• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

No.20/03/64/Th.XVIII, 2 Maret 2015

PRODUKSI PADI, JAGUNG DAN KEDELAI

( Angka Sementara 2014) PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Keterangan;

ATAP 2013, adalah Angka Tetap 2013 berdasarkan realisasi produksi Januari – Desember 2013

Asem 2014, adalah Angka Sementara berdasarkan realisasi produksi Januari – Desember 2014 tetapi belum final, karena mengantisipasi kelengkapan laporan. ATAP 2014 diperkirakan akan terbit pada bulan Juli 2015.

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

A. PADI

 Angka Sementara (ASEM) produksi padi tahun 2014 diperkirakan sebesar 115.302 ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan produksi tahun 2013 (ATAP 2013), terjadi penurunan sebanyak 9.422 ton GKG (-7,55 persen). Penurunan produksi padi terjadi karena adanya penurunan luas panen padi seluas 3.929 hektar (-10,94 persen).

 Perkiraan penurunan produksi padi tahun 2014 terbesar terjadi di Kabupaten Bulungan.

B. JAGUNG

 Angka Sementara (ASEM) produksi jagung tahun 2014 diperkirakan sebesar 1.235 ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2013 (ATAP 2013), terjadi peningkatan sebanyak 262 ton (26,93 persen). Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 136 hektar (30,56 persen).

 Peningkatan produksi jagung tahun 2014 yang terbesar terjadi di Kabupaten Bulungan.

C. KEDELAI

 Angka Sementara (ASEM) produksi kedelai tahun 2014 diperkirakan sebesar 97 ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2013 (ATAP 2013) , terjadi peningkatan sebanyak 13 ton (15,48 persen). Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena meningkatnya luas panen seluas 13 hektar (15,48 persen).

 Perkiraan peningkatan produksi kedelai tahun 2014 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Bulungan.

(2)

1. PENDAHULUAN

Data produksi tanaman pangan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini mencakup produksi padi, jagung dan kedelai. Penyajian data produksi tanaman pangan dilakukan oleh BPS sebanyak 4 (empat) kali dengan status angka yang berbeda. Angka Ramalan I (ARAM I) terdiri dari realisasi produksi Januari-April dan angka ramalan/perkiraan Mei-Desember berdasarkan luas tanaman kondisi akhir bulan April dan rencana tanam bulan Mei sampai dengan Agustus. Angka Ramalan II (ARAM II) terdiri dari realisasi produksi Januari-Agustus dan angka ramalan/perkiraan September-Desember berdasarkan luas tanaman akhir bulan Agustus. Angka Sementara (ASEM) merupakan realisasi produksi Januari-Desember tahun sebelumnya tetapi belum final, karena mengantisipasi kelengkapan laporan. Angka Tetap (ATAP) adalah realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember) tahun sebelumnya, dan merupakan angka final. Jadwal rilis ARAM, ASEM dan ATAP melalui Berita Resmi Statistik adalah sebagai berikut:

Status Angka

Jadwal Rilis BRS

(tahun t)

Subround

Januari-April Mei-Agustus

September-Desember

1. ARAM I (t) Awal Juli REALISASI RAMALAN

2. ARAM II (t) Awal Nopember REALISASI RAMALAN

3. ASEM (t-1) Awal Maret REALISASI (angka belum final)

4. ATAP (t-1) Awal Juli REALISASI (angka final)

t = tahun

Para konsumen data perlu mencermati status angka tersebut dalam penggunaannya, baik untuk evaluasi/monitoring maupun perencanaan. Diharapkan konsumen data selalu mengacu pada hasil penghitungan dengan status angka yang terakhir.

(3)

2. PRODUKSI PADI

a. Angka Sementara Tahun 2014

Penyusunan Angka Sementara (ASEM) tahun 2014 masih memungkinkan untuk dilakukan perbaikan/revisi pada Angka Tetap (ATAP) tahun 2014.

Angka Tetap (ATAP) produksi padi tahun 2013 sebesar 124.724 ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan produksi tahun 2012, terjadi penurunan sebanyak 12.566 ton (-9,15 persen). Penurunan produksi disebabkan oleh berkurangnya luas panen seluas 4.687 hektar (-11,54 persen). Penurunan produksi padi terjadi di Kabupaten Bulungan.

Angka Sementara (ASEM) produksi padi tahun 2014 diperkirakan sebesar 115.302 ton Gabah Kering Giling (GKG). Dibandingkan produksi tahun 2013, terjadi penurunan produksi sebanyak 9.422 ton (-7,55 persen). Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 3.929 hektar (-10,94 persen). Perkiraan penurunan produksi padi tahun 2014 terbesar terjadi di Kabupaten Bulungan.

Perkiraan penurunan produksi padi tahun 2014 sebesar 12.566 ton (-9,15 persen) terjadi pada subround Januari-April sebesar 10.737 ton (-11,71 persen) dan subround Mei-Agustus sebesar 1.908 ton (-11,48 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2013 (year on year). Sementara pada subround September-Desember mengalami peningkatan sebesar 3.223 ton (19,61 persen).

b. Pola Panen Tahun 2012-2014

Pola panen padi tahun 2014 diperkirakan masih akan sama dengan pola panen tahun 2013 maupun 2013 dimana puncak panen selalu terjadi pada subround Januari-April dan pada subround selanjutnya (Mei-Agustus) luas panen padi menurun tajam, dan mengalami sedikit peningkatan pada subround September-Desember (Gambar 1).

Gambar 1. Pola Panen Padi, 2012-2014

0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000

Jan-April Mei-Agust Sep-Des

2012 2013 2014

(4)

Tabel 1. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha) 40.613 35.926 31.997 -4.687 -11,54 -3.929 -10,94

2. Produktivitas (ku/ha) 33.80 34,72 36.04 0,92 2,72 1,32 3,80

3. Produksi (ton) 137.290 124.724 115.302 -12.566 -9,15 -9.422 -7,55 Keterangan: kualitas produksi padi adalah Gabah Kering Giling (GKG)

Tabel 2. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi Menurut Subround, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha)

- Januari – April 32.076 28.016 24.234 -4.060 -12,66 -3.782 -13,50 - Mei – Agustus 3.981 4.355 3.434 374 9,39 -921 -21,15 - Sept – Des 4.556 3.555 4.329 -1.001 -21,97 774 21,77 - Jan – Des 40.613 35.926 31.997 -4.687 -11,54 -3.929 -10,94 2. Produktivitas (ku/ha) - Januari – April 31,58 32,72 33,40 1,14 3,61 0,68 2,08 - Mei – Agustus 39,36 38,15 42,83 -1,21 -3,07 4,68 12,27 - Sept – Des 44,60 46,23 45,41 1,63 3,65 -0,82 -1,77 - Jan – Des 33,80 34,72 36,04 0,92 2,72 1,32 3,80 3. Produksi (ton) - Januari – April 101.302 91.674 80.937 -9.628 -9,50 -10.737 -11,71 - Mei – Agustus 15.668 16.616 14.708 948 6,05 -1.908 -11,48 - Sept – Des 20.320 16.434 19.657 -3.886 -19,12 3.223 19,61 - Jan – Des 137.290 124.724 115.302 -12.566 -9,15 -9.422 -7,55

(5)

3. PRODUKSI JAGUNG

a. Angka Sementara Tahun2014

AngkaTetap (ATAP) produksi jagung tahun 2013 diperkirakan sebesar 973 ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2012, terjadi penurunan sebanyak 1.882 ton (-65,92 persen). Penurunan produksi ini disebabkan menurunnya luas panen seluas 916 hektar (-67,30 persen). Penurunan produksi jagung yang relatif besar terjadi di Kabupaten Nunukan.

Sementara itu, pada Angka Sementara (ASEM) produksi jagung tahun 2014 diperkirakan sebesar 1.235 ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2013, terjadi peningkatan sebanyak 262 ton (26,93 persen). Peningkatan produksi terjadi karena meningkatnya luas panen seluas 136 hektar (30,56 persen). Peningkatan produksi jagung tahun 2014 diperkirakan terjadi di Kabupaten Bulungan.

Perkiraan peningkatan produksi jagung tahun 2014 sebesar 262 ton (26,93 persen) terjadi pada subround September-Desember sebesar 250 ton (103,31 persen) dan subround Mei-Agustus sebesar 48 ton (13,45 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama pada tahun 2013 (year on year). Sementara pada subround Januari-Aprill terjadi penurunan sebesar 36 ton (-9,63 persen)

b. Pola Panen Tahun 2012-2014

Pola panen jagung tahun 2014 diperkirakan akan berbeda dengan pola panen tahun 2013 dimana puncak panen terjadi pergeseran dari subround Januari-April bergeser ke periode September-Desember (Gambar 2).

Gambar 2. Pola Panen Jagung, 2012-2014

0 500 1.000 1.500 2.000 2.500

Jan-April Mei-Agust Sep-Des

2012 2013 2014

(6)

Tabel 3. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha) 1.361 445 581 -916 -67,30 136 30,56

2. Produktivitas (ku/ha) 20,97 21,87 21,26 0,90 4,29 -0,61 -2,79

3. Produksi (ton) 2.855 973 1.235 -1.882 -65,92 262 26,93 Keterangan: kualitas produksi jagung adalah pipilan kering

Tabel 4. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung Menurut Subround, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha)

- Januari – April 223 171 159 -52 -23,32 -12 -7,02 - Mei – Agustus 111 162 191 51 45,95 29 17,90 - Sept – Desember 1.027 112 231 -915 -89,09 119 106,25 - Jan – Desember 1.361 445 581 -916 -67,30 136 30,56 2. Produktivitas (ku/ha) - Januari – April 21,05 21,85 21,26 0,80 3,80 -0,59 -2,70 - Mei – Agustus 20,53 22,07 21,20 1,54 7,50 -0,87 -3,94 - Sept – Desember 21,01 21,61 21,30 0,60 2,86 -0,31 -1,43 - Jan – Desember 20.97 21,87 21,26 0,90 4,29 -0,61 -2,79 3. Produksi (ton) - Januari – April 470 374 338 -96 -20,43 -36 -9,63 - Mei – Agustus 228 357 405 129 56,58 48 13,45 - Sept – Desember 2.157 242 492 -1.915 -88,78 250 103,31 - Jan – Desember 2.855 973 1.235 -1.882 -65,92 262 26,93

(7)

4. PRODUKSI KEDELAI

a. Angka Sementara Tahun 2014

Angka Tetap (ATAP) produksi kedelai tahun 2013 sebesar 84 ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2012, terjadi penurunan sebanyak 228 ton (-73,08 persen). Penurunan produksi disebabkan menurunnya luas panen seluas 235 hektar (-73,67persen). Penurunan produksi kedelai yang relatif besar terjadi di Kabupaten Bulungan.

Sementara itu, pada Angka Sementara (ASEM) produksi kedelai tahun 2014 diperkirakan sebesar 97 ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2013, terjadi peningkatan produksi sebanyak 13 ton (15,48 persen). Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena meningkatnyannya luas panen seluas 13 hektar (15,48 persen).

Perkiraan peningkatan produksi kedelai tahun 2014 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Bulungan.

Perkiraan peningkatan produksi kedelai tahun 2014 sebesar 13 ton (15,48 persen) terjadi pada subround September-Desember sebesar 11 ton (64,71 persen) dan subround Januari-April sebesar 5 ton (17,86 persen). Sementara pada subround Mei-Agustus terjadi penurunan sebesar 3 ton (-7,69 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2013 (year on year).

Pola Panen Tahun 2012-2014

Pola panen kedelai tahun 2014 diperkirakan sama dengan pola panen tahun 2013 dimana puncak panen terjadi pada subround Mei-Agustus. (Gambar 3).

Gambar 3. Pola Panen Kedelai, 2012-2014

0 20 40 60 80 100 120 140

Jan-April Mei-Agust Sep-Des

2012 2013 2014

(8)

Tabel 5. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Kedelai, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha) 319 84 97 -235 -73,67 13 15,48

2. Produktivitas

(ku/ha) 9,79 10,00 10,00 0,21 2,15 0,00 0,00

3. Produksi (ton) 312 84 97 -228 -73,08 13 15,48

Keterangan: kualitas produksi jagung adalah biji kering

Tabel 6. Perkembangan LuasPanen, Produktivitas dan Produksi Kedelai Menurut Subround, 2012-2014 Uraian 2012 2013 2014 (ASEM) Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Luas Panen (ha)

- Januari – April 125 28 33 -97 -77,60 5 17,86 - Mei – Agustus 58 39 36 -19 -32,76 -3 -7,69 - September – Desember 136 17 28 -119 -87,50 11 64,71 - Januari – Desember 319 84 97 -235 -73,67 13 15,48 2. Produktivitas (ku/ha) - Januari – April 9,80 9,99 10,00 0,19 1,94 0,01 0,10 - Mei – Agustus 9,92 9,91 10,00 -0,01 -0,10 0,09 0,91 - September – Desember 9,73 10,23 10,00 0,50 5,14 -0,23 -2,25 - Januari – Desember 9,79 10,00 10,00 0,21 2,15 0,00 0,00 3. Produksi (ton) - Januari – April 122 28 33 -94 -77,05 5 17,86 - Mei – Agustus 58 39 36 -19 -32,76 -3 -7,69 - September – Desember 132 17 28 -115 -87,12 11 64,71 - Januari – Desember 312 84 97 -228 -73,08 13 15,48

(9)

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi :

Ir. Aden Gultom, M.M

(Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur) UB. Roosmawati, SE

(Kepala Bidang Statistik Produksi) Telp: (0541) 732793, Fax: (0541) 201121

Gambar

Gambar 1. Pola Panen Padi, 2012-2014
Tabel 2. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Padi  Menurut Subround, 2012-2014  Uraian  2012  2013  2014  (ASEM)  Perkembangan 2012-2013  2013-2014  Absolut  (%)  Absolut  (%)  (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  (6)  (7)  (8)
Gambar 2. Pola Panen Jagung, 2012-2014
Tabel 4. Perkembangan Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung  Menurut Subround, 2012-2014  Uraian  2012  2013  2014  (ASEM)  Perkembangan 2012-2013  2013-2014  Absolut  (%)  Absolut  (%)  (1)  (2)  (3)  (4)  (5)  (6)  (7)  (8)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Lukis litar elektrik mengunakan simbol-simbol yang ditunjukkan dalam Rajah 3[b] bagi menghubungkan sebuah pengawal-mikro Raspberry Pi dengan sebuah penderia kelembapan dan suhu

Mencermati hasil pembahasan pada bab sebelumnya dapat dikemukakan kesimpulan penelitian ini yaitu: Konsep pendidikan keluarga Zakiah Daradjat yaitu menekanakan pada

[r]

bahwa ketentuan pasal 110 huruf f dan pasal 156 ayat (1) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Retribusi Pelayanan Pasar

 Rumah Sakit kelas A : Lulusan S2-Gizi/Kesehatan atau S1-Gizi/Kesehatan dengan pendidikan dasar D3-Gizi, atau minimal lulusan D4-Gizi dengan pengalaman kerja tertentu.. 

Pasien yang dirawat pada instalasi rawat inap dapat mendaftar sebagai pasien rawat inap dengan dua cara, yang pertama mendaftar sebagai pasien rawat jalan lalu jika setelah

Diagnosis ditegakkan bila setelah bayi dan plasenta lahir ternyata perdarahan masih aktif dan banyak, bergumpal dan pada palpasi didapatkan fundus uteri masih setinggi

Berdasarkan uji determinasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan seluruh variabel independen yang meliputi kualitas produk, kualitas pelayanan,