• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN 2016"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

AYOO….. KERJA...

Untuk INDONESIA SEHAT

KEBIJAKAN

PEMBANGUNAN KESEHATAN

2016

Oleh : Biro Perencanaan & Anggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan

(2)

OUTLINE PAPARAN

2

A. Kondisi Kesehatan di Indonesia

B. Kebijakan Pembangunan Kesehatan

2016

C. Evaluasi Kinerja Ditjen Farmasi & Alkes

Tahun 2015

(3)
(4)

PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA 2010 – 2035

4

BERTAMBAH

• Mencapai 305 juta di 2035 • Proporsi remaja besar

• Proporsi lanjut usia naik

TANTANGAN

• Ketahanan Pangan dan

Energi

• Penyediaan lapangan

kerja.

• Pergeseran pola penyakit

dan komposisi penduduk

• Pelestarian Lingkungan 1971 1980 2010 Usia produktif adalah Kelompok ‘rentan’

MASUK PADA ERA DIGITAL DAN TEKNOLOGI

(5)

TRANSISI EPIDEMIOLOGI

Sumber : Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profiles (2014)

• Kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat

• Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan

perubahan perilaku hidup (pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, merokok, dll)

Penyebab Utama dari Beban Penyakit, 1990-2015

Cedera 7% Penyakit Tidak Menular 37% Penyakit Menular 56% Cedera 8% Penyakit Tidak Menular 49% Penyakit Menular 43% Cedera 9% Penyakit Tidak Menular 58% Penyakit Menular 33% 1990 2000 2010 2015

Keterangan: Pengukuran beban penyakit dengan Disability-adjusted Life Years (DALYs)

hilangnya hidup dalam tahun akibat kesakitan dan kematian prematur

Cedera 13% Penyakit Tidak Menular 57% Penyakit Menular 30%

(6)

PERUBAHAN BEBAN PENYAKIT

Sumber data: Global burden of diseases (2010) dan Health Sector Review (2014)

Peringkat Tahun 1990 Tahun 2010 Tahun 2015

1 ISPA 1 Stroke 1 Stroke

2 Tuberkulosis 2 Tuberkulosis 2 Kecelakaan Lalin

3 Diare 3 Kecelakaan Lalin 3 Jantung Iskemik

4 Stroke 4 Diare 4 Kanker

5 Kecelakaan Lalin 5 Jantung Iskemik 5 Diabetes Melitus

6 Komplikasi Kelahiran 6 Diabetes Melitus 6 Tuberkulosis

7 Anemia Gizi Besi 7 Low Back Pain 7 ISPA

8 Malaria 9 ISPA 8 Depresi

13 Jantung Iskemik 12 Komplikasi Kelahiran 9 Asfiksia dan Trauma Kelahiran

16 Diabetes Melitus 26 Malaria 10 Penyakit Paru Obstruksi Kronis

• Tahun 1990: penyakit menular (ISPA, TB, Diare, dll) menjadi penyebab kematian dan kesakitan terbesar

• Sejak Tahun 2010: PTM menjadi penyebab terbesar kematian dan kecacatan (stroke, kecelakaan, jantung, kanker, diabetes)

(7)

PEMBIAYAAN PELAYANAN KESEHATAN

(BPJS KESEHATAN)

Sumber: BPJS Kesehatan

• Total biaya pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2014: 42,6 Trilyun • Rasio Klaim : 104%

(8)
(9)

TANTANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

• ↙ angka kesakitan

• ↙ angka kematian

• ↙ angka kemiskinan

Pencapaian

MDGs dan

Post 2015

• ↗ akses pelayanan

• Pelayanan yang

terstruktur

• Pelayanan yang efisien

& efektif

Implementasi

JKN

Derajat

kesehatan

rakyat yg

setinggi-tingginya

(10)

VISI DAN MISI PRESIDEN

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)

Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia

TRISAKTI:

Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya

PROGRAM INDONESIA SEHAT

PROGRAM INDONESIA PINTAR

PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PENGUATAN YANKES PARADIGMA SEHAT JKN RENSTRA 2015-2019 3 D IME N SI PE MB AN G UN AN : PE MB AN G UN AN MAN USIA, SE K T OR UN G G UL AN , PE ME R AT AA N D AN K EW IL AY AH AN NOR MA PE MB AN G UN AN KABIN ET KE R JA D T P K KELUARGA SEHAT

