LAPORAN KINERJA (LKj) TAHUN ANGGARAN 2015
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KETENAGALISTRIKAN, ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusat Diklat Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Pusdiklat KEBTKE) Tahun 2015 disusun sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi Pusdiklat KEBTKE Tahun Anggaran 2015.
Pelaksanaan penyusunan LAKIP mengacu kepada tugas dan fungsi yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Nomor 0018 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Tingkat pencapaian sasaran dan tujuan serta hasil dan manfaat yang diperoleh sampai dengan Tahun Anggaran 2015 telah berorientasi pada pencapaian visi dan misi.
Pusdiklat KEBTKE secara bertahap terus menerus dapat meningkatkan kinerjanya, sehingga dapat mewujudkan Pusdiklat KEBTKE menjadi center of excellence untuk mencetak generasi yang handal dalam membangun, mengelola dan mengembangkan Energi masa depan.
Jakarta, Januari 2016 Plt Kepala,
Drs. Endang Sutisna
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
LAMPIRAN ... vii
RINGKASAN EKSEKUTIF ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 24
1.1. Latar Belakang ... 24
1.2. Tugas Pokok dan Fungsi ... 24
1.3. Kekuatan Pegawai ... 28
1.3.1. Berdasarkan golongan ... 28
1.3.2. Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 30
1.3.3. Berdasarkan Usia ... 31
1.3.4. Berdasarkan Masa Kerja ... 32
1.3.5. Berdasarkan Jenis Kelamin ... 33
1.4. Maksud dan Tujuan ... 34
1.5. Sistematika Penyajian ... 35
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA... 37
2.1. Pernyataan Visi ... 37
2.2. Pernyataan Misi ... 37
2.3. Rumah Kedaulatan Energi ... 40
2.4. Tujuan Strategis ... 41
2.5. Sasaran Strategis ... 41
2.6. Indikator Kinerja ... 46
2.7. Output ... 47
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 52
3.1. Sasaran dan Indikator Kinerja ... 52
3.2. Indikator Kinerja dan Kegiatan ... 53
3.3. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015 ... 57
3.4. Penetapan Kinerja Tahun 2015 ... 59
3.5. Anggaran ... 60
3.6.3. Sasaran Strategis Ketiga ... 66
3.6.4. Sasaran Strategis Keempat ... 67
3.6.5. Sasaran Strategis Kelima... 67
3.6.6. Sasaran Strategis Keenam ... 68
3.6.7. Sasaran Strategis Ketujuh ... 68
3.7. Capaian Indikator Kinerja 2015 ... 69
3.8. Evaluasi Kinerja Tahun 2015 ... 70
3.9. Akuntabilitas Keuangan ... 95
3.10. Kendala, Tindak lanjut, Peluang dan Tantangan ... 98
3.10.1. Kendala ... 98 3.10.2. Tindak Lanjut ... 98 3.10.3. Peluang ... 99 3.10.4. Tantangan ... 99 BAB IV PENUTUP ... 100 4.1. Kesimpulan ... 100 4.2. Saran ... 101
Tabel 1. Program, Kegiatan dan Sasaran Strategis Pusat Diklat KEBTKE ... ix
Tahun 2015 – 2019 ... ix
Tabel 2. Hubungan antara Program, Kegiatan, Sasaran dengan Indikator Kinerja ... x
Tabel 3. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015 ... xii
Tabel 4. Penjabaran Program Rencana Strategis dalam Kegiatan Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 ... xiv
Tabel 5. Pencapaian Kinerja Tahun 2015 ... xix
Tabel 6. Akuntabilitas Keuangan Tahun Anggaran 2015 ... xxii
Tabel 2.1. Program, Kegiatan dan Sasaran Strategis Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 – 2019 ... 42
Tabel 2.2. Hubungan antara Program, Kegiatan, Sasaran dengan Indikator Kinerja ... 44
Tabel 2.3. Hubungan antara Indikator dan Output ... 47
Tabel 3.1. Sasaran dan Indikator Kinerja ... 52
Tabel 3.2. Penjabaran Program Rencana Strategis (Renstra) dalam Kegiatan Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 ... 54
Tabel 3.3. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015 ... 58
Tabel 3.4. Penetapan Kinerja Tahun 2015 ... 59
Tabel 3.5. Penjabaran Program Nasional dalam Kegiatan Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 ... 62
Tabel 3.6. Capaian Sasaran Strategis Pertama Tahun 2015 ... 65
Tabel 3.7. Capaian Sasaran Strategis Kedua Tahun 2015 ... 66
Tabel 3.8. Capaian Sasaran Strategis Ketiga Tahun 2015... 66
Tabel 3.9. Capaian Sasaran Strategis Keempat Tahun 2015 ... 67
Tabel 3.10 Capaian Sasaran Strategis Kelima Tahun 2015 ... 67
Tabel 3.11. Capaian Sasaran Strategis Keenam Tahun 2015 ... 68
Tabel 3.12. Capaian Sasaran Strategis Ketujuh Tahun 2015... 69
Tabel 3.13. Target dan Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 ... 69
Tabel 3.14. Diklat Pendukung Program Strategis Perbaikan Bauran Energi ... 74
Tabel 3.15. Diklat Pendukung Program Strategis Pembudayaan Konservasi Energi ... 75
Tabel 3.17. Diklat Pendukung Program Strategis Peningkatan Kepemimpinan dan Profesionalitas SDM ... 76 Tabel 3.18. Akuntabilitas Keuangan Pusat Diklat KEBTKE Tahun Anggaran
Gambar 1.1. Struktur Organisasi Pusdiklat KEBTKE ... 25
Gambar 1.2. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Golongan ... 29
Gambar 1.3. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 30
Gambar 1.4. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Usia ... 31
Gambar 1.5. Grafik Kekuatan Pegawai Berdasarkan Masa Kerja ... 32
Gambar 1.6. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin ... 33
Gambar 1.7. Siklus SAKIP ... 34
Gambar 2.1. Rumah Kedaulatan Energi... 41
Lampiran 1 Rencana Strategis dan Pencapaian Kinerja Pusat Diklat KEBTKE Tahun 2015-2019
Lampiran 2 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pusat Diklat KEBTKE Tahun 2015 Lampiran 3 Penetapan Kinerja Pusat Diklat KEBTKE Tahun 2015
Lampiran 4 Pengukuran Kinerja Tahun 2015
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 merupakan salah satu dokumen memuat uraian capaian kinerja tahun 2015 mengacu kepada program, kegiatan dan anggaran tahun 2015 yang telah disusun. LAKIP ini juga merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pusdiklat KEBTKE.
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Pusdiklat KEBTKE telah ditetapkan visi “Menjadi lembaga diklat terpadu yang unggul dan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing dan bermoral dalam lingkungan global di bidang ketenagalistrikan, energi baru terbarukan dan konservasi energi”. Visi ini dijabarkan dalam misi Pusdiklat KEBTKE, yaitu :
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terpadu berbasis kompetensi sehingga tercetaknya sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi.
2. Mengembangkan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Kajian yang unggul (Center of Excellence), serta terakreditasi secara nasional dan internasional yang berdaya saing serta mampu memberikan dampak positif terhadap pengguna (impact to users).
3. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Pusdiklat KEBTKE.
