KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT
DAN ARAH PEMBANGUNAN
KESEHATAN TAHUN 2015-2019
BIRO PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2017
1
SISTEMATIKA
1. Kilas Balik Penyerapan Dana Kesehatan Pusat TA 2016
2. Kebijakan Pembangunan Kesehatan Tahun 2015 dan 2019
3. Program Indonesia Sehat - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)
dan Pendekatan Keluarga
4. Standar Pelayanan Minimal (SPM)
KILAS BALIK PENYERAPAN DANA KESEHATAN
PUSAT TAHUN ANGGARAN 2016 DAN PROFIL
ANGGARAN PUSAT DI PROVINSI BANTEN
2.240 2.055 91,76% 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 Milli o n s
PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN
DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA KEMENTERIAN KESEHATAN
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
897 803 89,47% 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 Milli o n s
PROGRAM PENGUATAN PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
34.049 19.123 56,16% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000 Milli o n s
PROGRAM PEMBINAAN KESEHATAN MASYARAKAT
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
6.746 4.706 69,76% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 100,00% 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 Milli o n s
PROGRAM PEMBINAAN PELAYANAN KESEHATAN
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
8.825 5.740 65,04% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 Milli o n s
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
1.513 1.384 91,47% 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00% 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 Milli o n s
PROGRAM KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
4.073 2.682 65,86% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 100,00% 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 Milli o n s
PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (PPSDMK)
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
DEKON PER PROVINSI TA 2016
2.240 897 34.049 8.825 1.513 4.073 2.055 803 19.123 5.740 1.384 2.682 91,76% 89,47% 56,16% 65,04% 91,47% 65,86% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% 100,00% 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian Kesehatan
Program Penguatan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional
Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan (PPSDMK)
Milli
o
n
s
PENYERAPAN DANA DEKONSENTRASI DI PROVINSI BANTEN
PAGU RKAKL-DIPA REALISASI SP2D %
PAGU 2.239.500.000 897.474.000 34.049.155.000 8.825.384.000 1.513.295.000 4.073.104.000
REALISASI 2.054.936.740 802.977.000 19.122.843.906 5.740.200.500 1.384.251.010 2.682.427.000 % 91,76% 89,47% 56,16% 65,04% 91,47% 65,86%
PROFIL ANGGARAN
KESEHATAN PUSAT
DI PROVINSI BANTEN
GAMBARAN UMUM
ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN
NO ANGGARAN KESEHATAN ALOKASI (Rp)
1 DANA DEKONSENTRASI 40.317.151.000
2 DANA UPT PUSAT 274.110.979.000
3 DANA ALOKASI KHUSUS FISIK 273.912.025.000
4 DANA ALOKASI KHUSUS NON FISIK 181.687.504.000
Sumber : RKAKL Online 2017 (awal)
ALOKASI DANA DEKONSENTRASI
NO PROGRAM ALOKASI (Rp)
1 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis Lainnya 781.834.000
2 Program Penguatan Pelaksanaan JKN 347.762.000
3 Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat 24.526.246.000
4 Program Pembinaan Pelayanan Kesehatan 2.965.107.000
5 Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 5.364.923.000 6 Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan 1.017.516.000 7 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan 5.313.763.000
ALOKASI ANGGARAN SATKER UPT PUSAT
NO PROGRAM/SATKER ANGGARAN
1 Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 51.662.250.000
- KKP Kelas II Banten 13.783.046.000
- KKP Kelas I Soekarno-Hatta 37.879.204.000
2 Program Pengembangan & Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan 59.018.717.000
- Politeknik Kesehatan Banten 59.018.717.000
3 Program Pelayanan Kesehatan 163.430.012.000
- RS Kusta Sitanala Tangerang 163.430.012.000
TOTAL 274.110.979.000
ALOKASI DAK FISIK BIDANG KESEHATAN TA 2017
NO KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN
1 DAK FISIK REGULER 199.747.036.000
a Pelayanan Kesehatan Dasar 68.481.212.000
b Pelayanan Kesehatan Rujukan 77.946.776.000
c Pelayanan Kefarmasian 53.319.048.000
2 DAK FISIK PENUGASAN 74.164.989.000
3 DAK FISIK AFIRMASI 0
TOTAL 273.912.025.000
ALOKASI DAK BIDANG KESEHATAN TA 2017
NO PROV/KAB/KOTA
DAK FISIK REGULER DAK FISIK
PENUGASAN DAK FISIK
AFIRMASI TOTAL YANKES DASAR YANKES RUJUKAN FARMASI RS RUJUKAN &
PRATAMA 1 Provinsi Banten - - 652.707.000 45.017.853.000 - 45.670.560.000 2 Kab. Lebak 3.001.138.000 3.129.630.000 8.168.642.000 - - 14.299.410.000 3 Kab. Pandeglang 15.356.899.000 3.129.630.000 8.061.483.000 29.147.136.000 - 55.695.148.000 4 Kab. Serang 2.076.438.000 6.592.069.000 4.365.353.000 - - 23.033.860.000 5 Kab. Tangerang 1.618.800.000 38.035.820.000 8.172.920.000 - - 47.827.540.000 6 Kota Cilegon 10.534.212.000 13.129.630.000 4.842.872.000 - - 28.506.714.000 7 Kota Tangerang 25.243.725.000 3.129.630.000 1.000.000.000 - - 29.373.355.000 8 Kota Serang 650.000.000 - 2.735.860.000 - - 3.385.860.000
9 Kota Tangerang Selatan 10.000.000.000 10.800.367.000 5.319.211.000 - - 26.119.578.000
Sumber : Perpres No. 97 Tahun 2016
ALOKASI DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN
TA 2017
NO KEGIATAN ALOKASI ANGGARAN
1 Bantuan Operasional Kesehatan 102.534.642.000
2 Akreditasi Rumah Sakit 700.000.000
3 Akreditasi Puskesmas 10.516.927.000
4 Jampersal 67.935.935.000
ALOKASI DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN
PER KABUPATEN TA 2017
NO PROV/KAB/KOTA BOK AKREDITASI RUMAH SAKIT
AKREDITASI
PUSKESMAS JAMPERSAL TOTAL
1 Provinsi Banten - 350.000.000 - - 350.000.000 2 Kab. Lebak 19.219.463.000 - 1.640.670.000 10.356.122.000 31.216.255.000 3 Kab. Pandeglang 17.180.083.000 350.000.000 1.640.670.000 10.170.697.000 29.341.450.000 4 Kab. Serang 14.762.788.000 - 1.436.452.000 11.601.147.000 27.800.387.000 5 Kab. Tangerang 21.268.918.000 - 1.844.888.000 28.588.197.000 51.702.003.000 6 Kota Cilegon 3.342.239.000 - 408.348.000 975.697.000 4.726.284.000 7 Kota Tangerang 11.685.230.000 - 1.538.561.000 2.906.214.000 16.130.005.000 8 Kota Serang 6.221.588.000 - 682.056.000 2.415.639.000 9.319.283.000
9 Kota Tangerang Selatan 8.854.333.000 - 1.325.282.000 922.222.000 11.101.837.000
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
TAHUN 2018
KEBIJAKAN UMUM
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
• Perencanaan dan Penganggaran (Rengar) disusun berbasis bukti (evidence based)
• Rengar disusun secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai sumber
dana (APBN dan APBD).
• Rengar harus sinkron dengan RPJMN, Renstra, RKP, Renja-KL Daerah mengacu
pada ke-empat dokumen tersebut
• Rengar harus disinergikan antara Pusat & Daerah dalam rangka mengakomodir
kebutuhan Daerah serta memperhatikan Prioritas Nasional.
• Usulan Rengar di Kabupaten/Kota dikoordinasikan oleh Provinsi
• Dalam menentukan prioritas kebutuhan di masing-masing provinsi, dilakukan
pembahasan bersama dinkes provinsi dengan kab/kota dalam satu forum.
PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pembangunan Kesehatan
adalah upaya yang
dilaksanakan oleh
semua komponen bangsa
dalam
rangka mencapai tujuan kesehatan yaitu untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud
derajat
kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya, sebagai
investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang
produktif secara sosial dan ekonomis
VISI DAN MISI PRESIDEN
9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)
Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia
TRISAKTI:
Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya
PROGRAM INDONESIA SEHAT
PROGRAM INDONESIA PINTAR
PROGRAM INDONESIA KERJA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA PENGUATAN YANKES PARADIGMA SEHAT JKN RENSTRA 2015-2019 3 DI ME NSI PEMBAN GUN A N : PEM B A NGUN A N MA NUSIA , SEK T OR U NGG U LA N , PEM ER AT A A N D A N KEWIL AY A HA N NOR MA PEMB A NG U N A N KA B INET KE R JA D T P K KELUARGA SEHAT PENDEKATAN KELUARGA
PRIORITAS NASIONAL (PN) KESEHATAN
RKP 2017 RKP 2018 1 2 3 Peningkatan Derajat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Penguatan Promotif dan Preventif “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat Peningkatan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Peningkatan Derajat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Penguatan Promotif dan Preventif “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Peningkatan Kesehatan Ibu dan AnakPROGRAM PRIORITAS
PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak
Perbaikan kualitas gizi Ibu dan Anak Peningkatan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Penurunan Kematian Ibu di fasilitas pelayanan kesehatan
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Penurunan Stunting
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Pemenuhan JKN/KIS
2. Penyediaan fasilitas kesehatan yang berkualitas
3. Pemenuhan SDM kesehatan 4. Penyediaan dan peningkatan
mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan
PROGRAM PRIORITAS
PENCEGAHAN & PENGENDALIAN PENYAKIT
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Surveilans, Imunisasi, Sistem Informasi Penyakit dan Karantina Kesehatan
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Pencegahan dan Pengendalian TB dan HIV/AIDS
2. Pengendalian Malaria
3. Pengendalian Penyakit Tropis Terabaikan/Neglected Tropical
Diseases
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Peningkatan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap
PROGRAM PRIORITAS
PENGUATAN PREVENTIF PROMOTIF
“GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT”
Penguatan Preventif Promotif “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” Lingkungan Sehat Peningkatan pemahaman Hidup Sehat Konsumsi Pangan Sehat
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Sehat
3
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
1. Peningkatan Konsumsi Pangan Sehat
PROYEK PRIORITAS NASIONAL
KONTRIBUSI KESEHATAN PADA
PROGRAM PRIORITAS LAINNYA
No Program Prioritas Ruang Lingkup (Untuk Didiskusikan)
1. Pengembangan 3 kawasan pariwisata: Danau Toba, Borobudur, Mandalika
Pembangunan destinasi prioritas lainnya dilanjutkan dengan dukungan APBN (DAK dan belanja pusat) dengan fokus: kelembagaan pengelola, infrastruktur, promosi, fasilitas umum, penataan usaha/ jasa dan lingkungan, serta penerimaan masyarakat.
2. Perencanaan terintegrasi percepatan pembangunan wilayah Papua
• Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan • Pengendalian penyakit menular
3. Air bersih dan sanitasi Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat terkait air minum dan sanitasi terutama di daerah dengan akses rendah.
4. Pembangunan wilayah
FOKUS PROGRAM / KEGIATAN
PEMBANGUNAN KESEHATAN … (1)
• Program Prioritas:
• Penurunan AKI & AKB (Kesehatan Ibu & Anak termasuk imunisasi, kespro)
• Perbaikan Gizi khususnya stunting
• Pengendalian Penyakit Menular (ATM: HIV/AIDS, Tuberkulosis & Malaria)
• Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Diabetes Melitus, Obesitas &
Kanker)
• Prioritas kegiatan diutamakan ke Promotif & Preventif, termasuk kegiatan
pro-aktif menjangkau sasaran ke luar gedung Puskesmas
• Fokus utama pada Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary Care)
• Menjangkau sasaran utamanya dgn strategi pendekatan keluarga
anggaran pelatihan, penyiapan sarana dan prasarana, dll
FOKUS PROGRAM / KEGIATAN
PEMBANGUNAN KESEHATAN …. (2)
• Pemenuhan ketersediaan obat & vaksin di puskesmas, termasuk
pengenalan vaksin baru.
• Meningkatkan akses dan mutu yankes dasar & rujukan terutama di DTPK,
KTI (termasuk pembangunan RS Vertikal) & lokasi tertentu (seperti tujuan
wisata, kawasan ekonomi baru).
• Pemenuhan SDM kesehatan (Nusantara Sehat, tugas belajar, dll)
• Penguatan sistem informasi, manajemen, pembiayaan, dan litbang
kesehatan
• Efektivitas program preventif (Germas)
• Kebijakan terkait Revolusi Mental:
• Meningkatkan respons pelayanan kesehatan (cepat, tepat, bersahabat)
ARAH PRIORITAS NASIONAL KESEHATAN 2018
• Penguatan kebijakan nasional pada RPJMN 2015-2019
• RKP 2018 merupakan 1 tahun sebelum akhir RPJMN: Perlu percepatan
upaya pencapaian target dan pemenuhan Nawacita Presiden
• Penurunan AKI dan AKB
• Pencapaian target JKN pada 40% penduduk berpendapatan terbawah
• Eliminasi penyakit tropis yang terabaikan (neglected tropical diseases)
• Pencegahan dan pengendalian penyakit menular
• Penurunan faktor risiko penyakit tidak menular
• Lainnya (penguatan sistem kesehatan: sarpras, obat, tenaga kesehatan)
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN 2018
33
No Indikator Baseline
(2014) 2015 2016 2017 2018 2019
1 Meningkatnya Status Kesehatan Ibu, Anak dan Gizi Masyarakat a. Menurunnya Angka kematian ibu (AKI)*, diukur dengan
proksi: 346
(SP, 2010)
305 (SUPAS,
2015)
n.a. n.a. n.a. 306 • Persalinan di fasilitas kesehatan (persen) 70,4 (2013) 75 77 81,0 87 85 • Kunjungan Antenatal (K4) (persen) 70,4 (2013) 72 74 85,0 86 80 b. Menurunnya Angka kematian bayi (AKB)*, diukur dengan
proksi: 32 (2012) n.a. n.a. n.a. n.a. 24
• Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) (persen) 71,3 (2013) 75 78 81 85 90 c. Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak
baduta (bawah dua tahun) (persen) 32,9 (2013) 31,3 30,5 29,6 28,8 28 d. Angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) 2,6 (2012) 2,37 2,36 2,33 2,31 2,28 e. Angka pemakaian kontrasepsi (CPR) 61,9% (2012) 65,2 65,4 65,6 65,8 66,0 2 Menurunnya Penyakit Menular dan Tidak Menular
a. Prevalensi HIV (persen) 0,46 (2014) <0,5 <0,5 <0,5 <0,5 <0,5 b. Prevalensi Tuberkulosis per 100.000 penduduk 297 (2013) 280 271 262 254 245 c. Prevalensi merokok pada usia ≤ 18 tahun (persen) 7,2 (2013) 6,9 6,4 5,9 5,6 5,4 d. Prevalensi tekanan darah tinggi (persen) 25,8 (2013) 25,0 24,6 24,2 23,8 23,4 e. Prevalensi obesitas pada penduduk usia 18+ tahun
SASARAN PEMBANGUNAN KESEHATAN 2018
34
No Indikator Baseline
(2014) 2015 2016 2017 2018 2019 3 Meningkatnya Perlindungan Finansial
a.Penduduk yang menjadi peserta BPJS-Kesehatan (persen)
51,8 (Okt, 2014)
