• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT LIMAS INDONESIA MAKMUR TBK DAN ENTITAS ANAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT LIMAS INDONESIA MAKMUR TBK DAN ENTITAS ANAK"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 (Tidak Diaudit)

(Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2014 (Diaudit) Untuk Laporan Posisi Keuangan / Neraca

(2)

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 3

Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4

Laporan arus kas konsolidasian 5

(3)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. 1 Catatan 2015 2014 ASET ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2d,2q,4 22,883,159,365 13,703,561,991 Piutang usaha

Pihak ketiga 2g,2q,6 54,606,888,144 46,737,535,497 Pihak berelasi 2f,6,30 377,754,691 176,104,791 Piutang pihak berelasi 2f,2q,9,30 36,643,495,205 29,164,903,303 Piutang lain-lain 8,164,080 8,137,208

Persediaan 2h,7 71,007,347,269 52,258,350,826

Pajak dibayar di muka 2r,14a 45,216,912,778 34,993,221,248 Biaya dibayar di muka 2i,8 99,566,599,222 96,220,225,145 Deposit Lancar - 25,000,000

Total Aset Lancar 330,310,320,755 273,287,040,009

ASET TIDAK LANCAR

Kas yang dibatasi penggunaannya 2e,2q,4 3,400,785,037 6,850,736,736 Investasi jangka pendek 2q,2t, 5 393,705,823 360,074,568 Piutang lain-lain 134,369,839 134,369,839 Aset pajak tangguhan - neto 2r,14e 2,190,918,416 2,142,550,269

Aset tetap - neto 134,561,909,027 133,943,989,463

Aset takberwujud - neto 40,037,955,144 40,705,677,782 Tagihan pajak 2r,14b 384,792,876 384,792,876 Aset tidak lancar lainnya 12 943,676,450 899,613,721 Total Aset Tidak Lancar 182,048,112,613 185,421,805,254

TOTAL ASET 512,358,433,367 458,708,845,263

(4)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

2 31 Maret 2015 DAN 31 DESEMBER 2014

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 2015 2014

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha - Pihak ketiga 2q,13 38,715,170,429 79,940,152,971

Utang lain-lain 20,746,481 20,130,484

Utang pajak 2r,14c 16,174,241,001 4,624,392,327

Beban masih harus dibayar 2o 2,001,711,440 6,631,309,078

Uang jaminan pelanggan 15 560,016,250 560,016,250

Pendapatan diterima dimuka 16 899,112,913 1,013,524,914

Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pinjaman bank 2q,18 89,894,467,966 118,728,173,606

Pembiayaan konsumen 2l 33,756,180 51,078,691

Utang pihak berelasi 2f,17,30 13,473,940,259 12,423,089,380

Total Liabilitas Jangka Pendek 161,773,162,920 223,991,867,701

LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas jangka panjang - setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Pinjaman bank 2q,18 226,345,414,104 125,692,607,402

Pembiayaan konsumen 2l 75,424,133 75,424,133

Liabilitas imbalan kerja 2p,20 12,245,842,100 10,420,858,000

Total Liabilitas Jangka Panjang 238,666,680,337 136,188,889,535

Total Liabilitas 400,439,843,257 360,180,757,236

EKUITAS

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham

Modal dasar - 2.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham Modal ditempatkan dan disetor penuh

787.851.525 saham 21 78,785,152,500 78,785,152,500

Tambahan modal disetor 22 12,869,570,896 12,869,570,896

Selisih kurs penjabaran laporan

keuangan 37,279,715,899 25,890,360,387

Keuntungan yang belum direalisasi atas

efek tersedia untuk dijual - (343,278,029)

Akumulasi Rugi (65,240,381,989) (65,174,742,032)

Sub-total 63,694,057,306 52,027,063,722

Kepentingan nonpengendali 2b, 23 48,224,532,805 46,501,024,305

Total Ekuitas 111,918,590,111 98,528,088,027

TOTAL LIABILITAS DAN

EKUITAS 512,358,433,367 458,708,845,263

(5)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

3

Catatan 2015 2014

PENDAPATAN NETO 2o,24 76,711,660,490.5 51,987,736,121.6

BEBAN POKOK PENDAPATAN 2o,25 (58,240,341,942.3) (33,997,978,194.2)

LABA BRUTO 18,471,318,548.2 17,989,757,926.4

BEBAN USAHA

Penjualan 2o,26 (446,616,844.5) (1,716,795,867.7)

Umum dan administrasi 2o,27 (5,251,050,012.1) (17,049,871,382.5)

Total Beban Usaha (5,697,666,856.6) (18,766,667,250.1)

LABA USAHA 12,773,651,691.6 (776,909,323.7)

BEBAN LAIN-LAIN - NETO 28 (5,167,507,284.3) (3,507,733,106.3)

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)

PAJAK PENGHASILAN 7,606,144,407.4 (4,284,642,430.0)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2r,14d

PENGHASILAN

Kini - -

-Tangguhan (235,174,498.9) 483,809,417.0

Total Beban Pajak Penghasilan (235,174,498.9) 483,809,417.0

LABA (RUGI) NETO 7,370,969,908.5 (3,800,833,013.0)

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN-LAIN

Selisih kurs penjabaran laporan

keuangan dalam valuta asing 11,389,355,512.7 (101,034,336.0)

Efek Pajak Terkait - 20,206,867.0

TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - (80,827,469.0)

TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 18,760,325,421.1 (3,881,660,482.0)

Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk 4,399,236,419.8 1,294,204,274.0

Kepentingan nonpengendali 2b,23 2,971,733,488.6 1,760,621,785.0

Total 7,370,969,908.5 3,054,826,059.0

Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk 11,232,849,727.4 1,213,376,805.0

Kepentingan nonpengendali 2b,23 7,527,475,693.7 1,760,621,785.0

Total 18,760,325,421.1 2,973,998,590.0

LABA/(RUGI) PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK

ENTITAS INDUK (Angka penuh) 2s,29 6 2

31 Maret

(6)

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

4 Selisih Kurs

Penjabaran Kerugian yang Laporan belum direalisasi

Modal Saham Tambahan Keuangan atas efek

Ditempatkan Modal dalam Valuta tersedia untuk Akumulasi Kepentingan

dan Disetor Disetor Asing dijual Kerugian Sub-total nonpengendali Total Ekuitas

Saldo 1 Januari 2014

disajikan kembali 78,785,152,500 12,869,570,896 21,056,755,797 - (57,528,614,552) 55,182,864,641 43,313,084,271 98,495,948,912

Selisih Kurs penjabaran laporan

-Keuangan dalam mata uang asing 4,833,604,590 4,833,604,590 3,222,403,060 8,056,007,650

Kerugian yang belum direalisasi atas

-Efek tersedia untuk dijual (343,278,028) (343,278,028) (343,278,028)

Jumlah laba (rugi) komprehensif

-tahun 2014 - - - - (7,646,127,480) (7,646,127,480) (34,463,026) (7,680,590,506)

Saldo 1 Januari 2015 78,785,152,500 12,869,570,896 25,890,360,387 (343,278,028) (65,174,742,032) 52,027,063,723 46,501,024,305 98,528,088,028

Selisih Kurs penjabaran laporan

Keuangan dalam mata uang asing 11,389,355,513 11,389,355,513 11,389,355,513

Kerugian yang belum direalisasi atas Efek tersedia untuk dijual Jumlah laba (rugi) komprehensif

tahun 2015 - - - - (65,639,957) (65,639,957) 1,723,508,500 1,657,868,543 Saldo 31 Maret 2015 78,785,152,500 12,869,570,896 37,279,715,900 (343,278,028) (65,240,381,989) 51,961,423,766 48,224,532,805 111,575,312,084

Ekuitas yang dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

(7)

6

2015 2014

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 70,176,454,108 21,697,262,253

Pembayaran kas untuk pemasok, karyawan dan aktivitas operasional

lainnya (154,454,955,107) (74,140,823,600)

Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi (84,278,500,999) (52,443,561,347)

Penerimaan kas dari:

Pendapatan bunga 68,635,489 24,808,639

Restitusi pajak - 1,262,239,873

Pembayaran kas untuk:

Beban bunga (4,236,008,299) (2,891,454,616)

Pajak penghasilan badan - 792,755,726

Kas Neto Diperoleh dari

Aktivitas Operasi (88,445,873,808) (53,255,211,725)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Pembayaran untuk :

Perolehan aset tetap (23,598,570,734) (11,426,492,956)

Perolehan aset takberwujud (1,790,354,409) (6,238,364,798)

Investasi saham dan reksadana - -Penerimaan dari :

Penjualan aset tetap - 550,218,233

Investasi saham dan reksadana - 31,459,067

Kas Neto Digunakan untuk

Aktivitas Investasi (25,388,925,143) (17,083,180,454)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penarikan kas yang dibatasi

penggunaannya (974,332,764) 638,210,841

Kenaikan (penurunan) utang

pihak berelasi 3,781,901,409 586,028,738

Penerimaan (pembayaran)

pinjaman bank - neto 119,413,206,967 57,860,062,761

Penurunan (Kenaikan) piutang

pihak berelasi (15,306,204,943) 6,957,004,092

Pembayaran untuk utang sewa

pembiayaan (1,832,643,103) (3,127,379,965)

Pembayaran untuk

pembiayaan konsumen (83,631,342) (299,166,866)

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan

untuk) Aktivitas Pendanaan 104,998,296,225 62,614,759,601

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO

KAS DAN SETARA KAS (8,836,502,727) (7,723,632,578)

KAS DAN SETARA KAS PADA

AWAL TAHUN 20,451,415,948 20,791,996,452

PENGARUH PERUBAHAN KURS

MATA UANG ASING 11,268,246,143 7,383,052,074

KAS DAN SETARA KAS PADA

AKHIR TAHUN 22,883,159,365 20,451,415,948

31 Maret

(8)

6 a. Pendirian Perusahaan

PT Limas Indonesia Makmur Tbk (dahulu PT Limas Centric Indonesia Tbk) selanjutnya disebut "Perusahaan" didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 4 tanggal 4 Juni 1996 dari notaris Ny. Lanny Ratna Ekowati Soebroto, S.H. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1046.HT.01.01TH.97 tanggal 14 Februari 1997. Pada tahun 2000, Perusahaan meningkatkan statusnya menjadi Perseroan Terbatas dalam rangka Penanaman Modal Asing (PMA) sesuai dengan Surat Persetujuan Penanaman Modal No. 149/V/PMA/2000 tanggal 22 September 2000. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No.86 tanggal 21 Juli 20140 dari notaris Ny. Linda Herawati, S.H., mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Limas Centric Indonesia Tbk menjadi PT Limas Indonesia Makmur Tbk. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-06276.40.20.2014 tanggal 08 Agustus 2014