(11)

11

PROGRAM INDONESIA SEHAT

Penerapan pendekatan

continuum of care

Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)

RENSTRA 2015-2019

Pilar 1. Paradigma

Sehat

Program • Promotif – preventif sebagai landasan pembangunan kesehatan • Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan keluarga • Keterlibatan lintas sektor • Gerakan Masyarakat Sehat

Pilar 2. Penguatan

Yankes

Program • Peningkatan Akses terutama pd FKTP • Optimalisasi Sistem Rujukan • Peningkatan Mutu

Pilar 3. JKN

Program • Benefit • Sistem pembiayaan: asuransi – azas gotong royong

• Kendali Mutu & Kendali Biaya

• Sasaran: PBI & Non PBI

Tanda kepesertaan KIS

D T P K

KELUARGA SEHAT

Penerapan pendekatan continuum of care

Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)

(12)

1. Diutamakan

Promotif dan Preventif

,

2. Prioritas pendanaan pada pemenuhan kegiatan

promotif-preventif

, baru digunakan untuk kuratif

3. Sasaran utama adalah

keluarga

4. Kunjungan rumah:

home visit / home care

(13)

Puskesmas

PENDEKATAN KELUARGA

Keluarga

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:

Posyandu, Posbindu PTM, PAUD,

Poskestren, UKS, UKK, dll

(14)

PENTAHAPAN PROGRAM KELUARGA SEHAT

2015-2019

2015

2016

2017

2018

2019

KELUARGA SEHAT

470 PUSKESMAS, 9 Prov 64 Kab 2.238 PUSKESMAS, 9 Prov 64 Kab 5.085 PUSKESMAS, 9 Prov 203 Kab 8.610 PUSKESMAS 27 Prov 149 Kab

(15)

EMPAT PILAR

GERAKAN MASYARAKAT SEHAT

1. Penguatan kebijakan publik lintas sektor, pelibatan dunia

usaha & masyarakat

2. Reformasi sistem pelayanan kesehatan dasar dgn

pendekatan keluarga

3. Penguatan kepemimpinan & tata kelola yg efektif

4. Penguatan komponen promotif & preventif dalam paket

manfaat Jaminan Kesehatan Nasional

(16)

Pemda: Taman untuk aktifitas fisik

Car Free Day

Kemenparekraf: Pariwisata Olahraga Kemenkes: Surveilans penyakit Kemenperin:

Fortifikasi, GGL Pola Gizi SeimbangKemenkes:

Meningkatnya AKTIFITAS FISIK Meningkatnya KONSUMSI BUAH & SAYUR Menurunnya MEROKOK Kemenpora: Gedung & Fasilitas Olahraga Menpan: Edaran ttg Olahraga di Kantor/Institusi Pemda: Kawasan Tanpa Rokok PKK, Pramuka: Karang Kitri Kemenkeu: Cukai Rokok YANKESDAS

Pemda & Kem Pora Kejuaraan OR KemenUKM: Minum Jamu Kemendikbud Kantin Sehat Kemenkes: Screening Kanker, Hipertensi, PHBS Mendikbud & Menag: UKS, Kurikulum BPJS: Pencegahan Sekunder Kementan:

Buah & sayur murah

BPOM: Jajanan Anak Sekolah Kemenkes: 1000 HPK LINGKUNGAN SEHAT 1000 HPK Kemkominfo: Iklan layanan masyakat Kemendag: Peredaran min. beralkohol Kemenhub: Jalur sepeda

Pedestrian fisik Masy, Poco-PocoOlahraga & Aktifitas

Kemendes: Lapangan desa KKP: Gemarikan Kemenhub: Keamanan Transportasi

MENKO PMK, MENKO PEREKONOMIAN: Pengendalian Pelaksanaan

Hidup Sehat Prevalensi Penyakit menurun 50% GERAKAN MASYARAKAT SEHAT

BAPPENAS & Kemkeu : Perencanaan , Penganggaran, Monev

“Sehat,Bugar,Produktif “

(17)

PROGRAM KESEHATAN PRIORITAS

• Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)

KESEHATAN IBU:

• Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB)