60 68 77 85 Min. 95 4 Meningkatnya Pemerataan dan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan
a.Jumlah Kab/Kota yang memiliki minimal 1
RSUD yang tersertifikasi akreditasi nasional 10 (2014) 94 190 287 294 481 b.Persentase kabupaten/kota yang mencapai 80
persen imunisasi dasar lengkap pada bayi
71,2
(2013) 75 80 85 92,5 95 c.Jumlah puskesmas yang minimal memiliki 5
jenis tenaga kesehatan
1.015
(2013) 1.200 2.000 3.000 4.200 5.600
d.Persentase puskesmas dengan ketersediaan
obat dan vaksin esensial (2014)75,5 77 80 85 90 95
Pilar 1
Paradigma Sehat
• Promotif – preventif sebagai landasan pembangunan kesehatan • Pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan keluarga • Keterlibatan lintas sektor • Gerakan Masyarakat SehatPilar 3
JKN
• Benefit • Sistem pembiayaan: asuransi – azas gotong royong • Kendali Mutu &Kendali Biaya
• Sasaran: PBI & Non PBI
Tanda kepesertaan KIS
DTPK
KELUARGA SEHAT
PENDEKATAN KELUARGA
PROGRAM INDONESIA SEHAT
RENSTRA 2015-2019
Penerapan pendekatan continuum of care
Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)
Pilar 2
Penguatan Yankes
• Peningkatan Akses terutama pd FKTP • Optimalisasi Sistem Rujukan • Peningkatan Mutu Penerapan pendekatan continuum of careIntervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)
PROGRAM
INDONESIA SEHAT
1. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam lingkungan hidup yang sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya perilaku hidup sehat sehingga terwujud bangsa yang mandiri, maju dan sejahtera
2. Terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya
PENDEKATAN
KELUARGA
PENGUATAN
INSTITUSI
PELAYANAN
KESEHATAN
GERAKAN
MASYARAKAT
HIDUP SEHAT
(GERMAS)
PENERAPAN PARADIGMA SEHAT PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)Suatu tindakan sistematis dan terencana
yang dilakukan secara bersama-sama
oleh seluruh komponen bangsa dengan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku
sehat untuk meningkatkan kualitas hidup
Peningkatan Edukasi Hidup Sehat Peningkatan Kualitas Lingkungan Peningkatan Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit Penyediaan Pangan Sehat dan Percepatan Perbaikan Gizi Peningkatan Perilaku Hidup Sehat Peningkatan Aktivitas Fisik
TUJUAN GERMAS
MASYARAKAT
BERPERILAKU SEHAT
Kesehatan
Terjaga
Produktif
Lingkungan
Bersih
Biaya
Berobat
Berkurang
TANGGUNG JAWAB
SEKTOR DALAM
GERMAS
Gerakan
Memasyarakatkan Makan Ikan
Promosi makan sayur dan buah dalam negeri
Jalur Sepeda dan Pejalan kaki
Sarana aktivitas fisik di pemukiman dan TTU, Ruang terbuka hijau
Meningkatkan
pelayanan Promprev
Cukai dan pajak rokok, minuman beralkohol
Koord dan Fasilitasi Pemda
Partisipasi perempuan untuk deteksi dini PTM, KIE
Kampanye Gemar Olah Raga, Sarana Olah Raga
Keamanan PJAS, Keamanan mutu pangan
olahan
Konseling pra nikah, Poskestren UKS, Sekolah Ramah
Anak, Aktivitas Fisik
Keamanan dan mutu pangan segar
FOKUS
KEGIATAN 2017
Melakukan
Aktivitas
Fisik
Konsumsi
Sayur
dan buah
Memeriksa
Kesehatan
Secara Berkala
TUGAS SEKTOR
KESEHATAN
DALAM GERMAS
ADVOKASI dan PEMBINAAN PERWUJUDAN KAWASAN SEHAT PENGGALANGAN KEMITRAAN DAN PERANSERTA MASYARAKAT
KAMPANYE
GERMAS DAN EDUKASI MASYARAKAT
DETEKSI DINI PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR MENYEDIAKAN FASILTAS PELAYANAN YANG BERMUTU
Kegiatan Utama
GERMAS KEMENKES
Meningkatkan pendidikan mengenai gizi seimbang dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta aktivitas fisik Meningkatkan pelaksanaan deteksi dini di Puskesmas dan menyusun panduan pelaksanaan deteksi dini di instansi pemerintah dan swasta Melaksanakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat serta meningkatkan advokasi dan pembinaan daerahPERAN
DAERAH
• Melakukan Advokasi kepada
Gubernur/Bupati/Walikota untuk menerbitkan kebijakan terkait bidang kesehatan dengan
menggunakan data antara lain:
• Indeks Pembangunan Manusia 2015
• Indeks Pembangunan
Kesehatan Masyarakat 2013 • Hasil Pemantauan Status Gizi
(PSG) 2015
• Monitoring STBM 2015
• Melakukan pertemuan dengan SKPD,
ToMa/ToGa dan Dunia Usaha serta Akademisi untuk menerapkan Germas melalui Perilaku Hidup Bersih Sehat di Tatanan masing-masing, seperti:
• SKPD menjadikan buah lokal sebagai snack rapat, melakukan peregangan stiap pukul 10.00 dan 14.00
• Ormas Aliansi Pita Putih P4K • Ormas Janur Santri Sehat
PERAN
DAERAH
• Memberikan
contoh penerapan kebijakan aktifitas fisik dalam bentuk olahraga bersama setiap hari Jumat; bazar sayur
danbuah dst
• Mendorong Dinas Pendidikan
untuk pembudayaan aktifitas fisik bagi anak sekolah seperti melakukan peregangan pada pergantian jam pelajaran, menyediakan fasilitas dan mendorong anak untuk
bermain /aktifitas fisik waktu istirahat (permainan
tradisional); melakukan bersih-bersih bersama
masyarakat di sekitar sekolah
• Menyebarluaskan informasi
tentang mafaat konsumsi sayur dan buah
• Mendorong Dinas Pendidikan
untuk membiasakan makan sayur dan buah bersama di Sekolah
• Melakukan demo mengolah
makanan bahan pangan lokal bagi balita dan ibu hamil
PERAN
DAERAH
• Menjalin kerjasama
dengan Dinas Pertanian untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan buah; membagikan bibit sayur buah pada masyarakat
• Mendorong aktifitas
fisik secara berkala bagi masyarakat di kegiatan Car Free Day/ hari-hari tertentu di tempat kerja, sekolah, fasyankes, dll
• Melakukan kegiatan deteksi
dini kanker payudara dan leher rahim pada
perempuan, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, pengukuran berat badan, pemeriksaan
penglihatan dan pendengaran,
DUKUNGAN
KEMENKES
PENINGKATAN KAPASITAS SDM SOSIALISASI – PELATIHAN DUKUNGAN SARANA DAN PRASARANA YANKES DUKUNGAN KEGIATAN OPERASIONAL melalui DEKON – DAKKAWASAN TANPA ASAP ROKOK
KEGIATAN PEREGANGAN
DETEKSI DINI DAN TES KEBUGARAN
SOSIALISASI - ADVOKASI KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN PASAR BUAH DAN SAYUR
PENYELENGGARAAN AKTIVITAS FISIK DI TEMPAT KERJA
UKBM DI DESA/KELURAHAN
PENYELENGARAAN Car Free Day
DINKES
PROVINSI-DINKES
KABUPATEN
/KOTA
MONEV TAHAPAN PELAKSANAAN
TAHAPAN PERSIAPAN
LINTAS SEKTOR PUSAT DAN DAERAH Dukungan Pemberdayaan Masy., Perda, ITJENPengawasan Perencanaan Kegiatan
SINERGI
PUSAT & DAERAH
Pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan
UKP & UKM
secara berkesinambungan,
dengan
target keluarga
, didasari
data &
informasi
dari
profil kesehatan keluarga
Sumber Foto: achmad fiqqy fierly
Tujuan Pendekatan Keluarga:
1. Meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif
2. Mendukung pencapaian SPM Kab/Kota dan SPM Provinsi 3. Mendukung pelaksanaan JKN
4. Mendukung tercapainya program indonesia sehat
Pendekatan Keluarga adalah salah satu cara
Puskesmas
untuk
meningkatkan jangkauan
sasaran
dan
mendekatkan atau
meningkatkan akses pelayanan kesehatan
dengan
mendatangi keluarga
ENAM (6) PRINSIP PENYELENGGARAAN PUSKESMAS
PARADIGMA SEHAT
PERTANGGUNGJAWABAN WILAYAH
KEMANDIRIAN MASYARAKAT
PEMERATAAN
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
KETERPADUAN & KESINAMBUNGAN
1
2
3
4
5
6
PELAYANAN PUSKESMAS
TERINTEGRASI, MENGIKUTI SIKLUS
HIDUP DAN PENDEKATAN KELUARGA
PELAYANAN PUSKESMAS PELAYANAN TERINTEGRASI IBU HAMIL BAYI BALITA REMAJA LAIN-LAIN KUNJUNGAN KE RUMAH (UKM) PELAYANAN MENGIKUTI SIKLUS HIDUP KELUARGA TATANAN SEHAT
MASYARAKAT
SEHAT
UKBM
DALAM GEDUNG (UKP)Tatanan Sehat: Perilaku sehat di sekolah, tempat kerja, tempat bermain, tempat umum, tempat ibadah dan Fasyankes.
2015
2016
2017
2018
2019
470 PUSKESMAS, 64 Kab/Kota 9 Prov 2926 Puskesmas, 34 Prov, 514 Kab/Kota 4 Puskesmas 4 Kab/Kota 4 Prop 9754 Puskesmas, 34 Prov 514 Kab 5852 Puskesmas, 34 Prov, 514 Kab 52PENTAHAPAN PROGRAM INDONESIA SEHAT
DENGAN PENDEKATAN KELUARGA
Kab/Kota dapat mengembangkan sendiri PIS-PK diluar lokus Puskesmas tahun 2017 karena pelatih sudah tersedia di 34 Propinsi dan 514 kab/kota
Sumbar : 103 Medan : 285 Palembang : 104 DKI Jakarta : 85 Jawa Barat : 210 Jawa Tengah: 301 DIY : 29 Jawa Timur : 360 Bali : 51 Kalbar: 64 Sulut : 42 Sulsel : 135 Kaltim: 47 Papua : 35 Aceh : 213 Kep. Riau: 49 Riau : 84 Jambi : 67 Babel : 28 Lampung : 111 Banten : 63 Kaltara: 14 Kalteng: 25 Kalsel: 69 Gorontalo : 12 Sulbar : 11 Sultra: 32 Maluku : 16 NTB : 86 NTT : 37 Maluku Utara: 16 Sulteng : 79 Papua Barat : 17 Bengkulu : 45
SEBARAN LOKUS PUSKESMAS INTEGRASI
PENDEKATAN KELUARGA TAHUN 2017
REGULASI, JUKNIS PEDOMAN, KURMOD
PENCETAKAN FORMULIR, BLANKO
DUKUNGAN DANA REKRUITMENT SDM
PENYIAPAN PC, TABLET,
SOFTWARE PERLENGKAPAN PENDATAAN.
SOSIALISASI, KOORDINASI
PENYIAPAN ALAT/ KIT PUSKESMAS
IMPLEMENTASI
PENDEKATAN KELUARGA
PELATIHAN
PENDATAAN & INFO
KESEHATAN
ANALISIS DATA KELUARGA &
IINTERVENSI
1 2 3
Tenaga Pembina Keluarga, Tenaga Teknis,
Tenaga pengolah Data, Tenaga Managemen PKM
Materi Pelatihan, a.I
PISDPK MANAGEMEN PUSKESMAS PENDATAAN E-aplikasi, Manual/Formulir Input Data Keluarga,
PINKESGA, Mengolah Data, Tabulasi Data, APLIKASI KS 12 INDIKATOR KELUARGA SEHAT Analisis Masalah Prioritas Pemecahan Masalah Manajemen Puskesmas Perencanaan: RUK RPK Lokmin Bulanan, Triwulan Wasdal dan Penilaian
ANALISIS DATA KELUARGA
PROSES
IMPLEMENTASI
PENDEKATAN KELUARGA
NASIONAL PROVINSI KAB / KOTA KECAMATAN PUSKESMAS KELURAHAN / DESA KELUARGA
2019
9.754 PKM
OUTPUT
INDEKS KELUARGA SEHAT
PENGAWASAN, PENGENDALIAN & PENILAIAN KINERJA
PUSKESMAS, PERUBAHAN IKS PADA
LEVEL KELUARGA SAMPAI LEVEL PUSKESMAS PERSIAPAN PENYUSUNAN RUK SECARA EVIDANCE BASED PENDEKATAN KELUARGA DENGAN TETAP MELIHAT DATA2 PROGRAM KUNJUNGAN RUMAH IMPLEMENTASI INTERVENSI PERMASALAHAN YG SDH DISEPAKATI SBG PRIORITAS MASALAH INPUT DATA PADA
FORM TERCETAK ATAU
ELEKTRONIK (APLIKASI)
MANAJEMEN
PENDEKATAN KELUARGA DI PUSKESMAS
Sosialisasi dan pengorganisasian Kunjungan Rumah Promkes Intervensi Awal
Tabulasi & analisis Triangulasi & Analisis Lokmin bulanan dan atau tribulanan
P1 P2 P3
POLA KEPEMIMPINAN
Strategi Pelaksanaan Pendataan
Pendekatan Keluarga
Setelah satu desa diselesaikan pendataan
sampai tahap intervensi kemudian dapat
menjadi contoh untuk dimulainya pendataan di
desa lainnya sampai selesai intervensi
Pelaksanaan dengan strategi fokus satu
persatu tersebut menjadi lesson learned
sehingga di desa selanjutnya diharapkan
menjadi lebih baik dan optimal.
Pelaksanaan pendekatan keluarga di
Puskesmas, fokus pada penyelesaian satu per
satu desa di wilayah kerjanya.
EVALUASI
PELAKSANAAN
PERAN PROVINSI
PERSIAPAN
1. Melakukan PELATIHAN
TOT (Teknis Program & Manajemen Puskesmas)
berkoordinasi dengan Kemenkes dan Bapelkes Provinsi
2. Menyediakan sumber daya lain : SARPRAS dan ALAT
PENDUKUNG, dll di Puskesmas
1. Melakukan PENGOLAHAN
DATA keluarga sehat di tingkat
provinsi
2. Koordinasi dan Bimtek
3. MEMBINA dan Melakukan
KOORDINASI dengan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota
dalam proses kegiatan,
1. Melakukan pemantauan dan pengendalian
2. Mengembangkan sistem Pelaporan
3. Memberikan umpan balik hasil pelaporan pada Kabupaten/Kota 4. Melakukan pemetaan wilayah
tingkat provinsi berdasarkan hasil evaluasi
EVALUASI
PELAKSANAAN
PERSIAPAN
MENYEDIAKAN SDM di Puskesmas yang dibutuhkan
Melakukan PELATIHAN/PEMBEKALAN
Menyediakan SARANA PRASARANA dan ALAT PENDUKUNG di Puskesmas
Menyediakan BIAYA OPERASIONAL
untuk Puskesmas
PENGOLAHAN DATA keluarga sehat di tingkat kabupaten/kota
Korrdinasi dan Bimtek
MEMBINA Puskesmas dalam proses MANAJEMEN PUSKESMAS
(P1 – P2-P3)
P1. PERENCANAAN – RUK, RPK berdasarkan hasil analisis data P2. PENGGERAKAN – PELAKSANAAN melalui LOKAKARYA MINI P3. PENGAWASAN-PENGENDALIAN-PENILAIAN
Pemantauan dan pengendalian
Mengembangkan sistem Pelaporan
Memberikan umpan balik pelaporan pada Puskesmas dan kecamatan Pemetaan wilayah berdasarkan hasil evaluasi
Keluarga mengikuti KB
Ibu bersalin di faskes
Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
Penderita TB Paru berobat sesuai standar
1
Penderita hipertensi berobat teraturGangguan jiwa berat tidak ditelantarkan Tidak ada anggota keluarga yang
merokok
Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih
Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat
Sekeluarga menjadi anggota JKN/askes
LINGKUNGAN POLITIK, HUKUM, EKONOMI, SOSIAL, AGAMA, BUDAYA, FISIK, BIOLOGI, ILMU
DAN TEKNOLOGI PEMBIAYAAN KESEHATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN SUMBER DAYA KESEHATAN SEDIAAN FARMASI, ALKES DAN MAKANAN
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANAJEMEN
KESEHATAN
*PERPRES 72/2012 SKN; PMK 36/2016 PDKT KELUARGA; PMK 46/2016 SPM KES
SPM
PENDEKATAN KELUARGA
• Angka Kematian Ibu, Anak
dan Gangguan Gizi menurun
namun belum mencapai
target
• Penyakit Menular (TB dan
AIDS) masih belum dapat
dikendalikan secara optimal
• Penyakit Tidak Menular
(Hipertensi dan DM),
Gangguan Jiwa dan risiko
karena merokok terus
meningkat
• Respon bencana kesehatan
yang perlu ditingkatkan
Prov/Kab/Kota menjadi ujung tombak didalam penanganannya
Perlu upaya yang
“continue” dan “focus” dalam penanganan dilapangan melalui pendekatan life cycle Harus menjangkau
“semua” sasaran sehingga harus menjadi SPM
Perubahan SPM
dari
22
Indikator
menjadi
12
Jenis
Pelayanan
Amanat Pasal 18 ayat (3)
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang
Pemerintahan
Daerah
yang
menyatakan
bahwa
ketentuan lebih lanjut mengenai
standar pelayanan minimal diatur
dengan peraturan pemerintah.
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)
DASAR HUKUM
Urusan
Pemerintahan
Wajib
yang
berkaitan
dengan
Pelayanan
Dasar
meliputi:
1. Pendidikan;
2. Perumahan
Rakyat
dan
Kawasan
Permukiman;
3. Kesehatan;
4. Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan
Perlindungan masyarakat;
5. Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
6. Sosial.
UU 32 tahun 2004
UU 23 tahun 2014
▪ Pasal 1 ayat 17: Standar Pelayanan
Minimal adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang
merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga
negara secara minimal.
▪
Pasal 167 ayat 3: Standar Pelayanan
Minimal adalah standar suatu
pelayanan yang memenuhi
persyaratan
minimal
ke
layak
an.
▪
Pasal 13 ayat 1:
15 Urusan
Pemerintahan Wajib terkait Pelayanan
Dasar
▪ Ditetapkan dengan
Peraturan Menteri
oleh masing-masing
Menteri/Pimpinan LPND dengan
konsultasi yang dikoordinasikan oleh
Menteri Dalam Negeri.