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang usaha jasa konsultasi manajemen dan teknologi informasi, jasa layanan informasi bisnis dan investasi dan jasa nilai tambah teleponi. Saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang jasa informasi saham dan berita serta jasa nilai tambah teleponi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juni 1999. Perusahaan beralamat di Plaza Asia lantai 22, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 59, Jakarta.

b. Penawaran Umum Saham Perdana

Pada tanggal 5 Desember 2001, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan

Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. S-3019/PM/2001 untuk melakukan penawaran umum atas 50.000.000 saham Perusahaan

kepada masyarakat disertai dengan waran Seri B sebanyak 5.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif. Pada tanggal 28 Desember 2001 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

Jumlah karyawan Kelompok Usaha pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014 masing-masing sejumlah 26 dan 54 orang (tidak diaudit).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:

2015 2014

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Itek Bachtiar Itek Bachtiar

Komisaris Ignatius Priyoto Ignatius Priyoto

Direksi

Direktur Utama Sallie Landry Bachtiar Sallie Landry Bachtiar

Direktur Ade Heryanto Ade Heryanto

(9)

7 1. UMUM (Lanjutan)

Struktur Entitas Anak

PT Geotech System Indonesia ("Entitas Anak") memiliki ruang lingkup usaha dalam bidang perdagangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta fasilitas pendukungnya dan konsultan teknologi informasi. Entitas Anak berdomisili di Jakarta dengan alamat Equity Tower, Lt. 15, Suite 15A SCBD Lot 9, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.

Entitas Anak mulai beroperasi sejak Juni 2003. Kepemilikan efektif Perusahaan pada Entitas Anak adalah sebesar 60%, terhitung tanggal 14 Oktober 2004.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 2014, Entitas Anak mempekerjakan masing-masing 124 dan 84 orang (tidak diaudit).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Entitas Anak pada 31 Maret 2015 dan 2014adalah sebagai berikut: 2014 2013

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Itek Bachtiar Itek Bachtiar

Komisaris Ingrid Halim Ingrid Halim

Direksi

Direktur Utama Limpa Itsin Bachtiar Limpa Itsin Bachtiar

Direktur Ignatius Priyoto Ignatius Priyoto

Direktur Toto Harjo Nusantoro Toto Harjo Nusantoro

Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham PT Geotech System Indonesia pada tanggal 28 Juli 2009, yang diaktakan dalam Akta Notaris No. 88 tanggal 24 Agustus 2009 oleh notaris Robert Purba, S.H., notaris di Jakarta, Entitas Anak meningkatkan modal dasar dari Rp5.500.000.000 menjadi Rp50.000.000.000 dan meningkatkan modal disetor dari Rp1.375.000.000 menjadi Rp21.375.000.000.

Peningkatan modal disetor sebesar Rp20.000.000.000 pada tahun 2009 berasal dari dividen saham yang dibagikan Entitas Anak dari akumulasi laba ditahan Entitas Anak, sesuai dengan proporsi kepemilikan saham sebelum peningkatan modal dasar dan modal disetor.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk beberapa standar baru atau yang direvisi.

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.

Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method).

(10)

8

Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif disajikan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan

Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)

1. Berlaku untuk pelaporan keuangan periode 1 Januari 2014 dan setelahnya

Revisi atas PSAK No. 38, “Kombinasi Bisnis pada Entitas Sepengendali”, PSAK No. 60, "Instrumen Keuangan: Penyajian", dan pencabutan atas PSAK No. 51, “Akuntansi Kuasi - Reorganisasi” yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2013 tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau tahun sebelumnya.

2. Berlaku untuk pelaporan keuangan untuk periode 1 Januari 2014 dan setelahnya.

b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika Perusahaan memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

(a) kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;

(b) kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;

(c) kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau (d) kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat direksi dan dewan komisaris atau

organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut.

Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Kelompok Usaha kehilangan pengendalian.

Kepentingan non-pengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas-entitas anak yang dapat diatribusikan kedalam ekuitas yang tidak dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit.

(11)

9

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan) c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang fungsional dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba atau rugi tahun/ periode berjalan.

Mata uang fungsional Entitas Anak adalah Dolar Amerika Serikat. Berdasarkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, maka entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian dengan menggunakan prosedur yang sama dengan penjabaran kegiatan usaha luar negeri ke dalam mata uang penyajian.

d. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.

e. Kas yang Dibatasi Penggunaannya

Kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo dalam satu tahun disajikan sebagai aset lancar. Kas yang dibatasi penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas yang jatuh tempo lebih dari satu tahun disajikan sebagai aset tidak lancar.

f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

Grup melakukan transaksi dengan pihakpihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihakpihak Berelasi”.

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

g. Piutang

Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.

Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai tercatat aset dan nilai sekarang dari estimasi arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Ketika tidak dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan atas penurunan nilai piutang. Pemulihan nilai setelah penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan di dalam laba atau rugi.

h. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First-In, First-Out method). Penyisihan persediaan usang ditentukan

(12)

10

berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk menjual persediaan barang dagangan.

i. Biaya Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

j. Aset Tetap

Aset tetap diakui sebesar harga perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

Grup telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Tahun Unit kantor 20 Perangkat komputer 4 Peralatan kantor 4 - 8 Perlengkapan penyiaran 4 Kendaraan 4

Masa manfaat ekonomis aset tetap dan metode depresiasi ditelaah dan disesuaikan, jika sesuai keadaan, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan.

Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.

Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

k. Aset Takberwujud

Aset takberwujud berupa piranti lunak komputer dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Aset takberwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat selama empat (4) tahun.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

Perusahaan mengkapitalisasi biaya-biaya tertentu yang terjadi sehubungan dengan pengembangan sistem StockWatch Version 2, StockWatch Ritel, StockTrade, StockWatch Version 2.6, StockTrade BEI Version 1.1, StockWatch Mobile, dan SOT Produksi II.

l. Sewa

Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar asset sewaan atau sebesar nilai kini dari

(13)

11

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.

Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Grup Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi komprehensif konsolidasian.

o. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).

Pendapatan dari penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi tetap, penjualan dan instalasi peralatan jaringan telekomunikasi bergerak, solusi IT integrasi, penjualan produk multimedia secara prinsip diakui penerimaan oleh pelanggan pada saat penyerahan atau berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

Pendapatan sewa operasi diakui sebagai pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

Pendapatan dari jasa perbaikan dan pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan atau berdasarkan suatu periode, sedangkan pendapatan jasa diterima dimuka diakui sebagai pendapatan sesuai dengan waktu terjadinya.

Pendapatan dari iklan dan sponsor pada situs internet (website) diakui dengan basis garis lurus sesuai dengan jangka waktu kontrak pemasangan iklan.

Pendapatan diakui pada umumnya ketika berita acara telah disetujui oleh pelanggan dan tagihan telah disetujui berdasarkan syarat dan ketentuan masing-masing kontrak.

Biaya penjualan dan instalasi untuk peralatan jaringan telekomunikasi tetap dan jaringan telekomunikasi bergerak diakui pada saat terjadi berdasarkan metode persentase penyelesaian.

Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

p. Imbalan Kerja

Grup Usaha menerapkan PSAK tersebut di atas untuk menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Sesuai PSAK tersebut, beban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit”. Keuntungan atau kerugian actuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian

(14)

12

aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% dari nilai wajar aset program pada akhir periode pelaporan. Porsi keuntungan atau kerugian actuarial yang diakui adalah kelebihan tersebut dibagi dengan rata-rata sisa masa kerja ekspektasian dari para pekerja terkait. Beban jasa lalu yang terjadi ketika memperkenalkan program imbalan pasti atau mengubah imbalan terutang pada program imbalan pasti yang ada, diamortisasi selama periode sampai imbalan tersebut menjadi hak.

Grup Usaha mengakui keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian pada saat terjadinya. Kurtailmen terjadi jika entitas menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau mengubah ketentuan dalam program yang menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Sebelum menentukan dampak kurtailmen atau penyelesaian, Kelompok Usaha mengukur kembali kewajiban dengan menggunakan asumsi actuarial yang berlaku.

q. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”, yang menggantikan PSAK No. 10, “Transaksi dalam Mata Uang Asing”, PSAK No. 11, “Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing”, PSAK No. 52, “Mata Uang Pelaporan”, dan ISAK No. 4, “PSAK10: Alternatif Perlakuan yang Diizinkan atas Selisih Kurs”.

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang fungsional dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba atau rugi tahun/ periode berjalan.

Mata uang fungsional Entitas Anak adalah Dolar Amerika Serikat. Berdasarkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional entitas, maka entitas menjabarkan hasil dan posisi keuangannya ke dalam mata uang penyajian dengan menggunakan prosedur yang sama dengan penjabaran kegiatan usaha luar negeri ke dalam mata uang penyajian.

Sehubungan dengan itu, Entitas Anak telah mengubah mata uang penyajiannya, yang sebelumnya Rupiah, menjadi Dolar Amerika Serikat, yang merupakan mata uang fungsionalnya. Penyesuaian atas perubahan tersebut diterapkan secara retrospektif.

Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas Entitas Anak pada tanggal laporan posisi keuangan dijabarkan ke dalam Rupiah, yang merupakan mata uang pelaporan dari laporan keuangan konsolidasian, dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal laporan tersebut, sedangkan penghasilan dan beban dijabarkan dengan menggunakan

kurs pada tanggal transaksi. Selisih kurs yang terjadi diakui sebagai pendapatan komprehensif lain pada akun “Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan”.

Kurs yang digunakan pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

2015 2014

1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 13,084 12,189

(15)

13

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

r. Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”, yang menggantikan PSAK No. 46 (Revisi 2004), “Akuntansi Pajak Penghasilan”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 20, “Pajak Penghasilan - Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha.

Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan.

Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tariff pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.

Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus asset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

s. Provisi dan Kontinjensi

Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.

Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

(16)

14 t. Instrumen Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, yang menggantikan PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”. Selain itu, Kelompok Usaha juga menerapkan ISAK No. 26, “Penilaian Ulang Derivatif Melekat”. Penerapan standar tersebut berdampak terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

(1) Aset keuangan Pengakuan Awal

Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi yang pada awalnya diukur dengan nilai wajar. Klasifikasi aset keuangan antara lain sebagai aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM), pinjaman yang diberikan dan piutang atau aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS). Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi aset keuangannya pada saat pengakuan awal dan, sepanjang diperbolehkan dan diperlukan, ditelaah kembali pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir periode pelaporan.

Pengukuran selanjutnya

• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL)

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika aset keuangan diperoleh untuk diperdagangkan atau ditetapkan sebagai FVTPL pada saat pengakuan awal. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali aset derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan.

• Investasi dimiliki hingga jatuh tempo (HTM)

Aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan diklasifikasikan sebagai HTM ketika Kelompok Usaha mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan hingga jatuh tempo. Setelah pengukuran awal, investasi HTM diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat investasi tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

• Pinjaman yang diberikan dan piutang

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

(17)

15

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

• Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan non derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam tiga kategori sebelumnya. Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur dengan nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi diakui dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau sampai diturunkan nilainya dan pada saat yang sama keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar kecuali aset keuangan tersebut ditujukan untuk dilepaskan dalam waktu dua belas bulan dari tanggal laporan posisi keuangan.

