• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - BAB I WIDYANINGRUM PBSI'11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - BAB I WIDYANINGRUM PBSI'11"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa mempunyai fungsi yang penting dalam kehidupan manusia. Fungsi tersebut adalah sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa digunakan oleh setiap manusia dalam kehidupannya mulai dari bangun tidur, melakukan aktivitas, hingga akan tidur lagi. Manusia menggunakan bahasa untuk mengungkapkan gagasan, pikiran, keinginan, pendapat, termasuk untuk berinteraksi antarsesama.

(2)

Guru sebagai seorang pendidik perlu menyadari bahwa belajar adalah ingin mengerti, belajar juga dikatakan sebagai usaha memecahkan permasalahan atau persoalan yang dihadapi. Guru sebagai pengajar yang baik harus dapat memunculkan semangat belajar siswa agar mau melakukan aktivitas belajar. Guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan motivasi agar siswanya melakukan aktivitas dengan baik.

Guru harus banyak menggunakan waktunya untuk berhubungan dengan murid. Mereka harus menarik perhatian murid, menyuruh mereka berbicara atau diam, menyuruh agar mereka mengatakan sesuatu atau menulis, dan mencoba mengecek apakah murid-murid mengikuti apa yang sedang dilakukan.

Adanya interaksi guru dan murid dalam proses belajar mengajar tidak ter-lepas dari peran guru dalam usahanya mendidik dan membimbing para siswa agar mereka dapat dengan sungguh-sungguh mengikuti proses belajar mengajar dengan baik. Misalnya, bagaimana cara guru TK mengorganisasikan materi ajar agar dapat dipahami oleh siswa, dan menerapkan metode belajar agar kreativitas anak tumbuh.

(3)

Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengembangkan kreativitasnya, yaitu melakukan kegiatan yang mengandung kelenturan, memanfaatkan imajinasi atau ekspresi diri, dan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah. Melalui kegiatan bermain, anak juga dapat melatih kemampuan bahasanya dengan cara mendengarkan beraneka bunyi, mengucapkan kata, memperluas kosa kata, berbicara sesuai dengan tata bahasa Indonesia, dan sebagainya (Moeslichatoen, 1999: 32).

Menurut Patmonodewa (2003: 29) murid taman kanak-kanak yang berusia mulai dari 3 sampai 6 tahun biasanya telah mampu mengembangkan keterampilan berbahasa yang dapat memikat orang lain melalui percakapan sederhana. Perkembangan keterampilan tersebut dapat dilihat ketika mereka bertanya, berdialog, dan bernyanyi. Keterampilan berbahasa yang sudah berkembang sangat berguna ketika mereka mulai bersekolah di taman kanak-kanak. Tanpa pengembangan bahasa, murid taman kanak-kanak akan sulit untuk menerima materi pelajaran yang diberikan gurunya. Keterampilan berbahasa itu akan terus bertambah seiring aktivitasnya selama bersekolah di lembaga pendidikan formal seperti taman kanak-kanak.

(4)

guru TK ketika berkomunikasi dengan muridnya. Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dimaksudkan agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan dalam tuturan itu. Tindak tutur direktif ini sangatlah perlu dimengerti karena merupakan tindak tutur yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar. Misalnya:

(1) “Hayo, lebih keras lagi baca doanya. Kalau sedang berdoa tidak ada yang berbicara sendiri.”

Konteks tuturan:

Tuturan seorang guru kepada muridnya pada saat berdoa sebelum proses belajar mengajar dimulai. Guru memerintahkan kepada murid-muridnya supaya mengeraskan suara dalam melafalkan doa belajar karena suara mereka hampir tidak terdengar.

Dalam tuturan (1) tampak jelas bahwa tuturan direktif digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu guru memerintah siswa melakukan tindakan seperti yang diujarkan oleh guru, yaitu berdoa lebih keras dan tidak berbicara sendiri.

(5)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bentuk tindak tutur direktif apa sajakah yang terdapat pada tuturan guru dalam proses belajar mengajar di TK Aisyiyah Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif guru taman kanak-kanak dalam proses belajar mengajar di TK Aisyiyah Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan berguna untuk berbagai pihak, baik secara teoretis maupun secara praktis, di antaranya sebagai berikut.

1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini dapat menambah dan menguatkan teori-teori yang sudah ada dalam pragmatik, khususnya dalam bidang tindak tutur direktif.

2. Manfaat Praktis

a. Penelitian ini bermanfaat untuk membina penggunaaan bahasa guru yang mengajar di taman kanak-kanak demi pembenahan bahasa pada tindak tutur guru.

(6)

E. Sistematika Penulisan

Dengan adanya sistematika penulisan yang disusun secara sistematis dan kronologis dimaksudkan agar pengidentifikasian dan penganalisisan masalah mudah ditemui dan dapat dimengerti. Sistematika penulisan penelitian dengan judul “Tindak Tutur Direktif Guru Taman Kanak-kanak dalam Proses Belajar Mengajar di TK Aisyiyah Desa Kasegeran Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas” secara keseluruhan terbagi atas lima bab, yaitu:

Bab pertama mengenai bab pendahuluan yang di dalamnya terdapat beberapa subbab, antara lain terdiri dari: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. Latar belakang masalah mengungkapkan alasan-alasan peneliti perlu melakukan penelitian ini. Rumusan masalah adalah perincian terhadap masalah yang akan dibahas. Tujuan penelitian mengungkapkan mengenai tujuan yang akan dicapai oleh penelitian ini. Manfaat penelitian mengungkapkan mengenai manfaat yang akan diperoleh pembaca setelah membaca penelitian ini. Adapun sistematika penulisan diperlukan karena untuk mempermudah bagian-bagian yang diungkapkan dalam penelitian ini.

(7)

tindak tutur direktif, karakteristik guru taman kanak-kanak, dan keterampilan guru dalam proses belajar mengajar.

Bab tiga berisi tentang metodologi penelitian. Adapun aspek-aspek yang berkaitan meliputi: jenis penelitian, pendekatan penelitian, data dan sumber data, metode penelitian yang terdiri dari tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan penyajian hasil analisis.

Bab empat berisi hasil penelitian dan pembahasan masalah dalam penulisan ini yang akan menyampaikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif guru taman kanak-kanak dalam proses belajar mengajar di TK Aisyiyah Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari isi paper ini adalah untuk menganalisa unjuk kerja sistem kompresi citra grayscale asli, apakah informasi data citra hasil rekonstruksi benar-benar dapat

5) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dalam rangka menunjang perbaikan regulasi pengusahaan UCG diperlukan litbang UCG di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan mengingat

1 Sebuah rancangan Peraturan Daerah atau Raperda menjadi tidak berpihak kepada masyarakat karena banyaknya campur tangan beberapa pihak yang mempunyai kepentingan atas

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, keabsahan akta notaris meliputi bentuk isi, kewenangan pejabat yang membuat, serta pembuatannya harus memenuhi

Banyak pendekatan yang dapat digunakan, salah satunya adalah model konseling spiritual teistik, berfokus pada nilai-nilai religius Islam untuk mengem- bangkan fitrah,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam publikasi tersebut belum memuaskan karena terdapat beberapa kesalahan, seperti kesalahan penulisan kata

Berdasarkan pengamatan kemampuan berbahasa siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari pratindakan walaupun belum mencapai persentase KKM yang telah ditentukan.

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk