• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologi di DAS Bulok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Perubahan Penggunaan Lahan terhadap Karakteristik Hidrologi di DAS Bulok"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Curah hujan rata-rata bulanan DAS Bulok tahun 2001-2011.
Tabel 2. Perubahan Penggunaan Lahan DAS Betung tahun 2001, 2006, dan 2011.
Tabel 3. Debit rata-rata bulanan DAS Bulok tahun 2001, 2006, dan 2011.
Gambar 1. Perbandingan penggunaan lahan dengan koefisien aliran permukaan DAS Bulok Parameter karakteristik hidrologi digunakan pada penelitian ini yaitu fluktuasi debit dan koefisien  aliran  permukaan

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat 8 kelas tutupan lahan hasil dari interpretasi visual citra yaitu hutan tanaman pinus, pemukiman, badan air, pertanian lahan kering, sawah,

Pola perubahan tutupan lahan yang terjadi pada periode tahun 1990-2001 menunjukkan perubahan dominan dari lahan budidaya pertanian yaitu sawah,. tegalan dan kebun campuran

Badan Air Hutan Primer Hutan Sekunder Kebun Sawit Kebun Karet Pertanian Lahan. Kering Campuran

Teknik konservasi tanah secara vegetatif yang dapat diterapkan pada pertanian lahan kering, pertanian lahan kering bercampur semak, dan tanah terbuka di DAS Pompong

Perubahan pola penggunaan lahan memberi dampak pada pengurangan kapasitas resapan, terutama dilihat dari proporsi perubahan luasan pertanian ini dikawasan

Perubahan pola penggunaan lahan memberi dampak pada pengurangan kapasitas resapan, terutama dilihat dari proporsi perubahan luasan pertanian ini dikawasan

Penerapan agroteknologi pada lahan pertanian dan pengembalian fungsi kawasan hutan (skenario 4) memberikan respons terbaik terhadap karakteristik hidrologi berupa

Fungsi kawasan hutan pada wilayah APL perubahan yang terbesar yaitu hutan lahan kering sekunder menjadi pertanian lahan kering dengan luasan 2118,8 Ha, untuk fungsi kawasan hutan pada