal. Penentuan panjang lag digunakan untuk mengetahui lamanya periode keterpengaruhan suatu variabel terhadap variabel masa lalunya maupun terhadap variabel endogen lainnya. Penentuan lag dapat
digunakan dengan beberapa pendekatan antara lain Likelihood Ratio (LR), Final
Prediction Error (FPE), Akaike Information Criterion (AIC) dan Schwarz Criterion
(SC). Hasil penentuan panjang lag secara lengkap dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil penentuan panjang lag
Lag LogL LR FPE AIC SC HQ
0 -484.4805 NA 2199347. 28.79297 29.01744* 28.86952* 1 -457.1140 45.07421* 1949435.* 28.65377* 30.00056 29.11306 2 -433.9642 31.32036 2406688. 28.76260 31.23171 29.60464
Berdasarkan hasil Tabel 4 dapat dilihat bahwa uji kestabilan yang telah dilakukan ditunjukan bahwa model VAR dalam penelitian ini telah stabil pada lag ke-2. Setelah dipastikan bahwa hasil estimasi VAR berada dalam kondisi stabil, maka dapat dilakukan penetapan lag optimal. Lag optimal dihitung dengan menggunakan AIC dengan mengambil nilai AIC yang paling kecil. Dari tabel memperlihatkan bahwa dari 2 lag yang ada, lag yang bertanda asterisk (*) terdapat pada lag pertama, hal ini menandakan bahwa lag optimal yang dipilih berdasarkan AIC terdapat pada lag pertama.
4.2.5 Pemodelan VAR
Pengaruh variabel dapat dilihat dengan menggunakan analisis VAR, interpretasi hasil dapat dilihat dengan membaca koefisien integrasi dan pembacaan tanda terbalik dari tanda koefisiennya. Koefisien integrasi dinyatakan signifikan jika nilai mutlak statisti lebih besar dari nilai tabel yaitu 1,96. Berikut ini merupakan hasil estimasi VAR.
Tabel 5. Hasil Estimasi VAR
CRV FREED CITY CIVIC JAZZ
CRV(-1) 0.632257 0.183375 0.337285 0.011180 -0.100217 (0.22313) (0.33862) (0.09268) (0.06367) (0.36917) [ 2.83363] [ 0.54154] [ 3.63908] [ 0.17559] [-0.27147] CRV(-2) -0.030468 0.101148 -0.227674 -0.002560 0.154307 (0.23524) (0.35700) (0.09772) (0.06713) (0.38921) [-0.12952] [ 0.28333] [-2.32994] [-0.03813] [ 0.39646] FREED(-1) 0.052149 0.277635 0.031350 0.055230 0.372740 (0.12851) (0.19503) (0.05338) (0.03667) (0.21262) [ 0.40580] [ 1.42356] [ 0.58728] [ 1.50611] [ 1.75304] FREED(-2) -0.119741 0.160558 0.052442 -0.026810 0.084146 (0.12866) (0.19526) (0.05345) (0.03671) (0.21288) [-0.93065] [ 0.82228] [ 0.98123] [-0.73024] [ 0.39528] CITY(-1) -0.963300 -0.782434 0.154906 0.140582 0.552611 (0.40395) (0.61303) (0.16780) (0.11527) (0.66834) [-2.38471] [-1.27633] [ 0.92318] [ 1.21962] [ 0.82684] CITY(-2) 0.301015 -1.065680 0.644992 0.132936 -0.453070 (0.49765) (0.75523) (0.20672) (0.14200) (0.82337) [ 0.60488] [-1.41107] [ 3.12018] [ 0.93615] [-0.55027] CIVIC(-1) -1.015235 -0.385404 -0.903103 -0.041625 -1.024661 (0.84590) (1.28374) (0.35138) (0.24138) (1.39956) [-1.20018] [-0.30022] [-2.57018] [-0.17245] [-0.73213] CIVIC(-2) 0.122678 1.855289 0.690052 0.035802 2.378125 (0.80351) (1.21942) (0.33377) (0.22928) (1.32943) [ 0.15268] [ 1.52146] [ 2.06745] [ 0.15615] [ 1.78883] JAZZ(-1) -0.038180 -0.185678 -0.016403 -0.085542 -0.115044 (0.12461) (0.18912) (0.05176) (0.03556) (0.20618) [-0.30639] [-0.98182] [-0.31689] [-2.40565] [-0.55798] JAZZ(-2) 0.138217 -0.027127 -0.018479 0.048146 0.065380 (0.13294) (0.20176) (0.05522) (0.03794) (0.21996) [ 1.03967] [-0.13446] [-0.33463] [ 1.26916] [ 0.29724] C 9.349842 14.32077 -0.874476 1.645705 15.06053 (5.40297) (8.19957) (2.24433) (1.54174) (8.93934) [ 1.73050] [ 1.74653] [-0.38964] [ 1.06744] [ 1.68475]