• Menurunkan Prevalensi Balita Pendek (STUNTING)

KESEHATAN ANAK:

• Mempertahankan Prevalensi HIV-AIDS <0,5 • Menurunkan Prevalensi Tuberkulosis

• Menurunkan Prevalensi Malaria

PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR:

• Menurunkan Prevalensi Hipertensi

• Mempertahankan Prevalensi Obesitas Pada 15,4 • Menurunkan Prevalensi Diabetes

• Menurunkan Prevalensi Kanker • Meningkatkan Kesehatan Jiwa

(18)

STRATEGI PENDEKATAN KELUARGA

1. Diutamakan

Promotif & Preventif (Disertai Penguatan UKBM),

2. Sasaran utama adalah

keluarga

3. Kunjungan rumah:

home visit / home care (outreach) & Total

Coverage

4. Melalui Pendekatan

Daur Kehidupan/ Life Cycle Approach

5. Prioritas pendanaan pada pemenuhan kegiatan

(19)

Puskesmas

PENDEKATAN KELUARGA

Keluarga

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT:

Posyandu, Posbindu PTM, PAUD,

Poskestren, UKS, UKK, dll

(20)

PENGUATAN

LAYANAN

KESEHATAN

PEMERATAAN AKSES

PENINGKATAN

KUALITAS

PENGUATAN SISTEM

RUJUKAN

PEMBERDAYAAN

PEMERINTAH DAERAH

PELIBATAN PEMANGKU

KEPENTINGAN

(21)

2015

2016

2017

2018

2019

NUSANTARA SEHAT

960 NAKES 120 PUSKESMAS 15 Prov 44 kab 1.280 NAKES PUSKESMAS 20 Prov 69 kab 1.200 NAKES 150 PUSKESMAS 19 Prov 64 kab 1.120 NAKES 140 PUSKESMAS 18 Prov 59 kab 1.040 NAKES 130 PUSKESMAS 17 Prov 54 kab

PENTAHAPAN PROGRAM KELUARGA SEHAT DI DAERAH TERTINGGAL,

PERBATASAN & KEPULAUAN

( DTPK )

2015-2019

Realisasi 695 Nakes

(22)

2015

2016

2017

2018

2019

KELUARGA SEHAT

470 PUSKESMAS, 9 Prov 64 Kab 2.238 PUSKESMAS, 9 Prov 64 Kab 5.085 PUSKESMAS, 9 Prov 203 Kab 8.610 PUSKESMAS 27 Prov 149 Kab 4 PUSKESMAS, UJI COBA

PENTAHAPAN PROGRAM KELUARGA SEHAT

2015-2019

(23)

ASI eksklusifImunisasi dasar lengkapPemberian makanPenimbanganVit AMTBS • P4K • Buku KIA • ANC terpadu • Kelas Ibu Hamil • APN • RTK • Kemitraan Bidan Dukun • KB PP • PONED/ PONEK • SDIDTK • Imunisasi • Gizi • Kolaborasi PAUD, BKB, dan Posyandu • Deteksi dan Simulasi kognitif • UKS • Imunisasi anak sekolah • Penjaringan anak usia sekolah • PMT • Kesehatan reproduksi • Konsuling gizi HIV/AIDS dan NAPZA • Tablet Fe • Konseling Kespro • PKRT • KB bagi PUS • PKRT • Deteksi PM dan PTM • Kesehatan OR dan kerja • Brain Healty Life Style • Posyandu Lansia • Peningkatan kualitas Hidup Mandiri • Perlambatan proses Degeneratif IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS

CONTINUUM OF CARE

(24)

SISTEM RUJUKAN

FKTP

RS Kab/Kota

RS Rujukan

Regional

RS Rujukan

Nasional

Self Care Primary Care Secondary Tertiary Tertiary Care Rujukan -Kewenangan GATE KEEPER DOKTER LAYANAN PRIMER

(25)

PERAN DINAS KESEHATAN

SECARA UMUM MENGACU KPD

PERMENKES NO. 75 TH 2014

TTG PUSKESMAS

SECARA KHUSUS:

pengembangan sumber daya

- SDM: tenaga pembina keluarga, tenaga pembina desa/ukbm, tenaga perencanaan, dll (termasuk pelatihannya)

