• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. STRATEGI PENGELOLAAN WISATA BOTUBARANI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VII. STRATEGI PENGELOLAAN WISATA BOTUBARANI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | xi65 Pengelolaan wisata yang baik sangat diperlukan dalam menghadapi serbuan dari kunjungan wisatawan yang terus menerus di Pantai Botubarani. Peran pemerintah melalui perangkat desa, Pemerintahan Kabupaten dan Provinsi bahu-membahu dalam upaya pemanfaatan keberadaan Hiu Paus yang baik. BPSPL Makassar turut serta dalam upaya tersebut sebagai mandat dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut. Hiu Paus sebagai spesies dilindungi secara penuh melalui peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan membuat pemanfaatan secara eksploitatif tidak bisa dibenarkan. Sehingga, akivitas wisata Hiu Paus di Pantai Botubarani tidak dapat dilakukan tanpa regulasi yang dapat dipertanggung jawabkan sejalan dengan sisi konservasi.

VII. STRATEGI

PENGELOLAAN

WISATA BOTUBARANI

Pembentukan kelompok sadar wisata dilakukan melalui pemerintah desa dan kabupaten, yang diharapkan dapat menjadi wadah nelayan yang memiliki perahu untuk menjadi bagian dari wisata.

(2)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | 66

PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA

Banyaknya pengunjung yang mendatangi Pantai Botubarani membuat situasi sulit dikendalikan. Para nelayan Desa Botubarani yang memiliki perahu berlomba-lomba untuk menjadi pengantar wisata dengan perahu. Desakan wisatawan yang terus berdatangan membuat perahu yang ada tidak pernah sepi. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh nelayan desa lain menitipkan perahunya untuk dapat dipergunakan dalam wisata. Alhasil, pantai penuh sesak dengan perahu. Terhitung lebih dari 60 perahu beroperasi pada waktu Maret-Agustus 2016 lalu.

Wisata perahu menjadi yang paling diminati wisatawan dibandingkan dengan berenang permukaan maupun menyelam. Tidak perlu kemampuan khusus, basah dan menguras tenaga menjadi alasan kenapa wisata jenis ini lebih diminati. Selain itu, dengan adanya pemberian makan dari atas perahu membuat interaksi dengan Hiu Paus sudah dapat dilakukan secara dekat. Dalam kondisi ini pembentukan kelompok sadar wisata dilakukan melalui pemerintah desa (Kepala Kampung) dan kabupaten (Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango) dan ditetapkan melalui SK (Surat Keputusan) dari pejabat yang berwenang. Pengelolaan wisata berbasis masyarakat diterapkan disini. Diharapkan, upaya ini dapat mewadahi masyarakat setempat yang ingin menjadi bagian dari aktifitas wisata.

Dampak-dampak yang muncul dari wisata massal membuat aktivitas wisata harus dikendalikan. Dengan adanya Kelompok Sadar Wisata, pengaturan wisata dapat dilakukan dengan satu pintu. Hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas wisata dapat diseragamkan. Sehingga, tidak ada pihak-pihak yang bergerak sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Setelah Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Batubarani terbentuk dengan perangkat utama seperti Ketua, Bendahara dan Sekretaris, masyarakat desa yang ingin bergabung dipersilahkan untuk mendaftarkan diri. Rapat awal membahas pembagian kerja dari setiap anggota adalah agenda awal kelompok setelah semua anggota terdaftar. Pemahaman mengenai pola organisasi wisata menjadi topik utama. Pola organisasi yang dimaksud adalah kegiatan wisata yang tidak hanya berpusat pada mengantar wisatawan dengan kapal. Namun, terdapat bagian-bagian lain yang turut menunjang agar wisata lebih memiliki nilai terutama tentang kepuasan, kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat lokal yang berlomba-lomba mencari keuntungan secara pribadi. Terbentuknya Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani membuat pemasukan uang tidak dapat diterima secara pribadi kembali. Harga tiket bagi pengunjung disamakan sesuai dengan kesepakatan bersama dan persetujuan pemerintah. Sistem gaji diterapkan terhadap setiap anggota dengan proporsi yang juga ditentukan sesuai kesepakatan. Dengan adanya pemasukan dan pengaluaran uang yang terjadi, badan hukum yang sah perlu diterapkan dalam kelompok. Penerapan badan hukum dimaksudkan agar segala roda kegiatan dapat dipertanggungkan secara legal.

(3)

67 | Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo

Keorganisasian Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani terbagi menjadi beberapa bidang kelompok kerja yang disesuakan dengan pedoman yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata di tahun 2012. Kelompok sadar wisata ini juga menerapkan program sapta pesona Kementerian Pariwisata, yaitu keamanan, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan (Kemenpar, 2012). Pembina dan penasehat dari kelompok ini berasal dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango. Beberapa bidang pada Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani antara lain adalah; 1. Pimpinan

Pimpinan beranggotakan Ketua Kelompok Sadar Wisata beserta Sekretaris dan Bendahara. Ketua bertugas sebagai pemimpin, pengarah, koordinator dan penanggung jawab atas berjalannya kinerja Kelompok dengan segala pengembangannya. Ketua juga memiliki tugas untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah terkait. Sekretaris bertugas dalam penyusunan agenda, administrasi, notulensi dan pembukuan laporan dari seluruh kegiatan kelompok. Segala jenis urusan keuangan seperti pemasukan, pengeluaran dan bantuan menjadi pekerjaan bagi Bendahara dengan pembukuan yang ketat.

2. Bidang Jasa Wisata

Bidang jasa wisata memiliki tugas sebagai pengatur berjalannya wisata baik wisata perahu, berenang permukaan maupun menyelam. Jumlah perahu di perairan, antrian dan giliran wisatawan dengan berbagai jenis wisata untuk berinteraksi dengan Hiu Paus menjadi tanggung jawab bidang ini. Pengaturan pemberian makan kepada Hiu Paus juga menjadi tugas bidang ini. Seluruh pembawa perahu dan pemandu wisata masuk dalam keanggotaan bidang jasa wisata ini

3. Bidang Loket dan Tiket

Bidang ini dibentuk untuk memisahkan tugas pengaturan wisata dan pengelolaan pemasukan melalui tiket yang dibeli wisatawan sesuai dengan pilihan jenis wisata. Bidang ini bertanggung jawab dalam penjualan tiket dimana hasilnya akan dilaporkan kepada bendahara.

4. Bidang Kebersihan

Bidang ini bertanggung jawab atas kebersihan pantai dan perairan Botubarani dari sampah. Pengadaan tempat sampah dan sosialisasi anjuran pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi tugas bidang ini.

5. Bidang Kemanan, Ketertiban dan Keselamatan

Segala kemanan dan ketertiban dan keselamatan menjadi tugas bidang ini untuk memastikan kegiatan wisata berjalan dengan lancar. Aktivitas-aktivitas yang bersifat mengganggu dan membahayakan, baik di pantai maupun di perairan termasuk dalam bidang ini.

(4)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | 68

6. Bidang Informasi Wisata

Bidang ini selalu berada di sekitar pengeras suara untuk terus memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan wisata seperti anjuran-anjuran berwisata, peringatan maupun pengumunan lainnya. Pemberian edukasi mengenai Hiu Paus termasuk dalam tugas bidang ini

7. Bidang Jasa Parkir

Banyaknya wisatawan yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi menjadi permasalahan di Desa Botubarani karena sempitnya lahan. Bahu jalan dan halaman rumah warga kemudian dijadikan lahan parkir kendaraan. Bidang ini bertanggung jawab atas pengaturan parkir agar tidak mengganggu lalu lintas jalan. Retribusi parkir juga menjadi tugas bidang jasa parkir yang selanjunya diserahkan kepda bendahara.

8. Bidang pengembangan wisata

Bidang pengembangan wisata bergerak dibidang upaya-upaya untuk meningkatkan nilai wisata di Pantai Botubarani. Upaya tersebut antara lain peningkatan infrastruktur, menjalin mitra dengan dive center pedagang serta pengrajin dan lain-lain. Menghimpun ide-ide pengembangan model wisata juga menjadi tugas bidang ini.

Kinerja dari Kelompok Sadar Wisata yang terbentuk secara singkat membuat perhatian pemerintah menjadi penting. Fungsi sebagai pembina dan pemasehat sangat vital bagi keorganisasian wisata berbasis masyarakat yang sangat sedikit pengalaman dan berlatar belakang nelayan. Beberapa pelatihan untuk peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan wisata telah dilakukan dan terus dilakukan pendampingan. Harapannya kelompok sadar wisata dapat menjalankan proses wisata yang semakin baik dari waktu ke waktu menuju ke tingkat yang lebih profesional.

SKENARIO WISATA HIU PAUS BOTUBARANI

Menanggulangi banyaknya wisatawan, diberlakukan sistem pemecahan pintu masuk menuju pantai menjadi 6 lokasi. Pintu masuk tersebar disepanjang jalan di wilayah Desa Botubarani dimana langsung menuju ke pantai. Pemecahan pintu masuk diharapkan dapat memecah konsentrasi padatnya pengunjung pada satu lokasi saja. Enam pintu masuk menuju pantai Botubarani tersebut dikenal dengan nama lorong, lorong 1,2,3,4,5 dan 6. Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani bekerja disetiap Lorong berdasarkan kedekatan tempat tinggal.

Lorong dibuka dari pukul 8.00-17.00 WITA yang menandakan dibukanya aktivitas wisata Hiu Paus di Botubarani. Didepan lorong terdapat cukup banyak papan informasi mengenai wisata Hiu Paus dengan kreativitas yang unik dari warga. Keunikan papan informasi dibuat agar dapat menarik minat orang-orang yang berlalu lalang di jalan. Disetiap lorong juga terdapat tempat-tempat parkir kendaraan baik motor, mobil atau alat transportasi lain dimana bidang jasa parkir selalu siap untuk mengaturnya (Gambar 46).

(5)

69 | Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo

Loket tersedia di sekitar pantai setiap lorongnya. Penjualan tiket sesuai dengan jenis wisata yang diinginkan dilakukan disini. Biaya pembuatan tempat loket dibuat melalui keuntungan yang didapatkan dari wisata sebelumnya. Pencatatan data pengunjung dilakukan sebelum pengunjung membeli tiket. Pencatatan berfungsi untuk mengetahui jumlah dan asal wisatawan yang datang di Pantai Botubarani. Pencatatan juga menjadi dasar pemasukan dari penjualan tiket.

Di pinggir pantai, beberapa anggota kelompok sadar wisata bidang jasa wisata, dengan menggunakan baju sebagai identitas, telah berdiri dan siap menerima tiket yang sudah dibeli wisatawan, dimana disesuaikan dengan jenis wisata yang dipilih.

Bagi wisatawan yang memilih menggunakan perahu untuk berinteraksi dengan Hiu Paus, baju pelampung selanjutnya dibagikan dan diarahkan kepada pembawa/pemandu perahu sesuai giliran (Gambar 47). Baju pelampung wajib dikenakan wisatawan jenis wisata ini terutama bagi yang tidak bisa berenang, untuk keselamatan ketika berada di perairan. Barang berharga dapat dititipkan di pantai atau dibawa di atas kapal dengan tanggung jawab masing-masing pemilik barang. Pada saat giliran, selanjutnya akan diarahkan untuk menaiki perahu yang telah bersandar di bibir pantai dan siap menuju ke perairan, dengan pemberian pengarahan, himbauan dan larangan sebelumnya.

Gambar 46. Disetiap lorong terdapat tempat-tempat parkir kendaraan baik motor, mobil atau alat transportasi lain

(6)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | 70

Bagi wisatawan yang memilih berenang permukaan dengan peralaran snorkeling atau meyelam dengan scuba, selanjutnya akan ditawarkan pendampingan oleh pemandu selam. Jika wisatawan tidak membutuhkan, selanjutnya dipersilahkan menuju laut sesuai giliran dengan sebelumnya diberikan pengarahan, himbauan dan larangan.

Kelompok sadar wisata juga bermitra dengan beberapa dive center di wilayah Gorontalo yang membawa wisatawan menggunakan boat, sehingga tidak masuk melalui lorong. Pendataan wisatawan dan pembelian tiket dilakukan diatas boat oleh bidang pengembangan wisata. Untuk pengarahan, himbauan dan larangan dilakukan oleh pemandu selam dari dive center tersebut.

Dari pinggir pantai, anggota kelompok bidang informasi wisata terus memberikan pengarahan, himbauan dan larangan menggunakan pengeras suara agar kegiatan wisata dapat berjalan dengan lancar. Bidang Kemanan, Ketertiban dan Keselamatan juga selalu sedia dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada sore hari, anggota bidang kebersihan kelompok sadar wisata melakukan pembersihan pantai dan perairan dari sampah. Tempat-tempat yang penuh dengan sampah juga dibersihkan. Sampah-sampah yang terkumpul selanjutnya dibuang menuju tempat pembuangan sampah akhir sehingga pantai Botubarani selalu dalam keadaan bersih.

Gambar 47. Bagi wisatawan dengan perahu, baju pelampung selanjutnya dibagikan dan diarahkan kepada pemandu perahu

(7)

71 | Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo

BANTUAN FASILITAS WISATA

Pemerintah terus memberikan bantuan terutama fasilitas wisata untuk menunjang pengembangan dari pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Pantai Botubarani. Bantuan dimulai dari Menteri Kelautan dan Perikanan berupa peralatan alat snorkeling (Gambar 48). Peralatan tersebut berupa masker, snorkel dan kaki katak sejumlah 50 set. Peralatan tersebut sangat bermanfaat bagi wisatawan untuk dapat melihat Hiu Paus dari dalam air. Bantuan tersebut diserahkan kepada Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani untuk dapat disewakan kepada wisatawan. Dengan penyewaan tersebut, maka wisata Hiu Paus di Pantai Botubarani akan memiliki nilai lebih karena adanya fasilitas penunjang wisata. Selain itu, uang yang dihasilkan dari penyewaan dapat menambah pemasukan bagi kelompok. Penyewaan alat snorkeling ini selanjutnya dikelola oleh bidang jasa wisata, baik pendataan penyewaan hingga perawatan alat.

Gambar 48. Dokumentasi pemberian bantuan Menteri Kelautan dan Perikanan berupa peralatan alat snorkeling

(8)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | 72

BPSPL Makassar kemudian memberikan bantuan berupa 4 set alat scuba dan 1 buah kompresor pengisi tabung selam, setelah sebelumnya memberikan Bimbingan Teknis Pemandu Wisata Selam dan Sosialisasi Pengenalan Sistem Informasi Database Ikan Dilindungi (SI DIDI). Dengan demikian, kegiatan wisata di desa Botubarani-pun berkembang sejalan dengan kelengkapan fasilitas dan keterampilan masyarakat setempat mengenai wisata yang terus meningkat.

Untuk mendukung wisata dibidang penyelaman, BPSPL Makassar selanjutnya membentuk kelompok “Tinelo Deheto”. Kelompok ini beranggotakan warga Botubarani yang tertarik dan mampu dalam pelaksanaan wisata penyelaman. Kelompok berkoordinasi secara aktif dengan Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani dan fokus dalam usaha penyelaman berbasis masyarakat dan konservasi Hiu Paus di Pantai Botubarani. Melalui bimbingan teknis dan bantuan yang diberikan oleh BPSPL Makassar (Gambar 49), Tinelo Deheto menyediakan jasa persewaan alat selam dan pemandu bagi wisatawan yang berkunjung. Kelompok ini juga melakukan pengembangan kapasitas dan pelatihan dibidang wisata bagi masayarakat Desa Botubarani.

Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo memberikan bantuan tempat sampah untuk menunjang kebersihan pantai Botubarani. Dua buah tempat sampah dengan dimensi yang cukup besar ditempatkan di dekat pantai dengan harapan dapat menampung sampah yang dihasilkan dari aktivitas wisata yang cukup ramai.

Gambar 49. (a) Pelatihan Pemandu Wisata Selam; (b) Bantuan Alat Snorkeling; (c & d) Bantuan Kompresor dan Alat Scuba

Photo by : Kris Handoko ©BPSPL Makassar

a b

(9)

73 | Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo

PENGAWASAN KEGIATAN WISATA

Dinas Kelautan Perikanan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango serta Provinsi Gorontalo bersama-sama terus mengawal kegiatan wisata Hiu Paus di Pantai Botubarani oleh Pemerintahan Desa yang menjadi pemeran utama bersama dengan Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus Botubarani. Pengelolaan kegiatan wisata yang baik menjadi tujuan yang terus dipertahankan dan dikembangkan.

Dalam menjaga situasi dan kondisi Pantai Botubarani agar tetap aman dan nyaman, Kepolisian melalui Polisi air dan TNI AL turut bersiaga. Keberadaan anggota Polisi dan TNI di Pantai Botubarani diharapkan menjaga kelancaran dan keamanan wisata dan mencegah adanya aksi kriminal.

Pembangunan fasilitas wisata berupa pos pengawasan, tempat tunggu dan panggung dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bone Bolango dan backdrop gambar dari BPSPL Makassar (Gambar 50). Bangunan ini mengubah pusat wisata yang awalnya hanya bangunan panggung sederhana yang dibuat masyarakat setempat. Bangunan dibangun tepat di Pantai Botubarani yang diharapkan dapat menambah kenyamanan wisatawan saat berkunjung.

BPSPL Makassar turut mengawasi kegiatan wisata Hiu Paus karena status spesies yang dilindungi. Wisata Hiu Paus yang ramah terus digalakkan bersama dengan pemerintah daerah yang akan dijelaskan pada bab selanjutnya.

Gambar 50. Pembangunan fasilitas wisata berupa pos pengawasan, tempat tunggu dan panggung oleh Dinas Pariwisata Kab. Bone Bolango

(10)

Hiu Paus di Pantai Botubarani, Gorontalo | 74

Photo by : Mahardika Rizqi HIMAWAN ©BPSPL Makassar Photo by : Mahardika Rizqi HIMAWAN ©BPSPL Makassar

Gambar

Gambar 46. Disetiap lorong terdapat tempat-tempat parkir kendaraan baik motor, mobil atau  alat transportasi lain
Gambar 47. Bagi wisatawan dengan perahu, baju pelampung selanjutnya dibagikan dan  diarahkan kepada pemandu perahu
Gambar 48. Dokumentasi pemberian bantuan Menteri Kelautan dan Perikanan berupa  peralatan alat snorkeling
Gambar 49. (a) Pelatihan Pemandu Wisata Selam; (b) Bantuan Alat Snorkeling; (c & d) Bantuan  Kompresor dan Alat Scuba
+2

Referensi

Dokumen terkait

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.03.05/I/823/11 tanggal 22 Maret 2011 Tentang Penetapan Laboratorium Klinik An Nur Cilacap Sebagai Sarana Kesehatan Untuk

3.$.. Menggunakan koordinat Kartesius untuk menentukan posisi garis yang sejajar Menggunakan koordinat Kartesius untuk menentukan posisi garis yang sejajar dengan sumbu-x, garis

indikator EBT= 2,8 – 4,8 EBT tidak dapat digunakan sebagai indikator pd titrasi ion logam Ca dengan EDTA. titik

Struktur utama Candi Ladang Sungai Batu Jika kita melihat kepada bukti penting yang ditemui di tapak ini iaitu jumpaan sebuah inskripsi Buddha, maka masyarakat tempatan Sungai Batu

juga merancang kuesioner mengenai permasalahan dunia (Lihat Tabel 1) untuk diuji kepada responden sebagai pre-test sebelum penelitian dimulai yang mana akan diuji

Dalam praktik jual beli sapi bunting di Desa Sritejo Kencono ini belum terpenuhinya syarat akad, padahal dengan adanya syarat akad ini bisa terjadinya praktik jual beli

kedua guru sangat setuju apabila pembelajaran blended learning diterapkan pada materi kimia yang lain. Guru yang memiliki dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi

Zona mineralisasi diduga kuat tercitrakan oleh metode IP yang menunjukkan nilai high chargeability didukung nilai high resistivity dan undulasi menurun pada