▪
Pasal 12 ayat 1:
6 Urusan
Pemerintahan Wajib terkait Pelayanan
Dasar
▪
Ditetapkan dalam
Peraturan
Pemerintah
PRINSIP STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)
Merupakan kebutuhan dasar bagi
setiap individu secara universal
1
Pemenuhan kebutuhan dasar
dapat dipenuhi sendiri oleh
warga negara, atau oleh
pemerintah daerah
2
Merupakan pelayanan dasar yang
menjadi kewenangan daerah
provinsi maupun kabupaten/kota
3
Merupakan kewajiban
bagi pemerintah daerah
provinsi maupun
kabupaten/kota untuk
menjamin setiap warga
negara memperoleh
kebutuhan dasarnya
5
Tanggung jawab Pemda
berlaku secara nasional
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN
Permenkes Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan
Tujuan untuk dilaksanakan secara dini
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR
PENERIMA LAYANAN
DASAR PERNYATAAN STANDAR
1 Pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana provinsi Sesuai standar pelayanan penanggulangan krisis kesehatan Penduduk yang terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana provinsi
Setiap penduduk yang terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana provinsi mendapatkan pelayanan sesuai standar
2
Pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi kejadian luar biasa provinsi
Sesuai standar pelayanan pada kondisi KLB
Penduduk pada kondisi KLB provinsi
Setiap penduduk pada kondisi KLB provinsi mendapatkan pelayanan sesuai standar
70
SPM Kesehatan untuk Provinsi dan Kab/kota sedang dalam taraf finalisasi menjadi Peraturan Pemerintah bersama sama sengan SPM kementerian lain
Pernyataan Standar, Pengertian, DO, Rumus penghitungan, Target, langkah, teknik penghitungan dan Monev tentang SPM ada dalam Permenkes 43/2016 tentang SPM
SPM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA LAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR 1 Pelayanankesehatan ibu hamil
Sesuai standar
pelayanan antenatal. Ibu hamil.
Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar. 2 Pelayanan kesehatan ibu bersalin Sesuai standar
pelayanan persalinan. Ibu bersalin.
Setiap ibu bersalin
mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar.
3
Pelayanan
kesehatan bayi baru lahir
Sesuai standar
pelayanan kesehatan bayi baru lahir.
Bayi baru lahir.
Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
4 Pelayanan kesehatan balita Sesuai standar pelayanan kesehatan balita. Balita.
Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
SPM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMALAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR
5
Pelayanan
kesehatan pada usia pendidikan dasar
Sesuai standar
skrining kesehatan
usia pendidikan dasar.
Anak pada usia pendidikan dasar.
Setiap anak pada usia
pendidikan dasar mendapatkan skrining kesehatan sesuai
standar.
6
Pelayanan
kesehatan pada usia produktif Sesuai standar skrining kesehatan usia produktif. Warga Negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun.
Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun
mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar.
7
Pelayanan
kesehatan pada usia lanjut Sesuai standar skrining kesehatan usia lanjut. Warga Negara Indonesia usia 60 tahun ke atas.
Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas
mendapatkan skrining
kesehatan sesuai standar.
8 Pelayanan kesehatan penderita hipertensi Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi. Penderita hipertensi.
Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
SPM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA
LAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR 9 Pelayanan kesehatan
penderita Diabetes Melitus
Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita
Diabetes Melitus.
Penderita Diabetes Melitus.
Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
10
Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat
Sesuai standar pelayanan kesehatan jiwa.
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat.
Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
11 Pelayanan kesehatan
orang dengan TB
Sesuai standar pelayanan
kesehatan TB. Orang dengan TB.
Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar.
12
Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV
Sesuai standar
mendapatkan pemeriksaan HIV.
Orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS,
waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan).
Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga
pemasyarakatan) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar.
D R A F T A K H I R
INPRES
S E T E L A H
PEMBAHASAN ANTAR
D R A F T A K H I R INPRES S E T E L A H
PEMBAHASAN ANTAR
Salah satu Kewajiban Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah :
(pasal 67 UU No. 23 Tahun 2014)
“Melaksanakan
Program Strategis Nasional
”
Yang dimaksud dengan
“
Program Strategis Nasional ”
adalah program yang
ditetapkan presiden sebagai program yang memiliki sifat strategis secara nasional
dalam upaya meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan serta
menjaga pertahanan dan keamanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
msyarakat
NAWA CITA PRESIDEN JOKO WIDODO
Poin nomor 5 (lima) :
“…..akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui...layanan kesehatan masyarakat...”
Kepala daerah dan/atau wakil kepala Daerah yg tidak melaksanakan
Program
Strategis Nasional
dikenai
sanksi administratif berupa teguran tertulis
oleh Menteri
untuk Gubernur dan/atau wakil Gubernur serta oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat untuk Bupati dan/atau Wakil Bupati atau Walikota dan/atau
Walikota
Dalam hal
teguran tertulis telah disampaikan 2 (dua) kali berturut-turut dan tetap
tidak dilaksanakan
,
Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah
diberhentikan
sementara selama 3 (tiga) bulan