4. Meningkatkan kualitas dan kapasitas serta utilisasi sarana prasarana yang berbasis teknologi mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
5. Mewujudkan perangkat kebijakan meliputi norma, standar, prosedur dan kriteria pelaksanaan kediklatan yang berbasis kompetensi dalam kerangka perwujudan tata kelola yang baik (good governance).
6. Membangun jejaring kerja dengan seluruh jajaran Pusdiklat, mitra kerja, konsumen serta masyarakat umum, baik dalam maupun luar negeri.
7. Meningkatkan kualitas implementasi sistem informasi dalam mendukung aktivitas pendidikan dan pelatihan.
8. Meningkatkan mutu secara berkelanjutan dalam segala aspek guna mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan integritas lembaga sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang terpercaya.
yang mampu meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara signifikan dan menjaga keberlanjutan, kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
Pusdiklat KEBTKE 2015-2019 memiliki tujuan utama yang didukung oleh beberapa sasaran stratejik yang terukur. Tujuan utama dari rencana stratejik Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015-2019 adalah :
Menghasilkan SDM pengelola ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi yang kompeten, berintegritas tinggi dan berdaya saing global melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Tujuan ini memberikan penjelasan bahwa fokus kerja Pusdiklat KEBTKE adalah menghasilkan SDM Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi yang berkualitas melalui pendekatan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Atas dasar visi, misi dan tujuan tersebut disusun program, kegiatan dan sasaran Pusat Diklat KEBTKE tahun 2015 –2019 sebagaimana tertera pada tabel 1 berikut :
Tabel 1. Program, Kegiatan dan Sasaran Strategis Pusat Diklat KEBTKE Tahun 2015 – 2019
Program Kegiatan Sasaran
Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Terwujudnya pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan. Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern.
Terwujudnya akuntabilitas sistem manajemen, keuangan dan manajemen aset.
Terwujudnya pengelolaan kepegawaian Pusdiklat KEBTKE yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik
Terwujudnya penataan organisasi Pusdiklat KEBTKE
Tercapainya peningkatan jejaring kerja sama Pusdiklat KEBTKE dengan institusi di dalam maupun luar negeri dalam
yang mendukung pendidikan dan pelatihan
Dalam kaitan dengan sistem AKIP, untuk mencapai tujuan dan sasaran, dilakukan penetapan program. Sebagai suatu alat dari strategi, program akan memberikan arah bagi pencapaian tujuan dan sasaran. Program pada dasarnya merupakan kumpulan kegiatan yang dihimpun dalam satu kelompok yang sama untuk mencapai tujuan dan sasaran. Hubungan antara program, kegiatan, sasaran dengan indikator kinerja pada Rencana Strategis Pusat Diklat KEBTKE terlihat pada tabel 2 berikut :
Tabel 2. Hubungan antara Program, Kegiatan, Sasaran dengan Indikator Kinerja
Program Kegiatan Sasaran Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Terwujudnya Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun
Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya dalam setahun Terwujudnya
kualitas layanan diklat yang memuaskan
Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat
Jumlah Laporan dan Evaluasi Kediklatan
Jumlah Laporan Sarana Diklat yang terakreditasi Jumlah Karya Ilmiah yang disusun
Jumlah peserta peningkatan kapasitas
Widyaiswara/Dosen Jumlah laporan Evaluasi Widyaiswara/Dosen Jumlah Penyelenggaraan Forum
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Roadmap/Kebutuhan (antara lain realisasi
pengadaan barang dan jasa) Akuntabilitas Sistem Manajemen Keuangan dan Aset Jumlah Dokumen Perencanaan
Jumlah Laporan Pengelolaan Manajemen Keuangan, Aset dan Kinerja
Jumlah Laporan Administrasi Ketatausahaan Pengelolaan Kepegawaian yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bi mtek/Magang untuk Pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM)
Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian Jumlah laporan penegakan disiplin pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi Peningkatan jejaring kerjasama Badiklat dengan institusi didalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN Jumlah Pelaksanaan Implementasi Kerjasama DN dan LN Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung Diklat Jumlah Pengembangan, Pembangunan, dan Implementasi TIK Jumlah Publikasi dan Promosi
Penyusunan rencana kinerja merupakan suatu langkah yang penting untuk mengetahui sejauhmana Pusat Diklat KEBTKE mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta mengukur pencapaian target-target yang ditetapkan dan membandingkannya dengan realisasi yang dicapai.
Rencana kinerja yang disusun sangat berhubungan erat dengan rencana strategis yang telah ditetapkan serta sesuai dengan dana yang telah dianggarkan. Rencana kinerja Pusdiklat KEBTKE yang terdiri atas sasaran dan indikator kinerja sasaran Tahun 2015 terangkum pada tabel 3 berikut :
Tabel 3. Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015
Sasaran Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Target Terwujudnya Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun
42 Diklat Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis
Kebutuhan Diklat
3 Laporan Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala
Badan Diklat ESDM
210 Dokumen Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya
dalam setahun 64 Diklat Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan
Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat
2 Laporan Jumlah Laporan dan Evaluasi Kediklatan 4 Laporan Jumlah Laporan Sarana Diklat yang
terakreditasi
3 Laporan Jumlah Karya Ilmiah yang disusun 14 Judul Jumlah peserta peningkatan kapasitas
Widyaiswara/Dosen
50 Orang Jumlah laporan Evaluasi
Widyaiswara/Dosen
1 Laporan Jumlah Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran
9 Laporan
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Roadmap/Kebutuhan (antara lain realisasi pengadaan barang dan jasa)
10 Dokumen
Ketatausahaan Pengelolaan Kepegawaian yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek/Magan g untuk Pegawai (termasuk jam
pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM)
50 Orang
Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian
7 Laporan Jumlah laporan penegakan disiplin
pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi 1 Laporan Peningkatan jejaring kerjasama Badiklat dengan institusi didalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN
4 Laporan Jumlah Pelaksanaan Implementasi
Kerjasama DN dan LN 3 Laporan Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung Diklat
Jumlah Pengembangan, Pembangunan, dan Implementasi TIK
3 Laporan Jumlah Publikasi dan Promosi 9 Laporan
Setiap sasaran strategis Pusdiklat KEBTKE dijabarkan lebih lanjut ke dalam satu program. Di dalam setiap program terkandung sejumlah kegiatan yang kemudian dijabarkan kedalam beberapa indikator. Dengan demikian, kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah mencapai tujuan dan sasaran strategis yang memberikan konstribusi bagi pencapaian visi dan misi. Penjabaran indikator kinerja dalam kegiatan Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 sesuai dengan Rencana Strategis yang telah ditetapkan tertera pada tabel 4. berikut.