Penurunan nilai aset keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah aset keuangannya mengalami penurunan nilai.

• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka jumlah kerugian tersebut, yang diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa datang yang belum terjadi) yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif yang dihitung saat pengakuan awal aset tersebut, diakui pada laba atau rugi.

• Aset keuangan tersedia untuk dijual (AFS)

Jika terdapat bukti obyektif bahwa aset AFS mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laba atau rugi.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika: hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau Kelompok Usaha mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan; atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan

namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Kelompok Usaha mentransfer aset keuangan, maka Kelompok Usaha mengevaluasi sejauh mana Kelompok Usaha tetap memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

(2) Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Pengakuan Awal

Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal. Instrumen utang dan ekuitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan atau sebagai ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual.

(18)

16

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau sebagai derivatif yang ditentukan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha dicatat sebesar hasil yang diperoleh, dikurangi biaya penerbitan instrumen ekuitas.

Instrumen keuangan majemuk, seperti obligasi atau instrumen sejenis yang dapat dikonversi oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan, dipisahkan antara liabilitas keuangan dan ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraktual. Pada tanggal penerbitan instrumen keuangan majemuk, nilai wajar dari komponen liabilitas diestimasi dengan menggunakan suku bunga yang berlaku di pasar untuk instrumen non-convertible yang serupa. Jumlah ini dicatat sebagai liabilitas dengan dasar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif sampai dengan liabilitas tersebut berakhir melalui konversi atau pada tanggal instrumen jatuh tempo. Komponen ekuitas ditentukan dengan cara mengurangkan jumlah komponen liabilitas dari keseluruhan nilai wajar instrumen keuangan majemuk. Jumlah tersebut diakui dan dicatat dalam ekuitas, dikurangi dengan pajak penghasilan, dan tidak ada pengukuran setelah pengakuan awal.

Pengukuran selanjutnya

Pengukuran setelah pengakuan awal liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut:

• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada FVTPL. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali liabilitas derivatif tersebut ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dinyatakan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian termasuk bunga yang dibayar atas liabilitas keuangan.

• Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.

Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

Kelompok Usaha menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, liabilitas Kelompok Usaha dihentikan, dibatalkan atau kadaluwarsa.

(3) Saling hapus instrumen keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk

(19)

17

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)

menyelesaikannya secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

(4) Instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

Biaya perolehan diamortisasi dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif.

u. Informasi Segmen

Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini mengharuskan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis. PSAK ini juga menyempurnakan definisi segmen operasi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melaporkan segmen operasi. PSAK ini mengharuskan “pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal. Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil keputusan strategis adalah direksi.

v. Laba /(Rugi) per Saham

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), “Laba per Saham”, yang menggantikan PSAK No. 56 (1999), “Laba per Saham”. Penerapan standar tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha.

Laba/(rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode.

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

Menentukan mata uang fungsional

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan mata uang fungsional Perusahaan dan masing-masing Entitas Anak termasuk, antara lain, mata uang:

- yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa;

- dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas;

- yang paling mempengaruhi biaya tenaga kerja, bahan baku, dan biaya lain dari pengadaan barang atau jasa;

- yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan; dan

- yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.

Berdasarkan substansi ekonomi yang mendasari keadaan yang relevan, mata uang fungsional Perusahaan ditentukan sebagai Rupiah. Di pihak lain, mata uang fungsional Entitas Anak ditentukan sebagai Dolar Amerika Serikat (USD), yang tercermin dari kenyataan bahwa mayoritas bisnis Entitas Anak dipengaruhi oleh harga jual barang dan jasa yang menggunakan Dolar AS.

(20)

18

Grup Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2t.

Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan

Grup Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.

Menilai jumlah terpulihkan dari asset keuangan

Grup Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.

Jumlah terpulihkan atas aset tetap

Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.

Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2j dan 10.

Estimasi masa manfaat aset takberwujud

Grup Usaha mengestimasi masa manfaat dari aset takberwujudnya berdasarkan rencana dan strategi usaha yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset takberwujud adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2k dan 11.

(21)

19

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan) Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja

Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 20.

Sewa

Grup Usaha mempunyai perjanjian-perjanjian sewa yang bervariasi sebagai lessor atau lessee untuk beberapa aset tertentu. Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset yang dialihkan kepada lessee atau tetap ditahan oleh Kelompok Usaha berdasarkan PSAK 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Kelompok Usaha untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat dari kepemilikan aset.

Menentukan pajak penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan oleh karena itu menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Mengevaluasi provisi dan kontinjensi

Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hokum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan kebijakan provisinya. Dalam pengakuan dan pengukuran provisi, manajemen mengambil risiko dan ketidakpastian.

Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”. Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

(22)

20 Akun ini terdiri dari:

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Kas 481,145,107 200,443,517

Kas di bank Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 204,954,972 124,378,728 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 78,040,201 18,869,220 PT Bank Central Asia Tbk 59,183,643 27,258,610 Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp100 juta) 113,644,908 26,656,305

Sub-total 455,823,723 197,162,863

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 10,460,893,904 6,501,792,124 Bank Internasional Indonesia 1,779,034,228 1,877,674,442 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,157,913,824 977,120,575

PT Bank DBS 281,070,750 277,352,164

PT Bank Negara Indonesia Tbk 38,337,167 144,544,216 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100 juta) 1,308,400 23,848,475 Sub-jumlah 13,718,558,272 9,802,331,996 Jumlah 14,655,527,103 10,199,938,376 Setara Kas Deposito Berjangka Rupiah

PT Bank OCBC NISP Tbk 2,195,182,100 2,070,042,742 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 777,451,280 -Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp100 juta) 1,786,757

Sub-total 2,972,633,380 2,071,829,499

Dolar AS

PT Bank OCBC NISP Tbk 7,970,837,435 7,786,125,963 PT Bank DBS Indonesia 406,649,804 496,404,889 PT Bank Negara Indonesia Tbk 278,296,680 -PT Bank Mandiri (Persero) Tbk -

-Sub-total 8,655,783,919 8,282,530,852

(23)

21 4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)

Dikurangi: Kas yang dibatasi penggunaannya: Rupiah

PT Bank Internasional Indonesia Tbk - (5,970,080) PT Bank OCBC NISP Tbk - (1,883,914) Sub-total - (7,853,994) Dolar AS

PT Bank Internasional Indonesia Tbk (1,755,455,813)

PT Bank OCBC NISP Tbk (1,644,020,824) (4,965,208,300) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (1,308,400) (1,877,674,442)

Sub-total (3,400,785,037) (6,842,882,742)

Total (3,400,785,037) (6,850,736,736)

Total Kas dan Setara Kas 22,883,159,365 13,703,561,991

Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening penampungan (escrow account) untuk pelunasan pokok pinjaman dan beban bunga sehubungan dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh (Catatan 18).

Setara kas terdiri dari deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan Dolar AS yang memiliki jangka waktu kurang dari tiga bulan sejak tanggal penempatan dan menghasilkan suku bungan tahunan sebagai berikut:

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Rupiah 4%-5,5% 4%-7%

Dolar AS 0,5%-3,25% 0,9%-3,25%

5. INVESTASI JANGKA PENDEK

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Efek tersedia untuk dijual

JES International Holdings Limited 2,041,747,320 2,041,747,320

Kerugian yang belum direalisasi atas

efek tersedia untuk dijual (1,911,010,140) (1,928,682,060)

Neto 130,737,180 113,065,260

Reksa dana Danamas Rupiah Plus 262,968,643 247,009,308

Total 393,705,823 360,074,568

JES International Holdings Pte., Ltd.

JES International Holdings Pte., Ltd. adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Singapura. Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, jumlah efek yang dimiliki Perusahaan adalah 400.000 lembar efek dengan harga pasar per lembar masing masing sebesar SGD0,026 dan SGD0,,096

(24)

22

Investasi efek Perusahaan pada JES International Holdings Pte., Ltd. diklasifikasikan sebagai efek tersedia untuk dijual, sehingga Perusahaan mencatat kenaikan atau penurunan nilai pasar dalam kepemilikan efek yang belum direalisasi diakui ke dalam ekuitas.

Reksa dana Danamas Rupiah Plus

Reksa dana Danamas Rupiah Plus adalah suatu produk investasi pasar uang yang dikeluarkan oleh PT Sinarmas Sekuritas.

6. PIUTANG USAHA

a. Jumlah piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Pihak berelasi (Catatan 30):

PT Lintas Inti Makmur 377,754,691 176,104,791 PT Gard1x Teknologi Persada

Sub-total 377,754,691 176,104,791

Pihak ketiga:

PT Pertamina (EP) 19,535,993,635 6,489,951,608

Chevron Pacific Indonesia 10,961,100,458 10,553,170,464

Pearloil (Tachylyte) - 7,781,667,839

Eni Muara Bakau B.V 3,459,115,210 2,608,081,952

PT Pertamina Hulu Energi ONWJ - 2,462,352,452

Total E&P Indonesie 2,247,783,705 2,320,154,420

PERTAMINA HULU ENERGI WEST MADURA OFFSHORE 2,153,185,469

-CHEVRON INDONESIA COMPANY 2,119,842,596 2,015,503,049

Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. - 1,673,105,111

Elnusa TBK 1,482,417,200

-Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java 1,359,675,411 -ConocoPhillips Indonesia Inc. Ltd 667,087,740 1,251,298,797 PT Pertamina Hulu Energi 891,412,266

-PT Pertamina (Persero) 1,213,891,310 1,245,091,112

Indosat Tbk 1,064,030,126 1,064,030,126 Kangean Energy Indonesia Ltd. 183,539,867 -Medco E&P Indonesia 703,109,955 -PT Medco E&-PTomori Sulawesi 384,760,010 -Lain-lain (masing-masing

dibawah Rp1 milyar) 4,760,393,892 7,273,128,567

Sub-total 53,187,338,851 46,737,535,497

(25)

23 6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

c. Jumlah piutang usaha berdasarkan umur hari adalah sebagai berikut:

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Lancar 50,991,885,363 39,494,573,398

Jatuh tempo 1 sampai dengan 30 hari 495,926,425 3,201,786,905 Jatuh tempo 31 sampai dengan 60 hari 71,313,166 1,809,500 Jatuh tempo lebih dari 60 hari 3,425,517,881 4,215,470,485

Total 54,984,642,835 46,913,640,288

b. Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Rupiah 4,628,886,216.96 3,725,742,048.00

Dolar AS 50,355,756,618.52 43,187,898,240.00

Total 54,984,642,835.48 46,913,640,288.00

Berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang usaha pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014,piutang usaha telah dijadikan jaminan atas pinjaman bank (Catatan 18).

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, piutang usaha pihak berelasi merupakan 0.7%dan 0.4% masing-masing dari jumlah piutang usaha dan 0.07% dan 0.04 % masing-masing dari jumlah aset konsolidasian (Catatan 30).

7. PERSEDIAAN 31 Maret 2015 31 Desember 2014 Perangkat lunak 68,661,163,508 50,027,647,346 Perangkat keras 2,346,183,761 2,230,703,480 Total 71,007,347,269 52,258,350,826

Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai persediaan, karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dipulihkan ke nilai realisasi netonya.

(26)

24

31 Maret 2015 31 Desember 2014

Uang muka proyek 99,376,509,671 95,827,623,061

Perangkat lunak -

-Asuransi 118,466,188 359,479,312

Lain-lain

(masing-masing dibawah Rp100 juta) 71,623,364 33,122,772

Total 99,566,599,222 96,220,225,145

9. PIUTANG PIHAK BERELASI

31 Maret 2015 31 Desember 2014

PT Gard1x Teknologi Persada 13,327,785,275 13,193,891,244

Direktur 11,719,681,470 7,575,542,887 PT Aftindo 5,564,358,025 5,106,105,233 2,980,653,560 400,919,966 PT Metropolitan Investama 2,763,229,717 2,565,061,819 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 juta) 287,787,159 323,382,154 Total 36,643,495,205 29,164,903,303

Pada tahun 2010, Entitas Anak melakukan perjanjian pinjaman tanpa bunga kepada PT Gard1x Teknologi Persada (pihak berelasi).

Piutang karyawan dan pihak berelasi lainnya adalah pinjaman yang diberikan yang tidak dikenakan bunga. Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, jumlah piutang kepada pihak berelasi adalah masing-masing sebesar 7% dan 6% dari total aset.

(27)

25 10. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Selisih Kurs Saldo Akhir

Harga Perolehan Pemilikan langsung Unit kantor 29,699,947,788 995,568,990 - 541,952,423 31,237,469,201 Perangkat komputer 512,014,785,972 22,233,432,477 - 8,537,980,935 542,786,199,384 Peralatan kantor 11,045,858,201 326,523,586 - 142,666,846 11,515,048,633 Perlengkapan penyiaran 4,114,218,512 - - - 4,114,218,512 Kendaraan 2,365,248,334 43,045,681 23,432,536 2,431,726,551 Sub-total 559,240,058,807 23,598,570,734 0 9,246,032,740 592,084,662,282

Pemilikan tidak langsung -Aset sewa pembiayaan

Perangkat komputer - - - -

-Total Harga Perolehan 559,240,058,807 23,598,570,734 0 9,246,032,740 592,084,662,282

Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Unit kantor 6,352,085,806 596,621,657 - 122,684,654 7,071,392,117 Perangkat komputer 405,641,986,201 24,228,023,535 - 6,700,397,171 436,570,406,907 Peralatan kantor 7,287,336,631 343,299,877 - 81,549,752 7,712,186,260 Perlengkapan penyiaran 3,990,422,174 20,144,723 - - 4,010,566,897 Kendaraan 2,024,238,532 111,858,824 - 22,103,717 2,158,201,073 0 Sub-total 425,296,069,344 25,299,948,616 0 6,926,735,295 457,522,753,254

Pemilikan tidak langsung - -952,643,185

Aset sewa pembiayaan

Perangkat komputer - - - - 0

Total Akumulasi Penyusutan 425,296,069,344 24,347,305,431 - 6,926,735,295 457,522,753,254

Nilai Buku Neto 133,943,989,463 134,561,909,027

(28)

26

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Selisih Kurs Saldo Akhir

Harga Perolehan Pemilikan langsung Unit kantor 29,100,696,430 - - 599,251,358 29,699,947,788 Perangkat komputer 406,715,841,023 65,322,895,105 29,339,132,369 10,636,917,475 512,014,785,972 Peralatan kantor 10,576,465,640 312,793,819 - 156,598,742 11,045,858,201 Perlengkapan penyiaran 4,114,218,512 - - 0 4,114,218,512 Kendaraan 2,695,371,887 30,764,801 (386,304,545) 25,416,191 2,365,248,334 Sub-total 453,202,593,492 65,666,453,725 28,952,827,824 11,418,183,766 559,240,058,807

Pemilikan tidak langsung -Aset sewa pembiayaan

Perangkat komputer 29,481,143,771 - (29,481,143,771) -

-Total Harga Perolehan 482,683,737,263 65,666,453,725 -528,315,947 11,418,183,766 559,240,058,807

Akumulasi Penyusutan Pemilikan langsung Unit kantor 4,768,885,914 1,073,870,304 - 509,329,588 6,352,085,806 Perangkat komputer 326,423,547,720 34,447,103,458 28,376,811,935 16,394,523,088 405,641,986,201 Peralatan kantor 6,476,602,110 626,680,569 - 184,053,952 7,287,336,631 Perlengkapan penyiaran 3,908,875,784 81,546,390 - - 3,990,422,174 Kendaraan 1,949,526,420 235,885,693 -233,392,329 72,218,748 2,024,238,532 Sub-total 343,527,437,948 36,465,086,414 28,143,419,606 17,160,125,376 425,296,069,344

Pemilikan tidak langsung -Aset sewa pembiayaan

Perangkat komputer 26,359,101,573 2,159,721,764 (28,518,823,337) -

-Total Akumulasi Penyusutan 369,886,539,521 38,624,808,178 -375,403,731 17,160,125,376 425,296,069,344

Nilai Buku Neto 112,797,197,742 133,943,989,463

31 Desember 2014

Jumlah tercatat aset tetap yang tidak dipakai sementara pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp. 697.521.647 dan Rp. 187.509.694.538

Pada tanggal 31 Desember 2014, aset tetap milik Perusahaan berupa kendaraan diasuransikan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp1.76.150.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.

Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan kejadian yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset Perusahaan dan Entitas Anak.

(29)

27 11. ASET TAK BERWUJUD

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Selisih Kurs Saldo Akhir

Harga Perolehan G&G Software

G&G Software 09001 30,658,292,920 - - 1,587,133,492 32,245,426,412 G&G Software 08003 10,257,103,440 - - 530,994,744 10,788,098,184

StockWatch -

-StockWatch Application Framework -

-Model and Architecture Design 18,077,400,000 - - - - - 18,077,400,000

StockWatch BackEnd Application -

-for Data Processing and -

-Transmission and Testing 13,558,050,000 - - - - - 13,558,050,000

StockWatch FrontEnd Data Receiver -

-for Client Side Viewer and -

-Data Receivers 13,558,050,000 - - - 13,558,050,000 StockWatch Mobile 4,154,753,730 - - - 4,154,753,730 StockTrade 2,166,853,576 - - - 2,166,853,576 StockWatch Mobile Trade 1,671,645,849 - - - 1,671,645,849 StockTrade BEJ version 1.1 1,168,447,807 - - - 1,168,447,807 StockWatch Ritel 1,166,725,692 - - - 1,166,725,692 StockWatch Version 2.6 625,000,000 - - - 625,000,000 StockWatch Version 2 508,500,000 - - - 508,500,000 Perangkat lunak lainnya 58,166,600,335 1,790,354,409 - 1,058,585,107 61,015,539,851 Trading Solution 377,788,282 - - - 377,788,282 E-Bursa/Limas Feed 2,060,976,780 - - - 2,060,976,780 Limas Mobile 826,734,831 - - - 826,734,831 Limas for Android 826,734,831 - - - 826,734,831 Limas for Mobile Android 826,734,831 - - - 826,734,831 Dalam pengembangan

Limas Data 821,816,934 - - - - 821,816,934 SOT Produksi II 15,533,054,356 - - - 804,122,748 16,337,177,104 Total Harga Perolehan 177,011,264,194 1,790,354,409 - - 3,980,836,091 182,782,454,694

(30)

28 Akumulasi Amortisasi G&G Software G&G Software 09001 30,658,292,920 - - - 1,587,133,492 32,245,426,412 G&G Software 08003 10,257,103,440 530,994,744 10,788,098,184 StockWatch 0

StockWatch Application Framework 0

Model and Architecture Design 18,077,400,000 - - - - 18,077,400,000

StockWatch BackEnd Application 0

for Data Processing and 0

Transmission and Testing 13,558,050,000 - - - - - 13,558,050,000

StockWatch FrontEnd Data Receiver 0

for Client Side Viewer and 0

Data Receivers 13,558,050,000 - - - 13,558,050,000 StockWatch Mobile 4,154,753,730 - - - 4,154,753,730 StockTrade 2,166,853,576 - - - 2,166,853,576 StockWatch Mobile Trade 1,671,645,849 - - - 1,671,645,849 StockTrade BEJ version 1.1 1,168,447,807 - - - 1,168,447,807 StockWatch Ritel 1,166,725,692 - - - 1,166,725,692 StockWatch Version 2.6 625,000,000 - - - 625,000,000 StockWatch Version 2 508,500,000 - - - 508,500,000 Trading Solution 133,800,017 23,611,768 - - 157,411,785 E-Bursa/Limas Feed 644,055,243 128,811,049 - - 772,866,292 Limas Mobile 258,354,634 51,670,927 - - 310,025,561

Limas for Mobile Android 206,683,708 51,670,927 - - 258,354,635 Perangkat lunak lainnya 37,491,869,796 3,344,031,689 - 720,988,543 41,556,890,028

Total Akumulasi Amortisasi 136,305,586,412 3,599,796,359 - 2,839,116,779 142,744,499,550

Gambar

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat  di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014:

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pengertian Undang-Undang Dasar adalah hukum dasar tertulis yang menjadi dasar semua undang-undang dan peraturan lain dalam suatu negara yang mengatur

Dalam bab ini peneliti akan menuturkan hasil penelitian tentang pelayanan BK kepada siswa kelas XII yang melanggar peraturan sekolah di SMKN 1 Matur, yang peneliti

Mesin pelarik ialah sejenis mesin menghasilkan benda kerja dengan mencengkam dan memutar benda kerja seperti yang ditunjukkan dalam Rajah 3.12 dengan menggunakan mata pemotong,

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia–Nya, sehingga dapat diselesaikannya skripsi yang diberi

Judul : Analisis Pengaruh Rasio Keuangan untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress pada Bank Umum Syariah menggunakan Logit di Indonesia.. Disetujui dan

Corporate Social Responsibility merupakan suatu korporasi berbadan hukum yang dalam perkembangannya didirikan demi kepentingan umum sebagai akibat dari aktivitas-aktivitas

Tipe kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari tipe kepemimpinan otoriter, pemimpin berkedudukan sebagai simbol, pemimpin memberi kebebasan penuh pada orang yang

Pemberian bokashi kulit durian berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, panjang buah, diameter buah, berat buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat