• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penguatan Kewenangan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penguatan Kewenangan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun kini kehadiran LPSK telah memberikan jaminan dan kepastian bagi perlindungan saksi dan/atau korban tindak pidana, namun kedudukan LPSK sebagai komponen sistem

Soeharto H, 2007, Perlindungan Hak Tersangka, Terdakwa, Dan Korban Tindak Pidana Terorisme Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia, Cetakan Pertama, PT Refika Aditama,

Edwin meminta kepada FIDH untuk memenuhi syarat formal atas perlindungan yang diberikan LPSK, yakni kasus yang melibatkan saksi atau korban harus mengandung unsur pidana,

merupakan tujuan utama dari hukum acara pidana. Perlindungan hukum terhadap saksi dan korban dalam proses peradilan pidana tidak hanya diperlukan pada saat sebelu saksi dan

Perlu dipahami, LPSK sangat berkaitan dengan sistem peradilan pidana, karena dalam pemberian perlindungan, LPSK dapat membe- rikan perlindungan ketika kasus tersebut sudah

13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban maupun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (untuk selanjutnya disingkat KUHAP), tidak pernah disebutkan secara

"UPAYA PERLINDUNGAN KORBAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA", FIAT JUSTISIA:Jurnal Ilmu Hukum, 2017 Publication abuizzan.blogspot.com Internet Source

Dengan demikian, LPSK berkontribusi pada terwujudnya sistem peradilan yang adil, transparan, dan menghormati hak-hak setiap individu yang terlibat dalam kasus hukum.Lembaga Perlindungan