INDIKATOR KODE PROGRAM / KEGIATAN / OUTPUT / SUBOUTPUT Jumlah Penyelenggaaran Diklat berbasis kompetensi dalam setahun
1918.026 Diklat berbasis kompetensi dalam setahun
1918.026.001 NON SBK Diklat Teknis 48 JP 1918.026.U01 Diklat Teknis 48 JP Koridor Jawa 1918.026.U02 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP
Koridor Jawa
1918.026.U04 Diklat Teknis 48 JP Koridor Sumatera
1918.026.U05 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP Koridor Sumatera
1918.026.U07 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kalimantan
1918.026.U22 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kantor 1918.026.U23 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP
Koridor Kantor
1918.026.U24 Diklat Teknis 32 JP Koridor Kantor Jumlah Gap Kompetensi
sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
1918.027 Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
1918.027.001 Training Need Analysis (TNA) 1918.027.002 Pemetaan Potensi Sumber Daya
Manusia
1918.027.003 Kerangka Nasional Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Bidang Konservasi Energi
Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
1918.028 NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
1918.028.011 Kurikulum Silabus Diklat
1918.028.012 Standar Latih Kompetensi Bidang KEBTKE
1918.028.013 Modul Diklat Teknis Bidang KEBTKE
1918.028.014 Pedoman Kediklatan
1918.028.017 Standar Operasional Prosedur 1918.028.018 Bahan Ajar Diklat Teknis
Ketenagalistrikan Jumlah penyelenggaraan
diklat lainnya dalam setahun 1918.029 Diklat lainnya
1918.029.001 NON SBK Diklat 48 JP Koridor Bali 1918.029.U01 Diklat Teknis 48 JP Koridor Jawa 1918.029.U04 Diklat Teknis 48 JP Koridor
Sumatera
1918.029.U07 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kalimantan
1918.029.U10 Diklat Teknis 48 JP Koridor Sulawesi
1918.029.U13 Diklat Teknis 48 JP Koridor Bali/Mataram
1918.029.U16 Diklat Teknis 48 JP Koridor Maluku 1918.029.U19 Diklat Teknis 48 JP Koridor Papua 1918.029.U22 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kantor Jumlah laporan Indeks
Kepuasan Masyarakat
1918.031 Indeks Kepuasan Masyarakat 1918.031.001 Evaluasi Indeks Kepuasan
Masyarakat Jumlah Laporan dan
Evaluasi Kediklatan
1918.032 Laporan dan Evaluasi Kediklatan 1918.032.001 Kegiatan Evaluasi dan Pemantauan Penyelenggaraan Diklat
Jumlah Laporan Sarana Diklat yang terakreditasi
1918.033 Sarana Diklat yang terakreditasi 1918.033.001 Sarana Prasarana Teknis Bidang
Kebtke Jumlah Karya Ilmiah yang
disusun
1918.035 Karya Ilmiah yang disusun 1918.035.001 Karya Tulis Ilmiah
Jumlah Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Se minar yang efektif dan tepat sasaran
1918.037 penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran 1918.037.001 Penyelenggaraan Diskusi Internal 1918.037.003 Forum Konsensus
Jumlah Dokumen Perencanaan
1918.039 Dokumen Perencanaan
1918.039.001 Penyusunan Rencana Kerja Pusdiklat KEBTKE
Pengelolaan Manajemen Keuangan, Aset dan Kinerja
Keuangan, Aset dan Kinerja 1918.041.001 Penyusunan Laporan Kinerja
organisasi
1918.041.002 Pengelolaan Pnbp Dalam Rangka Jasa Diklat Kebtke
1918.041.003 Evaluasi Implementasi Slk 1918.041.004 Akreditasi Kelembagaan 1918.041.005 Sensus Barang Milik Negara
1918.041.006 Monitoring dan Evaluasi Penggunaan Energi Jumlah Laporan Administrasi Ketatausahan 1918.042 Layanan Administrasi Ketatausahaan 1918.042.001 Pengelolaan Administrasi Keuangan Dan Umum
1918.994 Layanan Perkantoran
1918.994.001 Pembayaran Gaji, Tunjangan dan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/ Bimtek/Magang 1918.045 Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek /Magang untuk Pegawai
1918.045.001 Penyertaan Diklat Jumlah pengelolaan
administrasi kepegawaian
1918.046 Tata kelola administrasi kepegawaian
1918.046.001 Pengelolaan Administrasi Kepegawaian
Jumlah Laporan penegakan disiplin
pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi
1918.047 Laporan Penegakan Disiplin Pegawai
1918.047.001 Evaluasi Implementasi RB Jumlah Peserta
peningkatan kapasitas Widyaiswara/Dosen
1918.049 WI/Dosen yang ditingkatkan kapasitasnya
1918.049.001 MAGANG OJT Jumlah Laporan Evaluasi
Widyaiswara/Dosen
1918.050 Evaluasi Widyaiswara/Dosen 1918.050.001 Kegiatan Evaluasi Widyaiswara
Pusdiklat Kebtke Jumlah Pengembangan,
Pembangunan dan Implementasi TIK
1918.053 Pengembangan, pembangunan dan implementasi TIK
Promosi
1918.054.011 Promosi dan Pameran Bidang KEBTKE Jumlah Penjalinan
Kerjasama Diklat DN dan LN
1918.055 Penjalinan Kerjasama diklat DN dan LN 1918.055.001 PENJALINAN KERJASAMA DIKLAT DN DAN LN Jumlah pelaksanaan Implementasi Kerjasama DN dan LN
1918.056 Implementasi Kerjasama DN dan LN
1918.056.001 Implementasi Kerjasama Kediklatan Dn Dan Ln
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan
Roadmap/Kebutuhan (antara lain realisasi pengadaan barang dan jasa)
1918.995 Kendaraan Bermotor
1918.995.001 Pengadaan Kendaraan Bermotor 1918.997 Peralatan dan Fasilitas
Perkantoran
1918.997.001 Pengadaan Peralatan Perkantoran 1918.997.002 Pengadaan Peralatan Dan Fasilitas
Workshop
1918.998 Gedung/Bangunan
[Kegiatan Baru - Perubahan Kebijakan]
1918.998.001 Pematangan Lahan, Pembangunan Pagar Dan Renovasi Gedung
Sama halnya dengan sasaran, setiap kegiatan harus memiliki indikator kinerja. Indikator yang dimaksud adalah menentukan masukan, keluaran, hasil, manfaat serta dampak dari suatu kegiatan. Setiap indikator kinerja kegiatan yang ditetapkan, selanjutnya diberi target pencapaian dengan mempertimbangkan prinsip akurat, lengkap, tepat waktu dan konsisten, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keseimbangan biaya dan manfaat, efisiensi dan efektivitas, yang tertuang dalam Formulir Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pusat Diklat KEBTKE pada Lampiran 2. Setelah menetapkan target indikator pencapaian sasaran pada awal Tahun 2015 serta melaksanakan kegiatan yang mampu mendukung pencapaian target indikator tersebut sepanjang Tahun 2015, maka pada akhir Tahun 2015, Pusdiklat KEBTKE melakukan pengukuran kinerja dari setiap kegiatan dengan menghitung pencapaian target indikator kinerja dari setiap kegiatan dengan menerapkan prinsip efisiensi dan
tujuan, misi dan visi yang telah ditetapkan. Secara lengkap, hasil pengukuran kinerja untuk setiap kegiatan tersaji pada Formulir Pengukuran Kinerja yang terdapat pada Lampiran 4.