Berdasarkan hasil estimasi VAR, dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh yang ditunjukan oleh penjualan CR-V, penjualan tersebut dipengaruhi secara nyata oleh penjualan CR-V pada lag pertama dan penjualan city pada lag pertama dan juga lag kedua. Penjualan city dipengaruhi oleh penjualan CR-V pada lag pertama dan dipengaruhi secara nyata oleh City itu sendiri pada Lag kedua. Pada penjualan Civic
dipengaruhi secara nyata oleh penjualan City pada lag pertama dan kedua. Sedangkan untuk penjualan Jazz dipengaruhi secara nyata oleh penjualan City pada Lag pertama. Berdasarkan table diatas, dapat dilihat bahwa terjadi hubungan yang signifikan antara City dengan CR-V, Civic, dan juga Jazz. Sedangkan untuk produk Freed hubungan yang terjadi tidak terlalu signifikan.
4.2.6 Uji Stabilitas Model
Model dikatakan stabil apabila nilai modulus nya kurang dari satu. Berdasarkan tabel, bahwa nilai akar karakteristik atau modulus semuanya menunjukan nilai kurang dari satu, sehingga dapat disimpulkan bahwa model VAR telah stabil Tabel 6. Modulus Modulus 0.411186 0.411186 0.260870 0.260870 0.151272
4.2.7 Analisis Impuls Response Function (IRF)
Analisis Impuls Respon pada penelitian ini akan dilakukan dengan cara menganalisis masing-masing produk yaitu Civic, Jazz, Feed dan CR-V. Hasil analisis dari produk-produk tersebut akan menggambarkan suatu dampak perubahan dari suatu produk dan dapat mengetahui sebab akibat perubahan tersebut. Pada Gambar 2 dibawah ini akan menganalisis antara kelima produk terhadap produk CR-V.
-4 -2 0 2 4 6 8 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CRV to CRV -6 -4 -2 0 2 4 6 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of FREED to CRV -1 0 1 2 3 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CITY to CRV -0.8 -0.4 0.0 0.4 0.8 1.2 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CIVIC to CRV -4 0 4 8 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of JAZZ to CRV
Response to Cholesky One S.D. Innovations ± 2 S.E.
Gambar 2. Grafik impuls respon terhadap CR-V
(1)
(2)
(3)
(4)
1. CR-V Terhadap CR-V
Berdasarkan Gambar 2 Respon CR-V terhadap CR-V dapat diketahui bahwa respon yang diberikan oleh produk CR-V terhadap standar deviasi variabel itu sendiri bernilai positif. Pergerakan respon pada grafik tersebut cenderung tidak stabil, pada periode 1 nilai respon yang diberikan sebesar 60 persen, akan tetapi pada periode ke 2 terjadi penurunan yang signifikan dari respon tersebut, pada periode ke 2 respon yang dihasilkan adalah 5 persen. Setelah terjadi penurunan pada periode ke 2, respon kemudian kembali menurun pada periode ke 3, dari periode ke 3 sampai dengan periode ke 8 nilai respon tidak stabil dan kembali stabil pada periode ke 10 dengan nilai respon nol persen. Selanjutnya untuk periode 11 sampai 50 pergerakan respon cenderung stabil di nol persen.
2. Freed Terhadap CR-V
Dapat dilihat pada Gambar 2 bahwa terdapat nilai standar deviasi dari respon Freed terhadap variabel CR-V yang bernilai positif, ketika variabel diimpuls nilai respon meningkat pada periode pertama sampai dengan periode ke 4. Pada periode pertama nilai respon yaitu 5 persen dan naik pada periode ke 3 menjadi 10 persen, akan tetapi dari periode ke 4 sampai dengan periode ke 12 terjadi penurunan dengan titik terendah dengan nilai 18 persen. Pada periode ke 13 sampai dengan periode ke 50 cenderung stabil yaitu nol persen.
3. City Terhadap CR-V
Respon ketiga yang dianalisa adalah respon City terhadap CR-V, dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa respon yang diberikan oleh produk City terhadap standar deviasi variabel itu sendiri bernilai positif. Pada periode ke 1 nilai respon yang diberikan sebesar 5 persen dan meningkat pada periode ke 2 menjadi 13 persen. Periode selanjutnya mengalami penurunan hingga akhirnya stabil pada periode ke 11 sampai dengan 50 pada nilai nol persen.
4. Civic Terhadap CR-V
Respon keempat yang dianalisa adalah respon Civic terhadap CR-V. Pada grafik tersebut, nilai standar deviasi dari respon Civic terhadap CR-V bernilai positif, ketika variabel diimpuls nilai respon menurun pada periode ke 2 dan kembali naik pada periode ke 3. Impuls yang dilakukan membuat ketidak
stabilan nilai pada periode ke 4 sampai dengan 12 dan akhirnya kembali stabil pada periode ke 13 sampai dengan periode ke 50 dengan nilai nol persen. 5. Jazz Terhadap CR-V
Pada grafik kelima diatas dapat terlihat respon yang diberikan oleh Jazz terhadap CR-V, respon yang diberikan Jazz pada perubahan standar deviasi CR-V bernilai negatif. Pada periode pertama nilai respon yang diberikan yaitu 5 persen, selanjutnya pada periode kedua terjadi penurunan yaitu -10 persen. Pada periode selanjutnya nilai respon naik lagi menjadi 30 persen. Periode keempat nilai respon -5 persen sedangkan pada periode kelima responya bernilai 10 persen. Nilai respon stabil pada periode ke 10 sampai dengan periode ke 50 dengan nilai respon 0 persen. Gambar 3 menunjukan ketika Freed diimpuls atau diguncangkan.
Setelah melakukan perbandingan analisis kelima produk terhadap CR-V, kemudian melakukan kembali perbandingan dengan kelima produk akan tetapi pada Gambar 3 dibawah ini kelima produk akan dibandingkan dengan produk Freed. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 3.
-4 -3 -2 -1 0 1 2 3 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CRV to FREED -5.0 -2.5 0.0 2.5 5.0 7.5 10.0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of FREED to FREED
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CITY to FREED
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CIVIC to FREED
-4 -2 0 2 4 6 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of JAZZ to FREED
Response to Cholesky One S.D. Innovations ± 2 S.E.
Gambar 3. Grafik impuls respon terhadap Freed 1. CR-V Terhadap Freed
Respon pertama yang dianalisis adalah respon CR-V terhadap Freed, pada grafik tersebut nilai standar deviasi dari respon CR-V terhadap Freed bernilai negatif. Ketika variabel diimpuls nilai respon pada periode pertama
(1)
(2)
(3)
(4)
persen. Pada periode berikutnya hingga periode kesepuluh nilai respon berada ditingkat negatif dan kembali stabil pada nilai respon nol persen pada periode kesebelas. Dengan nilai respon nol persen hal ini menunjukan bahwa variabel CR-V tidak berpengaruh terhadap penjualan Freed.
2. Freed Terhadap Freed
Respon Freed terhadap Freed itu sendiri memiliki nilai standar deviasi dan bernilai positif. Ketika variabel diimpuls nilai respon pada periode pertama menunjukan nilai 75 persen, pada periode kedua turun menjadi 55 persen dan terus menurun sampai dengan periode kelima. Lalu pada periode keenam impuls menunjukan respon negatif dengan nilai -5 persen. Impuls dengan nilai negatif terjadi dari periode keenam sampai dengan periode keempat belas dan kembali stabil pada nilai nol persen pada periode kelimabelas.
3. City Terhadap Freed
Respon ketiga yang dianalisa adalah respon City terhadap Freed. Pada awal grafik tersebut terlihat saat diimpuls respon yang ditimbulkan oleh City terhadap Freed adalah negatif. Pada impuls pertama nilai respon yang ditunjukan pada periode pertama adalah -6 persen, pada periode berikutnya sampai dengan periode kesepuluh impuls menunjukan nilai positif dengan nilai tertinggi 3 persen. Pada periode ketigabelas impuls menunjukan respon yang stabil pada nilai nol persen sampai dengan periode kelimapuluh.
4. Civic Terhadap Freed
Respon keempat yang dianalisa adalah respon Civic terhadap Freed, dimana nilai standar deviasi dari respon Civic terhadap Freed yang ditunjukan pada grafik tidak stabil. Pada periode pertama nilai respon yang ditunjukan sebesar 4 persen dan menurun pada periode kedua menjadi 3 persen. Pada periode ketiga terjadi penurunan yang drastis mencapai nilai -3 persen. Respon impuls mulai stabil pada periode 13 hingga 50 dengan nilai respon nol persen.
5. Jazz Terhadap Freed
Pada grafik terakhir yang dianalisa adalah respon Jazz terhadap Freed, dimana nilai standar deviasi dari respon Jazz terhadap Freed menunjukan nilai yang positif. Pada periode pertama respon menunjukan nilai 10 persen lalu naik pada periode kedua menjadi 20 persen dan meningkat menjadi 25 persen pada
periode keempat. Akan tetapi pada periode kelima terjadi penurunan menjadi -1 persen dan terus tidak stabil sampai dengan periode kesepuluh. Pada periode ke 11 sampai dengan 50 respon impuls mulai menunjukan nilai stabil dengan nilai nol persen.
Pada Gambar 4 dibawah ini akan menjelaskan perbandingan kelima produk terhadap produk City. Grafik tersebut akan memperlihatkan produk apa saja yang akan saling mempengaruhi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4.
-4 -3 -2 -1 0 1 2 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CRV to CITY -8 -6 -4 -2 0 2 4 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of FREED to CITY
-1 0 1 2 3 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CITY to CITY
-0.8 -0.4 0.0 0.4 0.8 1.2 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CIVIC to CITY
-6 -4 -2 0 2 4 6 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of JAZZ to CITY
Response to Cholesky One S.D. Innovations ± 2 S.E.
Gambar 4. Grafik impuls respon terhadap City 1. CR-V Terhadap City
Pada Gambar grafik 4, nilai standar deviasi dari respon CR-V terhadap City bernilai negatif, ketika variabel diimpuls nilai respon menurun pada periode pertama sampai dengan periode ke 13. Pada periode pertama nilai respon
(1)
(5)
(4)
(3)
menunjukan nilai -1 persen dan terus menurun hingga periode ke 13 dengan nilai terendah -20 persen pada periode ke 2. Pada periode ke 14 sampai dengan periode ke 50 nilai respon cenderung stabil yaitu nol persen, dengan nilai respon negatif hal ini menunjukan bahwa variabel CR-V tidaklah berpengaruh terhadap naik dan turunnya penjualan City.
2. Freed Terhadap City
Respon kedua yang dianalisis adalah respon Freed terhadap City, pada grafik tersebut nilai satandar deviasi dari respon Freed terhadap City bernilai negatif. Ketika variabel diimpuls nilai respo menurun pada periode pertama sampai dengan periode ke 10 dengan nilai terendah -16 persen. Selanjutnya pada periode ke 11 sampaidengan periode ke 50 nilai respon stabil pada angka nol persen. Dengan nilai tersebut berarti penjualan Freed tidak berpengaruh pada penjualan City.
3. City Terhadap City
Respon ketiga yang dianalisis adalah respon City terhadap variabel itu sendiri. Pada grafik tersebut nilai standar deviasi dari respon City terhadap variabel itu sendiri bernilai positif, ketika variabel diimpuls nilai respon meningkat pada periode pertama sampai dengan periode ke 9. Pada periode pertama nilai respon sebesar 22 persen dan nilai respon terendah pada periode ke 7 yaitu 1 persen. Pada periode selanjutnya hingga periode ke 50 nilai respon cenderung stabil yaitu nol persen, dengan nilai respon yang positif hal ini menunjukan bahwa variabel City sangat berpengaruh terhadap naik dan turunnya penjualan City itu sendiri.
4. Civic Terhadap City
Respon keempat yang dianalisis adalah respon Civic terhadap City, pada grafik diatas dapat dilihat bahwa nilai standar deviasi dari respon Civic terhadap City bernilai positif. Ketika variabel diimpuls nilai respon meningkat dari periode pertama sampai dengan periode ke 7 dengan nilai tertinggi sebesar 4 persen pada periode ke 2 dan nilai terendah sebesar 1 persen pada periode ke 6. Pada periode selanjutnya hingga periode ke 50 nilai respon cenderung stabil yaitu nol persen, dengan nilai respon yang positif hal ini menunjukan bahwa variabel
5. Jazz Terhadap City
Respon selanjutnya adalah analisis respon Jazz terhadap City dimana grafi menunjukan nilai standar deviasi uang tidak stabil. Ketika variabel iimpuls nilai respon menurun dengan nilai -10 persen pada periode pertama dan menunjukan peningkatan pada periode kedua dengan nilai 17 persen. Pada periode selanjutnya sampai dengan periode ke 10 respon menunjukan nilai negatif dengan nilai terendah -17 persen dan kembali stabil pada periode ke 11 sampai dengan ke 50 dengan nilai nol persen, hal ini menunjukan bahwa penjualan Jazz tidak terlalu berpengaruh pada variabel penjualan City.
Kemudian hal yang akan dianalisis yaitu kelima produk terhadap Civic, untuk lebih jelas mengenai grafik perbandingan tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.
-4 -2 0 2 4 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CRV to CIVIC -4 0 4 8 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of FREED to CIVIC
-3 -2 -1 0 1 2 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CITY to CIVIC
-1 0 1 2
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CIVIC to CIVIC
-4 0 4 8
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of JAZZ to CIVIC
Response to Cholesky One S.D. Innovations ± 2 S.E.
Gambar 5. Grafik impuls respon terhadap Civic 1. CR-V Terhadap Civic
Respon pertama yang dianalisa adalah respon CR-V terhadap Civic, pada grafik tersebut nilai standar deviasi dari respon CR-V terhadap Civic bernilai positif. Pada periode pertama ketika variabel dimpuls nilai respon menurun
(1)
(2)
(3)
(5)
meningkat yaitu 15 persen pada periode ketiga dan kembali menurun pada periode berikutnya. Respon tersebut mulai stabil pada periode 11 sampai dengan periode ke 50 dengan nilai nol persen, dengan demikian dapat diartikan penjualan CR-V sedikit banyak mempengaruhi penjualan Civic.
2. Freed Terhadap Civic
Respon kedua yang dianalisa adalah respon Freed terhadap Civic, pada grafik tersebut nilai standar deviasi dari respon Freed terhadap Civic bernilai positif. Ketika variabel diimpuls nilai respon menurun pada periode pertama dan kedua dengan nilai -1 persen, pada periode selanjutnya sampai dengan periode ke 10 respon meningkat dengan nilai tertinggi yaitu 3 persen. Pada periode selanjutnya hingga periode ke 50 nilai respon cenderung stabil yaitu nol persen, dengan nilai respon yang positif ini menunjukan bahwa variabel Freed cukup berpengaruh terhadap naik dan turunnya penjualan Civic.
3. City Terhadap Civic
Respon ketiga yang dianalisa adalah respon City terhadap Civic, nilai yang diperlihatkan oleh grafik tersebut menunjukan nilai standar deviasi dari respon City terhadap Civic yang memiliki nilai tidak stabil. Pada periode pertama dan kedua nilai yang ditunjukan adalah negatif dengan nilai terendah mencapai -11 persen, periode selanjutanya mulai meningkat dari periode ketiga sampai dengan periode ke 10 dengan nilai tertinggi 5 persen. Pada periode selanjutnya sampai dengan periode ke 50 nilai respon cenderung stabil yaitu nol persen, dengan nilai respon tersebut dapat diketahui bahwa variabel penjualan City terhadap Civic cukup berpengaruh.
4. Civic Terhadap Civic
Respon keempat yang dianalisa adalah respon Civic terhadap variabel itu sendiri, pada grafik tersebut nilai standar deviasi dari respon Civic terhadap variabel itu sendiri tidaklah stabil. Ketika variabel diimpuls nilai respon menurun pada periode pertama dan kedua dengan nilai terendah -3 persen. Pada periode selanjutnya nilai respon mulai menunjukan nilai positif dan mulai stabil pada periode ke 14 sampai dengan periode ke 50 dengan nilai respon nol persen, dengan respon yang positif ini menunjukan bahwa variabel Civic berpengaruh terhadap penjualan Civic itu sendiri.
5. Respon terakhir yang dianalisa adalah respon Jazz terhadap Civic. Berdasarkan grafik tersebut respon yang diberikan oleh Jazz terhadap standar deviasi bernilai negatif, ketika variabel diimpuls terjadi respon negatif pada periode pertama dan kedua dengan nilai -4 persen. Pada periode selanjutnya standar deviasi bernilai positif, dengan nilai respon tertinggi sebesar 3 persen dan terendah sebesar 1 persen pada periode ke 9. Untuk periode ke 10 sampai dengan periode ke 50 respon yang diberikan stabil dengan nilai respon nol persen. Dari hasil positif ini maka Jazz sangat berpengaruh terhadap penjualan Civic.
