• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penalaran Karangan Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penalaran Karangan Bahasa Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. Latar Latar BelakangBelakang

Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus  berfikir,

 berfikir, menghubung-hubmenghubung-hubungkan ungkan berbagai berbagai fakta, fakta, membandingkan membandingkan dan dan sebagainya. sebagainya. SetiapSetiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan jaga (tidak tidur), kita selalu berfikir. Menulis saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan jaga (tidak tidur), kita selalu berfikir. Menulis merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar sesuatu yang tidak hadir seara nyata. !egiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi gambar sesuatu yang tidak hadir seara nyata. !egiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi de

dengngan an sensendidiririnynya, a, tatanpnpa a kekesadsadaraaran, n, mimisalsalnynya a memelamlamunun. . !e!egigiatatan an yayang ng leblebih ih titingnggigi dilakukan seara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk  dilakukan seara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk  sampai kepada suatu kesimpulan. "enis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut sampai kepada suatu kesimpulan. "enis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut keg

kegiataiatan n berbernalnalarar. . #apatla#apatlah h didiatat atat bahbahwa wa proproses ses berbernalnalar ar atau atau singkasingkatnytnya a penpenalaralaranan me

merurupakpakan an prprososes es berfiberfikikir r yayang ng sissistetemamatitik k ununtutuk k memempmperoeroleh leh kekesimsimpupulalan n beberurupapa  pengetahuan. !egiatan

 pengetahuan. !egiatan penalaran penalaran mungkin bersifat mungkin bersifat ilmiah ilmiah atau atau tidak tidak ilmiah. ilmiah. #ari #ari prosesnya,prosesnya,  penalaran itu dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.

 penalaran itu dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. $er

$erdasadasarkarkan n urauraian ian diatdiatas as menmengengenai ai penpenalaralaran an makmaka a dapdapat at kitkita a katkatakaakan n penpenalaalaranran merupakan proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada merupakan proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada seh

sehingingga ga samsampai pai padpada a suasuatu tu keskesimpimpulanulan. . SemSemententara ara daldalam am karkarangangan an penpenalaalaran ran berberartartii  penggunaan pikiran untuk suatu kesimpu

 penggunaan pikiran untuk suatu kesimpulan yang tuangkan dalam bentuk tulisan atau tertulis.lan yang tuangkan dalam bentuk tulisan atau tertulis. #engan penalaran yang tepat, hal-hal yang akan dituangkan dalam karangan menjadi kuat. #engan penalaran yang tepat, hal-hal yang akan dituangkan dalam karangan menjadi kuat. Penyajian materi karangan akan sesuai dengan jalan pikiran yang tepat. %leh karena itu, Penyajian materi karangan akan sesuai dengan jalan pikiran yang tepat. %leh karena itu, setiap pengungkapan harus dipertimbangkan terlebih dahulu agar hal-hal yang tidak tepat setiap pengungkapan harus dipertimbangkan terlebih dahulu agar hal-hal yang tidak tepat tidak masuk dalam karangan.

tidak masuk dalam karangan. B.

B. Rumusan Rumusan MasalahMasalah

&dapun rumusan dari penulisan makalah ini diantaranya adalah' &dapun rumusan dari penulisan makalah ini diantaranya adalah' .

. &pa&pakah ykah yang dang dimaimaksuksud dend dengan penagan penalaralaran didn didalam kalam karanarangan gan  *.

*. &pakah &pakah yang yang dimaksud dimaksud dengan dengan penalaran penalaran induktif induktif dan dan deduktif deduktif  +.

+. $a$agagaimimanana ma menengagaplplikikasiasikakan pn penenalaalararan n dadalam lam menmengogorgrgananisaisasi si kakararangngan an  .

. $a$agagaimimanana ma menenyyimimpupulklkan an kakararangngan an seseaara ra tetepapat dt dan an lologigis s  C.

C. TuTujuan juan PenulisanPenulisan

&dapun tujuan penulisan dari makalah ini diantaranya adalah' &dapun tujuan penulisan dari makalah ini diantaranya adalah' .

. Untuk Untuk mengetahui mengetahui hakikat hakikat penalaran penalaran karangan.karangan. *.

*. Untuk Untuk mengetahui mengetahui maksud maksud penalaran penalaran induktif induktif dan dan deduktif.deduktif. +.

+. &gar &gar bisa bisa mengaplikasikan mengaplikasikan penalaran penalaran dalam dalam mengorganisasi mengorganisasi karangan.karangan. .

▸ Baca selengkapnya: hujan munggaran 1960 karangan

(2)

$&$  PM$&/&S&0 &. Pengertian Penalaran

Penalaran mempunyai beberapa pengertian, yaitu' () Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang paling berhubungan sampai simpulan. (*) Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan, (+) Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian bare. () #alam karangan terdiri dua 1ariabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan 1ariabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan suatu simpulan. (2) Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.34

"adi, Penalaran karangan ialah proses berpikir logis untuk mengkaji hubungan-hubungan fakta yang terdapat dalam karangan sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan atau pengertian baru. !emudian hasil atau simpulan dalam suatu karangan itu

(3)

$. Unsur Penalaran

$erikut ialah merupakan unsur penalaran karangan ilmiah, yaitu'

. 5opik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesifik dan berisi sekurang-kurangnya dua 1ariabel.

*. #asar pemikiran, pendapat, atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat  pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau kesalahannya.

+. Proposisi mempunyai beberapa jenis, antara lain'

a. Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta, misalnya' &nak erdas dapat memanfaatkan potensinya.

 b. Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk melakukan  benar atau salahnya. Misalnya' 6adis yaitu wanita muda yang belum pernah menikah.

. Proposisi hipotetik yaitu persyaratan hubungan subjek dan predikat yang harus dipenuhi. Misalnya' "ika dijemput, 7 akan ke rumah.

d. Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat. Misalnya' 7 akan menikahi 8.

e. Proposisi positif uni1ersal yaitu pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak. Misalnya' Semua hewan akan mati.

f. Proposisi positif persial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut  bersifat positif. Misalnya' Sebagian orang ingin hidup kaya.

g. Proposisi negatif uni1ersal yaitu kebalikan dari proposisi positif uni1ersal. Misalnya' 5idak ada gajah tidak berbelalai.

h. Proposisi negatif persial yaitu kebalikan dari proposisi positif persial. Misalnya' Sebagian orang hidup menderita.

. Proses berpikir ilmiah yaitu kegiatan yang dilakukan seara sadar, teliti, dan terarah menuju suatu kesimpulan.

(4)

2. 9ogika yaitu metode pengujian ketepatan penalaran, penggunaan (alasan), argumentasi (pembuktian), fenomena, dan justufikasi (pembenaran).

:. Sistematika yaitu seperangkat proses atas bagian-bagian atau unsur-unsur proses  berpikir ke dalam suatu kesatuan.

;. Permasalahan yaitu pertanyaan yang harus dijawab (dibahas) dalam karangan. <. =ariabel yaitu unsur satuan pikiran dalam sebuah topik yang akan dianalisis. >. &nalisis (pembahasan, penguraian) dilakukan dengan mengidentifikasi analisis (pembahasan, penguraian) dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menari hubungan (korelasi), membandingkan, dan lain-lain.

?. Pembuktian (argumentasi) yaitu proses pembenaran bahwa proposisi itu terbukti kebenarannya atau kesalahannya.

. /asil yaitu akibat yang ditimbulkan dari sebuah analisis induktif dan deduktif.

*. !esimpulan (simpulan) yaitu penafsiran atau hasil pembahasan, dapat berupa implikasi atau inferensi.

@. Penalaran nduktif 

Penalaran induktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan obser1asi data,

 pembahasan, dukungan pembuktian, dan diakhiri kesimpulan umum. !esimpulan ini dapat  berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum atas fakta yang bersifat khusus. Penalaran

induktif pada dasarnya terdiri atas tiga maam, yaitu' generalisasi, analogi, dan sebab akibat.

@ontoh'

Seorang polisi lalu lintas mengamati proses peristiwa di tempat kejadian perkara suatu keelakaan lalu lintas di perempatan Aawamangun Muka, persimpangan Aawamangun Muka-Utan !ayu dan @ililitan-5anjung Priuk yang terjadi tanggal ? juli *??? pukul *.+?. Sebuah sepeda motor dari arah 5anjung Priuk menabrak mobil sehingga pintu di bagian kiri rusak, penyok sedalam ? m, dan sepeda motor tergeletak di dekat mobil yang ditabraknya. Seorang saksi mata menuturkan bahwa pengendara sepeda motor terkapar jatuh ,2 meter di sebelah kiri sepeda motornya. #alam pengamatannya, melalui proses perhitungan waktu

(5)

 polisi menyatakan bahwa pada saat mobil melintas dari arah @ililitan ke Aawamangun Muka lampu hijau menyala dan dibenarkan oleh para saksi. Polisi menyatakan bahwa, dalam

keadaan lampu merah sepeda motor berkeepatan tinggi dari arah 5anjung Priuk menabrak mobil yang sedang berbelok dari arah selatan ke arah Aawamangun Muka. /asil pengamatan,  pengendara sepeda motor terbukti bersalah.

!esimpulan ' () Pengendara sepeda motor harus membiayai perbaikan mobil yang ditabraknya.

(*) Membayar denda atas pelanggarannya.

!arangan ilmiah kualitatif induktif dilandasi penalaran () obser1asi data, (*) menyusun estimasi (perkiraan data), (+) 1erifikasi analisis pembuktian, () pembenaran B komparasi konstan (terus-menerus dan berkelanjutan sampai suatu simpulan), (2) konfirmasi (penegasan dan pengesahan) melalui pengujian hipotesis, (:) hash generalisasi B induksi, (;) konklusi (simpulan' penafsiran atas hasil berupa implikasi atau inferensi).

#. Penalaran #eduktif 

Penalaran deduktif adalah proses berpikir logis yang diawali dengan penyajian fakta yang  bersifat umum, disertai pembuktian khusus, dan diakhiri dengan simpulan khusus yang  berupa prinsip. !arangan deduktif mempunyai bermaam-maam jenis berdasarkan teknik  pengembangannya maupun uraian isinya.

!arangan kualitatif sering digunakan dalam pembahasan masalah-masalah humaniora (sastra, kemanusiaan, inta kasih, penderitaan, dan lain-lain). 0amun, kualifikasi produk yang

 bernilai ekonomi, seperti' keindahan pakaian, keantikan, keserasian, dan lain-lain dapat pula menggunakan jenis karangan ini.

#alam karangan (laporan penelitian) deduktif kuantitatif ditandai dengan penggunaan angka kuantitatif yang bersifat rasional. Seara rini proses tersebut menguraikan'

. $idang obser1asi' berdasarkan bidang studi kajian, *. Aumusan masalah' pertanyaan yang akan dibahas,

(6)

+. !erangka teori' berisi pada pembahasan 1ariabel, . 5ujuan' tahap kegiatan yang hendak diapai, 2. Aumusan hipotesis dan penjelasannya,

:. #eskripsi data' diperlukan untuk pengujian hipotesis,

;. #esain penelitian (metode penelitiana)' proses pengumpulan data, pengolahan, hasil analisis data, sampai dengan simpulan,

<. &nalisis data, >. /asil analisis, dan

?. Simpulan deduktif' interpretasi atas hasil

$ahasan topik karangan berdasarkan penelitian tersebut relatif rumit dan sulit. 0amun,

sebuah karangan dapat ditulis dalam bentuk yang sederhana dan mudah. Pengembangan topik  dapat dilakukan berdasarkan urutan peristiwa, waktu, ruang, penalaran sederhana, sebab-akibat, deduksi sederhana, induksi sederhana, dan sebagainya.

!arangan disusun berdasarkan satu kesatuan konsep, dikembangan dalam urutan logis, sistematik, jelas, dan akurat. Urutan dapat disususn berdasarkan urutan peristiwa, waktu, ruang, penalaran (induksi, deduksi, sebab-akibat), proses, kepentingan, dan sebagainya. a. Urutan Peristiwa (!ronologis)

!arangan dengan urutan peristiwa seara kronologis ialah menyajikan bahasan berdasarkan urutan kejadian. Peristiwa ini terjadi kemudian diuraikan lebih dulu, peristiwa yang terjadi kemudian diuraikan kemudian. Urutan dapat disajikan dengan pola sebagai berikut'

@ara pertama' urutan kronologis seara alami. Peristiwa ,

Peristiwa *,

Peristiwa +, dan seterusnya

@ara kedua' urutan peristiwa dengan sorot barik flashbak. )

(7)

(*) peristiwa pertama s.d ketiga dalam bentuk sorot balik atau flashbak, (+) kembali ke peristiwa terakhir dan melanjutkan erira.

Peristiwa terakhir  *) Peristiwa pertama Peristiwa kedua

Peristiwa ketiga

Untuk menyusun kronologi peristiwa, perhatikan kata-kata dan frasa berikut ini.

dalam peristiwa itu,

 peristiwa itu diawali dengan, dewasa ini,

sekarang ini,  pada waktu itu,

ketika itu,  bila,

sebelum, sementara,

dalam peristiwa itu, mula-mula, akhirnya,  peristiwa, kejadian,

 pertama, kedua, ketiga, selanjutnya, akhirnya, setelah itu, diawali, lalu, kemudian, akhirnya,  pada hari itu,

(8)

selama itu,

akan, sudah, sedang,

 proses itu diawali, dilanjutkan dan diakhiri,  peristiwa itu diakhiri dengan,

sejak itu, lalu,

selanjutnya

 b. Urutan Auang

Urutan ruang dipergunakan untuk menyatakan hubungan tempat atau ruang. Untuk menyatakan urutan ruang itu antara lain kita dapat mengguanakan ungkapan-ungkapan'

di sana, di sini, di situ, di, pada, di bawah, di atas, di tengah, di utara, di selatan, di depan, di muka, di belakang, di kiri, di kanan, di luar, di dalam,  berhadapan,

 bertolak belakang dengan,  berseberangan,

(9)

melalui, belok kanan,  belok kiri, ke depan,

ke atas, ke samping, di sisi, di seberang, di hadapan,

di persimpangan,

. Urutan &lur Penalaran

$erdasarkan alur penalarannya, suatu paragraf dapat dikembangkan dalam urutan umum-khusus dan umum-khusus-umum. Urutan ini menghasilkan paragraf deduktif dan induktif. #alam karangan yang panjang terdiri beberapa bab akan menghasilkan bab simpulan.

Urutan umum-khusus banyak dipergunakan dalam karya ilmiah. 5ulisan yang

paragraf- paragrafnya dikembangkan dalam urutan ini seara menyeluruh lebih mudah dipahami isinya.

d. Urutan !epentingan

Suatu karangan dapat dikembangkan dengan urutan berdasarkan kepentingan gagasan yang dikemukakan. #alam hal ini arah pembiaraan ialah dari yang paling penting sampai kepada yang paling tidak penting atau sebaliknya.

. Salah 0alar 

Salah nalar yaitu gagasan, perkiraan, keperayaan, atau kesimpulan yang keliru atau sesat. #i  bawah ini, ada ? maam salah nalar yang dapat disaksikan dalam karangan.

. #iduksi yang salah

(10)

+. Pemikiran Catau ini, atau ituD . Salah nilai atas penyebab 2. &nalogi yang salah

:. Penyimpangan masalah

;. Pembenaran pokok masalah lewat pokok sampingan <. &rgumentasi &d-/uminem

>. mbauan pada keahlian yang disangsikan ?. 0onseguitur3*4

E. si !arangan

si karangan dapat berupa sajian fakta (benda, kejadian, gejala, sifat atau iri sesuatu, dan sebagainya), pendapatBsikap dan tanggapan, imajinasi, ramalan, dan sebagainya. !arya ilmiah  berisi ilmu pengetahuan dan teknologi, membahas permasalahan, pembahasan, dan

 pembuktian. #alam bagian ini akan dibahas hal-hal yang berhubungan dengan fakta,

generalisasi, spekifikasi, klasifikasi, perbandingan dan pertentangan, sebab-akibat, analogi, dan perkiraan (ramalan).

