• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Memasuki bulan Juni tahun 2017, yang bertepatan dengan bulan ramadhan dan hari raya idul fitri 1438 H, harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum mengalami kenaikan yang cukup berarti. Hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,67 pada bulan Mei menjadi 136,64 pada bulan Juni atau terjadi perubahan indeks (inflasi) sebesar 0,72 persen.

 Semua kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut-turut: kelompok bahan makanan naik sebesar 1,06 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,81 persen; kelompok sandang naik sebesar 0,94 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,76 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,02 persen serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 1,05 persen.

 Komoditas yang dominan menyumbang inflasi pada bulan ini adalah tarip listrik, tarip angkutan antar kota, daging ayam ras, tarip angkutan udara, bawang merah, melon, rokok kretek filter, beras dan cumi-cumi segar.

 Laju inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,60 persen, sedangkan inflasi“Year on Year” (IHK Juni 2017 terhadap Juni 2016) tercatat sebesar 4,60 persen.

No. 36/07/36/Th.XI, 3 Juli 2017

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

JUNI 2017 BANTEN INFLASI 0,72 PERSEN

Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik terhadap 417 jenis barang dan jasa serta hasil

Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan,

dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Juni 2017 ini sebanyak 247 komoditas

mengalami perubahan harga. Rincian lengkapnya adalah 159 komoditas mengalami kenaikan harga

dan sisanya sebanyak 88 komoditas mengalami penurunan harga.

Hal tersebut diatas menyebabkan inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,72 persen, dengan kenaikan

Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,67 pada bulan Mei menjadi 136,64 pada bulan Juni.

Kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi Banten sebagai

berikut: kelompok bahan makanan sebesar 0,2454 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok

dan tembakau sebesar 0,0431 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar

0,1714 persen; kelompok sandang sebesar 0,0409 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0450;

kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,0013 persen; serta kelompok transpor,

komunikasi dan jasa keuangansebesar 0,1739 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan Juni

(2)

pria, cumi-cumi segar, sawi putih dan melon. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga

antara lain adalah bumbu masak jadi, labu siam, ikan ekor kuning, bawang putih, wafer dan cabe

rawit.

Tabel 1

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten

Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Juni 2017 (2012= 100)

Kelompok Pengeluaran Juni IHK 2016 IHK Mei 2017 IHK Juni 2017 Inflasi Juni 2017 *) Laju Inflasi Tahun 2017 **) Inflasi “Year on Year” **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 130.63 135.67 136.64 0.72 2.60 4.60 1. Bahan Makanan 142.15 146.77 148.33 1.06 1.73 4.34 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 142.81 149.98 150.29 0.21 3.06 5.24 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 121.92 128.61 129.65 0.81 4.82 6.35

4. Sandang 111.75 113.24 114.31 0.94 1.97 2.29

5. Kesehatan 128.74 132.24 133.25 0.76 1.54 3.51

6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 125.44 128.13 128.16 0.02 0.31 2.17 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 124.81 128.97 130.33 1.05 3.18 4.42 Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK Bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK Bulan Juni 2016

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Juni 2017

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)

(1) (2)

UMUM 0.7209

1. Bahan Makanan 0.2454

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0431 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.1714

4. Sandang 0.0409

5. Kesehatan 0.0450

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0013

(3)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

Kelompok

Bahan Makanan

IHK Naik 1,06 persen

Andil Inflasi 0,2454 persen

Indeks kelompok bahan makanan pada

bulan Juni 2017 mengalami kenaikan. Indeks

tercatat sebesar 148,33 dimana pada bulan lalu

tercatat sebesar 146,77 atau naik sebesar 1,06

persen.

Tujuh dari sebelas sub kelompok yang ada

pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks.

Beberapa sub kelompok yang mengalami

kenaikan indeks diantaranya adalah sub kelompok

buah-buahan naik sebesar 4,37 persen, sub

kelompok daging dan hasilnya naik sebesar 3,64

persen. Sedang subkelompok yang mengalami

penurunan indeks diantaranya adalah sub

kelompok bumbu-bumbuan turun sebesar 1,38

persen serta subkelompok ikan diawetkan turun

sebesar 0,43 persen.

Dari 109 komoditas yang ada pada kelompok ini, 107 komoditas diantaranya mengalami koreksi

harga. Koreksi harga positif atau kenaikan harga terjadi pada 62 jenis komoditas. Komoditas yang

dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain daging ayam ras sebesar 0,0783 persen,

bawang merah sebesar 0,0382 persen, melon sebesar 0,0246 persen, beras sebesar 0,0215 persen dan

cumi-cumi segar sebesar 0,0213 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi antara

lain: bawang putih sebesar 0,0428 persen, cabe merah sebesar 0,0158 persen, dan bumbu masak jadi

sebesar 0,0105 persen.

Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

IHK Naik 0,21 persen

Andil Inflasi 0,0431 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK)

kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan

tembakau pada bulan ini mengalami

kenaikan dari 149,98 pada bulan lalu menjadi

150,29 pada bulan Juni 2017 dengan

perubahan sebesar 0,21 persen. Andil inflasi

yang diberikan tercatat sebesar 0,0431 persen.

Dua dari tiga sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks yakni sub

kelompok minuman yang tidak beralkohol naik sebesar 0,42 persen dan sub kelompok tembakau dan

minuman beralkohol naik sebesar 0,59 persen. Sementara pada sub kelompok makanan jadi mengalami

penurunan indeks sebesar 0,02 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Bahan Makanan 148.33 1.06 1.73 Padi2an & umbi2an 121.20 0.56 3.26 Daging & Hasilnya 166.07 3.64 -0.43 Ikan Segar 140.76 1.65 4.57 Ikan Diawetkan 158.62 -0.43 8.43 Telur, Susu & Hasilnya 143.22 0.43 0.10 Sayur-sayuran 177.07 1.71 6.62 Kacang-kacangan 117.90 -0.29 -0.06 Buah-buahan 167.17 4.37 11.51 Bumbu-bumbuan 219.54 -1.38 -16.70 Lemak & Minyak 159.18 -0.09 12.99 Bhn Mkn Lainnya 172.45 2.20 10.17

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Makanan Jadi, Minuman,

Rokok & Tembakau 150.29 0.21 3.06

Makanan Jadi 147.80 -0.02 3.03 Minuman Yg Tdk Beralkohol 137.47 0.42 0.86 Tembakau & Minuman beralkohol 167.96 0.59 4.62

(4)

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah pada komoditas rokok kretek filter

sebesar 0,0226 persen, air kemasan sebesar 0,0168 persen, dan rokok kretek sebesar 0,0065 persen.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah wafer dengan andil 0,0102 persen

dan minuman ringan dengan andil 0,0045 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

IHK Naik 0,81 persen

Andil Inflasi 0,1714 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

mengalami kenaikan dari 128,61 pada bulan lalu

menjadi 129,65 pada bulan Juni 2017 dengan

perubahan indeks sebesar 0,81 persen.

Dua dari empat sub kelompok pada

kelompok ini mengalami kenaikan indeks.

Kenaikan terbesar terjadi pada sub kelompok

bahan bakar, penerangan dan air, yang naik

sebesar 2,70 persen.

Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil

inflasi sebesar 0,1714 persen. Kontribusi terbesar kembali disumbangkan oleh kenaikan tarip listrik

dengan andil sebesar 0,1660 persen. Sementara komoditas yang memberi andil deflasi diantaranya

adalah gelas minum sebesar 0,0011 persen, pembasmi nyamuk bakar sebesar 0,0010 persen dan kipas

angin sebesar 0,0008 persen.

Kelompok Sandang

IHK Naik 0,94 persen

Andil Inflasi 0,0409 persen

Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok

Sandang tercatat mengalami kenaikan indeks

sebesar 0,94 persen yakni 113,24 pada bulan lalu

menjadi 114,31 pada bulan Juni 2017. Semua sub

kelompok yang ada pada kelompok ini

mengalami kenaikan indeks, yaitu

berturut-turut sub kelompok sandang laki-laki naik

sebesar 0,80 persen dan sub kelompok sandang

wanita naik sebesar 1,53 persen, sub kelompok barang sandang anak-anak naik sebesar 0,10

persen dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya naik sebesar 1,43 persen

Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah, emas perhiasan sebesar

0,0114 persen, baju muslim wanita sebesar 0,0091 persen, dan sandal kulit pria sebesar 0,0089 persen.