Dalam melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja, Pusdiklat KEBTKE akan memfokuskan pada kinerja pencapaian target Indikator Kinerja, dimana seperti yang telah disebutkan sebelumnya, akan memberikan gambaran sejauh mana pencapaian dari tujuan, misi dan visi yang telah ditetapkan. Adapun rincian evaluasi dan analisis capaian masing-masing sasaran terangkum pada tabel 5. berikut :
xix Terwujudnya
Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun
26 Diklat 42 Diklat 43 102 Sangat Baik
Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
2 Laporan 3 Laporan 3 100 Sangat Baik Jumlah NSPK yang ditetapkan
Kepala Badan Diklat ESDM
150 Dokumen 210 Dokumen 229 109 Sangat Baik Jumlah penyelenggaraan diklat
lainnya dalam setahun
64 Diklat 64 Diklat 57 89 Baik Terwujudnya kualitas
layanan diklat yang memuaskan
Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat
2 Laporan 2 Laporan 2 100 Sangat Baik Jumlah Laporan dan Evaluasi
Kediklatan
4 Laporan 4 Laporan 4 100 Sangat Baik Jumlah Laporan Sarana Diklat
yang terakreditasi
3 Laporan 3 Laporan 3 100 Sangat Baik Jumlah Karya Ilmiah yang disusun 14 Judul 14 Judul 10 71 Normal Jumlah peserta peningkatan
kapasitas Widyaiswara/Dosen
50 Orang 50 Orang 51 102 Sangat Baik Jumlah laporan Evaluasi
Widyaiswara/Dosen
1 Laporan 1 Laporan 1 100 Sangat Baik Jumlah Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran
8 Laporan 9 Laporan 9 100 Sangat Baik
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan
Roadmap/Kebutuhan (antara lain
10 Dokumen 10 Dokumen
xx Manajemen Keuangan dan
Aset
Jumlah Laporan Pengelolaan Manajemen Keuangan, Aset dan Kinerja
10 Laporan 12 Laporan 12 100 Sangat Baik
Jumlah Laporan Administrasi Ketatausahaan
6 Laporan 5 Laporan
5 100 Sangat Baik Pengelolaan Kepegawaian
yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik
Jumlah Penyertaan
Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek/ Magang untuk Pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM)
50 Orang 50 Orang 124 248 Sangat Baik
Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian
7 Laporan 7 Laporan 7 100 Sangat Baik Jumlah laporan penegakan disiplin
pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi
1 Laporan 1 Laporan 1 100 Sangat Baik
Peningkatan jejaring kerjasama Badiklat dengan institusi didalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN
4 Laporan 4 Laporan 4 100 Sangat Baik Jumlah Pelaksanaan Implementasi
Kerjasama DN dan LN
3 Laporan 3 Laporan 3 100 Sangat Baik
Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung Diklat
Jumlah Pengembangan,
Pembangunan, dan Implementasi TIK
3 Laporan 3 Laporan 3 100 Sangat Baik
dan Energi Baru Terbarukan Tahun Anggaran 2015 Nomor : SP DIPA-020.12.1.634111/2015 tanggal 14 November 2015 sebesar Rp. 77.346.613.000,- namun terdapat Pemotongan Penghematan sebesar Rp. 8.890.411.000,- sehingga Pagu DIPA Pusdiklat KEBTKE mengalami perubahan menjadi Rp. 68.456.202.000,- (sesuai dengan perubahan DIPA revisi ke-2 tanggal 24 April 2015). Realisasi Pusdiklat KEBTKE pada TA 2015 sebesar Rp. 62.135.873.177,- (90,77%) dengan sisa anggaran Rp. 6.320.328.823,- (9%) dan pencapaian kinerja sebesar 112,11% Dalam mengukur dan mengevaluasi akuntabilitas keuangan, dilakukan perbandingan antara anggaran dari setiap kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2015 dengan realisasi penyerapan anggaran, yang kemudian dinyatakan dalam persentase (%). Akuntabilitas keuangan dihitung berdasarkan realisasi penyerapan anggaran riil dari setiap kegiatan. Sepanjang Tahun 2015, terdapat beberapa kegiatan yang mengalami revisi anggaran karena adanya efisiensi anggaran Pusdiklat KEBTKE, dimana terdapat beberapa kegiatan yang mengalami pemotongan anggaran dengan total pemotongan sebesar Rp. 8.890.411.000,-
Revisi anggaran terhadap suatu kegiatan akan berdampak pada akuntabilitas keuangan dari kegiatan tersebut. Akuntabilitas keuangan Pusdiklat KEBTKE terangkum pada tabel 6. Berikut :
xxii Terwujudnya Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun
3.827.068.000 6.629.763.000 5.076.615.600 76,57 Normal Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis
Kebutuhan Diklat
699.962.000 1.388.134.000 1.096.803.600 79,01 Normal Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala
Badan Diklat ESDM
2.706.661.000 4.009.344.000 3.956.129.793 98,67 Sangat Baik Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya
dalam setahun
10.581.679.000 10.482.019.000 8.600.515.015 82,05 Baik Terwujudnya kualitas
layanan diklat yang memuaskan
Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat
216.738.000 216.738.000 192.509.600 88,82 Baik Jumlah Laporan dan Evaluasi Kediklatan 609.302.000 609.302.000 597.190.000 98,01 Sangat Baik Jumlah Laporan Sarana Diklat yang
terakreditasi
818.055.000 818.055.000 730.546.800 89,30 Baik Jumlah Karya Ilmiah yang disusun 350.019.000 350.019.000 215.569.750 61,59 Normal Jumlah peserta peningkatan kapasitas
Widyaiswara/Dosen
348.164.000 348.164.000 248.281.996 71,31 Normal Jumlah laporan Evaluasi
Widyaiswara/Dosen
293.593.000 392.193.000 259.973.000 66,29 Normal Jumlah Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran
1.558.691.000 1.558.691.000 1.342.210.350 86,11 Baik
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Roadmap/Kebutuhan (antara lain realisasi pengadaan barang dan jasa)
23.429.945.000 11.820.552.000 11.809.776.300 99,91 Sangat Baik
xxiii Ketatausahaan Pengelolaan Kepegawaian yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek/Magang untuk Pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM)
503.000.000 803.000.000 789.546.347 98,32 Sangat Baik
Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian
1.154.398.000 1.154.398.000 1.099.045.200 95,21 Sangat Baik Jumlah laporan penegakan disiplin
pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi
236.356.000 236.356.000 34.678.200 14,67 Kurang
Peningkatan jejaring kerjasama Badiklat dengan institusi didalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan
kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN
457.248.000 457.248.000 355.725.842 77,80 Normal Jumlah Pelaksanaan Implementasi
Kerjasama DN dan LN
5.119.262.000 777.111.000 630.256.300 81,10 Baik
Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung Diklat
Jumlah Pengembangan, Pembangunan, dan Implementasi TIK
1.201.034.000 1.201.034.000 972.015.975 80,93 Baik Jumlah Publikasi dan Promosi 1.979.777.000 1.979.777.000 1.706.726.300 86,21 Baik
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap Pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa dan
bernegara. Untuk itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Sehingga disusunlah sebuah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang berfungsi sebagai alat bukti pertanggungjawaban program/kegiatan Kementerian atau Lembaga yang transparan dan terukur.
Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pusdiklat KEBTKE mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 29 Tahun 2010 tentang Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Kinerja.
Penyampaian LAKIP Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 merupakan salah satu dokumen pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan visi dan misi Pusdiklat KEBTKE terhadap capaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Pusdiklat KEBTKE 2015 – 2019. Selain itu, LAKIP ini juga merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pusdiklat KEBTKE.
1.2. Tugas Pokok dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0018 Tahun 2011, struktur organisasi Pusdiklat KEBTKE adalah sebagai berikut :
Gambar 1.1. Struktur Organisasi Pusdiklat KEBTKE
Dengan struktur tersebut, Pusdiklat KEBTKE mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusdiklat KEBTKE
menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program di bidang
pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi;
b. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukandan konservasi energi;
c. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan
d. Pelaksanaan administrasi pusat pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukandan konservasi energi.
Sesuai dengan bagan struktur organisasi yang terdapat pada Gambar 1.1, Pusdiklat KEBTKE terdiri atas Bagian Tata Usaha, Program dan Kerja Sama, Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Standar dan Sarana Prasarana serta Kelompok Jabatan Fungsional Widyaiswara.
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian,rumah
tangga, ketatausahaan, dan keuangan Pusat Pendidikan danPelatihan
Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi :
a. Pelaksanaan urusan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, rumah tangga, kepegawaian, organisasi, tata laksana, hukum, hubungan masyarakat, serta keprotokolan;
b. Pelaksanaan urusan keuangan dan administrasi barang milik negara. Bagian Tata Usaha terdiri dari :
1. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, rumah tangga, kepegawaian, organisasi, tata laksana, hukum, hubungan masyarakat, serta keprotokolan; dan
2. Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan dan administrasi barang milik negara.
Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program, anggaran, kerja sama, dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan bahan penyusunan rencana, program, anggaran dan penyusunan laporan di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan,energi baru, terbarukan, dan konservasi energi;
b. Penyiapan pengelolaan kerja sama dan informasi di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasienergi.
Bidang Program dan Kerja Sama terdiri dari :
1. Subbidang Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, anggaran dan penyusunan laporan di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi;
2. Subbidang Kerja Sama dan lnformasi mempunyai tugas melakukan penyiapan pengelolaan kerja sama dan informasi di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi
Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan, pemantauan, dan evaluasi di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan penyelenggaraan dan pelayanan jasa di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi; dan b. Penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan
ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.
Bidang Penyelenggaraan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan terdiri dari :
1. Subbidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan penyelenggaraan dan pelayanan jasa di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. 2. Subbidang Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan
penyiapan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.
Bidang Standar dan Sarana Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan kebijakan teknis dan pengelolaan sarana dan prasarana teknis di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Standar dan Sarana Prasarana menyelenggarakan fungsi :
a. Penyiapan bahan penyusunan pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pendidikan dan pelatihan serta pelayanan sertifikasi kompetensi tenaga ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi;
b. Pengelolaan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Bidang Standar dan Sarana Prasarana terdiri atas :
a. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, standar, prosedur dan kriteria di bidang pendidikan dan pelatihan serta pelayanan sertifikasi kompetensi tenaga ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.
b. Subbidang Pengelolaan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengelolaan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis di bidang pendidikan dan pelatihan ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.
1.3. Kekuatan Pegawai
Untuk mengemban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, saat ini Pusdiklat KEBTKE memiliki jumlah pegawai sebanyak 75 orang yang terdiri dari53 orang pegawai pria dan 22 orang pegawai wanita. Kekuatan pegawai Pusdiklat KEBTKE pada Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1.3.1. Berdasarkan golongan
Untuk mengemban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, saat ini Pusat Diklat KEBTKE memiliki pegawai baik struktural maupun fungsional. Kekuatan Pegawai Pusat Diklat KEBTKE berdasarkan golongan pada Tahun 2015 seperti terlihat pada gambar 2. di bawah ini:
Gambar 1.2. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Golongan
Dari gambar kekuatan pegawai berdasarkan golongan diatas, terlihat bahwa sebagian besar pegawai Pusdiklat KEBTKE pada tahun 2015 adalah Pegawai yang bergolongan III berjumlah 61 orang (81%) yang merupakan pejabat struktural, fungsional umum dan widyaiswara. Golongan IV berjumlah 9 orang (12%).Sedangkan pegawai dengan golongan II berjumlah 4 orang (5%) dan golongan I berjumlah 1 orang (2%).
0 10 20 30 40 50 60 70 I II III IV Jumlah 1 4 61 9 Presentase 2% 5% 81% 12%
Ju
ml
ah
P
e
ga
w
ai
1.3.2. Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Pada tahun 2015 ini, Pusdiklat KEBTKE mendapatkan tambahan pegawai melalui formasi bagi calon pegawai sebanyak 18 orang dengan latar belakang pendidikan S-1 Teknik Elektro (6 orang), S-1 Ekonomi Manajemen (1 orang), S-1 Sastra Inggris, S-1 Teknik Mesin (6 orang), S-1 Teknik Industri (1 orang) dan S-1 Psikologi (untuk mengisi posisi analis standar diklat, pengelola pembendaharaan, evaluator diklat, penyusun rencana dan laporan, analis kerjasama, analis pemanfaatan sarana dan prasarana, pengelola data dan informasi, pengelola sarana dan prasarana, dan pengelola diklat).
Gambar 1.3. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Berdasarkan Gambar 1.3. terlihat bahwa sebagian besar pegawai Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 berlatar belakang pendidikan sarjana (S-1) yang berjumlah 42 orang (54%). Pegawai yang berlatar belakang pendidikan pasca sarjana (S-2) berjumlah 14 orang (20%), Diploma 3 (D-III) berjumlah 4 orang (5%), SLTA atau sederajat berjumlah 13 orang (18%), Doktor (S-3) berjumlah 1 orang (2%) dan berlatar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) sebanyak 1 (1%). Dengan demikian, lebih dari 54% pegawai Pusat Diklat KEBTKE berpendidikan sarjana. Kondisi ini tentunya sudah cukup baik, namun karena institusi Diklat membutuhkan pegawai yang berwawasan luas serta berlatar belakang pendidikan yang mampu mendukung pelaksanaan transfer ilmu dan
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 SD SLTP SLTA D3 S1 S2 Doktor Jumlah 1 0 13 4 42 14 1 Presentase 1% 0% 18% 5% 54% 20% 2%
Ju
ml
ah
P
e
ga
w
ai
Tabel Kekuatan Pegawai Per Jenjang
Pendidikan
pengalaman di bidang KEBTKE, maka diharapkan jumlah pegawai dengan latar belakang pendidikan S-2 dan S-3 semakin bertambah. Untuk itu perlu disusun perencanaan pengembangan pegawai yang mendukung, diantaranya melalui pemberian kesempatan tugas belajar S-2 sebanyak 8 orang dan S-3 sebanyak 4 orang pada pegawai yang kompeten serta tidak lagi membuka formasi SLTA.
1.3.3. Berdasarkan Usia
Dalam beberapa tahun ke depan, sebagian besar dari pegawai dengan rentang usia tersebut akan pensiun sehingga Pusdiklat KEBTKE akan mengalami pengurangan jumlah pegawai, ke depannya Pusdiklat KEBTKE harus terus melakukan penambahan jumlah pegawai serta melakukan kaderisasi terhadap calon-calon Widyaiswara dan struktural secara bertahap. Hal ini akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kekosongan formasi, terutama Widyaiswara pada tahun 2015 telah merekrut calon widyaiswara sebanyak 8 orang yang posisi saat ini masih berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), demi terjaminnya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pusat Diklat KEBTKE di masa datang.
Gambar 1.4. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Usia
Mencermati data yang tertera pada Gambar 1.4, pegawai Pusat Diklat KEBTKE dengan usia 18-25 tahun berjumlah 7 orang (11%), 26-30 tahun berjumlah 12 orang (13%), usia
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-55 56-KEATAS Jumlah 7 12 10 15 10 11 5 5 Persentase 11% 13% 10% 19% 13% 17% 9% 8%
Ju
ml
ah
P
e
ga
w
ai
31-35 tahun berjumlah 10 orang (10%), usia 36-40 berjumlah 15 orang (19%), usia 41-45 tahun berjumlah 10 orang (13%) usia 46-50 berjumlah 11 orang (17%), usia 51-55 tahun berjumlah 5 orang (9%), usia > 55 tahun berjumlah 5 orang (8%).
Dari data di atas terlihat bahwa jumlah pegawai dengan usia 36-40 tahun cukup banyak, yaitu sebanyak 15 orang sekitar 19% dari seluruh pegawai. Sebagian besar dari pegawai dengan usia tersebut adalah widyaiswara dan Pegawai pada Bidang/Bagian.
1.3.4. Berdasarkan Masa Kerja
Berdasarkan gambar dibawah jumlah pegawai yang memiliki masa kerja 0 -10 tahun sebanyak 40 orang (49%), 11 – 20 tahun sebanyak 32 orang (32%), 21 – 30 tahun sebanyak 17 orang (17%), sedangkan yang memiliki masa kerja 31 tahun ke atas sebanyak 2 orang (2%). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pengalaman yang besar antara golongan tersebut. Untuk meminimalkan perbedaan pengalaman ini, diupayakan pembinaan pegawai yang maksimal dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai baru, diantaranya melalui penyertaan diklat, magang serta bentuk pengembangan pegawai lainnya yang sesuai dan mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Pusdiklat KEBTKE.
Gambar 1.5. Grafik Kekuatan Pegawai Berdasarkan Masa Kerja
0 5 10 15 20 25 30 35 40 0-10 11 - 20 21-30 31-KEATAS Jumlah 40 32 17 2 Presentase 49% 32% 17% 2% Ju m la h P eg awa i
Dari Gambar 1.5. terlihat bahwa sebagian besar pegawai Pusdiklat KEBTKE memiliki masa kerja antara 0-10 tahun sebanyak 40 orang (49%). Jika ditotal jumlah pegawai yang memiliki pengalaman kerja di atas 10 tahun berjumlah 36 orang (49%) dan 2 orang (2%) diantaranya sudah mendekati usia pensiun dengan asumsi usia >50 tahun.
1.3.5. Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 1.6. Kekuatan Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin
Mencermati data yang tertera pada Gambar 1.6. terlihat bahwa 71% (53 orang) pegawai Pusdiklat KEBTKE adalah pria dan hanya 29% (22 orang) pegawai wanita. Hal ini dikarenakan institusi Pusdiklat KEBTKE merupakan institusi teknis yang mengharuskan latar belakang pendidikan tertentu, dimana sebagian besar peminatnya adalah pria. Namun demikian, pegawai pria dan wanita di Pusdiklat KEBTKE memperoleh perlakuan yang setara serta memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir. Hal ini dibuktikan dengan adanya 3 orang pegawai wanita yang menduduki jabatan eselon/IV dan 3 pegawai wanita yang menjadi Widyaiswara.
[NAMA KATEGORI] [PERSENTASE] [NAMA KATEGORI]
[PERSENTASE]
1.4. Maksud dan Tujuan
Penyusunan LAKIP ini merupakan tuntutan bagi Pusat Diklat KEBTKE sebagai bagian integral dari siklus akuntabilitas kinerja yang utuh dalam suatu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagaimana tersajikan pada gambar 1.7.berikut.
Gambar 1.7. Siklus SAKIP
Siklus sistem AKIP diawali dengan penyusunan Rencana Strategis yang mendefinisikan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Pusdiklat KEBTKE secara selaras dan selanjutnya setiap tahunnya ditetapkan kegiatan untuk dilaksanakan dalam rangka pemenuhan visi, misi, tujuan dan sasaran strategis tersebut. Sistem pengukuran kinerja dibangun dan dikembangkan untuk menilai sejauh mana keberhasilan pencapaian kinerja Pusdiklat KEBTKE. Pada setiap akhir periode pelaksanaan kegiatan, capaian kinerja dari setiap kegiatan dikomunikasikan kepada para stakeholder dalam wujud LAKIP.
Pada dasarnya LAKIP Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 mengkomunikasikan pencapaian kinerja kegiatan Pusdiklat KEBTKE selama Tahun 2015. Adapun capaian kinerja
(performance results) tersebut, dibandingkan dengan rencana kinerja (performance
plan) dan sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan. Perencanaan Stratejik Perencanaan Kinerja Pelaporan Kinerja Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Akuntabilitas Kinerja
Sedangkan analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasinya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang.
Dengan pola pikir tersebut di atas, maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LAKIP Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 adalah mencakup hal-hal sebagai berikut :
Aspek akuntabilitas kinerja bagi keperluan eksternal organisasi, menjadikan LAKIP Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 sebagai sarana pertanggungjawaban Pusdiklat KEBTKE atas capaian kinerja yang diperoleh selama Tahun 2015. Esensi capaian kinerja yang dilaporkan merujuk pada sampai sejauh mana visi, misi, tujuan dan sasaran strategis dapat dicapai.
Aspek manajemen kinerja bagi keperluan internal organisasi, menjadikan LAKIP Tahun 2015 sebagai sarana evaluasi pencapaian kinerja oleh manajemen Pusdiklat KEBTKE.
Disamping itu, penyusunan LAKIP diharapkan sebagai salah satu upaya bagi Pusdiklat KEBTKE untuk perbaikan di masa mendatang dan dijadikan salah satu dasar bagi pengambilan keputusan dalam melakukan perbaikan terhadap pencapaian visi dan misinya.
1.5. Sistematika Penyajian
Sistematika Penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklat KEBTKE adalah sebagai berikut :
Bab I - Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas profil Pusdiklat KEBTKE dan menjabarkan maksud dan tujuan penyusunan LAKIP ini
Bab II - Rencana Strategis 2015 – 2019, menjelaskan muatan Renstra Pusdiklat KEBTKE untuk periode 2015 – 2019
Bab III - Rencana Kinerja Tahun 2015
Bab IV - Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan analisis dan evaluasi pencapaian kinerja
Bab V - Penutup, menjelaskan kesimpulan meyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 dan
menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa mendatang.
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Sesuai tugas pokok dan fungsi, Pusdiklat KEBTKE mempunyai Rencana Strategis yang
berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun, yaitu tahun 2015 – 2019. Rencana Strategis tersebut disusun untuk memberikan arah bagi organisasi dalam mencapai cita-cita dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada dengan mengacu pada Rencana Strategis Badan Diklat Energi dan Sumber Daya Mineral.
2.1. Pernyataan Visi
” Menjadi lembaga diklat terpadu yang unggul dan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing dan bermoral dalam lingkungan global di bidang ketenagalistrikan, energi baru terbarukan dan konservasi energi ”.
2.2. Pernyataan Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan terpadu berbasis kompetensi
sehingga tercetaknya sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi. 2. Mengembangkan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Kajian yang unggul (Center of
Excellence), serta terakreditasi secara nasional dan internasional yang berdaya
saing serta mampu memberikan dampak positif terhadap pengguna (impact to
users).
3. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Pusdiklat KEBTKE.
4. Meningkatkan kualitas dan kapasitas serta utilisasi sarana prasarana yang berbasis teknologi mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
5. Mewujudkan perangkat kebijakan meliputi norma, standar, prosedur dan kriteria pelaksanaan kediklatan yang berbasis kompetensi dalam kerangka perwujudan tata kelola yang baik (good governance).
6. Membangun jejaring kerja dengan seluruh jajaran Pusdiklat, mitra kerja, konsumen serta masyarakat umum, baik dalam maupun luar negeri.
7. Meningkatkan kualitas implementasi sistem infromasi dalam mendukung aktivitas pendidikan dan pelatihan.
8. Meningkatkan mutu secara berkelanjutan dalam segala aspek guna mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan integritas lembaga sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan yang terpercaya.
9. Mengembangkan kualitas dan kapasitas kelembagaan yang berbasis teknologi dan
akuntabiltas guna mewujudkan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara signifikan dan menjaga keberlanjutan, kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
Kementerian ESDM sebagai organisasi dibawah Presiden, mendukung dan melaksanakan Visi, Misi dan program Presiden, dalam bentuk program operasional, sasaran kebijakan dan strategi.
Visi Presiden dan Wakil Presiden, adalah: “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat,
mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”
Misi Presiden dan Wakil Presiden, adalah:
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,
menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim,
dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jatidiri sebagai negara maritim
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Untuk menterjemahkan Visi dan Misi tersebut, disusun Nawacita atau 9 (sembilan)
1. Menghindarkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
2. Membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintah yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermatas dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter domestik.
9. Mempengaruhi ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Sektor ESDM mendukung Nawacita khususnya agenda prioritas ke-7 yaitu “mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik”, yang terdiri dari:
1. Membangun kedaulatan pangan. 2. Mewujudkan kedaulatan energi. 3. Mewujudkan kedaulatan keuangan.
4. Mendirikan Bank Petani/Nelayah dan UMKM termasuk gudang dengan fasilitas pengolahan paska panen di tiap sentra produksi tani/nelayan.
5. Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional.
Kementerian ESDM menjabarkan Visi dan Misi Presiden terkait sektor ESDM secara operasional dalam bentuk kontkrit yang tercermin dalam tujuan, sasaran, kebijakan dan strategi.
Mengacu pada visi dan misi presiden, Kementerian ESDM (KESDM) telah menetapkan
visi untuk periode 2015-2019, yaitu “Terwujudnya peningkatan ketahanan energi dan
pertumbuhan ekonomi dan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya
bagi kesejahteraan rakyat”. Sedangkan misi KESDM dalam renstra 2015-2019 yang
berhubungan langsung dengan Pusdiklat KEBTKE diantaranya adalah melakukan percepatan diversifikasi terutama energi terbarukan dan konservasi energi, meningkatkan kemampuan kelitbangan, kediklatan dan pelayanan kegeologian, serta
mewujudkan good governance dan clean govenment serta sumber daya manusia yang
profesional.
Arah kebijakan dan strategi, KESDM untuk periode 2015-2019 adalah sebagai berikut : 1. Percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan nilai tambah
2. Diversifikasi dan konversi energi
3. Optimalisasi produksi dan prioritas alokasi domestik
4. Mengatur harga energi yang kompetitif dan subsidi yang lebih terarah 5. Menjamin kepastian hukum dan birokrasi yang sehat
2.3. Rumah Kedaulatan Energi
Rumah Kedaulatan Energi dan Sumber Daya Mineral diharapkan dapat terwujud dengan dilandasi oleh peningkatan profesionalitas sumber daya manusia sehingga dapat berjalan proses alih teknologi. Hal tersebut dalam rangka menyangga penanganan krisis energi terutama persoalan subsidi BBM, pertumbuhan kebutuhan
listrik dan berbagai pengambilan keputusan yang tertunda. 9 program strategis ESDM,
Gambar 2.1. Rumah Kedaulatan Energi 2.4. Tujuan Strategis
Tujuan merupakan penjabaran visi dan misi Pusdiklat KEBTKE yang merupakan kondisi yang diinginkan selama periode 5 (lima) tahun 2015 – 2019.
Tujuan Pusdiklat KEBTKE adalah “Menghasilkan SDM pengelola ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan dan konservasi energi yang kompeten, berintegritas tinggi dan berdaya saing global melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan”.
2.5. Sasaran Strategis
Harapan bersama atau cita-cita Badan Diklat ESDM dalam rangka mewujudkan SDM yang berkompeten dan profesional melalui berbagai kegiatan sertifikasi personil dan akreditasi lembaga dengan ditopang oleh enam pilar kebijakan dan didasari oleh fondasi program dan kegiatan strategis sektor ESDM dan nilai-nilai yang dianut Badan Diklat ESDM seperti pada tabel 2.2 berikut.
Gambar 2.2. Nilai – Nilai Badan Diklat ESDM
Untuk memperoleh sasaran yang efektif, maka setiap sasaran perlu dilengkapi dengan indikator pencapaian sasaran. Indikator pencapaian sasaran adalah tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun yang bersangkutan. Untuk itu, selain menetapkan sasaran, Pusdiklat KEBTKE juga menentukan indikator pencapaian dari setiap sasaran beserta targetnya dalam 5 (lima) tahun 2015 – 2019. Sasaran strategis Pusdiklat KEBTKE mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan isu streategis. Hubungan antara program, kegiatan, sasaran Rencana Strategis Pusat Diklat KEBTKE sebagaimana terdapat pada Tabel 2.1 berikut :
Tabel 2.1. Program, Kegiatan dan Sasaran Strategis Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 – 2019
Program Kegiatan Sasaran
Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya
Pendidikan dan Pelatihan
Ketenagalistrikan,
Terwujudnya pengembangan SDM
berbasis kompetensi dan berbasis
Mineral Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi
Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan..
Terwujudnya sarana dan prasarana diklat yang handal dan modern.
Terwujudnya akuntabilitas sistem
manajemen, keuangan dan manajemen aset.
Terwujudnya pengelolaan kepegawaian
Pusdiklat KEBTKE yang profesional
dengan dukungan tata administrasi
kepegawaian yang baik.
Terwujudnya penataan organisasi
Pusdiklat KEBTKE.
Tercapainya peningkatan jejaring kerja sama Pusdiklat KEBTKE dengan institusi di dalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi. Terwujudnya peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
yang mendukung pendidikan dan
pelatihan.
Dalam kaitan dengan sistem AKIP, untuk mencapai tujuan dan sasaran, dilakukan penetapan program. Sebagai suatu alat dari strategi, program akan memberikan arah bagi pencapaian tujuan dan sasaran. Program pada dasarnya merupakan kumpulan kegiatan yang dihimpun dalam satu kelompok yang sama untuk mencapai tujuan dan sasaran. Hubungan antara program, kegiatan, sasaran dengan indikator kinerja pada Rencana Strategis Pusdiklat KEBTKE terlihat pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Hubungan antara Program, Kegiatan, Sasaran dengan Indikator Kinerja
Program Kegiatan Sasaran Indikator Kinerja Kegiatan
(IKK) Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Terwujudnya Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun
Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya dalam setahun
Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan
Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat
Jumlah Laporan dan Evaluasi Kediklatan
Jumlah Laporan Sarana Diklat yang terakreditasi
Jumlah Karya Ilmiah yang disusun
Jumlah peserta peningkatan kapasitas Widyaiswara/Dosen Jumlah laporan Evaluasi Widyaiswara/Dosen
Jumlah Penyelenggaraan Forum Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran Terwujudnya
sarana dan prasarana diklat
Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan
yang handal dan modern
lain realisasi pengadaan barang dan jasa)
Akuntabilitas Sistem Manajemen Keuangan dan Aset
Jumlah Dokumen Perencanaan Jumlah Laporan Pengelolaan Manajemen Keuangan, Aset dan Kinerja
Jumlah Laporan Administrasi Ketatausahaan Pengelolaan Kepegawaian yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimt ek/Magang untuk Pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM)
Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian Jumlah laporan penegakan disiplin pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi Peningkatan jejaring kerjasama Badiklat dengan institusi didalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN
Jumlah Pelaksanaan
Implementasi Kerjasama DN dan LN
Peningkatan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung Diklat Jumlah Pengembangan, Pembangunan, dan Implementasi TIK
Jumlah Publikasi dan Promosi
Rencana Strategis dan Pencapaian Kinerja Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 – 2019 terdapat pada Lampiran 1.
2.6. Indikator Kinerja
Untuk mencapai tujuan dan sasaran, Pusdiklat KEBTKE Tahun 2015 telah menetapkan Indikator Kinerja yang akan dilaksanakan, adapun Indikator Kinerja tersebut adalah :
1) Jumlah penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi dalam setahun. 2) Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat.
3) Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM. 4) Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya dalam setahun. 5) Jumlah laporan Indeks Kepuasan Masyarakat.
6) Jumlah Laporan dan Evaluasi Kediklatan.
7) Jumlah Laporan Sarana Diklat yang terakreditasi. 8) Jumlah Karya Ilmiah yang disusun.
9) Jumlah peserta peningkatan kapasitas Widyaiswara/Dosen. 10) Jumlah laporan Evaluasi Widyaiswara/Dosen.
11) Jumlah Penyelenggaraan Forum Komunikasi/Workshop/Seminar yang efektif dan tepat sasaran.
12) Jumlah Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Roadmap/Kebutuhan (antara lain realisasi pengadaan barang dan jasa).
13) Jumlah Dokumen Perencanaan.
15) Jumlah Laporan Administrasi Ketatausahaan.
16) Jumlah Penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek/Magang untuk Pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja Badan Diklat ESDM). 17) Jumlah pengelolaan administrasi kepegawaian.
18) Jumlah laporan penegakan disiplin pegawai yang mendukung Reformasi Birokrasi.
19) Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN dan LN.
20) Jumlah Pelaksanaan Implementasi Kerjasama DN dan LN. 21) Jumlah Pengembangan, Pembangunan, dan Implementasi TIK. 22) Jumlah Publikasi dan Promosi.
2.7. Output
Program dan sasaran dapat terwujud seperti yang diharapkan berdasarkan arah kebijakan yang telah ditetapkan yang kemudian dilaksanakan melalui Indikator Kinerja yang dijabarkan dalam suatu output.
Tabel 2.3. Hubungan antara Indikator dan Output
INDIKATOR KODE PROGRAM / KEGIATAN / OUTPUT /
SUBOUTPUT Jumlah Penyelenggaaran
Diklat berbasis kompetensi dalam setahun
1918.026 Diklat berbasis kompetensi dalam
setahun
1918.026.001 NON SBK Diklat Teknis 48 JP
1918.026.U01 Diklat Teknis 48 JP Koridor Jawa
1918.026.U02 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP
Koridor Jawa
1918.026.U04 Diklat Teknis 48 JP Koridor Sumatera
1918.026.U05 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP
Koridor Sumatera
1918.026.U07 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kalimantan
1918.026.U22 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kantor
1918.026.U23 Diklat Terstruktur/Fungsional 96 JP
Koridor Kantor
Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
1918.027 Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan
Diklat
1918.027.001 Training Need Analysis (TNA)
1918.027.002 Pemetaan Potensi Sumber Daya
Manusia
1918.027.003 Kerangka Nasional Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya Manusia
Bidang Konservasi Energi Jumlah NSPK yang
ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
1918.028 NSPK yang ditetapkan Kepala Badan
Diklat ESDM
1918.028.011 Kurikulum Silabus Diklat
1918.028.012 Standar Latih Kompetensi Bidang
KEBTKE
1918.028.013 Modul Diklat Teknis Bidang KEBTKE
1918.028.014 Pedoman Kediklatan
1918.028.017 Standar Operasional Prosedur
1918.028.018 Bahan Ajar Diklat Teknis
1918.028.019 Penyusunan Standar Kompetensi Dan
Standar Kurikulum Dan Modul Diklat Untuk Inspektur Ketenagalistrikan Jumlah penyelenggaraan
diklat lainnya dalam setahun 1918.029 Diklat lainnya
1918.029.001 NON SBK Diklat 48 JP Koridor Bali
1918.029.U01 Diklat Teknis 48 JP Koridor Jawa
1918.029.U04 Diklat Teknis 48 JP Koridor Sumatera
1918.029.U07 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kalimantan
1918.029.U10 Diklat Teknis 48 JP Koridor Sulawesi
1918.029.U13 Diklat Teknis 48 JP Koridor
Bali/Mataram
1918.029.U16 Diklat Teknis 48 JP Koridor Maluku
1918.029.U19 Diklat Teknis 48 JP Koridor Papua
1918.029.U22 Diklat Teknis 48 JP Koridor Kantor
Kepuasan Masyarakat 1918.031.001 Evaluasi Indeks Kepuasan Masyarakat Jumlah Laporan dan
Evaluasi Kediklatan
1918.032 Laporan dan Evaluasi Kediklatan
1918.032.001 Kegiatan Evaluasi dan Pemantauan
Penyelenggaraan Diklat Jumlah Laporan Sarana
Diklat yang terakreditasi
1918.033 Sarana Diklat yang terakreditasi
1918.033.001 Sarana Prasarana Teknis Bidang
Kebtke Jumlah Karya Ilmiah yang
disusun
1918.035 Karya Ilmiah Yang Disusun
1918.035.001 Karya Tulis Ilmiah
Jumlah Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Semi nar yang efektif dan tepat sasaran
1918.037 Penyelenggaraan Forum
Komunikasi/Workshop/Seminar Yang Efektif Dan Tepat Sasaran
1918.037.001 Penyelenggaraan Diskusi Internal
1918.037.003 Forum Konsensus
Jumlah Dokumen Perencanaan
1918.039 Dokumen Perencanaan
1918.039.001 Penyusunan Rencana Kerja Pusdiklat
KEBTKE
1918.039.002 Perencanaan Kampus Lapangan
Jumlah Laporan
Pengelolaan Manajemen Keuangan, Aset dan Kinerja
1918.041 Pengelolaan Manajemen Keuangan,
Aset dan Kinerja
1918.041.001 Penyusunan Laporan Kinerja
organisasi
1918.041.002 Pengelolaan Pnbp Dalam Rangka Jasa
Diklat KEBTKE
1918.041.003 Evaluasi Implementasi Slk
1918.041.004 Akreditasi Kelembagaan
1918.041.005 Sensus Barang Milik Negara
1918.041.006 Monitoring dan Evaluasi Penggunaan
Energi Jumlah Laporan
Administrasi Ketatausahan
1918.042 Layanan Administrasi Ketatausahaan
1918.042.001 Pengelolaan Administrasi Keuangan
Dan Umum
1918.994 Layanan Perkantoran
1918.994.001 Pembayaran Gaji, Tunjangan dan