. 6eneralisasi dan Spesifikasi

6eneralisasi adalah pernyataan yang berlaku untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. #i dalam pengambangan karangan, generalisasi perlu ditunjang pembuktian dengan fakta, ontoh-ontoh, data statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau iri khusus. Ungkapan generalisasi' F terbesar, ter ... F paling besar, F semua, setiap F tidak pernah,

(11)

F pada umumnya, F seara keseluruhan, Ungkapan pendukung' F enderung, F pada umumnya, F sebagian besar, F galibnya, F selalu,

F dukungan kuantitatif (angka)

generalisasi yang mengemukakan fakta disebut generalisasi faktual atau opini. 6eneralisasi faktual lebih mudah diyakini oleh pembaa daripada generalisasi yang berupa pendapat atau  penilaian (1alue judgement). Eakta mudah dibuktikan atau diuji. Perhatikan pernyataan- pernyataan berikut'

() a. !ependudukan merupakan masalah pokok dunia.  b. $aginya masalah itu terlalu remeh.

(*) a. 6uru adalah tenaga kependidikan.  b. Sudah selayaknya guru disoroti oleh masyarakat.

#engan segera dapat diketahui bahwa pernyataan-pernyataan a mengemukakan fakta, sedangkan b mengemukakan penilaianBpendapat.

*. !lasifikasi

!lasifikasi adalah pengelompokan fakta berdasarkan atas iri atau kriteria tertentu.

!lasifikasi ada dua jenis, yaitu klasifikasi sederhana yang mengelompokkan objek menjadi dua kelompok, misalnya' manusia terdiri dari dua jenis yaitu pria dan wanita, dan klasifikasi kompleks yang mengelompokkan objek menjadi tiga kelompok atau lebih, misalnya' usia

(12)

manusia dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu anak balita, anak usia sekolah S#, SMP, dan SMU, orang dewasa, dan manula.

#alam pengembangan karangan, klasifikasi merupakan karangan sejenis generalisasi. Eakta mengemukakan dua maam generalisasi yaitu generalisasi biasa dan generalisasi klasifikasi. @ontoh '

a. $ahasa-bahasa di Madagaskar, Eormosa, Eilipina, dan ndonesia termasuk rumpun  bahasa &ustronesia. (generalisasi klasifikasi)

 b. Semua mahasiswa mampu berpikir mandiri. (generalisasi) +. Perbandingan dan Pertentangan

Perbandingan ialah membahas kesamaan dan kemiripan. Sedangkan pertentangan ialah membahas perbedaan dan ketidaksamaan. !alimat-kalimat berikut merupakan dikator  perbandingan dan pertentangan.

G #ahulu di gunung kidul air sangat langka, sekarang mudah didapat. G &nak muda sekarang lebih bebas bergaul daaripada anak muda dahulu. G ndia adalah negara benua sedangkan ndonesia adalah negara maritim. G Perbedaan sistem liberal dan demokrasi Panasila.

!ata-kataBungkapan yang dipergunakan untuk menyatakan untuk perbandingan dan  pertentangan di antaranya' Untuk membandingkan' F sama dengan, F seperti, F seperti halnya, F menyerupai,

F hampir sama dengan, F selaras dengan,

(13)

F sesuai dengan, F tepat sama dengan, F demikian juga, F sama saja, F serupa dengan, F sejalan dengan Untuk mempertentangkan' F berbeda dengan, F bertentangan dengan, F berlawanan dengan, F .... sedangkan ...., F sebaliknya F dipihakn lain, F halnya dengan, F meskipun,

F lain halnya dengan, F kurang dari,

F tidak sama dengan, F akan tetapi.

(14)

Suatu peristiwa dapat menyebabkan serangkaian akibat sehingga timbullah serangkaian sebab-akibat. $erikut merupakan proses mengarang dengan penalaran sebab-akibat' ) Menentukan topik,

*) Menentukan pola, +) Menentukan sebab,

) Mulai menulis dengan kalimat topik yang menjadi sebab,

2) Menjelaskan sebab-sebab tersebut, mengapa sebab-sebab itu terjadi, :) MenyebutkanBmenjelaskan akibat yang ditimbulkan.

!ata atau ungkapan yang laHim digunakan' F oleh sebab itu, dengan pertimbangan bahwa F oleh karena itu,

F akibatnya, F alhasil, jadi, F sebab,

F dengan alasan itu,

F dengan alasan itu, pengalaman membuktikan bahwa, F karena.

2. &nalogi

&nalogi adalah bentuk suatu kias persamaan atau perbandingan dua atau lebih objek yang  berlainan.

Seara garis besar analogi dapat dibedakan atas' ) &nalogi sederhana

(15)

F Mudah dipahami karena menari persamaan dua objek yang tidak menuntut penjelasan fakta seara mendalam.

F Menari persamaan dua objek berdasarkan salah satu dari objek tersebut yang sudah diketahui.

@ontoh' 6adis itu bagaikan bunga mawar di kelas kami. *) &nalogi yang berupa kiasan

F Sulit dipahami karena bersifat subjektif.

F Menari persamaan dengan menggunakan ungkapan atau kiasan. @ontoh' #aya pikir mahasiswa itu tajam.

&nalogi berdasarkan pengungkapan si' ) &nalogi deklaratif 

F Menjelaskan suatu objek yang belum dikenal berdasarkan persamaannya dengan objek yang sudah dikenal.

F 5idak menghasilkan simpulan.

F 5idak memberikan pengetahuan baru.

F !ata-kata yang digunakan dalam analogi deklaratif adalah bagaikan, laksana, seperti,  bagai.

F se.... (kale keadaan, misalnya IseindahJ). @ontoh'

a berdiri di depan kelas dengan wajah merah padam. Matanya melotot bagaikan $atara !ala yang sedang marah. 9alu, sambil meletakkan pistol dari tangan kirinya di meja, seperti

militer siap tembak musuh. a memukul meja di hadapannya, sambil berteriak tak terkendali. Suaranya menggelegar, mengejutkan seperti guntur di musim panas. Semua orang yang hadir terdiam dan mengerut seperti bekiot disiram garam.

*) &nalogi induktif 

F Menjelaskan suatu objek yang dapat memberikan pengetahuan baru.

(16)

F !esimpulan dapat dijadikan dasar pengetahuan bagi objek yang lain, berdasarkan  persamaan iri.

F !ata-kata yang sering digunakan' maka, dengan demikian, dengan begitu. @ontoh'

Pada pertengahan "uli ><, Saya pergi ke kampus 9ondon Uni1ersity untuk mengikuti kuliah pagi. Masih ada waktu +? menit untuk mengikuti kuliah tersebut maka Saya dapat  berjalan santai sambil menikmati musim panas yang masih terasa sejuk. #i depan kampus,

tiba-tiba Saya mendengar teriakan, I /alo ndonesia I. Saya menengok ke arah suara, sambil  bertanya, I /ow do you know  I . Meraka bertiga menjawab dalam bahasa ndonesia, I

Mudah saja, walaupun &nda tampak seperti orang philipin, ja lan &nda persis orang

ndonesia. Santai K I. #engan pengalaman itu, saya perlu mengubah jalan Saya. Lalaupun tidak seepat orang nggris atau orang ropa pada umumnya. Mereka benar. %rang berjalan santai berisiko diopet, dipalak, atau sejenisnya. 5egasnya, Saya harus berjalan epat seperti kebiasaan orang ropa.

:. /ubungan !ausal

/ubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling

 berhubungan. Misalnya, tembok ditekan, akibatnya bel berbunyi. #alam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan.3+4

;. Aamalan dan Perkiraan

Aamalan adalah semaam inferensi yang berisi pernyataan tentang sesuatu yang terjadi pada waktu yang akan datang. Aamalan dibedakan menjadi atas ramalan tidak ilmiah dan ramalan ilmiah. Aamalan tidak ilmiah adalah ramalan yang diperoleh melalui prosedur yang tidak ilmiah. Misalnya, sesuatu yang bersifat gaib. Aamalan ilmiah disusun berdasarkan hasil  penalaran ilmiah, perhitungan atas fakta, pengalaman empirik, pengujian, atau analisis

ilmiah.

!ata-kata yang laHim digunakan dalam perkiraan' G memperkirakanBdiperkirakan,

(17)

G ditaksir, G sangat mungkin, G boleh jadi, G anggapan, G dapat diproyeksikan, G mungkin, G diduga akan. 6. Simpulan

#ata yang dianalisis dan die1akuasi menghasilkan fakta. Eakta hasil analisis dapat

diinterpretasikan menjadi suatu simpulan yang dapat barupa' perkiraan, implikasi, inferensi, atau tindakan.

a. mplikasi adalah simpulan yang bersifat melibatkan data. Misalnya' Sore hari ini tidak hujan. !esimpulan tersebut diambil berdasarkan fakta yang masih terlihat pada saat simpulan dibuat.

 b. nferensi diambil berdasarkan analisis yang bersumber pada referensi atau rujukan. Misalnya' Majapahit adalah kerajaan di "awa timur yang mengalami kejayaan pada masa kekuasaan /ayam Luruk dan Patih 6ajah Mada. Simpulan tersebut didasarkan pada tanda-tanda atau sisa-sisa yang masih diamati sebagai argumentasi.

. 5indakan adalah simpulan yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari suatu kajian. Misalnya' Setelah dilakukan studi yang mendalam, sebuah perusahaan hampir bangkrut karena mesin teknologi yang digunakan sudah usang. &lternatif solusi, menjual perusahaan dengan harga murah atau meminjam uang di bank untuk peremajaan mesin produksi.

$&$  P0U5UP

(18)

. Penalaran karangan ialah proses berpikir logis untuk mengkaji hubungan-hubungan fakta yang terdapat dalam karangan sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa  pengetahuan atau pengertian baru. !emudian hasil atau simpulan dalam suatu karangan itu

menghasilkan sebuah analisis induktif dan deduktif.

*. nduktif dan deduktif pada dasarnya merupakan proses bernalar yang nantinya akan menghasilkan suatu simpulan.

+. #alam karangan terdapat isi karangan. si karangan tersebuta meliputi generalisasi, klasifikasi, perbandingan dan pertentangan, sebab dan akibat, analogi, ramalan dan perkiraan, dan simpulan.

$. !ritik dan Saran

Semoga dengan adanya makalah ini para pembaa dan kami selaku pemateri, mendapatkan manfaatnya. #an apabila terdapat kekhilafan dan kekurangan dalam penulisan atau penyajian makalah ini kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar makalah ini lebih bermanfaat di masa yang akan datang.

#&E5&A PUS5&!&

&lek dan &hmad., *??, $ahasa ndonesia untuk Perguruan 5inggi, "akarta ' !enana Prenada Media 6roup.

&rifin, ainal dan 5asai, &mran., *??:, @ermat $erbahasa ndonesia Untuk Perguruan 5inggi, "akarta ' &kapres

Muawanah, Siti., *?*. $ahan &jar $ahasa ndonesia "urusan !P, $ahsasa nggris, $ahasa &rab. Palangka Aaya' Sekolah 5inggi &gama slam 0egeri

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan di bidang bahasa, khususnya mengenai pola penalaran dan salah nalar siswa dalam karangan..

Karangan ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis dengan metodologi penulisan yang baik dan benar.. Dimana dalam penulisan

Penalaran dimulai dengan mengemukakan fakta berupa sebab kemudian disusul dengan kesimpulan yang berupa akibat. Penalaran jenis ini dimulai dengan mengemukakan

Secara leksikal, menurut Kamus Merriam Webster, Penalaran berarti proses berpikir tentang sesuatu dengan cara yang logis untuk membentuk suatu kesimpulan atau

Menurut Suriasumantri (2010 : 42) penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa

 Simpulan yang berupa generalisasi ditarik dengan melihat ciri-ciri umum yang terdapat dalam semua atau sebagian besar data/fakta.. Generalisasi selalu dibuat dengan suatu

Logika Berpikir Sebagai Dasar Penalaran Ilmiah dalam Menghasilkan Pengetahuan Baru Logika berasal dari kata Yunani "logika", yang terkait idengan ikata ibenda “logos”, sesuatu yang

 Ciri-ciri karangan deskripsi: a Karangan menggambarkan objek nyata b Karangan menunjukkan suatu objek dengan sangat jelas c Karangan mempunyai sifat objektif d Karangan dibuat