Sementara itu komoditas yang memberikan andil deflasi diantaranya sandal kulit wanita sebesar 0,0033

persen, baju kaos/t-shirt pria sebesar 0,0016 persen dan sepatu anak sebesar 0,0005 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Perumahan, Air, Listrik, Gas

& Bahan Bakar 129.65 0.81 4.82

Biaya Tempat Tinggal 115.20 0.00 1.22 Bhn Bakar, Penerangan & Air 170.94 2.70 15.08 Perlengkapan Rumahtangga 130.97 -0.07 0.88 Penyelenggaraan RT 120.91 0.24 0.16

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi

Sandang 114.31 0.94 1.97 Sandang Laki-laki 124.44 0.80 3.03 Sandang Wanita 113.05 1.53 3.29 Sandang Anak-anak 114.68 0.10 -0.97 Brg Pribadi & Sandang lainnya 102.64 1.43 2.33

(5)

Kelompok Kesehatan

IHK Naik 0,76 persen

Andil Inflasi 0,0450 persen

Indeks harga kelompok kesehatan pada

bulan ini mengalami kenaikan dari 132,24 pada

bulan lalu menjadi 133,25 pada bulan ini atau

naik sebesar 0,76 persen. Semua sub kelompok

yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan

indeks yaitu berturut-turut sub kelompok jasa

kesehatan naik sebesar 0,36 persen, sub kelompok

obat-obatan naik sebesar 0,11 persen,

subkelompok perawatan jasmani naik sebesar 6,04

persen dan subkelompok perawatan jasmani dan

kosmetik naik sebesar 1,04 persen.

Dari 38 komoditas yang ada pada kelompok ini, 27 komoditas diantaranya mengalami koreksi

harga. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya adalah ongkos bidan sebesar

0,0116 persen, sabun mandi sebesar 0,0116 persen, dan tarip gunting rambut pria sebesar 0,0066 persen.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu shampo sebesar 0,0005 persen, dan bedak

dengan andil 0,0005 persen.

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

IHK Naik 0,02 persen

Andil Inflasi 0,0013 persen

Besaran angka indeks Harga Konsumen

(IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah

raga pada bulan ini naik dari 128,13 menjadi

128,16 dengan perubahan indeks sebesar 0,02

persen.

Dari lima sub kelompok yang ada pada

kelompok ini, dua sub kelompok mengalami

kenaikan indeks yaitu berturut turut, sub

kelompok kursus-kursus/ pelatihan naik sebesar

0,67 persen, dan sub kelompok olahraga naik

sebesar 0,01 persen. Pada sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan mengalami penurunan

indeks sebesar 0,30 persen. Sementara pada sub kelompok jasa pendidikan dan sub kelompok rekreasi

tidak mengalami perubahan indeks,

Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan

andil inflasi sebesar 0,0013 persen. Komoditas yang memberi andil inflasi terbesar pada bulan ini adalah

bimbingan belajar dengan andil 0,0043 persen dan buku tulis bergaris sebesar 0,0035 persen. Sementara

komoditas yang memberikan andil deflasi adalah PC/ Desktop yaitu sebesar 0,0078 persen dan

VCD/DVD Player sebesar 0,0004 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Kesehatan 133.25 0.76 1.54 Jasa Kesehatan 132.26 0.36 1.70 Obat-obatan 127.06 0.11 -1.64 Jasa Perawatan Jasmani 187.13 6.04 7.50 Perawatan Jasmani &

Kosmetik 130.76 1.04 2.35 110.29 0.14 1.88

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Pendidikan, Rekreasi & OR 128.16 0.02 0.31 Jasa Pendidikan 123.92 0.00 0.10 Kursus2/Pelatihan 184.82 0.67 3.97 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 134.03 -0.30 -0.54 Rekreasi 122.45 0.00 0.14 Olahraga 147.62 0.01 0.46

(6)

Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

IHK Naik 1,05 persen

Andil Inflasi 0,1739 persen

Indeks Harga Konsumen pada kelompok

ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,05

persen yakni dari 128,97 pada bulan lalu menjadi

130,33 pada bulan Juni 2017. Tiga dari empat sub

kelompok yang ada mengalami peningkatan

indeks yaitu sub kelompok transpor naik sebesar

1,44 persen, dan sub kelompok komunikasi dan

pengiriman naik sebesar 0,17 persen dan sub

kelompok sarana dan penunjang naik sebesar 0,06 persen. Sementara pada sub kelompok lainnya

yaitu sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami koreksi indeks.