- SUMBER DAYA lain: prokesga, pinkesga, peralatan, dana, dll

koordinasi & bimbingan: rapat koordinasi, supervisi,konsultasi, dll

pemantauan & pengendalian: sistem pencatatan & pelaporan, penghitungan indeks keluarga sehat (iks) utk kompetisi sehat (benchmarking)

(26)

FOKUS PROGRAM / KEGIATAN

PEMBANGUNAN KESEHATAN

1. Program Prioritas:

a. Penurunan AKI & AKB (Kesehatan Ibu & Anak

termasuk Imunisasi)

b. Perbaikan Gizi khususnya stunting

c. Pengendalian Penyakit Menular (ATM: HIV/AIDS,

Tuberkulosis & Malaria)

d. Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi,

Diabetes Melitus, Obesitas & Kanker)

2. Prioritas kegiatan diutamakan ke

Promotif & Preventif

,

termasuk kegiatan

pro-aktif menjangkau sasaran

ke luar

gedung Puskesmas

3. Fokus utama pada Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary

Care)

4. Menjangkau sasaran utamanya dgn strategi

pendekatan

keluarga

(27)

PENGEMBANGAN PROGRAM 2016

(1)

2015 2016

PBI: Sasaran 88,3 juta jiwa, Premi Rp.19.225

Sasaran 92,4 juta jiwa, Premi Rp.23.000

Penyediaan Obat & Vaksin: Rp. 1,461 Triliun

Rp.2,828 Triliun, utk kecukupan obat & vaksin. (+ vaksin baru : Vaksin Umroh, Hepatitis, IPV)

Anggaran ATM & PTM masih terbatas

Peningkatan anggaran utk ATM & PTM meningkat 102 %

GIZI MASY

• PMT Bumil KEK: sasaran 155.000 ibu hamil KEK

• MP-ASI sasaran 205.000 anak

GIZI MASY

• PMT Bumil KEK: sasaran 325.000 ibu hamil KEK

• MP-ASI sasaran 660.750 anak Peningkatan program & sarana

yankes Ibu & Anak: sasaran terbatas

Peningkatan program & sarana yankes ibu & anak: semua sasaran (34 Prov). Mendorong semua persalinan &

(28)

PENGEMBANGAN PROGRAM 2016

(2)

2015 2016

Penempatan Nakes berbasis tim sebanyak 950 org

Meningkat menjadi 2.250 org Penugasan khusus 5 jenis tenaga promotif & preventif sebanyak 6.570 org di 1.314 Puskesmas Peningkatan kompetensi Nakes

melalui pelatihan, Tubel PPDS/PPDGS: 11.200 org

Meningkat menjadi: 35.380 org

Internsip nakes: 6.500 org dgn biaya hidup Rp.2,5 jt/org/bln

6.500 org dgn biaya hidup Rp.4 jt/org/bln

Gaji Bidan PTT Rp1,7 juta

Gaji Dr./Drg/Dr. Spesialis Rp2,050 juta

Gaji Bidan PTT Rp2,4 juta

Gaji Dr./Drg./Dr. Spesialis Rp2,9 jt Insentif Bidan, Dokter/Dokter

Gigi/Dr. Spesialis di Daerah Terpencil

(29)

KEBIJAKAN UMUM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

BIDANG KESEHATAN TAHUN 2016

1. Perencanaan dan Penganggaran disusun berbasis bukti (evidence

based).

2. Perencanaan dan penganggaran disusun secara komprehensif

dengan memperhatikan berbagai sumber dana (APBN dan APBD).

3. Perencanaan dan Penganggaran harus sinkron dengan RPJMN,

Renstra, RKP, Renja-KL. Daerah Wajib mengacu pada ke empat dokumen tersebut

5. Perencanaan dan Penganggaran harus disinergikan antara Pusat

-Daerah dalam rangka mengakomodir kebutuhan -Daerah serta memperhatikan Prioritas Nasional.

6. Usulan Perencanaan dan Penganggaran di Kabupaten/Kota

dikoordinasikan oleh Provinsi

7. Dalam menentukan prioritas kebutuhan di masing-masing provinsi,

dilakukan pembahasan bersama dinkes provinsi dengan kab/kota dalam satu forum.

(30)

KEBIJAKAN UNTUK MEMPERCEPAT PELAKSANAAN

PROGRAM KESEHATAN 2016

1. Pelaksanaan harus mengikuti Juknis yang ada

2. Hindari revisi yang bersifat pengurangan output yang

membutuhkan persetujuan pusat.

3. Rapat di hotel dibatasi dan diutamakan untuk acara lintas

daerah provinsi atau Kab/kota

4. Pelaksanaan harus dilaksanakan secara efektif dan

se-efisien mungkin

5. Utamakan kegiatan yang langsung berdampak ke

masyarakat

6. Proses kegiatan yang bersifat pengadaan fisik diutamakan

lebih dulu

(31)

RANCANGAN KEBIJAKAN DEKONSENTRARSI 2017

1. Mendukung program prioritas Kementerian  Pendekatan Keluarga

2. Ditujukan untuk membiayai capaian IKU baru kemudian IKK 

3. Perbanyak program langsung ke masyarakat  sosialisasi

(bekerjasama dengan DPR dan Stake Holder lainnya

4. Memberikan keluluasaan daerah dan menghilangkan sekat sekat

teknis  Dekon per unit utama

5. Mendukung program prioritas Kementerian  Pendekatan Keluarga

6. Perbanyak program langsung ke masyarakat  sosialisasi

(bekerjasama dengan pengambil kebijakan dan Stake Holder lainnya

7. Memberikan keluluasaan daerah dan menghilangkan sekat sekat

teknis  Dekon per unit utama

RANCANGAN KEBIJAKAN DEKONSENTRASI

TAHUN 2017

(32)
(33)

ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN

2007-2016 (dalam Triliun Rp)

1 8 ,8 1 9 ,7 2 0 ,2 24,9 27,7 31 ,2 38,6 4 7 ,5 5 1 ,3 6 3 ,5 2 0 ,6 2 0 ,1 23,2 2 8 ,2 4 0 ,1 45,2 45,2 7 0 ,5 74,8 1 0 4 ,8 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

ANGGARAN KEMENKES ANGGARAN KESEHATAN

NO YEAR 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

1 ANGGARAN KEMENKES 18,8 19,7 20,2 24,9 27,7 31,2 38,6 47,5 51,3 63,5 2 ANGGARAN KESEHATAN 20,6 20,1 23,2 28,2 40,1 45,5 45,2 70,5 74,8 104,8 3 TOTAL APBN 752,4 989,5 937,4 1.056,5 1.229,6 1.418,5 1.418,5 1.876,9 1.984,1 2.095,7 4 % ANGGARAN KESEHATAN TERHDP

TOTAL APBN

(34)

REALISASI PER UNIT UTAMA

KEMENKES TA 2015

(Dalam Milyar)

Rata-rata: 90,4%

LITBANGKES ITJEN PPPL BIGKIA BUK PPSDMK SETJEN BINFAR Pagu 756,20 102,97 2.697,33 2.717,47 18.852,26 3.060,79 24.275,95 1.863,36 Realisasi 550,71 83,29 2.253,53 2.342,85 16.470,27 2.730,62 22.913,22 1.773,82 % 72,8% 80,9% 83,5% 86,2% 87,4% 89,2% 94,4% 95,2% 72,8% 80,9% 83,5% 86,2% 87,4% 89,2% 94,4% 95,2% 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% 100,0% 0,00 5.000,00 10.000,00 15.000,00 20.000,00 25.000,00 30.000,00

(35)

(Dalam Juta )

REALISASI LINGKUP DITJEN BINFAR

KEMENKES TA 2015

PRODISFAR SETDITJEN BINFAR PRODISALKES DIT,YANFAR DITOBLIK Pagu 59.630,74 98.826,68 33.726,76 27.571,89 1.643.603,01 Realisasi 41.883,68 73.814,33 25.404,93 23.215,95 1.609.501,12 % 70,2% 74,7% 75,3% 84,2% 97,9% 70,2% 74,7% 75,3% 84,2% 97,9% 0,0% 20,0% 40,0% 60,0% 80,0% 100,0% 120,0% 0,00 200.000,00 400.000,00 600.000,00 800.000,00 1.000.000,00 1.200.000,00 1.400.000,00 1.600.000,00 1.800.000,00 Rata-rata: 95,2%

