• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fikih Muamalah Perbandingan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Fikih Muamalah Perbandingan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS A. Identitas Mata Kuliah

Mata Kuliah : Fikih Muamalah Perbandingan

Kode :

---Program Studi : Perbandingan Mazhab (PM)

Jenjang : S.1

Bobot : 2 sks

B. Deskripsi Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas fikih mumalah dengan pendekatan perbandingan mazhab fikih baik klasik maupun kontemporer, meliputi konsep harta, akad, hak milik, jual beli, riba, khiyar, ariyah, ijarah, rahn, syirkah, mudharabah, wadi’ah, musaqah, mukhabarah dan muzara’ah, dalam perspektif mazhab-mazhab fikih. Kajian fikih perbandingan ini di samping menggunakan perspektif fikih, juga mendasarkan keputusan lembaga-lembaga fatwa maupun regulasi Hukum ekonomi Syariah.

C. Tolok Ukur Indikator Kompetensi (Target Hasil Belajar) :

1. Mahasiswa mampu menguasai berbagai pendapat ulama madzhab fikih tentang fikih muamalah dengan metode istinbat yang digunakan.

2. Mahasiswa mampu menguasai konsep-konsep dasar meliputi: harta, akad, hak milik, jual beli, riba, khiyar, ariyah, ijarah, rahn, syirkah, mudharabah, wadi’ah, musaqah, mukhabarah dan muzara’ah.

3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan berbagai konsep muamalah dalam menyelesaikan problematika hukum muamalah kontemporer.

D. Topik Inti Materi Pembelajaran :

1. Konsep Fikih muamalah Perbandingan 2. Pengertian harta, pembagian dan fungsinya 3. Akad

a. Pengertian

b. rukun dan syarat akad c. macam-macam akad d. pembentukan akad e. berkahirnya akad. 4. Hak Milik

a. Pengertian hak milik b. Pembagian

c. sebab-sebab kepemilikan

(2)

d. klasifikasi milik.

5. Akad Jual Beli perbandingan a. Pengertian

b. syarat dan rukunnya c. Akibat hukum jual beli 6. Khiyar

a. Pengertian khiyar b. Macam-macamnya.

7. Salam dan Istisna’ perbandingan 8. jual beli murabahah.

9. Ariyah

a. Pengertian ariyah b. Dasar hukum c. syarat dan rukun d. status barang pinjaman. 10. Ijarah

a. Pengertian ijarah b. Dasar hukum c. Syarat dan rukun d. macam-macamnya

e. serta upah bagi pekerja dalam bidang ibadah. 11. Rahn

a. Pengertian b. dasar hukum c. syarat dan rukun d. macam-macamnya

e. pemanfaatan barang jaminan. 12. Syirkah

a. Pengertian b. dasar hukum c. syarat dan rukun

d. pembagian syirkah dan Hukumnya . 13. Mudharabah

a. Pengertian b. dasar hukum c. syarat dan rukun

d. biaya pengelolaan mudharabah e. serta serta berakhirnya mudharabah. 14. Wadi'ah

a. Pengertian b. dasar hukum c. syarat dan rukun

d. perubahan wadi’ah dari amanah ke dhaman.

(3)

E. Metode Pembelajaran

1. Pertemuan awal dilakukan “kontrak belajar” untuk menyepakati rambu-rambu yang harus ditaati selama perkuliahan.

2. Kegiatan utama perkuliahan dilakukan dengan strategi seminar kelas.

3. Pendalaman/perluasan pemahaman materi dilakukan dengan menggunakan alternatif strategi Information Search dan Active Debate.

4. Untuk melakukan review dapat digunakan alternatif strategi everyone is teacher here.

F. Alternatif Media Pembelajaran

1. Papan Tulis

2. OHP

3. Fotocopy bahan/materi pilihan

4. Ruangan Kelas

5. Perpustakaan

G. Evaluasi Pembelajaran

1. Untuk menilai proses pembelajaran masing-masing mahasiswa digunakan evaluasi porto folio. Di samping itu, untuk menilai proses ini juga dilakukan penilaian terhadap; kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan, dan, partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan.

2. Untuk menilai produk pembelajaran dilakukan tes dalam bentuk Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, dan penilaian terhadap “Tugas Utama”, yaitu tugas yang kemampuan untuk melaksanakannya diasumsikan merupakan akumulasi dari tolok ukur indikator kompetensi yang ditargetkan, dimana “Tugas Utama” ini adalah tugas selain tugas-tugas yang tercakup dalam porto folio.

H. Referensi :

1. Anwar, Syamsul, Hukum Perjanjian Syariah: Studi tentang Teori Akad dalam Fikih Muamalat, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010.

2. As-Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Bierut: Dar al-Fikr, 1990.

3. Wahbah Al-Zuh}ayli>, al-Fiqh al-Isla>mi> wa Adillatuh, Damaskus: Dar al-Fikr, 1995.

(4)

4. Rachmat Syafei, Fiqih Muamalah, Bandung: Pustaka Setia, 2001. 5. Ahmad Wardi Muslih, Fiqh Muamalah, Jakarta: Amzah, 2015.

6. Siah Khosyiah, Fiqh Muamalah Perbandingan, Bandung: Pustaka Setia, 2014.

7. Abddur Rahman Ghazali, dkk. Fiqh Muamalah, jakarta: Kencana, 2010. 8. Al-Jazairi, al-Fiqh ala al-Mazahib al-Arbaah, Beirut: Dar Fikr, 1885.

9. Ibn Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtasid, Beirut; Dar al-Fikr, 1990.

10. Ahmad Idris Abduh, Fiqh Muamalah ala mazhab Imam Malik ma’a Muqaranah bi Mazahib Ukhra fi Usul Masa’il wa Uyuniha, Dar al-Huda, 2000.

11. Muhammad Ali Usman al-Faqi, Fiqh al-Mu’amalat: Dirasah Muqaranah, 2002.

12. Muhammad Rawwas Qal‘ahji, al-Mu‘amalat al-Maliyyah al-Mu‘asirah Fi Daw’i al-Fiqh Wa al-Shari‘ah, al-Udun: Dar an-Nafais, 1999.

13. Muhammad Yusuf Musa, al-Buyu’ wa al-Mu’amalah al-Mu’ashirah, Mesir: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1954.

14. Abd ar-Razaq As-Sanhuri, Mashadir al-Haqq fi al-Fiqh al-Islami, Ttp.: Dar al-Hana li an-Nasyr, 1956.

15. Musthofa Ahmad az- Zarqa, al-Fiqh al-Islami fi Saubih al-Jadid: al-Madkhal li al-Fiqh al-Amm, Beirut: Dar al-Fikr, 1968.

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa akad yang diridhai oleh kedua belah pihak dalam bertransaksi di Floating Market Lembang ini ialah meridhai jual beli dengan alat tukar koin untuk membeli

Skripsi ini membahas tentang Pandangan Hakim Terhadap Perbandingan Pembagian Harta Warisan Antara Fikih Mawaris Dengan Kompilasi Hukum Islam di Kabupaten Wajo (Studi

Tinjauan Mazhab Syafi’i Terhadap Jual Beli Pakaian Bekas Dalam karung di Pasar Tugu Pahlawan Surabaya Jual beli menurut Mazhab Syafi‟I adalah suatu akad yang mengandung tukar

Dalam ayat ini dijelaskan keharaman riba dan diperbolehkannya jual beli. Tidak semua akad jual beli adalah haram sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang

Jadi akad dan pelaksanaan jual-beli buah-buahan di pohon di Gampong Terbangan itu sama dengan jual beli yang lain, akan tetapi akad dan pengambilannya berbeda, kalau

syariah agaknya ber anggap an bahwa dengan menerapkan akad-akad bisnis sebagaimana yang diajar kan dalam kitab-kitab fikih, bangunan perbankan yang tadinya sarat dengan riba

Objek akad harus sudah ada pada saat akad diadakan. Barang yang belum tersedia tidak dapat menjadi objek akad menurut pendapat mayoritas ahli fikih, karena hukum dan akibat

Sementara itu, muamalah dalam arti khusus berhubungan dengan harta.25 Sebagaimana dijelaskan mengenai pengertian fikih dan muamalah apabila kata fikih dan muamalah menjadi fikih