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah tarip angkutan

antar kota dengan andil sebesar 0,1168 persen, disusul kemudian oleh tarif angkutan udara sebesar

0,0432 persen dan tarip pulsa ponsel dengan andil 0,0061 persen.

Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju

Transpor, Komunikasi &

Jasa Keuangan 130.33 1.05 3.18

Transpor 138.99 1.44 1.95 Komunikasi & Pengiriman 106.00 0.17 4.32 Sarana & Penunjang Transpor 141.41 0.06 13.99 Jasa Keuangan 117.99 0.00 0.00

(7)

PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON

BULAN JUNI 2017

Pada bulan Juni 2017, perkembangan harga barang dan jasa (inflasi) di tiga kota IHK di Banten

adalah sebagai berikut : Kota Serang 0,84 persen, Kota Tangerang 0,69 persen dan Kota Cilegon 0,76

persen. Laju inflasi tahun kalendernya adalah Kota Serang 3,49 persen; Kota Tangerang 2,26 persen dan

Kota Cilegon 3,49 persen.

Tabel 3

IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Juni 2017 (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran

Serang Tangerang Cilegon

IHK Juni 2017 Inflasi Juni 2017 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Juni 2017 Inflasi Juni 2017 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Juni 2017 Inflasi Juni 2017 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 137.66 0.84 3.49 136.63 0.69 2.26 135.56 0.76 3.49 1. Bahan Makanan 147.35 1.63 3.14 149.20 1.02 0.19 147.66 0.98 3.02 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &

Tembakau 155.66 0.25 2.41 151.15 0.20 3.19 139.46 0.22 3.16 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan

Bakar 133.06 1.67 8.16 128.10 0.49 3.83 134.29 1.57 6.41 4. Sandang 111.97 0.24 1.98 113.68 1.23 2.05 120.46 0.23 1.53 5. Kesehatan 126.95 0.04 4.96 136.22 0.97 1.31 124.16 0.38 3.48 6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 126.69 -0.01 0.06 125.55 -0.02 0.36 144.14 0.29 0.32 7. Transpor, komunikasi & Jasa

Keuangan 128.90 -0.79 -5.44 132.39 1.23 3.20 120.66 0.69 3.69 Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK Bulan Desember 2016

Tabel 4

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan Juni 2017 (%)

Kelompok Pengeluaran Serang Tangerang Cilegon

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0.8431 0.6884 0.7596

1. Bahan Makanan 0.3456 0.2223 0.2578

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.0606 0.0384 0.0489 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.3471 0.1130 0.2908

4. Sandang 0.0141 0.0514 0.0136

5. Kesehatan 0.0017 0.0595 0.0148

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga -0.0003 -0.0022 0.0224 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.0743 0.2060 0.1113

(8)

Gambar 1

Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Juni 2017

Umum Bahan Makanan

Makanan

Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Serang 137.66 147.35 155.66 133.06 111.97 126.95 126.69 128.90 Tangerang 136.63 149.20 151.15 128.10 113.68 136.22 125.55 132.39 Cilegon 135.56 147.66 139.46 134.29 120.46 124.16 144.14 120.66 Banten 136.64 148.33 150.29 129.65 114.31 133.25 128.16 130.33 100.00 110.00 120.00 130.00 140.00 150.00 160.00

(9)

Tabel 5

Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Juni 2017

Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK Bulan Desember 2016 ***) Persentase perubahan IHK Bulan Juni 2017 terhadap IHK Bulan Juni 2016

Pada bulan Juni 2017, semua kota IHK yang ada di pulau jawa mengalami inflasi. Inflasi

tertinggi terjadi di Sukabumi yaitu sebesar yaitu sebesar 1,02 persen, disusul kemudian oleh Bandung

dan Cilacap dengan besaran yang sama yaitu sebesar 0,99 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di

Malang dan Semarang, dengan besaran yang sama yaitu sebesar 0,37 persen. Kota berikutnya yang

mengalami inflasi terendah adalah Sumenep yaitu sebesar 0,40 persen.

Laju inflasi year on year, tertinggi masih tercatat di Kota Cilegon yaitu sebesar 5,74 persen.

Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi adalah Kudus sebesar 5,56 persen, Cilacap sebesar

5,47 persen, dan Madiun sebesar 5,34 persen. Sedangkan laju inflasi year on year terendah terjadi di

kota Banyuwangi sebesar 2,96 persen. Berturut-turut berikutnya adalah Probolinggo sebesar 3,48

persen, Sumenep sebesar 3,66 persen, dan Cirebon sebesar 3,91 persen.

Kota Juni IHK 2016 IHK Mei 2017 IHK Juni 2017 Inflasi Juni 2017 *) Laju Inflasi Tahun Kalender 2017 **) Inflasi Year on Year **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 124.29 128.60 129.19 0.46 2.31 3.94 2. Bogor 123.58 129.14 129.95 0.63 3.08 5.15 3. Sukabumi 123.03 127.96 129.26 1.02 3.33 5.06 4. Bandung 123.23 127.08 128.34 0.99 2.44 4.15 5. Cirebon 120.10 123.83 124.79 0.78 3.00 3.91 6. Bekasi 121.13 124.99 126.11 0.90 2.47 4.11 7. Depok 122.89 127.11 128.34 0.97 3.21 4.43 8. Tasikmalaya 123.07 127.21 127.89 0.53 2.78 3.92 9. Cilacap 125.79 131.37 132.67 0.99 3.80 5.47 10. Purwokerto 121.36 125.99 127.23 0.98 3.25 4.84 11. Kudus 128.88 135.30 136.05 0.55 3.70 5.56 12. Surakarta 120.91 124.80 125.88 0.87 2.83 4.11 13. Semarang 122.42 127.38 127.85 0.37 2.62 4.44 14. Tegal 120.55 125.10 126.23 0.90 3.05 4.71 15. Yogyakarta 121.43 125.87 126.64 0.61 2.78 4.29 16. Jember 120.95 125.23 125.78 0.44 2.63 3.99 17. Banyuwangi 121.47 124.49 125.07 0.47 2.10 2.96 18. Sumenep 121.49 125.44 125.94 0.40 2.38 3.66 19. Kediri 121.06 125.51 126.06 0.44 2.86 4.13 20. Malang 124.17 129.88 130.36 0.37 3.17 4.99 21. Probolinggo 121.95 125.31 126.19 0.70 2.53 3.48 22. Madiun 121.07 126.67 127.53 0.68 3.90 5.34 23. Surabaya 123.50 128.90 129.57 0.52 3.02 4.91 24. Tangerang 131.06 135.70 136.63 0.69 2.26 4.25 25. Cilegon 128.20 134.54 135.56 0.76 3.49 5.74 26. Serang 130.72 136.51 137.66 0.84 3.49 5.31 27. BANTEN 130,63 135.67 136.64 0.72 2.60 4.60

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Agoes Soebeno, M.Si Kepala BPS Provinsi Banten

Telepon: 0254-267027

E-mail : [email protected]; [email protected] Website : banten.bps.go.id

Referensi

Dokumen terkait

(a) Panel Pemeriksa diberikan 5 minit untuk berbincang tentang prestasi pelajar semasa peperiksaan (long case & short case). (b) Pada akhir perbincangan,

–[11.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita. pindai terhadap port

Saran ditujukan pada dosen, kegiatan Lesson Study dapat diterapkan pada perkuliahan lainnya dengan materi pembahasan yang memiliki ciri khas dan pada mahasiswa

Penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ini setiap tahunnya selalu menjadi program rutin Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, namun pada hasilnya kasus ini tidak

Jika bilai signifikansi dari t hitung lebih besar dari nilai α (p > 0,05) maka hipotesis ditolak, berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel

pembentukan struktur organisasi tentang kelompok peduli stroke, langkah kedua dengan melakukan pelatihan maupun penyuluhan kepada anggota kelompok peduli stroke, dan langkah

Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Kampoeng Kopi Banaran adalah Kereta Wisata. Kereta Wisata adalah sebuah mobil yang sudah dimodifikasi. Dengan perjalanan sekitar

Desa Umpanga Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali dengan keterlibatan masyarakat Desa Umpanga pada pengukuran kembali areal lokasi transmigrasi, pembukaan