• Tidak ada hasil yang ditemukan

Petani Kopi Lasuna dan Petani Kopi Sigarar Utang di Desa Parulohan Kecamatan Lintong Nihuta (1988-2002)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Petani Kopi Lasuna dan Petani Kopi Sigarar Utang di Desa Parulohan Kecamatan Lintong Nihuta (1988-2002)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

102

DAFTAR PUSTAKA

Aak, Bercocok Tanam Kopi, Yoyakarta: Yayasan Kasinius, 1988. Abdurahman, Dudung, Metode Sejarah, Yogyakarta: Logos, 1999.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Kopi Arabika di Sumatera Utara, Medan, 2011.

Format Laporan Propil Desa dan Kelurahan, Desa Parulohan, 2007.

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarahterjemahan Nugroho Notosutanto, Jakarta: UI Press, 1971. Hulupi, R, Laporan Identifikasi dam Kararkterisasi Kopi Ara bika Sigarar Utang, Medan: Pusat

Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2002.

Koentjaraninggrat, Beberapa Pokok Antropogi Sosial, Jakarta: PT Gramedia, 1987. Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, 2002.

Multatuli, Max Havelaar atau Lelang Kopi Maskapai Dagang Belanda, Jakarta:Penerbit Djambatan, 1977.

Oudejans, Jans H. M, Pekembangan Pertanian di Indonesia, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006.

Pakpahan, Agus, Petani Menggugat, Jakarta: Max Havelaar Indonesia Foundation, 2004.

Raharjo, Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1999.

Sahur, Ahmad dkk.,Migrasi, Kolonisasi, Perubahan Sosial, Jakarta: PT Pustaka Grafika Kita, 1988.

Siahaan, E. K, Laporan Survey Monografi Kebudayaan Batak Toba Kabupaten Tapanuli Utara, Medan: Departemen Kebudayaan, 1987.

Sjamsuddin, Helius, Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Ombak, 2007.

Suharso, Pujo, Tanah, Petani, Politik Pedesaan, Solo: Pondok Edukasi, 2002.

Sri Najiyati dan Danarti, Kopi: Budidaya dan Penangan Lepas Panen, Jakarta: Penebar Swadaya, 1995.

Situmorang, Sitor, Toba Na Sae:Sejarah Lembaga Sosial Politik Abad XIII-XX, Depok: Komunitas Bambu, 2009.

Tambunan, Tulus, Perkembangan Sektor Pertanian di Indonesia:Beberapa Isu Penting, Pejaten Barat: Ghalia Indonesia, 2003.

Tobing, Janiar Elisabet L, Peranan Tenaga Kerja Wanita Pada Usahatani Kopi dan Sikapnya Terhadap Peran Ganda Rumah Tangga ( Studi Kasus: Desa Parulohan, Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan), skripsi Jurusan Pertanian Universitas Sumatera Utara, 2009.

Sumber dari internet

Diambil dari internet : id.wikipedia.org/.wiki/Dalihan_natolu. Diakses pada tanggal 22 September 2013 pukul 21:30 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN KETINGGIAN TEMPAT DAN KEMIRINGAN LERENG TEHADAP PRODUKSI KOPI ARABIKA SIGARAR UTANG PADA BERBAGAI JENIS TANAH DI KECAMATAN LINTONG

Usahatani kopi merupakan salah satu jenis usahatani yang banyak diusahakan. Adapun jenis kopi yang paling umum dibudidayakan oleh petani adalah kopi Arabika. Dalam

Rata-Rata Jumlah dan Biaya Pupuk Produksi untuk Usahatani Kopi Arabika di Desa Paraduan, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir tahun 2015 Rata-Rata Total Biaya Produksi

Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, tiga variabel yang diukur adalah alokasi tenaga kerja wanita pada usahatani jagung, pendapatan rumah tangga

Hal ini menunjukka bahwa usahatani kopi arabika memberikan kontribusi yang tidak cukup besar, yang berarti bahwa usahatani kopi arabika ini belum dapat diandalkan

Terdapat beberapa faktor-faktor produksi dalam melakukan kegiatan usahatani tanaman kopi dimana faktor tersebut terdiri dari lahan, modal, tenaga kerja dan

perakaran, sekurang ‐ kurangnya kedalaman air tanah 3 meter dari permukaannya. Akar tanaman kopi membutuhkan oksigen yang tinggi, yang berarti tanah yang.. drainasenya kurang baik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 Struktur pendapatan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sukaratu terdiri dari usahatani on farm dan off farm 48,83% dan luar pertanian non farm