(36)

(Dalam Juta)

REALISASI PER JENIS BELANJA

LINGKUP BINFAR KEMENKES TA 2015

KEGIATAN

BELANJA BARANG BELANJA MODAL BELANJA PEGAWAI

PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI %

DIT,YANFAR 25,259.80 21,255.72 84.1% 2,312.10 1,960.23 84.8% DITOBLIK 1,641,698.69 1,608,414.87 98.0% 1,904.32 1,086.25 57.0% PRODISALKES 25,117.84 22,586.35 89.9% 8,608.92 2,818.58 32.7% PRODISFAR 59,340.60 41,684.16 70.2% 290.15 199.52 68.8% SETDITJEN BINFAR 65,038.86 47,452.00 73.0% 4,636.06 1,969.96 42.5% 29,151.77 24,392.37 83.7% Total 1,816,455.78 1,741,393.11 95.9% 17,751.54 8,034.54 45.3% 29,151.77 24,392.37 83.7%

(37)

(Dalam Juta)

REALISASI PER KEWENANGAN

LINGKUP BINFAR KEMENKES TA 2015

Kegiatan

Kantor Pusat Dekonsentrasi

Pagu Realisasi % Pagu Realisasi %

DIT,YANFAR 21,796.40 18,393.85 84.4% 5,775.49 4,822.11 83.5% DITOBLIK 1,631,612.13 1,599,658.62 98.0% 11,990.88 9,842.50 82.1% PRODISALKES 30,285.00 22,403.22 74.0% 3,441.76 3,001.71 87.2% PRODISFAR 54,835.95 37,954.10 69.2% 4,794.80 3,929.58 82.0% SETDITJEN BINFAR 87,514.64 64,298.83 73.5% 11,312.04 9,515.51 84.1% Total 1,826,044.12 1,742,708.62 95.4% 37,314.97 31,111.40 83.4%

(38)

(Dalam Juta)

REALISASI DEKON PER PROVINSI

LINGKUP BINFAR TA 2015

Rata-rata: 83,4% 39,1% 54,2% 59,4% 66,4%70,5% 73,0%74,5%76,7% 77,5%78,0% 83,2%83,6%84,8%84,9%86,9%87,7% 87,9%88,1%90,2%90,8%90,9%91,0%91,5%91,8%92,0%92,5%92,5% 93,3%94,6%95,4%96,3%97,0% 98,9%99,2% 0,0% 20,0% 40,0% 60,0% 80,0% 100,0% 120,0% 0,00 200,00 400,00 600,00 800,00 1.000,00 1.200,00 1.400,00 1.600,00 1.800,00 2.000,00 Pagu Realisasi %

Sumber: e-monev dja per 19 Januari 2016

(39)

Referensi

Dokumen terkait

Judul yang penulis ajukan adalah “Gambaran Pola Makan sebagai Penyebab Kejadian Penyakit Tidak Menular (Diabetes Mellitus, Obesitas, dan Hipertensi) di Wilayah Kerja

Jangkauan kegiatan yang dikontrakkan Pelayanan Preventif dan Promotif: Imunisasi, Promkes, Penyemprotan, Pemeriksaan makanan, Pelayanan Gizi Masyarakat; dll Pelayanan Kuratif:

Klinik Sanitasi merupakan suatu upaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan Promotif, Preventif, dan Kuratif yang difokuskan pada penduduk yang berisiko

peningkatan upaya preventif dan promotif termasuk pencegahan kasus baru penyakit dalam pengendalian penyakit menular terutama TB, HIV, dan malaria dan penyakit tidak menular;

Hal-hal yang disarankan dalam penelitian ini antara lain Pasien dengan obesitas khususnya yang disertai dengan diabetes melitus, hipertensi dan

Upaya kesehatan Lingkungan Prioritas adalah kegiatan – kegiatan yang mempunyai daya ungkit tinggi dan merupakan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang dilakukan

PENYAKIT JANTUNG, STROKE, DIABETES, KANKER, DEMENSIA &amp; PENYAKIT-PENYAKIT TIDAK MENULAR LAINNYA (A &amp;

Faktor resiko penyakit tidak menular meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, stress, hipertensi, hiperglikemi,