-3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Response of CRV to JAZZ -6 -4 -2 0 2 4 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of FREED to JAZZ
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CITY to JAZZ
-1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of CIVIC to JAZZ
-5.0 -2.5 0.0 2.5 5.0 7.5 10.0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
Response of JAZZ to JAZZ
Response to Cholesky One S.D. Innovations ± 2 S.E.
Gambar 6. Grafik impuls respon terhadap Jazz 1. CR-V Terhadap Jazz
Respon pertama yang dianalisa adalah respon CR-V terhadap Jazz, dari grafik tersebut terlihat bahwa respon yang diberikan oleh CR-V terhadap nilai standar deviasi adalah positif. Nilai respon yang tidak stabil ini memiliki nilai respon negatif pada periode pertama dan kedua yaitu mencapai -2 persen, nilai respon mulai terlihat positif pada periode ketiga sampai dengan periode ke 10 dengan
(1)
(2)
(3)
(4)
nilai tertinggi yaitu 38 persen. Pada periode selanjutnya nilai respon mulai stabil yaitu pada periode ke 11 sampai dengan ke 50 dengan nilai nol persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketika penjualan CR-V diimpuls maka akan mempengaruhi penjualan Jazz.
2. Freed Terhadap Jazz
Grafik selanjutnya yaitu grafik kedua merupakan nilai respon yang ditunjukan oleh Freed terhadap Jazz, pada grafik ini dapat dilihat nilai standar deviasi dari respon Freed terhadap variabel Jazz tidaklah stabil. Ketika variabel diimpuls nilai respon menurun, pada periode pertama sampai dengan periode kelima respon menunjukan nilai negatif dengan nilai terendah -18 persen. Pada periode selanjutnya respon mulai membaik dengan menunjukan nilai positif sampai dengan periode ke 12 dan stabil pada nilai nol persen dari periode ke 13 sampai dengan ke 50. Meskipun memiliki respon yang tidak stabil dapat disimpulkan bahwa ketika penjualan Jazz diimpuls maka akan mempengaruhi penjualan Freed.
3. City Terhadap Jazz
Respon selanjutnya yang dianalisa adalah respon City terhadap Jazz, dimana grafik menunjukan pergerakan yang tidak stabil pada awalnya yaitu negatif pada periode pertama dengan nilai -12 persen, lalu positif pada periode ketiga dengan nilai 3 persen. Ketidak stabilan ini terjadi secara terus menerus sampai dengan periode ke 14 dan mulai stabil pada periode ke 15 sampai dengan ke 50 dengan nilai respon nol persen. Dengan respon yang ditunjukan ketika penjualan Jazz diimpuls maka akan mempengaruhi penjualan City.
4. Civic Terhadap Jazz
Respon keempat yang dianalisa adalah respon Civic terhadap Jazz, dimana grafik menunjukan pergerakan yang tidak stabil pada awalnya yaitu negatif pada periode pertama dengan nilai -6 persen, lalu positif pada periode ketiga dengan nilai 4 persen. Ketidak stabilan ini terjadi secara terus menerus sampai dengan periode ke 13 dan mulai stabil pada periode ke 14 sampai dengan ke 50 dengan nilai respon nol persen. Dengan respon yang ditunjukan ketika penjualan Jazz diimpuls maka akan mempengaruhi penjualan Civic.
5. Jazz Terhadap Jazz
Respon terakhir yang dianalisa adalah respon Jazz terhadap variabel itu sendiri, dimana grafik menunjukan pergerakan yang tidak stabil pada awalnya yaitu negatif. Ketika variabel diimpuls nilai respon menurun pada periode pertama dengan nilai -5 persen, lalu positif pada periode ketiga dengan nilai 3 persen. Ketidaksetabilan ini terjadi secara terus menerus sampai dengan periode ke 15 dan mulai stabil pada periode ke 16 sampai dengan ke 50 dengan nilai respon nol persen. Dengan respon yang ditunjukan ketika penjualan Jazz diimpuls maka akan mempengaruhi penjualan Jazz.
4.2.8 Forecast Error Variance Decomposition (FEVD)
Hasil analisis FEVD akan ditunjukan dalam bentuk diagram, diagram tersebut menunjukan hasil variasi masing – masing variabel baik endogen maupun eksogen. Pada Gambar hasil analisis garis vertikal menunjukkan jumlah unit suatu produk sedangkan untuk horizontal menunjukkan periode penjualan. Untuk hasil variance
decompotion CR-V akan ditunjukan pada Gambar 7 dibawah ini.
Gambar 7. Variance decomposition CR-V
Pada gambar 7, variance decomposition CR-V dapat diketahui bahwa penjualan CR-V dari periode 1 sampai dengan periode 50 dipengaruhi oleh produk CR-V itu sendiri, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi penjualan CR-V adalah produk City. Pada diagram tersebut terlihat bahwa variabel produk City lebih
berpengaruh dibandingkan dengan produk lainnya. Dari hasil analisis FEVD dapat disimpulkan bahwa penjualan CR-V dipengaruhi oleh produk CR-V itu sendiri dan juga produk City.
Gambar 8. Variance decomposition Freed
Pada gambar 8, variance decomposition Freed dapat diketahui bahwa penjualan Freed dari periode 1 sampai dengan periode 50 dipengaruhi oleh produk Freed itu sendiri, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi penjualan Freed adalah produk City. Pada diagram tersebut terlihat bahwa variabel produk City lebih berpengaruh dibandingkan dengan produk lainnya. Dari hasil analisis FEVD dapat disimpulkan bahwa penjualan Freed dipengaruhi oleh produk Freed itu sendiri dan juga produk City.
Gambar 9. Variance decomposition City
Pada gambar 9, variance decomposition City dapat diketahui bahwa penjualan City dari periode 1 sampai dengan periode 50 dipengaruhi oleh produk City itu sendiri, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi penjualan City adalah produk Civic dan CR-V. Pada diagram tersebut terlihat bahwa variabel produk Civic dan CR-V lebih berpengaruh dibandingkan dengan produk lainnya. Dari hasil analisis FEVD dapat disimpulkan bahwa penjualan City dipengaruhi oleh produk City itu sendiri dan juga produk Civic dan CR-V.
Pada gambar 10, variance decomposition Civic dapat diketahui bahwa penjualan Civic dari periode 1 sampai dengan periode 50 dipengaruhi oleh produk Civic itu sendiri, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi penjualan Civic adalah produk Jazz dan CR-V. Pada diagram tersebut terlihat bahwa variabel produk Jazz dan CR-V lebih berpengaruh dibandingkan dengan produk lainnya. Dari hasil analisis FEVD dapat disimpulkan bahwa penjualan Civic dipengaruhi oleh produk Civic itu sendiri dan juga produk Jazz dan CR-V.
Gambar 11. Variance decomposition Jazz
Pada gambar 11, variance decomposition Jazz dapat diketahui bahwa penjualan Jazz dari periode 1 sampai dengan periode 50 dipengaruhi oleh produk Jazz itu sendiri, sedangkan variabel lain yang mempengaruhi penjualan Jazz adalah produk Civic. Pada diagram tersebut terlihat bahwa variabel produk Civic lebih berpengaruh dibandingkan dengan produk lainnya. Dari hasil analisis FEVD dapat disimpulkan bahwa penjualan Jazz dipengaruhi oleh produk Jazz itu sendiri dan juga produk Civic.
4.2.9 Hasil Peramalan
Berdasarkan hasil peramalan, diperoleh hasil perhitungan atau persamaan regresi yang didapat. Dari hasil peramalan tersebut dapat dilihat bahwa untuk periode 6 bulan kedepan forecast SE untuk CR-V akan meningkat pada bulan ke 42
pada bulan ke 39 diramalkan akan menurun atau meningkat terlihat dari nilai persamaan yang dapat menurun sebanyak 7 poin atau juga meningkat sebanyak 7 poin. Peramalan untuk penjualan CR-V sendiri dipengaruhi oleh variable City dan juga CR-V itu sendiri. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7. Hasil peramalan CR-V
Bulan Forecast SE Nilai Persamaan Nilai Forecast
37 5 15 10 20 38 6 13 7 19 39 7 12 5 19 40 7 14 7 21 41 7 15 8 22 42 7 16 9 23
Hasil peramalan untuk Freed ini menggunakan persamaan regresi dari Freed sehingga akan didapatkan hasil peramalan untuk 6 bulan kedepan. Untuk peramalan Freed hanya dipengaruhi oleh variable itu sendiri, sedangkan untuk variable yang lain tidak terlalu berpengaruh, hal ini dikarenakan variable yang lain memberikan respon yang negatif. Dari peramalan tersebut dapat dilihat pada bulan ke 40 forecast mengalami kenaikan sebesar 11 poin, dimana dapat menjadi 24 penjualan atau menurun menjadi 2 penjualan. Pada periode selanjutnya terjadi keanikan dan cenderung stabil. Peramalan untuk penjualan Freed tidak dipengaruhi oleh variable produk lain.
Tabel 8. Hasil peramalan Freed
Bulan Forecast SE Nilai Persamaan Nilai Forecast
37 8 10 2 18 38 8 15 7 23 39 10 16 6 26 40 11 13 2 24 41 11 17 6 28 42 11 15 4 26
Pada hasil peramalan City diperoleh hasil perhitungan data penjualan selama 6 bulan terakhir, sehingga diperoleh hasil peramalan untuk 6 bulan kedepan. Jika dibandingkan dengan produk lainnya, peramalan penjualan produk City cenderung kecil atau tidak sebanyak penjualan produk lain. Nilai persamaan paling kecil terjadi
pada bulan ke – 40 sehingga penjualan City akan menurun sebesar 0 sampai dengan 6 unit.
Tabel 9. Hasil peramalan City
Bulan Forecast SE Nilai Persamaan Nilai Forecast
37 2 5 3 7 38 3 4 1 7 39 3 4 1 7 40 3 3 0 6 41 3 4 1 7 42 3 4 1 7
Hasil peramalan untuk Civic menggunakan nilai waktu 6 bulan, sehingga dapat diramalkan penjualan sampai dengan 6 bulan kedepan. Untuk peramalan penjualan Civi dipengaruhi oleh variable City dan Jazz. Dari hasil peramalan tersebut dapat terlihat bahwa pada bulan ke 38 meningkat dari 2 menjadi 3 poin sehingga peramalan penjualan akan meningkat menjadi 4 unit atau turun menjadi nol unit, artinya bila pada bulan tersebut terjadi penurunan maka tidak akan ada produk Civic yang terjual.
Tabel 10. Hasil peramalan Civic
Bulan Forecast SE Nilai Persamaan Nilai Forecast
37 1 2 1 3 38 2 2 0 4 39 2 3 1 5 40 2 2 0 4 41 2 2 0 4 42 2 2 0 4
Hasil peramalan Jazz diperoleh dari hasil data penjualan selama 6 bulan terakhir, sehingga dapat diperoleh peramalan penjualan untuk 6 bulan kedepan. Jika dibandingkan dengan ke empat produk lainnya untuk nilai persamaan produk Jazz bernilai lebih besar, hal ini dikarenakan Jazz merupakan salah satu produk unggulan Honda dan penjualan Jazz juga cenderung meningkat. Nilai persamaan paling besar diperoleh pada bulan ke 42 sehingga penjualan diramalkan akan meningkat sebesar 37 unit atau menurun sebesar 15 unit.
Tabel 11. Hasil peramalan Jazz
Bulan Forecast SE Nilai Persamaan Nilai Forecast
37 8 27 19 35 38 9 21 12 30 39 10 21 11 31 40 11 22 11 33 41 11 25 14 36 42 11 26 15 37 4.3 Implikasi Manajerial
Setelah dilakukan analisis peramalan penjualan dengan metode kointegrasi pada penelitian ini menghasilkan implikasi manajerial yang dapat menjadi saran dan masukan untuk diterapkan pada PT Honda Mandiri. Perusahaan dapat membuat keputusan manajerial seperti halnya melakukan promosi penjualan. Peramalan merupakan masukan untuk langkah selanjutnya dalam menentukan perencanaan serta target penjualan dengan melihat dan mengacu pada data dan informasi yang teraktual dan relevan, maka dapat diketahui produk apa yang memberikan pengaruh positif terhadap penjualan produk lainnya. Salah satu produk yang mempengaruhi penjualan produk lainnya yaitu City, maka dari itu pihak PT Honda Mandiri dirasa perlu mengutamakan penjualan produk tersebut, karna dengan meningkatnya penjualan City maka akan meningkat pula penjualan produk lainnya.